• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Analisis

Dalam dokumen Halaman Judul LAPORAN KERJA PRAKTIK PELA (Halaman 93-100)

BAB IV ANALISIS KAPASITAS BALOK

4.3 Hasil Analisis

Hasil analisis kapasitas penampang balok beton bertulang tipe B7 untuk lantai 2 dan 3 menggunakan metode SNI didapatkan momen nominal sebesar 52 kNm, sedangkan dari hasil analisis menggunakan Program Response 2000 ternyata hasil didapatkan untuk momen nominalnya sebesar 52 kNm. Hal ini menunjukkan bahwa perhitungan kapasitas penampang balok baik menggunakan metode SNI maupun Program Response 2000 secara garis besar adalah sama. Adapun cara perhitungannya dapat dilihat pada Lampiran 1. Perhitungan kapasitas penampang balok untuk tipe balok yang lainnya dilakukan dengan Program Response 2000.

Untuk mengetahui momen ultimit yang terjadi pada penampang balok ini dilakukan perhitungan pembebanan gedung dengan menggunkan Program SAP

nominal yang akan dikalikan dengan faktor reduksi untuk mengetahui keamanan dari penampang balok tersebut. Didapatkan momen ultimit pada balok B7 untuk lantai 2 dan 3 sebesar 5.2461 kNm, sehingga Mn > Mu. Dapat disimpulkan bahwa

penampang balok tersebut aman untuk menahan gaya-gaya yang bekerja. Gambar

4.17 dan 4.18 menunjukkan permodelan pembebanan gedung dan momen ultimit yang terjadi menggunakan SAP2000.

Gambar 4.18 Momen Ultimit yang terjadi menggunakan SAP2000

Berikut ini adalah tabel perhitungan kapasitas balok menggunakan Response 2000:

Tabel 4.1 Perhitungan Mn menggunakan Response 2000

No. Tipe Balok Mn Ø Mn x Ø Mu Ket

( kNm) (Mr) (kNm) (Mr>Mu) 1 B1.1 143 0.8 114.4 104.6976 OK 2 B2,3.1 87 0.8 69.6 41.4884 OK 3 B4.1 68 0.8 54.4 6.7184 OK 4 B5.1 52 0.8 41.6 14.6068 OK 5 B6.1 36 0.8 28.8 14.4317 OK 6 B7.1 108 0.8 86.4 7.0948 OK 7 B1.2/3 163 0.8 130.4 19.3383 OK 8 B2.2/3 162 0.8 129.6 104.697 6 OK 9 B3.2/3 116 0.8 92.8 54.2648 OK 10 B4.2/3 134 0.8 107.2 16.7431 OK 11 B5.2/3 68 0.8 54.4 44.3227 OK 12 B6.2/3 52 0.8 41.6 28.8904 OK 13 B7.2/3 52 0.8 41.6 5.2461 OK 14 B8.2/3 36 0.8 28.8 6.3707 OK 15 B9.2/3 25 0.8 20 6.1379 OK 16 B1.A 184 0.8 147.2 56.2404 OK 17 B2.A 79 0.8 63.2 14.4687 OK 18 B3.A 120 0.8 96 23.0366 OK 19 B4.A 94 0.8 75.2 43.8604 OK 20 B5,6,7.A 25 0.8 20 16.3325 OK 21 B8.A 24 0.8 19.2 16.5364 OK

Keterangan:

B1.1 = Tipe balok 1 untuk Lantai 1 B1.2/3 = Tipe balok 1 untuk lantai 2 dan 3 B1.A = Tipe balok 1 untuk Atap

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Setelah menyusun dan menyelesaikan laporan kerja praktik pada proyek Proyek Pembangunan Gedung Convenience Store & Office Purwokerto ini, penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan antara lain:

1. Di dalam suatu proyek dibutuhkan manajemen atau pengaturan

proyek yang baik, agar pelaksanaan proyek dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana dan syarat-syarat yang telah ditentukan. Dari hasil pengamatan, manajemen pada Proyek Pembangunan Gedung Convenience Store & Office ini masih kurang baik, sehingga terjadi keterlambatan di dalam proyek ini.

2. Agar pelaksanaan pekerjaan berjalan efektif dan efisien serta dengan hasil yang optimal, maka sangat diperlukan proses manajemen terdiri atas 4 hal pokok yaitu:

a. perencanaan (planning), b. pengorganisasian (organizing),

c. pelaksanaan (actuating) d. pengawasan (controlling).

3. Selain 4 hal pokok dari proses manajemen, dalam pelaksanaan pekerjaan suatu proyek keberhasilan dan kelancaran pelaksanaan pekerjaan tidak lepas dari faktor-faktor berikut ini:

a. Alat

Peralatan yang mendukung dan siap pakai tepat waktu sangat penting untuk menunjang kemajuan proyek.

b. Bahan atau material

Kemudahan dalam mendapatkan dan akses yang mudah menuju proyek. Kendala di dalam proyek ini adalah tidak adanya akses jalan untuk menggunakan jasa ready mix sehingga untuk proses pengecoran kolom, plat lantai dan balok terpaksa menggunakan beton dari hasil adukan molen yang memakan waktu lebih lama.

c. Sumber daya manusia

Sumber daya manusia (tenaga kerja) yang terampil, terlatih, disiplin dan memiliki keahlian. Kurang disiplin dan kurang terampil dalam semua

pekerjaan menjadi salah satu faktor keterlambatan Proyek Pembangunan

Gedung Convenience Store & Office .

d. Hubungan (relationship)

Mempunyai hubungan atau kerjasama yang baik antar unsur-unsur yang terkait dalam suatu proyek, adalah sebuah syarat yang harus ada dala suatu pekerjaan.

Tempat proyek aman dari gangguan-gangguan yang bersifat ekstern dan kondisi cuaca yang baik dapat mempermudah dalam proses pelaksanaan proyek.

f. Pengendalian mutu

Pengendalian mutu waktu serta biaya baik dan teratur akan mencapai target pelaksanaan pekerjaan sesuai yang direncanakan.

4. Dari hasil analisis yang dilakukan menggunakan Metode SNI dan Program Response 2000 menghasilkan kesimpulan bahwa kapasitas penampang balok beton bertulang masih memenuhi kriteria yaitu lebih besar dari momen ultimit. Dilakukan perhitungan menggunakan metode SNI pada balok tipe B7 untuk lantai 2 dan 3, didapatkan Mn 52 kNm sama dengan hasil analisis dari Program Response-2000 didapatkan Mn sebesar 52 kNm. Momen ultimit balok tipe B7 lantai 2 dan 3 yang didapatkan dari perhitungan SAP 2000 sebesar 5,2461 kNm. Sehingga momen nominal balok tipe B7 untuk lantai 2 dan 3 lebih besar dari momen ultimitnya. Ini berarti bahwa balok tipe B7 untuk lantai 2 dan 3 memenuhi kriteria persyaratan perencanaan balok beton bertulang.

5.2 Saran

Setelah mengamati dan menganalisa persoalan-persoalan yang timbul pada pelaksanaan proyek tersebut, maka dapat diberikan saran-saran sebagai berikut: 1. Sebelum pelaksanaan setiap pekerjaan, hendaknya segala sesuatu

benar. Sehingga pada saat pelaksanaan tidak mengalami hambatan yang dapat mengganggu kelancaran pekerjaan.

2. Pelaksanaan pekerjaan di lapangan harus tetap mengacu kapada RKS dan gambar kerja.

3. Perlunya penerapan sistem manajemen yang baik dan profesional, untuk menghindari adanya double handling dan idle.

4. Dalam pemilihan tenaga kerja sebaiknya dipilih tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan ahli dalam bidangnya sehingga dapat menghasilkan pekerjaan yang sesuai baik mutu, biaya maupun waktunya.

5. Pengujian material yang dipakai sangat perlu dilakukan, agar dapat diketahui apakah material tersebut sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. 6. Pengawasan dan pengecekan terhadap pelaksanaan terhadap

pelaksanaan suatu pekerjaan dilakukan dengan benar dan teliti sesuai dengan spesifikasi dalam Dokumen Kontrak agar kualitas pekerjaan dapat dipertanggung jawabkan.

7. Keberhasilan proyek sangat dipengaruhi oleh faktor tenaga kerja, untuk itu jaminan keselamatan kerja dan perhatian terhadap pekerja sangat penting agar seluruh orang yang terlibat dalam proyek melaksanakan tugasnya dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Pekerjaan Umum. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung. SKSNI T15-1991 1-03.

Dipohusodo, Istimawan. 1999. Struktur Beton Bertulang. PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Kusuma, Gedeon & Vis, C. W. 1993. Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang. Edisi kedua. Erlangga, Jakarta.

Dalam dokumen Halaman Judul LAPORAN KERJA PRAKTIK PELA (Halaman 93-100)

Dokumen terkait