• Tidak ada hasil yang ditemukan

Harga Fleksibel pada Kurva Penawaran Agregat yang

Membayangkan suatu ekonomi pada pasar-pasar dibuat secara terpisah atas kelangkaan unsur geografi. Hal itu barangkali membantu untuk mulai memikirkan keadaan setiap pasar di sini yang ditempatkan di atas pulau miliknya. Di atas semua pulau, dalam setiap pasar, terdapat jenis-jenis barang yang sama yang dijual dan dibeli pada tiap periode. Itu adalah suatu perekonomian yang baik, tetapi barang itu diperdagangkan dalam beberapa pasar yang terpisah-pisah. Selanjutnya, di masing-masing pulau, harga suatu barang disesuaikan pada setiap periode dalam rangka menyamakan penawaran dan permintaan barang di atas pulau itu. Pada setiap periode di setiap pulau, ditemukan unsur kelangkaan penjual dan pembeli. Perdagangan mereka melalui berbagai pesanan. Kemudian pada periode berikutnya, di pulau yang berbeda, ditemukan lagi keseluruhan proses yang sama. Melalui harga-harga ekonomi yang fleksibel ini, ditentukan

file arsip milik

PENERBIT ANDI

persaingan secara penuh. Dengan demikian, berarti mereka berpindah ke persamaan penawaran dan permintaan. Mereka tidak mendesak beberapa individu untuk mempengaruhi harga secara berarti. Dalam bab sebelumnya, sudah dianalisis faktor-faktor yang menentukan permintaan agregat dalam ekonomi ini. Misalnya, kurva permintaan agregat dan kurva penawaran agregat diasumsikan, bahwa penjual dipengaruhi secara primer dengan harga relatif pada suatu barang di atas pulau mereka. Jika suatu harga barang di suatu pulau menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan harga rata-ratanya di semua pulau yang lain, maka mereka akan membuat keuntungan dari harga relatif yang tinggi. Jumlah penawaran ini, menjadi lebih tinggi atas barang dibandingkan dengan akan berbalik kepada mereka. Jumlah barang yang dijual, karena harga relatif barang di atas semua pulau yang diterima secara kebetulan, maka semua itu disebut sesuatu yang normal atau tingkat kelaziman output agregat.

Mengapa harga barang-barang di atas satu pulau itu pernah menjadi beberapa perbedaan harga suatu barang yang didirikan di atas beberapa pulau lainnya? Semua itu merupakan suatu tipe yang sama, barang-barang mana saja bisa diperdagangkan di atas setiap pulau? Karena suatu permintaan relatif berubah, maka di antara pulau-pulau dapat diasumsikan, bahwa gambaran tersebut merupakan hal yang penting bagi suatu perekonomian. Konsep ini dalam beberapa periode, akan muncul di dalam pulau-pulau yang sama. Dimana yang satu menjadi harga lebih tinggi dibandingkan unsur harga rata-rata pembeli dan yang lainnya merupakan unsur harga yang lebih rendah dibandingkan dengan harga rata-rata pembeli. Produksi-produksi ini menunjukkan keadaan yang lebih tinggi untuk di beberapa pulau, dibandingkan dengan permintaan rata-rata. Akan tetapi, bisa juga menunjukkan keadaan yang

file arsip milik

PENERBIT ANDI

BAB 3--Harapan Rasional tentang Harga Lunak dalam Model Ekonomi Makro

45

lebih rendah dibandingkan dengan permintaan rata-rata. Tentu kejadian semua perekonomian ini mencerminkan, bahwa jumlah perubahan-perubahan permintaan relatif menjadi nol (0) dan permintaan rata-rata agregat dapat dilihat kembali pada kurva permintaan agregat dalam Gambar 3.1. Tetapi di beberapa pasar atau di beberapa pulau, barangkali individu akan mengalami sesuatu permintaan yang lebih tinggi atau permintaan lebih rendah dibandingkan rata-rata. Permintaan yang lebih rendah itu dibandingkan dengan penundaan permintaan rata-rata itu, akan muncul melalui permintaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan permintaan rata-rata. Kebingungan-kebingungan ini yang terjadi di sekitar rata-rata itu, akan dilakukan dengan tidak membatalkan setiap output lainnya. Mereka tidak dapat merefleksikan perubahan harga relatif secara murni, karena semua itu akan berpengaruh terhadap agregat akhir. Di setiap pulau-pulau itu, permintaan dengan harga relatif yang tinggi, keseimbangan barang menjadi relatif tinggi dan dalam pulau-pulau itu permintaan harga relatif akan menjadi rendah untuk barang yang relatif rendah. Juga memberikan suatu lonjakan model yang diberikan kepada pihak swasta. Hal itu dalam beberapa periode, masyarakat hanya dapat membeli atau menjual di pulau itu, barang-barang yang ditempatkan oleh mereka. Harga-harga keseimbangan yang berbeda dapat dimunculkan untuk barang-barang yang sama. Apakah ada hubungan antara harga-harga umum, atau harga rata-rata suatu barang dalam perekonomian ini? Terutama terhadap suatu total atau jumlah agregat untuk output yang dijual?

Jawaban untuk pertanyaan ini, tergantung pada jumlah informasi yang dimiliki oleh masyarakat tentang apakah yang terjadi di dalam suatu perekonomian. Jika penjual sudah tahu

file arsip milik

PENERBIT ANDI

mengenai arus keseimbangan harga dalam pasar yang mereka miliki, dan arus harga keseimbangan di semua pasar-pasar lain pada tingkat output agregat yang menjadi penyebab tingkat rata-rata suatu harga, serta harga keseimbangan yang mereka miliki meningkat dengan sepuluh persen, dan rata-rata semua harga lainnya meningkat sepuluh persen juga, maka mereka tidak akan menaikkan output, karena mereka sudah tahu bahwa mereka akan mengalami bukan kenaikan harga relatif atas harga barang di atas pulau mereka. Jika kenaikan harga yang mereka miliki sepuluh persen dan mereka mengetahui bahwa harga rata-rata yang lain mencapai kenaikan dengan lima persen, maka mereka akan menaikkan outputnya. Tetapi kenaikan harga rata-rata yang lima persen di atas, akan membuat bahkan mengharuskan harga jadi meningkat dengan kurang dari lima persen, di beberapa pulau yang lain. Bayangan penyederhanaan di atas, harga barang-barang di suatu pulau, tidak bisa dinaikkan semua. Output di pulau yang terakhir menjadi lebih rendah, kemudian akan menjadi normal karena semua harga relatif barang di pulau itu sudah diketahui. Pemberian suatu kesejahteraan yang seimbang, dalam kasus ini,

output agregat juga akan tersisa. Pada tingkat normal, kenaikan

barang-barang itu, untuk dalam satu pasar, bisa melakukan penundaan terhadap jatuhnya output yang lainnya. Kedua kasus

output agregat itu, seperti menyisakan barang-barang itu pada

tingkat normal, merupakan suatu fase perubahan dalam tingkat harga umum. Di sisi lain, jika diasumsikan bahwa informasi tidak sempurna, dalam pengertian penjual dan pembeli tahu tentang arus harga keseimbangan barang-barang di pulau mereka. Tetapi, hanya mendapatkan suatu pengetahuan harga keseimbangan dalam pasar-pasar yang lain dengan satu periode waktu kelambatan hubungan, maka di antara penawaran agregat dan tingkat harga umum akan menjadi lebih halus. Sekarang, jika anda seorang penjual, di pulau anda sendiri, anda mengamati suatu peningkatan harga suatu barang, dimana

file arsip milik

PENERBIT ANDI

BAB 3--Harapan Rasional tentang Harga Lunak dalam Model Ekonomi Makro

47

anda menangkap terjadinya kenaikan sepuluh persen, maka anda tidak bisa memastikan bahwa di berbagai pasar yang lain akan terjadi perbedaan kenaikan di atas rata-rata. Terjadinya perbedaan kenaikan di atas rata-rata pada berbagai pasar yang lainnya, karena mereka tidak menginginkan kenaikan output di atas normal, mengingat tidak adanya kenaikan dalam harga relatif rendah.

Tetapi jika mereka mengalami kelebihan harga, sama dengan di atas rata-rata satu, maka anda akan menginginkan kenaikan output di atas normal. Berarti, membuat keuntungan dari suatu harga yang relatif tinggi di pulau anda. Jika mereka mengalami satu kenaikan lebih besar dari rata-rata, maka anda akan menginginkan untuk mengurangi penawaran di bawah normal. Juga di dalam pesanan untuk menentukan, apakah jumlah yang akan anda jual dapat memiliki bentuk suatu harapan dari suatu rata-rata ekonomi dengan harga yang lebih luas dari suatu barang. Anda akan membandingkan hal ini dengan harga sederhana di pulau anda dan tergantung atas dasar, apakah kesedehanaan harga anda lebih tinggi, lebih rendah, atau sama seperti harapan anda dari harga rata-rata yang diberikan terhadap jumlah output yang lebih tinggi, lebih rendah atau sama seperti tingkat kelaziman normal anda. Apakah benar, dan untuk anda menjadi benar, bahwa bagi setiap penjual lain mereka juga akan menjual lebih daripada normal jika suatu harga di pulau mereka adalah atas dasar, apakah yang menjadi harapan mereka adalah terjadinya suatu harga rata-rata. Jika mengurangi sampai di bawah tingkat agregat output, maka akan muncul harga di bawah kelazimannya atau di bawah tingkat normal. Jika tingkat harga rata-rata didasarkan atas suatu ekonomi dengan harapan yang lebih luas dari itu, misalnya tingkat harga rata-rata berada di bawah suatu perekonomian dengan harapan yang luas untuk itu, maka terjadi suatu kesamaan untuk kelazimannya.

file arsip milik

PENERBIT ANDI

Jika tingkat rata-rata harga menunjukkan kesamaan, maka perekonomian luas mengharapkan darinya bahwa pada tingkat di bawah itu akan menunjukkan tingkat harga rata-rata, berada di bawah perekonomian yang menjadi harapan lebih luas itu. Dan akan terjadi kesamaan dengan tingkat kelaziman itu, jika tingkat harga rata-rata sama-sama menjadi harapan perluasan perekonomian.

Suatu perekonomian dari yang tidak berguna dalam pengertian ungkapkan kami, maka hubungan permintaan agregat dan tingkat harga-harga umum bisa dilukiskan seperti Gambar 3.3 berikut ini.

Gambar 3.3 Kurva Penawaran Agregat Jangka Panjang dan Jangka Pendek

Normalitas agregat atau tingkat kelaziman output dinotasi “Y”. Garis vertikal dari “Y” menunjukkan hubungan antara output dan tingkat harga. Dimana tingkat harga sebenarnya adalah diramalkan secara benar, seperti telah ditunjukkan bahwa output agregat akan sama dengan tingkat kenormalanya. Ini sungguh konsisten dengan beberapa kekuatan penjual yang secara relatif rendah atau menurunkan produksi permintaan di bawah tingkat normal itu, merupakan tingkat produksi permintaan yang secara relatif di bawah normal.

file arsip milik

PENERBIT ANDI

BAB 3--Harapan Rasional tentang Harga Lunak dalam Model Ekonomi Makro

49

Garis SS0 menggambarkan asumsi bahwa secara umum pengharapan tingkat harga rata-rata adalah P0. Jika harapan ini adalah benar dan tingkat harga rata-rata adalah P0, kemudian tentu tingkat output agregat menjadi sama normal dengannya atau tingkat kelaziman. Itu adalah, mengapa potongan garis ini berbentuk garis vertikal “Y” pada P0. Jika tingkat rata-rata didasarkan atas tingkat umum, maka harga yang diharapkan sebesar P0. Kemudian, seperti yang kami tunjukkan bahwa jumlah output itu didasarkan atas kenormalannya atau tingkat kelazimannya, mengingat tingkat harga umum berada di bawah tingkat yang diharapkan dibandingkan dengan output agregat, sehingga akan menjadi lebih rendah daritingkat kenormalannya. Hubungan di antara tingkat harga-harga umum dan output agregat, dimana tingkat harga yang diharapkan adalah pegangan ketat pada P0, dapat digambarkan sebagai satu garis

slope melawan arah yang memotong satu garis vertikal dari “Y”

pada tingkat harga P0. Jika diasumsikan bahwa tingkat harga yang diharapkan P1, dan gambaran suatu hubungan di antara tingkat harga-harga yang lebih tinggi di antara output agregat di atas asumsi, maka itu akan mendapatkan gambaran satu garis slope berlawanan arah yang memotong garis vertikal dari “Y” pada P1. Kurva penawaran agregat ini merupakan dasar penting untuk kesimpulan-kesimpulan kebijaksanaan ekonomi makro yang sering digambarkan hipotesis pengharapan rasional. Aspek-aspek penting suatu kekacauan dari itu adalah suatu perubahan tingkat harga yang ada dalam meramalkan tidak diharapakan adanya pengaruh pada tingkat output riil. Jika tanpa meramalkan atau tanpa mengharapakan perubahan-perubahan harga, maka output menyimpang darinya merupakan kelaziman atau tingkat normal. Untuk mengetahui hasil ini, kita dapat melakukan dengan mengkombinasikan kurva permintaan agregat, seperti didapat dalam Gambar 3.1, dengan kurva

file arsip milik

PENERBIT ANDI

penawaran agregat dan mempertimbangkannya, bagaimana tingkat harga keseimbangan dan tingkat keseimbangan output riil dapat ditentukan atau ditetapkan.