• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis karakteristik konsumen yang dilakukan menggunakan pendekatan demografi. Variabel yang disurvei terdiri dari jenis kelamin, domisili, usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, status pernikahan, dan pendapatan. Konsumen yang menjadi responden adalah konsumen yang sedang berada di tempat penelitian dan sudah berkunjung paling sedikit dua kali ke Kedai Ice Cream Goreng Warung Nu Teteh. Jumlah konsumen yang dijadikan responden sebanyak 100 orang.

Jenis Kelamin

Berdasarkan hasil perhitungan responden menurut jenis kelamin menunjukkan jumlah responden jenis kelamin perempuan sebesar 64 persen (64 orang), sedangkan responden jenis kelamin laki-laki sebesar 36 persen (36 orang). Hal ini menunjukkan bahwa proporsi terbesar pengunjung Kedai Ice Cream Goreng Warung Nu Teteh didominasi oleh responden berjenis kelamin perempuan. Hal ini dikarenakan perempuan cenderung lebih menyukai makanan yang manis-manis.

Penelitian yang dilansir dari dailymail.co.uk tahun 2013 menjelaskan ternyata wanita mempunyai gen tertentu yang membuat makanan manis seperti es krim dan cokelat terasa sangat enak bagi mereka. Gen ini kemudian mengaktifkan hormon dopamin yaitu hormon yang berhubungan dengan rasa senang di dalam tubuh. Sebaran responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 6. Tabel 6 Sebaran responden berdasarkan jenis kelamin

Jenis kelamin Jumlah (orang) Persentase (%)

Laki-laki 36 36

Perempuan 64 64

Total 100 100

Usia

Depkes RI (2009), mengkategorikan usia menjadi masa balita (0 – 5 tahun), masa kanak – kanak (5 – 11 tahun), masa remaja awal (12 – 16 tahun), masa remaja akhir (17 – 25 tahun), masa dewasa awal (26 – 35 tahun), masa dewasa akhir (36 – 45 tahun), masa lansia awal (46 – 55 tahun), masa lansia akhir (56 – 65 tahun), dan masa manula (lebih dari 65 tahun). Perhitungan hasil responden menurut usia menunjukkan bahwa responden dengan kelompok usia17-25 tahun sebesar 85 persen (85 orang), posisi kedua kelompok usia 26-35 tahun sebesar 13 persen (13orang), dan posisi ketiga kelompok usia 36-45 tahun sebesar dua persen (dua orang). Kelompok usia 17-25 tahun mendominasi konsumen Kedai Ice

Cream Goreng Warung Nu Teteh. Sebaran responden berdasarkan kelompok usia dapat dilihat pada Tabel 7.

Tabel 7 Sebaran responden berdasarkan kelompok usia

Usia (tahun) Jumlah (orang) Persentase (%)

17-25 85 85 26-35 13 13 36-45 2 2 46-55 0 0 56- 65 0 0 >65 0 0 Total 100 100 Domisili

Berdasarkan hasil responden, pada umumnya konsumen yang berdomisili di Bogor sebesar 83 persen (83 orang). Lokasi dari kedai sendiri berada di Kota Bogor sehingga mudah dijangkau oleh konsumen yang berdomisili di Kota Bogor. Sisanya sebesar 17 persen (17 orang) berdomisili di luar Kota Bogor seperti Kabupaten Bogor, Jakarta, Bekasi dan Depok. Sebaran responden berdasarkan domisili dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8 Sebaran responden berdasarkan domisili

Domisili Jumlah (orang) Persentase (%)

Bogor 83 83

Luar Bogor 17 17

Total 100 100

Pendidikan Terakhir

Tingkat pendidikan responden yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pendidikan terakhir atau pendidikan yang sedang ditempuh oleh responden pada saat penelitian dilakukan. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin tinggi juga motivasi untuk mencari informasi yang dibutuhkan terutama informasi tempat makan yang sesuai dengan seleranya sehingga akan mempengaruhi keputusan dalam memilih tempat makan. Karakteristik konsumen berdasarkan tingkat pendidikan didominasi oleh konsumen berpendidikan akhir SMA/SMK sebesar 48 persen (48 orang), diikuti berpendidikan akhir Diploma sebesar 22 persen (22 orang) dan Sarjana 20 persen (20 orang). Sebaran responden berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel 9 Sebaran responden berdasarkan tingkat pendidikan

Tingkat pendidikan Jumlah (orang) Persentase (%)

SD 0 0 SMP 0 0 SMA/SMK 48 48 Diploma 22 22 Sarjana 30 30 Total 100 100

Pekerjaan

Konsumen Kedai Ice Cream Goreng Warung Nu Teteh didominasi dengan konsumen yang memiliki pekerjaan sebagai pelajar/mahasiswa sebesar 39 persen (39 orang), diikuti pekerjaan sebagai pegawai swasta sebesar 38 persen (38 orang), pekerjaan sebagai wiraswasta sebesar 10 persen (10 orang), pekerjaan sebagai PNS/BUMN sipil 10 persen (10 orang), pekerjaan sebagai ibu rumah tangga sebesar satu persen (satu orang), dan pekerjaan lain sebesar dua persen (dua orang). Sebaran responden bedasarkan pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 10. Tabel 10 Sebaran responden berdasarkan pekerjaan

Pekerjaan Jumlah (orang) Persentase (%)

Pelajar / mahasiswa 39 39

Pegawai Negeri / BUMN 10 10

Pegawai Swasta 38 38

Wiraswasta 10 10

Ibu Rumah Tangga 1 1

Lainnya 2 2

Total 100 100

Status Pernikahan

Karakteristik responden Kedai Ice Cream Goreng Warung Nu Teteh menurut status pernikahan didominasi dengan responden yang belum menikah sebesar 90 persen (90 orang), sebesar 10 persen (10 orang) sudah menikah. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar konsumen berada pada kelompok usia 17-25 tahun serta sebagian besar memiliki pekerjaan sebagai pelajar / mahasiswa. Sebaran responden berdasarkan status pernikahan dapat dilihat pada Tabel 11. Tabel 11 Sebaran responden berdasarkan status pernikahan

Status pernikahan Jumlah (orang) Persentase (%)

Menikah 10 10

Belum menikah 90 90

Total 100 100

Pendapatan atau Uang Saku

Menurut Nugroho (2014), masyarakat dapat digolongkan menjadi tiga kategori menurut pendapatannya yaitu masyarakat menengah kebawah, menengah dan menengah keatas. Masyarakat menengah ke bawah mempunyai pendapatan Rp 500 000 – Rp 2 500 000, kelas menengah mempunyai pendapatan Rp 2 500 000 – 3 500 000, dan kelas menengah atas mempunyai pendapatan lebih dari Rp 3 500 000. Karakteristik konsumen berdasarkan pendapatan didominasi oleh kelompok berpendapatan Rp 500 000 – Rp 2 499 000 sebesar 41 persen (41 orang). Hal tersebut dikarenakan sebagian besar konsumen yang mengunjungi Kedai Ice Cream Goreng Warung Nu Teteh memiliki pekerjaan sebagai pelajar dan mahasiswa. Selanjutnya diikuti oleh kelompok pendapatan > Rp 4 500 000 sebesar 23 persen (23 orang), dan posisi ketiga berpendapatan Rp 3 500 000 – Rp 4 499 000 sebesar 20 persen (20 orang), serta posisi keempat 16 persen (16 orang) memiliki pendapatan sebesar Rp 2 500 000 – Rp 3 499 000. Sebaran responden berdasarkan pendapatan atau uang saku per bulan dapat dilihat pada Tabel 12.

Tabel 12 Sebaran responden berdasarkan pendapatan atau uang saku per bulan Pendapatan atau uang saku/bulan Jumlah (orang) Persentase (%)

Rp 500 000– Rp 2 499 000 41 41

Rp 2 500 000–Rp 3 499 000 16 16

Rp 3 500 000- Rp 4 499 000 20 20

>Rp 4 500 000 23 23

Total 100 100

Proses Pengambilan Keputusan Pembelian Konsumen Kedai Ice Cream Goreng Warung Nu Teteh

Engel et al. (1994) mengemukakan bahwa proses keputusan pembelian konsumen terdiri dari lima tahap, yaitu (1) pengenalan kebutuhan, (2) pencarian informasi, (3) evaluasi alternatif, (4) pembelian, dan (5) hasil pembelian/perilaku pasca pembelian. Penelitian ini dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan setiap tahapan dalam proses keputusan pembelian konsumen.

Pengenalan Kebutuhan

Tahap pertama dalam proses pengambilan keputusan pembelian yaitu tahap pengenalan kebutuhan. Intensitas motivasi atau tujuan konsumen untuk mengunjungi Kedai Ice Cream Goreng Warung Nu Teteh didominasi oleh pilihan sekedar ingin mencoba. Dilihat dari segi manfaat makan diluar rumah responden memilih pilihan kemudahan atau tidak repot. Hal tersebut sesuai dengan karakteristik konsumen yang didominasi oleh kelompok usia 17-25 tahun dan termasuk dalam masa remaja akhir. Pada umumnya konsumen yang memiliki mobilitas yang tinggi di luar rumah adalah para pegawai atau karyawan muda maupun pelajar atau mahasiswa yang biasa berkumpul dengan tujuan yang berbeda-beda. Sebaran responden berdasarkan tahap pengenalan kebutuhan dapat dilihat pada Tabel 13.

Tabel 13 Sebaran responden berdasarkan tahap pengenalan kebutuhan

Deskripsi Persentase (%)

1 Tujuan utama

a Sekedar ingin mencoba 35

b Mencari menu/rasa yang khas 14

c Tempat berkumpl bersama teman 25

d Kebutuhan makanan 25

e Lainnya 1

Total 100

2 Manfaat makan diluar rumah

a Kemudahan/tidak repot 57

b Memperoleh kebutuhan gizi 17

c Sebagai simbol status sosial (prestise) 26

d Sebagai makanan utama 0

e Lainnya 0

Pencarian Informasi

Tahap kedua dalam pengambilan keputusan pembelian yaitu tahap pencarian informasi. Tahap ini menjelaskan bagaimana responden memperoleh informasi sebelum mengkonsumsi di Kedai Ice Cream Goreng Warung Nu Teteh, perolehan data didapatkan dari pertanyaan mengenai sumber informasi, fokus perhatian dari sumber informasi, dan pengaruh promosi. Berdasarkan hasil yang diperoleh rekomendasi teman merupakan sumber informasi yang paling banyak dipilih. Myers (1999) menyebutkan kelompok teman sebaya adalah dua orang atau lebih yang memiliki usia sama yang berinteraksi dalam waktu yang lama dan mempengaruhi satu sama lain. Dalam pengertian tersebut ditekankan hubungan pertemanan memiliki tingkat pengaruh yang tinggi dan memiliki kedekatan psikologis, sehingga teman cenderung mempengaruhi dalam proses keputusan pembelian. Suratno (2014) menjelaskan pada umumnya konsumen mengetahui informasi Sop Buah Pak Ewok dari teman atau rekan kerja, bukan informasi dari papan nama restoran dan media cetak, atau bahkan dari anggota keluarga.

Harga yang ditawarkan juga menjadi fokus perhatian sumber informasi konsumen hal ini terkait dengan karakteristik konsumen yang berada pada kelompok usia 17-25 tahun dengan berpendapatan (uang saku) Rp 500 000 – Rp 2 499 000 yang memiliki pekerjaan sebagai pelajar atau mahasiswa yang sebagian besar lebih mempertimbangkan pengeluaran untuk mengkonsumsi suatu produk. Selanjutnya dilihat dari pengaruh promosi. Berdasarkan hasil responden menunjukkan bahwa 83 persen responden tertarik berkunjung dengan adanya promosi yang telah dilakukan oleh Kedai Ice Cream Goreng Warung Nu Teteh. Sebaran responden berdasarkan tahap pencarian informasi dapat dilihat pada Tabel 14.

Tabel 14 Sebaran responden berdasarkan tahap pencarian informasi

Deskripsi Persentase (%)

1 Sumber informasi

a Teman 76

b Anggota keluarga 18

c Media cetak (Majalah/Koran) 0

d Media sosial 5

e Papan nama 1

f Lainnya 0

Total 100

2 Perhatian terhadap informasi

a Lokasi 12

b Cita rasa yang khas 20

c Kenyamanan tempat 3

d Harga yang ditawarkan 63

e Pelayanan 2

f Lainnya 0

Total 100

3 Pengaruh promosi

a Membuat tertarik berkunjung 83

b Tidak pengaruh 17

c Lainnya 0

Total 100

Evaluasi Alternatif

Tahap ketiga dalam pengambilan keputusan pembelian yaitu tahap evaluasi alternatif. Konsumen akan mempunyai pilihan yang tepat dan memuat pilihan alternatif secara teliti terhadap produk yang akan dibelinya (Kotler, 2005). Konsumen menetapkan cita rasa es krim goreng sebagai indikator pertimbangan dalam mengunjungi Kedai Ice Cream Goreng Warung Nu Teteh dengan nilai sebesar 31 persen dan diikuti indikator harga sebesar 22 persen. Selain itu sebesar 37 persen konsumen memilih atribut lokasi sebagai pertimbangan terhadap kedai lain dan diikuti 29 persen konsumen memilih atribut kemudahan menjangkau lokasi. Berdasarkan hasil tersebut dapat dilihat bahwa saat ini konsumen tidak hanya menjadikan citarasa makanan sebagai atribut yang paling diperhatikan dalam pengambilan keputusan pembelian, atribut lokasi dan kemudahan menjangkau lokasi sebagai prioritas yang perlu diperhatikan sebagai pertimbangan konsumen untuk memilih kedai lain. Sebaran responden berdasarkan tahap evaluasi alternatif dapat dilihat pada Tabel 15.

Tabel 15 Sebaran responden berdasarkan tahap evaluasi alternatif

Deskripsi Persentase (%)

1 Pertimbangan

a Cita rasa yang khas 31

b Suasana tempat makan 20

c Harga yang ditawarkan 22

d Pelayanan 16

e Lokasi 9

f Lainnya 2

Total 100

2 Pertimbangan terhadap kedai lain

a Rasa yang enak 25

b Brand retoran yang terkenal 8

c Lokasi 37

d Kemudahan menjangkau lokasi 29

e Lainnya 1

Total 100

Pembelian

Tahap keempat merupakan tahap keputusan pembelian. Setelah konsumen mempunyai evaluasi alternatif maka konsumen akan membuat keputusan untuk membeli. Penilaian keputusan menyebabkan konsumen membentuk pilihan merek diantara beberapa merek yang tersedia.

Pihak yang mempengaruhi responden untuk berkunjung sebagian besar dipengaruhi oleh teman dengan persentase sebesar 81 persen. Berdasarkan keputusan pembelian, sebesar 75 persen responden pengunjung Kedai Ice Cream Goreng Warung Nu Teteh melakukan pembelian secara mendadak. Hal ini terjadi karena tanpa ada rencana untuk berkunjung dan secara kebetulan melewati lokasi tersebut. Keputusan pembelian dilakukan tergantung situasi konsumen dimana konsumen masih belum merencanakan untuk melakukan pembelian, namun ketika ada waktu luang atau ada ajakan teman, konsumen mudah tertarik untuk

melakukan pembelian. Sebaran responden berdasarkan tahap pembelian dapat dilihat pada Tabel 16.

Tabel 16 Sebaran responden berdasarkan tahap pembelian

Deskripsi Persentase (%)

1 Pihak paling berpengaruh

a Inisiatif sendiri 9 b Keluarga 10 c Teman 81 d Lainnya 0 Total 100 2 Keputusan pembelian a Terencana 25 b Tidak terencana 75 c Lainnya 0 Total 100 Pasca Pembelian

Evaluasi pasca pembelian yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Berdasarkan hasil yang diperoleh sebanyak 96 persen responden merasa puas setelah melakukan pembelian di Kedai Ice Cream Goreng Warung Nu Teteh. Selain itu minat untuk melakukan pembelian ulang menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen sebesar 87 persen memiliki minat untuk datang kembali. Sedangkan sisanya sebesar 13 persen tidak memiliki minat untuk datang kembali. Sebaran responden berdasarkan tahap pasca pembelian dapat dilihat pada Tabel 17.

Tabel 17 Sebaran responden berdasarkan tahap pasca pembelian

Deskripsi Persentase 1 Kepuasan konsumen a Puas 96 b Tidak puas 4 Total 100 2 Pembelian ulang a Ya 87 b Tidak 13 Total 100

ANALISIS KEPUASAN DAN LOYALITAS KONSUMEN