• Tidak ada hasil yang ditemukan

ACE Group adalah salah satu penyedia layanan properti dan gugat terbesar dunia. Lewat jangkauan operasional di 54 negara dunia, ACE memiliki keunggulan dari segi keragaman produk dan kualitas layanan, dukungan dana yang kuat, keahlian dalam proses pertanggungan dan penanganan klaim serta beroperasi di banyak negara. Pusat operasional ACE Group berada di Zurich, Bermuda, dan New York, juga di beberapa lokasi lainnya, dengan jumlah karyawan lebih dari 20.000 orang di seluruh dunia. Jaringan ACE di Asia Pasifik juga terdiri dari jalur operasional melayani Australia, Hong Kong, Indonesia, Korea, Macau, Malaysia, New Zealand, Philipina, Singapura, Taiwan, Thailand dan Vietnam. ACE menyediakan layanan asuransi komersial dan properti pribadi dan kasualti, kecelakaan diri dan asuransi kesehatan, reasuransi dan asuransi jiwa bagi bisnis/usaha, UKM, keluarga dan pribadi di Asia Pasifik. Diasuransikan oleh ACE berarti dilindungi oleh salah satu perusahaan asuransi terbesar dan terkuat di dunia yang memiliki akuntabilitas dalam pengelolaan risiko.

PT ACE Jaya Proteksi (ACE Jaya Proteksi) di Indonesia adalah bagian dari ACE Group. ACE Jaya Proteksi adalah perusahaan hasil merger PT ACE INA Insurance dan PT Asuransi Jaya Proteksi, gabungan dua kekuatan yang memiliki keahlian global dan jaringan pasar lokal. ACE Jaya Proteksi menyediakan solusi asuransi yang komprehensif melalui model distribusi yang menjangkau segala jenis nasabah mulai dari perusahaan, pasar komersial kelas

menengah, sampai individu. Dengan dasar budaya underwriting yang kuat, ACE Jaya Proteksi memberikan pelayanan responsif dan terdepan melalui kemitraan dengan bank, perusahaan pembiayaan, broker, agen, dan lebih dari 30 kantor cabang. PT Asuransi ACE Jaya Proteksi Medan beralamat di Jl. Sutomo No. 18 D Medan.

4.1.1 Filosofi Perusahaan

Filosofi ACE Jaya Proteksi dalam memberikan layanan nasabah bertumpu pada pembangunan kemitraan yang kuat dengan para nasabah yang kami miliki. ACE sangat percaya bahwa memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat akan membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat, karyawan dan perusahaan kami. ACE Jaya Proteksi terutama fokus mendukung di bidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan.

Selain itu, ACE mendorong pengembangan inisiatif karyawan kami terhadap kebutuhan masyarakat di mana mereka tinggal dan bekerja. Melalui kampanye nasional, inisiatif relawan lokal dan program lain secara global, ACE mendukung dengan memberi program-program seperti :

a. Program kesukarelaan karyawan : kontribusi untuk kelompok non-profit yang menerima setidaknya 40 jam per tahun sukarela oleh karyawan ACE dalam membantu lingkungan masyarakat.

b. Bantuan bencana : ACE melakukan kampanye penggalangan dana yang mengumpulkan uang untuk memberikan bantuan dan sumbangan karyawan dalam mendukung upaya bantuan bencana global.

4.1.2 Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi PT. Asuransi ACE Jaya Proteksi Medan yang menjadi objek dalam penelitian ini terdiri dari : pemimpin cabang, pemasaran, klaim, teknik underwriting, keuangan, sumber daya manusia dan karyawan lepas (umum). Struktur organisasi PT. Asuransi ACE Jaya Proteksi Medan dapat dilihat pada gambar 4.1 berikut :

Gambar 4.1 Bagan Struktur Organisasi PT. Asuransi ACE Jaya Proteksi Medan Sumber : Pemimpin Cabang PT. Asuransi ACE Jaya Proteksi Medan

4.1.3 Rincian Tugas a. Kepala Cabang

Tugas dari kepala cabang adalah bertanggung jawab terhadap manajemen pusat, membangun citra perusahaan yang baik di wilayah kantor cabang, memepertahankan kelancaran dan perkembangan pelaksanaan pekerjaan,

Kepala Cabang Pemasaran Klaim Teknik Keuangan Umum Underwriting

membantu pemasaran jasa asuransi kepada calon tertanggung potensial di wilayah kerjanya, serta memberikan persetujuan klaim, akseptasi, keuangan dll.

b. Pemasaran

Tugas bagian pemasaran adalah mencari dan mendapatkan nasabah baik perorangan, instansi maupun perusahaan, memberikan bimbingan kepada nasabah tentang pentingnya berasuransi, menganalisa calon tertanggung, serta melayani tertanggung dengan baik untuk mempertahankan kepercayaan nasabah yang sudah lama.

c. Teknik

Tugas bagian teknik adalah membuat polis baru yang telah disetujui, membuat rekomendasi kepada kepala cabang perihal persetujuan klaim maupun fungsi lainnya, melaksanakan kegiatan registrasi surat tuntutan ganti rugi, serta menyimpan dan mengolah data nasabah.

d. Keuangan

Tugas bagian keuangan adalah mengatur manajemen perusahaan, menyimpan dan mengolah data keuangan dan data rahasia lain perusahaan, melaksanakan kegiatan administrasi pembukuan dan keuangan, mengajukan Rencana Anggaran Tahunan, mengatur kuantitatif dan kualitatif SDM serta memonitor kinerja masing-masing fungsi.

e. Underwriting

Tugas bagian underwriting adalah melakukan verifikasi dokumen nasabah, melakukan verifikasi terhadap polis sesuai batas kewenangan, serta memberikan informasi dan menangani keluhan peserta.

f. Klaim

Tugas bagian klaim adalah meneliti kasus-kasus yang menimbulkan terjadinya klaim, merencanakan penyelesaian klaim tepat waktu dan mengendalikan pelayanan kepada nasabah, dan menetapkan klaim nasabah.

g. Karyawan Umum

Tugas karyawan umum adalah menyusun, menjilid dan merapikan data berupa polis yang akan diserahkan kepada nasabah secara manual, mencatat jadwal kedatangan tamu penting dari kantor pusat serta bertanggung jawab dalam pengadaan barang, peralatan maupun perlengkapan kantor.

4.2 Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas

Uji validitas dilakukan dengan menggunakan software SPSS 17.0 dengan kriteria sebagai berikut :

a. Jika rhitung > rtabel, maka pertanyaan dinyatakan valid. b. Jika rhitung < rtabel, maka pertanyaan dinyatakan tidak valid.

Nilai rhitung dapat dilihat dari corrected item total correlation. Penyebaran kuesioner khusus dalam uji validitas dan reliabilitas diberikan kepada 30 orang responden yang berada pada PT. Asuransi Bintang.

Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS

Pada tabel 4.1 dapat dilihat bahwa nilai rhitung (Corrected Item-Total Corelation) seluruh pertayaan lebih besar dibandingkan rtabel (0,361) maka dapat disimpulkan bahwa seluruh pertanyaan dalam kuesioner dinyatakan valid.

b. Uji Reliabilitas

Jika hasil pengukuran yang dilakukan secara berulang relatif sama maka pengukuran tersebut dianggap memiliki tingkat reliabilitas yang baik (Suliyanto, 2006:149). Uji reliabilitas akan dapat menunjukkan konsistensi dari jawaban-jawaban responden yang terdapat pada kuesioner. Uji ini dilakukan setelah uji validitas dan yang diuji merupakan pertanyaan-pertanyaan yang sudah valid. Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha ˃ 0 ,7. Hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2 Hasil Uji Reliabilitas

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS

Pada Tabel 4.2 dapat dilihat nilai Cronbach Alpha rata-rata seluruh butir pernyataan adalah 0,936 > 0,7. Maka dapat dinyatakan bahwa 27 butir pernyataan reliabel.

4.3 Metode Analisis Data 4.3.1 Metode Deskriptif

Merupakan suatu metode analisis dimana data yang dikumpulkan mula-mula disusun, diklasifikasikan dan dianalisis sehingga akan memberikan gambaran yang jelas mengenai objek. Analsis deskriptif dalam penelitian ini akan mendeskriptifkan data karakteristik responden berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, lama bekerja dan mengetahui tanggapan responden terhadap nilai variabel penelitian.

1. Responden Berdasarkan Usia

Gambaran responden berdasarkan usianya dapat dilihat pada Tabel 4.3. Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Usia (Tahun) Jumlah (Orang) Persentase (%)

20-30 10 33,3

31-40 12 40

41-50 8 26,7

Jumlah 30 100

Sumber: Kuesioner Penelitian (data diolah)

Pada Tabel 4.3 menunjukkan bahwa karyawan dalam perusahaan ini didominasi oleh karyawan dengan usia produktif yang lebih mapan dalam berpikir dan bertindak serta lebih terbiasa menghadapi persoalan yang muncul di tempat kerja, sehingga pengambilan keputusan cenderung lebih efektif.

2. Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Gambaran responden berdasarkan jenis kelaminnya dapat dilihat pada Tabel 4.4.

Tabel 4.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah (Orang) Persentase (%)

Laki-laki 20 66,7

Perempuan 10 33,3

Jumlah 30 100

Sumber: Kuesioner Penelitian (data diolah)

Pada Tabel 4.4 dapat dilihat bahwa karyawan berjenis kelamin laki-laki lebih mendominasi karena tenaga marketing yang dipergunakan adalah mayoritas pria. Karyawan perempuan lebih banyak ditempatkan dibagian back office.

3. Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Gambaran responden berdasarkan pendidikan terakhirnya dapat dilihat pada Tabel 4.5.

Tabel 4.5

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Tingkat Penddidikan Jumlah (Orang) Persentase (%)

SLTA/SMA sederajat 4 13,3

Diploma 7 23,4

Sarjana 19 63,3

Jumlah 30 100

Sumber: Kuesioner Penelitian (data diolah)

Pada Tabel 4.5 dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan karyawan yang paling dominan adalah tingkat pendidikan S1 yang paling banyak ditempatkan dibagian pemasaran, teknik dan keuangan. Diploma lebih banyak ditempatkan dibagian underwriting dan klaim, sedangkan tingkat pendidikan SMA dibagian umum.

4. Responden Berdasarkan Lama Bekerja

Gambaran responden berdasarkan lama bekerjanya dapat dilihat pada Tabel 4.6.

Tabel 4.6

Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja

Lama Bekerja (Tahun) Jumlah (Orang) Persentase (%)

0-5 18 60

6-10 10 33,3

11-15 2 6,7

Jumlah 30 100

Sumber: Kuesioner Penelitian (data diolah)

Pada Tabel 4.6 dapat dilihat bahwa jumlah karyawan yang dengan masa kerja di bawah 5 tahun paling banyak dibandingkan dengan lama bekerja lainnya. Masa kerja 5 tahun belum terlalu optimal dalam mendukung pengalaman kerja yang baik, namun diharapkan dengan dukungan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual tinggi keryawan dengan masa kerja yang masih sedikit akan tetap mendukung hasil kerja yang produktif sehingga dalam meningkatkan kinerjanya juga mudah tercapai.

4.3.1.1 Analisis Deskriptif Variabel

Analisis deskriptif variabel akan memberikan gambaran tentang jawaban responden atas pernyataan masing-masing variabel dalam penelitian ini.

1. Variabel Kecerdasan Emosional (X1)

Distribusi jawaban responden terhadap 10 butir pernyataan mengenai variabel Kecerdasan Emosional (X1) dapat dilihat pada Tabel 4.7

Tabel 4.7

Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kecerdasan Emosional (X1) No. Item Pernyataan Sangat Tidak Setuju Tidak

Setuju Ragu-Ragu Setuju

Sangat Setuju F % F % F % F % F % 1 0 0 2 6.7 4 13.3 8 26.7 16 53.3 2 0 0 4 13.3 4 13.3 15 50.0 7 23.3 3 0 0 0 0 11 36.7 12 40.0 7 23.3 4 0 0 1 3.3 6 20.0 10 33.3 13 43.3 5 0 0 1 3.3 2 6.7 17 56.7 10 33.3 6 0 0 2 6.7 5 16.7 11 36.7 12 40.0 7 0 0 2 6.7 6 20.0 12 40.0 10 33.3 8 0 0 2 6.7 6 20.0 15 50.0 7 23.3 9 0 0 1 3.3 4 13.3 9 30.0 16 53.3 10 0 0 2 6.7 6 20.0 8 26.7 14 46.7 Sumber: Hasil Pengolahan SPSS

Hasil jawaban kuesioner yang diperoleh dari 30 orang responden untuk variabel Kecerdasan Emosional pada Tabel 4.7 yaitu :

1. Pada pernyataan (Saya mengetahui alasan mengapa saya bersedih) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, 2 orang responden 6.7% menyatakan tidak setuju, terdapat 4 responden 13.3% yang menyatakan ragu-ragu, 8 orang responden 26.7% menyatakan setuju dan 16 orang 53.3% menyatakan sangat setuju.

2. Pada pernyataan (Saya mengetahui kemampuan diri saya sendiri) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, 4 orang responden 13.3% menyatakan tidak setuju, terdapat 4 responden 13.3% yang menyatakan ragu-ragu, 15 orang responden 50.0% menyatakan setuju dan 7 orang 23.3% menyatakan sangat setuju.

3. Pada pernyataan (Saya mampu tetap tenang, bahkan dalam situasi yang tidak menyenangkan atau memancing emosi) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju dan tidak setuju, 11 orang responden 36.7% menyatakan ragu-ragu, 12 orang responden 40.0% menyatakan setuju dan 7 orang 23.3% menyatakan sangat setuju.

4. Pada pernyataan (Saya memikirkan apa yang saya inginkan sebelum melakukannya) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, 1 orang responden 3.3% menyatakan tidak setuju, terdapat 6 responden 20.0% yang menyatakan ragu-ragu, 10 orang responden 33.3% menyatakan setuju dan 13 orang 43.3% menyatakan sangat setuju.

5. Pada pernyataan (Saya selalu optimis dalam karir) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, 1 orang responden 3.3% menyatakan tidak setuju, terdapat 2 responden 6.7% yang menyatakan ragu-ragu, 17 orang responden 56.7% menyatakan setuju dan 10 orang 33.3% menyatakan sangat setuju.

6. Pada pernyataan (Saya tertarik pada pekerjaan yang mendorong saya memberikan gagasan baru) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, 2 orang responden 6.7% menyatakan tidak setuju, terdapat 5 responden 16.7% yang menyatakan ragu-ragu, 11 orang responden 36.7% menyatakan setuju dan 12 orang 40.0% menyatakan sangat setuju.

7. Pada pernyataan (Saya bisa menempatkan diri saya pada posisi orang lain) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, 2 orang responden 6.7% menyatakan tidak setuju, terdapat 6 responden 20.0% yang menyatakan ragu-ragu, 12 orang responden 40.0% menyatakan setuju dan 10 orang 33.3% menyatakan sangat setuju.

8. Pada pernyataan (Saya mampu mengetahui seseorang sedang mengalami masalah, meskipun mereka menutupinya) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, 2 orang responden 6.7% tidak setuju, 6 responden 20.0% yang menyatakan ragu-ragu, 15 orang responden 50.0% menyatakan setuju dan 7 orang responden 23.3% menyatakan sangat setuju.

9. Pada pernyataan (Saya mampu berkerjasama dengan sesama karyawan) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, 1 orang responden 3.3% tidak setuju, 4 responden 13.3% yang menyatakan ragu-ragu, 9 orang responden 30.0% menyatakan setuju dan 16 orang responden 53.3% menyatakan sangat setuju.

10. Pada pernyataan (Saya dapat berkomunikasi dengan orang lain secara baik agar ide-ide saya dapat diterima) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, 2 orang responden 6.7% tidak setuju, 6 responden 20.0% yang menyatakan ragu-ragu, 8 orang responden 26.7% menyatakan setuju dan 14 orang responden 46.7% menyatakan sangat setuju.

2. Variabel Kecerdasan Spiritual (X2)

Distribusi jawaban responden terhadap 10 butir pernyataan mengenai variabel Kecerdasan Spiritual (X2) dapat dilihat pada Tabel 4.8

Tabel 4.8

Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kecerdasan Spiritual (X2) No. Item Pernyataan Sangat Tidak Setuju Tidak

Setuju Ragu-Ragu Setuju

Sangat Setuju F % F % F % F % F % 11 0 0 0 0 0 0 21 70.0 9 30.0 12 0 0 2 6.7 0 0 20 66.7 8 26.7 13 0 0 0 0 2 6.7 16 53.3 12 40.0 14 0 0 0 0 0 0 10 33.3 20 66.7 15 0 0 0 0 0 0 18 60.0 12 40.0 16 0 0 0 0 0 0 16 53.3 14 46.7 17 0 0 0 0 0 0 8 26.7 22 73.3 18 0 0 0 0 0 0 6 20.0 24 80.0 19 0 0 0 0 0 0 12 40.0 18 60.0 20 0 0 0 0 0 0 10 33.3 20 66.7 Sumber: Hasil Pengolahan SPSS

Hasil jawaban kuesioner yang diperoleh dari 30 orang responden untuk variabel Kecerdasan Spiritual pada Tabel 4.8 yaitu :

1. Pada pernyataan (Saya mampu menyelaraskan antara perkataan dan perbuatan yang saya lakukan) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju, ragu-ragu, 21 orang responden 70.0% menyatakan setuju dan 9 orang 30.0% menyatakan sangat setuju.

2. Pada pernyataan (Saya adalah orang yang dapat diandalkan) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, 2 responden 6.7% menyatakan tidak setuju, tidak terdapat responden menyatakan

ragu-ragu, 20 orang responden 66.7% menyatakan setuju dan 8 orang 26.7% menyatakan sangat setuju.

3. Pada pernyataan (Saya selalu menepati janji saya) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju dan tidak setuju, 2 orang responden 6.7% menyatakan ragu-ragu, 16 orang responden 53.3% menyatakan setuju dan 12 orang 40.0% menyatakan sangat setuju.

4. Pada pernyataan (Saya mampu menemukan makna dan tujuan dalam hidup saya, untuk membantu saya beradaptasi dengan situasi tertekan) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju, ragu-ragu, 10 orang responden 33.3% menyatakan setuju dan 20 orang 66.7% menyatakan sangat setuju.

5. Pada pernyataan (Saya menggunakan kesadaran spiritual yang saya miliki dalam menghadapi dan memecahkan berbagai permasalahan yang saya hadapi) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju, ragu-ragu, 18 orang responden 60.0% menyatakan setuju dan 12 orang 40.0% menyatakan sangat setuju. 6. Pada pernyataan (Saya selalu berpikir ketika saya merugikan orang lain,

berarti saya merugikan diri sendiri) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju, ragu-ragu, 16 orang responden 53.3% menyatakan setuju dan 14 orang 46.7% menyatakan sangat setuju.

7. Pada pernyataan (Saya selalu berusaha tidak melakukan perbuatan yang menyebabkan kerugian/kerusakan pada lingkungan, dan makhluk hidup lainnya) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju, ragu-ragu, 8 orang responden 26.7% menyatakan setuju dan 22 orang 73.3% menyatakan sangat setuju.

8. Pada pernyataan (Saya selalu berusaha untuk melakukan kebaikan kepada siapa pun) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju, ragu-ragu, 6 orang responden 20.0% menyatakan setuju dan 24 orang responden 80.0% menyatakan sangat setuju.

9. Pada pernyataan (Saya selalu berpikir positif dalam menghadapi berbagai persoalan hidup yang saya alami) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju, ragu-ragu, 12 orang responden 40.0% menyatakan setuju dan 18 orang responden 60.0% menyatakan sangat setuju.

10. Pada pernyataan (Saya sering merenungkan makna dari setiap peristiwa yang saya alami) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, tidak setuju, ragu-ragu, 10 orang responden 33.3% menyatakan setuju dan 20 orang responden 66.7% menyatakan sangat setuju.

3. Variabel Kinerja Karyawan (Y)

Distribusi jawaban responden terhadap 7 butir pernyataan mengenai variabel Kinerja Karyawan (Y) dapat dilihat pada Tabel 4.9

Tabel 4.9

Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Kinerja Karyawan (Y)

No. Item Pernyataan Sangat Tidak Setuju Tidak

Setuju Ragu-Ragu Setuju

Sangat Setuju F % F % F % F % F % 21 0 0 2 6.7 6 20.0 18 60.0 4 13.3 22 0 0 2 6.7 4 13.3 19 63.3 5 16.7 23 0 0 1 3.3 4 13.3 17 56.7 8 26.7 24 0 0 2 6.7 5 16.7 13 43.3 10 33.3 25 0 0 2 6.7 7 23.3 13 43.3 8 26.7 26 1 3.3 3 10.0 6 20.0 13 43.3 7 23.3 27 0 0 4 13.3 3 10.0 13 43.3 10 33.3 Sumber : Hasil Pengolahan SPSS

Hasil jawaban kuesioner yang diperoleh dari 30 orang responden untuk variabel kinerja karyawan pada Tabel 4.9 yaitu :

1. Pada pernyataan (Standart kualitas kerja saya melebihi standart resmi yang ada) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, 2 orang responden 6.7% menyatakan tidak setuju, 6 orang responden 20.0% ragu-ragu, 18 orang responden 60.0% menyatakan setuju dan 4 orang 13.3% menyatakan sangat setuju.

2. Pada pernyataan (Saya memiliki ide-ide yang kreatif dalam melaksanakan tugas) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, 2 orang responden 6.7% menyatakan tidak setuju, 4 orang responden 13.3% ragu-ragu, 19 orang responden 63.3% menyatakan setuju dan 5 orang 16.7% menyatakan sangat setuju.

3. Pada pernyataan (Saya melaksanakan pekerjaan tepat waktu) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, 1 orang responden 3.3% menyatakan tidak setuju, 4 orang responden 13.3%

ragu-ragu, 17 orang responden 56.7% menyatakan setuju dan 8 orang 26.7% menyatakan sangat setuju.

4. Pada pernyataan (Pengetahuan saya baik dalam melaksanakan pekerjaan) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, 2 orang responden 6.7% menyatakan tidak setuju, 5 orang responden 16.7% ragu-ragu, 13 orang responden 43.3% menyatakan setuju dan 10 orang 33.3% menyatakan sangat setuju.

5. Pada pernyataan (Efisiensi kerja saya melebihi standart karyawan yang ada) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, 2 orang responden 6.7% menyatakan tidak setuju, 7 orang responden 23.3% ragu-ragu, 13 orang responden 43.3% menyatakan setuju dan 8 orang 26.7% menyatakan sangat setuju.

6. Pada pernyataan (Saya tidak pernah datang terlambat) 1 responden 3.3% yang menyatakan sangat tidak setuju, 3 orang responden 10.0% menyatakan tidak setuju, 6 orang responden 20.0% menyatakan ragu-ragu, 13 orang responden 43.3% menyatakan setuju dan 7 orang 23.3% menyatakan sangat setuju.

7. Pada pernyataan (Saya jarang sekali tidak hadir) tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak setuju, 4 orang responden 13.3% menyatakan tidak setuju, 3 orang responden 10.0% menyatakan ragu-ragu, 13 orang responden 43.3% menyatakan setuju dan 10 orang 33.3% menyatakan sangat setuju.

4.3.2 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik adalah persyaratan statistik yang harus dipenuhi pada analisis regresi linear berganda, untuk menguji apakah suatu model layak atau tidak layak digunakan dalam penelitian. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi data dengan bentuk lonceng dan distribusi data tersebut tidak menceng ke kiri ataupun ke kanan. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan pendekatan histogram, pendekatan grafik, dan pendekatan Kolmogrov-smirnov.

a. Pendekatan Histogram

Gambar 4.2 Histogram Uji Normalitas Sumber : Hasil Pengolahan SPSS

Pada Gambar 4.2 terlihat bahwa variabel berdistribusi normal, hal tersebut ditunjukkan oleh distribusi data yang berbentuk lonceng tidak menceng ke kiri atau menceng ke kanan.

b. Pendekatan Grafik

Setelah dilakukan pengujian dengan pendekatan grafik, hasilnya terlihat bahwa Normal P-P Plot titik-titik mengikuti data di sepanjang garis normal, hal ini berarti residual data berdistribusi normal.

Gambar 4.3 Normal P-P Plot Uji Normalitas Sumber : Hasil Pengolahan SPSS

c. Pendekatan Kolmogrov-Smirnov

Uji normalitas dengan grafik bisa saja terlihat berdistribusi normal, karena sifatnya lebih subjektif. Oleh karena itu perlu dilakukan uji normalitas secara statistik dengan pendekatan kolmogrov-smirnov (1 sample KS). Hasil uji normalitas dengan pendekatan kolmogrov-smirnov dapat dilihat pada Tabel 4.10.

Tabel 4.10

Hasil Uji Normalitas Pendekatan Kolmogorov-Smirnov

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS

Pada Tabel 4.10 terlihat bahwa nilai Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0,997 dan diatas nilai signifikansi (0,05), hal ini berarti variabel residual berdistribusi normal. Selain itu, nilai kolmogrov-smirnov Z lebih kecil dari 1,97 berarti data dikatakan normal.

2. Uji Heteroskedastisitas

Bertujuan untuk menguji apakah sebuah grup mempunyai varians yang sama diantara anggota grup tersebut. Artinya, jika varians variabel independen adalah konstan (sama) untuk setiap nilai tertentu variabel independen disebut homoskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskesdastisitas. Untuk mendeteksi heteroskedastisitas digunakan dua cara yaitu metode informal dan formal. Metode informal biasanya dilakukan dengan metode grafik, sedangkan metode formal antara lain dengan metode perhitungan statistik.

Pendekatan statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan uji

Glejser.

a. Pendekatan Grafik

Gambar 4.4 Scatterplot Uji Heteroskedastisitas Sumber : Hasil Pengolahan SPSS

Pada Gambar 4.4 grafik scatterplot terlihat titik-titik menyebar secara acak dan tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas, serta tersebar baik di atas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak dipakai untuk memprediksi kinerja karyawan berdasarkan masukan variabel kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.

b. Pendekatan Statistik (Uji Glejser) Tabel 4.11

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS

Pada Tabel 4.11 terlihat tidak ada satupun variabel independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen Absolut Ut (AbsUt). Hal ini terlihat dari nilai probabilitas signifikannya di atas tingkat kepercayaan 5% (0,05), jadi disimpulkan model regresi tidak mengarah adanya heteroskedastisitas.

3. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas dapat dilakukan dengan melihat dari besarnya nilai Tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor). VIF < 5 maka tidak terdapat multikolinearitas. Tolerance > 0,1 maka tidak terdapat multikolinearitas. Hasil pengujian ditunjukkan pada Tabel 4.12.

Tabel 4.12

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS

Berdasarkan Tabel 4.12 dapat diketahui bahwa:

a. Nilai VIF dari variabel kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual lebih kecil dari 5 (VIF < 5), ini berarti tidak terdapat multikolinieritas antar variabel independen dalam model regresi.

b. Nilai Tolerance dari variabel kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual lebih besar dari 0,1 (Nilai Tolerance > 0,1) ini berarti tidak terdapat multikolinieritas antar variabel independen.

4.3.3 Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis Regresi Linier Berganda ditujukan untuk mengetahui pengaruh atau hubungan variabel bebas (X1 dan X2) berupa variabel kecerdasan emosional dan variabel kecerdasan spiritual serta variabel terikat (Y) berupa kinerja karyawan. Dalam analisis linier berganda diperlukan pengujian asumsi klasik untuk mengetahui apakah hasil estimasi regresi yang dilakukan benar-benar bebas

dari adanya gejala heteroskedastisitas dan multikolinearitas. Analisis regresi linear berganda pada penelitian ini menggunakan metode enter.

Tabel 4.13

Analisis Regresi Linier Berganda

Sumber: Hasil Pengolahan SPSS

Berdasarkan hasil pengolahan data seperti terlihat pada Tabel 4.13 kolom

Unstandardized Coefficient bagian B diperoleh persamaan regresi linier sebagai berikut:

Y= 8,933 + 0,378X1 + 0,068X2 + e

Berdasarkan persamaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : a. Konstanta (a) = 8,933. Ini mempunyai arti bahwa apabila variabel kecerdasan emosional dan variabel kecerdasan spiritual nol maka kinerja karyawan (Y) sebesar 8,933.

b. Koefisien X1 (b1) = 0,378. Variabel kecerdasan emosional terhadap kinerja karyawan dengan koefisien regresi sebesar 0,378 mempunyai arti bahwa secara statistik setiap terjadi peningkatan variabel kecerdasan emosional maka kinerja karyawan akan meningkat sebesar 0,378.

Dokumen terkait