Bab ini memberikan penjelasan mengenai hasil penelitian yang telah dilakukan beserta pembahasannya. Pembahasannya meliputi data responden yang diperoleh, analisis data terhadap model penelitian yang digunakan, analisis data berdasarkan pembagian jenis kelamin serta pengujian hipotesis yang dilakukan.
Responden
Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menyebarkan kuesioner kepada beberapa responden. Responden yang diambil datanya pada penelitian ini adalah dosen dan mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi di Universitas Tarumanagara yang pernah menggunakan E-Class dalam kegiatan belajar mengajarnya. Responden dibatasi pada mahasiswa angkatan 2012/2013 dan dosen yang mengajar di Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumangara.
Dalam proses penyebaran kuesioner, peneliti menyebarkan kuesioner kepada 140 responden yang terdiri dari 20 dosen dan 120 mahasiswa. Dari 20 kuesioner yang dibagikan kepada dosen, hanya 18 kuisioner yang dikembalikan dan sebanyak 17 kuesioner yang dianggap valid dipakai untuk penelitian ini. Sementara itu, dari 120 kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa, hanya 118 kuesioner yang dikembalikan dan sebanyak 100 kuesioner yang dianggap valid untuk penelitian ini. Dari hasil tersebut kuesioner yang valid digunakan untuk penelitian ini berjumlah 117 kuesioner. Dari keseluruhan kuesioner yang dibagikan, sebanyak 112 kembali tepat pada waktunya dan sisanya terlambat sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat tanggapan dari responden sebesar 95.7%.
Berdasarkan kuesioner yang telah disebarkan dan dikumpulkan kembali, maka peneliti dapat melakukan pengelompokkan data dari masing-masing responden berdasarkan kelompok jenis kelamin yaitu laki-laki dan perempuan.
Dalam melakukan penelitian ini, model yang digunakan adalah model UTAUT yang telah dimodifikasi dengan tujuan mengetahui faktor-faktor penerimaan pengguna berdasarkan jenis kelamin terhadap E-Class di FTI Untar. Peneliti menggunakan dosen sebagai responden karena adanya saran dari penelitian terdahulu yang berjudul “Penerapan Model UTAUT untuk Memahami Penerimaan dan Penggunaan Learning Management System Studi Kasus : Experential E-Learning of Sanata Dharma University”. Peneliti melakukan pembagian berdasarkan jenis kelamin karena adanya penelitian berjudul
“Perbedaan Gender dalam Pandangan dan Hubungan Penerimaan E-Learning”
yang menegaskan bahwa terdapat perbedaan yang mempengaruhi faktor-faktor penerimaan pengguna apabila dibagi berdasarkan jenis kelamin. Tabel 5.1 merupakan gambaran dari data responden berdasarkan jenis kelamin.
Tabel 5.1. Data Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Kategori Jumlah Presentase (%)
Laki-Laki 77 66%
Perempuan 40 34%
Peneliti juga membuat diagram pie seperti pada gambar 5.1 di bawah ini untuk menampilkan gambaran yang lebih jelas mengenai data responden berdasarkan jenis kelamin tersebut.
Gambar 5.1. Diagram Pie Responden
Berdasarkan data yang telah diambil, perbedaan data berdasarkan jenis kelamin tersebut akan diolah dan dianalisis menggunakan PLS.
Analisis Data
Dalam melakukan penelitian ini, peneliti menggunakan model UTAUT yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sebagai model untuk memprediksi hubungan kausalitas antar variabel laten yang satu dengan yang lainnya. Pada tahap awal, peneliti akan melakukan analisis data terhadap model penerimaan pengguna secara umum yang akan dilanjutkan dengan melakukan analisa data terhadap model penerimaan untuk setiap kelompok jenis kelamin. Analisa hubungan indikator terhadap konstruk yang ada dapat dijelaskan melalui convergent validity, discriminant validity dan composite validity.
Model Penerimaan Pengguna Secara Umum
Berdasarkan hasil analisis terhadap hasil dari seluruh kuesioner yang telah diperoleh, maka dilakukanlah evaluasi terhadap model pengukuran (measurement model) dan model struktural (structural model). Gambaran model umum berdasarkan hasil evaluasi dapat dilihat pada gambar berikut 5.2.
Gambar 5.2 Model penerimaan secara umum Tahap Awal
Untuk mengetahui apakah setiap pernyataan-pernyataan yang ada dalam kuesioner bersifat valid, maka peneliti melakukan sebuah pengujian validitas.
Pengujian validitas pada model pengukuran menggunakan convergent validity.
Convergent Validity adalah besarnya loading factor untuk masing-masing indikator konstruk. Syarat terpenuhinya convergent validity adalah memiliki nilai loading factor minimal 0.5 (Allen&Yen,1979). Apabila indikator memiliki nilai loading factor kurang dari 0.5 maka harus dikeluarkan dari analisis. Gambar 5.2 merupakan gambaran loading factor pada model penerimaan secara umum.
Tabel 5.2 Loading Factor pada Model Penerimaan Umum
Actual
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa ada satu indikator yang memiliki loading factor di bawah 0.5 yaitu SI1. Indikator SI1 akan dihapus karena tidak memenuhi syarat convergent validity. Setelah itu peneliti melakukan evaluasi terhadap model penerimaan yang telah dimodifikasi dengan membuang indikator SI1. Gambaran model umum berdasarkan hasil evaluasi yang telah dimodifikasi dapat dilihat pada gambar 5.3.
Gambar 5.3 Model penerimaan secara umum hasil modifikasi
Selanjutnya dilakukan pengujian validitas kembali terhadap model yang telah dimodifikasi. Untuk menguji validitas pada model pengukuran maka digunakanlah convergent validity. Indikator yang setelah dianalisis memiliki nilai loading factor kurang dari 0.5 maka harus dikeluarkan dari analisis.
Gambaran mengenai loading factor pada model penerimaan umum dapat dilihat pada tabel 5.3.
Tabel 5.3. Loading Factor pada Model Penerimaan Hasil Modifikasi
Setelah melakukan pengujian dengan menggunakan convergent validity, analisis dilanjutkan dengan menguji nilai average variance extracted (AVE), square root of AVE, composite reliability, Cronbach Alpha, dan discriminant validity. Nilai AVE dapat dikatakan valid apabila nilai untuk setiap konstruknya > 0.50. Tabel 5.4 menggambarkan hasil pengujian yang telah dilakukan berdasarkan model umum yang telah dimodifikasi.
Tabel 5.4 Nilai AVE, , Composite Reliability, Cronbach Alpha
AVE CR CA
Actual Usage 0.758 0.871 0.903 0.839 Behavioral Intention 0.841 0.917 0.941 0.905 Content Quality 0.636 0.797 0.874 0.807 E-Learning Motivation 0.588 0.767 0.909 0.882 Facilitating Conditions 0.705 0.839 0.877 0.791 Social Influence 0.777 0.881 0.874 0.715
Setelah dilakukan pengujian pada model pengukuran, selanjutnya akan dilakukan pengujian pada model struktural dengan menggunakan inner model untuk melihat hubungan antar konstruk dan nilai signifikansi serta nilai R-Square seperti pada tabel 5.5.
Tabel 5.5 Nilai R Square
Variabel Independen Variabel Dependen R Square BI
Actual Usage 0.396 FC
ELM Behavioral Intention 0.453 CQ
SI
Pengujian dilanjutkan dengan melakukan pengujian hipotesis untuk melihat signifikasi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dengan membandingkan antara t-statistics dengan t=1,96 (untuk α = 0,05) pada path coefficient, dimana apabila t-statistics >=1,96 maka hipotesis diterima, sedangkan apabila t-statistics <1,96 maka hipotesis ditolak. Hasil dari pengujian hipotesis dapat dilihat pada tabel 5.6.
Tabel 5.6. Path Coefficient
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang diperlihatkan pada tabel 5.2.1.5, dapat diketahui bahwa terdapat dua hubungan antar variabel yang tidak memenuhi uji hipotesis, yaitu variabel Social Influence tidak mempunyai pengaruh terhadap Behavioral Intention dan variabel Content Quality tidak mempunyai pengaruh terhadap Behavioral Intention. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai t-statistics dibawah 1,96. Untuk tiga variabel lainnya (BI-->AU, ELM-->BI, FC-->AU) dianggap memenuhi uji hipotesis karena nilai t-statistics melebihi 1,96. Dari hasil uji hipotesis yang sudah dilakukan, maka model yang sesuai dengan data yang ada dapat dilihat pada gambar 5.4.
Gambar 5.4 Model Hasil Uji Hipotesis
Original Sample (O)
Sample Mean (M)
Standard Error (STERR)
T Statistics (|O/STERR|)
P Values
BI --> AU 0.469 0.471 0.091 5.148 0.000
CQ --> BI 0.180 0.190 0.133 1.354 0.176
ELM --> BI 0.527 0.523 0.133 3.958 0.000
FC --> AU 0.213 0.218 0.089 2.398 0.017
SI --> BI 0.001 -0.002 0.078 0.007 0.994
Dilihat dari hasil pengujian hipotesis, maka dapat dilihat bahwa faktor-faktor yang signifikan memengaruhi pengguna secara umum dalam menerima dan menggunakan E-Class pada FTI Untar adalah E-Learning Motivation, Facilitating Conditions dan Behavioral Intention. Hal ini mengandung arti bahwa motivasi pengguna dalam menggunakan E-Learning, kondisi dari fasilitas yang tersedia hingga minat pengguna terhadap E-Class sangat penting karena sangat memengaruhi pengguna dalam mengimplementasikan E-Class sehingga harus dijaga faktor-faktor yang mendukung hal tersebut.
Faktor- faktor yang tidak berpengaruh secara signifikan adalah Social Influence dan Content Quality. Hal ini mengandung arti bahwa persepsi pengguna secara umum terhadap pengaruh sosial serta kualitas dari konten pembelajaran tidak memengaruhi pengguna dalam mengimplementasikan E-Class.
Model Penerimaan Pengguna Berjenis Kelamin Laki-Laki
Berdasarkan hasil analisis terhadap hasil dari seluruh kuesioner yang telah diperoleh, maka dilakukanlah evaluasi terhadap model pengukuran (measurement model) dan model struktural (structural model). Gambaran model penerimaan berjenis kelamin laki-laki berdasarkan hasil evaluasi dapat dilihat pada gambar 5.5.
Untuk mengetahui apakah setiap pernyataan-pernyataan yang ada dalam kuesioner bersifat valid, maka peneliti harus melakukan sebuah pengujian validitas. Untuk menguji validitas pada model pengukuran maka digunakanlah convergent validity. Convergent Validity adalah besarnya loading factor untuk masing-masing indikator konstruk.
Syarat terpenuhinya convergent validity adalah memiliki loading factor 0.5.
Indikator yang setelah dianalisis memiliki nilai loading factor kurang dari 0.5 maka harus dikeluarkan dari analisis. Gambaran mengenai loading factor pada model penerimaan berjenis kelamin laki-laki dapat dilihat pada tabel 5.7.
Tabel 5.7 Loading Factor Jenis Kelamin Laki-Laki
Actual
SI2 0.473
SI3 0.578
Berdasarkan tabel 5.7, dapat diketahui bahwa ada satu indikator yang memiliki loading factor di bawah 0.5 yaitu SI1. Indikator SI1 akan dihapus karena tidak memenuhi syarat convergent validity. Setelah itu peneliti melakukan evaluasi terhadap model penerimaan yang telah dimodifikasi dengan membuang indikator SI1. Gambaran model penerimaan berjenis kelamin laki-laki berdasarkan hasil evaluasi yang telah dimodifikasi dapat dilihat pada gambar 5.6.
Gambar 5.6 Model penerimaan jenis kelamin laki-laki hasil modifikasi Selanjutnya dilakukan pengujian validitas kembali terhadap model yang telah dimodifikasi. Untuk menguji validitas pada model pengukuran maka digunakanlah convergent validity. Indikator yang setelah dianalisis memiliki nilai loading factor kurang dari 0.5 maka harus dikeluarkan dari analisis. Gambaran mengenai loading factor pada model penerimaan berjenis kelamin laki-laki dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 5.8 Loading Factor Jenis Kelamin Laki-Laki Hasil Modifikasi
Setelah melakukan pengujian dengan menggunakan convergent validity, analisis dilanjutkan dengan menguji nilai average variance extracted (AVE), square root of AVE, composite reliability, Cronbach Alpha, dan discriminant validity. Nilai AVE dapat dikatakan valid apabila nilai untuk setiap konstruknya > 0.50. Tabel 5.9 menggambarkan hasil pengujian yang telah dilakukan berdasarkan model penerimaan berjenis kelamin laki-laki yang telah dimodifikasi.
Tabel 5.9 Nilai AVE, , Composite Reliability, Cronbach Alpha
AVE CR CA
Actual Usage 0.723 0.851 0.885 0.804 Behavioral Intention 0.828 0.910 0.935 0.896 Content Quality 0.622 0.789 0.867 0.795 E-Learning Motivation 0.556 0.745 0.897 0.865 Facilitating Conditions 0.703 0.838 0.876 0.789 Social Influence 0.717 0.847 0.835 0.618
Setelah dilakukan pengujian pada model pengukuran, selanjutnya akan dilakukan pengujian pada model struktural dengan menggunakan inner model untuk melihat hubungan antar konstruk dan nilai signifikansi serta nilai R-Square seperti pada tabel 5.11.
Tabel 5.11 Nilai R Square
R Square BI
Actual Usage 0.365 FC
ELM Behavioral Intention 0.492 CQ
SI
Pengujian dilanjutkan dengan melakukan pengujian hipotesis untuk melihat signifikasi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dengan membandingkan antara t-statistics dengan t=1,96 (untuk α = 0,05) pada path coefficient, dimana apabila t-statistics >=1,96 maka hipotesis diterima, sedangkan apabila t-statistics <1,96 maka hipotesis ditolak. Hasil dari pengujian hipotesis dapat dilihat pada tabel 5.12.
Tabel 5.12 Path Coeffeicient
Original
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang diperlihatkan pada tabel 5.12, dapat diketahui bahwa terdapat tiga hubungan antar variabel yang tidak memenuhi uji hipotesis, yaitu variabel E-Learning Motivation tidak mempunyai pengaruh terhadap Behavioral Intention, Facilitating Condition tidak mempunyai pengaruh terhadap Actual Usage, dan Social Influence tidak mempunyai pengaruh terhadap Behavioral Intention.
Hal tersebut dapat dilihat dari nilai t-statistics dibawah 1,96. Untuk dua variabel lainnya (BI-->AU dan CQ-->BI) dianggap memenuhi uji hipotesis karena nilai t-statistics melebihi 1,96. Dari hasil uji hipotesis yang sudah dilakukan, maka model yang sesuai dengan data yang ada dapat dilihat pada gambar 5.7.
Gambar 5.7 Model Hasil Uji Hipotesis
Dilihat dari hasil pengujian hipotesis, maka dapat dilihat bahwa faktor-faktor yang signifikan memengaruhi pengguna secara umum dalam menerima dan menggunakan E-Class pada FTI Untar adalah Behavioral Intention, Content Quality dan Facilitating Conditions. Hal ini mengandung arti bahwa niat dari pengguna terhadap E-Class, kualitas dari konten pembelajaran hingga kondisi fasilitas yang mendukung penggunaan E-Class sangat penting karena sangat
memengaruhi pengguna dalam mengimplementasikan E-Class sehingga harus dijaga faktor-faktor yang mendukung hal tersebut.
Faktor- faktor yang tidak berpengaruh secara signifikan adalah E-Learning Motivation dan Social Influence.. Hal ini mengandung arti bahwa pengguna berjenis kelamin laki-laki tidak terlalu dipengaruhi oleh pengaruh sosial serta motivasi yang mendukung mereka untuk mengimplementasikan E-Class.
Model Penerimaan Pengguna Berjenis Kelamin Perempuan
Berdasarkan hasil analisis terhadap hasil dari seluruh kuesioner yang telah diperoleh, maka dilakukanlah evaluasi terhadap model pengukuran (measurement model) dan model struktural (structural model). Gambaran model berjenis kelamin perempuan berdasarkan hasil evaluasi dapat dilihat pada gambar 5.8.
Gambar 5.8 Model Penerimaan jenis kelamin perempuan awal
Untuk mengetahui apakah setiap pernyataan-pernyataan yang ada dalam kuesioner bersifat valid, maka peneliti harus melakukan sebuah pengujian validitas. Untuk menguji validitas pada model pengukuran maka digunakanlah
convergent validity. Convergent Validity adalah besarnya loading factor untuk masing-masing indikator konstruk. Syarat terpenuhinya convergent validity adalah memiliki loading factor 0.5. Indikator yang setelah dianalisis memiliki nilai loading factor kurang dari 0.5 maka harus dikeluarkan dari analisis. Gambaran mengenai loading factor pada model penerimaan berdasarkan jenis kelamin perempuan dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 5.13 Loading Factor jenis kelamin perempuan
Actual
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa ada satu indikator yang memiliki loading factor di bawah 0.5 yaitu SI1. Indikator SI1 akan dihapus karena tidak memenuhi syarat convergent validity. Setelah itu peneliti melakukan evaluasi terhadap model penerimaan yang telah dimodifikasi dengan membuang indikator SI1. Gambaran model berjenis kelamin perempuan berdasarkan hasil evaluasi yang telah dimodifikasi dapat dilihat pada gambar 5.9.
Gambar 5.9 Model penerimaan jenis kelamin perempuan hasil modifikasi Selanjutnya dilakukan pengujian validitas kembali terhadap model yang telah dimodifikasi. Untuk menguji validitas pada model pengukuran maka digunakanlah convergent validity. Indikator yang setelah dianalisis memiliki nilai loading factor kurang dari 0.5 maka harus dikeluarkan dari analisis. Gambaran mengenai loading factor pada model penerimaan berjenis kelamin perempuan dapat dilihat pada tabel 5.14.
Tabel 5.14 Loading Factor pada model penerimaan hasil modifikasi
Setelah melakukan pengujian dengan menggunakan convergent validity, analisis dilanjutkan dengan menguji nilai average variance extracted (AVE), square root of AVE, composite reliability, Cronbach Alpha, dan discriminant validity.
Actual
Nilai AVE dapat dikatakan valid apabila nilai untuk setiap konstruknya >
0.50. tabel di 5.15 akan menjelaskan hasil pengujian yang telah dilakukan berdasarkan model berjenis kelamin perempuan yang telah dimodifikasi.
Tabel 5.15 Nilai AVE, , Composite Reliability, Cronbach Alpha
AVE CR CA
Actual Usage 0.805 0.897 0.925 0.879 Behavioral Intention 0.842 0.918 0.941 0.906 Content Quality 0.632 0.794 0.871 0.807 E-Learning Motivation 0.563 0.751 0.900 0.870 Facilitating Conditions 0.694 0.833 0.871 0.780 Social Influence 0.868 0.932 0.930 0.850
Peneliti menggunakan inner model untuk melihat hubungan antar konstruk dan nilai signifikansi serta nilai R-Square.
Tabel 5.17 Nilai R Square
Variabel Independen Variabel Dependen R Square BI
Actual Usage 0.424 FC
Pengujian dilanjutkan dengan melakukan pengujian hipotesis untuk melihat signifikasi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dengan membandingkan antara t-statistics dengan t=1,96 (untuk α = 0,05) pada path coefficient, dimana apabila t-statistics >=1,96 maka hipotesis diterima, sedangkan apabila t-statistics <1,96 maka hipotesis ditolak. Hasil dari pengujian hipotesis dapat dilihat pada tabel 5.18.
Tabel 5.18 Path Coeffeicient
Original
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang diperlihatkan pada tabel 5.18, dapat diketahui bahwa terdapat tiga hubungan antar variabel yang tidak memenuhi uji hipotesis, yaitu variabel Content Quality tidak mempunyai pengaruh terhadap Behavioral Intention, Facilitating Condition tidak mempunyai pengaruh terhadap Actual Usage, dan Social Influence tidak mempunyai pengaruh terhadap Behavioral Intention.
Hal tersebut dapat dilihat dari nilai t-statistics dibawah 1,96. Untuk dua variabel lainnya (BI-->AU dan ELM-->BI) dianggap memenuhi uji hipotesis karena nilai t-statistics melebihi 1,96. Dari hasil uji hipotesis yang sudah dilakukan, maka model yang sesuai dengan data yang ada dapat dilihat pada gambar 5.10.
Gambar 5.10 Model Hasil Uji Hipotesis
Dilihat dari hasil pengujian hipotesis, maka dapat dilihat bahwa faktor-faktor yang signifikan memengaruhi pengguna berjenis kelamin perempuan dalam menerima dan menggunakan Class pada FTI Untar adalah Behavioral Intention dan E-Learning Motivation.
Hal ini mengandung arti bahwa motivasi pengguna dalam menggunakan E-Learning dan minat pengguna terhadap E-Class sangat penting karena sangat memengaruhi pengguna dalam mengimplementasikan E-Class sehingga harus dijaga faktor-faktor yang mendukung hal tersebut.
Faktor- faktor yang tidak berpengaruh secara signifikan adalah Content Quality, Facilitating Conditions dan Social Influence. Hal ini mengandung arti bahwa pengguna berjenis kelamin perempuan tidak dipengaruhi oleh pengaruh sosial, kualitas dari konten pembelajaran dan kondisi fasilitas yang disediakan dalam mengimplementasikan E-Class.
Hasil Analisis
Setelah dilakukan pengolahan dta dan melihat hasilnya melalui gambaran model yang dihasilkan, maka hasil analisis yang dapat disimpulkan adalah sebagai berikut.
1. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa motivasi pengguna berjenis kelamin perempuan lebih tinggi daripada pengguna berjenis kelamin laki-laki sehingga harus dijaga faktor-faktor yang mendukung hal tersebut. Oleh karena itu sebaiknya, dosen dan mahasiswa lebih aktif dalam menggunakan E-Class dalam kegiatan belajar mengajar sehingga motivasi pengguna secara umum dapat meningkat.
2. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa kualitas dari konten yang terdapat di dalam E-Class, baik informasi mengenai kegiatan perkuliahan dan konten mata kuliah yang diambil memiliki pengaruh yang cukup besar sebagai faktor yang memengaruhi pengguna berjenis kelamin laki-laki sehingga harus dijaga faktor-faktor yang mendukung hal tersebut. Oleh karena itu sebaiknya, kualitas dari konten yang terdapat di E-Class harus sering diupdate.
3. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa niat atau kesadaran diri pengguna memengaruhi pengguna secara umum, pengguna berjenis kelamin laki-laki dan pengguna berjenis kelamin perempuan berpengaruh terhadap penggunaan E-Class sehingga harus dijaga faktor-faktor yang mendukung hal tersebut.
4. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa kondisi dari fasilitas memengaruhi pengguna secara umum dan pengguna berjenis kelamin laki-laki. Pengguna berjenis kelamin laki-laki lebih banyak mengimplementasikan E-Class di dalam lingkungan universitas dan lebih bergantung pada kondisi fasilitas yang disediakan oleh lingkungan universitas. Oleh karena itu, sebaiknya fasilitas yang ada harus selalu mendukung kegiatan belajar dengan menggunakan E-Class.
Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Andre T.W dengan judul
“Analisa Faktor-Faktor yang Memengaruhi Mahasiswa dalam Menggunakan Sistem Diskusi Online Scele di Program Magister Teknologi Informasi Universitas Indonesia” pada tahun 2013 bahwa e-learning motivation berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap intensi penggunaan sistem secara umum, serta behavioral intention dan facilitating condition berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap penggunaan aktual sistem secara umum.
BAB 6 KESIMPULAN
Bab ini memberikan kesimpulan beserta saran dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Dari hasil kesimpulan, peneliti dapat memberikan masukan terhadap pihak FTI Universitas Tarumangara agar E-Class dapat berjalan lebih baik lagi.
Selain itu, peneliti juga memberikan saran apa saja yang dapat dilakukan pada penelitian yang selanjutnya.
Kesimpulan
Pada penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan faktor-faktor yang mempengaruhi pengguna secara umum dan pengguna berdasarkan jenis kelamin. Tidak semua faktor berpengaruh secara signifikan.
Hasil penelitian dengan menggunakan perhitungan t-statistic ≥ 1,96 menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi pengguna secara umum adalah e-learning motivation, facilitating conditions, dan behavioral intention. Pada pengguna laki-laki, faktor-faktor yang memengaruhi adalah content quality, facilitating conditions, dan behavioral intention. Pada pengguna perempuan, faktor-faktor yang memengaruhi adalah e-learning motivation dan behavioral intention.
Hasil pengolahan data juga menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dan positif terhadap intensi penggunaan sistem secara umum adalah e-learning motivation. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dan positif terhadap aktual penggunaan sistem pada pengguna secara umum adalah facilitating conditions, dan behavioral intention.
Pada pengguna laki-laki, faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dan positif terhadap intensi penggunaan sistem adalah content quality. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dan positif terhadap aktual penggunaan sistem pada pengguna laki-laki adalah facilitating conditions, dan behavioral intention.
Pada pengguna perempuan, faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dan positif terhadap intensi penggunaan sistem adalah e-learning motivation. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan dan positif terhadap aktual penggunaan sistem pada pengguna perempuan adalah behavioral intention. Tabel 6.1. memerlihatkan hasil penelitian tersebut secara keseluruhan.
Tabel 6.1 Kesimpulan penelitian Kesimpulan Pengguna Faktor yang berpengaruh E-Learning
Motivation
secara signifikan dan positif terhadap intensi secara signifikan dan positif
terhadap penggunaan
Berdasarkan hasil kesimpulan dari penelitian ini, maka peneliti juga memberikan masukan yang direkomendasikan kepada pihak FTI Universitas Tarumanagara, seperti :
1. Faktor-faktor seperti E-Learning Motivation, Behavioral Intention dan Facilitating Conditions sebaiknya dipertahankan karena memiliki pengaruh yang cukup signifikan.
2. Melihat faktor E-Learning Motivation cukup memengaruhi penerimaan pengguna baik secara umum maupun pengguna berjenis kelamin perempuan, maka dosen dan mahasiswa disarankan agar lebih aktif lagi untuk menggunakan E-Class dalam kegiatan belajar mengajar agar faktor tersebut juga memengaruhi pengguna berjenis kelamin laki-laki.
Saran
Saran yang diberikan berdasarkan penelitian yang telah dibuat ini untuk pengembangan penelitian selanjutnya adalah sebagai berikut :
1. Model penerimaan yang dipakai dalam penelitian ini dapat dikembangkan lagi dengan cara menambah maupun mengurangi konstruk yang sudah ada sehingga penelitian selanjutnya dapat menemukan model yang lebih baik dan
1. Model penerimaan yang dipakai dalam penelitian ini dapat dikembangkan lagi dengan cara menambah maupun mengurangi konstruk yang sudah ada sehingga penelitian selanjutnya dapat menemukan model yang lebih baik dan