• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

I. 5 Harkat Permeabilitas Tanah

Permeabilitas tanah dari setiap titik sampel diperoleh dengan cara analisis di laboratorium dan dihitung besar permeabilitasnya. Nilai permeabilitas dan harkat pada setiap titik sampel tanah disajikan pada Tabel 10.

Tabel 10. Deskripsi Nilai Permeabilitas Tanah ( c) dari setiap titik sampel. Kemiringan

Lereng

Titik Sampel Kelas Permeabilitas Tanah (cm/ jam) Harkat ( c ) 2- 8 % T 7 Sedang- cepat (16,035) 2 T 8 Cepat ( 33,575 ) 1 T 9 Sedang- cepat ( 14,14 ) 2 10 15 % T 10 Sedang- cepat ( 13, 275 ) 2 T 11 Cepat ( 35,47 ) 1 T 12 Cepat ( 30,89 ) 2 15- 30 % T 6 Sedang- Cepat ( 15,325 ) 2 T 4 Lambat- sedang( 4,505 ) 4 T 5 Sedang- Cepat ( 15,325 ) 2 30 – 40 % T 1 Sedang- Cepat ( 13,895 ) 2 T 2 Sedang ( 8,1 ) 3 T 3 Sedang ( 7,66 ) 3

Dari Tabel 10 dapat diketahui bahwa kelas permeabilitas tanah dari setiap titik sampel yang berbeda diambil yaitu adalah kelas permeabilitas lambat- sedang dengan nilai harkat 4, dan kelas permeabilitas sedang- cepat dengan nilai harkat 2 dan kelas permeabilitas cepat dengan nilai harkat 1.

Dari faktor-faktor di atas seperti nilai M (tekstur tanah), a (kandungan bahan organik), b (struktur tanah) dan c (harkat permeabilitas tanah) maka dapat ditentukan nilai erodibilitas (K) dari setiap titik sampel tanah dengan menggunakan rumus

K = 1,292{2,1 M 1,14 (10 -4) (12-a) + 3,25 (b-2) + 2,5 (c-3)} 100

serta dapat juga mengunakan nomograph dan rumus Boycous K = % sand + % silt

Tabel 11. Nilai Erodibilitas Berdasarkan Metode Boycous. Kemiringan Lereng Titik Sampel Pasir (%) Debu (%) Liat (%) Nilai Kriteria 2- 8 % T 7 11.85 39. 74 48.91 1.05 Tidak termasuk T 8 30.98 44. 04 24.98 3 Tidak termasuk T 9 41.62 22. 63 35.75 1.79 Tidak termasuk 10-15 % T 10 61.40 25.55 13.05 0.66 Tidak termasuk T 11 40,18 45.55 14.27 6 Tidak termasuk T 12 22.38 52.95 24.67 3.05 Tidak termasuk 15-30 % T 6 51.43 17.85 30.72 2.25 Tidak termasuk T 4 13.79 30.37 55.84 0.73 Tidak termasuk T 5 19.69 22.65 37.66 1.12 Tidak termasuk 30-45 % T 1 13.54 23.16 63.30 0.57 Sangat tinggi T 2 7.60 26.71 65.69 0.52 Tinggi T 3 19.60 31.44 48.96 1.04 Tidak termasuk

Dari Tabel dapat dilihat bahwa perhitungan erodibilitas berdasarkan metode Boycous kurang memenuhi karena hanya menggunakan analisa tekstur tanah yaitu partikel pasir, debu dan liat dan tidak menggunakan faktor pembentuk tanah yang lain. Sehingga dari data didapat bahwa tingkat erodibilitasnya tidak termasuk dalam klasifikasi tingkat erodibilitas tanah-tanah.

Tabel 12. Nilai Erodibilitas Berdasarkan Metode Weischmeier. Kemiringan Lereng Titik Sampel M a (%) b c K Kriteria K 2- 8 % T 7 2233,33 3,82 4 2 0,19 Rendah T 8 4000,82 10,.98 2 1 - 0,02 Sangat rendah T 9 2256,416 2,46 4 2 0,22 Sedang 10-15 % T 10 3823,19 1,25 4 2 0,40 Agak tinggi T 11 4938,05 5,93 2 1 0,20 Sedang T 12 4494,19 9,53 3 2 0,11 Rendah 15-30 % T 6 2305,64 2,86 3 2 0,18 Rendah T 4 1523,52 1,34 2 4 0,16 Rendah T 5 1209,23 3,99 3 2 0,08 Sangat Rendah 30-45 % T 1 998,97 3,56 2 2 0,03 Sangat Rendah T 2 994,65 2,15 2 3 0,07 Sangat Rendah T 3 1904,81 4,70 3 3 0,15 Rendah Ket :

M : nilai tekstur tanah b : harkat struktur tanah a : % bahan organik K : nilai erodibilitas c : harkat permeabilitas tanah

Dari tabel diatas didapat bahwa pada kemiringan lereng 10-15 % yaitu pada T 10 terdapat nilai K sebesar 0.40 dan termasuk kriteria agak tinggi. sedangkan pada kemiringan lereng yang lain seperti pada kemiringan lereng 30-45 % yaitu pada T 8 terdapat nilai K sebesar – 0,02 dan termasuk kriteria sangat rendah.

Tabel 13. Nilai Erodibilitas Berdasarkan Metode Nomograph Kemiringan Lereng Titik Sampel Debu + Pasir sangat halus (%) a ( %) b c K Kriteria K 2-8% T7 43,29 3,83 4 2 0,18 Rendah T8 53,33 10,98 2 1 0,09 Sangat rendah T9 35,12 2,46 4 2 0,21 Rendah 10- 15 % T10 43,97 1,26 4 2 0,41` Agak Tinggi T11 57,6 5,93 2 1 0,05 Sangat Rendah T12 59,66 9,53 3 2 0,10 Sangat Rendah 15- 30 % T6 33,28 2,86 3 2 0,21 Rendah T4 34,5 1,34 2 4 0,15 Rendah T5 28,55 3,99 3 2 0,11 Rendah 30- 45 % T1 27,22 3,57 2 2 0,06 Sangat Rendah T2 28,99 2,15 2 3 0,07 Sangat Rendah T3 37,32 4,71 3 3 0,15 Rendah Ket :

a : % bahan organik c : harkat permeabilitas tanah b : harkat struktur tanah K : nilai erodibilitas

Dari data di atas didapat bahwa pada kemiringan lereng 10-15 % pada T 10 terdapat nilai K sebesar 0.41 sehingga termasuk kriteria agak tinggi sedangkan pada kemiringan lereng 30-45 % yaitu pada T 11 terdapat nilai K sebesar 0.05 dan termasuk kriteria sangat rendah.

Pembahasan

Dari hasil penelitian yang diperoleh dapat dilihat bahwa erodibilitas dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : permeabilitas tanah, tekstur tanah, struktur tanah dan bahan organik tanah.

Dari tabel di atas didapat bahwa perhitungan menurut Boycous tidak termasuk dalam kriteria penentuan tingkat erodibilitas karena yang digunakan hanyalah partikel tekstur tanah saja dan tidak menggunakan faktor lain seperti bahan organik, permeabilitas tanah.

Dari hasil didapat bahwa faktor pengukuran berdasarkan nomograp dan faktor perhitungan menurut Weischmeier sangat berkorelasi baik dan saling mendekati rata-rata. Pada metode Weischmeier dan nomograph hasil yang diperoleh tidak jauh berbeda. Nilai erodibilitas tertinggi yaitu pada T 9 yaitu 0, 21-0,22 yang termasuk kriteria erodibilitas rendah sedangkan nilai erodibilitas terendah dengan metoda Weischmeier yaitu pada T 8 sebesar – 0,02 dengan kriteria erodibilitas sangat rendah sedangkan dengan metoda nomograph nilai erodibilitass terendah yaitu pada T 8 sebesar 0,08 dengan kriteria erodibilitas sangat rendah sehingga merupakan daerah yang resisten terhadap erosi. Seperti yang diamati bahwa pada daerah dengan kemiringan lereng 2-8 % jarang ditemui adanya faktor teras dan ada tidaknya faktor tanaman penutup tanah. Vegetasi yang saya jumpai adalah pohon pisang, durian dan pohon pinang.

Dengan kemiringan lereng 10-15 % prediksi erodibilitas tertinggi menggunakan rumus Boycous terdapat yaitu pada T 11 sebesar 6 dan tidak termasuk dalam kriteria erodibilitas sedangkan menurut aturan nomograph dan perhitungan menurut Weischmeier didapat bahwa nilai erodibilitas tertinggi

terdapat pada T 12 sebesar 0,40-0,41 dan termasuk kriteria erodibilitas agak tinggi dan agak peka terhadap erosi dan nilai erodibilitas terendah menurut nomograph terdapat pada T 11 sebesar 0,06 yang termasuk kriteria sangat rendah yang merupakan tanah resisten terhadap erosi. Sedangkan perhitungan menurut Weischmeier nilai erodibilitas terendah terdapat pada T 12 sebesar 0,11 dengan kriteria rendah. Hal ini dapat dipengaruhi oleh bentuk dan stabilitas agregat dan persentase tanah yang teragregasi sangat berperan dalam menentukan tingkat erodibilitas. Hal ini sesuai dengan literatur Meyer dan Harmon, (1984) yang menyatakan bahwa tanah yang peka terhadap erosi adalah tanah yang paling rendah persentase agregatnya dan permeabilitasnya sedang. Serta sesuai dengan hasil pengamatan yang saya lakukan bahwa tidak adanya faktor teras pada daerah tersebut dan vegetasi tanaman penutup tanahnya hanya sedikit misalnya pohon kelapa, padi dan rumbia sehingga dapat meningkatkan laju erosi nantinya apabila tidak dilakukan kaidah konservasi.

Pada kemiringan lereng 15- 30 % yang merupakan klasifikasi agak curam didapat bahwa prediksi erodibilitas menurut aturan Boycous yang tertinggi terdapat pada T 6 yaitu sebesar 2,55 dan tidak termasuk dalam kriteria erodibilitas dan menurut aturan nomograph serta rumus menurut Weischmeier nilai erodibilitas tanah tertinggi terdapat pada T 6 yaitu sebesar 0,18-0,21 yang termasuk tingkat erodibilitasnya rendah yang berarti pada daerah tersebut resisten terhadap erosi sedangkan yang terendah terdapat pada T 5 yaitu sebesar 0,08 -0,11 dan merupakan tingkat erodibilitasnya rendah jadi merupakan tanah yang resisten terhadap erosi. Serta sesuai dengan hasil pengamatan saya bahwa pada kemiringan

lereng ini faktor vegetasi ada tapi hanya sedikit dan bahkan bisa dikatakan tidak ada serta vegetasinya adalah sawit, kelapa dan tanaman hortikultura.

Pada kemiringan lereng 30 -45 % dan merupakan klasifikasi kemiringan lereng curam didapat bahwa prediksi erodibilitas menggunakan rumus Boycous yang tertinggi terdapat T 3 sebesar 1.04 serta tidak termasuk dalam kriteria erodibilitas dan menurut nomograph serta perhitungan menurut Weischmeier yang tertinggi pada T 3 yaitu sebesar 0,15- 0,16 dan termasuk tingkat erodibilitas tanahnya rendah sedangkan nilai erodibilitas tanah terendah terdapat pada T 1 yaitu sebesar 0,03-0,06 dan termasuk klasifikasi tingkat erodibilitasnya sangat rendah. Ini berarti pada kemiringan lereng 30-45 % tanahnya masih resisten atau kuat terhadap erosi.

Setiap lokasi satu dengan yang lainnya memiliki tingkat erodibilitas yang berbeda- beda disebabkan oleh kondisi tekstur tanahnya jika dibandingkan dengan lokasi yang lain. Hal ini sesuai dengan literatur Morgan (1986) yang menyatakan bahwa tekstur berperan besar dalam erodibilitas tanah serta kondisi teksturnya misalnya rendahnya tekstur liat, tingginya persentase pasir sangat halus dan debu jika dibandingkan dengan lokasi yang lainnya.

Pada hasil diatas bahwa perhitungan menurut aturan Boycous kurang memenuhi karena hanya menggunaakan persentase tekstur tanah saja dan tidak memperhatikan sifat fisik yanah yang lain sehingga kurang cocok untuk diterapkan karena tanah yang peka terhadap erosi atau kurang peka terhadap erosi sangat ditentukan oleh kadar pasir sangat halus dan bentuk agregat tanah, bahan organik serta permeabilitas tanah itu sendiri serta ketajaman kemiringan lereng.

Hall ini sesuai dengan literatur Morgan (1986) yang menyatakan bahwa partikel yang kurang tahan terhadap erosi adalah partikel debu dan pasir sangat halus.

Pada hasil dengan kemiringan lereng sebesar 30-45 % didapat bahwa kemiringan lereng tidak mempengaruhi terhadap tingkat erodibilitas. Ini sesuai dengan hasil pengamatan yang telah dilakukan di daerah Pancur Batu pada kemiringan lereng tersebut tidak berpengaruh terhadap tingkat erodibilitas karena adanya faktor teras dan adanya vegetasi tanaman penutup tanah seperti pohon pinang, hutan campuran dan pohon kelapa sehingga dapat mengurangi laju erosi yang terjadi. Hal ini sesuai dengan literatur Utomo (1983) yang menyatakan bahwa vegetasi dapat mempengaruhi erosi. Akar tanaman dapat berperan sebagai pemantap agregat tanah dan memperbesar porositas tanah sehingga dapat menghilangkan pengaruh topografi terhadap erosi.

Dokumen terkait