• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.2. Hasil Analisis Statistik

Pada lembar kuesioner penelitian terdapat 10 pertanyaan mengenai pengetahuan mahasiswa Fakultas Kedokteran USU tentang jenis dan fungsi peralatan bedah minor.

Berikut data lengkap distribusi frekuensi jawaban responden yang terdapat pada tabel 5.2.

Tabel 5. 2. Distribusi Frekuensi Jawaban Responden

Berdasarkan tabel diatas, pertanyaan yang paling banyak dijawab benar adalah pertanyaan nomor 9 yaitu sebesar 91.70%. Pada pertanyaan nomor 4 ini ditanyakan tentang ciri khas kedua ujung dari mata pisau bedah, dimana pada salah satu ujung nya bersifat tajam sedangkan ujung yang lainnya bersifat tumpul. Kemudian pertanyaan

No. Pertanyaan

Jawaban

Benar Salah

F % F %

1. Pengertian peralatan bedah minor 55 76.40% 17 23.60%

2. Fungsi pinset anatomis 30 41.70% 42 58.30%

3. Jenis gunting untuk memotong jaringan yang

tebal 48 66.70% 24 33.30%

4. Contoh benang non absorbable 31 43.10% 41 56.90%

5. Struktur khas ujung jepitan needle holder 31 43.10% 41 56.90%

6. Fungsi klem hemostat 63 87.50% 9 12.50%

7. Cara pemegangan scalpel handle 35 48.60% 37 51.40%

8. Fungsi bandage scissors 53 73.60% 19 26.40%

9. Ciri khas kedua ujung mata pisau bedah 66 91.70% 6 8.30%

10. Kegunaan metzenbaum scissors 22 30.60% 50 69.40%

yang paling banyak dijawab salah adalah pertanyaan nomor 10 yaitu sebesar 69.40%.

pada pertanyaan nomor 10, ditanyakan tentang kegunaan metzenbaum scissors, dimana metzenbaum scissors berfungsi untuk memotong jaringan yang lunak.

Tabel 5. 3. Distribusi Frekuensi Pengetahuan Responden

Dari hasil penelitian, didapatkan distribusi tingkat pengetahuan responden tentang jenis dan fungsi peralatan bedah minor. Frekuensi tingkat pengetahuan yang paling banyak adalah pengetahuan sedang dengan jumlah responden 53 orang dan presentase sebesar 73.6%. Sedangkan frekuensi tingkat pengetahuan yang paling sedikit adalah pengetahuan kurang dengan jumlah responden 5 orang dan presentase sebesar 6.9%.

Dan selebihnya adalah responden yang memiliki pengetahuan baik dengan jumlah responden 14 orang dan presentase sebesar 19.4%.

5.3. Pembahasan

5.3.1. Gambaran Pengetahuan

Pengetahuan tentang jenis dan fungsi peralatan bedah minor telah diberikan di perkuliahan pada semester IV pada salah satu kegiatan rutin yaitu skills lab. Pada perkuliahan tersebut telah dijelaskan tentang berbagai jenis beserta fungsi dari masing-masing alat bedah minor, serta melihat dan menggunakan secara langsung alat tersebut pada manekin yang telah tersedia. Pada kuesioner, pertanyaan mengenai fungsi dari

Tingkat Pengetahuan Responden

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid Pengetahuan Kurang 5 6.9% 6.9% 6.9

Pengetahuan Sedang 53 73.6% 73.6% 80.6

Pengetahuan Baik 14 19.4% 19.4% 100.0

Total 72 100.0% 100.0%

klem hemostat yaitu untuk menjepit atau menghentikan pendarahan, dapat dijawab dengan benar oleh 63 orang responden (87.5%). Untuk pertanyaan tentang fungsi dari bandage scissors dijawab benar oleh 53 orang responden (73.6%). Dimana jawaban yang benar pada pertanyaan tersebut yaitu, bandage scissors berfungsi untuk memotong perban. Pada dua pertanyaan yang diajukan sebagian besar responden dapat menjawab dengan benar, hal ini menunjukkan bahwa fungsi klem hemostat dan bandage scissors tidak dimengerti sepenuhnya oleh mahasiwa.

Pengertian dari peralatan bedah minor telah dijelaskan pada bab sebelumnya, dimana dapat kita ketahui peralatan bedah minor adalah instrumen yang dirancang untuk digunakan pada kegiatan bedah minor saja. Dari pertanyaan yang diajukan pada kuesioner mengenai pengertian peralatan bedah minor terdapat 55 orang responden (76.4%) yang menjawab dengan benar. Hal ini menunjukkan bahwa banyak mahasiswa yang belum terlalu mengerti tentang pengertian dari peralatan bedah minor.

Blade merupakan mata pisau kecil yang memiliki dua ujung yang berbeda, yang satu berujung tajam sebagai pemotong dan yang lainnya berujung tumpul berlubang sebagai tempat menempelnya scalpel handle (Bachsinar, 1992). Pertanyaan tentang ciri kedua ujung mata pisau bedah yang terdapat pada kuesioner dapat dijawab benar oleh 66 orang responden (91.7%). Pada pertanyaan tersebut hanya sebagian kecil responden menjawab salah, dapat dikatakan mahasiswa memiliki pengetahuan yang cukup mengenai ciri mata pisau bedah.

Terdapat berbagai jenis gunting pada alat bedah minor, salah satu jenisnya yaitu mayo scissors yang berfungsi untuk memotong jaringan yang tebal dalam pembedahan.

Pertanyaan tersebut dapat dijawab benar oleh 48 orang responden (66.7%). Jenis gunting lainnya yang terdapat pada alat bedah minor yaitu metzenbaum scissors. Namun berbeda dengan mayo scissors, metzenbaum scissors memiliki fungsi yang berbeda pula, fungsi metzenbaum scissors adalah untuk memotong jaringan yang lunak.

Pertanyaan mengenai metzenbaum scissors hanya dapat dijawab dengan benar oleh 22 orang responden (30.6%). Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa belum mengerti

tentang fungsi masing-masing dari jenis gunting yang terdapat pada peralatan bedah minor.

Pertanyaan lainnya yang terdapat pada kuesioner yaitu mengenai fungsi dari pinset anatomis, pinset sendiri terdiri atas 2 jenis, yaitu pinset anatomis dan pinset jaringan.

Pinset anatomis digunakan untuk menahan atau memegang jaringan yang halus, sedangkan pinset jaringan berfungsi untuk menangkap atau mengambil jaringan yang lebih kasar atau jaringan bertulang. Pertanyaan tersebut dapat dijawab benar oleh 30 orang responden (41.7%).

Salah satu alat yang penting lainnya adalah Scalpel Handle atau bisa juga disebut Knife Handle. Scalpel Handle biasanya digunakan berpasangan dengan blade untuk menginsisi kulit dan memotong jaringan. Scalpel Handle digunakan dengan cara yang khas agar dapat memaksimalkan kontrol dari alat tersebut untuk menimalkan kesalahan dalam insisi saat pembedahan, cara tepat dan benar yaitu Scalpel Handle dapat dipegang dengan tangan seperti halnya kita memegang pulpen menggunakan tiga jari utama yaitu, ibu jari, jari telunjuk serta jari tengah. Pertanyaan tentang cara memegang Scalpel Handle yang benar hanya dapat dijawab benar oleh 35 orang responden (48.6%). Hal ini menunjukkan tidak sepenuhnya mahasiswa memahami hal ini.

Menurut Notoatmodjo (2003), yang mungkin mempengaruhi pengetahuan adalah pengalaman sendiri ataupun pengalaman orang lain, dapat dikatakan praktek secara langsung menggunakan alat tersebut dapat mempengaruhi pengalaman dan ilmu yang didapat seseorang. Kemungkinan hal tersebut yang menjadi pengaruh terbesar sehingga tidak seluruh mahasiswa menjawab dengan benar.

Pertanyaan selanjutnya adalah tentang struktur khas yang terdapat pada ujung needle holder. Needle Holder adalah alat untuk memegang jarum jahit, sehingga dapat memungkinkan ahli bedah untuk menusukkan atau mendorong jarum melalui kulit atau jaringan yang tepat. Secara keseluruhan antara needle holder dan klem hemostat memiliki bentuk yang hampir sama. Yang membedakan keduanya terdapat di ujung alat. Pada ujung klem hemostat berbentuk melengkung dan bergerigi horizontal sepanjang rahang klem, sedangkan struktur jepitan needle holder berbentuk criss - cross

di permukaannya dan memiliki ukuran handle yang lebih panjang dari jepitannya. Pada pertanyaan mengenai perbedaan struktur khas needle holder responden yang menjawab dengan benar terdapat 31 orang (43.1%).

Bahan yang tidak kalah penting yang digunanakan untuk menutup dan menjahit luka ataupun jaringan yaitu benang bedah. Pada pertanyaan nomor 4 ditanyakan mengenai contoh dari benang absorbable, Black silk adalah benang jalinan absorbable alami yang paling banyak digunakan. Dan jenis lainnya yaitu benang non-abosrbable yang berbahan sintetis, terdiri atas prolene dan ethilon. Pada pertanyaan ini responden yang menjawab dengan benar ada 31 orang (43.1%). Ini menunjukkan mahasiwa tidak begitu memahami tentang berbagai macam jenis benang bedah yang ada.

Berdasarkan hasil kuesioner didapatkan gambaran pengetahuan mahasiswa fakultas kedokteran USU tentang jenis dan fungsi peralatan bedah minor sebesar 19.4%

mahasiswa memiliki pengetahuan yang baik, 73.6% mahasiswa memiliki pengetahuan yang sedang, dan 6.9% mahasiswa memiliki pengetahuan yang kurang. Hasil yang didapatkan tersebut jika dibandingkan dengan studi pada mahasiwa kedokteran USU tentang sterilisasi peralatan bedah minor pada tahun 2011 memiliki perbedaan, dimana pada studi tersebut mahasiswa memiliki presentase tingkat pengetahuan baik yang lebih tinggi yaitu sebesar 52.2%, sedangkan mahasiswa dengan pengetahuan sedang memiliki presentase yang lebih sedikit yaitu sebesar 45.6%, serta mahasiswa dengan pengetahuan kurang memiliki presentase yang lebih sedikit yaitu sebesar 2.2%.

Dokumen terkait