• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

3. Hasil Belajar Psikomotorik

Pada penilaian psikomotorik siswa, penulis menggunakan metode observasi dengan memberikan penilaian kepada seluruh siswa secara berkelompok berdasarkan jenjang penilaian yang telah ditetapkan. Observasi dan penilaian dilakukan berdasarkan aspek kecepatan merangkai, ketepatan merangkai, dan kerapian merangkai gambar reflikasi virus. Perbandingan hasil belajar antara kelas kontrol dan kelas eksperimen diambil berdasarkan rata-rata dari ketiga aspek tersebut. Persentasi hasil belajar psikomotorik kelas eksperimen dan kelas kontrol dapat dilihat pada Tabel 4.4

Tabel 4.4

Persentasi Hasil Belajar Psikomotorik Kelas Eksperimendan Kelas Kontrol

Dimensi Kriteria Kelas

Eksperimen Kontrol Kecepatan SB 80% 26,67% B 20% 73,33% Ketepatan SB 30% 26,67% B 26,67% 16,67% C 26,67% 30% K 16,67% 26,67% Kerapian B 60% 46,67% C 40% 53,33%

49

a). Hasil Belajar Psikomotorik Kelas Eksperimen

Berdasarkan Tabel 4.4 pada aspek kecepatan merangkai gambar dapat diketahui bahwa siswa yang merangkai gambar dengan kecepatan sangat baik dalam waktu enam menit pertama sebanyak 24 (80%); siswa yang merangkai gambar dengan kecepatan baik dalam waktu tujuh sampai 12 menit sebanyak enam (20%); sedangkan siswa yang merangkai gambar dengan kecepatan cukup baik dalam waktu 13 sampai 18 menit, kurang baik dalam waktu 19 sampai 24 menit dan sangat kurang baik dalam waktu lebih dari 25-30 menit sebanyak nol (0%). Dengan demikian dapat diketahui bahwa siswa pada kelas eksperimen lebih banyak siswa yang merangkai gambar dengan kecepatan sangat baik.

Aspek ketepatan merangkai gambar, yaitu penilaian terhadap kecocokan penempatan gambar dengan keterangan gambar dapat dilihat berdasarkan jumlah gambar yang disusun dengan tepat. Susunan gambar yang tepat berjumlah delapan sampai sembilan termasuk kriteria sangat baik; susunan gambar yang tepat berjumlah enam sampai tujuh termasuk kriteria baik; susunan gambar yang tepat berjumlah empat sampai lima termasuk kriteria cukup baik; susunan gambar yang tepat berjumlah dua sampai tiga termasuk kriteria kurang baik; sedangkan susunan gambar yang tepat berjumlah satu termasuk criteria sangat kurang baik. Dengan demikian dapat ketahui bahwa siswa yang merangkai gambar dengan ketepatan sangat baik sebanyak sembilan (30%); siswa yang merangkai gambar dengan ketepatan baik sebanyak delapan (26,67%); siswa yang merangkai gambar dengan ketepatan cukup baik sebanyak delapan (26,67%); siswa yang merangkai gambar dengan ketepatan kurang baik sebanyak lima (16,67%); sedangkan siswa yang merangkai gambar dengan ketepatan sangat kurang baik sebanyak nol (0%). Maka dapat diketahui bahwa siswa pada kelas eksperimen lebih banyak siswa yang merangkai gambar dengan sangat baik.

Aspek kerapian merangkai gambar, yaitu kerapian dalam menempelkan gambar pada kolom yang disediakan dapat dilihat berdasarkan jumlah gambar yang disusun dengan rapi. Susunan gambar yang rapi berjumlah delapan sampai sembilan termasuk kriteria sangat baik; susunan gambar yang rapi berjumlah enam sampai tujuh termasuk kriteria baik; susunan gambar yang rapi berjumlah

50

empat sampai lima termasuk kriteria cukup baik; susunan gambar yang rapi berjumlah dua sampai tiga termasuk kriteria kurang baik; sedangkan susunan gambar yang rapi berjumlah satu termasuk kriteria sangat kurang baik. Dengan demikian dapat ketahui bahwa siswa yang merangkai gambar dengan kerapian baik sebanyak 18 (60%); siswa yang merangkai gambar dengan kerapian cukup baik sebanyak 12 (40%); sedangkan siswa yang merangkai gambar dengan kerapian sangat baik, kurang baik, dan sangat kurang baik sebanyak nol (0%). Maka dapat diketahui bahwa siswa pada kelas eksperimen lebih banyak siswa yang merangkai gambar dengan kerapian baik.

b). Hasil Belajar Psikomotorik Kelas Kontrol

Berdasarkan Tabel 4.4 pada aspek kecepatan merangkai gambar dapat diketahui bahwa siswa yang merangkai gambar dengan kecepatan sangat baik dalam waktu enam menit pertama sebanyak delapan (26,67%); siswa yang merangkai gambar dengan kecepatan baik dalam waktu tujuh sampai 12 menit sebanyak 22 (73,33%); sedangkan siswa yang merangkai gambar dengan kecepatan cukup baik dalam waktu 13 sampai 18 menit, kurang baik dalam waktu 19 sampai 24 menit dan sangat kurang baik dalam waktu lebih dari 25-30 menit sebanyak nol (0%). Dengan demikian dapat diketahui bahwa siswa pada kelas kontrol lebih banyak siswa yang merangkai gambar dengan kecepatan baik.

Aspek ketepatan merangkai gambar, yaitu penilaian terhadap kecocokan penempatan gambar dengan keterangan gambar dapat dilihat berdasarkan jumlah gambar yang disusun dengan tepat. Susunan gambar yang tepat berjumlah delapan sampai sembilan termasuk kriteria sangat baik; susunan gambar yang tepat berjumlah enam sampai tujuh termasuk kriteria baik; susunan gambar yang tepat berjumlah empat sampai lima termasuk kriteria cukup baik; susunan gambar yang tepat berjumlah dua sampai tiga termasuk kriteria kurang baik; sedangkan susunan gambar yang tepat berjumlah satu termasuk criteria sangat kurang baik. Dengan demikian dapat ketahui bahwa siswa yang merangkai gambar dengan ketepatan sangat baik sebanyak delapan (26,67%); siswa yang merangkai gambar dengan ketepatan baik sebanyak lima (16,67%); siswa yang merangkai gambar dengan ketepatan cukup baik sebanyak sembilan (30%); siswa yang merangkai

51

gambar dengan ketepatan kurang baik sebanyak delapan (26,67%); sedangkan siswa yang merangkai gambar dengan ketepatan sangat kurang baik sebanyak nol (0%). Maka dapat diketahui bahwa siswa pada kelas kontrol lebih banyak siswa yang merangkai gambar dengan ketepatan cukup baik.

Aspek kerapian merangkai gambar, yaitu kerapian dalam menempelkan gambar pada kolom yang disediakan dapat dapat dilihat berdasarkan jumlah gambar yang disusun dengan rapi. Susunan gambar yang rapi berjumlah delapan sampai sembilan termasuk kriteria sangat baik; susunan gambar yang rapi berjumlah enam sampai tujuh termasuk kriteria baik; susunan gambar yang rapi berjumlah empat sampai lima termasuk kriteria cukup baik; susunan gambar yang rapi berjumlah dua sampai tiga termasuk kriteria kurang baik; sedangkan susunan gambar yang rapi berjumlah satu termasuk kriteria sangat kurang baik. Dengan demikian dapat ketahui bahwa siswa yang merangkai gambar dengan kerapian baik sebanyak 14 (46,67%); siswa yang merangkai gambar dengan kerapian cukup baik sebanyak 16 (53,33%); sedangkan siswa yang merangkai gambar dengan kerapian sangat baik, kurang baik, dan sangat kurang baik sebanyak nol (0%). Maka dapat diketahui bahwa siswa pada kelas kontrol lebih banyak siswa yang merangkai gambar dengan cukup baik.

c) Perbandingan Hasil Belajar Psikomotorik Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

Berdasarkan perolehan data hasil belajar psikomotorik baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol dapat diketahui bahwa hasil antara kedua kelompok adalah berbeda. Perbedaannya dapat dilihat dari penilaian pada aspek kecepatan merangkai kelas eksperimen siswa merangkai gambar dengan kecepatan sangat baik sebanyak 80% dan merangkai gambar dengan kecepatan baik sebanyak 20%; sedangkan pada kelas kontrol siswa merangkai gambar dengan kecepatan sangat baik sebanyak 26,67% dan merangkai gambar dengan kecepatan baik sebanyak 73,33%. Pada aspek ketepatan merangkai kelas eksperimen siswa merangkai gambar dengan ketepatan sangat baik sebanyak 16,67%, baik sebanyak 40%, cukup baik sebanyak 26,67% dan kurang baik sebanyak 16,67%; sedangkan pada kelas kontrol siswa merangkai gambar dengan

52

ketepatan sangat baik sebanyak 26,67%, baik sebanyak 16,67%, cukup baik sebanyak 30% dan kurang baik sebanyak 26,67%. Pada aspek kerapian merangkai kelas eksperimen siswa merangkai gambar dengan kerapian baik sebanyak 60% dan cukup baik sebanyak 40%; sedangkan pada kelas kontrol siswa merangkai gambar dengan kerapian baik sebanyak 46,67% dan cukup baik sebanyak 53,33%. Hal ini menunjukkan bahwa data hasil belajar psikomotorik mendukung pernyataan bahwa siswa kelas eksperimen cenderung mendapat hasil belajar yang lebih baik dari pada kelas kontrol.

B. Uji Persyaratan Analisis Data

Dokumen terkait