BAB II : TINJAUAN PUSTAKA
A. Teori dan Konsep
2. Harga Diri
Harga diri merupakan penilaian individu tentang nilai personal yang diperoleh dengan menganalisa seberapa baik perilaku seseorang sesuai dengan ideal diri. Harga diri yang tinggi adalah perasaan yang berakar dalam penerimaan diri sendiri tanpa syarat, walaupun melakukan kesalahan, kekalahan dan kegagalan, tetap merasa sebagai seorang yang penting dan berharga (Stuart & Sudeen, 2007).
Harga diri adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh perilaku memenuhi ideal diri (Stuart, 2007 dalam Muhith, 2015).
Harga diri adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri (Keliat, Akemat,2009).
Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa harga diri merupakan evaluasi individu yang bersifat positif atau negatif mengenai hal-hal yang berkaitan dengan penghargaan terhadap dirinya sendiri. Nilai harga diri seseorang dipengaruhi oleh penerimaan individu terhadap dirinya.
b Faktor-faktor yang mempengaruhi Harga Diri.
Menurut Coopersmith (1967) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi harga diri, yaitu:
1) Usia
Pengalaman dan kematangan jiwa seseorang disebabkan semakin cukupnya usia dan kedewasaan dalam berfikir dan bekerja (Stuart, 2009). Pembagian umur menurut Hurlock (1993) yaitu : a. Dewasa awal dimulai pada usia 18 tahun sampai 40 tahun, b. Dewasa madya dimulai usia 41 tahun sampai 60 tahun, c. Dewasa lanjut
dimulai pada usia 60 tahun sampai kematian. Semakin tua usia seseorang semakin konstruktif dalam menghadapi masalah.
2) Faktor Jenis Kelamin
Wanita selalu merasa harga dirinya lebih rendah dari pada pria, seperti perasaan kurang mampu, kepercayaan diri yang kurang atau merasa harus di lindungi. Hal ini terjadi mungkin karena peran orang tua dan harapan-harapan masyarakat yang berbeda-beda baik pada pria maupun wanita. Pendapat tersebut sama dengan penelitian dari Coopersmith (1967) yang membuktikan bahwa
harga diri wanita lebih rendah dari pada harga diri pria.
3) Inteligensi
Individu dengan harga diri yang tinggi akan mencapai prestasi akademik yang tinggi dari pada individu dengan harga diri yang rendah. Individu yang memiliki harga diri yang tinggi memiliki skor intelegensi yang lebih baik, taraf aspirasi yang lebih baik, dan selalu berusaha keras.
4) Kondisi Fisik
Adanya hubungan yang konsisten antara daya tarik fisik dan tinggi badan dengan harga diri. Individu dengan kondisi fisik yang menarik cenderung memiliki harga diri yang lebih baik dibandingkan dengan kondisi fisik yang kurang menarik.
5) Lingkungan Keluarga
Coopersmith berpendapat bahwa perlakuan adil, pemberian kesempatan untuk aktif dan mendidik yang demokratis akan membuat anak mendapat harga diri yang tinggi. Orang tua yang sering memberi hukuman dan larangan tanpa alasan dapat menyebabkan anak merasa tidak berharga. Mereka yang berasal dari keluarga bahagia akan memiliki harga diri tinggi karena
mengalami perasaan nyaman yang berasal dari penerimaan, cinta, mengalami perasaan nyaman yang berasal dari penerimaan, cinta, dan tanggapan positif orang tua mereka. Sedangkan pengabaian dan tanggapan positif orang tua mereka. Sedangkan pengabaian dan penolakan akan membuat mereka secara otomatis merasa tidak dan penolakan akan membuat mereka secara otomatis merasa tidak berharga.
berharga. Karena Karena merasa merasa tidak tidak berharga, berharga, diacuhkan diacuhkan dan dan tidaktidak dihargai maka mereka akan mengalami perasaan negatif terhadap dihargai maka mereka akan mengalami perasaan negatif terhadap dirinya sendiri.
dirinya sendiri.
6)
6) Lingkungan SosialLingkungan Sosial
Pembentukan harga diri dimulai dari seseorang yang menyadari Pembentukan harga diri dimulai dari seseorang yang menyadari dirinya berharga atau tidak. Hal ini merupakan hasil dari proses dirinya berharga atau tidak. Hal ini merupakan hasil dari proses lingkungan, penghargaan, penerimaan, dan perlakuan orang lain lingkungan, penghargaan, penerimaan, dan perlakuan orang lain kepadanya. Termasuk penerimaan teman dekat, mereka bahkan kepadanya. Termasuk penerimaan teman dekat, mereka bahkan mau untuk melepaskan prinsip diri mereka dan melakukan mau untuk melepaskan prinsip diri mereka dan melakukan perbuatan
perbuatan yang yang sama sama dengan dengan teman teman dekat dekat mereka mereka agar agar bisabisa dianggap sama walaupun perbuatan itu adalah perbuatan yang dianggap sama walaupun perbuatan itu adalah perbuatan yang negatif. Ada beberapa perubahan dalam harga diri melalui negatif. Ada beberapa perubahan dalam harga diri melalui konsep-konsep kesuksesan, nilai, aspirasi dan mekanisme pertahanan diri. konsep kesuksesan, nilai, aspirasi dan mekanisme pertahanan diri. Kesuksesan tersebut dapat timbul melalui pengalaman dalam Kesuksesan tersebut dapat timbul melalui pengalaman dalam lingkungan, kesuksesan dalam bidang tertentu, kompetisi, dan nilai lingkungan, kesuksesan dalam bidang tertentu, kompetisi, dan nilai kebaikan.
kebaikan.
7)
7) StressStress
Menurut Ginting, 2008 mengungkapkan bahwa stres adalah Menurut Ginting, 2008 mengungkapkan bahwa stres adalah pernyataan
pernyataan yang yang sering sering digunakan digunakan sebagai sebagai label label untuk untuk gejalagejala psikologis
psikologis yang yang mendahului mendahului penyakit, penyakit, reaksi reaksi ansietas,ansietas, ketidaknyamanan dan banyak keadaan lain. Pada pasien TBC ketidaknyamanan dan banyak keadaan lain. Pada pasien TBC penyakit yang dialami
penyakit yang dialami dapat menimbulkan strdapat menimbulkan stress yang ess yang dikarenakandikarenakan oleh; pengobatan yang terlalu lama, penyakit itu sendiri, dampak oleh; pengobatan yang terlalu lama, penyakit itu sendiri, dampak dari penyakit (menular ke orang lain)
8)
8) PsikologisPsikologis
Disepanjang kehidupan, setiap individu menghadapi tugas-tugas Disepanjang kehidupan, setiap individu menghadapi tugas-tugas perkembangan tertentu.
perkembangan tertentu. Individu juga akan Individu juga akan memiliki krisimemiliki krisis disetias disetiapp tahap perkembangannya. Hal ini dikemukakan oleh Erikson tahap perkembangannya. Hal ini dikemukakan oleh Erikson (Monks, dkk, 1999) dimana jika individu tersebut gagal (Monks, dkk, 1999) dimana jika individu tersebut gagal menyelesaikan krisis tersebut dapat menyebabkan masalah dalam menyelesaikan krisis tersebut dapat menyebabkan masalah dalam diri, konsep diri, dan harga dirinya.
diri, konsep diri, dan harga dirinya.
cc Komponen Harga diriKomponen Harga diri
Menurut Felker (1974) mengemukakan bahwa komponen harga diri Menurut Felker (1974) mengemukakan bahwa komponen harga diri terdiri dari :
terdiri dari : 1)
1) Perasaan diterima (Perasaan diterima ( feeling belonging feeling belonging ))
Perasaan individu bahwa dirinya merupakan bagian dari suatu Perasaan individu bahwa dirinya merupakan bagian dari suatu kelompok dan bahwa dirinya diterima serta dihargai oleh anggota kelompok dan bahwa dirinya diterima serta dihargai oleh anggota kelompok lainnya. Kelompok ini dapat berupa keluarga, kelompok kelompok lainnya. Kelompok ini dapat berupa keluarga, kelompok teman sebaya atau kelompok apapun. Individu akan memiliki teman sebaya atau kelompok apapun. Individu akan memiliki penilaian
penilaian positif positif tentang tentang dirinya dirinya apabila apabila individu individu tersebut tersebut merasamerasa diterima dan menjadi bagian dalam kelompoknya. Namun individu diterima dan menjadi bagian dalam kelompoknya. Namun individu akan memiliki penilaian negatif tentang dirinya apabila mengalami akan memiliki penilaian negatif tentang dirinya apabila mengalami perasaan
perasaan tidak tidak diterima, diterima, misalnya misalnya perasaan perasaan seseorang seseorang pada pada saatsaat menjadi anggota suatu kelompok tertentu.
menjadi anggota suatu kelompok tertentu.
2)
2) Perasan mampu (Perasan mampu ( feeling of competence feeling of competence))
Perasaan individu akan kemampuan dan keyakinan individu akan Perasaan individu akan kemampuan dan keyakinan individu akan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri dalam mencapai suatu kemampuan yang ada pada dirinya sendiri dalam mencapai suatu hasil yang diharapkan, misalnya perasaan pada saat seseorang hasil yang diharapkan, misalnya perasaan pada saat seseorang mengalami keberhasilan dan kegagalan.
mengalami keberhasilan dan kegagalan.
3)
3) Perasaan berharga (Perasaan berharga ( feeling of worth feeling of worth))
Perasaan dimana individu merasa dirinya berharga atau tidak, Perasaan dimana individu merasa dirinya berharga atau tidak, dimana perasaan ini banyak dipengaruhi oleh pengalaman yang dimana perasaan ini banyak dipengaruhi oleh pengalaman yang lalu. Perasaan yang dimiliki individu sering kali ditampilkan atau lalu. Perasaan yang dimiliki individu sering kali ditampilkan atau
berasal
berasal dari dari pernyataan-pernypernyataan-pernyataan ataan yang yang sifatnya sifatnya pribadi pribadi seperti:seperti: pintar,
pintar, sopan, sopan, baik, baik, dan dan lain lain sebagainya, sebagainya, misalnya misalnya perasaanperasaan seseorang pada saat dihargai dan pada saat merasa berharga.
seseorang pada saat dihargai dan pada saat merasa berharga.
d
d Perkembangan Harga DiriPerkembangan Harga Diri
Menurut Kozier dan Erb (1987) ada empat elemen pengalaman yang Menurut Kozier dan Erb (1987) ada empat elemen pengalaman yang berhubungan deng
berhubungan dengan perkembangan harga diri, yaitu :an perkembangan harga diri, yaitu : 1)
1) Orang yang berarti atau pentingOrang yang berarti atau penting
Seseorang yang berarti adalah seorang individu atau kelompok Seseorang yang berarti adalah seorang individu atau kelompok yang memiliki peran penting dalam perkembangan harga diri yang memiliki peran penting dalam perkembangan harga diri selama tahap kehidupan, seperti: orang tua, saudara kandung, selama tahap kehidupan, seperti: orang tua, saudara kandung, teman sebaya dan guru. Pada berbagai tahap perkembangan teman sebaya dan guru. Pada berbagai tahap perkembangan terdapat satu atau beberapa orang yang berarti. Melalui interaksi terdapat satu atau beberapa orang yang berarti. Melalui interaksi sosial dengan orang yang berarti dan umpan balik tentang sosial dengan orang yang berarti dan umpan balik tentang bagaimana perasaan
bagaimana perasaan dan label oradan label orang yang berarti ng yang berarti tersebut, individutersebut, individu akan mengembangkan sikap dan pandangannya mengenai dirinya. akan mengembangkan sikap dan pandangannya mengenai dirinya.
2)
2) Harapan akan peran sosialHarapan akan peran sosial
Pada berbagai tahap perkembangan, individu sangat dipengaruhi Pada berbagai tahap perkembangan, individu sangat dipengaruhi oleh harapan masyarakat umum yang berkenaan dengan peran oleh harapan masyarakat umum yang berkenaan dengan peran spesifiknya. Masyarakat yang lebih luas dan kelompok masyarakat spesifiknya. Masyarakat yang lebih luas dan kelompok masyarakat yang lebih kecil memiliki peran yang berbeda dan hal ini tampak yang lebih kecil memiliki peran yang berbeda dan hal ini tampak dalam derajat yang berbeda mengenai keharusan dalam memenuhi dalam derajat yang berbeda mengenai keharusan dalam memenuhi peran
peran sosial. sosial. Harapan-harapan Harapan-harapan peran peran sosial sosial berbeda berbeda menurut menurut usia,usia, jenis kelamin, status sosial ekonomi, etnik dan identifikasi karir. jenis kelamin, status sosial ekonomi, etnik dan identifikasi karir.
3)
3) Krisis setiap perkembangan psikososialKrisis setiap perkembangan psikososial
Disepanjang kehidupan, setiap individu menghadapi tugas-tugas Disepanjang kehidupan, setiap individu menghadapi tugas-tugas perkembangan tertentu. Individu juga
perkembangan tertentu. Individu juga akan memiliki akan memiliki krisis disetiapkrisis disetiap tahap perkembangannya. Hal ini dikemukakan oleh Erikson tahap perkembangannya. Hal ini dikemukakan oleh Erikson (Monks, dkk, 1999) dimana jika individu tersebut gagal (Monks, dkk, 1999) dimana jika individu tersebut gagal
menyelesaikan krisis tersebut dapat menyebabkan masalah dalam diri, konsep diri, dan harga dirinya.
4) Gaya penanggulangan masalah
Strategi yang dipilih individu untuk menanggulangi situasi yang mengakibatkan stress merupakan hal yang penting dalam menentukan keberhasilan individu untuk beradaptasi pada situasi tersebut dan menentukan apakah harga diri dipertahankan, meningkat atau menurun.
e. Klasifikasi harga diri
1). Harga diri tinggi adalah suatu perasaan yang berdasarkan pada suatu kondisi penerimaan diri, merasa dihargai, memiliki keyakinan untuk melakukan sesuatu yang benar dan bermanfaat (Stuart & Laraia 2005, dalam Muhith, 2015). Individu yang menghargai dirinya dan merasa dihargai biasanya memiliki harga diri tinggi.
2). Harga diri rendah merupakan komponen episode depresi mayor, di mana aktifitas merupakan bentuk hukuman (Stuart & Laraia 2005, dalam Muhith, 2015)