BAB III HAMBATAN-HAMBATAN YANG TERJADI PADA KANTOR
B. Hambatan-Hambatan Yang Terjadi Pada Proses Pendaftaran
Jaminan Fidusia merupakan salah satu bentuk lembaga jaminan yang
diperlukan para kreditur pada saat ini. Untuk memenuhi kebutuhan hukum yang dapat memacu pembangunan dan dapat menjamin kepastian hukum serta mampu memberikan perlindungan hukum bagi pihak yang berkepentingan, maka pemerintah dalam hal ini mensahkan Undang-Undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, dalam hal ini diharapkan nantinya dapat berfungsi dan berdaya guna bagi masyarakat pada umumnya serta bagi pihak kreditor dan debitor atau pihak yang berkepentingan pada khususnya. Dalam hal ini salah satu pendukung terlaksananya UUJF adalah tentang pendaftaran fidusia itu sendiri. Untuk hal tersebut disetiap wilayah Negara Republik Indonesia, maka pemerintah dala hal ini Presiden mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Nomor 139 Tahun 2003 Tentang Pembentukan Kantor Pendaftaran Fidusia di setiap Ibukota Propinsi di Wilayah Negara Republik Indonesia (selanjutnya disebut Keppres No. 139 Tahun 2000) ditetapkan pada tanggal 30 September 2000 tentang pertimbangan antara lain :
a. Bahwa Kantor Pendaftaran Fidusia untuk pertama kali ditetapkan di Jakarta
sesuai dengan ketentuan Pasal 12 ayat (2) UUJF.
b. Bahwa Kantor Pendaftaran Fidusia di daerah lain sesuai dengan ketentuan Pasal
12 ayat (4) UUJF yang ditetapkan dengan Keputusan Preiden.
Namun demikian setelah dikeluarkannya UUJF, adanya suatu kewajiban
agar setiap Jaminan Fidusia tersebut untuk didaftarkan pada pejabat yang berwenang atau Kantor Pendaftaran Fidusia. Pendaftaran tersebut dimaksudkan untuk memenuhi
asas Publisitas dari Jaminan Fidusia. Tujuannya adalah semakin terpublikasi jaminan hutang, akan semakin baik sehingga kreditor atau khalayak ramai dapat mengetahuinya atau punya akses untuk mengetahui informasi-informasi penting di sekitar jaminan hutang tersebut. Asas publisitas ini semakin penting terhadap jaminan-jaminan hutang yang fisik objek jaminannya tidak diserahkan kepada
kreditor, seperti Jaminan Fidusia.74
Sedangkan Tan Kamello mengatakan bahwa pendaftaran tersebut memiliki
arti yuridis sebagai suatu rangkaian yang tidak terpisahkan dari proses terjadinya perjanjian Jaminan Fidusia. Selain itu, pendaftrana jaminan fidusia merupakan perwujudan dari asas publisitas dan kepastian hukum. Di samping itu, konsekuensi yuridis setelah akte Jaminan Fidusia didaftarkan, yang menjadi pemilik jaminan atas benda fidusia adalah kreditor penerima Fidusia, walaupun secara fisik debitur pemberi Fidusia tetap menjadi pemilik benda agunan. Pandangan ini menunjukkan
bahwa ada pemisahan hak milik jaminan secara yuridis dan hak milik secara riil.75
Dengan demikian, di dalam UUJF tidak ada suatu ketentuan atau saksi
yang mengatakan bahwa jika benda Jaminan Fidusia yang tidak didaftar adalah tidak wajib didaftar, serta juga tidak adanya suatu ketentuan di dalam UUJF mengenai sampai kapan kurun waktu suatu pendaftaran benda Jaminan Fidusia tersebut boleh
dilakukan.76 Maka tidak ada sanksi yang mengatur dalam UUJF sehingga pihak
74
Munir Fuady, 2003, 29-30
75
Tan Kamello, Op.Cit, hal 213&215-216
76
J Satrio, 2002, Op. Cit, hal 243-247
debitur tidak mendaftarakn ke Kantor Pendaftaran Fidusia, tetapi kebiasaan yang sering terjadi apabila telah sengketa terhadap debitur dengan kreditur barulah didaftrakakan. Sehingga perlu untuk refisi lagi agar lebih sempurnah dan dibuat juga saksi bagi para pihak yang tidak mendaftarkannya karena didalam Pasal 11 menyatakan wajib untuk didaftarkan tetapi tidak ada sanksinya.
Menurut Tan Kamello, sehubungan dengan akibat hukum Jaminan Fudisia
dengan kreditor manapun yang tidak didaftarkan pada Kantor Pendaftaran Fidusia, maka tidak melahirkan perjanjian kebendaan bagi Jaminan Fidusia tersebut, sehingga karakteristik kebendaan seperti droit de suite dan hak preferen tidak melekat pada kreditor pemberi Jaminan Fidusia. Di samping itu, juga konsekuensi yuridis bagi kreditor yang tidak mendaftarkan akta Jaminan Fidusia tidak mendapat perlindungan
hukum sesuai dengan UUJF.77
Sebagaimana dalam pasal 16 Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : M.01.UM.01.06 tahun 2000 tentang Bentuk Formulir dan Tata Cara Pendaftaran Jaminan Fidusia yang mengatakan bahwa :
1. Dalam hal Pendaftaran Jaminan yang akta Jaminan Fidusianya dibuat setelah
dibentuk Kantor Pendaftaran Jaminan dilakukan pada tanggal yang sama dengan tanggal pencatatan permohonan Pendaftaran Jaminan Fidusia.
2. Penyerahan Sertifikat Jaminan Fidusia sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
ditentukan sebagai berikut :
77 Tan Kamello,
a. Bagi Permohonan Pendaftaran Jaminan Fidusia yang dicatat pada jam 08.00- 12.00 BBWI, penyerahan Sertifikat Jaminan Fidusia, dilakukan pada jam 15.00-16.00 BBWI.
b. Bagi permohonan Pendaftaran Jaminan Fidusia yang dicatat pada jam 13.00-
13.00 BBWI, penyerahan Sertifikat Jaminan Fidusia, dilakukan pada hari berikutnya paling lambat jam 12.00 BBWI.
Namun dari pertanyaan tersebut di atas, maka dalam pelaksanaanya tidak
selamanya terlaksana sepenuhnya. Hal ini disebabkan karena adanya beberapa faktor yang menghambat jalannya ketentuan tersebut, yaitu antara lain :
1. Faktor kesibukan pimpinan.
2. Sarana dan prasarana kantor yang tidak memadai atau kurang mendukung.
3. Mahalnya biaya pendaftaran Jaminan Fidusi setelah keluarnya PP No. 38 Tahun
2009 .78
Mutu pelayanan dapat dilihat dari tingkat baik atau buruknya pelayanan
jika, antara lain :
1. Sesuai dengan prosedur standar di Kantor Pendaftaran Jaminan Fidusia.
2. Dilakukan oleh tenaga yang kompeten.
3. Teknologi sarana dan prasarana yang memadai.
4. Memuaskan pelanggan dan petugas.
5. Sesuai dengan etika.
78
Wawancara dengan Juraini Sulaiman, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Kanwil DepKumHAM Sumatera Utara, tanggal 14 September 2009
6. Menguntungkan semua pihak.
Sementara itu, dalam hal mengenai pelayanan prima, maka pelayanan
prima tersebut juga mempunyai beberapa prinsip yang mesti dijalankan antara lain :
1. Mengutamakan pelanggan
2. Sistem yang efektif
3. Melayani dengan hati nurani
4. Perbaikan yang berkelanjutan
5. Memberdayakan pelanggan
Dikatakan mengutamakan pelanggan, apabila sesuai dengan antara lain :
a. Prosedur disusun untuk kemudian dan kenyamanan pelanggan.
b. Mendahulukan pelanggan eksternal.
c. Mendahulukan pelanggan tidak langsung.
Dikatakan sistem yang efektif apabila antara lain :
a. Tertib dan lancer
b. Menumbuhkan kebanggaan petugas
c. Memuaskan pelanggan
d. Membentuk pola perilaku tertentu
Sehingga untuk mencari data atas benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia
apabila ada pihak yang meminta, seperti pihak kreditor/penerima fidusia yang pada umumnya pihak bank yang sering terlambat dalam melakukan pengecekan terhadap data atas benda sebagai objek Jaminan Fidusia yang diinginkan oleh para pihak. Sehingga para pihak yang membutuhkan data base benda yang menjadi objek
Jaminan Fidusia paling tidak harus menanyakan pada Kantor Pendaftaran Fidusia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum dan Kantor Pendaftaran Fidusia pada Kantor Wilayah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia dimana pemberi Fidusia bertempat tinggal atau berdomisiil seuai dengan yang tercantum dalam penjelasan Pasal 11 UUJF. Dan hal ini memakan waktu yang cukup lama sehingga mengganggu jalannya roda perekonomian.
Permohonan pendaftaran Jaminan Fidusia dilakukan oleh penerima
Fidusia, kuasa atau wakilnya dengan melampirkan pernyataan pendaftaran Jaminan Fidusia yang memuat :
a. Identitas pihak pemberi Fidusia dan penerima Fidusia;
b. Tanggal, nomor akta Jaminan Fidusia, nama, dan tempat kedudukan notaries yang
membuat akta Jaminan Fidusia;
c. Data perjanjian pokok yang menjadi objek Jaminan Fidusia;
d. Uraian mengenai Benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia;
e. Nilai penjaminan dan;
f. Nilai benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia.
Selanjutnya Kantor Pendaftaran Fidusia mencatat Jaminan Fidusia dalam
Buku Daftar Fidusia pada tanggal yang sama dengan tanggal penerimaan permohonan pendaftaran. Sebagai salah satu bukti bahwa kreditor bahwa ia merupakan pemegang Jaminan Fidusia adalah Sertifikat Jaminan Fidusia yang diterbitkan oleh Kantor Pendaftaran Fidusia pada tanggal yang sama dengan tanggal penerimaan permohonan Pendaftaran Jaminan Fidusia sampainya keluarnya Sertifikat dari Kantor Pendaftaran Fidusia.