• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

E. Hasil Belajar Matematika

1. Pengertian Hasil Belajar

Menurut W.S Winkel dalam Drs. Sinar mengemukakan belajar sebagai kegiatan mental atau fisik dengan adanya interaksi dan dapat menghasilkan suatu perubahan pada keterampilan dan juga sikap. Guru mengakhiri pembelajaran dengan evaluasi belajar, siswa mencapai puncaknya saat mampu menyerap pembalajar dengan melihat nilai yang diberikan oleh gurunya. Tes menjadi cara guru dalam menilai hasil belajar siswa untuk melihat kemampuan siswa dalam memahami materi yang diajarkan.

Hasil belajar merupakan hasil yang diperoleh seseorang setelah mereka telah menyelesaikan pembelajaran pada materi yang telah disampaikan oleh guru dibuktikan dengan adanya bukti dari hasil tes. Nilai dapat diberikan berdasarkan satu atau beberapa sub pokok bahasan yang dilakukan dalam satu tes yang menjadi hasil usaha siswa dalam mencapai perubahan prestasi belajar dengan penuh rasa tanggung jawab.

Hasil belajar tidak terlepas dari penilaian kelas, baik yang dilakukan secara formal ataupun secara informal, di dalam ataupun di luar kelas. Penilaian didalam kelas dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya penilaian hasil kerja

25

siswa, tes tulis ataupun tes lisan.16 Hasil belajar berfungsi untuk memberi motivasi belajar bagi siswa, memberi pengetahuan tentang capaian belajar siswa bagi guru serta menjadi informasi penting bagi guru dan orang tua.

2. Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Hasil belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah sebagai berikut:17

a. Faktor Internal, meliputi : 1. Kesehatan Jasmani

Kesehatan jasmani dengan fisik yang sehat sangat berpengaruh pada hasil belajar yang baik terutama pada pembelajaran metode kumon, karena metode kumon menuntut siswa untuk berkonsentrasi tinggi dalam menyelesaikan permasalahan matematika sehingga jika kesehatan fisik terganggu maka hasil yang didapat kurang baik.

2. Intelegensi

Intelegensi sangat berpengaruh besar terhadap prestasi belajar siswa teru-tama pada pembelajaran metode kumon. Menurut Djaali, faktor intelegensi dan bakat berpengaruh besar untuk minat dalam belajar. Maksudnya adalah jika seorang anak memiliki intelegensi yang tinggi maka akan mudah meraih keberhasilan dibandingkan dengan seorang anak berintelegensi rendah. Dalam pembelajaran metode kumon ini dibutuhkan intelegensi yang tinggi, karena ____________

16 Drs. Sinar,Metode Active Learning Upaya Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa (Yogyakarta: Deepublish, 2018 ), h. 20

17 Rahmat Putra Yudha, Motivasi Berprestasi dan Disiplin Peserta Didik (Kalimantan Barat : Yudha English Gallery, 2018), h.32-33

26

metode kumon menuntut siswa untuk dapat menyelesaikan permasalahan ma-tematika secara mandiri, jika intelegensi siswa rendah maka pembelajaran yang diterapkan menggunakan metode kumon tidak akan berjalan efektif dan hasil belajar yang diperoleh siswa tidak maksimal.

3. Minat dan Motivasi

Pada pembelajaran metode kumon sangat dibutuhkan minat dan motivasi dalam belajar yang tinggi agar pembelajaran dapat berjalan sesuai yang diharapkan jika tidak adanya minat dan dorongan dari dalam diri siswa untuk belajar maka pada saat proses pembelajaran siswa akan merasa terbebani sehingga siswa kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan. Motivasi bisa berasal dari diri sendiri, orang tua, guru atapun teman.

4. Tata Cara Belajar

Metode Kumon merupakan metode belajar yang harus dilakoni oleh se-luruh siswa. Umumnya metode kumon ini pembelajaran yang dilaksanakan disekolah dengan adanya bimbingan dari guru. Pembelajaran metode kumon tidak hanya dilakukan disekolah saja tetapi bisa juga dilakukan baik pada saat ada pekerjaan rumah ataupun tidak. Karena pembelajaran disekolah memiliki keterbatasan waktu sehingga akan berdampak pada hasil belajar siswa, maka pembelajaran metode kumon ini juga bisa dilakukan dirumah saat pulang sekolah agar nilai yang diperoleh sesuai dengan yang diinginkan.

b. Faktor Eksternal

1. Lingkungan Keluarga

27

Dalam pembelajaran metode kumon peran keluarga juga sangat dibutuh-kan. Keluarga menjadi lingkungan utama bagi siswa, dimana anak memperoleh pendidikan pertama pada lingkungan keluarga. Hal ini menjadikan lingkungan keluarga sangat penting dalanm perkembangan seorang anak, dimana keluarga dengan didikan yang baik akan berdampak baik pula terhadap perkembangan anak.

2. Lingkungan Sekolah

Lingkungan sekolah yang meliputi gedung sekolah, kualitas guru, tempat sekolah serta instrumen pendidikan memberikan pengaruh yang sangat signi-filkan terhadap keberhasilan dan kesuksesan anak. Dalam pembelajaran metode kumon membutuhkan kondisi kelas yang kondusif agar siswa lebih nyaman dalam proses pembelajaran.

3. Lingkungan Masyarakat

Lingkungan yang memiliki peran penting lainnya adalah lingkungan masyarakat. Seorang anak yang tinggal pada lingkungan masyarakat yang berpendidikan dan bermoral akan mempengaruhi minat belajar anak.

4. Lingkungan Sekitar

Lingkungan sekitar dengan keadaan yang tenang akan berpengaruh terhadap proses belajar anak dimana belajarnya menjadi tenang sehingga proses belajar di rumah menjadi lebih maksimal.18

____________

18 Dwi Agustin Irmawati, Media Pembelajaran Matematika: Cara Gembira Belajar Matematika (Tulungagung:Pemeral Edukreatif,2020), h.6-9

28

F. Materi Ajar Perbandingan

Perbandingan merupakan hasil membandingkan suatu besaran (bilangan) dengan besaran lainnya. Besaran-besaran yang dibandingkan harus sama dan di-tunjukkan dengan nilai yang paling sederhana. Perbandingan dua besaran dapat dituliskan sebagai berikut :

a ∢ b atau a

b, dengan b β‰  0

dimana a dan b merupakan dua besaran yang memiliki satuan yang sama.

Perbandingan dapat dibagi menjadi:

1. Perbandingan Senilai

Perbandingan Senilai adalah perbandingan dua besaran yang hasil baginya selalu sama. Bila besaran pertama nilainya semakin besar maka besaran kedua nilainya juga semakin besar.

Menyelesaikan perbandingan senilai:

𝐚𝟏 π›πŸ= 𝐚𝟐

π›πŸ Hasil kali silang:

πšπŸΓ— π›πŸ = πšπŸΓ— π›πŸ

Contoh:

Tika membeli 5 majalah dengan harga Rp. 25.000,00. Jika Tika membeli 8 majalah, berapa harga yang harus dibayar?

Penyelesaian :

29

Jika ditulis dalam bentuk tabel adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1. Penyelesaian Contoh Soal Perbandingan Senilai

Banyak Majalah Harga (Rp)

5 Majalah Rp. 25.000

8 Majalah x

Permasalahan diatas merupakan perbandingan senilai maka diperoleh persamaan sebagai berikut:

5

8=25.000 x

↔ 5π‘₯ = 8 Γ— 25.000

↔ π‘₯ =(8 Γ— 25.000) 5

↔ π‘₯ = 40.000

Jadi, harga yang harus dibayar Tika dengan 8 majalah adalah Rp.40.000,00.

2. Perbandingan Berbalik Nilai

Perbandingan Berbalik Nilai merupakan perbandingan dua besaran atau lebih yang mana jika besaran pertama bertambah maka besaran yang lain berkurang.

Menyelesaikan perbandingan senilai:

𝐚𝟏 π›πŸ= 𝐚𝟐

π›πŸ

Hasil kali silang:

πšπŸΓ— π›πŸ = πšπŸΓ— π›πŸ

30

Contoh :

Pak Roni mengendarai sepeda motor selama 3 jam dari kota A ke kota B dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. Jika Pak Roni ingin mencapai agar dari kota A ke kota B dapat ditempuh dalam 2 jam, dengan kecepatan berapakah Pak Roni mengendarai sepeda motornya?

Penyelesaian :

Jika ditulis dalam bentuk tabel adalah sebagai berikut:

Tabel 2.2. Penyelesaian Contoh Soal Perbandingan Berbalik Nilai

Kecepatan (km/jam) Waktu (jam)

40 3

x 2

Permasalahan diatas merupakan perbandingan berbalik nilai maka diperoleh persamaan sebagai berikut:

π‘₯

40

=

3

2

↔ 2π‘₯ = 40 Γ— 3 = 120

↔ π‘₯ =120 2

↔ π‘₯ = 60

Jadi, Pak Roni harus mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan 60 km/jam.

G. Penelitian Yang Relevan

Penelitian relevan sangat dibutuhkan agar penelitian yang dilakukan menjadi mudah, diantaranmya:

1. Penelitian yang dilakukan Ramlah Khusnul Khatimah Umar, di tahun 2015 pada kelas VII SMP Negeri 3 Telaga dalam skripsi yang berjudul

β€œPengaruh Metode Kumon Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP

31

Negeri 3 Telaga”. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil belajar metode kumon lebih tinggi daripada dengan menggunakan metode konvensional, dimana perolehan skor rata-rata yang diajarkan dengan menggunakan metode pembelajaran kumon adalah 75,77% sedangkan metode konvensional adalah 48,83%.19

2. Penelitian yang dilakukan Abdul Hamid Ashari, di tahun 2017 pada kelas X SMK Muhammadiyah 2 Kediri dalam skripsi yang berjudul β€œPenerapan Metode Kumon Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah 2 Kediri. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan dari penerapan pembelajaran matematika dengan metode kumon terhadap hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi siswa setelah dilaksanakan perlakuan, hasil pengujian presentasi nilai ο‚³ 75 sebesar 79,2% dengan nilai rata-rata 78,33 sedangkan nilai sebelum dilaksanakannya perlakuan presentasi nilai ο‚³ 75 sebesar 25% dengan nilai rata-rata 58,33.20

3. Penelitian yang dilakukan Muhammad Nanda Syarifudin,di tahun 2015 pada kelas X Akuntansi dalam skripsi yang berjudul β€œ Implementasi Pembelajaran Kumon Sebagai Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI Kelas X Akuntansi SMK Swadaya Kota

____________

19 Ramlah Khusnul Khatimah Umar, β€œPengaruh Metode Kumon Terhadap Hasil Belajar Pada Materi Luas Permukaan dan Volume Limas”,Skripsi,Gorontalo:UNG,2015, h. 47

20 Abdul Hamid Ashari Sababan, ” Penerapan Metode Kumon Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Menentukan Nilai Ekstrim Fungsi Kuadrat”,Skripsi,Kediri:Universitas Nusantara PGRI,2017, h.6

32

Semarang. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh rata-rata hasil belajar kelas eksperimen 89,17 dan kelas kontrol 73. Kelas eksperimen dengan metode kumon lebih efektif dengan rata-rata nilai ο‚³75 dan kelas kontrol dengan metode konvensional ο‚£ 75.21

H. Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah dugaan sementara terhadap rumusan masalah yang perlu dibuktikan kebenarannya. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Hasil belajar matematika siswa SMPS Raudhatul Jannah yang diajarkan dengan menggunakan metode kumon lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar matematika siswa yang diajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional.

____________

21 Muhammad Nanda Syarifudin, ”Implementasi Pembelajaran Kumon Sebagai Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran KKPI Kelas X Akuntansi SMK Swadaya Kota Semarang”,Skripsi, Semarang : UNNES,2015), (Abstrak)

Dokumen terkait