Untuk mengetahui dimensi-dimensi kepuasan kerja yang sangat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan PT XYZ, dilakukan analisis regresi linier, dalam perhitungan pencarian koefisien regresi (b) dan konstanta peubah variabel bebas (KK) terhadap variabel terikat (K), menggunakan software SPSS 17, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 3.
Tabel 3. Hasil Regresi Masing-masing Dimensi-dimensi Kepuasan Kerja terhadap
Kepuasan Kerja (K).
Variabel
Konstanta Masing-masing
Variabel
Koefisien Masing-masing
Variabel (B)
KK1 11.1930 1.057 KK2 11.1280 1.113 KK3 12.0590 0.743 KK4 9.8250 1.318 KK5 8.2360 1.579
Pada variabel KK1 terhadap K memiliki koefisien regresi sebesar 11.1930 dan konstanta peubah variabel bebas sebesar 1.057, variabel KK2 terhadap K memiliki koefisien regresi sebesar 11.1280 dan konstanta peubah variabel bebas sebesar 1.113, variabel KK3 terhadap K memiliki koefisien regresi sebesar 12.0590 dan konstanta peubah variabel bebas sebesar 0.743, variabel KK4 terhadap K memiliki koefisien regresi sebesar 9.8250 dan konstanta peubah variabel bebas sebesar 1.318, variabel KK5 terhadap K memiliki koefisien regresi sebesar 8.2360 dan konstanta peubah variabel bebas sebesar 1.579. secara matematis dapat dijabarkan sebagai berikut:
K = 11,1930 + 1,057KK1
K = 11,1280 + 1,113KK2 K = 12,0590 + 0743KK3
K = 9,8250 + 1,318KK4
K = 8.2360 + 1,579KK5
Jika masing-masing konstanta untuk masing-masing variabel bebas, di sama ratakan, maka hasil koefisien regresi (b) untuk variabel bebas terbesar adalah pada dimensi kepuasan kerja KK5, kompensasi atau gaji atau upah bekerja. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa, dimensi kepuasan kerja kompensasi atau gaji atau upah kerja merupakan dimensi
yang memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kepuasan kerja karyawan khususnya pada objek penelitian PT XYZ.
Analisis Sistem Kompensasi
Analisis pembobotan struktur kompensasi, digunakan metode FWP dalam menentukan bobot struktur kompensasi. Karena konsep kompensasi 3P (Pay for Performance, Pay for Position, Pay for Person) memasukkan ketiga unsur kompensasi tersebut ke dalam struktur kompensasi.
Pada prosesnya melalui beberapa tahap, yaitu:
1. Penetapan Agregasi Tiap Bobot Kriteria dan Bobot Kepentingan Kriteria
Untuk penetapan agregasi bobot kriteria, menggunakan persamaan:
∑
=Untuk penetapan agregasi bobot kepentingan kriteria, menggunakan persamaan:
∑
=Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2 agregasi tiap-tiap bobot kriteria dan bobot kepentingan kriteria
2. Normalisasi Bobot Kepentingan Kriteria Proses normalisasi bobot kepentingan kriteria dalam metode FWP, diperlukan untuk mencapai Σwj = 1, dengan menggunakan
Hasil yang diperoleh dalam normalisasi bobot kepentingan kriteria adalah W = (0.076, 0.127, 0.104, 0.127, 0.122, 0.127, 0.099, 0.099, 0.117).
3. Perhitungan Preferensi Alternatif
Pada perhitungan preferensi alternatif, setiap alternatif yaitu: SG1, SG2, SG3, dibuatkan preferensi (Si) berdasarkan hasil dari perkalian setiap alternatif-alternatif (KRn
product multiplication Πkab) yang sebelumnya telah dipangkatkan terlebih dahulu oleh bobot kepentingan kriteria yang telah di
normalisasikan, sesuai dengan persamaan preferensi alternatif Si, yaitu:
∏
= bernilai positif untuk atribut keuntungan dan bernilai negatif untuk atribut biaya. Terkait masalah pangkat bernilai positif untuk atribut keuntungan dan bernilai negatif untuk atribut biaya, dalam kasus penelitian ini, karena data kolektif hasil survei kuesioner bersifat kualitatif (variabel linguistik), dimana dalam penilaian subjektif responden pakar terhadap alternatif pilihan menentukan bobot setiap kriterianya mengandung skala pilihan psikomotorik dan bukan melalui penilaian objektif kuantitatif, maka setiap bobot kepentingan kriteria bernilai positif. Berikut adalah hasil perhitungan preferensi alternatif SSG1, SSG2, SSG3:SSG1 = 5.212 SSG2 = 4.636 SSG3 = 4.446
4. Perhitungan Preferensi Relatif dari Setiap Alternatif
Tahap akhir dalam proses MADM (Multiple-Attribute Decision Making) dengan metode FWP, adalah mencari nilai preferensi relatif dari setiap alternatif untuk hasil peringkat masing-masing alternatif, sesuai dengan persamaan preferensi relatif dari setiap alternatif, Vi:
Berikut adalah hasil perhitungan preferensi relatif dari setiap alternatif VSG1, VSG2, VSG3:
VSG1 = 0.365 VSG2 = 0.324 VSG3 = 0.311
Dapat dilihat dari hasil perhitungan FWP, nilai akhir yang dihasilkan untuk alternatif SG1, SG2, dan SG3 berturut-turut adalah 0.365, 0.324, 0.311. Dapat dipresentasekan menjadi:
a. Untuk alternatif pay for performance 36.5%, b. Untuk alternatif pay for position 32.4%, c. Untuk alternatif pay for person 31.1%.
Dapat diartikan disini adalah, dalam penetapan struktur kompensasi pada PT XYZ, adalah dengan memasukkan ketiga konsep kompensasi dalam konsep kompensasi 3P, yaitu: pay for performance, pay for position, dan pay for person.
Dari unsur pay for position, terlebih dahulu dapat dilakukan melalui evaluasi jabatan dengan memasukkan benchmark dalam proses evaluasinya [7].
Dari unsur pay for person, juga dilakukan evaluasi kompetensi perindividu karyawan dengan mengikuti langkah-langkah evaluasi kompetensi [1] dan atau dapat dilakukan juga dengan pengukuran kompetensi [10].
Analisis Pemilihan Technology Extention (TE)
Dalam analisis pemilihan TE, akan digunakan metode FTOPSIS. Sesuai jurnal Design and Policy Choices for Technology Extension Organizations [11] yang memberikan acuan-acuan design requirements dalam organisasi untuk penerapan TE, pemilihan TE dalam penelitian ini menjadikannya sebagai kriteria-kriteria dalam proses Multiple Attribute Decision Making (MADM). Pada prosesnya melalui beberapa tahap, yaitu:
1. Penetapan Agregasi Tiap Bobot Kriteria dan Bobot Kepentingan Kriteria
Untuk penetapan agregasi bobot kriteria, menggunakan persamaan:
∑
=Untuk penetapan agregasi bobot kepentingan kriteria, menggunakan persamaan:
∑
=Berikut selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3 agregasi tiap-tiap bobot kriteria dan bobot kepentingan kriteria.
2. Normalisasi Bobot Kriteria
Proses normalisasi bobot kriteria dalam metode FTOPSIS, diperlukan rating kinerja setiap alternatif Ai pada setiap kriteria Cj yang ternormalisasi, yaitu dengan menggunakan persamaan:
i1xij2merupakan total kuadrat kolom kriteria.
Hasil selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4 hasil normalisasi rating kinerja alternatif pada kriteria.
3. Penetapan Rating Bobot Ternormalisasi, Penentuan rating bobot ternormalisasi (yij) menggunakan persamaan:
yij = wi rij
dengan i = 1,2, …, m; dan j = 1, 2, …, n.
Hasil selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 5 hasil rating bobot ternormalisasi.
4. Penetapan Alternatif Solusi Ideal Positif dan Alternatif Solusi Ideal Negatif,
Solusi ideal positif A+ dan solusi ideal negatif A– dapat ditentukan berdasarkan rating bobot ternormalisasi (yij);
)
Solusi ideal positif (A+) yang didapat adalah sebagai berikut:
A+ = {0.512, 0.626, 0.426, 0.624, 0.633, 0.685}
Solusi ideal negatif (A-) yang didapat adalah sebagai berikut:
A– = {0.276, 0.219, 0.100, 0.100, 0.149, 0.092}
5. Penetapan Jarak Alternatif dari Solusi Ideal Positif dan Solusi Ideal Negatif,
Setelah solusi ideal positif dan solusi ideal negatif ditemukan, maka selanjutnya dilakukan perhitungan jarak antara alternatif Ai dengan;
a. Solusi ideal positif:
∑
=b. Solusi ideal negatif:
∑
=Berikut adalah hasil jarak antara nilai terbobot setiap alternatif terhadap solusi ideal positif:
D1+ = 1.682 D2+ = 1.428 D3+ = 1.028
Berikut adalah hasil jarak antara nilai terbobot setiap alternatif terhadap solusi ideal negatif:
D1- = 1.028 D2- = 1.764 D3- = 1.682
6. Penetapan Preferensi Alternatif dan Penetapan Peringkat Alternatif,
Langkah terakhir dalam metode FTOPSIS adalah dengan melakukan perhitungan preferensi alternatif (Vi) yang akan digunakan untuk penetapan peringkat alternatif, dengan menggunakan persamaan:
+
Berikut adalah hasil perhitungan preferensi dari tiap-tiap alternatif P1,P2, dan P3:
VP1 = 0.379 VP2 = 0.553 VP3 = 0.621
Dapat dilihat dari hasil perhitungan FTOPSIS, nilai akhir yang dihasilkan untuk alternatif P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah 0.379, 0.553, 0.621. Lebih jelasnya:
1. Untuk alternatif manual office application 0.379,
2. Untuk alternatif desktop-based application 0.553,
3. Untuk alternatif network-based application 0.621.
Dapat diartikan disini adalah, dalam pemilihan Technology Extention (TE) alternatif network-based application adalah solusi ideal yang tepat ditinjau dari maksimasi terhadap solusi ideal positif dan minimasi dari solusi ideal negatif berdasarkan perhitungan FTOPSIS.
Jadi dalam perancangan aplikasi pada PT XYZ nantinya, akan berbasis network. Sehingga untuk penyusunan pemberian kompensasi karyawan, pihak yang terkait hanya menjalankan aplikasi pemberian kompensasi (penggajian), tanpa perlu melakukan administrasi data-data berupa hardcopy untuk disusun selanjutnya dalam pemberian kompensasi karyawan.
KESIMPULAN
Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
Dimensi kepuasan kerja yang paling berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT XYZ adalah dimensi kompensasi, atau gaji atau upah kerja dibandingkan dengan dimensi-dimensi kepuasan kerja lainnya.
Komponen kompensasi yang dimasukkan ke dalam komponen kompensasi PT XYZ adalah konsep kompensasi pay for performance, pay for position, dan pay for person, dimana ketiga konsep kompensasi ini adalah merupakan kesatuan dari konsep kompensasi 3P.
Technology extention (TE) yang tepat untuk dikembangkan dari sisi sistem informasi pemberian kompensasi pada PT XYZ adalah network-based application, dimana teknologi aplikasi ini berdasarkan konsep jaringan yang mengintegrasikan sistem informasi per-divisi atau per-unit bisnis perusahaan menjadi satu kesatuan sistem informasi yang utuh.