BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian
3. Hambatan dalam pelaksanaan multikulturalisme di Komunitas
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan multikulturalisme dalam Komunitas Maiyah Gambang Syafaat melalui kegiatan-kegiatannya sudah dilakukan dengan baik. Hal tersebut dilihat dari respon atau tanggapan dari jamaah. Sebagaimana diungkapkan oleh Saudara Philip Hananiel selaku jamaah, sebagai berikut.
“Selama saya mengikuti Gambang Syafaat, saya merasakan kebahagiaan dan kegembiraan. Hal itu karena memang respon dari setiap penggiat, jamaah, dan orang lainnya yang mau untuk saling menerima dan menghargai. Saya mendapatkan hal-hal yang penting selama belajar di Gambang Syafaat, terutama pesan yang disampaikan Cak Nun”. (wawancara pada tanggal 7 Agustus 2020). Berdasarkan wawancara tersebut, dapat diketahui bahwa sudah terwujudnya multikulturalisme dalam komunitas ini dengan adanya sikap dan pemahaman multikulturalisme yang dilakukan oleh para penggiat dan jamaah terhadap keberagaman yang terdapat di Komunitas Maiyah Gambang Syafaat. Selain itu peneliti juga menemukan bahwa masih adanya hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan multikulturalisme di Komunitas Maiyah Gambang Syafaat. Hambatan tersebut berasal dari faktor internal maupun faktor eksternal.
a. Faktor internal
Faktor internal yaitu faktor dari dalam komunitas yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan multikulturalisme di Komunitas Maiyah Gambang Syafaat. Faktor internal tersebut yaitu mengenai sumber daya manusia dalam hal ini adalah penggiat komunitas. Sumber daya manusia dalam Komunitas Maiyah Gambang Syafaat selain menjadi faktor pendorong juga menjadi faktor penghambat. Hal tersebut disebabkan karena keterbatasan penggiat dalam Komunitas Maiyah Gambang Syafaat. Keterbatasan tersebut yaitu mengenai jumlah penggiat dan intensitas untuk berkumpul, berkoordinasi atau mengadakan rapat.
Saudara Wakijo selaku penggiat menjelaskan bahwa jumlah penggiat yang terlihat aktif saat ini di Komunitas Maiyah Gambang
Syafaat terdapat sekitar 50 sampai 60 orang. Komunitas Maiyah Gambang Syafaat apabila dihitung dari awal berdirinya komunitas ini memiliki jumlah penggiat yang banyak dan beragam baik dari suku, daerah, dan agama. Seiring berkembangnya waktu, jumlah penggiat dalam Komunitas Maiyah Gambang Syafaat menjadi berkurang. Hal tersebut dikarenakan para penggiat yang awalnya mayoritas berdomisili di Semarang, saat ini sudah menyebar ke berbagai daerah atau tidak berdomisili lagi di Semarang dan memiliki kesibukannya masing-masing, sehingga intensitas untuk berkumpul, koordinasi dan mengadakan rapat menjadi berkurang. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Saudara Benny Setiawan selaku penggiat Komunitas Maiyah Gambang Syafaat, sebagai berikut.
“Faktor penghambatnya sedikit, paling mengenai keterbatasan penggiat atau sumber daya manusia dalam internal Gambang Syafaat. Hal tersebut karena para penggiat yang sudah menyebar atau tidak berdomisili lagi di Semarang, sehingga intensitas untuk kumpul atau rapat menjadi berkurang”. (wawancara pada tanggal 7 Maret 2020).
Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti dapat mengetahui bahwa faktor internal yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan multikulturalisme di Komunitas Maiyah Gambang Syafaat adalah mengenai keterbatasan penggiat atau sumber daya manusia. Keterbatasan tersebut yaitu mengenai jumlah penggiat yang berkurang karena sudah menyebar ke berbagai daerah atau tidak berdomisili lagi di Semarang dan memiliki kesibukannya masing-masing, sehingga intensitas untuk berkumpul, koordinasi dan mengadakan rapat menjadi
berkurang. Hal tersebut menyebabkan kurangnya persiapan yang maksimal dari penggiat dalam mengadakan kegiatan, dan merupakan salah satu penyebab pernah adanya krisis penggiat di Gambang Syafaat. Meskipun dengan keterbatasan penggiat atau sumber daya manusia, hambatan tersebut tentunya tidak menjadi penghalang yang serius bagi Komunitas Maiyah Gambang Syafaat untuk melaksanakan kegiatan, hal tersebut didukung dengan semakin aktifnya jamaah untuk berkontribusi dalam Komunitas Maiyah Gambang Syafaat.
b. Faktor eksternal
Faktor eksternal yaitu faktor dari luar komunitas yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan multikulturalisme di Komunitas Maiyah Gambang Syafaat. Faktor eksternal tersebut yaitu mengenai antusias kehadiran jamaah. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Saudara Wakijo selaku penggiat Komunitas Maiyah Gambang Syafaat, sebagai berikut.
“Faktor eksternalnya yaitu seperti kurangnya antusias dari jamaah saat tidak hadirnya Cak Nun karena beliau sebagai tokoh sentral dalam berbagai kegiatan Maiyah seperti di Komunitas Gambang Syafaat. Hal tersebut membuat kegiatan kajian rutin menjadi sepi dengan sedikitnya jumlah jamaah yang hadir. Hal tersebut juga merupakan salah satu penyebab pernah adanya krisis penggiat di Gambang Syafaat. Dulu orang datang ke Gambang Syafaat karena ada Cak Nun, mungkin sampai sekarang juga masih ada orang seperti itu. Hal tersebut wajar saja terjadi, karena Cak Nun adalah sosok yang dirindukan dan dicintai oleh semua jamaah Maiyah”. (wawancara pada tanggal 10 Februari 2020).
Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti dapat mengetahui bahwa faktor eksternal yang menjadi hambatan dalam pelaksanaan
multikulturalisme di Komunitas Maiyah Gambang Syafaat adalah berkurangnya antusias jamaah untuk mengikuti atau menghadiri kegiatan. Cak Nun sebagai magnet atau tokoh sentral dalam Komunitas Maiyah memang memberikan pengaruh pada setiap kegiatan Maiyahan di berbagai daerah. Oleh karena itu, antusias jamaah untuk menghadiri kegiatan menjadi berkurang ketika tidak hadirnya Cak Nun dalam kegiatan Komunitas Maiyah Gambang Syafaat seperti saat kegiatan rutin pada tanggal 25. Hal tersebut menyebabkan jamaah banyak yang tidak hadir atau pulang di tengah-tengah kegiatan. Faktor tersebut juga merupakan salah satu penyebab pernah terjadinya krisis penggiat di Gambang Syafaat.
Meskipun berkurangnya antusias dari jamaah saat tidak hadirnya Cak Nun, kehadiran jumlah jamaah bukan merupakan penghalang yang serius atau dianggap sebagai kesedihan bagi penggiat dan jamaah lainnya, karena dengan jumlah berapapun orang yang berkumpul mereka masih bisa untuk merasakan kegembiraan saat berkegiatan di Komunitas Maiyah Gambang Syafaat. Oleh karena itu, Komunitas Maiyah Gambang Syafaat tidak mempunyai target atau tujuan bahwa kegiatan harus mewah dan ramai, yang terpenting adalah berjalannya kegiatan sinau bareng dengan baik.