BAB V : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.2. Hasil Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif dalam penelitian ini dideskripsikan melalui nilai minimum, maksimum, rata-rata dan standar deviasi dari masing-masing variabel yang diamati dalam penelitian ini, seperti terlihat pada Tabel 5.2 di bawah ini.
Tabel 5.2. Hasil Analisis Deskriptif No Variabel Penelitian Analisis Deskriptif Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1 Earning per Share (EPS=X1) Terendah (361.00) (355.00) (52.00) (275.00) (151.00) Tertinggi 7,382.00 142.00 104.00 79.00 153.00 Rata-rata 411.11 21.96 24.18 2.87 20.92 Standar Deviasi 1,556.15 92.26 34.60 66.63 51.78 2 Book Value per Share (BVS=X1) Terendah (2,730.00) (3,088.00) (3,636.00) (3,912.00) (4.25) Tertinggi 1,791.00 1,190.00 1,234.00 1,225.00 1,275.00 Rata-rata 319.65 267.78 228.57 194.65 377.90 Standar Deviasi 781.92 778.31 893.30 943.11 323.81 3 Price Earning Ratio (PER=X3) Terendah (21.03) (213.30) (197.93) (429.12) (63.98) Tertinggi 47.55 117.98 102.82 46.15 211.61 Rata-rata 6.86 14.96 21.33 (16.85) 18.68 Standar Deviasi 15.31 58.22 55.37 92.93 46.94 4 Debt to Equity Ratio (DER=X4) Terendah (46.76) (2.23) (1.99) (1.85) (1.83) Tertinggi 19.91 5.50 7.13 7.75 7.78 Rata-rata 0.19 1.37 1.62 1.42 1.36 Standar Deviasi 11.09 1.60 1.98 1.75 1.69 5 Return on Asset (ROA=X5) Terendah (0.63) (0.14) (0.15) (0.20) (0.03) Tertinggi 0.38 0.13 1.15 0.07 0.06 Rata-rata 0.01 0.03 0.12 (0.00) 0.01 Standar Deviasi 0.17 0.06 0.29 0.06 0.02 6 Return on Equity (ROE=X6) Terendah (0.89) (0.25) (0.03) (0.36) (0.05) Tertinggi 0.96 0.31 9.37 0.16 0.19 Rata-rata 0.06 0.08 0.62 0.02 0.05 Standar Deviasi 0.31 0.11 1.96 0.11 0.05 7 Harga Saham (Y) Terendah 35.00 50.00 0.00 0.00 0.00 Tertinggi 6,620.00 1,620.00 1,015.00 1,150.00 5,151.00 Rata-rata 825.00 654.70 406.37 410.87 576.35 Standar Deviasi 1,508.34 564.48 305.84 319.90 1,044.15
Deskripsi masing-masing variabel diuraikan sebagai berikut: 1. Variabel Earning per Share (X1)
Seorang investor akan membeli dan mempertahankan suatu saham dengan harapan akan memperoleh dividen atau capital gain. Laba biasanya menjadi dasar penentuan pembayaran dividen, dan kena²8484 nilai saham di masa yang akan datang. Oleh karena itu, para pemegang saham biasanya tertarik dengan angka Earning Per Share (EPS) yang dilaporkan perusahaan. Secara deskriptif EPS perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2005 - 2009 dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 5.3. Hasil Analisis Deskriptif Variabel Earning per Share (EPS) Perusahaan Real Estate dan Property yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2009 No Analisis Deskriptif Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1 Terendah (361.00) (355.00) (52.00) (275.00) (151.00) 2 Tertinggi 7,382.00 142.00 104.00 79.00 153.00 3 Rata – Rata 411.11 21.96 24.18 2.87 20.92 4 Standar Deviasi 1,556.15 92.26 34.60 66.63 51.78 Sumber: Tabel 5.2
Tabel 5.3 di atas mendeskripsikan bahwa EPS terendah perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2005-2009 sebesar -361% yang terjadi pada tahun 2005 dan tertinggi sebesar 7.382% yang juga terjadi pada tahun 2005. Dapat dikatakan bahwa EPS perusahaan cenderung mengalami penurunan setiap tahunnya, hal ini terlihat dari nilai rata-rata EPS pada tahun 2005 sebesar 411.11% dengan standar deviasi 1,556.15% turun menjadi 21.96% pada tahun 2006 dengan standar deviasi 92.26%, dan terus mengalami penurunan pada tahun 2007 dan 2008, masing-masing 24.18% dan 2.87% dengan
standar deviasi masing-masing 34.60% dan 66.63%. EPS perusahaan kembali mengalami kenaikan pada tahun 2009 sebesar 20.92% dengan standar deviasi 51.78%. Secara rata-rata EPS perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2006-2009 masih positif, kondisi ini setidaknya masih dapat mempertahankan minat investor untuk menanamkan sahamnya di bidang Real Estate dan Property, sekalipun cenderung mengalami penurunan, namun pada tahun 2009 EPS perusahaan mulai bangkit kembali.
2. Variabel Book Value per Share (X2)
Rasio Book Value per Share (BVS) menunjukkan suatu perkiraan approxiamate atau perkiraan nilai (tidak pasti) dari setiap lembar saham biasa yang didasarkan atas asumsi bahwa setiap perubahan assets dapat dilikuidasi menurut nilai bukunya. Apabila harga pasar menunjukkan berada di bawah nilai bukunya, investor memandang bahwa perusahaan tidak cukup potensial. Bila investor pesimis atas proyek suatu saham, banyak saham dijual di bawah nilai bukunya. Sebaliknya jika investor optimis, banyak saham dijual di atas nilai bukunya. Secara deskriptif, Variabel Book Value per Share (BVS) perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2005-2009 ditunjukkan pada tabel berikut ini.
Tabel 5.4. Hasil Analisis Deskriptif Variabel Book Value per Share (BVS) Perusahaan Real Estate dan Property yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2009 No Analisis Deskriptif Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1 Terendah (2,730.00) (3,088.00) (3,636.00) (3,912.00) (4.25) 2 Tertinggi 1,791.00 1,190.00 1,234.00 1,225.00 1,275.00 3 Rata-rata 319.65 267.78 228.57 194.65 377.90 4 Standar Deviasi 781.92 778.31 893.30 943.11 323.81 Sumber: Tabel 5.2
Tabel 5.4 di atas mendeskripsikan BVS terendah perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 20052009 sebesar -3,912% yang terjadi pada tahun 2008 dan tertinggi sebesar 1,791% yang terjadi pada tahun 2005. Dapat dikatakan bahwa secara rata-rata BVS perusahaan cenderung mengalami penurunan setiap tahunnya, hal ini terlihat dari nilai rata-rata BVS pada tahun 2005 sebesar 319.65% dengan standar deviasi 781.92% turun menjadi 267.78% pada tahun 2006 dengan standar deviasi 778.31%, dan terus mengalami penurunan pada tahun 2007 dan 2008, masing-masing 228.57% dan 194.65% dengan standar deviasi masing-masing 893.30% dan 943.11%. BVS perusahaan kembali mengalami kenaikan pada tahun 2009 hingga mencapai angka BVS lebih besar dari angka BVS pada tahun 2005, yaitu sebesar 377.90% dengan standar deviasi 323.81%. Sekalipun BVS perusahaan cenderung mengalami penurunan, namun investor masih optimis untuk berinvestesi, sikap optimis ini pada akhirnya dapat meningkatkan nilai BVS perusahaan pada tahun 2009.
3. Variabel Price Earning Ratio (X3)
Untuk menilai murah atau mahal suatu saham biasanya digunakan analisis rasio price earning ratio (PER). Semakin kecil hasil PER sebuah saham maka semakin baik atau murah harganya untuk diinvestasikan. Secara deskriptif Price Earning Ratio (PER) perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2005-2009 ditunjukkan pada tabel di bawah ini. Tabel 5.5. Hasil Analisis Deskriptif Variabel Price Earning Ratio (PER)
Perusahaan Real Estate dan Property yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2009 No Analisis Deskriptif Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1 Terendah (21.03) (213.30) (197.93) (429.12) (63.98) 2 Tertinggi 47.55 117.98 102.82 46.15 211.61 3 Rata-rata 6.86 14.96 21.33 (16.85) 18.68 4 Standar Deviasi 15.31 58.22 55.37 92.93 46.94 Sumber: Tabel 5.2
Tabel di atas mendeskripsikan bahwa PER terendah perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2005-2009 sebesar -429.12% yang terjadi pada tahun 2008 dan tertinggi sebesar 21.33% yang terjadi pada tahun 2007. Dapat dikatakan bahwa secara rata PER perusahaan cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya, hal ini terlihat dari nilai rata-rata PER pada tahun 2005 sebesar 6.86% dengan standar deviasi 15.31% naik menjadi 14.96% pada tahun 2006 dengan standar deviasi 58.22%, dan kembali mengalami kenaikan pada tahun 2007 menjadi 21.33% dengan standar deviasi masing-masing 55.37%. PER perusahaan mengalami penurunan pada tahun 2008 sebesar -16.85% dengan standar deviasi 92.93% dan kembali mengalami kenaikan pada tahun 2009
menjadi sebesar 18.68% dengan standar deviasi 46.94%. Kecenderungan ini menunjukkan kondisi perusahaan yang kurang baik, karena berbanding terbalik dengan komitmen PER: semakin kecil hasil PER sebuah saham maka semakin baik atau murah harganya untuk diinvestasikan.
4. Variabel Debt to Equity Ratio (X4)
Kesehatan perusahaan dinilai dari kemampuannya memenuhi kewajiban. Untuk mengetahui tingkat kesehatan perusahaan, bisa diukur dengan analisis rasio hutang terhadap modal (debt to equity ratio/DER). Rasio ini mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan untuk melunasi hutangnya dengan total hutang sendiri. Secara deskriptif kondisi DER perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ditunjukkan pada tabel berikut ini.
Tabel 5.6 Hasil Analisis Deskriptif Variabel Debt to Equity Ratio (DER) Perusahaan Real Estate dan Property yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2009 No Analisis Deskriptif Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1 Terendah (46.76) (2.23) (1.99) (1.85) (1.83) 2 Tertinggi 19.91 5.50 7.13 7.75 7.78 3 Rata-rata 0.19 1.37 1.62 1.42 1.36 4 Standar Deviasi 11.09 1.60 1.98 1.75 1.69 Sumber: Tabel 5.2
Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai DER terendah perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2005-2009 sebesar -4,676% yang terjadi pada tahun 2005 dan tertinggi sebesar 162% yang terjadi pada tahun 2007. Dapat dikatakan bahwa secara rata-rata DER perusahaan cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya, hal ini terlihat dari nilai rata-rata
DER pada tahun 2005 sebesar 19% dengan standar deviasi 1,109% naik menjadi 137% pada tahun 2006 dengan standar deviasi 160%, dan kembali mengalami kenaikan pada tahun 2007 menjadi 162% dengan standar deviasi 198%. DER perusahaan mengalami penurunan pada tahun 2008 menjadi 142% dengan standar deviasi 175% dan kembali mengalami kenaikan pada tahun 2009 menjadi sebesar 136% dengan standar deviasi 169%. Kecenderungan ini menunjukkan kondisi perusahaan yang kurang baik, karena DER yang baik tidak lebih dari ambang batas atas 100%.
5. Variabel Return on Assets (X5)
Rasio profitabilitas adalah rasio yang mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan untuk mencetak laba. Kinerja suatu perusahaan akan baik apabila penggunaan aset-aset dilakukan secara tepat dan benar, sehingga dengan demikian laba yang dihasilkan dapat dimaksimalkan. Ini sejalan dengan tujuan investor yaitu memperoleh deviden, dan deviden akan diperoleh jika perusahaan mendapatkan laba. Untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba dengan memanfaatkan aset yang dimilikinya digunakan rasio return on assets (ROA). Secara deskriptif kondisi ROA perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ditunjukkan pada tabel berikut ini.
Tabel 5.7. Hasil Analisis Deskriptif Variabel Return on Assets (ROA) Perusahaan Real Estate dan Property yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2009
No Analisis Deskriptif Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1 Terendah (0.63) (0.14) (0.15) (0.20) (0.03) 2 Tertinggi 0.38 0.13 1.15 0.07 0.06 3 Rata-rata 0.01 0.03 0.12 (0.00) 0.01 4 Standar Deviasi 0.17 0.06 0.29 0.06 0.02 Sumber: Tabel 5.2
Tabel di atas mendeskripsikan bahwa nilai ROA terendah perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2005-2009 sebesar -0.63% yang terjadi pada tahun 2005 dan tertinggi sebesar 0.12% yang terjadi pada tahun 2007. Dapat dikatakan bahwa secara rata-rata ROA perusahaan cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya, hal ini terlihat dari nilai rata-rata ROA pada tahun 2005 sebesar 0.01% dengan standar deviasi 0.17% naik menjadi 0.03% pada tahun 2006 dengan standar deviasi 0.06%, dan kembali mengalami kenaikan pada tahun 2007 menjadi 0.12% dengan standar deviasi 0.29%. ROA perusahaan mengalami penurunan pada tahun 2008 menjadi (0.001)% dengan standar deviasi 0.06% dan kembali mengalami kenaikan pada tahun 2009 menjadi sebesar 0.01% dengan standar deviasi 0.02%. Kecenderungan ini menunjukkan kondisi perusahaan yang baik, sekalipun secara rata-rata tidak mencapai angka di atas 10%. 6. Variabel Return on Equity (X6)
Rentabilitas ekonomi merupakan salah satu rasio untuk mengukur efisiensi penggunaan modal di dalam suatu perusahaan, maka rentabilitas ekonomi sering pula dimaksudkan sebagai kemampuan suatu perusahaan dengan seluruh modal yang
bekerja di dalamnya untuk menghasilkan laba yaitu dengan rasio Return on Equity (ROE). Secara deskriptif kondisi ROE perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ditunjukkan pada tabel berikut ini.
Tabel 5.8. Hasil Analisis Deskriptif Variabel Return on Equity (ROE) Perusahaan Real Estate dan Property yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2009
No Analisis Deskriptif Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1 Terendah (0.89) (0.25) (0.03) (0.36) (0.05) 2 Tertinggi 0.96 0.31 9.37 0.16 0.19 3 Rata-rata 0.06 0.08 0.62 0.02 0.05 4 Standar Deviasi 0.31 0.11 1.96 0.11 0.05 Sumber: Tabel 5.2
Tabel di atas mendeskripsikan bahwa nilai ROE terendah perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2005-2009 sebesar -0.89% yang terjadi pada tahun 2005 dan tertinggi sebesar 9.37% yang terjadi pada tahun 2007. Dapat dikatakan bahwa secara rata-rata ROE perusahaan cenderung mengalami kenaikan setiap tahunnya, hal ini terlihat dari nilai rata-rata ROE pada tahun 2005 sebesar 0.06% dengan standar deviasi 0.31%, naik menjadi 0.08% pada tahun 2006 dengan standar deviasi 0.11%, dan kembali mengalami kenaikan pada tahun 2007 menjadi 0.62% dengan standar deviasi 1.96%. ROE perusahaan mengalami penurunan pada tahun 2008 menjadi 0.02% dengan standar deviasi 0.11% dan kembali mengalami kenaikan pada tahun 2009 menjadi sebesar 0.05% dengan standar deviasi 0.05%. Kecenderungan ini menunjukkan kondisi perusahaan yang baik, sekalipun secara rata-rata nilai ROE perusahaan tidak mencapai angka di atas 10%.
7. Variabel Harga Saham (Y)
Harga saham dimaksud dalam penelitian ini adalah harga yang terbentuk di pasar jual beli saham sesudah tanggal neraca yang dipublikasikan perusahaan Real
Estate and Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Secara deskriptif kondisi Harga Saham perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia ditunjukkan pada tabel berikut ini.
Tabel 5.9. Hasil Analisis Deskriptif Variabel Harga Saham Perusahaan Real Estate dan Property yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2009 No Analisis Deskriptif Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 1 Terendah 35.00 50.00 0.00 0.00 0.00 2 Tertinggi 6,620.00 1,620.00 1,015.00 1,150.00 5,151.00 3 Rata-rata 825.00 654.70 406.37 410.87 576.35 4 Standar Deviasi 1,508.34 564.48 305.84 319.90 1,044.15 Sumber: Tabel 5.2
Tabel di atas mendeskripsikan bahwa nilai harga saham terendah perusahaan Real Estate dan Property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun
2005-2009 sebesar Rp. 35,- yang terjadi pada tahun 2005 dan tertinggi sebesar Rp. 6,620,- yang terjadi pada tahun 2005. Dapat dikatakan bahwa secara rata Harga
Saham perusahaan cenderung mengalami penurunan setiap tahunnya, hal ini terlihat dari nilai rata-rata HS pada tahun 2005 sebesar Rp. 825,- dengan standar deviasi Rp. 1,508.34, turun menjadi Rp. 654,- pada tahun 2006 dengan standar deviasi Rp. 564.48,- dan kembali mengalami penurun pada tahun 2007 menjadi Rp. 406.37,- dengan standar deviasi Rp. 319.90,-. Harga saham perusahaan mengalami kenaikan
pada tahun 2008 dan 2009, masing-masing 410.87 dan 576.35 dengan standar deviasi masing-masing Rp. 319.90,- dan Rp. 1,044.15,-