• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

E. Operasional Variabel Penelitian 1. Variabel Independen

2. Hasil Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik dilakukan dengan menggunakan analisis regresi terhadap variabel independen dan variabel dependen. Hasil uji asumsi klasik dalam penelitian ini adalah sebagai berikut

a.

Hasil Uji Multikoliniearitas

Model regresi yang baik adalah regresi dengan tidak adanya gejala korelasi yang kuat antar variabel bebasnya. Pengujian ini dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan

Variance Inflation Factor (VIF) serta besaran korelasi antar variabel independen. Nilai cut off yang umum dipakai untuk menunjukkan adanya multikoliniearitas adalah nilai tolerance

Tabel 4.4

Hasil Uji Multikoliniearitas

Coefficientsa

Collinearity Statistics

Model Tolerance VIF

(Constant) CSR ,582 1,720 KM ,758 1,320 KI ,916 1,092 LEV ,650 1,538 SIZE ,421 2,373 EM ,982 1,018

a. Dependent Variable: VAL Sumber: Data sekunder diolah

Berdasarkan tabel 4.4 di atas dapat diketahui bahwa hasil uji multikolinearitas menunjukkan nilai tolerance > 0.10 untuk semua variabel independen, serta nilai VIF < 10 untuk semua variabel, maka variabel independen dalam model persamaan regresi tidak terdapat masalah multikolinearitas, sehingga dapat digunakan dalam penelitian.

b. Hasil Uji Autokorelasi

Regresi yang bebas dari autokorelasi memiliki nilai Durbin-Watson diantara -2 sampai +2.

Tabel 4.5

Hasil Uji Autokorelasi

Model Summaryb

Model Durbin-Watson

1 1,879

a. Predictors: (Constant), EM, KM, KI, LEV, CSR, SIZE b. Dependent Variable: VAL

Sumber: Data sekunder diolah

Berdasarkan tabel 4.5 di atas dapat diketahui bahwa hasil uji autokorelasi pada nilai Durbin-Watson adalah 1.879. Nilai yang dihasilkan tersebut berada diantara angka -2 dan +2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi.

c. Hasil Uji Heterokedastisitas

Dalam penelitian ini, uji heterokedastisitas dilakukan melalui uji Park. Regresi yang bebas dari heterokedastisitas memiliki nilai signifikasi > 0.05.

Tabel 4.6

Hasil Uji Heterokedastisitas

Model Sig. 1(Constant) ,945 LnKM ,092 LnKI ,431 LnLEV ,865 LnCSR ,415 LnSIZE ,796 LnEM ,814

a. Dependent Variable: LnVAL

Sumber: Data sekunder diolah

Berdasarkan tabel 4.6 di atas dapat diketahui bahwa hasil uji heterokedastisitas menunjukkan nilai signifikasi

> 0.05 untuk semua variabel independen, maka variabel independen dalam model persamaan regresi tidak terdapat masalah heterokedastisitas sehingga dapat digunakan dalam penelitian

d. Hasil Uji Normalitas

Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal.

Tabel 4.7 Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 65

Normal Parametersa,b Mean -,0000000

Std. Deviation ,10184720

Most Extreme Differences Absolute ,123

Positive ,122

Negative -,123

Kolmogorov-Smirnov Z ,993

Asymp. Sig. (2-tailed) ,277

a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

Sumber: Data sekunder diolah

Berdasarkan uji kolmogorof-Smirnov di atas, terlihat nilai Asymp.Sig memiliki nilai > 0,05, Hal ini menunjukkan bahwa data pada penelitian ini terdistribusi secara normal dan model regresi tersebut layak dipakai untuk memprediksi semua variabel independen

3. Hasil Uji Hipotesis

Pen g u jian h ip o tesis d alam p en el iti an in i d ilak u k an d en g an

menggunakan model analisis regresi (regression analysis), yaitu

dilakukan melalui:

a. Hasil Uji Koefisien Determinasi

Uji koefisien determinasi dilakukan untuk mengukur kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel

dependen. Adapun hasil uji koefisien determinasi dapat dilihat dalam tabel 4.8 berikut ini:

Tabel 4.8

Hasil Uji Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Adjusted R Std. Error of the

Model R R Square Square Estimate

1 ,466a ,217 ,136 ,1069855439

a. Predictors: (Constant), EM, KM, KI, LEV, CSR, SIZE b. Dependent Variable: VAL

Sumber: Data sekunder diolah

Hasil uji koefisien determinasi pada tabel 4.8 menunjukkan nilai Adjusted R Square (Adjusted R2) sebesar 0.136 atau 13.6%. Nilai ini menunjukkan bahwa manajemen laba dapat dijelaskan sebesar 13.6% oleh kepemelikan manajerial, kepemilikan institusional, leverage, pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan, ukuran perusahaan dan manajamen laba. Sedangkan sisanya 86.4% (100%-13.6%) dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkapkan dalam informasi laporan keuangan yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.

b. Hasil Uji Statistik t

Uji t digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat

signifikansi 0.05. Hasil uji t dalam penelitian ini ditunjukkan dalam tabel 4.9 dibawah ini.

Tabel 4.9 Hasil Uji Statistik t

Coefficientsa

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

1 (Constant) 1,027 ,311 3,303 ,002 KM -2,643 1,158 -,305 -2,283 ,026 KI ,032 ,069 ,056 ,464 ,644 LEV -,012 ,005 -,371 -2,573 ,013 CSR -,190 ,375 -,077 -,507 ,614 SIZE -,008 ,012 -,113 -,632 ,530 EM ,002 ,048 ,005 ,045 ,964

a. Dependent Variable: VAL

Sumber: Data sekunder diolah

Tabel 4.9 di atas menunjukkan hasil uji statistik t variabel kepemilikan manajerial (KM) memiliki nilai thitung sebesar -2.283 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.02 dan nilai unstandardized coefficient beta bernilai negatif sebesar - 2.643, sehingga dapat dikatakan bahwa kepemelikan manajerial berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan.

Tabel 4.9 di atas menunjukkan hasil uji statistik t variabel kepemilikan instutisional (KI) memiliki nilai thitung sebesar 0.464 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.644 dan

nilai unstandardized coefficient beta bernilai negatif sebesar 0.032, sehingga dapat dikatakan bahwa kepemilikan instutisional tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan.

Tabel 4.9 di atas menunjukkan hasil uji statistik t variabel leverage (LEV) memiliki nilai thitung sebesar -2.573 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.013 dan nilai unstandardized coefficient beta bernilai negatif sebesar -0.012, sehingga dapat dikatakan bahwa leverage berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan.

Tabel 4.9 diatas menunjukkan hasil uji statistik t antara variabel independen dengan variabel dependen. Variabel pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) memiliki nilai thitung sebesar -0.507 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.614 dan nilai unstandardized coefficient beta bernilai negatif sebesar -0.190, sehingga dapat dikatakan bahwa pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan.

Tabel 4.9 di atas menunjukkan hasil uji statistik t variabel ukuran perusahaan (SIZE) memiliki nilai thitung sebesar -0.632 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.530 dan nilai unstandardized coefficient beta bernilai negatif sebesar -0.008,

sehingga dapat dikatakan bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan

Tabel 4.7 di atas menunjukkan hasil uji statistik t variabel manajemen laba (EM) memiliki nilai thitung sebesar 0.045 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.964 dan nilai unstandardized coefficient beta bernilai 0.002, sehingga dapat dikatakan bahwa manajemen laba tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai perusahaan

Berdasarkan tabel 4.9 di atas, maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:

Y=0.981–2.643X1+ 0.032X2–0.012X3 - 0.190D - 0.008X5 + 0.002X6 + e Keterangan: Y : Nilai Perusahaan α : Konstanta X1 : Kepemilkan Manajerial X2 : Kepemilkan Institusional X3 : Leverage

D : Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan X5 : Ukuran Perusahaan

X6 : Manajemen Laba e : Standar error

Hasil di atas dapat dijelaskan bahwa nilai konstanta sebesar 0.981 menyatakakan jika keenam variabel independen tersebut dianggap konstan, maka nilai perusahaan akan konstan sebesar 0.981.

Koefisien regresi pada variabel kepemilikan manajerial (KM) sebesar -2.643, hal ini berarti jika variabel kepemilikan manajerial bertambah satu satuan maka variabel nilai perusahaan berkurang sebesar 2.643 satuan dengan catatan variabel lain dianggap konstan.

Koefisien regresi pada variabel kepemilikan manajerial (KM) sebesar -2.643, hal ini berarti jika variabel kepemilikan manajerial bertambah satu satuan maka variabel nilai perusahaan berkurang sebesar 2.643 satuan dengan catatan variabel lain dianggap konstan.

Koefisien regresi pada variabel kepemilikan instutisional (KI) sebesar 0.032, hal ini berarti jika variabel kepemilikan instutisional bertambah satu satuan maka variabel nilai perusahaan bertambah sebersar 0.032 satuan dengan catatan variabel lain dianggap konstan.

Koefisien regresi pada variabel leverage (LEV) sebesar -0.012., hal ini berarti jika variabel leverage bertambah satu satuan maka variabel nilai perusahaan berkurang sebesar 0.012 satuan dengan catatan variabel lain dianggap konstan.

Koefisien regresi pada variabel pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebesar -0.190, hal ini berarti jika variabel pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan bertambah satu satuan maka variabel nilai perusahaan berkurang sebesar 0.190 satuan dengan catatan variabel lain dianggap konstan.

Koefisien regresi pada variabel ukuran perusahaan (SIZE) sebesar -0.008, hal ini berarti jika variabel ukuran perusahaan bertambah satu satuan maka variabel nilai perusahaan berkurang sebesar 0.008 satuan dengan catatan variabel lain dianggap konstan.

Koefisien regresi pada manajemen laba (EM) sebesar 0.002, hal ini berarti jika variabel manajemen laba bertambah satu satuan maka variabel nilai perusahaan bertambah sebesar 0.002 satuan dengan catatan variabel lain dianggap konstan.

c. Hasil Uji Statistik F

Uji statistik F merupakan metode untuk menguji hubungan antara satu variabel dependen dengan satu atau lebih variabel independen. Uji statistik F digunakan untuk mengetahui apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel independen. Berikut ini adalah tabel 4.10 yang menunjukkan hasil uji statistik F

Tabel 4.10 Hasil Uji Statistik F

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression ,184 6 ,031 2,677 ,023b

Residual ,664 58 ,011

Total ,848 64

a. Dependent Variable: VAL

b. Predictors: (Constant), EM, KM, KI, LEV, CSR, SIZE Sumber: data sekunder diolah

Tabel 4.10 diatas menunjukkan hasil uji statistik F dengan nilai Fhitung sebesar 2.677 dengan tingkat signifikansi sebesar 0.023. Tingkat signifikansi tersebut lebih kecil dari 0.05 yang dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap nilai perusahaan.

Dokumen terkait