• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PENGOLAHAN DATA

Dalam dokumen LAPORAN KERJA PRAKTEK (Halaman 23-91)

Diterakan mengenai data hasil penelitian yang diperoleh dari perusahaan sebagai bahan untuk melakukan pengolahan data yang digunakan sebagai dasar pada pembahasan masalah. Lebih lanjut diuraikan tentang hasil yang diperoleh dari analisa data dan pemecahan masalah.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini berisikan kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian dan saran-saran bagi pihak perusahaan.

11

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Perusahaan

PT. Gramedia, merupakan suatu perusahaan yang bergerak dibidang percetakan koran, tabloid, majalah, komik maupun buku, dengan hasil produksi disesuaikan dengan pesanan dan juga percetakan.

PT. Gramedia menyelenggarakan teknologi cetak jarak jauh. Pada tahun 1965 semua surat kabar yang memiliki percetakan sendiri dibreidel, maka pada saat akan diterbitkan, penerbit Kompas yang tidak mempunyai modal untuk membeli percetakan sendiri, dapat mencetak di percetakan yang kehilangan surat kabarnya sendiri tersebut. Karena jam cetak pagi di percetakan PT. Kinta yang menjadi pilihan sudah penuh, maka “pendatang baru” Kompas terpaksa

menggunakan percetakan lain yang peralatannya lebih sederhana, mula-mula di PT. Eka Grafika (eks Koran Abadi dari Partai Masyumi ) dan kemudian di PT. Masa Merdeka (eks Koran Merdeka).

Sebelum peristiwa Gestapu, Kompas sangat dirong-rong oleh oknum-oknum serikat buruh, komunis SOBSI di percetakan-percetakan tersebut, sehingga sering terlambat terbit. Setelah surat kabar Suluh Indonesia dibreidel pada tanggal 1 Oktober 1965, maka Kompas dapat dicetak di percetakan PT. Kinta.

12 Berhasilnya Kompas menjalankan jurnalisme professional dan memperoleh simpati pembaca menyebabkan tiras dan iklan bertambah. Ciri khas persuratkabaran Indonesia zaman itu terbit hanya 4 halaman, tercermin dari mesin cetaknya yang hanya mampu cetak 4 halaman sekaligus satu 6 warna. Dengan mencetak terlebih dahulu 4 halaman maka pada hari-hari tertentu Kompas mulai terbit 8 halaman dan kemudian 12 halaman. Oleh karena PT. Kinta mempunyai order-order lain, maka lembar dalam pada hari - hari tertentu dicetak di percetakan Surya Praba dan di Jakarta Press. Oleh karena tiras selalu naik, sedang time slot untuk dicetak di PT.Kinta terbatas, maka lembar luar (terakhir juga disebut lembar A) akhirnya dicetak bersamaan pada kedua percetakan lain tersebut. Dengan demikian karyawan ekspedisi harus mengumpulkan lembar-lembar A, B, dan C yang dicetak pada kombinasi 3 lokasi yang berbeda, 3 shift berbeda dan beragam variasi cetak setiap kali terbit, tergantung masing-masing percetakan. Cara mencetak di tiga percetakan seperti ini pun akhirnya mencapai batasnya. Sebelumnya memang telah dihimbau agar percetakan-percetakan tersebut menambah kapasitasnya, tetapi para pengelola pada umumnya sudah jera mengusahakan percetakan, karena terkena pengendalian harga dari pemerintah.

Dengan kondisi demikian, pimpinan Kompas terpaksa memutuskan untuk membuat percetakan sendiri untuk mendukung tumbuhnya Kompas. Usaha-usaha mulai dilakukan dengan mencari informasi ke berbagai narasumber untuk mendirikan percetakan dan beberapa karyawan Kompas ditugaskan untuk belajar seluk beluk percetakan di dalam maupun luar negeri.

Bapak P.K. Ojong dan Bapak Jakob Oetama menginginkan Kompas semakin berkembang dan bisa selalu terbit tepat waktu. Maka didirikanlah

13 PT.Gramedia pada tanggal 12 maret 1972 untuk memanfaatkan undang-undang PMDN memodali berdirinya percetakan Kompas.

Pada tanggal 25 November 1972 Bapak Ali Sadikin , Gubernur DKI Jakarta saat itu meresmikan percetakan PT.Gramedia yang beralamatkan di jalan Palmerah Selatan 28 Jakarta 10270. Tanggal tersebut kemudian dirayakan sebagai hari kelahiran percetakan P.T. Gramedia. Mesin cetak web offset pertama yang dimiliki berupa 2 rangkaian mesin lingkar tunggal masing- masing 4 unit bermerek Pacer buatan Linotype Machinery Inggris, yang mulai mencetak Kompas.

Pada tahun 1976 didatangkan 2 mesin lingkar dobel Goss Urbanite buatan Amerika. Kemudian pada tahun 1981 didatangkan lagi satu rangkaian mesin Goss

Urbanite. Pada tahun 1985 mulai beroperasi dua rangkaian mesin web offset Solna

Distributor 25 lingkar tunggal buatan Swedia. Satu rangkaian mesin Goss HO lingkar dobel dan lebar dobel buatan Iggris tiba pada tahun 1990. Tiga rangkaian mesin Goss HT buatan Inggris menyusul pada tahun 1996, sedangkan mesin HO dipindahkan ke Bawen. Mesin-mesin ini menggunakan teknologi yang lebih unggul daripada mesin sebelumnya karena bisa mencetak warna proses pada kedua sisi kertas dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Kemudian, pada tahun 1997, Percetakan PT. Gramedia yang berlokasi di Palmerah melakukan perpecahan, percetakan PT. Gramedia mendirikan perusahaan cabang di Cikarang dan Bandung. Selain lokasi, jenis dari produk yang dicetak pun dilakukan perpecahan. Untuk PT. Gramedia yang berlokasi di Cikarang, produksi dilakukan untuk cetak majalah dan high quality printing, sedangkan untuk PT. Gramedia yang berlokasi di Bandung, produk dilakukan

14 untuk cetak Koran jarak jauh, buku-buku pelajaran, dan komik. Dengan adanya teknologi cetak jarak jauh, Percetakan PT. Gramedia berhasil melayani pencetakan surat kabar luar negeri. Mulai tahun 1998 terdapat 2 surat kabar luar negeri yang dicetak di Percetakan P.T. Gramedia untuk distribusi di Indonesia yaitu The Asian Wall Street Journal dan The International Herald Tribune. Dengan demikian Percetakan PT. Gramedia sudah siap menghadapi liberalisasi perdagangan dan era globalisasi.

Pada tahun 2005, mesin Goss Urbanite line 3 dikirim ke PT. Gramedia cabang Medan. Lalu dilanjutkan pada tahun 2007, 2 mesin Goss Urbanite dikirim ke cabang Surabaya. Kemudian pada tahun yang sama, yaitu tahun 2007, didatangkan 2 rangkaian mesin Magnum ke PT. Gramedia Palmerah.

2.2 Visi dan Misi Perusahaan

Dalam menjalankan perusahaannya PT. Gramedia memiliki visi dan misi yang diciptakan demi keberlangsungan perusahaan. Berikut penjabarannya:

"Menjadi Perusahaan yang terbesar, terbaik, terpadu dan tersebar di Asia

Tenggara melalui usaha berbasis pengetahuan yang menciptakan masyarakat

tedidik, tercerahkan, menghargai kebhinekaan dan adil sejahtera."

2.3 Struktur Organisasi

Dalam suatu struktur organisasi dengan segala aktivitasnya, terdapat hubungan antara orang-orang yang menjalankan aktivitas tersebut. Dengan adanya struktur organisasi, kita dapat mengetahui batas wewenang dan tanggung jawab setiap orang dalam perusahaan atau dalam jabatannya, karena di dalam struktur organisasi digambarkan dengan jelas pembagian kekuasaan dan tanggung jawab.

15 Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT. Gramedia 10

Direktur Wakil Direktur Kelompok II Wakil Direktur Kelompok I Grand Manager PSDM Kepala Bidang Umum Kepala Bidang PPA Wakil Kepala Bidang PPA Kepala Staf Litbang

Staf Kualitas & K3 Grand Manager Cetak Koran Grand Manager Percetakan Daerah Kepala Bidang Graphics Engineering Kepala Bidang Pemasaran & Penjualan

Wakil Kepala Bidang Pemasaran & Penjualan Sekretaris

Staf Kualitas Staf Teknik

Kepala Bagian Perencanaan & Pengendalian Produksi

Kepala Bagian Pra Cetak Kepala Bagian Cetak Wakil Kepala Bagian Cetak Kepala Bagian Maintenance Wakil Kepala Bagian Maintenance Staf Persiapan Produksi Staf Administrasi Produksi Staf Sistem Informasi Produksi Staf Teknik Administrasi

Kasi Cetak A Kasi Cetak B Wakil Kasi Cetak B Kasi Cetak C Wakil Kasi I Cetak C Wakil Kasi II Cetak C

Kasi Pengendalian Kualitas & Pendukung Operasi (PK&PO)

Pemasaran & Penjualan Wakil Kasi I

(PK&PO) Wakil Kasi II

(PK&PO)

16 Kegiatan di percetakan PT. Gramedia, dipimpin oleh seorang Direktur yang bertanggung jawab terhadap jalannya perusahaan. Dalam melaksanakan tugas sehari-hari dibantu oleh beberapa departemen :

A. PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia), mempunyai tugas melaksanakan dan memelihara administrasi karyawan, mengatur masalah-masalah yang berhubungan dengan manajemen serta membina dan mengembangkan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan utnuk mendukung tugas dan fungsi perusahaan.

B. Kepala staf litbang, mempunyai tugas menyediakan dan mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan.

C. Staf kualitas & K3, mempunyai tugas sebagai berikut :

1. Bertanggung jawab di dalam memastikan sistem manajemen mutu memenuhi persyaratan ISO 9001 : 2000.

2. Memastikan sistem manajemen mutu perusahaan telah ditetapkan, diimplementasikan dan dipelihara sesuai dengan standar internasional. 3. Secara berkala akan melaporkan dan mempertanggungjawabkan untuk

kerja sistem mutu kepada manajemen dalam rapat tinjauan manajemen.

4. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan bagi para manajer ke atas. 5. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kepuasan pelanggan di

seluruh lingkungan karyawan.

D. Kepala Bidang Umum, mempunyai tugas sebagai berikut : 1. Mengkoordinasi jadwal mobil-mobil kantor.

17 3. Mengatur pelaksanaan jadwal kerja driver dan security.

4. Mengurusi rumah tangga perusahaan.

5. Membuat program pengendalian lingkungan dan keselamatan kerja. 6. Pengelolahan keamanan lingkungan perusahaan.

E. Kepala Bidang PPA (Perencanaan dan Pengendalian Anggaran) yaitu menangani pengembangan bisnis perusahaan

 Bagian Perencanaan dan Pengendalian Anggaran

Menangani perencanaan dan pengendalian anggaran perusahaan serta evaluasi pelaksanaannya.

Seksi EDP (Electronic Data Processing)

Menangani pengelolahan proses data tentang karyawan dan produksi. F. Cetak Koran, mempunyai tugas untuk mengatur dan melaksanakan

kegiatan yang berhubungan dengan produksi Koran. Dalam melaksanakan tugasnya, bagian ini dibantu oleh bagian PPP (Perencanaan dan Pengendalian Produksi) yang membuat SPK (Surat Perintah Kerja). Diaman SPK ini menjadi panduan untuk mencetak Koran.

G. Percetakan Daerah, mempunyai tugas untuk mengecek dan mengontrol hasil produksi percetakan dari berbagai daerah di Indonesia.

H. Kepala Bidang Graphics Engineering (GE), mempunyai tugas untuk mengatur kestabilan sistem produksi dalam bidang cetak yang diterapkan oleh perusahaan serta membantu masalah-masalah operasional.

I. Kepala Bidang Pemasaran dan Penjualan, mempunyai tugas sebaga berikut:

18 2. Melakukan promosi penjualan produk dari perusahaan ke pasar. 3. Membuat jaringan distribusi.

4. Menentukan target penjualan.

5. Menyusun prediksi kebutuhan barang jadi selama 3 bulan ke depan. 6. Merencanakan, melaksanakan dan memantau tindak lanjut atas

program peningkatan berkesinambungan.

Pada departemen cetak Koran, PT. Gramedia memiliki bagian masing-masing, diantaranya sebagai berikut :

A. Manajer Cetak Koran, mempunyai tugas untuk mengatur dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan produksi Koran.

B. Staf Kualitas, mempunyai tugas sebagai berikut : 1. Menganalisa data reject.

2. Mengontrol mutu produk sampel (dilihat dari 3 variabel, yaitu : defect,

register, dan warna) dan membuat laporannya.

3. Mengontrol mutu bahan baku dan bahan penolong.

4. Mengontrol mutu sampel bahan baku baru dan mengambil keputusan. 5. Menyelesaikan dan menginvestigasikan yang berkaitan dengan mutu

produk.

C. Staf Teknik, mempunyai tugas sebagai berikut :

1. Membuat analisa kerusakan mesin dan memastikan mesin yang digunakan untuk produksi dapat berjalan dengan lancar.

2. Merencanakan, mengkoordinir dan mengontrol pelaksanaan perawatan mesin.

19 4. Melakukan control terhadap hasil perbaikan mesin.

5. Melatih operator dalam melaksanakan perbaikan mesin.

6. Mengadakan perencanaan rancangan mesin dan pemilihan mesin. D. Sekretaris, mempunyai tugas membantu pekerjaan manajer cetak Koran

untuk kelancaran pekerjaan.

E. Kepala Bagian Perencanaan dan Pengendalian Produksi, mempunyai tugas untuk membuat SPK yang akan dijadikan sebagai panduan bekerja dalam proses produksi mencetak.

F. Kepala Bagian Pracetak, mempunyai tugas untuk mengawasi dalam pembuatan plate cetak yang materinya berasal dari editor yang akan dipakai pada proses produksi mencetak di mesin.

G. Kepala Bagian Cetak, mempunyai tugas mempertanggungjawabkan kelangsungan proses produksi mencetak baik dari pengaturan operator di setiap mesin maupun pengaturan bahan baku yang digunakan pada proses produksi mencetak.

Kepala Bagian Cetak membawahi masing-masing jabatan yang terdiri dari : 1. Staf Persiapan Produksi, mempunyai tugas untuk mempersiapkan dan

mengatur operator untuk produksi cetak dan juga melakukan pengecekan dari beberapa output hasil proses cetak, setelah itu dimasukkan kedalam sebuah laporan untuk dipertanggungjawabkan.

2. Staf Administrasi Produksi, mempunyai tugas untuk membuat laporan apabila ada salah satu karyawan bagian cetak mengambil cuti ataupun sakit.

20 3. Administrasi, mempunyai tugas membantu kepala bagian cetak untuk

kelangsungan bekerja.

4. Staf Sistem Informasi Produksi, mempunyai tugas untuk melaporkan kepada kepala bagian cetak apakah ada kerusakan mesin maupun adanya

break down pada saat berlangsungnya proses cetak.

5. Staf Teknik, mempunyai tugas untuk melaporkan kelangsungan mesin kepada kepala bagian cetak setiap harinya.

6. Kasi (Kepala Seksi) Cetak, mempunyai tanggung jawab terhadap mesin – mesin yang digunakan untuk proses mencetak dari material cetaknya sampai peralatan pendukung mesin percetakan yang sesuai dengan shift nya.

7. Kagu (Kepala Regu), mempunyai tanggung jawab terhadap mesin cetak yang digunakan untuk proses produksi.

8. Kasi (Kepala Seksi) Pengendalian Kualitas dan Pendukung Operasi, bertanggung jawab dalam hal kualitas material percetakan itu sendiri yang berupa kertas cetak, tinta, blanket, dll, dan juga mendukung didalam bidang operasi percetakan dengan maksud menyediakan sarana prasarana yang teknis, seperti forklift, maupun yang non-teknis, seperti kopi, susu, sabun,dll.

9. Kagu (Kepala Regu) PKM (Pengendalian Kualitas Mesin), mempunyai tanggung jawab dalam bidang penyediaan operasi proses cetak dalam mesin. Contohnya, penggantian blanket, setting roll agar ketegangan kertas tetap baik saat proses cetak, dll.

21 10. Kagu (Kepala Regu) Gudang Kecil, bertanggung jawab dalam pengadaan

semua material untuk keperluan proses percetakan, secara teknis seperti pengadaan kertas web (kertas gulungan), tinta, blanket, fountain in

solution (campuran untuk tinta), maupun non-teknis, seperti pengadaan

untuk kesejahteraan karyawan (kopi, susu, telur, sabun, dll).

11. Kagu (Kepala Regu) Pasca, bertanggung jawab memastikan sampel cetakan terkirim ke Pengendalian Kualitas dan Pendukung Operasi dan juga memastikan hasil cetakan yang buruk untuk dipotong (untuk menghindari perjualbelian yang tidak diketahui oleh pihak perusahaan). Cetak Rotasi yaitu mesin cetak yang kertasnya berbentuk gulungan. Dipercetakan PT. Gramedia, hasil dari cetak rotasi adalah produk Koran dan Tabloid. Di percetakan PT. Gramedia, mesin – mesin yang dimiliki adalah sebagai berikut :

o Mesin Solna 1, 2

o Mesin Solna Distributor D 301 o Mesin Magnum 1, 2

o Mesin HT 1, 2, 3

Dan pada kesempatan ini, peneliti lebih memfokuskan penelitian pada mesin Goss Magnum 1.

Mesin Goss Magnum 1 hanya digunakan untuk mencetak produk Koran, karena tipe folder nya hanya bisa menghasilkan lipatan Broadsheet. Bagian-bagian dari mesin Magnum adalah :

22

Reelstand, yang berfungsi untuk penumpu kertas web, mengatur tegangan (tension) kertas pada bagian yang disebut dancing roll, serta penyuplai kertas menuju unit cetak.

Unit Cetak, adalah bagian pencetak. Image yang tercetak pada kertas berasal dari image dalam plate yang dibawa oleh tinta menuju blanket, yang kemudian tercetak ke dalam kertas. Tinta yang terdapat pada unit cetak terdiri dari warna cyan – magenta – yellow – black. Pada proses cetak, tinta harus balance dengan air, agar hasil cetakan baik.

Folder, adalah bagian yang berfungsin untuk melipat bagian tengah kertas cetakan, kemudian di potong dan dilipat.

Mail Room, adalah bagian yang menerima output yang dihasilkan dari mesin, yang kemudian dilakukan perhitungan dan penumpukan dengan menggunakan counter straker yang berfungsi untuk menumpuk output (dalam eksemplar) sesuai dengan yang diinginkan oleh operator, untuk memudahkan dalam mengepakan menuju distributor.

2.4 Penjelasan Umum Mesin Reelstand Megtec

Reelstand adalah suatu mesin yang merupakan bagian dari rangkaian mesin

cetak yang secara umum berfungsi sebagai mesin penyambung roll kertas dalam setiap proses cetak koran, majalah, tabloid, dll.

Reelstand sendiri mempunyai fungsi, sebagai berikut :

 Menyangga kertas berbentuk gulungan

23

 Menyambung roll kertas lama dengan roll kertas baru (menggunakan cara

zero speed splicer)

 Mengatur posisi kertas

Melihat fungsi-fungsi diatas Reelstand merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam suatu proses produksi. Jika unit Reelstand mengalami gangguan dalam proses penyambungannya sehingga splicing gagal, maka dapat dipastikan unit cetak akan stop produksi dikarenakan persediaan kertas terhenti.

Pada dasarnya sebuah Reelstand memiliki 2 perangkat utama, yaitu perangkat mekanik dan perangkat elektrik. Perangkat mekanik sendiri berfungsi untuk melakukan suatu gerakan-gerakan mekanis dalam lingkup kerja sebuah

reelstand sedangkan perangkat elektrik berfungsi sebagai kendali atas

perangkat-perangkat mekanis, sehingga akan tercapai sebuah kerja reelstand yang standar. Konfigurasi sebuah Megtec dapat dilihat pada Gambar 2.2.

24 2.4.1 Perangkat Mekanik Mesin Megtec

1. Dancer Roller dan Dancer Cylinder

Adalah seperangkat bagian mekanik yang berfungsi untuk mempertahankan ketegangan kertas. Dancer Cylinder (Gambar 2.3) berfungsi sebagai penggerak dari dancer roller dengan tekanan udara pada

dancer cylinder yang dapat di atur.

Gambar 2.3 Dancer Cylinder dan Dancer Roller

2. Carriage / Festoon

Berfungsi sebagai jalur untuk persediaan kertas ketika proses penyambungan akan dilakukan. Terdiri dari roll-roll kertas (Gambar 2.4) yang berada pada posisi paling atas sebelum splicing terjadi.

Gambar 2.4 Carriage/Festoon

Dancer Cylinder Dancer Roller

25 3. Hoist

Berfungsi untuk mengangkat roll-roll kertas baik untuk proses Loading maupun Unloading ke unit Megtec. Hoist ada yang dirancanguntuk melayani satu mesin / megtec (single machine, gbr) dan ada juga yang didesain 1 hoist untuk melayani 2 megtec (dual machine, gbr).

Gambar 2.5 Hoist single machine & Hoist double machine

4. Vacuum Roller

Berupa roll karet yang dilengkapi lubang-lubang saluran udara.

Vacuum Roller (Gambar 2.6) berfungsi menahan posisi suatu web dari

roll kertas baru saat web baru akan disambung.

26 5. Core Shaft

Berfungsi sebagai sebuah poros untuk roll kertas saat roll kertas ditumpukan di Megtec. Core Shaft (Gambar 2.7) berupa sebuah roll logam yang dilengkapi suatu mekanisme yang akan mengunci posisi roll kertas saat core shaft dipompa.

Gambar 2.7 Core Shaft

6. Knife / Pisau

7. Memotong web / kertas lama setelah web baru tersambung. 8. Sidelay Assembly

9. Berfungsi untuk menggerakkan posisi roll kertas ke arah operator side (OS) atau ke sisi drive side (DS).

10. Detent

11. Berfungsi untuk penepatan posisi roll baru saat akan disambung 12. Festoon Clutch

13. Berupa seperangkat piringan / disc yang akan mentransfer gerakan dari poros motor festoon ke bagian festoon.

27 Gambar 2.8 Festoon Clutch

14. Acceleration Clutch

Berupa seperangkat piringan / disc yang berfungsi mentransfer gerakan dari putaran motor accelerator ke roll acceleration untuk proses sinkronisasi web baru.

Gambar 2.9 Acceleration Clutch 15. Perangkat Brake

Terdiri dari magnetic disc dan disc logam yang berfungsi menjaga ketegangan kertas dengan cara rem dan loss rem secara terus menerus.

28 Gambar 2.10 Brake system

16. Accelerator Nip

Berfungsi untuk menekan kertas baru dan menariknya untuk agar kertas baru mengikuti kecepatan unit cetak.

2.4.2 Perangkat Elektrik Mesin Megtec 1. Foto cell

Berfungsi untuk mendeteksi diameter roll kertas sebagai tanda untuk proses pre-splicing dan splicing. Terdiri dari 2 buah fotocell dengan prinsip reflector untuk mendeteksi masing-masing 1 buah roll kertas.

Gambar 2.11 Foto Cell 2. Motor Hoist

Sebuah motor listrik AC 3 fasa yang berfungsi sebagai penggerak utama untuk mengangkat roll kertas serta dilengkapi dengan

29

mechanical brake, untuk menahan roll kertas saat posisi roll kertas

standby di hoist.

3. Dancer Potensiometer

Adalah sebuah potensiometer variable yang akan selalu membaca posisi sebuah dancer roller. Dilakukan dengan cara mengkonversikan perubahan posisi tersebut ke sebuah nilai dalam rangka untuk menjaga ketegangan kertas.

Gambar 2.12 Dancer Potensiometer 4. Rotary Encoder Festoon

Membaca penurunan gerakan saat festoon bergerak turun setelah proses splicing, selanjutnya jika kertas telah mengikuti kecepatan unit cetak, accelerator motor, accelerator clutch, dan accelerator nip akan Off.

30 5. Festoon Potentiometer

Digunakan sebagai pembatas / limit posisi festoon, yaitu limit atas dan

limit bawah.

Gambar 2.14 Festoon Potentiometer

6. Motor Accelerator dan motor Festoon

Adalah sebuah motor induksi 3 fasa berfungsi sebagai penggerak roll

accelerator dan festoon.

7. Control Brake

Adalah sebuah board elektonik yang akan selalu menjaga nilai ketegangan kertas dengan selalu memberikan sinyal-sinyal tegangan DC ke magnetic disc brake. Saat ini pada panel megtec mesin Goss Magnum menggunakan control brake dengan tipe MCS 203-E.

8. Panel Megtec

Adalah sebuah boks panel listrik yang berisi master control untuk semua sequencing proses splicing yaitu PLC Mitsubishi, serta komponen-komponen circuit breaker, contactor magnit, dan

relay-relay. Pada panel megtec ini juga dilengkapi dengan tombol-tombol

31 9. Motor Sidelay

Merupakan motor 1 fasa sebagai penggerak untuk sidelay roll kertas.

2.4.3 Operator Panel Mesin Megtec

Panel operasi Megtec ditunjukkan seperti pada Gambar 2.15.

Gambar 2.15 Operator Panel Megtec Keterangan:

1. Accelerator tension gauge, indikator tekanan accelerator clutch. 2. Accelerator tension regulator, akan mengatur tekanan udara ke clutch

accelerator untuk menarik kertas baru setalah splicing agar mengikuti

kecepatan unit cetak .

3. Splice diameter adjustment, adalah sebuah digital counter dan nilai

counter yang telah ditetapkan / di set akan menentukan diameter sisa

roll kertas yang lama. Semakin besar nilai counter yang dipilih, semakin kecil diameter roll sisa yang dihasilkan, begitu pula sebaliknya.

32

Posisi paling kiri berarti Megtec menggunakan single/ satu roll kertas yang diulur.

Posisi selector di tengah berarti Megtec menggunakan dual / dua roll kertas yang diulur secara berbarengan sehingga tidak ada

automatic splicing, tekanan roll kertas sisi atas diatur oleh web

tension regulator, sedangkan tekanan roll kertas sisi bawah akan

mengikuti tekanan roll kertas sisi atas.

Posisi selector paling kanan berarti Megtec menggunakan manual

mode splice, artinya tekanan roll kertas sisi atas diatur oleh web

tension regulator, sedangkan tekanan roll kertas sisi bawah diatur

melalui splice brake potentiometer

5. Global Stop, untuk mematikan kerja unit cetak dari panel Megtec. 6. Splice Brake Potentiometer, untuk mengatur besarnya / level tegangan

pengereman roll kertas lama saat proses splicing.

7. Bottom Tension Potentiometer, untuk mengatur ketegangan kertas sisi bawah saat Megtec menggunakan 2 buah dancer roller.

8. Web Tension Regulator, untuk mengatur besarnya ketegangan kertas. 9. Manual Splice Push button, akan memulai proses splicing saat ditekan. 10. Top Running Position Indicator, jika lampu menyala mengindikasikan

Dalam dokumen LAPORAN KERJA PRAKTEK (Halaman 23-91)

Dokumen terkait