BAB IV HASIL PENELITIAN
B. Hasil Analisis Penelitian
Descriptive Statistics -.003409 .017428530 36 1.0387706 .40563413 36 .9133314 .38567323 36 -.8353483 .98600037 36 Profitabilitas Rasio lancar Rasio cepat Rasio Perputaran modal kerja Mean Std. Deviation N Output 1 Tabel 4.4
Sumber: Lampiran 2
Penjelasan dari analisis dengan menggunakan SPSS 12 di atas adalah sebagai berikut:
1. Jumlah data (N) yang valid adalah sebanyak 36 buah yaitu jumlah bulan yang diteliti sebanyak 36 bulan.
2. Nilai rata-rata (Mean) perubahan ROI (Profitabilitas) adalah -0,003409 3. Nilai rata-rata (Mean) rasio lancar adalah 1,0387706
4. Nilai rata-rata (Mean) rasio cepat adalah 0,9133314
5. Nilai rata-rata (Mean) rasio perputaran modal kerja adalah -0,8353483 6. Deviasi standar dari variabel perubahan ROI adalah 0,017428530 7. Deviasi standar dari variabel rasio lancar adalah 0,40563413 8. Deviasi standar dari variabel rasio cepat adalah 0,38567323
9. Deviasi standar dari variabel rasio perputaran modal kerja adalah 0,98600037
Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008.
USU Repository © 2009
Untuk memberikan interpretasi terhadap kuat atau lemahnya hubungan antara variabel-variabel yang dilihat dari angka koefisien korelasi, maka dapat digunakan pedoman seperti yang tertera pada tabel 4.5.
Tabel 4.5
Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan
0,00-0,199 Sangat rendah 0,20-0,399 Rendah 0,40-0,599 Sedang 0,60-0,799 Kuat 0,80-1,000 Sangat kuat Sumber: Sugiyono (2004: 183)
Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009 Correlations 1.000 .131 .062 .010 .131 1.000 .824 .731 .062 .824 1.000 .919 .010 .731 .919 1.000 . .223 .359 .476 .223 . .000 .000 .359 .000 . .000 .476 .000 .000 . 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 36 Profitabilitas Rasio lancar Rasio cepat Rasio Perputaran modal kerja Profitabilitas Rasio lancar Rasio cepat Rasio Perputaran modal kerja Profitabilitas Rasio lancar Rasio cepat Rasio Perputaran modal kerja Pearson Correlation Sig. (1-tailed) N
Profitabilitas Rasio lancar Rasio cepat
Rasio Perputaran modal kerja Output 2 Tabel 4.6
Sumber: Lampiran 2
Hasil analisis dengan menggunakan SPSS yang ditunjukkan pada tabel di atas akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Rasio lancar
Dari hasil perhitungan diatas, didapatkan angka korelasi antara rasio lancar dengan profitabilitas (ROI) adalah sebesar 0,131. Artinya, hubungan kedua variabel lemah (penjelasan dapat dilihat pada tabel 4.5). Korelasi positif menunjukkan bahwa hubungan antara rasio lancar dengan ROI searah. Artinya jika rasio lancar naik (meningkat) maka akan diikuti dengan kenaikan persentase ROI. Untuk melihat apakah hubungan antara variabel rasio lancar
Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008.
USU Repository © 2009
dengan ROI signifikan atau tidak dapat dilihat dari angka probabilitas (Sig) yaitu sebesar 0,223 yang lebih besar dari 0,05. Ketentuan menyatakan bahwa jika angka probabilitas (Sig) lebih kecil dari 0,05 maka ada hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Sementara pada perhitungan diatas, angka probabilitas (Sig) yang diperoleh adalah sebesar 0,223 yang berarti lebih besar dari 0,05, sehingga diketahui hubungan antara variabel rasio lancar dengan ROI tidak signifikan.
2. Rasio cepat
Angka korelasi antara rasio cepat dengan ROI adalah sebesar 0,062. Artinya, hubungan kedua variabel tersebut lemah. Angka korelasi positif menunjukkan hubungan antara keduanya juga searah. Artinya, jika rasio cepat naik (meningkat) maka akan diikuti dengan kenaikan (peningkatan) rasio profitabilitas (ROI). Pada perhitungan yang ditunjukkan dalam output 2, angka probabilitas (Sig) yang didapat sebesar 0,359 (berarti lebih besar dari 0,05) maka diketahui hubungan antara variabel rasio cepat dengan ROI adalah tidak signifikan.
3. Rasio perputaran modal kerja
Angka korelasi antara rasio perputaran modal kerja dengan ROI adalah sebesar 0,010. Angka ini menunjukkan hubungan kedua variabel tersebut lemah. Nilai positif menunjukkan hubungan yang searah di antara variabel rasio perputaran modal kerja dengan variabel ROI. Artinya kenaikan pada rasio perputaran modal kerja akan diikuti oleh kenaikan ROI. Angka probabilitas (Sig) antara variabel rasio perputaran modal kerja dengan ROI
Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008.
USU Repository © 2009
yang didapat adalah sebesar 0,476 (lebih besar dari 0,05) yang menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut tidak signifikan.
Diantara ketiga variabel bebas yaitu rasio lancar, rasio cepat, dan rasio perputaran modal kerja, dapat dilihat bahwa yang memiliki angka koefisien korelasi yang paling besar terhadap variabel terikat rasio profitabilitas (ROI) adalah rasio lancar. Maka secara teoritis variabel rasio lancar lebih berpengaruh terhadap ROI dibandingkan dengan kedua variabel bebas lainnya.
Variables Entered/Removedb Rasio Perputaran modal kerja, Rasio lancar, Rasio cepata . Enter Model 1 Variables Entered Variables Removed Method
All requested variables entered. a.
Dependent Variable: Profitabilitas b.
Output 3
Tabel 4.7
Sumber: Lampiran 2
Tabel Variables Entered/Removed (b) menunjukkan metode regresi linier berganda yang dipilih yaitu Enter. Pemilihan ini memungkinkan cara menentukan bagaimana variabel independen dimasukkan untuk dianalisis. Metode Enter
Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008.
USU Repository © 2009
memasukkan semua variabel baik independen maupun dependen sekaligus untuk dianalisis. Model Summaryb .185a .034 -.056 .017911448 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), Rasio Perputaran modal kerja, Rasio lancar, Rasio cepat
a.
Dependent Variable: Profitabilitas b.
Output 4
Tabel 4.8
Sumber: Lampiran 2
Penjelasan dari tabel diatas adalah sebagai berikut:
1. Tabel Model Summary menunjukkan nilai (R) yang menyatakan tingkat hubungan diantara variabel adalah sebesar 0,185.
2. Nilai R square atau koefisien determinasi adalah 0,034 yang merupakan hasil pengkuadratan dari koefisien korelasi R yaitu (0,185 x 0,185). Nilai 0,034 mengartikan bahwa variabel independen mampu memberikan penjelasan korelasi ROI sebesar 3,4 %. Sedangkan sisanya yaitu sebesar 96,6 % (100 %-3,4 %) dijelaskan oleh variabel-variaebl lain yang lebih kuat pengaruhnya yang tidak disertakan dalam estimasi model.
Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008. USU Repository © 2009 ANOVAb .000 3 .000 .379 .768a .010 32 .000 .011 35 Regression Residual Total Model 1 Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Predictors: (Constant), Rasio Perputaran modal kerja, Rasio lancar, Rasio cepat a.
Dependent Variable: Profitabilitas b.
Output 5
Tabel 4.9
Sumber: Lampiran 2
Tabel output 5 tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Dari tabel ANOVA atau F test diatas diperoleh F hitung adalah sebesar 0,379 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,768.
2. Df for denumerator = NK = 36-2 = 34, df for numerator = K-1 = 2-1 = 1
maka nilai F tabel pada 5%. Oleh karena F hitung lebih kecil dari F tabel
maka variabel bebas secara serentak memiliki pengaruh terhadap variabel terikat pada tingkat kepercayaan 95 %.
3. Tingkat signifikansi yaitu 0,768 lebih besar dari 0,05, maka model regresi ini kurang tepat dipakai untuk menyatakan pengaruh variabel-variabel bebas (rasio lancar, rasio cepat dan rasio perputaran moda kerja) terhadap variabel ROI tersebut.
Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008.
USU Repository © 2009
Tabel 4.10
Sumber: Lampiran 2
Penjelasan dari tabel di atas adalah sebagai berikut: Output 6
1. Tabel tersebut menunjukkan persamaan regresi:
Y = - 0,022 + 0,010X1 + 0,005X2 – 0.005X3
Dimana:
Y = Rasio Profitabilitas (ROI) X1 = Rasio Lancar
X2 = Rasio Cepat
X3 = Rasio Perputaran Modal Kerja
Konstanta sebesar (-0.022) menyatakan bahwa jika Rasio Lancar, Rasio Cepat, atau Rasio Perputaran Modal Kerja bernilai nol, maka ROI adalah sebesar -0.022. Coefficientsa -.022 .024 -.913 .368 .010 .013 .226 .732 .469 .005 .024 .120 .224 .824 -.005 .008 -.265 -.598 .554 (Constant) Rasio lancar Rasio cepat Rasio Perputaran modal kerja Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig.
Dependent Variable: Profitabilitas a.
Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008.
USU Repository © 2009
Koefisien regresi X1 sebesar 0.010 menyatakan bahwa setiap kenaikan (karena tanda +) satu rupiah untuk rasio lancar akan meningkatkan ROI sebesar 0.010 persen.
Koefisien regresi X2 sebesar 0,005 menyatakan bahwa setiap kenaikan (karena tanda +) satu rupiah untuk rasio cepat akan meningkatkan ROI sebesar 0,005 persen.
Koefisien regresi X3 sebesar – 0,005 menyatakan bahwa setiap penurunan (karena tanda -) satu rupiah rasio perputaran modal kerja akan meningkatkan ROI sebesar 0,005 persen. Dan sebaliknya, setiap peningkatan satu rupiah untuk rasio perputaran modal kerja akan diikuti penurunan ROI sebesar 0,005 persen.
2. Uji t untuk menguji signifikansi konstanta regresi dan variabel dependen: Hipotesis untuk kasus ini:
Ho: Koefisien regresi tidak signifikan. Ha : Koefisien regresi signifikan. Pengambilan keputusan:
a Dengan membandingkan statistik hitung dengan statistik tabel. Jika statistik t hitung < statistik t tabel, maka Ho diterima. Jika statistik t hitung > statistik t tabel, maka Ha diterima.
Dari tabel output di atas terlihat bahwa t hitung adalah sebesar 0,732 untuk rasio lancar. Untuk rasio cepat, t hitung adalah sebesar 0,224. Sementara untuk rasio perputaran modal kerja, t hitung adalah sebesar – 0,598.
Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008.
USU Repository © 2009
Tingkat signifikansi ( ) = 5%,
df (derajat kebebasan) = jumlah data – 2 atau 36 – 2 = 34 maka diperoleh t tabel sebesar 2,0322.
Keputusan: t hitung untuk rasio lancar (0,732), rasio cepat (0,224) dan rasio perputaran modal kerja (-0,598) < t tabel 2.0322, maka Ho diterima (koefisien regresi tidak berpengaruh signifikan) dan Ha ditolak.
b Berdasarkan probabilitas.
Jika probabilitas > 0,005, maka Ho diterima. Jika probabilitas < 0,005, maka Ha ditolak.
Keputusan: terlihat bahwa pada kolom Sig (signifikan) adalah 0,469 untuk rasio lancar, sebesar 0,824 untuk rasio cepat, dan sebesar 0,554 untuk rasio perputaran modal kerja atau probabilitas jauh di atas 0,005, maka Ho diterima yang berarti koefisien regresi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap rasio profitabilitas (ROI).
Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008.
USU Repository © 2009
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada bab sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Nilai koefisien korelasi yang didapat dari hasil perhitungan dalam penelitian ini antara rasio lancar dengan ROI adalah sebesar 0,131. Sesuai dengan tabel 4.5 (tabel pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi), nilai ini menunjukkan bahwa hubungan antara rasio lancar dengan ROI pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi tergolong sangat rendah yaitu berada pada interval koefisien korelasi 0,00-0,199, ini berarti variabel rasio lancar tidak terlalu berpengaruh terhadap ROI. Korelasi positif menunjukkan bahwa hubungan antara rasio lancar dengan ROI searah. Artinya jika rasio lancar naik (meningkat) maka akan diikuti dengan kenaikan persentase ROI.
2. Nilai koefisien korelasi yang didapat antara rasio cepat dengan ROI adalah sebesar 0,062. Sesuai dengan tabel 4.5, nilai ini menunjukkan bahwa hubungan antara rasio cepat dengan ROI adalah sangat rendah yaitu berada pada interval koefisien korelasi 0,00-0,199. Berarti variabel rasio cepat tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap ROI. Angka korelasi positif menunjukkan hubungan antara keduanya juga searah. Artinya, jika rasio cepat naik (meningkat) maka akan diikuti dengan kenaikan (peningkatan) rasio profitabilitas (ROI).
Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008.
USU Repository © 2009
3. Nilai koefisien korelasi yang didapat antara rasio perputaran modal kerja dengan ROI adalah sebesar 0,010. Dimana berdasarkan tabel 4.5 maka nilai ini menunjukkan bahwa hubungan antara rasio perputaran modal kerja dengan ROI tergolong sangat rendah yaitu berada pada interval 0,00-0,199. Jadi variabel rasio perputaran modal kerja juga tidak memiliki pengaruh yang kuat terhadap ROI. Nilai positif menunjukkan hubungan yang searah di antara variabel rasio perputaran modal kerja dengan variabel ROI. Artinya kenaikan pada rasio perputaran modal kerja akan diikuti oleh kenaikan ROI.
4. Nilai R Square atau koefisien determinasi adalah 0,034 yang merupakan hasil pengkuadratan dari koefisien korelasi ( R ) yaitu 0,185 x 0,185. Nilai R Square sebesar 0,034 mengartikan bahwa variabel-variabel rasio lancar, rasio cepat, dan rasio perputaran modal kerja pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi hanya mampu memberikan penjelasan/pengaruh terhadap rasio profitabilitas (ROI) sebesar 3,4 % sedangkan sisanya 96,6 % (100 %- 3,4 %) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk dalam estimasi model.
5. Berdasarkan pengamatan terhadap laporan keuangan Hotel Internasional Sibayak Berastagi, penulis menemukan bahwa perusahaan ini cenderung memiliki ROI yang rendah. Selain itu juga jumlah beban yang tinggi sehingga menghasilkan laba bersih yang cukup rendah bahkan mengalami kerugian pada beberapa periode.
Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008.
USU Repository © 2009 B. SARAN
Saran yang dapat diberikan penulis adalah sebagai berikut:
1. Rasio-rasio modal kerja seperti rasio lancar, rasio cepat, dan rasio perputaran modal kerja sebaiknya diperhatikan, dimana rasio-rasio tersebut memiliki hubungan yang searah dengan rasio profitabilitas (ROI), sehingga adanya peningkatan pada rasio-rasio modal kerja juga akan meningkatkan rasio profitabilitas. Demikian juga, penurunan pada rasio-rasio modal kerja akan berpengaruh terhadap menurunnya rasio profitabilitas.
2. Perusahaan disarankan untuk memperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap profitabilitasnya dimana selama tiga tahun yang digunakan sebagai data, profitabilitas perusahaan cenderung cukup rendah bahkan mengalami kerugian.
Relani Noverita Sianturi : Pengaruh Manajemen Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Pada Hotel Internasional Sibayak Berastagi, 2008.
USU Repository © 2009
DAFTAR PUSTAKA
Brigham, Eugene F. dan Joel F. Houston, 2001. Manajemen Keuangan, Edisi Kedelapan, Alih Bahasa Dodo Suharto dan Herman Wibowo, Erlangga, Buku 2, Jakarta.
Djarwanto Ps, 2004. Pokok-Pokok Analisa Laporan Keuangan, Edisi 2, BPFE, Yogyakarta.
Harahap, Sofyan S., 2004. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo,2002. Metodologi Penelitian Bisnis untuk
Akuntansi dan Manajemen, Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta.
Kamel, Muhammad, 2004. “Pengaruh Kebijakan Modal Kerja terhadap Profitabilitas pada Perusahaan yang Go-Publik di Indonesia”, Skripsi, Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara, Medan. Keown, Arthur J., David F. Scott, John D. Martin dan J. William Petty, 2000.
Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Terjemahan Chaerul D. Djakman dan
Dwi Sulistyorini, Salemba Empat, Buku 2, Jakarta.
Sartono, R. Agus, 2001. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi, Edisi 4, BPFE,Yogyakarta.
Sinaga, Magdalena, 2006. “Analisis Hubungan Manajemen Modal Kerja terhadap Kemampulabaan pada PT (Persero) Angkasa Pura II Medan”, Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi, Universitas Sumatera Utara, Medan. Stice, Earl K., James D. Stice dan K. Fred Skousen, 2004. Akuntansi Intermediate,
Edisi Lima Belas, Terjemahan Safrida Rumondang Parulian dan Ahmad Maulana, Salemba Empat, Buku 1, Jakarta.
Sugiyono, 2004. Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta, Bandung.
Sundjaja, Ridwan S. dan Inge Barlian, 2002. Manajemen Keuangan 1, Edisi Keempat, PT Prenhallindo, Jakarta.
Syahyunan, 2004. Manajemen Keuangan, Edisi Pertama, USU Press, Medan. Van Horne, James C. and John M. Machowicz, 2005. Fundamentals of Financial
Management, Terjemahan Dewi Fitriasari dan Deny Arnos Kwary, Salemba
Empat, Jakarta.
Wild, John J., K.R. Subramanyam dan Robert F. Hasley, 2005. Analisis Laporan
Keuangan, Edisi 8, Terjemahan Yavini S. Bachtiar dan S. Wahyu Harahap,
Salemba Empat, Buku 2, Jakarta.
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara, 2004. Buku
Petunjuk Teknis Penulisan Proposal Penelitian dan Penulisan Skripsi Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi USU, Medan.
Ikatan Akuntan Indonesia, 2007. Standar Akuntansi Keuangan (per 1 September 2007) Penerbit Salemba Empat, Jakarta.