• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Aktualisasi dan Deskripsi Kegiatan

CAPAIAN AKTUALISAS

A. Hasil Aktualisasi dan Deskripsi Kegiatan

Berdasarkan hasil aktualisasi yang telah dilaksanakan sejak tanggal 06 Maret 2020 s/d 12 Maret 2020 di RSUD Kabupaten Konawe Kepulauan yang terdiri dari 5 kegiatan, dengan rincian kegiatan disertai pembuktian kegiatan sebagai berikut :

Tabel 3.2 deskripsi kegiatan

Judul kegiatan No. 1 Melakukan Pertemuan kepada pimpinan/ mentor terkait program yang akan dilaksanakan.

Tanggal pelaksanaan Kegiatan 10 Maret 2020 – 13 Maret 2020 Daftar Lampiran bukti kegiatan

/Evidence

1. Dokumentasi melakukan pertemuan/rapat temu bersama direktur dan mentor

2. Dokumentasi Lembar persetujuan pelaksanaan aktualisasi 3. Dokumentasi pertemuan dengan penanggung jawab ruangan 4. Dokumentasi lembar rekam medis yang tidak lengkap Uraian kegiatan yang dilaksanakan

1. Melakukan pertemuan/rapat temu

a) Akuntabilitas : Melakukan pertemuan dalam hal ini meminta izin kepada pimpinan untuk melaksanakan kegiatan aktualisasi selama 1 bulan di UGD RSUD Kab. Konawe Kepulauan. Pertemuan dilakukan dengan tanggung jawab

b) Nasionalisme : menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan menunjukkan nilai Persatuan Indonesia.

c) Etika Publik : Saat melakukan pertemuan kepada Pimpinan/Mentor saya menyampaikan rancangan aktualisasi dengan sopan santun dan Hormat kepada beliau agar tercipta suasana yang nyaman saat pertemuan berlangsung

d) Komitmen Mutu : memahami arahan dan Responsif e) Anti Korupsi : jujur dan tanggap

Analisis Dampak

1) Akuntabilitas

Jika pertemuan tidak dilakukan dengan penuh tanggung jawab, maka pelaksanaan aktualisasi dan habituasi akan berjalan tidak terarah, terukur dan berpotensi terhambat

2) Nasionalisme

Jika pertemuan tidak dilakukan dengan penghormatan yang baik dari bawahan kepada pimpinan, maka akan menimbulkan hilangnya kekuatan persatuan mencapai tujuan atau kinerja organisasi yang optimal dan terhambatnya atau gagalnya pelaksanaan aktualisasi dan habituasi

40

Jika pertemuan tidak dilakukan dengan sopan santun, maka akan menyebabkan potensi terhambatnya pelaksanaan aktualisasi.

4) Komitmen Mutu

Jika pertemuan tidak dilakukan dengan memperhatikan secara seksama dan mencatatnya, maka akan terjadi kesalahpemahaman dalam menerima dan mengerti arahan dan saran yang diberikan sehingga berpotensi mengacaukan atau menghambat pelaksanaan aktualisasi dan habituasi

5) Anti Korupsi

Jika pertemuan tidak dilakukan dengan memperhatikan kerja atau waktu kerja pimpinan maka akan menyebabkan terhambatnya manajemen RSUD Kab. Konawe Kepulauan atau kinerja pimpinan dalam tugasnya.

2. Membuat rekomendasi pimpinan/mentor

a. Akuntabilitas : Dalam tahapan ini peserta melakukan dengan tanggungjawab

b. Nasionalisme : membuat rekomendasi saran dan arahan yang disampaikan dilakukan dengan penuh penghormatan

c. Etika Publik : dilakukan dengan tulus dan penuh sopan santun d. Komitmen Mutu : memperhatikan dengan seksama dan Responsif

e. Anti Korupsi : dilakukan dengan jujur sesuai dengan saran dan arahan yang disampaikan.

Analisis Dampak 1) Akuntabilitas

Jika pembuatan tidak dilakukan dengan penuh tanggung jawab maka berpotensi menurunkan integritas yang berpengaruh pada kinerja.

2) Nasionalisme

Jika pembuatan dengan pimpinan tidak dilakukan dengan penghormatan dan kepatuhan maka berpotensi menurunkan rasa respect dan kepercayaan.

3) Etika Publik

Jika pembuatan dengan pimpinan tidak dilakukan dengan sopan santun, maka akan berpotensi terhambat atau gagalnya pelaksanaan aktualisasi

4) Komitmen Mutu

Jika pembuatan dengan pimpinan tidak dilakukan dengan memahami arahan dari pimpinan, maka potensi kesalahan prosedur dan maksud dari arahan tersebut akan terjadi sehingga mengganggu pelaksanaan aktualisasi dan habituasi

5) Anti Korupsi

Jika pembuatan dengan pimpinan tidak dilakukan dengan jujur dan tanggap, maka potensi terhambat bahkan gagalnya pelaksanaan aktualisasi akan terjadi A. Kedudukan dan Peran ASN

Konsultasi dengan Pimpinan/Mentor dilakukan dengan antusias (passionate), cara terbaik (progressive), dan penuh kesabaran (patience) sebagai wujud sinergitas dengan lintas program, pimpinan, dan mentor (WoG) agar optimalisasi kualitas mutu hasil pelayan public dan kerjasama yang optimal tercapai.

B. Kontribusi terhadap Visi dan Misi Organisasi

Dengan terlaksananya pertemuan dan persetujuan dari mentor dan direktur dapat mewujudkan Visi RSUD Kab Konawe kepulauan

“Menjadi Rumah sakit yang berkualitas dan menjadi kepercayaan public di Kabupaten Konawe Kepulauan”.

C. Kontribusi nilai-nilai Organisasi

Rumah Sakit Umum Daerah Konawe Kepulauan belum memiliki nilai-nilai organisasi selama dilakukannya proses aktualisasi dan habituasi.

D. Analisis Manfaat

Terlaksananya kegiatan menentukan terlaksananya kegiatan aktualisasi.

3. Melakukan pertemuan dengan penanggung jawab ruangan

a) Akuntabilitas : Melakukan pertemuan dalam hal ini meminta izin kepada kepala

penanggung jawab dan rawat inap RSUD Kabupaten Konawe Kepulauan. Pertemuan dilakukan dengan tanggung jawab

b) Nasionalisme : menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan menunjukkan nilai Persatuan Indonesia.

c) Etika Publik : Saat melakukan pertemuan kepada penanggung jawab ruangan saya menyampaikan permohonan izin dengan sopan santun dan Hormat

d) Komitmen Mutu : memahami arahan dan Responsif e) Anti Korupsi : jujur dan tanggap

Analisis Dampak

1) Akuntabilitas

Jika pertemuan tidak dilakukan dengan penuh tanggung jawab, maka pelaksanaan aktualisasi dan habituasi akan berjalan tidak terarah, terukur dan berpotensi terhambat

2) Nasionalisme

Jika pertemuan tidak dilakukan dengan penghormatan yang baik dari bawahan kepada pimpinan, maka akan menimbulkan hilangnya kekuatan persatuan mencapai tujuan atau kinerja organisasi yang optimal dan terhambatnya atau gagalnya pelaksanaan aktualisasi dan habituasi

3) Etika Publik

Jika pertemuan tidak dilakukan dengan sopan santun, maka akan menyebabkan potensi

42 terhambatnya pelaksanaan aktualisasi.

4) Komitmen Mutu

Jika pertemuan tidak dilakukan dengan memperhatikan secara seksama dan mencatatnya, maka akan terjadi kesalahpemahaman dalam menerima dan mengerti arahan dan saran yang diberikan sehingga berpotensi mengacaukan atau menghambat pelaksanaan aktualisasi dan habituasi

5) Anti Korupsi

Jika pertemuan tidak dilakukan dengan memperhatikan kerja atau waktu kerja maka akan menyebabkan terganggunya pelayanan pasien RSUD Kab. Konawe Kepulauan.

A. Kedudukan dan Peran ASN

Konsultasi dengan kepala penanggung jawab ruangan dilakukan dengan antusias (passionate), cara terbaik (progressive), dan penuh kesabaran (patience) sebagai wujud sinergitas dengan lintas program, kepala penanggung jawab ruangan (WoG).

B. Kontribusi terhadap Visi dan Misi Organisasi

Dengan terlaksananya pertemuan dengan kepala penanggung jawab ruangan dapat mewujudkan Visi RSUD Kab Konawe kepulauan

“Menjadi Rumah sakit yang berkualitas dan menjadi kepercayaan public di Kabupaten Konawe Kepulauan”.

C. Kontribusi nilai-nilai Organisasi

Rumah Sakit Umum Daerah Konawe Kepulauan belum memiliki nilai-nilai organisasi selama dilakukannya proses aktualisasi dan habituasi.

D. Analisis Manfaat

Akan sangat membantu terlaksananya kegiatan terkait dengan koordinasi ruangan dan lainnya.

4. Melakukan pemeriksaan rekam medis pasien

a) Akuntabilitas, Dilakukan dengan sesuai aturan yang berlaku b) Nasionalisme, Tetap menjaga rahasia pasien

c) Etika public, Meminta izin terlebih dahulu keapada kepala penanggung jawab ruangan d) Komitmen mutu, Tidak mengganggu jam pelayanan pasien

e) Anti korupsi, Penuh tanggung jawab

Analisis dampak

a) Akuntabilitas, Pengambilan data bisa saja asal-asalan dan tidak ada rasa tanggung jawab

b) Nasionalisme, Membocorkan data pasien adalah melanggar undang-undang kesehatan tentang hak dan privasi pasien

c) Etika public, Dapat menimbulkan pandangan negative antar sesame petugas d) Komitmen mutu, Dapat mengganggu jam pelayanan pasien

e) Anti korupsi, Jika tidak ada tanggung jawab maka potensi untuk terjadinya konflik sangat besar

Judul kegiatan No. 2 Membuat rancangan SPO Tanggal pelaksanaan Kegiatan 16-20 Maret 2020

Daftar Lampiran bukti kegiatan /Evidence

1. Dokumentasi Menyiapkan materi atau bahan literature untuk pembuatan SPO

2. Dokumentasi Melakukan konsultasi kepada mentor dan bagian ketata usaha

3. Dokumentasi membuat rancangan SPO

4. Dokumentasi Melakukan konsultasi mentor mengenai rancangan SPO

Uraian kegiatan yang dilaksanakan

1. Menyiapkan materi atau bahan literature untuk pembuatan SPO

a) Akuntabilitas, dalam melakukan pencarian bahan materi literature untuk pembuatan SPO ini dulakukan dengan penuh tanggung jawab

b) Nasionalisme, bersemangat dan selalu optimis

c) Etika Publik, tetap memperhatikan saran dari mentor dan pimpinan dalam hal ini direktur RSUD Konawe Kepulauan.

d) Komitmen Mutu, berlangsung efektif dan efisien tidak mengganggu pelayanan pasien

e) Anti Korupsi, saya berinisiatif melakukan pengumpulan data atau materi literature untuk rancangan SPO pendokumentasian asuhan keperawatan gawat darurat, karena peduli terhadap peningkatan kualitas pelayanan

Analisis Dampak

1) Akuntabilitas, Jika kegiatan tersebut tidak dilakukan dengan penuh tanggung jawab, maka pelaksanaan aktualisasi dan habituasi akan berjalan tidak terarah, terukur dan berpotensi terhambat

2) Nasionalisme, Jika kegiatan ini dilakukan tanpa disertai semangat dan rasa optimis dapat menyebabkan tidak adanya inisitatif untuk bekerja

44

3) Etika Publik, Jika pertemuan tidak dilakukan dengan memperhatikan secara seksama dan mencatatnya, maka akan terjadi kesalahpemahaman dalam menerima dan mengerti arahan dan saran yang diberikan sehingga berpotensi mengacaukan atau menghambat pelaksanaan aktualisasi dan habituasi

4) Komitmen Mutu, dapat mengganggu waktu dan pelayanan manajemen

5) Anti Korupsi, bersikap acuh dan tidak mempedulikan terhadap peningkatan kualitas pelayanan.

2. Melakukan konsultasi kepada mentor dan bagian ketata usahaan

a) Akuntabilitas, dalam melakukan konsultasi pertama saya meminta izin terlebih dahulu mempersiapkan materi atau literatur yang sudah dikumpulkan.

b) Nasionalisme, menggunakan bahasa Indonesia, dan diskusi musyawarah mupakat.

c) Etika Publik, sopan, lemah lembut, dan memperhatikan apa yang dijelaskan dan menjadi arahan.

d) Komitmen Mutu, saat konsultasi saya mencatat apa yang disarankan sehingga konsultasi dapat berlangsung efektif dan efisien

e) Anti Korupsi, sebelum konsultasi saya melakukan perjanjian atau kontrak waktu terlebih dahulu dan berusaha untuk tepat waktu

Analisis Dampak

1) Akuntabilitas, Jika pertemuan tidak dilakukan dengan penuh tanggung jawab, maka

pelaksanaan aktualisasi dan habituasi akan berjalan tidak terarah, dan berpotensi terhambat 2) Nasionalisme, Jika pertemuan tidak dilakukan dengan penghormatan yang baik dari

bawahan kepada pimpinan, maka akan berdampak terhambatnya atau gagalnya pelaksanaan aktualisasi dan habituasi

3) Etika Publik, Jika pertemuan tidak dilakukan dengan sopan santun, maka akan menyebabkan potensi terhambatnya pelaksanaan aktualisasi.

4) Komitmen Mutu, Jika pertemuan tidak dilakukan dengan memperhatikan secara seksama dan mencatatnya, maka akan terjadi kesalahpemahaman dalam menerima dan mengerti arahan dan saran yang diberikan sehingga berpotensi mengacaukan atau menghambat pelaksanaan aktualisasi dan habituasi

5) Anti Korupsi, Jika pertemuan tidak dilakukan dengan memperhatikan kerja atau waktu kerja maka akan menyebabkan terganggunya pelayanan menejemen RSUD Konawe

Kepulauan.

A. Kedudukan dan Peran ASN

Konsultasi dengan mentor dilakukan dengan antusias (passionate), cara terbaik (progressive), dan penuh kesabaran (patience) sebagai wujud sinergitas dengan lintas program, kepala penanggung jawab ruangan (WoG).

B. Kontribusi terhadap Visi dan Misi Organisasi

Dengan terlaksananya pertemuan dengan mentor dan staf tata usaha mewujudkan Visi RSUD Kab Konawe kepulauan

“Menjadi Rumah sakit yang berkualitas dan menjadi kepercayaan public di Kabupaten Konawe Kepulauan”.

C. Kontribusi nilai-nilai Organisasi

Rumah Sakit Umum Daerah Konawe Kepulauan belum memiliki nilai-nilai organisasi selama dilakukannya proses aktualisasi dan habituasi.

D. Analisis Manfaat

Akan sangat membantu dan mempermudah terlaksananya kegiatan.

3. Membuat rancangan SPO

a. Akuntabilitas, dalam melakukan penyusunan rancangan SPO dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan

b. Nasionalisme, bersungguh-sungguh serta menggunkan dan memperhatikan penggunaan tata tulisan yang benar.

c. Etika Publik, dalam membuat rancangan SPO tidak asal-asalan dan teliti d. Komitmen Mutu, berlangsung efektif dan efisien tidak terburu;buru

e. Anti Korupsi, dalam proses membuat rancangan SPO dilakukan dengan tekun dan tekad yang kuat.

Analisis dampak

a. Akuntabilitas, jika perancangan tidak dengan rasa tanggung jawab maka dapat dipastikan pembuatan rancangan SPO tidak akan berjalan lancar.

b. Nasionalisme, jika dalam penulisan rancangan tidak memperhatikan tata tulisan yang benar maka SPO tersebut tidak memenuhi syarat untuk menjadi sebuah SPO.

c. Etika public, jika dalam perancangan SPO dilakukan dengan asal-asalan maka dapat dipastikan akan banyak masalah dan kendala yang muncul.

d. Komitmen mutu, kegiatan tersebut tidak akan berjalan sesuai target waktu selesai yang sudah ditentukan.

e. Anti korupsi, akan banyak waktu yang terbuang begitu saja

4. Melakukan konsultasi mentor mengenai rancangan SPO yang sudah dibuat

1) Akuntabilitas, dalam melakukan konsultasi pertama saya meminta izin terlebih dahulu dan mempersiapkan rancangan SPO yang sudah dibuat.

46

2) Nasionalisme, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Serta berdiskusi untuk kemudia tercapai mupakat.

3) Etika Publik, saat konsultasi saya mencatat apa yang disarankan sehingga konsultasi dapat berlangsung efektif dan efisien

4) Komitmen Mutu, berlangsung efektif dan efisien tidak mengganggu jam pelayanan pasien 5) Anti Korupsi, dalam proses pengumpulan data ini dilakukan dengan penuh tanggung jawab Analisis dampak

1) Akuntabilitas, Jika pertemuan tidak dilakukan dengan persiapan terlebih dahulu, maka konsultasi tidak bisa terlaksana dengan baik.

2) Nasionalisme, komunikasi terhambat menyebabkan kegagalan dalam memahami maksud dan arahan mentor.

3) Etika Publik, tidak ada perhatian tentang apa yang disampaikan oleh mentor.

4) Komitmen Mutu, dapat mengganggu jam pelayanan menejen 5) Anti Korupsi, tidak ada inisiatif untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Judul kegiatan No. 3 Mengujicoba dan sosialisasi SPO Tanggal pelaksanaan Kegiatan 23 Maret - 27 Maret 2020 Daftar Lampiran bukti kegiatan

/Evidence

1. Dokumentasi melakukan pertemuan dengan kepala penanggung jawab ruangan

2. dokumentasi melakukan koordinasi waktu ke ptugas/perawat UGD

Uraian kegiatan yang dilaksanakan

1. Melakukan permintaan izin dan konsultasi dengan kepala penanggung jawab ruangan a. Akuntabilitas, dalam melakukan konsultasi pertama saya meminta izin terlebih dahulu dan

mempersiapkan rancangan SPO yang sudah dibuat serta menjelaskan tentang kegiatan yang akan dilakukan.

b. Nasionalisme, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Serta berdiskusi untuk kemudia tercapai mupakat.

c. Etika Publik, saat konsultasi saya mencatat apa yang disarankan sehingga konsultasi dapat berlangsung efektif dan efisien

d. Komitmen Mutu, berlangsung efektif dan efisien tidak mengganggu jam pelayanan pasien e. Anti Korupsi, dalam proses pengumpulan data ini dilakukan dengan penuh tanggung jawab Analisis Dampak

a) Akuntabilitas, Jika tidak ada penjelasan kegiatan yang akan dilakukan, maka pelaksanaan uji coba dan sosialisasi tidak akan berjalan tidak terarah, terukur dan berpotensi terhambat

b) Nasionalisme, tidak akan tercipta kerja sama dan saling membantu c) Etika Publik, munculnya penilaian yang negative dari atasan

d) Komitmen Mutu, dapat mengganggu waktu dan pelayanan pasien diruangan e) Anti Korupsi, tidak mempedulikan terhadap tugas yang harus diselesaikan.

2. Melakukan koordinasi waktu ke Perawat UGD

a) Akuntabilitas, dalam melakukan konsultasi pertama saya meminta izin terlebih dahulu dan mempersiapkan materi.

b) Nasionalisme, menggunakan bahasa Indonesia, dan diskusi musyawarah mupakat.

c) Etika Publik, dalam pelaksanaan koordinasi dengan para Profesional Pemberi Asuhan dilakukan dengan sopan, dan mendengar serta memperhatikan apa yang disampaikan oleh teman-teman sejawat.

d) Komitmen Mutu, saat koordinasi saya berusaha memilih jam istrahat agar tidak mengganggu pelayanan

e) Anti Korupsi, berlaku adil dan bertanggung jawab.

Analisis Dampak

a) Akuntabilitas, tidak ada bahan materi, maka pelaksanaan aktualisasi dan habituasi akan berpotensi terhambat

b) Nasionalisme, tidak akan ada kesepakatan

c) Etika Publik, tidak ada rasa saling menghargai dan muncul konflik

d) Komitmen Mutu, akan berdampak mengganggu jam kerja pelayanan pasien e) Anti Korupsi, beberapa petugas merasa tidak diperhitungkan.

A. Kedudukan dan Peran ASN

Koordinasi dengan petugas atau perawat UGD dilakukan dengan antusias (passionate), cara terbaik (progressive), dan penuh kesabaran (patience) sebagai wujud sinergitas (WoG).

B. Kontribusi terhadap Visi dan Misi Organisasi

Dengan terlaksananya pertemuan dengan mentor dan staf tata usaha mewujudkan Visi RSUD Kab Konawe kepulauan

“Menjadi Rumah sakit yang berkualitas dan menjadi kepercayaan public di Kabupaten Konawe Kepulauan”.

C. Kontribusi nilai-nilai Organisasi

Rumah Sakit Umum Daerah Konawe Kepulauan belum memiliki nilai-nilai organisasi selama dilakukannya proses aktualisasi dan habituasi.

D. Analisis Manfaat

Akan sangat membantu dan mempermudah terlaksananya kegiatan, dan hubungan keakraban yang akan terjalin semakin erat.

48 3. Melakukan Uji coba dan Sosialisasi SPO

a) Akuntabilitas, dalam melakukan uicoba dan sosialisasi sudah menyiapkan bahan yang akan diujicobakan dan disosialisasikan

b) Nasionalisme, menggunakan bahasa Indonesia, dan diskusi musyawarah mupakat.

c) Etika Publik, dalam pelaksanaan ujicoba dan sosialisasi SPO dilakukan dengan sopan dan santun, serta mendengar serta saling menghargai.

d) Komitmen Mutu, memilih jam istrahat agar tidak mengganggu pelayanan e) Anti Korupsi, berlaku jujur, adil dan bertanggung jawab.

Analisis dampak

a) Akuntabilitas, jika tidak bahan yang akan diujicobakan dan sosialisasikan tidak akan ada wujud kegiatan.

b) Nasionalisme, tidak terjalin kerja sama antar sesama petugas c) Etika public, tidak saling menghargai berpotensi terjadi konflik

d) Komitmen mutu, mengganggu waktu jam pelayanan pasien akibatnya kegiatan tersebut tidak akan berjalan sesuai target waktu selesai yang sudah ditentukan.

e) Anti korupsi, tidak memperhatikan dan tidak mempedulikan 4. Melakukan perbaikan SPO

a) Akuntabilitas, tetap mempertanggung jawabkan tugas yang diberi b) Nasionalisme, masih tetap semangat

c) Etika Publik, tidak menunda-nunda pekerjaan d) Komitmen Mutu, efektif dan efisien

e) Anti Korupsi, jujur dalam melakukan pekerjaan Analisis dampak

a) Akuntabilitas, Jika tidak ada rasa tanggung jawab kegiatan tidak akan ada yang berjalan.

b) Nasionalisme, tidak ada kemahuan untuk menyelesaikan tugas.

c) Etika Publik, menunda-nunda pekerjaan.

d) Komitmen Mutu, membutuhkan waktu pekerjaan yang lama e) Anti Korupsi, asal-asalan dalam menyelesaikan pekerjaan.

Judul kegiatan No. 4 Melaksanakan SPO pendokumentasian asuhan keperawatan gawat darurat

Tanggal pelaksanaan Kegiatan 30 Maret 2020 – 06 April 2020 Daftar Lampiran bukti kegiatan

/Evidence

1. Dokumentasi melakukan konsultasi direktur dan mentor

2. Dokumentasi melakukan permintaan pengesahan dan penomoran kepada staf tata usaha

3. Dokumentasi melakukan persediaan SPO diruangan UGD

4. Dokumentasi pelaksanaan SPO diruangan UGD Uraian kegiatan yang dilaksanakan

1. Konsultasi dengan Pimpinan atau direktur dan mentor terkait SPO yang sudah dilakukan perbaikan

a) Akuntabilitas, dalam melakukan konsultasi pertama saya meminta izin terlebih dahulu mempersiapkan SPO yang sudah perbaikan

b) Nasionalisme, menggunakan bahasa Indonesia, semangat dan antusias.

c) Etika Publik, ketika bertemu dengan atasan saya mengetuk pintu, memberi salam, menggunakan bahasa yang sopan, lemah lembut, dan memperhatikan apa yang dijelaskan d) Komitmen Mutu, sebelum konsultasi saya menanyakan kesiapan waktu pimpinan.

e) Anti Korupsi, jujur dan bertanggung jawab Analisis Dampak

a) Akuntabilitas, jika tidak ada persiapan akan berdampak pada kinerja dan keiatan yang akan dilakukan

b) Nasionalisme, Jika pertemuan tidak dilakukan dengan penghormatan yang baik dari bawahan kepada pimpinan, maka akan menimbulkan hilangnya kekuatan persatuan mencapai tujuan atau kinerja organisasi yang optimal dan terhambatnya atau gagalnya pelaksanaan aktualisasi dan habituasi

c) Etika Publik, Jika pertemuan tidak dilakukan dengan sopan santun, maka akan menyebabkan potensi terhambatnya pelaksanaan aktualisasi.

d) Komitmen Mutu, mengganggu jam kerja pimpinan

e) Anti Korupsi, tidak peduli dan tidak tepat waktu sesuai yang telah disepakati.

2. Melakukan permintaan nomor SPO dan pengesahan

a) Akuntabilitas, dalam melakukan permintaan nomor SPO pertama saya meminta izin terlebih dahulu mempersiapkan SPO yang akan dinomori.

b) Nasionalisme, menggunakan bahasa Indonesia yang benar.

c) Etika Publik, sopan, dan santun.

d) Komitmen Mutu, berusaha memilih jam istrahat agar tidak mengganggu pelayanan e) Anti Korupsi, jujur.

Analisis Dampak

a) Akuntabilitas, tidak menyiapkan bahan yang akan dikerjakan.

50

c) Etika Publik, kemungkinan terjadi konflik sangat besar

d) Komitmen Mutu, dapat mengganggu kinerja pelayanan administrasi e) Anti Korupsi, tidak ada saling percaya antar sektor

3. Membagi/menyiapkan SPO ke Ruangan UGD

a) Akuntabilitas, melaksanakan sesuai dengan penuh tanggung jawab b) Nasionalisme, kerja keras

c) Etika Publik, tidak diskriminastif.

d) Komitmen Mutu, efisien

e) Anti Korupsi, adil dan bertanggung jawab.

Analisis Dampak

a) Akuntabilitas, melaksanakan sesuai dengan standar prosedur yang berlaku

b) Nasionalisme, jika tidak dilakukan kerja keras maka SPO tidak akan bisa tercetak dan tersedia diruangan

c) Etika Publik, asal mengumpulkan tanpa memperhatikan susanan dan kerapihan berkas serta tata letak untuk mempermudah waktu pencarian.

d) Komitmen Mutu, mengganggu jam pelayanan pasien

e) Anti Korupsi, tidak mempedulikan terhadap apa yang akan dikerjakan.

4. Melaksanakan/menjalankan SPO.

a) Akuntabilitas, melaksanakan sesuai dengan standar prosedur yang berlaku b) Nasionalisme, semangat dalam bekerja

c) Etika Publik, tidak diskriminastif.

d) Komitmen Mutu, efisien

e) Anti Korupsi, bertanggung jawab terhadap pekerjaan Analisis dampak

a) Akuntabilitas, bekerja tidak sesuai standar prosedur operasional dapat berurusan dengan hukum

b) Nasionalisme, tidak ada motivasi atau dorongan untuk bekerja

c) Etika public, Dapat menimbulkan pandangan negative antar sesama petugas dan memperbesar peluang konflik

d) Komitmen mutu, Dapat mengganggu jam pelayanan pasien dan proses pertukaran jaga petugas

e) Anti korupsi, Jika tidak ada tanggung jawab maka potensi untuk terbengkalainya pekerjaan serta terlaksananya pekerjaan terganggu atau bahkan tidak berjalan sesuai harapan.

Judul kegiatan No. 5 Evaluasi Pelaksanaan SPO Tanggal pelaksanaan Kegiatan 07- 09 April 2020

Daftar Lampiran bukti kegiatan /Evidence

1. Dokumentasi melakukan pertemuan bersama kepala penanggung jawab ruangan

2. Dokumentasi melakukan telaah rekam medis untuk evaluasi

3. Dokumentasi melaporkan hasil evaluasi Uraian kegiatan yang dilaksanakan

1. Melakukan pertemuan dengan penanggung jawab ruangan

a) Akuntabilitas, dalam melakukan konsultasi pertama saya meminta izin terlebih dahulu dan menjelaskan maksud dan tujuan dari permintaan izin tersebut.

b) Nasionalisme, menggunakan bahasa Indonesia, daan diskusi tentang evaluasi pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan gawat darurat sesuai dengan SPO.

c) Etika Publik, ketika bertemu dengan kepala ruang saya memberi salam, menggunakan bahasa yang sopan, lemah lembut, dan memperhatikan apa yang dijelaskan

d) Komitmen Mutu, sebelum konsultasi saya menyiapkan apa yang perlu diperlihatkan saat konsultasi mencatat apa yang disarankan sehingga konsultasi dapat berlangsung efektif dan efisien

e) Anti Korupsi, dalam menyampaikan permintaan izin ini saya benar-benar menjunjung tinggi nilai kejujuran.

Analisis Dampak

a) Akuntabilitas, jika tidak meminta izin terlebih dahulu kemungkinan besar orang yang bersangkutan tidk akan merasa nyaman dan kesalahan presepsi dapat terjadi.

b) Nasionalisme, terjadi ketidak pahaman apa yang disampaikan.

c) Etika Publik, konflik dan penilaian buruk terhadap diri sendiri dan berdampak pada pelaksanaan kegiatan

d) Komitmen Mutu, dapat mengganggu jam kerja pelayanan pasien dan apa yang disampaikan oleh kepala penanggung jawab ruangan tidak diperhatikan

e) Anti Korupsi, tidak menyampaikan maksud dan tujuan yang sebenarnya.

52 2. Melakukan telaah rekam medis

a) Akuntabilitas, dalam melakukan kegiatan ini dilakukan dengan SPO yang sudah

a) Akuntabilitas, dalam melakukan kegiatan ini dilakukan dengan SPO yang sudah

Dokumen terkait