BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1.2. Hasil Analisa Deskriptif
5.1.2.1. Deskripsi Karakteristik Responden
Penelitian dilakukan pada 113 orang responden yang merupakan keluarga, baik Ibu ataupun anggota keluarga lain yang membawa balita untuk mengikuti kegiatan posyandu. Karakteristik yang diamati terhadap responden adalah umur Ibu, pekerjaan Ibu, penghasilan Ibu, umur balita dan jenis kelamin balita.
Berdasarkan karakteristik kelompok umur, hasil penelitian ini memperoleh lebih dari separuh responden berada pada kelompok umur 20-35 tahun yaitu sebanyak 96 orang (85%). Sedangkan kelompok responden paling sedikit berada pada kelompok umur diatas 35 tahun yaitu 7 orang (7,1%).
Hal ini dapat dilihat pada tabel 5.1.
Tabel 5.1. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Umur
Kelompok umur Jumlah (orang) Persentase %
<20 9 8
20-35 96 85
>35 8 7,1
Jumlah 113 100
Pekerjaan responden terdistribusi menjadi empat kelompok yaitu ibu rumah tangga, wiraswasta, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan karyawan. Hasil penelitian memperoleh kelompok responden terbanyak menurut pekerjaan adalah ibu rumah tangga yaitu sebanyak 65 orang (57,5%) seperti yang terlihat pada tabel 5.2. Sedangkan kelompok responden paling sedikit bekerja sebagai karyawan yaitu hanya 4 orang (3,5%).
Tabel 5.2. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Pekerjaan Jumlah (orang) Persentase % Ibu Rumah Tangga 65 57,5
Wiraswasta 39 34,5
PNS 4 4,4
Karyawan 4 3,5
Jumlah 113 100
Distribusi responden berdasarkan penghasilan menunjukkan bahwa kelompok responden tertinggi memiliki penghasilan sekitar Rp 500.000,00-Rp 1.000.000,00 yaitu sebanyak 84 orang (74,3%) . Sedangkan jumlah responden terendah memiliki penghasilan kurang dari Rp 500.000,00 yaitu sebanyak 3 orang (2,7%). Hal ini dapat dilihat pada tabel 5.3.
Tabel 5.3. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan
Penghasilan Jumlah (orang) Persentase % < Rp 500.000 3 2,7 Rp 500.000 - Rp 1.000.000 84 74,3 Rp 1.000.000 – Rp 2.000.000 22 19,5 > Rp 2.000.000 4 3,5 Jumlah 113 100
Distribusi responden berdasarkan umur balita menunjukkan bahwa kelompok responden tertinggi adalah usia di bawah usia satu tahun sebanyak 69 orang (61,1%). Sedangkan jumlah responden terendah berdasarkan umur balita yaitu sebanyak 7 orang (6,2%). Hal ini dapat dilihat pada tabel 5.4.
Tabel 5.4. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Balita
Umur Balita Jumlah (orang) Persentase % < 1 tahun 69 61,1 1 tahun – 2 tahun 37 32,7 2 tahun – 3 tahun 7 6,2
Jumlah 113 100
Distribusi responden berdasarkan jenis kelamin balita menunjukkan bahwa kelompok responden tertinggi adalah laki- laki yaitu sebanyak 61 (54%). Sedangkan jumlah responden terendah berdasarkan jenis kelamin adalah perempuan yaitu sebanyak 52 balita orang (46%). Hal ini dapat dilihat pada tabel 5.5.
Tabel 5.5. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Balita
Umur Balita Jumlah (orang) Persentase %
Laki-laki 61 54
Perempuan 52 46
5.1.2.2. Tingkat Pengetahuan
Pengetahuan responden mengenai kegiatan posyandu dan status gizi balita diukur dengan menggunakan kuesioner yang berisi empat belas pertanyaan. Selanjutnya, tingkat pengetahuan diklasifikasikan menjadi tiga kategori yaitu baik, sedang dan kurang.
Dari hasil penelitian ini diperoleh kelompok responden terbanyak memiliki tingkat pengetahuan dengan kategori sedang yaitu sebanyak 73 orang (64,6%) dan terendah memiliki tingkat pengetahuan dengan kategori baik yaitu 12 orang (10,6%). Hal ini dapat dilihat pada tabel 5.6.
Tabel 5.6. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Responden
Tingkat Pengetahuan Jumlah (orang) Persentase %
Baik 12 10,6
Sedang 73 64,6
Kurang 28 24,8
Jumlah 113 100
Distribusi jawaban responden untuk setiap pertanyaan mengenai kegiatan posyandu dengan status gizi balita dapat dilihat pada tabel 5.7.
Sebagian besar responden mengetahui dan menjawab dengan benar pertanyaan ketiga mengenai pola lima meja dalam kegiatan posyandu yaitu sebanyak 92 orang (81,4%). Begitu juga dengan
pertanyaan pertama mengenai kepanjangan posyandu dan pertanyaan kelima mengenai sasaran dari program posyandu, jumlah responden yang menjawab benar sebanyak 75 orang (66,4%). Jumlah responden yang menjawab benar pertanyaan keduabelas mengenai pengukuran daripada status gizi balita yaitu sebanyak 74 orang (65,6%).
Responden paling banyak menjawab salah pada pertanyaan kedua mengenai pengertian dari kegiatan posyandu yaitu sebanyak 86 orang (76,1%). Begitu juga dengan pertanyaan keempat mengenai kegiatan pokok posyandu yaitu sebanyak 81 orang (71,7%). Jumlah responden yang menjawab salah pertanyaan kesepuluh 74 orang (65,5%).
Tabel 5.7. Distribusi Frekuensi Jawaban dari Pertanyaan Pengetahuan Responden
Pertanyaan Benar Salah
n % n %
1. Kepanjangan posyandu 75 66,4 38 33,6 2. Pengertian kegiatan
posyandu
27 23,9 86 76,1 3. Pola lima posyandu 92 81,4 21 18,6 4. Kegiatan pokok posyandu 32 28,3 81 71,7 5. Sasaran program posyandu 75 66,4 38 33,6 6. Strata posyandu 64 56,6 49 43,3 7. Tujuan penimbangan 55 48,7 58 51,3
balita
8. Pengertian imunisasi 46 40,7 67 59,3 9. Pengertian status gizi
balita
49 43,4 64 56,6 10. Hasil penilaian status
gizi
39 34,5 74 65,5 11. Cara menilai status gizi
balita
60 53,1 53 46,9 12. Cara lain penilaian
status gizi balita
74 65,5 39 34,5 13. Faktor pengaruh status
gizi balita
44 38,9 69 61,1 14. Kartu Menuju Sehat
(KMS)
60 53,1 53 46,9
5.1.2.3. Tingkat Sikap
Sikap responden dinilai melalui tanggapan responden terhadap delapan pertanyaan mengenai program posyandu dan status gizi balita.. Tingkat sikap diklasifikasikan menjadi tiga kategori yaitu baik, sedang dan kurang.
Distribusi tingkat sikap dapat dilihat pada tabel 5.8. Hasil penelitian mendapatkan lebih dari separuh responden memiliki tingkat sikap baik yaitu sebanyak 112 orang (99,1%) dan kelompok responden paling sedikit memiliki tingkat sikap sedang yaitu sebanyak satu orang (0,9%).
Tabel 5.8. Distribusi Frekuensi Tingkat Sikap Responden Tingkat Sikap Jumlah (orang) Persentase %
Baik 112 99,1
Sedang 1 0,9
Kurang 0 0
Jumlah 113 100
Responden paling banyak setuju terhadap pernyataan kelima mengenai pemberian imunisasi lengkap yang harus diberikan untuk peningkatan kekebalan tubuh. Jumlah responden yang menjawab setuju yaitu sebanyak 109 orang (96,5%). Sedangkan responden paling sedikit setuju terhadap pernyataan ketiga, mengenai semua kegiatan yang harus diikuti oleh peserta posyandu yaitu sebanyak 91 orang (80,5%).
Responden paling banyak kurang setuju terhadap pernyataan ketiga mengenai mengenai semua kegiatan yang harus diikuti oleh peserta posyandu yaitu sebanyak 22 orang (19,5%).
Responden paling banyak menjawab tidak setuju terhadap pertanyaan keenam mengenai pemberian makanan pada balita yaitu sebanyak 3 orang (2,7%).
Tabel 5.9. Distribusi Frekuensi Jawaban Pernyataan Sikap Responden
Pernyataan Setuju Kurang setuju Tidak setuju n % n % n % 1. Pentingnya mengikuti kegiatan posyandu 108 95,6 5 4,4 - - 2. Pelaksanaan program
posyandu yang harus diikuti secara rutin
99 87,6 14 12,4 - -
3. Pelaksanaan kegiatan poyandu yang wajib diikuti oleh semua peserta
91 80,5 22 19,5 - -
4. Penimbangan berat badan 104 92 9 8,0 - - 5. Pemberian imunisasi lengkap 109 96,5 3 2,7 1 0,9 6. Pemberian makanan tambahan 98 86,7 12 10,6 3 2,7 7. Kartu Menuju Sehat 100 88,5 12 10,6 1 0,9 8. Konseling saat posyandu 103 91,2 8 7,1 2 1,8 5.1.2.4. Tingkat Keaktifan
Keaktifan responden diukur dengan menggunakan kuesioner yang dinilai melalui satu pernyataan mengenai frekuensi kunjungan Ibu dalam kegiatan posyandu selama tiga bulan terakhir. Tingkat tindakan diklasifikasikan menjadi menjadi dua kategori yaitu aktif dan tidak aktif.
Tabel 5.10. Distribusi Frekuensi Tingkat Keaktifan Responden
Tingkat Tindakan Jumlah (orang) Persentase %
Aktif 83 73,5
Tidak aktif 30 26,5
Jumlah 113 100
5.1.2.5. Tingkat Status Gizi Balita
Status gizi balita diukur dengan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) yang di bawa Ibu saat mengikuti kegiatan posyandu dengan melihat pola pertumbuhan balita. Status gizi balita diklasifikasikan menjadi menjadi dua kategori yaitu baik dan buruk.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 108 balita (95,6%) dari 113 balita memiliki status gizi baik dan 5 balita (4,4%) memiliki status gizi balita buruk. Hal ini dapat dilihat pada tabel 5.11.
Tabel 5.11. Distribusi Frekuensi Tingkat Status Gizi Balita Status gizi Jumlah balita Persentase %
Baik 108 95,6
Buruk 5 4,4
Jumlah 113 100