BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Hasil Analisis Inferensia
Pada analisis regresi, dikenal variabel respon dan variabel prediktor. Variabel yang berperan sebagai variabel respon dalam penelitian ini adalah Kemampuan Literasi Matematik (KLM) dan Kesalahan Siswa dalam Menjawab Soal Matematika. Pada bagian ini Kemampuan Literasi Matematik dan Kesalahan Siswa dalam Menjawab Soal Matematika diduga dipengaruhi oleh variabel independen, yaitu: Minat belajar matematika siswa, asal sekolah, lokasi sekolah, dan Pengetahuan Awal Matematika siswa.
1. Uji Asumsi Klasik
Model regresi berganda (multiple regression) maupun regresi multivariat (multivariate regression) dapat disebut sebagai model yang baik apabila model tersebut memenuhi kriteria BLUE (Best Linear Unbiased Estimator). Keterandalan koefisien regresi yang dihasilkan dapat diketahui dengan melakukan uji asumsi klasik. Uji asumsi klasik yang digunakan untuk
0.00%
10.00%
20.00%
30.00%
40.00%
50.00%
60.00%
70.00%
Tinggi Sedang Rendah
16.02%
61.90%
22.08%
Persentase PAM Siswa di Sekolah Pusat Kota Kendari
41
membentuk model regresi multivariat pada bagian ini meliputi; Pengujian kebebasan antar variabel respon dan pengujian normalitas data. Jika data telah memenuhi asumsi, langkah selanjutnya adalah membuat estimasi parameter dari persamaan regresi multivariat. Setelah parameter model regresi multivariat diestimasi, selanjutnya dilakukan pemilihan model terbaik.
2. Uji Kebebasan Antar Variabel Respon
Pengujian ini digunakan untuk mengetahui apakah antar variabel respon saling independen atau tidak. Pengujian ini menggunakan uji Bartlett Sphericity, dengan hipotesis pengujian sebagai berikut:
H0: Antar variabel respon bersifat independen Ha: Antar variabel respon bersifat dependen
Hasil pengujian hipotesis menggunakan Bartlett Sphericity Test dapat dilihat pada Tabel 4.5 berikut.
Tabel 4.5 Hasil Pengujian Kebebasan Antar Variabel Respon Menggunakan Bartlett Sphericity Test
Bartlett's Test of Sphericity
(Chi-Square) Df P-Value
57,091 1 0,000
Berdasarkan Tabel 4.5 terlihat bahwa dengan menggunakan α = 0,05 nilai P-Value dari uji Bartlett < α. Dengan demikian H0 ditolak. Dengan ditolaknya H0 dapat disimpulkan bahwa antar variabel respon bersifat dependen. Ini berarti variabel Kemampuan Literasi Matematik dan Kesalahan Siswa dalam Menjawab Soal Matematika saling berhubungan, sehingga asumsi pertama untuk regresi multivariat telah terpenuhi.
3. Uji Normalitas Variabel Respon
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah variabel respon (dependen) berdistribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas pada penelitian ini dilakukan secara univariat dan multivariat. Jika data tidak memenuhi asumsi normalitas maka pengujian hipotesis selanjutnya dilakukan menggunakan statistika nonparametrik. Hipotesis yang digunakan dalam pengujian normalitas univariat ini adalah:
Untuk variabel respon Kemampuan Literasi Matematik:
H0 : variabel respon Kemampuan Literasi Matematika berdistribusi normal univariat
Ha : variabel respon Kemampuan Literasi Matematik tidak berdistribusi normal univariat
Untuk variabel respon Kesalahan Siswa dalam Menjawab Soal Matematika:
H0 : variabel respon Kesalahan Siswa dalam Menjawab Soal Matematika berdistribusi normal univariat
Ha : variabel respon Kesalahan Siswa dalam Menjawab Soal Matematika tidak berdistribusi normal univariat
Pengujian hipotesis menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test dan Shapiro-Wilk Test yang hasilnya dapat dilihat pada Tabel 4.6.
Tabel 4.6 Hasil Pengujian Normalitas Univariat Variabel Respon Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistik df P-Value Statistik Df P-Value
KLM 0,102 674 0,000 0,969 674 0,000
Frekuensi
Kesalahan 0,341 674 0,000 0,588 674 0,000
Berdasarkan Tabel 4.6 terlihat bahwa dengan menggunakan α = 0,05 nilai P-Value dari data KLM dan Kesalahan < α. Dengan demikian H0ditolak. Dengan ditolaknya H0dapat disimpulkan bahwa variabel respon tidak memenuhi asumsi distribusi normal univariat.
Hipotesis yang digunakan dalam pengujian normalitas multivariat ini adalah:
H0 : variabel respon berdistribusi normal multivariat Ha : variabel respon tidak berdistribusi normal multivariat
Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan beberapa pengujian diantara yaitu, menggunakan Mardia mSkewness dan Mardia mKurtosis, uji Henze-Zirkler, Doornik-Hansen, Q-Q Plot dan lain-lain. Pada pengujian ini akan digunakan Mardia mSkewness dan Mardia mKurtosis, uji Henze-Zirkler, Doornik-Hansen. Hasilnya dapat dilihat pada Tabel 4.7 berikut:
Tabel 4.7 Hasil Pengujian Normalitas Multivariat Variabel Respon Statistik
(Chi-Square) Prob>(Chi-Square)
Mardia mSkewness 6161,974 0,000
Mardia mKurtosis 1,43.105 0,000
Henze-Zirkler 201,414 0,000
Doornik-Hansen 1590,854 0,000
Berdasarkan Tabel 4.7 terlihat bahwa dengan menggunakan α = 0,05 nilai Prob>Chi-Square > α. Dengan demikian H0 ditolak. Dengan ditolaknya H0 dapat disimpulkan bahwa
43
variabel respon tidak memenuhi asumsi distribusi normal multivariat. Karena asumsi normalitas data secara univariat dan multivariat tidak terpenuhi maka regresi multivariat yang menggunakan Ordinary Least Square (OLS) sebagai estimasi parameter model regresi, tidak dapat dilakukan. Untuk melakukan pengujian hipotesis, estimasi parameter dilakukan menggunakan statistik nonparametrik menggunakan Partial Least Square.
4. Hasil Uji Pengaruh Minat Belajar Matematika Siswa, Asal Sekolah, Lokasi Sekolah, dan Pengetahuan Awal Mahasiswa Terhadap Kemampuan Literasi Matematik dan Kesalahan Siswa dalam Menjawab Soal Matematika
Karena asumsi kenormalan data secara multivariat tidak terpenuhi maka pengujian hipotesis dan estimasi parameter dilakukan menggunakan statistik nonparametrik menggunakan Partial Least Square (PLS). Diagram path dari pengujian ini dapat dilihat pada Gambar 4.20 berikut.
Gambar 4.20 Diagram Uji-T Path Anaysis dengan Estimasi Partial Least Square Hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut.
Tabel 4.8 Hasil Pengujian Hipotesis Penelitian
Asal sekolah (X2) -0,206556 5,485148*
Lokasi Sekolah (X3) -0,086759 2,508778*
PAM (X4) 0,344840 9,316611*
Kesalahan (Y2)
Minat Belajar Matematika (X1)
-0,033962 1,104618 Asal sekolah (X2) 0,207433 4,909280*
Lokasi Sekolah (X3) 0,016002 0,418669
PAM (X4) -0,304167 7,814822*
*Signifikan pada alpha 5%
Berdasarkan Tabel 4.8 dapat diketahui bahwa variabel Minat Belajar Matematika (X1), Asal sekolah (X2), Lokasi Sekolah (X3), PAM (X4) pada variabel respon Kemampuan Literasi Matematik (Y1) memperoleh nilai T Statistics > T-Value = 1,96. Sedangkan pada variabel respon Kesalahan Siswa dalam Menjawab Soal Matematika (Y2), variabel prediktor Minat Belajar Matematika (X1) dan Lokasi Sekolah (X3) memperoleh nilai T Statistics < T-Value = 1,96. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel prediktor berpengaruh signifikan pada variabel respon Kemampuan Literasi Matematik (Y1) dan variabel prediktor prediktor Minat Belajar Matematika (X1) dan Lokasi Sekolah (X3) tidak berpengaruh signifikan pada variabel respon Kesalahan Siswa (Y2).
Berdasarkan hasil estimasi parameter pada Tabel 4.8, model persamaan regresi menggunakan Partial Least Square (PLS) yang diperoleh adalah:
Y = 0,066122 X1- 0,206556 X2- 0,086759 X3+ 0,344840 X4
Y = 0,207433 X2– 0,304167 X4
dengan:
Y : Nilai Duga Kemampuan Literasi Matematik
Y : Nilai Duga Kesalahan Siswa dalam Menjawab Soal Matematika
Setelah mendapatkan model persamaan regresi, kemudian dilakukan interpretasi terhadap model tersebut. Interpretasi dilakukan pada variabel yang signifikan. Dari Tabel 4.8 terlihat bahwa variabel minat belajar matematika siswa (X1) secara signifikan hanya
45
mempengaruhi variabel kemampuan literasi matematik (Y1). Sedangkan terhadap kesalahan siswa (Y2), minat belajar matematika (X1) tidak berpengaruh signifikan. Interpretasi dari model regresi Partial Least Square (PLS) adalah sebagai berikut:
i) Interpretasi pada variabel respon Kemampuan Literasi Matematik (KLM)
Variabel minat belajar matematika (X1) memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan literasi matematik siswa (Y1). Peningkatan minat belajar matematika siswa sebesar satu satuan akan meningkatkan kemampuan literasi matematik siswa sebesar 0,066122.
Variabel asal sekolah (X2) memberikan pengaruh negatif terhadap kemampuan literasi matematik siswa (Y1). Artinya pada setiap kenaikan minat belajar matematika siswa (X1), lokasi sekolah (X3) dan Pengetahuan Awal Matematika (X4), terdapat perbedaan Kemampuan Literasi Matematik (KLM) siswa yang berasal dari SMP dan MTsN.
Perbedaan tersebut adalah sebesar 0,206556 lebih rendah untuk siswa SMPN.
Variabel lokasi sekolah (X3) memberikan pengaruh negatif terhadap kemampuan literasi matematik siswa (Y1). Artinya pada setiap kenaikan minat belajar matematika siswa (X1), asal sekolah (X2) dan Pengetahuan Awal Matematika (X4), terdapat perbedaan Kemampuan Literasi Matematik (KLM) siswa yang berlokasi di pinggir kota dan di pusat kota. Perbedaan tersebut adalah sebesar 0,086759 lebih rendah untuk siswa yang berlokasi di pinggir Kota Kendari.
Variabel Pengetahuan Awal Matematika (X4) memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan literasi matematik siswa (Y1). Peningkatan Pengetahuan Awal Matematika (PAM) siswa sebesar satu satuan akan meningkatkan kemampuan literasi matematik siswa sebesar 0,344840.
Variabel minat belajar matematika memberikan pengaruh positif bagi Kemampuan Literasi Matematik siswa, semakin tinggi minat belajar matematika seorang siswa maka Kemampuan Literasi Matematik siswa tersebut juga akan semakin tinggi. Karena minat belajar matematika pada dasarnya minat adalah sebuah penerimaan interaksi/hubungan antara diri sendiri terhadap hal-hal lain yang berada di luar diri. Penerimaan siswa terhadap Kemampuan Literasi Matematik inilah yang secara spesifik kita sebut sebagai minat belajar matematika pada penelitian ini. Semakin erat atau kuat interaksi/hubungan antara siswa dan Kemampuan Literasi Matematik tersebut, semakin besar juga minat belajar matematika siswa itu 29 . Pengaruh positif yang diberikan variabel minat belajar matematika ini juga
29Slameto, op. cit., h. 180.
menunjukkan bahwa siswa memberikan perhatian, daya tarik, kesenangan, kemauan untuk tahu lebih banyak; dan Ketekunan yang sebanding dengan Kemampuan Literasi Mtematiknya30.
Pengetahuan Awal Matematika siswa memberikan pengaruh positif terhadap Kemampuan Literasi Matematik (KLM) siswa. Dengan demikian benarlah bahwa pengetahuan awal atau dasar matematika ini sangat penting untuk membawa siswa dalam menyukseskan pelaksanaan proses belajar31. Pengetahuan awal matematika menjadi faktor yang mempengaruhi Kemampuan Literasi Matematik (KLM) siswa. Semakin tinggi kemampuan awal seorang siswa, maka semakin tinggi pula Kemampuan Literasi Matematik (KLM) siswa tersebut. Sebaliknya, semakin rendah Pengetahuan Awal Matematika siswa maka Kemampuan Literasi Matematik siswa itupun akan rendah. Dengan memiliki Pengetahuan Awal Matematika yang mumpuni, siswa akan lebih mudah memahami dan menyelesaikan masalah-masalah Literasi Matematik karena pengetahuan yang telah dimilikinya tersebut memberikan informasi alur berpikir dalam menyelesaikan masalah literasi matematik.
Asal sekolah dan lokasi sekolah juga turut memberikan pengaruh yang signifikan.
Asal sekolah yang dimaksud adalah SMPN atau MTsN di Kota Kendari dan lokasi sekolah yang dimaksud adalah sekolah di pinggir kota atau sekolah di pusat kota. Perbedaan kemampuan literasi matematika siswa SMPN dan MTsN di Kota Kendari baik berdasarkan level literasi matematiknya maupun berdasarkan kontennya dapat dilihat pada Gambar 4.3, Gambar 4.4, Gambar 4.5 dan Gambar 4.6. Menurut Gambar tersebut dapat diketahui bahwa baik berdasarkan level literasi matematik maupun berdasarkan konten soalnya, siswa MTsN lebih unggul dibandingkan dengan siswa SMPN. Sedangkan untuk interpretasi pengaruh yang diberikan lokasi sekolah terhadap Kemampuan Literasi Matematik (KLM) mendukung pendapat yang dikemukakan oleh Richard Clark dalam penelitiannya, bahwa hasil belajar siswa di sekolah 30% dipengaruhi oleh lingkungan32. Ketersediaan sarana/prasarana seperti Tempat belajar, perlengkapan belajar, materi pelajaran dan kondisi lingkungan belajar yang termasuk dalam aspek lingkungan fisik33 pada sekolah-sekolah yang berlokasi di wilayah pusat kota Kendari dan pinggir kota Kendari tentu berbeda. Sekolah pada pusat kota Kendari tentu memiliki sarana dan prasarana yang lebih baik dan akses layanan pendidikan yang lebih
30Sunaenah, op. cit., h. 19-20.
31Kadir dan La Masi, op. cit., h. 46.
32Nana Sudjana, op. cit., h. 37.
33Syah, M. op. cit., h. 37.
47
dekat dibanding dengan sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggir kota Kendari, seperti perpustakaan daerah, toko-toko buku, dan lain-lain.
ii) Interpretasi pada variabel respon Kesalahan Siswa dalam menjawab soal Matematika
Variabel asal sekolah (X2) memberikan pengaruh negatif terhadap kemampuan literasi matematik siswa (Y1). Artinya pada setiap kenaikan Pengetahuan Awal Matematika (X4), terdapat perbedaan Kesalahan dalam menjawab soal siswa yang berasal dari SMP dan MTsN. Perbedaan tersebut adalah sebesar 0,207433 lebih tinggi untuk siswa SMPN.
Variabel Pengetahuan Awal Matematika (X4) memberikan pengaruh negatif terhadap kemampuan literasi matematik siswa (Y1). Peningkatan Pengetahuan Awal Matematika (PAM) siswa sebesar satu satuan akan menurunkan kesalahan siswa dalam menjawab soal sebesar 0,304167.
Literasi matematika (Mathematical Literacy) yang di rumuskan Programme for Internasional Student Assesment (PISA), menjelaskan bahwa literasi matematik (Mathematical Literacy) sebagai kemampuan individu dalam merumuskan, menerapkan, dan menerjemahkan/memaknai matematika dalam berbagai situasi/konteks34. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa variabel Pengetahuan Awal Matematika (PAM) siswa berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kesalahan siswa dalam menjawab soal. Hal ini tentu saja menjelaskan bahwa semakin baik Pengetahuan Awal Matematika (PAM) yang dimiliki seorang siswa maka kemampuannya dalam merumuskan, menerapkan, dan menerjemahkan/memaknai matematika dalam segala situasi juga akan semakin baik.
Sehingga mengurangi kesalahannya dalam menjawab soal. Variabel asal sekolah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Kesalahan Siswa dalam menjawab soal. Artinya asal sekolah juga turut memberikan pengaruh terhadap kemungkinan siswa memberikan jawaban yang keliru. Asal sekolah yang dimaksud dalam penelitian ini adalah berasal dari SMPN atau berasal dari MTsN di Kota Kendari. Secara keseluruhan, baik siswa SMPN maupun MTsN di Kota Kendari didominasi kesalahan konsep dan prosedur dalam menjawab soal literasi matematik yang diberikan. Secara deskriptif perbedaan kesalahan yang dilakukan siswa dapat dilihat pada Gambar 4.8 dan Gambar 4.9.
34OECD, op. cit., h. 5
Berdasarkan keterangan dari guru dan siswa yang diwawancarai diperoleh informasi bahwa dalam pembelajaran di kelas, guru belum banyak menyertakan soal-soal literasi matematik dalam mengasah kemampuan berpikir siswa, melainkan hanya terbatas pada soal-soal rutin semata. Sehingga siswa merasa asing ketika dihadapkan dengan soal-soal-soal-soal literasi matematik yang lebih bersifat kontekstual. Hal ini mengakibatkan siswa merasa kesulitan dalam menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Guru juga menjelaskan bahwa kendala terbesar siswa dalam menyelesaikan masalah matematika adalah karena pengetahuan dasar matematika siswa yang masih rendah. Siswa belum menguasai operasi bilangan bulat dan pecahan seperti: penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, utamanya pada materi pecahan. Keterangan dari guru ini didukung dengan pengakuan siswa yang mengaku sulit menyelesaikan beberapa soal karena merasa materi menyangkut soal tersebut belum diajarkan, padahal sebenarnya sudah. Siswa juga mengaku belum begitu memahami operasi pecahan, dan persoalan geometri.
5. Koefisien Determinasi (R2)
Setelah melakukan pengujian hipotesis, maka dilanjutkan dengan melihat nilai dari Koefisien Determinasi (R2). Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui berapa persen kemampuan variabel prediktor dalam menjelaskan variabel respon. Berdasarkan pengujian yang dilakukan diperoleh nilai R2 untuk variabel Y1sebesar 17,0838% dan nilai R2 untuk variabel Y2sebesar 12,9744%. Artinya, variabel Minat Belajar Matematika (X1), Asal Sekolah (X2), Lokasi Sekolah (X3), dan Pengetahuan Awal Matematika (X4) dapat menjelaskan variabel Kemampuan Literasi Matematik (KLM) Mahasiswa sebesar 17,0838%, sedangkan 82,9162% lainnya dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Dan variabel Minat Belajar Matematika (X1), Asal Sekolah (X2), Lokasi Sekolah (X3), dan Pengetahuan Awal Matematika (X4) dapat menjelaskan variabel Kesalahan Siswa dalam Menjawab Soal (Y2) sebesar 12,9744%, sedangkan 87,0256% lainnya dijelaskan oleh variabel lain diluar model.
49
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Berdasarkan asal sekolahnya, Kemampuan Literasi Matematik (KLM) siswaMTs1Nlebih baik dibandingkan Kemampuan Literasi Matematik (KLM) siswa SMP. Sedangkan berdasarkan lokasinya, Kemampuan Literasi Matematik (KLM) siswa yang berlokasi di pusat kota lebih baik dibandingkan Kemampuan Literasi Matematik (KLM) siswa yang berlokasi di pinggir kota.
2. Kesalahan-kesalahan siswa dalam menjawab soal Kemampuan Literasi Matematik (KLM) didominasi kesalahan konsep dan kesalahan prosedur.
3. Kemampuan Literasi Matematik (Y1) siswa dipengaruhi secara signifikan oleh variabel Minat Belajar Matematika (X1), Asal Sekolah (X2), Lokasi Sekolah (X3), dan Pengetahuan Awal Matematika (X4). Sedangkan variabel Kesalahan yang dilakukan siswa dalam menjawab soal (Y2) dipengaruhi secara signifikan oleh variabel Asal Sekolah (X2) dan Pengetahuan Awal Matematika (X4).
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran yang dapat diberikan kepada peneliti selanjurnya adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan koefisien determinasi (R2) dari penelitian ini maka disarankan untuk menambah variabel prediktor.
Proses Wawancara harus dilakukan secara lebih mendalam terhadap subjek wawancara
DAFTAR PUSTAKA
Afidah dan Khairunnisa. Matematika Dasar. Jakarta: Rajawali Pers.Ix, 2014.
Asra, Abuzar dan Achmad Prasetyo. Pengambilan Sampel Dalam Penelitian Survei. Cet. 1;
Jakarta: PT Rajawali Pers, 2015.
Badan Pusat Statistik. Kota Kendari dalam Angka. Kendari: BPS, 2017.
Berlian, Nur. “Faktor-faktor yang Terkait Rendahnya Pencapaian Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun”. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. Vol.17. No. 1, (2011), h. 53-54.
Halistin. Kadir, dan La Masi.“Deskripsi Pengetahuan Dasar Matematika Siswa Kelas IX SMP Se-Kota Kendari”. Jurnal Pendidikan Matematika.(Januari 2015). 6(1): 1.
Hendriana, Heris dan Utari Soemarmo. Penilaian Pembelajaran Matematika. Bandung: PT.
Refika Aditama, 2014.
Kadir dan La Masi.“Penggunaan Konteks dan Pengetahuan Awal Matematika dalam Pembelajaran Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa”. Jurnal Pendidikan Matematika, (Januari 2014). 5(1):46.
Karso, dkk. Pendidikan Matematika 1. Jakarta: Universitas Terbuka, 2009.
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Diakses di www.kbbi.kemdikbud.go.id, pada tanggal 22 November 2017.
Khannatul, Fitriyani. “Analisis Kesalahan dalam Mengerjakan Soal Matematika Bentuk Uraian pada Pokok Bahasan Persamaan dan Pertidaksamaan Kuadrat Kelas X Semester 1 SMA Negeri 1 Guntur”. Skripsi. UNNES Semarang, 2009.
NCTM. Principles and Standards for School Mathematics. Reston: NCTM, 2000.
Mahdiansyah dan Rahmawati. “Literasi Matematika Siswa Pendidikan Menengah: Analisis Menggunakan Desain Tes Internasional dengan Konteks Indonesia”. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. (Desember 2014).20(4): 467.
Maulana, Agus dan Hasnawati. “Deskripsi Kemampuan Literasi Matematika Siswa Kelas VIII-2 SMP Negeri 15 Kendari”, Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika. (Mei 2016).4(2):1-7.
OECD. PISA 2015: Draft Mathematics Framework. Paris: OECD Publishing. 2013.
Setyowaty, Mira Sri. Faad Maonde, dan Asrul Sani. “Pengaruh Pembelajaran Kooperatif, Perilaku Berkarakter dan Pengetahuan Dasar Siswa terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa”. Jurnal Pendidikan Matematika. (Juli 2014).5(2). 146.
Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
Stacey, K,. “Mathematical and Scientific Literacy Around The World”. Journal of Science and Mathematics Education in Southeast Asia, (2010). 33(1):1.
Nana Sudjana. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Cet. 13; Bandung: Grafindo Persada, 2004.
51
Sunaenah. “Perbandingan Minat Belajar Matematika Antara Siswa yang Menggunakan Pendekatan Pembelajaran Kooperatif Tehnik TPS (Think-Pair-Share) dengan Siswa yang Menggunakan Metode Pemberian Tugas”. Skripsi .Jurusan Pendidikan Matematika, FITK, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.(2007): 19-20.
Syah, Muhibbin. Psikologi Belajar. Bandung: Grafindo Persada, 2004.
BIODATA PERSONIL PENELITI
1. Ketua Peneliti
Nama Lengkap : Tandri Patih, S.Pd., M.Si.
ID Peneliti : 201112900108000
NIDN/NIP : 2011129001
Tempat/Tanggal lahir : Kendari/ 11 Desember 1990
Alamat : Jalan Pattimura, Lrg. Samaturu, No. 3, Kel. Puuwatu, Kec. Puuwatu, Kota Kendari.
No. Contact : 082292872769 / 085656523292
Email : [email protected]
Jenis Kelamin : Laki-laki
Bidang Keahlian : Pendidikan Matematika, Statistika
Kantor/Unit Kerja : Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari
Alamat Kantor : Jalan Sultan Qaimuddin, No. 17 Baruga-Kota
Kendari, Telp. (0401) 3192081, Fax (0401) 3193710 Riwayat Pendidikan Tinggi :
NO Perguruan Tinggi Kota dan Negara Tahun Lulus
Mahasiswa dalam Menganalisis Data Statistik 2017 Karya Ilmiah yang di Telah Publikasikan :
No Judul Karya Ilmiah
1. Penerapan Pendekatan Open-Ended Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Matematik Siswa SMP
(Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, Nomor 1, Januari 2013)
2. Multigroup Struktural Equation Modeling dengan Partial Least Square pada Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IX SMP Negeri di Kota Kendari
(Prosiding Konferensi Nasional Matematika XVII – 2014, 11 – 14 Juni 2014, ITS Surabaya)
3. Analisis Pengetahuan Dasar Matematika Siswa SMP Negeri 3 Kendari Sebagai Gambaran Persiapan Siswa Dalam Menghadapi Ujian Nasional
(Jurnal Al-Tadib, Vol. 9, No. 1, Januari – Juni 2016)
53
4. Meningkatkan Keindahan Arsitektur Jembatan Surya Lembayung Kebun Raya Bogor dengan Tanaman Lanskap
(E-Jurnal Arsitektur Lansekap, ISSN: 2442-5508, Vol. 3, No. 1., April 2017) 2. Anggota
Nama Lengkap : Luthfiah Jufri, S.Si., M. Pd.
ID Peneliti : 200806880213000
NIDN/NIP : 2008068802
Tempat/Tanggal lahir : Kolaka, 8 Juni 1988
Alamat : Jl. Martandu Lr. Kharisma 3 A 50 Kendari
No. Contact : 085298296586
Email : [email protected]
Jenis Kelamin : Perempuan
Bidang Keahlian : Matematika, Pendidikan Matematika
Kantor/Unit Kerja : Tadris Matematika, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari
Alamat Kantor : Jalan Sultan Qaimuddin, No. 17 Baruga-Kota
Kendari, Telp. (0401) 3192081, Fax (0401) 3193710 Riwayat Pendidikan Tinggi :
NO Perguruan Tinggi Kota dan Negara Tahun Lulus Bidang Studi
1. UIN Alauddin Makassar 2010 Matematika
2. UNM Makassar 2013 Pendidikan
Matematika
Pengalaman Riset :
No Judul Riset Tahun
1.
Penerapan Analisis Faktor dalam Menentukan Variabel yang Mempengaruhi Nasabah Bank Muamalat di Kota Palopo
2010 2. Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi
Efikasi Diri dan Kaitannya dengan Prestasi Belajar Matematika Kelas XI SMA Negeri Kendari
2013
18
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Angket Minat Belajar
1. Instrumen ini berisikan sejumlah pertanyaaan tentang minat belajar Matematika. Isilah angket ini dengan apa adanya sesuai dengan keadaan diri kamu serta usahakanlah untuk mengisi seluruh pertanyaan tanpa ada nomor yang terlewatkan.
2. Bacalah setiap pernyataan dengan teliti.
3. Atas kesediaan dan kerjasama Anda dalam mengisi instrumen ini saya ucapkan terima kasih.
4. Berilah tanda silang (X) pada salah satu alternatif jawaban yang telah disediakan.
Pertanyaan:
1. Dalam setiap pembelajaran matematika, saya memperhatikan penjelasan Guru dengan penuh seksama.
a. Sering Sekali c. Kadang-kadang e. Jarang Sekali
b. Sering d. Jarang
2. Saya membuat catatan khusus untuk materi yang dianggap penting.
a. Sering Sekali c. Kadang-kadang e. Jarang Sekali
b. Sering d. Jarang
3. Saya berkonsentrasi dalam belajar Matematika di kelas.
a. Sering Sekali c. Kadang-kadang e. Jarang Sekali
b. Sering d. Jarang
4. Saya menghafalkan rumus-rumus Matematika pada tiap materi.
a. Sering Sekali c. Kadang-kadang e. Jarang Sekali
b. Sering d. Jarang
5. Saya membuat rangkuman dilembaran khusus pada materi yang saya anggap paling penting.
a. Sering Sekali c. Kadang-kadang e. Jarang Sekali
b. Sering d. Jarang
6. Saya tertarik ketika mempelajari materi-materi baru yang belum diajarkan oleh Guru.
a. Sering Sekali c. Kadang-kadang e. Jarang Sekali
b. Sering d. Jarang
7. Saya memahami rumus-rumus yang berkaitan dengan materi
a. Sering Sekali c. Kadang-kadang e. Jarang Sekali
b. Sering d. Jarang
8. Saya mempelajari materi yang diajarkan sampai saya dapat memahaminya a. Sering Sekali c. Kadang-kadang e. Jarang Sekali
b. Sering d. Jarang
9. Saya senang mempelajari materi yang baru diajarkan
a. Sering Sekali c. Kadang-kadang e. Jarang Sekali
b. Sering d. Jarang
10. Setiap kali memasuki materi baru, saya menghubungkannya dengan materi yang telah diajarkan.
a. Sering Sekali c. Kadang-kadang e. Jarang Sekali
b. Sering d. Jarang
11. Saya berinisiatif mempelajari materi baru walaupun belum diajarkan oleh Guru a. Sering Sekali c. Kadang-kadang e. Jarang Sekali
b. Sering d. Jarang
12. Saya mengetahui tujuan dari materi yang saya pelajari.
a. Sering Sekali c. Kadang-kadang e. Jarang Sekali
b. Sering d. Jarang
13. Setelah pulang dari kampus, saya mengulang materi yang telah diajarkan.
a. Sering Sekali c. Kadang-kadang e. Jarang Sekali
b. Sering d. Jarang
14. Saya dapat menerapkan materi yang telah diajarkan oleh Guru dalam kehidupan sehari-hari.
a. Sering Sekali c. Kadang-kadang e. Jarang Sekali
b. Sering d. Jarang
15. Saya membuat rangkuman setelah Guru menjelaskan materi
a. Sering Sekali c. Kadang-kadang e. Jarang Sekali
b. Sering d. Jarang
a. Sering Sekali c. Kadang-kadang e. Jarang Sekali
b. Sering d. Jarang
17. Saya tidak malu dalam mengemukakan pendapat/ide kepada teman-teman yang lain a. Sering Sekali c. Kadang-kadang e. Jarang Sekali
b. Sering d. Jarang
18. Saya sering mendapatkan nilai yang memuaskan dari tugas yang saya kerjakan a. Sering Sekali c. Kadang-kadang e. Jarang Sekali
18. Saya sering mendapatkan nilai yang memuaskan dari tugas yang saya kerjakan a. Sering Sekali c. Kadang-kadang e. Jarang Sekali