• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peternakan Ternak Domba Sehat Dompet Dhuafa Republika (TDS-DD Republika) berada pada ketinggian 800 m dpl (diatas permukaan laut) dengan curah hujan rata-rata 2500 mm/ tahun. Suhu sekitarnya berkisar 18-19 0C. Bentuk topografi lahan yaitu landai sampai berbukit dengan kemiringan yang cukup beragam. Jenis tanah di daerah ini adalah jenis tanah latosol merah coklat dengan pH antara 5,5 sampai 6.

Ukuran-ukuran Tubuh Domba Garut Pejantan pada Umur I4

Rataan ukuran tubuh panjang badan, lingkar dada, lebar dada, lebar panggul dan tinggi pundak domba Garut pejantan pada umur I4 disajikan pada Tabel 2.

Tabel 2. Rataan Ukuran-ukuran Tubuh Domba Garut Pejantan pada Umur I4

Ukuran Tubuh Hasil Penelitian (pada umur I4)

Laporan Sartika (2005)

Laporan Merkens dan Soemirat (1926) - - - cm - - - Panjang Badan 71,19 + 6,08 63,41 + 5,72 76 Lingkar Dada 85,76 + 3,66 88,73 + 7,58 - Lebar Dada 17,52 + 0,98 22,08 + 8,21 23 Lebar Panggul 16,69 + 0,75 - 19 Tinggi Pundak 73,62 + 3,17 74,34 + 5,84 75

Hasil penelitian menunjukkan rataan panjang badan pejantan lebih besar dibandingkan dengan rataan standar bibit domba Garut jantan menurut Sartika (2005), sedangkan rataan lingkar dada, lebar dada dan tinggi pundak lebih kecil. Rataan panjang badan, lebar dada, lebar panggul dan tinggi pundak hasil penelitian lebih kecil apabila dibandingkan dengan laporan menurut Merkens dan Soemirat (1926). Rataan panjang badan, lebar dada, lebar panggul dan tinggi pundak menurut laporan Merkens dan Soemirat (1926) secara berturut-turut adalah 76; 23; 19 dan 75 cm.

Seleksi Domba Garut Pejantan pada Umur I4 Berdasarkan Rataan

Pengkelasan Ukuran-ukuran Tubuh

Pengukuran terhadap sifat-sifat kuantitatif yang menggunakan ukuran-ukuran tubuh ternak domba Garut pejantan merupakan salah satu cara dalam melakukan seleksi. Tabel 3 menyajikan ukuran-ukuran tubuh domba Garut pejantan pada umur I4 berdasarkan pengkelasan.

Tabel 3. Pengkelasan Ukuran-ukuran Tubuh Domba Garut Pejantan pada Umur I4

Pejantan Pengkelasan Ukuran-Ukuran Tubuh

Rataan Nomor Nama PB LD LbrD LbrP TP 1 Jaba 1 1 1 1 2 1,2 2 Menir 1 2 3 2 2 2.0 3 Togog 3 2 1 2 2 2.0 4 Lipur 2 2 2 2 1 1,8 5 Satria 3 1 2 4 2 2,4 6 Kombet 3 1 2 2 1 1,8 7 Guruh 2 2 3 1 2 2,0 8 Jawara 2 1 2 2 2 1,8 9 Bayu 3 4 3 4 4 3,6 10 Mega 3 3 3 3 2 2,8 11 Rangga 1 3 2 2 4 2,4 12 Dasi 3 3 3 3 2 2,8 13 Caper 2 3 3 2 2 2,4 14 Kilat 4 2 3 2 3 2,8 15 Goyang 3 2 3 2 2 2,4 16 Bone 4 2 4 3 2 3,0 17 Lanang 2 3 3 2 1 2,2 18 Panut 4 3 2 2 3 2,8 19 Zonas 2 3 3 2 4 2,8 20 Paksi 3 4 3 3 3 3,2 21 Boyo 3 4 3 2 4 3,2

Keterangan: PB : Panjang badan LD : Lingkar Dada LbrD : Lebar Dada LbrP : Lebar Panggul TP : Tinggi Pundak Kelas 1 : x > X + s Kelas 2 : X < x < X + s Kelas 3 : X - s < x < X Kelas 4 : x < X - s

Pengkelasan terhadap sifat-sifat kuantitatif yang menggunakan ukuran- ukuran tubuh ternak domba Garut pejantan ini diharapkan dapat digunakan sebagai sarana dalam melakukan seleksi. Ukuran-ukuran tubuh yang digunakan adalah panjang badan (PB), lingkar dada (LD), lebar dada (LbrD), lebar panggul (LbrP) dan Tinggi pundak (TP). Berdasarkan rataan pengkelasan ukuran-ukuran tubuh domba Garut pejantan, pejantan yang bagus yaitu pejantan yang memiliki rataan pengkelasan ukuran-ukuran tubuh sama dengan 1. Pejantan yang dipilih berdasarkan rataan pengkelasan ukuran-ukuran tubuh yaitu pejantan yang termasuk kedalam kelas 1. Berdasarkan Tabel 3, pejantan yang termasuk kedalam kelas 1 yaitu pejantan yang memiliki rataan pengkelasan ukuran-ukuran tubuh antara 1 sampai 1,9. Pejantan yang termasuk kedalam kelas tersebut diantaranya adalah Jaba, Lipur, kombet dan Jawara. Pejantan yang termasuk kedalam kelas 2 yaitu pejantan yang memiliki rataan pengkelasan ukuran-ukuran tubuh antara 1,9 sampai dibawah 2,4. Pejantan yang termasuk kedalam kelas tersebut diantaranya yaitu Menir, Togog, Guruh dan Lanang. Pejantan yang termasuk kedalam kelas 3 yaitu pejantan yang memiliki rataan pengkelasan ukuran-ukuran tubuh antara 2,4 sampai dibawah 3,0. Pejantan yang termasuk kedalam kelas tersebut diantaranya adalah Satria, Rangga, Caper, Goyang, Mega, Dasi, Kilat, Panut dan Zonas. Pejantan yang termasuk kedalam kelas 4 yaitu pejantan yang memiliki rataan pengkelasan ukuran-ukuran tubuh lebih dari 3,0. Pejantan yang termasuk kedalam kelas tersebut diantaranya yaitu Bone, Paksi, Boyo dan Bayu.

Seleksi Domba Garut Pejantan pada Umur I4 Berdasarkan

Pengkelasan Masing-masing Ukuran Tubuh

Seleksi domba Garut pejantan berdasarkan pengkelasan ukuran-ukuran tubuh diarahkan kepada pemilihan pejantan yang memiliki masing-masing ukuran tubuh yang termasuk kedalam kelas 1.

Tabel 4. Frekuensi Ukuran-ukuran Tubuh Domba Garut Pejantan pada Umur I4 Berdasarkan Pengkelasan

Ukuran-ukuran Tubuh Kelas Koofesien Keragaman 1 2 3 4 Panjang Badan 14,29 28,57 42,86 14,29 36,00%

n = 3 ekor n = 6 ekor n = 9 ekor n = 3 ekor

Lingkar Dada 19,05 33,33 33,33 14,29 40,28%

n = 4 ekor n = 7 ekor n = 7 ekor n = 3 ekor

Lebar Dada 9,52 28,57 57,14 4,76 29,03%

n = 2 ekor n = 6 ekor n = 12 ekor n = 1 ekor

Lebar Panggul 9,52 61,90 19,05 9,52 34,29%

n = 2 ekor n = 13 ekor n = 4 ekor n = 2 ekor

Tinggi Pundak 14,29 52,38 14,29 19,05 40,89%

n = 3 ekor n = 11 ekor n = 3 ekor n = 4 ekor Keterangan: n : jumlah domba Garut pejantan

Kelas 1: x > X + s

Kelas 2: X < x < X + s Kelas 3: X - s < x < X Kelas 4: x < X - s

Tabel 4 menyajikan frekuensi ukuran-ukuran tubuh domba Garut pejantan pada umur I4 berdasarkan pengkelasan. Pejantan yang termasuk kedalam kelas 1

berdasarkan pengkelasan panjang badan sebanyak 14,29% (3 ekor ) yaitu Jaba, Menir dan Rangga; kelas 2 sebanyak 28,57% (6 ekor) yaitu pejantan Lipur, Guruh, Jawara, Caper, Lanang dan Zonas; kelas 3 sebanyak 42,86% (9 ekor) yaitu pejantan Togog, Satria, Kombet, Bayu, Mega, Dasi, Goyang, Paksi dan Boyo; kelas 4 sebanyak 14,29% (3 ekor) yaitu pejantan Kilat, Bone dan Panut.

Pejantan yang termasuk kedalam kelas 1 berdasarkan pengkelasan lingkar dada sebanyak 19,05% (4 ekor ) yaitu pejantan Jaba, Satria, Kombet dan Jawara; kelas 2 sebanyak 33,33% (7 ekor) yaitu pejantan Menir, Togog, Lipur, Guruh, Kilat, Goyang dan Bone; kelas 3 sebanyak 33,33% (7 ekor) yaitu pejantan Mega, Rangga

Dasi, Caper, Lanang, Panut dan Zonas; kelas 4 sebanyak 14,29% (3 ekor) yaitu pejantan Bayu, Paksi dan Boyo.

Pejantan yang termasuk kedalam kelas 1 berdasarkan pengkelasan lebar dada sebanyak 9,52% (2 ekor ) yaitu pejantan Jaba dan Togog; kelas 2 sebanyak 28,57% (6 ekor) yaitu pejantan Lipur, Satria, Kombet, Jawara, Rangga dan Panut; kelas 3 sebanyak 57,14% (12 ekor) yaitu pejantan Menir, Guruh, Bayu, Mega, Dasi, Caper, Kilat, Goyang, Lanang, Zonas, Paksi dan Boyo; kelas 4 sebanyak 4,76% (1 ekor) yaitu pejantan Bone.

Pejantan yang termasuk kedalam kelas 1 berdasarkan pengkelasan lebar panggul sebanyak 9,52% (2 ekor ) yaitu pejantan Jaba dan Guruh; kelas 2 sebanyak 61,90% (13 ekor) yaitu pejantan Menir, Togog, Lipur, Kombet, Jawara, Rangga, Caper, Kilat, Goyang, Lanang, Panut, Zonas dan Boyo; kelas 3 sebanyak 19,05% (4 ekor) yaitu pejantan Mega, Dasi, Bone dan Paksi; kelas 4 sebanyak 9,52% (2 ekor) yaitu pejantan Satria dan Bayu.

Pejantan yang termasuk kedalam kelas 1 berdasarkan pengkelasan tinggi pundak sebanyak 14,29% (3 ekor ) yaitu pejantan Lipur, Kombet dan Lanang; kelas 2 sebanyak 52,38% (11 ekor) yaitu pejantan Jaba, Menir, Togog, Satria, Guruh, Jawara, Mega, Dasi, Caper, Goyang dan Bone; kelas 3 sebanyak 14,29% (3 ekor) yaitu pejantan Kilat, Panut dan Paksi; kelas 4 sebanyak 19,05% (4 ekor) yaitu pejantan Bayu, Rangga, Zonas dan Boyo.

Hasil ini mengisyaratkan bahwa bila seleksi pejantan untuk bibit akan dilakukan, maka proporsi jumlah pejantan yang terseleksi untuk dijadikan bibit sebanyak-banyaknya 14,29% (bila berdasarkan panjang badan dan tinggi pundak); 19,05% (bila berdasarkan lingkar dada); dan 9,52% (bila berdasarkan lebar dada dan lebar panggul) dari total populasi. Untuk tingkat resiko minimal dalam perseleksian pejantan calon bibit, proporsi pejantan terseleksi adalah sekitar 4%.

Koofesien keragaman pengkelasan panjang badan, lingkar dada, lebar dada, lebar panggul dan tinggi pundak domba Garut pejantan pada umur I4 (Tabel 4) lebih

besar dari 20%. Koofesien keragaman pengkelasan panjang badan, lingkar dada, lebar dada, lebar panggul dan tinggi pundak masing-masing sebesar 36,00; 40,28; 29,03; 34,29 dan 40,89%. Tingkat keragaman yang tinggi memberikan implikasi bahwa seleksi pejantan dapat dilakukan berdasarkan pengkelasan panjang badan,

lingkar dada, lebar dada, lebar panggul dan tinggi pundak. Mulliadi (1996) melaporkan bahwa pada pengukuran sifat fenotipik domba didapatkan nilai koofesien keragaman sebesar 6–24%, nilai tersebut disimpulkan telah seragam.

Seleksi Domba Garut Pejantan pada Umur I4 Berdasarkan Rataan

Pengkelasan Ukuran-ukuran Tubuh Anak Jantan

Berdasarkan rataan pengkelasan ukuran-ukuran tubuh domba Garut pejantan pada umur I4, pejantan yang dipilih yaitu pejantan yang termasuk kedalam kelas 1

sebanyak 4 ekor yaitu pejantan Jaba, Lipur, Kombet dan Jawara.

Tabel 5. Rataan Ukuran–ukuran Tubuh Anak Jantan Berdasarkan Pejantan pada Masing-Masing Kelas (%)

Pejantan Rataan ukuran-ukuran tubuh anak jantan

No Nama Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Kelas 4

- - - - % - - - - - - - 1 Jaba 20,54 33,09 31,45 14,91 2 Menir 21,18 36,47 34,12 8,23 3 Togog 9,52 35,62 37,05 17,81 4 Lipur 13,65 34,84 40,91 10,60 5 Satria 2,86 40,00 35,71 21,43 6 Kombet 20,10 31,60 37,73 10,57 7 Guruh 36,00 36,00 16,00 12,00 8 Jawara 29,74 28,08 31,41 10,77 9 Bayu 4,00 30,00 50,00 16,00 10 Mega 14,12 32,94 38,82 14,12 11 Rangga 5,71 57,14 37,14 - 12 Dasi 11,43 20,00 60,00 8,57 13 Caper 5,71 14,29 34,29 45,71 14 Kilat 10,00 40,00 - 50,00 15 Goyang 13,00 45,00 35,00 7,00 16 Bone - 70,00 30,00 - 17 Lanang - 36,67 46,67 16,67 18 Panut 25,00 25,00 45,00 5,00 19 Zonas - 20,00 60,00 20,00 20 Paksi 19,23 27,69 36,92 16,15 21 Boyo - 10,00 60,00 30,00 Keterangan: Kelas 1: x > X + s Kelas 2: X < x < X + s Kelas 3: X - s < x < X Kelas 4: x < X - s

Tabel 5 menyajikan rataan ukuran-ukuran tubuh anak jantan pada masing- masing kelas. Pejantan Jaba, Lipur, Kombet dan Jawara menghasilkan anak jantan yang termasuk kedalam kelas 1 masing-masing sebanyak 20,54; 13,65; 20,10 dan 29,74%. Anak jantan dari pejantan Jaba paling banyak termasuk kedalam kelas 2 yaitu sebanyak 33,09%, sedangkan anak jantan dari pejantan Lipur, Kombet dan Jawara paling banyak termasuk kedalam kelas 3 yaitu masing-masing sebanyak 40,91; 37,73 dan 31,41%.

Berdasarkan rataan ukuran-ukuran tubuh anak jantan, diantara pejantan yang paling banyak menghasilkan anak jantan yang termasuk kedalam kelas 1 yaitu pejantan Guruh, Jawara, Panut dan Menir masing-masing sebanyak 36,00; 29,74; 25,00 dan 21,18%, tetapi berdasarkan persentase rataan pengkelasan ukuran-ukuran tubuh anak jantan pada masing-masing kelas baik kelas 1, 2, 3 maupun 4, maka pejantan Guruh dan Jawara merupakan pejantan yang lebih unggul karena persentase rataan pengkelasan ukuran-ukuran tubuh anak jantan lebih baik dibandingkan dengan pejantan lain yaitu masing-masing 36,00 dan 29,74%. Pejantan Jawara merupakan pejantan yang termasuk kedalam kelas 1 berdasarkan rataan pengkelasan ukuran- ukuran tubuh domba Garut pejantan dan merupakan salah satu pejantan yang menghasilkan anak jantan yang paling banyak termasuk kedalam kelas 1.

Seleksi Domba Garut Pejantan pada Umur I4 Berdasarkan Rataan

Pengkelasan Ukuran-ukuran Tubuh Anak Betina

Berdasarkan rataan pengkelasan ukuran-ukuran tubuh domba Garut pejantan pada umur I4, pejantan yang termasuk kedalam kelas 1 sebanyak 4 ekor yaitu

pejantan Jaba, Lipur, Kombet dan Jawara. Tabel 6 menyajikan rataan ukuran-ukuran tubuh anak betina berdasarkan pejantan pada masing-masing kelas. Pejantan Jaba, Lipur, Kombet dan Jawara menghasilkan anak betina yang termasuk kedalam kelas 1 masing-masing sebanyak 10,00; 13,08; 18,62 dan 27,42%. Anak betina dari pejantan Jaba dan Jawara paling banyak termasuk kedalam kelas 3 yaitu masing-masing sebanyak 42,50 dan 27,27%. Anak betina dari pejantan Lipur dan Kombet paling banyak termasuk kedalam kelas 2 yaitu masing-masing sebanyak 40,77 dan 31,54%.

Tabel 6. Rataan Ukuran–ukuran Tubuh Anak Betina Berdasarkan Pejantan pada Masing-masing Kelas (%)

Pejantan Rataan ukuran-ukuran tubuh anak betina

No Nama Kelas 1 Kelas 2 Kelas 3 Kelas 4

- - - - % - - - - - - - 1 Jaba 10,00 40,00 42,50 7,50 2 Menir 20,00 36,67 30,00 13,33 3 Togog 34,29 20,00 40,00 5,71 4 Lipur 13,08 40,77 29,23 16,92 5 Satria 17,50 25,00 47,50 10,00 6 Kombet 18,62 31,54 29,96 19,88 7 Guruh - 33,33 20,00 46,67 8 Jawara 27,42 22,73 27,27 22,58 9 Bayu 17,78 33,33 37,78 11,11 10 Mega 17,08 36,14 28,71 18,07 11 Rangga 10,00 16,67 73,33 - 12 Dasi - 10,00 70,00 20,00 13 Caper 21,54 24,62 41,54 12,31 14 Kilat 16,00 36,00 36,00 12,00 15 Goyang 13,68 41,05 33,68 11,58 16 Bone - 20,00 70,00 10,00 17 Lanang 34,66 10,67 44,67 10,00 18 Panut 20,00 40,00 35,00 5,00 19 Zonas - 20,00 40,00 40,00 20 Paksi 18,00 35,00 31,00 16,00 21 Boyo - - 53,33 46,67 Keterangan: Kelas 1: x > X + s Kelas 2: X < x < X + s Kelas 3: X - s < x < X Kelas 4: x < X - s

Berdasarkan rataan ukuran-ukuran tubuh anak betina, diantara pejantan yang paling banyak menghasilkan anak betina yang termasuk kedalam kelas 1 yaitu pejantan Lanang, Togog, Jawara dan Caper masing-masing sebanyak 34,66; 34,29; 27,42 dan 21,54%, tetapi berdasarkan persentase rataan pengkelasan ukuran-ukuran tubuh anak betina pada masing-masing kelas baik kelas 1, 2, 3 maupun 4, maka pejantan Jawara merupakan pejantan yang lebih unggul karena persentase rataan pengkelasan ukuran-ukuran tubuh anak betina lebih baik dibandingkan dengan pejantan lain yaitu sebanyak 27,42%. Pejantan Jawara merupakan pejantan yang

termasuk kedalam kelas 1 berdasarkan rataan pengkelasan ukuran-ukuran tubuh domba Garut pejantan dan merupakan salah satu pejantan yang menghasilkan anak betina yang paling banyak termasuk kedalam kelas 1.

Seleksi Domba Garut Pejantan Kelas 1 Berdasarkan Pengkelasan Anak Jantan dan Anak Betina

Pejantan yang termasuk kedalam kelas 1 berdasarkan pengkelasan panjang badan yaitu Jaba, Menir dan Rangga (Tabel 7). Pejantan Jaba menghasilkan anak jantan sebanyak 11 ekor dan anak betina 8 ekor pada umur yang berbeda. Panjang badan anak jantan dan betina masing-masing dilakukan pengkelasan berdasarkan umur. Pejantan Jaba menghasilkan anak jantan yang termasuk kelas 1 sebanyak 18,18%, kelas 2 dan 3 masing-masing sebanyak 36,36%, kelas 4 sebanyak 9,09%. Anak betina tidak ada yang termasuk kedalam kelas 1 dan 4; kelas 2 sebanyak 25,00% dan kelas 3 sebanyak 75,00%.

Tabel 7. Proporsi Kelas Panjang Badan Anak Jantan dan Anak Betina pada Pejantan yang Memiliki Kelas Panjang Badan 1 (%)

Pejantan

Anak Jantan Anak Betina

ekor Kelas ekor Kelas

1 2 3 4 1 2 3 4 Jaba 11 18,18 36,36 36,36 9,09 8 - 25,00 75,00 - Menir 17 35,29 35,29 23,53 5,88 12 25,00 25,00 41,67 8,33 Rangga 7 - 42,86 57,14 - 6 16,67 - 83,33 - Keterangan: Kelas 1: x > X + s Kelas 2: X < x < X + s Kelas 3: X - s < x < X Kelas 4: x < X - s

Pejantan Menir menghasilkan anak jantan sebanyak 17 ekor dan 12 ekor anak betina. Anak jantan yang termasuk kedalam kelas 1 dan kelas 2 masing-masing sebanyak 35,29%, kelas 3 sebanyak 23,53 %, kelas 4 sebanyak 5,88%. Anak betina kelas 1 dan 2 masing-masing sebanyak 25,00%, kelas 3 sebanyak 41,67% dan kelas 4 sebanyak 8,33%. Pejantan Rangga menghasilkan anak jantan sebanyak 7 ekor dan 6 ekor anak betina. Anak jantan tidak ada yang termasuk dalam kelas 1 dan kelas 4; kelas 2 sebanyak 42,86% dan kelas 3 sebanyak 57,14%. Anak betina yang termasuk kedalam kelas 1 sebanyak 16,67%, kelas 3 sebanyak 83,33%, anak domba betina tidak ada yang termasuk kedalam kelas 2 dan kelas 4. Seleksi berdasarkan panjang

badan belum efektif karena pejantan yang memiliki panjang badan kelas 1 ternyata menghasilkan anak jantan dan anak betina memiliki kelas panjang badan yang masih beragam.

Tabel 8. Proporsi Kelas Lingkar Dada Anak Jantan dan Anak Betina pada Pejantan yang Memiliki Kelas Lingkar Dada 1 (%)

Pejantan

Anak Jantan Anak Betina

ekor Kelas ekor Kelas

1 2 3 4 1 2 3 4 Jaba 11 18,18 36,36 18,18 27,27 8 25,00 37,50 25,00 12,50 Satria 14 - 35,71 42,86 21,43 16 25,00 18,75 37,50 18,75 Kombet 25 20,00 28,00 44,00 8,00 33 15,15 42,42 24,24 18,18 Jawara 13 38,46 15,38 38,46 7,69 12 25,00 16,67 33,33 25,00 Keterangan: Kelas 1: x > X + s Kelas 2: X < x < X + s Kelas 3: X - s < x < X Kelas 4: x < X - s

Pejantan yang termasuk dalam kelas 1 berdasarkan pengkelasan lingkar dada yaitu Jaba, Satria, Kombet dan Jawara. Lingkar dada anak jantan dan betina masing- masing dilakukan pengkelasan berdasarkan umur. Tabel 8 menyajikan proporsi kelas lingkar dada anak domba pada pejantan yang memiliki kelas lingkar dada 1. Pejantan Jaba menghasilkan anak jantan sebanyak 11 ekor dan anak betina 8 ekor pada umur yang berbeda Pejantan Jaba menghasilkan anak jantan yang memiliki lingkar dada kelas 1 sebanyak 18,18%, kelas 2 sebanyak 36,36%, kelas 3 sebanyak 18,18% dan kelas 4 sebanyak 27,27%. Anak betina yang memiliki lingkar dada kelas 1 sebanyak 25,00%, kelas 2 sebanyak 37,50%, kelas 3 sebanyak 25,00% dan kelas 4 sebanyak 12,50%. Pejantan Satria menghasilkan anak jantan sebanyak 14 ekor dan anak betina 16 ekor pada umur yang berbeda. Lingkar dada anak jantan dari pejantan Satria tidak ada yang termasuk kedalam kelas 1, kelas 2 sebanyak 35,71%; kelas 3 sebanyak 42,86% dan kelas 4 sebanyak 21,43%. Anak betina dari pejantan Satria yang termasuk kedalam kelas 1 sebanyak 25,00%; kelas 2 dan kelas 4 masing-masing sebanyak 18,75% dan kelas 3 sebanyak 37,50%. Pejantan Kombet menghasilkan 25 ekor anak jantan dan 33 ekor anak betina pada umur yang berbeda. Pejantan Kombet menghasilkan anak jantan yang termasuk kedalam kelas 1 sebanyak 20,00%, kelas 2 sebanyak 28,00%, kelas 3 sebanyak 44,00% dan kelas 4 sebanyak 8,00%. Anak

2 sebanyak 42,42%, kelas 3 sebanyak 24,24% dan kelas 4 sebanyak 18,18%.. Pejantan Jawara menghasilkan anak jantan sebanyak 13 ekor dan anak betina 12 ekor pada umur yang berbeda. Pejantan Jawara menghasilkan anak jantan yang termasuk kedalam kelas 1 sebanyak 38,46%, kelas 2 sebanyak 15,38%, kelas 3 sebanyak 38,46% dan kelas 4 sebanyak 7,69%. Anak betina dari pejantan Jawara yang termasuk kelas 1 sebanyak 25,00%, kelas 2 sebanyak 16,67%, kelas 3 sebanyak 33,33% dan kelas 4 sebanyak 25,00%. Seleksi berdasarkan lingkar dada belum efektif karena pejantan yang memiliki lingkar dada kelas 1 ternyata menghasilkan anak jantan dan anak betina memiliki kelas lingkar dada yang masih beragam.

Tabel 9. Proporsi Kelas Lebar Dada Anak Jantan dan Anak Betina pada Pejantan yang Memiliki Kelas Lebar Dada 1 (%)

Pejantan

Anak Jantan Anak Betina

ekor Kelas ekor Kelas

1 2 3 4 1 2 3 4 Jaba 11 18,18 36,36 45,45 - 8 12,50 37,50 50,00 - Togog 14 6,67 40,00 40,00 6,67 7 57,14 - 28,57 14,29 Keterangan: Kelas 1: x > X + s Kelas 2: X < x < X + s Kelas 3: X - s < x < X Kelas 4: x < X - s

Tabel 9 menyajikan proporsi kelas lebar dada anak domba pada pejantan yang memiliki kelas lebar dada 1. Pejantan Jaba menghasilkan anak jantan sebanyak 11 ekor dan anak betina 8 ekor pada umur yang berbeda. Pejantan Jaba menghasilkan anak jantan yang termasuk kedalam kelas 1 sebanyak 18,18%, kelas 2 sebanyak 36,36%, kelas 3 sebanyak 45,45%. Anak betina dari pejantan Jaba yang termasuk kedalam kelas 1 sebanyak 12,50%, kelas 2 sebanyak 37,50% dan kelas 3 sebanyak 50,00%. Pejantan Jaba tidak memiliki anak baik jantan maupun betina yang termasuk kedalam kelas 4.

Pejantan Togog menghasilkan anak jantan sebanyak 14 ekor dan anak betina 7 ekor pada umur yang berbeda. Pejantan Togog menghasilkan anak jantan yang termasuk kedalam kelas 1 dan kelas 4 masing-masing sebanyak 6,67% sedangkan yang termasuk kedalam kelas 2 dan 3 masing-masing sebanyak 40,00%. Anak betina yang termasuk kedalam kelas 1 sebanyak 57,14%, kelas 3 sebanyak 28,57% dan kelas 4 sebanyak 14,29%. Seleksi berdasarkan lebar dada belum efektif karena

pejantan yang memiliki lebar dada kelas 1 ternyata menghasilkan anak jantan dan anak betina memiliki kelas lebar dada yang masih beragam.

Tabel 10. Proporsi Kelas Lebar Panggul Anak Jantan dan Anak Betina pada Pejantan yang Memiliki Kelas Lebar Panggul 1 (%)

Pejantan

Anak Jantan Anak Betina

ekor Kelas ekor Kelas

1 2 3 4 1 2 3 4 Jaba 10 27.27 18.18 27.27 18.18 8 12,50 50,00 25,00 12,50 Guruh 5 60.00 - - 40.00 3 - 33,33 33,33 33,33 Keterangan: Kelas 1: x > X + s Kelas 2: X < x < X + s Kelas 3: X - s < x < X Kelas 4: x < X - s

Tabel 10 menyajikan kelas lebar panggul anak domba pada pejantan yang memiliki kelas lebar dada 1. Pejantan Jaba menghasilkan anak jantan yang termasuk kedalam kelas 1 dan kelas 3 masing-masing sebanyak 27,27% sedangkan kelas 2 dan kelas 4 masing-masing sebanyak 18,18%. Anak betina dari pejantan Jaba yang termasuk kedalam kelas 1 dan 4 masing-masing sebanyak 12,50%, kelas 2 sebanyak 50,00% dan kelas 3 sebanyak 25,00%. Pejantan Guruh menghasilkan anak jantan yang termasuk kelas 1 sebanyak 60,00% dan kelas 4 sebanyak 40,00%. Anak betina dari pejantan Guruh yang termasuk kedalam kelas 2, kelas 3 dan kelas 4 masing- masing sebanyak 33,33%. Seleksi berdasarkan lebar panggul belum efektif karena pejantan yang memiliki lebar panggul kelas 1 ternyata menghasilkan anak jantan dan anak betina memiliki kelas lebar panggul yang masih beragam.

Tabel 11. Proporsi Kelas Tinggi Pundak Anak Jantan dan Anak Betina pada Pejantan yang Memiliki Kelas Tinggi Pundak 1 (%)

Pejantan

Anak Jantan Anak Betina

ekor Kelas ekor Kelas

1 2 3 4 1 2 3 4 Lipur 27 18.52 37.04 33.33 11.11 26 11,54 38,46 34,62 15,38 Kombet 25 16.00 28.00 52.00 4.00 33 21,21 36,36 18,18 24,24 Lanang 6 - 33.33 50.00 16.67 6 33,33 16,67 33,33 16,67 Keterangan: Kelas 1: x > X + s Kelas 2: X < x < X + s Kelas 3: X - s < x < X Kelas 4: x < X - s

Tabel 11 menyajikan kelas tinggi pundak anak domba pada pejantan yang memiliki kelas tinggi pundak 1. Pejantan Lipur menghasilkan 27 ekor anak jantan dan 26 ekor anak betina pada umur yang berbeda. Pejantan Lipur menghasilkan anak jantan yang termasuk kedalam kelas 1 sebanyak 18,52%, kelas 2 sebanyak 37,04%, kelas 3 sebanyak 33,33% dan kelas 4 sebanyak 11,11%. Pejantan Lipur menghasilkan anak betina yang termasuk kedalam kelas 1, 2, 3 dan 4 masing-masing sebanyak 11,54; 38,46; 34,62 dan 15,38%. Pejantan Kombet menghasilkan anak jantan sebanyak 25 ekor dan anak betina 33 ekor pada umur yang berbeda. Pejantan Kombet menghasilkan anak jantan yang termasuk kedalam kelas 1, 2, 3 dan 4 masing-masing sebanyak 16,00; 28,00; 52,00 dan 4,00%. Anak betina yang dihasilkan oleh pejantan Kombet yang termasuk kedalam kelas 1 sebanyak 21,21%, kelas 2 sebanyak 36,36%, kelas 3 sebanyak 18,18% dan kelas 4 sebanyak 24,24%.

Pejantan Lanang menghasilkan anak jantan dan anak betina masing-masing sebanyak 6 ekor pada umur yang berbeda. Pejantan Lanang menghasilkan anak jantan yang termasuk kedalam kelas 2 sebanyak 33,33%, kelas 3 sebanyak 50,00% dan kelas 4 sebanyak 16,67%, sedangkan anak betina dari pejantan Lanang yang termasuk kedalam kelas 1 dan kelas 3 masing-masing sebanyak 33,33%, kelas 2 dan kelas 4 masing-masing sebanyak 16,67%. Seleksi berdasarkan tinggi pundak belum efektif karena pejantan yang memiliki tinggi pundak kelas 1 ternyata menghasilkan anak jantan dan anak betina memiliki kelas tinggi pundak yang masih beragam.

Ukuran-ukuran Tubuh Domba Garut Induk pada Umur I1, I2, I3 dan I4

Rataan ukuran-ukuran panjang badan, lingkar dada, lebar dada, lebar panggul dan tinggi pundak induk disajikan pada Tabel 12.

Tabel 12. Rataan Ukuran-ukuran Tubuh Domba Garut Induk pada Umur I1,

I2, I3 dan I4

U Ukuran Tubuh

Kelompok Umur

I1 I2 I3 I4

n = 4 ekor n = 15 ekor n = 39 ekor n = 207 ekor - - - - - - cm - - - - - - - Panjang Badan 65,25 + 3,59 65,73 + 5,05 64,59 + 4,11 64,39 + 4,39 Lingkar Dada 79,75 + 5,50 74,67 + 5,72 75,26 + 3,77 75,60 + 5,50 Lebar Dada 17,50 + 1,00 13,93 + 2,76 13,49 + 1,97 13,75 + 2,42 Lebar Panggul 15,25 + 0,96 14,60 + 1,18 15,10 + 1,29 15,23 + 1,96 Tinggi Pundak 71,25 + 2,22 65,73 + 3,24 65,41 + 3,88 65,60 + 4 21

Tabel 13 menyajikan frekuensi ukuran-ukuran tubuh domba Garut induk pada umur I1, I2, I3 dan I4 berdasarkan pengkelasan. Hasil pengkelasan panjang badan dan

lingkar dada induk pada umur I1 yang termasuk kedalam kelas 1 masing-masing

sebanyak 25,00%, sedangkan untuk lingkar dada, lebar dada dan lebar panggul tidak ada induk yang termasuk kedalam kelas 1. Pengkelasan panjang badan dan lingkar dada induk paling banyak termasuk kedalam kelas 3 yaitu masing-masing sebesar 50,00 dan 75,00%, sedangkan lebar dada, lebar panggul dan tinggi pundak induk paling banyak termasuk kedalam kelas 2 yaitu masing-masing sebesar 75,00; 50,00 dan 75,00%.

Panjang badan, lebar dada, lebar panggul dan tinggi pundak induk pada umur I2 yang termasuk kedalam kelas 1 masing-masing sebanyak 20,00%, sedangkan

untuk lingkar dada induk yang termasuk kedalam kelas 1 sebanyak 6,67%. Panjang badan, lebar panggul dan tinggi pundak induk paling banyak termasuk kedalam kelas 2 yaitu masing-masing sebanyak 33,33; 33,33 dan 40,00%. Lingkar dada dan lebar dada induk paling banyak termasuk kedalam kelas 3 yaitu masing-masing sebanyak 46,67 dan 33,33%.

Panjang badan, lingkar dada, lebar dada, lebar panggul dan tinggi pundak induk pada umur I3 yang termasuk kedalam kelas 1 masing-masing sebanyak 20,51;

10,26; 7,69; 12,82 dan 15,38%. Panjang badan induk pada umur I3 paling banyak

termasuk kedalam kelas 2 yaitu sebanyak 35,90%. Lingkar dada induk paling banyak termasuk kedalam kelas 2 dan kelas 3 yaitu masing-masing sebanyak 35,90%, sedangkan untuk lebar dada, lebar panggul dan tinggi pundak induk paling banyak termasuk kedalam kelas 3 yaitu masing-masing sebanyak 48,72; 53,85 dan 38,46%.

Panjang badan, lingkar dada, lebar dada, lebar panggul dan tinggi pundak induk umur I4 yang termasuk kedalam kelas 1 yaitu masing-masing sebanyak 15,46;

11,59; 11,59; 13,53 dan 14,01%. Panjang badan dan lebar panggul induk umur I4

paling banyak termasuk kedalam kelas 3 yaitu masing-masing sebanyak 42,03 dan 40,58%. Lingkar dada, lebar dada dan tinggi pundak induk paling banyak termasuk kedalam kelas 2 yaitu masing-masing sebanyak 39,13; 37,68 dan 37,68%.

Tabel 13. Frekuensi Ukuran-ukuran Tubuh Domba Garut Induk pada Umur I1, I2, I3 dan I4 Berdasarkan Pengkelasan (%).

Ukuran Tubuh Pengkelasan

Kelompok Umur

I1 I2 I3 I4

n = 4 ekor n = 15 ekor n = 39 ekor n = 207 ekor - - - % - - -

Panjang Badan Kelas 1 25,00 20,00 20,51 15,46

Kelas 2 25,00 33,33 35,90 30,43

Kelas 3 50,00 20,00 30,77 42,03

Kelas 4 - 26,67 12,82 12,08

Lingkar Dada Kelas 1 25,00 6,67 10,26 11,59

Kelas 2 - 40,00 35,90 39,13

Kelas 3 75,00 46,67 35,90 34,78

Kelas 4 - 6,67 17,95 14,49

Lebar Dada Kelas 1 - 20,00 7,69 11,59

Kelas 2 75,00 26,67 41,03 37,68

Kelas 3 - 33,33 48,72 35,27

Kelas 4 25,00 20,00 2,56 15,46

Lebar Panggul Kelas 1 - 20,00 12,82 13,53

Kelas 2 50,00 33,33 28,21 29,47

Kelas 3 25,00 26,67 53,85 40,58

Kelas 4 25,00 20,00 5,13 16,43

Tinggi Pundak Kelas 1 - 20,00 15,38 14,01

Kelas 2 75,00 40,00 33,33 37,68 Kelas 3 - 26,67 38,46 33,82 Kelas 4 25,00 13,33 12,82 14,49 Keterangan: Kelas 1: x > X + s Kelas 2: X < x < X + s Kelas 3: X - s < x < X

Dokumen terkait