Sampai batas tertentu di wilayah Kabupaten Indramayu telah mengalami perubahan iklim yang ditunjukkan dengan berubahnya pola curah hujan dan hari hujan, dan kecenderungan menurunnya curah hujan tahunan dan distribusi curah hujan seperti ditunjukkan pada Gambar 35. Ada beberapa wilayah yang semakin sering terkena kekeringan seperti kecamatan Lelea dan Lohbener. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di Indonesia telah terjadi perubahan iklim seperti hasil-
hasil penelitian sebelumnya di beberapa tempat lain (Syahbuddin et al. 2004, Aldrian 2007, Ruminta & Handoko 2012a, Ruminta & Handoko 2012b).
Gambar 3 Perubahan pola hari hujan tahunan di Kabupaten Indramayu.
Gambar 5 Perubahan pola curah hujan tahunan di Kabupaten Indramayu.
Kerentanan
Kerentanan produksi padi sawah akibat perubahan iklim di wilayah Pantai Utara, Jawa Barat dianalisis menggunakan tiga indikator yang telah dianalisis di atas, yaitu eksposur, sensitivitas, dan kapasitas adaptif. Di wilayah Kabupaten Indramayu indeks kerentanan bervariasi antara 0,00 (level sangat rendah) hingga 1,00 (level sangat tinggi). Kecamatan Gantar dan Kroya mempunyai indeks kerentanan yang lebih besar dari 1,00 (level kerentanan sangat tinggi). Kecamatan Haurgeulis, Cikedung, dan Kerangkeng mempunyai level kerentanan tinggi. Wilayah Kecamatan Terisi, Lelea, Tukdana, Kertasemaya, Sukagumiwang, dan Jantinyuat mempunyai level kerentanan sedang. Sementara itu, di sebagian besar kecamatan lainnya mempunyai indeks kerentanan antara 0,00–0,40 atau level kerentanan rendah hingga sedang seperti ditunjukkan Gambar 6. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim cukup rentan terhadap penurunan luas panen dan produksi padi di Indonesia seperti ditunjukkan juga dari hasil penelitian sebelumnya di Sumatra Selatan dan Malang Raya (Ruminta & Handoko 2012a; Ruminta & Handoko 2012b).
Gambar 6 Peta distribusi kerentanan di Kabupaten Indramayu.
Potensi Risiko Penurunan Luas Panen Padi
Potensi risiko penurunan produksi padi sawah (existing) akibat perubahan iklim di wilayah Kabupaten Indramayu dianalisis menggunakan dua indikator, yaitu bahaya (hazard) dan kerentanan (vulnerability). Dalam analisis ini indikator yang digunakan adalah bahaya (hazard) existing dengan mempertimbangkan penurunan luas panen dan produksi padi sawah akibat perubahan iklim, ledakan hama penyakit, maupun konversi lahan sawah menjadi lahan non sawah. Penurunan luas panen padi sawah (hazard existing) di wilayah Pantai Utara, Jawa Barat rata- rata 77,0 ha/tahun dan penurunan produksi padi sawah (hazard existing) di wilayah Pantai Utara, Jawa Barat rata-rata 926,1 ton/tahun.
Di wilayah Kabupaten Indramayu indeks risiko penurunan luas panen juga sangat bervariasi antara 0,16 (level sangat rendah) hingga 1,00 (level sangat tinggi). Indeks risiko penurunan luas panen yang lebih besar dari 0,81 (level sangat tinggi) hanya terjadi di wilayah Kecamatan Gantar dan Kroya. Kecamatan Cikedung mempunyai tingkat risiko penurunan luas panen pada level tinggi. Sedangkan kecamatan Haurgeulis, Terisi, Tukdana, Sukagumiwang, dan Krangkeng mem-
punyai tingkat risiko penurunan luas panen pada level sedang. Sementara itu, di sebagian besar kecamatan lainnya mempunyai indeks risiko penurunan luas panen kurang dari 0,40 atau level risiko sangat rendah hingga rendah seperti ditunjukkan Gambar 7. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa perubahan iklim cukup rentan terhadap penurunan luas panen padi di Indonesia seperti ditunjukkan juga dari hasil penelitian sebelumnya di Sumatra Selatan dan Malang Raya (Ruminta & Handoko 2012a; Ruminta & Handoko 2012b).
Gambar 7 Peta distribusi risiko penurunan luas lahan padi di Kabupaten Indramayu.
Potensi Risiko Penurunan Produksi Padi
Di wilayah Kabupaten Indramayu indeks risiko penurunan produksi padi sawah bervariasi antara 0,16 (level sangat rendah) hingga 0,83 (level sangat tinggi). Indeks risiko penurunan produksi padi sawah yang lebih besar dari 0,81 (level sangat tinggi) hanya terjadi di wilayah Kecamatan Gantar dan Kroya. Kecamatan Cikedung mempunyai tingkat risiko penurunan produksi padi sawah pada level tinggi. Sedangkan di kecamatan Haurgeulis, Terisi, Tukdana, Sukagumiwang, dan Kerangkeng mempunyai tingkat risiko penurunan produksi padi sawah pada level sedang. Sementara itu, di sebagian besar kecamatan lainnya mempunyai indeks risiko penurunan luas panen kurang dari 0,40 atau level risiko sangat rendah hingga
rendah seperti ditunjukkan Gambar 8. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya di Sumatera Selatan dan Malang Raya (Ruminta & Handoko 2012a; Ruminta & Handoko 2012b).
Gambar 8 Peta distribusi penurunan produksi padi di Kabupaten Indramayu.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan di atas dapat ditarik beberapa kesimpulam sebagai berikut: a) Wilayah Kabupaten Indramayu telah mengalami perubahan pola curah hujan dan hari hujan. Curah hujan dan distribusi hari hujan cenderung menurun, sehingga terdapat wilayah yang sering terjadi kekeringan seperti Kecamatan Lelea dan Lohbener; b) Penurunan luas panen padi sawah (hazard existing) rata-rata 77,0 ha/tahun dan penurunan produksi padi sawah (hazard existing) rata-rata 926,1 ton/tahun; c) Tingkat kerentanan pada level sangat tinggi terdapat di Kecamatan Gantar dan Kroya dan pada level tinggi terdapat di Kecamatan Haurgeulis, Cikedung, dan Krangkeng; d) Tingkat risiko penurunan luas panen padi sawah pada level sangat tinggi terdapat di Kecamatan Gantar dan Kroya dan pada level tinggi hanya terdapat di Kecamatan Cikedung; dan e) Tingkat risiko penurunan produksi padi sawah pada level sangat tinggi terdapat di
Kecamatan Gantar dan Kroya dan pada level tinggi hanya terdapat di Kecamatan Cikedung.
DAFTAR PUSTAKA
Aldrian E. 2007. Decreasing trends in annual rainfalls over Indonesia: A threat for the national water resources?. Jakarta (ID): Badan Meteorologi dan Geofisika (Geophysics and Meteorology Agency).
Boer R, Faqih A. 2004. Current and Future Rainfall Variability in Indonesia.
AIACC Technical Report 021.
De Datta SK. 1981. Principles and Practices of Rice Production. New York (US): John Wiley and Sons.
Dorenboss J, Kassam A. 1979. Yield Response to Watter. FAO Irrigation and Drainage Paper. Rome (IT). 2nd edition.
Indonesia Country Study on Climate Change. 1998. Vulnerability and Adaptation Assessments of Climate Change in Indonesia.Jakarta (ID): The Ministry of Environment the Republic of Indonesia.
[IPCC] Intergovernmental Panel on Climate Change. 2007. Climate Change 2007- Impacts, Adaptation and Vulnerability. Contribution of Working Group II to the Fourth Assessment Report of the IPCC. New York (US): Cambridge University Press.
Mantom MJ, Della-Marta PM, Haylock MR, Hennessy KJ, Nicholls N, Chambers LE, Collins DA, Daw G, Finet A, Gunawan D, Inape K, Isobe H, Kestin TS, Lefale P, Leyu CH, Lwin T, Maitrepierre L, Ouprasitwong N, Page CM, Pahalad J, Plummer N, Salinger MJ, Suppiah R, Tran VL, Trewin B, Tibig I, Yee D. 2001: Trends in extreme daily rainfall and temperature in Southeast Asia and the South Pacific; 1961-1998. International Journal of Climatology.
21(3): 269–284.
Ministry of Environment. 2007. Indonesia Country Report: Climate Variability and Climate Change and Their Implication. Jakarta (ID): Ministry of Environment, Republic Indonesia.
Ministry of Environment. 2012a. Climate Change Risk and Adaptation Assessment for Agricultural Sector - South Sumatera. Jakarta (ID): Ministry of Environment, Republic Indonesia.
Ministry of Environment. 2012b. Climate Change Risk and Adaptation Assessment Agricultural Sector - Greater Malang. Jakarta (ID): Ministry of Environment, Republic Indonesia.
Ruminta, Nurmala T, Qosim WA. 2009. Analisis Dampak Perubahan Pola Curah Hujan Terhadap Sistem Pertanian Tanaman Pangan Lahan Kering di Jawa Barat. [Laporan Penelitian]. Jatinangor (ID): Universitas Padjajaran.
Ruminta. 2012. Studi Penurunan Produksi Padi Akibat Perubahan Iklim di Kabupaten Bandung. [Laporan Penelitian]. Jatinangor (ID): Universitas Padjajaran.
Ruminta, Handoko. 2012a. Kajian Risiko dan Adaptasi Perubahan Iklim Pada Sektor Peranian di Sumatera Selatan. [Laporan Penelitian]. Jakarta (ID): KLH.
Ruminta, Handoko. 2012b. Kajian Risiko dan Adaptasi Perubahan Iklim Pada Sektor Peranian di Malang Raya. [Laporan Penelitian]. Jakarta (ID): KLH.
Syahbuddin H, Manabu D, Yamanaka, Runtunuwu E. 2004. Impact of Climate Change to Dry Land Water Budget in Indonesia: Observation during 1980- 2002 and Simulation for 20102039. Graduate School of Science and Technology.Kobe University.Publication in process.
[UNFCCC] United Nations Framework Convention On Climate Change. 2007.
Climate Change: Impacts, Vulnerabilities and Adaptation in Developing Countries. UNFCCC, Bonn-Germany.
DAYA HASIL DAN MUTU BEBERAPA GENOTIP PADI GOGO LOKAL