BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Analisis
1. Uji analisis validitas dan reliabilitas a. Uji Validitas
Analisis kesahihan dilakukan dengan bantuan komputer program SPSS 15.0 for window yang bertujuan untuk mengetahui apakah setiap butir pernyataan dinilai atau dievaluasi dapat dinyatakan valid atau tidak. Hasilnya dengan membandingkan koefisien rxy dengan nilai kritis (rtabel) hasilnya diperoleh dari laporan.
Tabel V.1
Uji Validitas Variabel Produk
Variabel Indikator Koefisien r tabel Keterangan
Produk Produk1 0,749 0,361 Valid
Produk2 0,439 0,361 Valid
Produk3 0,521 0,361 Valid
Produk4 0,581 0,361 Valid
Produk5 0,770 0,361 Valid
Sumber : Data Primer yang Diolah Tahun 2015
Besarnya koefisien korelasi dari 5 butir pernyataan untuk variabel produk menunjukkan nilai yang lebih tinggi dari nilai r tabel. Sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh butir pernyataan yang terdapat pada variabel produk adalah valid.
Tabel V.2
Uji Validitas Variabel Harga
Variabel Indikator Koefisien r tabel Keterangan
Harga Harga1 0,478 0,361 Valid
Harga2 0,395 0,361 Valid
Harga3 0,575 0,361 Valid
Harga4 0,366 0,361 Valid
Sumber : Data Primer Yang Diolah Tahun 2015
Besarnya koefisien korelasi dari 4 butir pernyataan untuk variabel harga menunjukkan nilai yang lebih tinggi dari nilai r tabel. Sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh butir pernyataan yang terdapat pada variabel harga adalah valid.
Tabel V.3
Uji Validitas Variabel Pelayanan
Variabel Indikator Koefisien r tabel Keterangan Pelayanan Pelayanan 1 0,658 0,361 Valid
Pelayanan 2 0,440 0,361 Valid Pelayanan 3 0,422 0,361 Valid Pelayanan 4 0,648 0,361 Valid Pelayanan 5 0,438 0,361 Valid Pelayanan 6 0,806 0,361 Valid Pelayanan 7 0,423 0,361 Valid Pelayanan 8 0,610 0,361 Valid Sumber : Data Primer Yang Diolah Tahun 2015
Besarnya koefisien korelasi dari 8 butir pernyataan untuk variabel pelayanan menunjukkan nilai yang lebih tinggi dari nilai r tabel. Sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh butir pernyataan yang terdapat pada variabel pelayanan adalah valid.
Tabel V.4
Uji Validitas Variabel Suasana Tempat
Variabel Indikator Koefisien r tabel Keterangan Suasana tempat St1 0,573 0,361 Valid St2 0,432 0,361 Valid St3 0,751 0,361 Valid St4 0,563 0,361 Valid St5 0,589 0,361 Valid St6 0,685 0,361 Valid St7 0,511 0,361 Valid St8 0,535 0,361 Valid
Sumber : Data Primer Yang Diolah Tahun 2015
Besarnya koefisien korelasi dari 8 butir pernyataan untuk variabel suasana tempat menunjukkan nilai yang lebih tinggi dari nilai r tabel. Sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh butir pernyataan yang terdapat pada variabel suasana tempat adalah valid.
Tabel V.5
Uji Validitas Variabel Kepuasan Konsumen
Variabel Indikaor Koefisien r tabel Keterangan Kepuasan konsumen Kep_kons1 0,379 0,361 Valid Kep_kons2 0,844 0,361 Valid Kep_kons3 0,421 0,361 Valid Kep_kons4 0,689 0,361 Valid
Sumber : Data Primer Yang Diolah Tahun 2015
Besarnya koefisien korelasi dari 4 butir pernyataan untuk variabel kepuasan konsumen menunjukkan nilai yang lebih tinggi dari nilai r tabel. Sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh butir pernyataan yang terdapat pada variabel kepuasan konsumen adalah valid.
b. Uji Reliabilitas
Analisis kesahihan dilakukan dengan bantuan komputer dengan program SPSS 15.0for windowyang bertujuan untuk mengetahui apakah setiap butir item pernyataan yang dinilai atau dievaluasi oleh responden dapat dinyatakan valid atau tidak. Pengujian hasilnya dengan cara membandingkan koefisien α (r hitung) dengan nilai kritis (r tabel) yang hasilnya dapat dilaporkan.
Tabel V.6 Reliabilitas
Variabel Nilai Alpha
ɑ
KeteranganProduk 0,814 0,5 Reliabel
Harga 0,654 0,5 Reliabel
Pelayanan 0,822 0,5 Reliabel
Suasana tempat 0,832 0,5 Reliabel
Kepuasan konsumen
0,763 0,5 Reliabel
Sumber : Data Primer Yang Diolah Tahun 2015
Seluruh butir pernyataan untuk tiap variabel dinyatakan reliabel yang artinya jikainstrumenttersebut digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama pula.
2. Karakteristik Responden
a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Hasil penelitian terhadap dua kelompok responden, yaitu responden laki-laki dan responden perempuan yang seluruhnya berjumlah 100 responden disajikan pada tabel berikut:
Tabel V.7
Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Frequency %
Laki-laki 45 45
Perempuan 55 55
Total 100 100
Sumber: Data Primer Yang Diolah Tahun 2015
Dari tabel 4.7 dapat diketahui bahwa dari 100 responden didominasi oleh perempuan sebanyak 55 responden atau 55%, dan laki-laki sebanyak 45 responden atau 45%. Atau bisa dikatakan responden perempuan 10% lebih banyak dari responden laki-laki.
b. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Usia Tabel V.8
Karakteristik Responden berdasarkan Tingkat Usia
Usia Frequency %
≤50 tahun 70 70
≥51 tahun 30 30
Total 100 100
Sumber: Data Primer Yang Diolah Tahun 2015
Dari tabel 4.8 dapat diketahui bahwa dari 100 responden diteliti didominasi oleh responden yang berusia kurang dari 50 tahun sebanyak 70 responden atau 70%, dan usia lebih dari 51 tahun sebanyak 30 responden atau 30%. Dengan kata lain mayoritas konsumen Restauran Steak Moen Moen memiliki usia yang produktif.
c. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Tabel V.9
Karakteristik Responden berdasarkan Pekerjaan
Pekerjaan Frequency %
Mahasiswa 23 23
Pegawai Swasta 14 14
Pegawai Negeri Sipil 16 16
TNI / Polri 4 4
Wiraswasta 26 26
Lain-lain 17 17
Total 100 100
Sumber: Data Primer Yang Diolah Tahun 2015
Dari tabel 4.9 dapat diketahui bahwa dari 100 responden diteliti didominasi oleh responden yang mempunyai pekerjaan wiraswasta sebanyak 26 orang atau 26%, mahasiswa sebanyak 23 orang atau 23%, pegawai swasta sebanyak 14 orang atau 14%, TNI/Polri sebanyak 4 orang atau 4%, dan lain-lain sebanyak 17 atau 17%. Dengan kata lain mayoritas pekerjaan konsumen Restauran Steak Moen Moen adalah wiraswasta.
d. Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan per Bulan Tabel V.10
Karakteristik Responden berdasarkan Penghasilan per Bulan Penghasilan perbulan Frequency %
≤500.000 20 20
501.000–1.000.000 27 27
1.001.000–1.500.000 22 22
≥1.501.000 31 31
Total 100 100
Sumber: Data Primer Yang Diolah Tahun 2015
Dari tabel 4.10 dapat diketahui bahwa dari 100 responden diteliti didominasi oleh responden yang berpenghasilan per bulan lebih dari 1.501.000 sebanyak 31 orang atau 31%, kurang dari 500.000 sebanyak
20 orang atau 20%, di antara 501.000 – 1.000.000 sebanyak 27 orang atau 27%, di antara 1.001.000– 1.500.000 sebanyak 22 orang atau 22%. Dengan kata lain mayoritas penghasilan per bulan konsumen Restauran Steak Moen Moen adalah lebih dari 1.501.000.
3. Deskripsi Variabel
a. Variabel Independen X1 (Produk) Tabel V.11
Deskripsi Variabel Produk
Skor Keterangan Interval Frekuensi (%)
1 Sangat tidak baik 3-3,4 18 18
2 Tidak baik 3,41-3,8 33 33
3 Cukup baik 3,81-4,2 24 24
4 Baik 4,21-4,6 20 20
5 Sangat baik 4,61-5 5 5
Total 100 100
Sumber: data primer yang diolah tahun 2015
Dari 100 responden, maka jawaban didominasi oleh yang menjawab tidak baik sebanyak 33 responden atau 33%, sangat tidak baik sebanyak 18 responden atau 18%, cukup baik sebanyak 24 responden atau 24%, baik sebanyak 20 responden atau 20%, dan sangat baik sebanyak 5 responden atau 5%. Dengan kata lain mayoritas responden berpendapat bahwa produk di Restauran Steak Moen Moen adalah tidak baik.
b. Variabel Independen X2 (Harga) Tabel V.12
Deskripsi Variabel Harga
Skor Keterangan Interval Frekuensi (%)
1 Sangat tidak mahal 3-3,4 9 9
2 Tidak mahal 3,41-3,8 33 33
3 Cukup mahal 3,81-4,2 24 24
4 Mahal 4,21-4,6 21 21
5 Sangat mahal 4,61-5 13 13
Total 100 100
Sumber: data primer yang diolah tahun 2015
Dari 100 responden, maka jawaban didominasi oleh yang menjawab tidak mahal sebanyak 33 responden atau 33%, sangat tidak mahal sebanyak 9 responden atau 9%, cukup mahal sebanyak 24 responden atau 24%, mahal sebanyak 21 responden atau 21%, dan sangat mahal sebanyak 13 responden atau 13%. Dengan kata lain mayoritas responden berpendapat bahwa harga di Restauran Steak Moen Moen adalah tidak mahal.
c. Variabel Independen X3 (Pelayanan) Tabel V.13
Deskripsi Variabel Pelayanan
Skor Keterangan Interval Frekuensi (%)
1 Sangat tidak baik 3,25-3,6 4 4
2 Tidak baik 3,61-3,95 15 15
3 Cukup baik 3,951-4,3 50 50
4 Baik 4,31-4,65 16 16
5 Sangat baik 4,651-5 15 15
Total 100 100
Sumber: data primer yang diolah tahun 2015
Dari 100 responden, maka jawaban didominasi oleh yang menjawab cukup baik sebanyak 50 responden atau 50%, sangat tidak baik sebanyak
4 responden atau 4%, tidak baik sebanyak 15 responden atau 15%, baik sebanyak 16 responden atau 16%, dan sangat baik sebanyak 15 responden atau 15%. Dengan kata lain mayoritas responden berpendapat bahwa pelayanan di Restauran Steak Moen Moen adalah cukup baik. d. Variabel Independen X4 (Suasana Tempat)
Tabel V.14
Deskripsi Variabel Suasana Tempat
Skor Keterangan Interval Frekuensi (%)
1 Sangat tidak baik 3,25-3,6 8 8
2 Tidak baik 3,61-3,95 27 27
3 Cukup baik 3,951-4,3 51 51
4 Baik 4,31-4,65 11 11
5 Sangat baik 4,651-5 3 3
Total 100 100
Sumber: data primer yang diolah tahun 2015
Dari 100 responden, maka jawaban didominasi oleh yang menjawab cukup baik sebanyak 51 responden atau 51%, sangat tidak baik sebanyak 8 responden atau 8%, tidak baik sebanyak 27 responden atau 27%, baik sebanyak 11 responden atau 11%, dan sangat baik sebanyak 3 responden atau 3%. Dengan kata lain mayoritas responden berpendapat bahwa suasana tempat di Restauran Steak Moen Moen adalah cukup baik.
e. Variabel Dependen Y (Kepuasan Konsumen) Tabel V.15
Deskripsi Variabel Kepuasan Konsumen
Skor Keterangan Interval Frekuensi (%)
1 Sangat tidak puas 3,25-3,6 6 6
2 Tidak puas 3,61-3,95 12 12
3 Cukup puas 3,951-4,3 65 65
4 Puas 4,31-4,65 9 9
5 Sangat puas 4,651-5 8 8
Total 100 100
Sumber: data primer yang diolah tahun 2015
Dari 100 responden, maka jawaban didominasi oleh yang menjawab cukup puas sebanyak 65 responden atau 65%, sangat tidak puas sebanyak 6 responden atau 15%, tidak puas sebanyak 12 responden atau 12%, puas sebanyak 9 responden atau 9%, dan sangat puas sebanyak 8 responden atau 8%. Bisa dikatakan konsumen merasa cukup puas di Restauran Steak Moen Moen.
4. Analisis Regresi Berganda
Dalam menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen, adapun hasil persamaan yang didapatkan adalah sebagai berikut:
Tabel V.16
Rangkuman Hasil Olah Data Regresi
Keterangan B t Sig Konstan Produk Harga Pelayanan Suasana tempat 1,227 0,033 -0,188 0,655 0,254 3,321 0,403 -2,357 8,795 3,263 0,001 0,688 0,020 0,000 0,002 R : 0,720 Sig F : 0.000 R square : 0,519 Df : 95 F : 25,637
Analisis linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh produk, harga, pelayanan, dan suasana tempat terhadap kepuasan konsumen. berdsarkan hasil analisis tersebut, maka persamaan yang diperoleh adalah:
Y = 1,227 + 0,033 X1+ -0,188 X2 + 0,655 X3 + 0,254 X4+e Keterangan: X1 = Produk X2 = Harga X3 = Pelayanan X4 = Suasana Tempat 5. Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Uji Normalitas merupakan uji yang sering dilakukan sebagai prasyarat untuk melakukan analisis data, banyak sekali metode analisis yang mensyaratkan data harus normal misalnya analisis regresi, ada juga yang uji normalitas pada residual model statistik. Uji normalitas dilakukan sebelum data diolah berdasarkan model-model penelitian yang diajukan. Uji normalitas data bertujuan untuk mendeteksi distribusi data dalam suatu variabel yang akan digunakan dalam penelitian, apakah pada variabel dependen dan variabel independen atau keduanya memiliki distribusi normal atau tidak. Data yang baik dan layak untuk membuktikan model-model penelitian tersebut adalah data yang memiliki distribusi normal.
Regression Standardized Residual 4 2 0 -2 -4 -6 F req u en cy 30 20 10 0 Histogram
Dependent Variable: kepuasan_konsumen
Mean =2.23E-15 Std. Dev. =0.98
N =100
Gambar V.1: Histogram Kepuasan Konsumen
Observed Cum Prob
1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0 E xp ect ed C u m P ro b 1.0 0.8 0.6 0.4 0.2 0.0
Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual
Dependent Variable: kepuasan_konsumen
Berdasarkan hasil dari pengolahan data menggunakan program SPSS diperoleh grafik histogram maupun grafik plot yang menunjukkan titik-titik kearah kanan (positif) dan normal, yang artinya bahwa data yang diteliti berdistribusi normal. Begitu juga hasil dari
normal probability plots yang menunjukkan bahwa distribusi normal karena garis titik-titk menyebar disekitar garis diagonal. Maka dapat disimpulkan bahwa data variabel dependen dan variabel independen telah memenuhi asumsi normalitas.
b. Uji Multikolinieritas
Diagnosis secara sederhana terhadap adanya multikoliniearitas di dalam model regresi salah satunya adalah melalui nilai t hitung, r2 dan f hitung, jika r2 tinggi nilai f hitung tinggi sedangkan nilai t hitung sangat rendah, maka kemungkinan terdapat multikoliniearitas dalam model tersebut. Alat statistik yang sering dipergunakan untuk menguji gangguan multikoliniearitas dalam model tersebut adalah dengan variance inflation factor (VIF), yaitu jika nilai toleransi > 0,1 dan VIF < 10 maka tidak terjadi gangguan multikoliniearitas tetapi apabila nilai toleransi < 0,1 dan VIF > 10 maka terjadi gangguan multikoliniearitas.
Tabel V.17: Hasil Uji Asumsi Klasik Multikolinieritas Varibel collinearity statistics
Tolerance VIF
Produk 0,392 2.552
Harga 0,396 2.527
Pelayanan 0,791 1.265
Suasana Tempat 0,874 1.144
Berdasarkan tabel koefisien diatas diperoleh nilai tolerance dari variabel produk (X1) 0,392 > 0,1 dan VIF 2,552 < 10, harga (X2) 0,396 > 0,1 dan VIF 2,527 < 10, pelayanan (X3) 0,791 > 0,1 dan VIF 1,265 < 10, dan suasana tempat (X4) 0,874 > 0,1 dan VIF 1,144 < 10, semua nilai tolerancemenunjukkan bahwa nilai tolerance diatas 0,1 dan nilai VIF dari variabel terikatnya menunjukkan nilai VIF < 10. Maka dapat disimpulkan bahwa korelasi koefisien antar variabel terikat menunjukkan tidak ada gangguan multikoliniearitas sehingga data layak untuk diteliti.
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedasitisitas adalah untuk melihat apakah terdapat ketidaksamaan varians dari residual satu ke pengamatan yang lain. Deteksi heteroskedasitisitas dapat dilakukan dengan metodescatter plot
dengan memplotkan nilai Zpred (nilai prediksi) dengan Sresid (nilai residualnya). Model yang baik didapatkan jika tidak terdapat pola tertentu pada grafik, seperti mengumpul ditengah, menyempit kemudian melebar atau sebaliknya.
Regression Studentized Deleted (Press) Residual 4 2 0 -2 -4 -6 kep u asan _ko n su m en 5.00 4.50 4.00 3.50 3.00 Scatterplot
Dependent Variable: kepuasan_konsumen
Gambar V.3: Hasil Uji Heteroskedastisitas: Kepuasan Konsumen Dari hasil uji heteroskedasitisitas menggunakan program SPSS diperoleh gambar scatterplot bahwa titik-titik menyebar secara acak dengan baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gangguan heteroskedasitisitas, sehingga uji tersebut layak digunakan untuk memprediksi tingkat kepuasan konsumen berdasarkan pada variabel terikat Produk (X1), Harga (X2), Pelayanan (X3), dan Suasana Tempat (X4).
6. Uji Hipotesis (Uji F)
Menurut Ghozali (2001), uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model regresi mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel terikat/dependen. Hasil uji statistik F dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel V.18: Hasil Uji F
Sumber: data sekunder diolah 2015
Berdasarkan tabel di atas (uji Anova), diperoleh nilai F hitung sebesar 25,637 dengan tingkat probabilitas 0,000 (signifikansi). Karena probabilitas lebih kecil dari 0,05 dan nilai F lebih besar dari 2,46, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi kepuasan konsumen atau dengan kata lain bahwa produk, harga, pelayanan dan suasana tempat secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan konsumen.
7. Uji Hipotesis (Uji t)
Tabel V.19: Hasil Uji t
Pada hasil analisis terlihat bahwa t hitung untuk setiap faktor yaitu sebagai berikut : ANOVAb 6.259 4 1.565 25.637 .000a 5.798 95 .061 12.057 99 Regression Residual Total Model 1 Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), suasana_tempat, harga, pelayanan, produk a.
Dependent Variable: kepuasan_konsumen b. Coefficientsa 1.227 .369 3.321 .001 .033 .082 .046 .403 .688 -.188 .080 -.267 -2.357 .020 .655 .074 .704 8.795 .000 .254 .078 .248 3.263 .002 (Constant) produk harga pelayanan suasana_tempat Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.
Dependent Variable: kepuasan_konsumen a.
t hitung produk (X1) 0,403 < t tabel 1,980 (pada sig 0,688) H0 di terima: yang berarti produk tidak berpengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan konsumen.
thitungharga (X2) -2,357 > ttabel 1,980 (pada sig 0,020) H0 diterima: yang berarti bahwa kesesuaian harga tidak berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen.
t hitung pelayanan (X3) 8,795 > t tabel 1,980 (pada sig 0,000) H0 ditolak: yang berarti bahwa pelayanan berpengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan konsumen.
t hitung suasana tempat (X4) 3,263 > t tabel 1,980 (pada sig 0,002) H0 ditolak: yang berarti bahwa suasana tempat berpengaruh positif secara signifikan terhadap kepuasan konsumen.
8. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui presentase pengaruh variabel independen yaitu produk (X1), harga (X2), pelayanan (X3), dan suasana tempat (X4) secara simultan terhadap variabel dependen yaitu kepuasan konsumen (Y).
Dari hasil analisis regresi linier berganda diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel V.20: Output Koefisien Determinasi (R2)
Model Summary .720a .519 .499 .24705 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), suasana_tempat, harga, pelayanan, produk
Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa Adjusted R Square sebesar 0,519 yang artinya bahwa variabel dependen dapat dijelaskan oleh variabel independen sebesar 51,9%. Maka dapat dikatakan cukup baik. Sedangkan sisanya 48,1% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan di dalam model regresi.