MUHAMMAD DIAH
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian yang dilakukan sebagaimana judul yang dikemukakan adalah menyangkut manaje-
men pegawai dalam prestasi kerja dan kaitan anta- ra keduanya. Oleh sebab itu penelitian ini dirasa perlu untuk menyajikan data kepegawaian pada objek penelitian sebagai berikut ini:
Tabel 1
Data Kepegawaian Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah Persentase
Laki-laki 1533 86%
Perempuan 234 14%
Jumlah 1767
Tabel 2
Data Kepegawaian Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tingkat Pendidikan Jumlah Persentase S-1 37 0,2% D-III 53 0,3% D-I 9 80% SMA 1415 SMP 180 10% SD 73 0,5% Jumlah 1767 Tabel 3
Data Kepegawaian Berdasarkan Tingkat Usia
Tingkat Usia Jumlah Persentase
>50 82 4,4%
41-50 88 4,6%
31-40 570 33%
20-30 1027 58%
Jumlah 1767
Dari berbagai bentuk kemajemukan data un- tuk ditetapkan sebagai responden, penulis me- milih kategori kemajemukan tingkat pendidikan karena bagi karyawan swasta indikator penunjuk golongan pada umumnya adalah tingkat pendidi- kan. Untuk memperoleh kaitan data kepegawa- ian dalam penulisan jurnalini, penulis melakukan observassi kepustakaan dan wawancara dengan pejabat yang berkompeten di bidang personalia pada PT. Sandhy Putra Makmur yakni manajer SDM & UMUM. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan:
a. Adanya ketetapan formasi b. Adanya uraian tugas
c. Adanya susunan jabatan dalam pengambilan keputusan manajemen.
d. Adanya aktiitas mutasi, promosi dan estem e. Adanya penerapan sangsi
f. Adanya upaya pengembangan potensi diri pegawai.
Analisis Pelaksanaan Pengawasan Kerja Kar- yawan Pada PT. SPM
Pengawasan yang dilaksanakan pada PT. SPM mencakup dua bagian yaitu:
1. Pengawasan pada bagian cleaning service. Pada bagian cleaning service, pengawasan di- lakukan secara rutin oleh kedua belah pihak yaitu: a. Pengawasan oleh pihak PT. SPM:
Pengawasan ini dapat dilihat dari 2 aspek: • Masing-masing atasan terhadap bawahan,
baik itu mengenai disiplin, pelaksanaan kerja maupun keselamatan kerja.
• Team quality control mengawasi mutu pekerjaan secara periodik
Pengawasan oleh Staff operasional yaitu den- gan cara:
• Mengawasi karyawan dalam melaksana- kan dan mengadakan koordinasi dengan sumber daya manusia dilapangan.
• Membuat laporan apanila ada karyawan/ persediaan barang (alat-alat) yang kurang untuk keperluan operasional perusahaan. • Melaksanakan quality control atas bidang
jasa yang dihasilakn maupun pengadaan lainya.
Pengawas lapangan yaitu dengan cara: • Membantu staff operasional dalam men-
jalankan tugasnya.
• Bertanggung jawab penuh terhadap keber- sihan lokasi-lokasi / daerah pengawasan. • Menegur, mengarahkan, mencatat dan me-
laporkan semua kegiatan cleaning service yang ada di bawah pengawasannya. • Membagi tugas pengawasan dengan kepa-
la regu karyawan yang ditunjuk. Kepala regu yaitu dengan cara:
• Membantu pengawas lapangan untuk men- gawasi kerja karyawan.
• Melaporkan kebutuhan cleaning service pada staff operasional.
b. Pengawasan oleh pihak pengguna jasa yaitu melalui piket/ duty manajer
Pengawasan pihak konsumen terhadap opera- tor cleaning service mencakup pelaksanaan hasil kerja, keamanan kerja, absensi, peralatan, keleng- kapan petugas, bahan pembersih dan lain-lain yang dilakukan pada jam kerja. Alat pengawasan
yang digunaan adalah:
• Cheklist setiap hasil pekerjaan • Angket dari user/konsumen • Saran-saran melalui kotak saran • Jadwal kerja
Pihak konsumen berhak menegur secara lisan maupun tulisan serta mengajukan usul untuk men- genakan skorsing/berhenti secara hormat atau tidak hormat bila petugas cleaning service mel- anggar peraturan / tata tertib konsumen dan PT. SPM memperhatikan dan mempertimbangkan yang diusulkan oleh pihak konsumen.
2. Pengawasan pada bagian satuan pengamanan (satpam)
Pengawasan pada bagian ini juga dilakukan oleh kedua belah pihak yaitu :
a. Pengawasan oleh pihak PT. SPM yang dilak- sanakan oleh :
Kepala kelompok yaitu:
• Mengadakan pengawasan atau kontrol atas pelaksanaan tugas-tugas anggotanya. • Mengkoordinasikan tugas-tugas penjagaan
pada setiap lokasi kerja Anggota
Pengawasan oleh anggota mencakup tiga as- pek yaitu:
• Pengawasan terhadap karyawan pengguna jasa
• Semua karyawan pengguna jasa diwajib- kan memakai tanda pengenal pada waktu masuk maupn selama dalam lingkungan kerja.
• Apabila ada karyawan pengguna jasa yang lalai dalam memakai tanda pengenal harus diingatkan.
b. Pengawasan oleh pihak pengguna jasa Pihak pengguna jasa berhak menegur baik se- cara lisan maupun tulisan serta mengajukan usul untuk mengenakan skorsing atau berhenti secara hormat atau tidak hormat apabila pelaksanaan sat- uan pengamanan melanggar peraturan , tata tertib yang telah disepakati dalam perjanjian kerja sama, selanjutnya laporan tersebut disampaikan kepada pihak pengelola dan akan diproses untuk diambil langkah-langkah selanjutnya.
Journal Of Economic Management & Business - Vol. 14, No. 4, Oktober 2013 431
Dalam melaksanakan pengawasan terhadap karyawannya, PT. SPM melakukan berbagai lang- kah sebagai berikut:
1. Menetapkan standar pelaksanaan (perenca- naan) terhadap apa yang akan dilaksankan, standar ini meliputi standar kualitas hasil kerja dan standar waktu.
• Kualitas hasil kerja ditentukan agar kar- yawan dapat memahami bagaimana se- harusnya mengerjakan suatu pekerjaan yang sesuai dengan hasil yang diinginkan, misalnya pada bagian cleaning service harus membersihkan lantai, kaca pintu dan jendela, toilet dan lainnya tanpa ada lagi terlihat adanya sampah ataupun noda yang menempel pada bagian kaca walaupun hanya sedikit.
• Standar waktu kerja. Pada standar ini di- tentukan berapa lama waktu ideal untuk melaksanakan suatu pekerjaan berdasarkan pengalaman waktu-waktu yang lalu. 2. Menetapkan pengukuran pelaksanaan ke-
giatan karyawan, yaitu dilakukan setiap hari, setiap minggu, dan setiap bulannya.
• Pengawasan harian dilakukan dengan cara melakukan pengisian absensi kar- yawan setian jam masuk kerja sesuai den- gan jam kerja yang telah ditentukan oleh perusahaan pengguna jasa PT. SPM yang bersangkutan. Demikian pula setiap jam pulang kerja, setiap karyawan diwajibkan untuk menandatangani absen pulang sesuai dengan jam pulang kerja. Kegiatan pengi- sian absen ini dipantau langsung oleh se- orang pengawas untuk mengawasi agar tidak terjadi kecurangan dalam pengisian absen tersebut.
• Pengawasan mingguan dilakukan sengan cara memeriksa laporan yang diterima dari pengawas kegiatan harian.
• Pengawasan bulanan biasanya dilakukan pada saat menjelang pemberian gaji ter- hadap karyawan, sebelum gaji diberikan terlebih dahulu diperiksa kembali semua laporan harian maupun mingguan un- tuk memastikan apakah semua pekerjaan dalam satu bulan ini telah berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan.
Adapun urutan proses pengawasan kerja kar- yawan PT. SPM adalah sebagi berikut:
1. Membuat kartu-kartu jam kerja mingguan (weekly time cards) untuk setiap karyawan yang berisi:
• Nama karyawan • Nomor registrasi (nip)
• Nomor jaminan sosial, beserta tanggalnya 2. Menyiapkan kartu kerja (job card ) harian bagi
setiap karyawan yang berisi: • Nama karyawan
• Nomor registrasi (nip)
• Nomor jaminan sosial, beserta tanggalnya 3. Membuat daftar pekerjaan (job list) pada
setiap kartu kerja yang terdiri dari:
• Apa pekerjaan yang harus dikerjakan setiap hari
• Berapa lama waktu penyelesaian yang ditetapkan
• Nomor lokasi kerja
• Keterangan rincian pekerjaan (job descrip- tion)
4. Pengawas yang bersangkutan menerima kartu kerja disertai catatan waktu mulai dan sele- sainya setiap pekerjaan yg telah dilaksanakan. 5. Mengecek masukdan pulang kerja dilakukan
oleh pengawas (supervisor) dibagian itu. 6. Menghitung jumlah jam kerja yang dilakukan
setiap karyawan berdasarkan kartu-kartu kar- yawan.
7. Kartu kerja dikumpulkan untuk jangka waktu satu minggu, pegawai bersangkutan diberi kesempatan untuk mengeceknya.
Adapun usaha-usaha yang dilakukan dalam meningkatkan efektiitas kerja karyawan pada PT. SPM antara lain adalah:
a. Melakukan pembinaan untuk meningkatkan sumber daya manusia dengan cara diberikan- nya pendidikan dan latihan seperti seminar- seminar, training, lokakarya dan lain-lain pada semua tingkat jabatan yang ada pada perusa- haan.
b. Menegakkan serta meningkatkan kedisiplinan pada karyawan seperti absensi kehadiran. c. Memberikan motivasi kepada karyawan beru-
pa gaji pokok dan bonus/tunjangan hari raya (THR).
Hal-hal untuk memotivasi diberikan berupa: a. Memberikan kesempatan kerja kepada kar-
yawan di luar jam kerja (lembur).
b. Memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi.
b. Memberikan asuransi/jamsostek bagi kar- yawan yang bekerja.
Dengan langkah-langkah yang telah dilakukan ini diharapkan agar efektiitas berdaya guna dalam arti penggunaan sumber daya yang ada dilakukan semaksimal mungkin. Akan tetapi tercapainya tu- juan ini menunjukkan suatu keadaan yang efektif sebab mempunyai peranan besar terhadap pertum- buhan ekonomi dan pembangunan demi kepentin- gan masyarakat baik polotik, sosial dan budaya.
Menurut analisa dan evaluasi penulis bahwa pemilihan alternatif pengawasan yang tepat san- gatlah menentukan tingkat efektiitas kerja kar- yawan, dan tentunya akan sangat berpengaruh terhadap kualitas dari hasil pekerjaan itu sendiri.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan, maka kesimpulan dari penelitian ini ada- lah sebagai berikut:
1. Pengawasan yang dilakukan oleh PT. SPM terhadap karyawannya yang berada diberbagai instansi dalam wilayah Sumatera Utara dalam pelaksanaannya sudah cukup baik
2. Untuk pengawasan terhadap karyawan yang berada di luar Sumatera Utara sedikit men- galami hambatan khususnya menyangkut kurangnya sarana transportasi cepat sehingga sistem pengawasan yang diterapkan sedikit melenceng dari prosedur yang seharusnya yang mennyebabkan sistem pengawasan itu sendiri menjadi kurang efektif.
3. Struktur organisasi yang digunakan oleh manajemen PT. SPM adalah struktur organ- isasi garis dan staff, dimana wewenang secara langsung turun dari atasan kepada bawahan dan kepada atasan sesuai dengan jenjang hi- rarki.
4. Kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh manajemen PT. SPM khususnya terhadap karyawannya yang ada pada instansi-instansi
pengguna jasa PT. SPM yang berada di luar Sumatera Utara telah sesuai dengan prosedur yang ada, dan terbukti dapat meningkatkan efektiitas kerja karyawan.
5. Selain melakukan fungsi pengawasan, untuk meningkatkan efektiitas kerja karyawan PT. SPM juga melakukan beberapa hal lain dian- taranya:
• Pendidikan dan latihan.
• Memberikan motivasi kerja berkaiitan dengan pemberian fasilitas dan bonus. • Pemberian penghargaan bagi karyawan
yang teladan.
• Memberikan kesempatan promosi. • Asuransi.
SARAN
Setelah mengambil beberapa kesimpulan dari hasil penelitian ini, maka penulis akan memberi- kan beberapa saran, diantaranya:
1. Pengawasan harus terus dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan efektiitas kerja karyawan PT. SPM.
2. Pengawasan yang baik bukan hanya diperlu- kan oleh karyawan yang berada di wilayah Sumatera Utara, akan tetapi untuk karyawan yang berada di luar wilayah Sumatera Utara juga harus dilakukan pengawasan dengan baik, misalnya dengan lebih meningkatkan frekuensi peninjauan langsung ke lokasi kerja tempat karyawan bekerja untuk lebih menja- min bahwa kegiatan itu telah dilaksanakan dengan baik, dengan demikian citra PT. SPM akan tetap terjaga.
3. Untuk melakukan pengawasan terhadap kar- yawan yang berada di luar wilayah Sumatera Utara, manajer puncak seharusnya memben- tuk satu tim khusus untuk meninjau secara langsung ke tempat-tempat dimana karyawan bekerja, sehingga pengawasan terhadap kar- yawan untuk daerah di luar wilayah Sumatera Utara juga dapat menjadi lebih baik dari apa yang telah dilakukan selama ini.
4. Segala sesuatu yang telah dicapai dengan baik pada saat ini harus dipertahankan dan kalau dapat harus lebih ditingkatkan lagi.
Journal Of Economic Management & Business - Vol. 14, No. 4, Oktober 2013 433
REFERENSI
AA. Anwar Prabu Mangkunegara, 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Alex S. Nitisemito, 2003. Manajemen Personalia. Jakarta: Ghaha Indonesia.
Arikunto, Suharsimi. 2001. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Assauri, Sofjan. 1993. Manajemen Produksi dan Operasi. Edisi Empat. Jakarta : Lembaga. Penerbit
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Assauri, Sofyan. 1992. Manajemen Pemasaran. Penerbit Rajawali. Jakarta Basu, Swasta, 2006. Manajemen pemasaran modern, Yogyakarta: BPFE.
Handoko, T. Hani. 1991. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta
James A.F. Stoner dan Charles Wankel; Manajemen, alih bahasa Wilhelmus W. Bakowatun dan Bosco Carvallo, Ed.3, Cet.2Jakarta: Intermedia, 1988
James A. F Stoner, “Manajemen”, Edisi Kedua, Penerbit Elangga, Jakarta. 1996
Kadarman SJ, A.M, dan Jusuf Udaya. 1995. Pengantar Ilmu Manajemen. Jakarta: P.T. Gramedia Pus- taka.
Kadarman, Pengantar Ilmu Manajemen , Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1996. Kriyantono, Rachmat. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Kencana, Jakarta.
Mangkunegara, A.A. Anwar P. (2004), Manajemen Sumber Daya Manusia, Perusahaan, Remaja Ros- dakarya, Bandung.
Mangkunegara, Anwar (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: Remaja Pos Dakarya.
Manullang M, (1991), Manajemen Personalia, Cetakan Keenam, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta. Manullang, “Dasar-Dasar Manajemen”, Edisi Baru Direvisi, Jakarta, Ghalia Indonesia (1991) Manullang, 1991. Pengantar Ekonomi Perusahaan. Edisi Keenam. Penerbit BKLM. Yogyakarta. Manullang, “Pengantar Ekonomi Perusahaan”, Edisi Direvisi, Penerbit BPPE, Yogyakarta 1994 Manullang, M. Dasar-Dasar Manajemen, Jakarta : Ghalia Indonesia, 1990.
Niti Semito Alex S, “ Manajemen Personalia”, Cetakan Kelima , Yogyakarta, Penerbit Ghalia Indone- sia (1994)
Saladin, H. Djaslim. 1994. Dasar-dasar Manajemen Pemasaran. Edisi Kesepuluh. Penerbit Mandar Maju. Bandung.
Siagian Sondang. P. 1991. Organisasi, Kepemimpinan dan Perilaku Administrasi. Jakarta: Gunung agung.
Siagian, Sondang (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia (cetakan 15). Jakarta: Bumi Aksara. Siagian, Sondang, (1993), Manajemen Sumber Daya Manusia, Bumi Aksara, Jakarta.
Siagian, Sondang, (1995), Teori Motivasi dan Aplikasinya, Penerbit PT. Rineka Cipta, Jakarta. Sugiyono, 2007. Metode penelitian bisnis. Bandung: Alfabet.
Sugiyono, 2006, Metode Penelitian Bisnis, Cetakan Kesembilan, CV Alvabeta, Bandung Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : CV ALFABETA.
Swastha, Basu dan Ibnu Sukotjo. 1995. Pengantar Bisnis Modern: Pengantar Ekonomi Perusahaan Modern”. Liberty, Yogyakarta.
T. Hani Handoko, “Manajemen”, Penerbit BPPE, Yogyakarta, 1994
T. Hani Handoko. 2001. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia. Edisi kedua, Yogyakarta: BPFE Yogyakarta.
Tjiptono, Fandy. Perspektif Manajemen dan Pemasaran Kontemporer, Yogyakarta: Andy, 2000. Winardi, “Azaz-Azaz Manajemen”, Bandung Alumni
Journal Of Economic Management & Business - Vol. 14, No. 4, Oktober 2013 435