BAB V: PEMBAHASAN
B. Hasil Yang Dicapai Dari Aktifitas Bimbingan Agama
Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya Cabang Depok
Etos dibentuk oleh berbagai kebiasaan, pengaruh budaya, serta sistem yang diyakininya. Dari kata etos ini, dikenal pula kata etika, etiket yang hampir mendekati pada pengertian akhlak atau nilai-nilai yang berkaitan baik-buruk (moral),
94 Wawancara dengan Saudara Abdul Karyawan Rumah Makan Ayam
sehingga dalam proses etos terkandung gairah atau semangat yang amat kuat untuk mengerjakan suatu secara optimal, lebih baik, dan bahkan berupaya untuk mencapai kualitas kerja yang sesempurna mungkin. Dalam etos tersebut, ada semacam semangat untuk meyempurnakan segala sesuatu dan menghindari segala kerusakan (fasad) sehingga dalam setiap pekejaannya diarahkan untk mengurangi bahkan menghilangkan sama sekali segala cacat (no single defect).95
Etos kerja muslim adalah semangat untuk menapaki jalan lurus.Etos kerja islami itu sendiri berasal dari Al-Qur'an dan Hadits Nabi Muhammad SAW, yang mengajarkan bahwa dengan bekerja keras yang disebabkan karena telah berbuat dosa akan diampuni oleh Allah SWT dan tidak ada makanan yang lebih baik dibandingkan apa yang dimakan dari hasil jerih payahnya atau kerja kerasnya. Etos kerja Islam memberikan pandangan mengenai dedikasi yang tinggi dalam bekerja keras sebagai sebuah kewajiban yang wajib. Usaha yang cukup haruslah menjadi bagian dari kerja yang dilakukan seseorang, yang terlihat sebagai kewajiban individu yang cakap.96
Dalam penelitian peneliti tentang aktifitas bimbingan agama dalam menumbuhkan etos kerja karyawan Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya cabang Depok, terdapat hasil
95 Hamdani Thaha Muh Ilyas, Perilaku Beragama dan Etos Kerja
Masyarakat Pesisir di Kelurahan Penggoli Kecamatan Wara Utara Kota Polopo, hlm. 5
96 K.H Toto Tasmara, Membudayakan Etos Kerja Islami, (Jakarta: GEMA INSANI PRESS, 2002), hlm. 25
yang dicapai dari aktifitas bimbingan agama dalam menumbuhkan etos kerja terhadap karyawan Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya cabang Depok, untuk bisa mengetahui hasil tersebut peneliti telah mengamati dan mendapat data dari pihak terkait dalam hal ini adalah pembimbing agama, manager dan karyawan rumah makan. Berikut hasil yang dicapai dari bimbingan agama yang diberikan pembimbing agama maupun manager terhadap karyawan, dalam wawancara yang dilakukan oleh peneliti, Ustad Ahmad Faisal mengatakan:
“Mereka mampu menerapkan apa yang sudah kami sampaikan, mereka menunjukan girah semangat dalam bekerja, perbuatan para karyawan menjadi lebih baik. Iya karyawan pun tumbuh kedisiplinan, tumbuh semangat, tumbuh kejujuran dalam bekerja. Kesadaran beribadah
meningkat, karena nilai bekerja mereka adalah jihad”.97
Selain itu Pak Anggi selaku manager mengungkapkan pula hasil dari adanya bimbingan agama dalam menumbuhkan etos kerja karyawan Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya cabang Depok, beliau mengatakan:
97 Wawancara dengan Ustad Ahmd Faisal Tim Dakwah atau
Pembimbing Agama zona Jabodetabek pada tanggal 26 Oktober 2020 Pukul
“Selalu melawan ketika diingatkan oleh manager mungkin masih terbawa sikap/karaktrer yang ada di luar nah alhmadulillah seiring berjalanya waktu karyawan mendapat bimbingan agama membuahkan hasil mereka karyawan mudah untuk diingatkan lebih patuh pada
manager”.98
Berdasarkan wawancara dengan beberapa karyawan Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya cabang Depok, tampak karyawan rumah makan merasakan hasil yang dicapai terhadap dirinya dengan adanya bimbingan agama yang diberikan oleh pembimbing agama maupun manager dalam menumbuhkan etos kerja terhadap karyawan. Berikut adalah beberapa pernyataan karyawan rumah makan saat diwawancarai:
Informan I : Saudara Muhammad Iqbal
”hasil yang dicapai dari adanya bimbingan agama ya alhamdulillah etos kerja jadi tumbuh, kedisipilinan, motivasi bekerja meningkat”
Informan II : Saudara Muhammad Abdul Rahim “Tumbuh, sikap dan kedisiplinan jadi lebih baik”
98 Wawancara dengan Pak Anggi Manager Rumah Makan Ayam
Informan III: Saudara Muhammad Abdul Rahim
“Iya tumbuh kedisiplinan, yang tadinya ga dilakukan sekarang dilakukakan contohnya sholat duha, membaca dzikir”
Berdasarkan pernyataan pembimbing agama, manager dan beberapa karyawan rumah makan diatas, dapat peneliti simpulkan bahwa bimbingan agama yang diberikan baik oleh pembimbing agama ataupun manager terhadap karyawan rumah makan memberikan hasil capaian dalam menumbuhkan etos kerja karyawan diantaranya adalah adanya bimbingan agama yang diberikan menumbuhkan perilaku yang lebih patuh terhadap manager, kedisplinan dalam bekerja, kejujuran dalam bekerja dan semangat dalam bekerja.
Adapun faktor yang mempengaruhi etos kerja karyawan Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya cabang Depok, sesuai dengan Teori Panji Anoraga sebagai berikut:
1. Agama
Pada dasarnya agama merupakan suatu sistem nilai yang akan mempengaruhi atau menentukan pola hidup para penganutnya. Cara berpikir, bersikap dan bertindak seseorang tentu diwarnai oleh ajaran agama yang dianut jika seseorang sungguh-sungguh dalam kehidupan beragama. Etos kerja yang rendah secara tidak langsung dipengaruhi oleh rendahnya kualitas keagamaan dan orientasi nilai
budaya yang konservatif turut menambah kokohnya tingkat etos kerja yang rendah. Dalam hal ini memang bahwa Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya cabang Depok menerapkan sistem syari’at islam tentu ada beberapa aktifitas bimbingan agama yang diberikan oleh pembimbing agama atau manager. Dengan adanya bimbingan agama yang diberikan ini membuat perubahan terhadap etos kerja karyawan, sebagaimana yang diungkapkan Saudara Iqbal, mengatakan:
“Adanya bimbingan agama yang menumbuhkan etos kerja menjadi semangat dalam bekerja”.
2. Kondisi Lingkungan/Geografis
Etos kerja dapat muncul dikarenakann faktor kondisi geografis. Lingkungan alam yang mendukung mempengaruhi manusia yang berada di dalamnya melakukan usaha untuk dapat mengelola dan mengambil manfaat, dan bahkan dapat mengundang pendatang untuk turut mencari penghidupan di lingkungan tersebut. Dalam hal ini faktor lingkungan menjadi penting untuk menumbuhkan etos kerja karyawan, dengan adanya aturan-aturan yang berlaku di tempat kerja menjadikan karyawan mau tidak mau harus mematuhi aturan yang ada, sebagaimana yang diungkapkan Ustad Ahmad Faisal, beliau mengatakan:
“Faktor agama dan yang kedua adalah lingkungan, saling membutuhkan karena apa, ketika bekerja punya iman duluan mau lingkungnya bagaimanapun dia akan tetap berusaha menjaga iman tersebut, kita contohkan baginda rasul beliau lahir dikalangan jahiliyah, mereka menyentuh khamar tapi beliau tidak, dikalangan orang berzina dia tidak pernah berzina dan dikalangan orang kejam tapi
beliau tidak pernah berbuat kejam”99
Dalam faktor yang mempengaruhi etos kerja, dapat diambil kesimpulan bahwa faktor yang mempengaruhi etos kerja karyawan rumah makan Ayam Penyet Surabaya cabang Depok, ada dua faktor penting yaitu faktor agama dan faktor lingkungan.
Aktifitas bimbingan agama yang diterapkan di Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya cabang Depok, terlihat bahwa ada usaha-usaha yang dilakukan untuk menumbuhkan etos kerja karyawan, sesuai dengan teori Ahmad Janan Asifudin yaitu etos kerja dalam islam100, sebagai berikut:
99 Wawancara dengan Ustad Ahmd Faisal Tim Dakwah atau
Pembimbing Agama zona Jabodetabek pada tanggal 26 Oktober 2020 Pukul
10.25
100 Ahmad Janan Asifudin, Etos Kerja Islam, (Surakarta: UMYPress, 2004), hlm 29
6. Kesempatan Tujuan Kerja
Yaitu keseimbangan kerja antara untuk keperluan pribadi dan kelompok (Keluarga, Masyarakat) antara keperluan jasmani dan rohanih. dan antara keperluan duniawi dan ukhrawi. Firman Allah Swt dalam Q.S Al-Mukminun ayat 51 sebagai berikut:
اَمِب يِ نِإ ۖ اًحِلاَص اوُلَمْعا َو ِتاَبِ يَّطلا َنِم اوُلُك ُلُس ُّرلا اَهُّيَأَي
)
Al-Mukminun:51(اَيميِلَع َنوُلَمْعَت
Artinya : “Makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Dalam penelitian di rumah makan peneliti mengamati dan mendapat data dari pihak terkait, bahwa ada usaha-usaha yang dilakukan untuk menumbuhkan etos kerja karyawan. Bahwa di rumah makan Ayam Penyet Surabaya cabang Depok itu sangat memperhatikan aturan-aturan islam atau menerapkan sistem syariat islam. Mulai dari mengolah makanan dari bahan dasar sampai makanan tersebut disajikan ke konsumen itu benar-benar sesuai dengan syariat islam contohnya sesuai apa yang diungkapkan Ustad Ahmad Faisal bahwa dari pertama cara memotong ayam tersebut membaca lafadz asmaul husna. Selain karyawan bekerja, rumah makan ini membimbing
dan mengarahkan karyawan untuk melakukan atau menerapkan amalan sholeh mulai dari sebelum karyawan beraktifitas sampai karyawan selesai bekerja, sebagiamna yang diungkapkan Ustad Ahmad Fiasal, beliau mengatakan:
“Diawali dengan melaksanakan sholat duha lalu pembacaan dzikir dan sebelum karyawan pulang kita bersama-sama mengucapkan Alhdulillah”
7. Bekerja menurut kadar kemampuan dan keahlian pribadi yang optimal.
Artinya tidak bekerja melebihi batas kemampuan, baik kemampuan fisik maupun teknik, dan juga tidak bekerja di bawah kemampuan yang sebenarnya. Dalam hal ini rumah makan Ayam Penyet Surabaya cabang Depok, memang tidak menunut para karyawan yang aneh-aneh. Yang terpenting mereka bisa lebih bertanggung jawab dalam bekerja dan mereka tidak meninggalkan sholat lima waktu
8. Disiplin dan efisien menggunakan waktu dan kesempatan. Disiplin merupakan suatu keadaan tertentu dimana orang-orang yang tergabung dalam organisasi tunduk pada peraturan-peraturan yang ada dengan rasa senang hati. Dalam bekerja senantiasa disiplin, yaitu menghargai dan memanfaatkan waktu dan kesempatan sebaik-baiknya. Kesempatan yang dimaksud adalah keadaan atau kondisi yang memungkinkan untuk bekerja dengan sebaik-baiknya.
Dalam hal ini para karyawan rumah makan setelah mengikuti berbagai bimbingan agama yang diterapkan bahwa ada hasil yang dicapai oleh para karyawan salah satunya adalah karyawan mampu patuh terhadap aturan-aturan yang ada baik aturan-aturan syari’at maupun aturan-aturan dari rumah makan itu sendiri, lalu mampu lebih menghargai waktu yang mana sebelumnya karyawan sering telat masuk bekerja sekarang ada peningkatan. Sebagaimana yang disampaikan Ustad Ahmad Faisal, beliau mengatakan:
“Semenjak adanya bimbingan agama itu berubah drastis dari segi perilaku, kejujuran dan kedisiplinan ya contohnya yang tadinya mereka sering telat masuk kerja, dengan adanya bimbingan agama kita sampaikan kita makan bukan dari haknya kita maka kita makan-makanan yang haram, termasuk gaji yang kita terima, kita nerima gaji tapi jam kerja kita tidak cukup ibaratnya makan gaji buta, semenjak itulah alhamdulilah 80% bimbingan agama yang dilakukan
berhasil”101
9. Pantang Menyerah dan sikap Optimis
Pantang menyerah merupakan modal yang sangat besar didalam menghadapi segala macam tantangan dan tekanan (pressure). Sikap istiqamah, kerja keras, tangguh dan ulet
101 Wawancara dengan Ustad Ahmd Faisal Tim Dakwah atau
Pembimbing Agama zona Jabodetabek pada tanggal 26 Oktober 2020 Pukul
akan tumbuh sebagai bagian dari kepribadian diri kita seandainya kita mampu dan gemar hidup dalam tantangan. Yang mana tentunya dalam bekerja kita harus terus berusaha maksimal dan tanamkan dalam diri bahwa tak ada kata pantang menyerah dalam hal apapun. Dalam menjalankan usaha harus optimis yakin dengan perencanaan yang dibuat, yakin dengan peluang yang diciptakan dan yakin dengan strategi yang kita kembangkan. Sifat optimis ini membakar semangat dalam diri dan tidak berhenti sampai disitu, jika sudah memilki rasa optimis yang kuat, peliharalah dengan jalan terus memotivasi diri sendiri. Jangan sampai mengendur yang akibatnya melemahkan semangat. Dalam hal ini karyawan memang dituntut untuk mempunyai jiwa optimis dalam bekerja tidak boleh menyerah, sesuai dengan slogan yang dimilki rumah makan ini adalah Iman, hijrah dan Jihad. Sebagaimana yang diungkapkan Pak Anggi, beliau mengatakan:
“Kita itu harus memilki semangat jihad dalam bekerja, jihad itu tidak hanya perang tapi kita bekerja mencari
nafkah untuk keluarga dan orang tua”.102
Dari beberapa pernyataan tersebut, dapat dismpulkan bahwa ada usaha-usaha menumbuhkan etos kerja yang
102 Wawancara dengan Pak Anggi Manager Rumah Makan Ayam
diberikan oleh pembimbing agama maupun manager terhadap karyawan Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya cabang Depok. Usaha-usaha yang dilakukan pembimbing agama maupun manager yang berkaitan dengan etos kerja yaitu tujuan bekerja, kemampuan bekerja, kedisiplinan dalam bekerja dan tidak boleh menyerah dan selalu optimis dalam bekerja.
BAB VI
KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan uraian yang telah dikemukakan oleh peneliti terkait dengan penelitian yang berjudul Aktifitas Bimbingan Agama Dalam Menumbuhkan Etos Kerja Karyawan Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya Cabang Depok, didapatkan kesimpulan sebagai berikut:
1. Aktifitas bimbingan agama adalah suatu kegiatan yang diterapkan bagi karyawan Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya cabang Depok. Kegiatan-kegiatan yang diberikan kepada karyawan berupa pelaksanaan sholat duha, pembacaan dzikir pagi dan sore, pengajian yasinan setiap malam jum’at dan pengajian rutinan bagi seluruh karyawan. Adapun dalam kegiatan bimbingan agama dan ibadah tersebut karyawan ditanamakan nilai-nilai berupa kejujuran, kedispilinan, motivasi dan pendekatan diri kepada Allah dalam bentuk pembacaan dzikir dan sholawat setiap paginya
2. Setelah para karyawan mengikuti kegiatan bimbingan agama mereka karyawan merasakan adanya perubahan dan adanya hasil positif yang dicapai terutama dalam kaitan etos kerja karyawan, perubahan dan hasil yang didapatkan diantaranya karyawan merasakan kehadiran tuhan di sisinya sehingga mereka tidak mau melanggar
aturan atau patuh terhadap aturan-aturan yang sudah disepakati dengan perusahaan, karyawan menjadi rajin dan disiplin, karyawan menjadi semangat atau termotivasi dalam bekerja.
B. Implikasi
Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa bimbingan agama memberikan dampak positif yang begitu penting bagi karyawan-karyawan Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya cabang Depok, disamping karyawan bekerja karyawan mendapat bimbingan agama yang membuat kerja karyawan menjadi lebih baik. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadikan pembimbing agama atau penyuluh agama terkhusus mahasiswa Bimbingan dan Penyuluhan Islam terus mempersiapkan diri dan menambah pengetahuanya lebih kompleks agar nantinya pembimbng agama atau penyuluh agama siap memberikan bimbingan atau penyuluhan di tempat manapun dan dapat menjalankan peran sebagai pembimbing atau penyuluh agama dengan sebaik-baiknya. Penelitian ini juga diharapkan bisa berguna dan bermanfaat sebagai bentuk informasi bagi Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya cabang Depok untuk memberikan bimbingan agama yang lebih baik.
C. Saran
Berdasarkan kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti di Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya cabang Depok, oleh karena itu peneliti memberikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Saran untuk pihak Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya cabang Depok: untuk lebih meningkatkan proses bimbingan agama terhadap karyawan rumah makan. Jika perlu, pihak rumah makan bisa menghadirkan beberapa penyuluh agama untuk memberikan penyuluhan kepda karyawan rumah makan agar etos kerja karyawan bisa lebih baik, lalu lebih ditambah kembali sumber daya manusia (SDM) dalam bidang keagamaan agar bimbingan agama bisa lebih maksimal.
2. Pembimbing agama dan manager: Bimbingan agama yang diberikan kepada karyawan baiknya lebih ditingkatkan lagi dan sebaiknya program-program yang sudah dirancang lebih dimaksimalkan lagi, agar karyawan betul-betul merasakan manfaat bekerja sambil beribadah.
3. Kepada karyawan rumah makan: Manfaatkan kesempatan saat masih bekerja di tempat ini, karena belum tentu ketika bekerja di tempat lain mendapatkan nuansa seperti ini, karyawan bisa bekerja sambal ibadah. Tetaplah semangat dalam menjalani aktifitas bekerja dan bimbingan agamanya, karena bimbingan
agama yang diterapkan akan memberikan banyak manfaat terkhusus dalam menumbuhkan etos kerja.
DAFTAR PUSTAKA Buku:
Abdullah, Ma’ruf, 2014. Manajemen dan Evaluasi Kinerja Karyawan, Yogyakarta: Aswaja Pressindo
Akbar, Purnomo Setiady. 2000. dan Husaini Usman, Metodologi Penelitian Sosia, Jakarta: PT Bumi Aksara
Al-Qur’an Indonesia
Amin, Samsul Munir, 2010. Bimbingan dan Konseling Islam, Jakarta: Amzah
Anoraga,Panji, Psikologi Kerja, 1992. Jakarta: Rineka Cipta Arifin. 1979. Pokok-pokok pikiran tentang Bimbingan dan
Penyuluhan Islam, cet4. Jakarta: Bulan Bintang
Asifudin, 2004. Ahmad Janan, Etos Kerja Islam, Surakarta: UMYPress
Dragon, 2015. Muham Sakura, Etos Kerja Dalam Pandangan Agama Islam, Jakarta: Sakura Dragon
Farida, 2008. Saliyo, Teknik Layanan Bimbingan Konseling Islam, Kudus:Buku Daros
Faqih, Aunur Rahim, 2001. Bimbingan dan Konseling Dalam Islam, Yogyakarta:Pusat Penerbitan UII Press
Hadi, Sutrisno, 1982. Metodologi Research, Yogyakarta: Fakultas UGM
Ilyas, Hamdani Thaha Muh, 2003. Perilaku Beragama dan Etos Kerja Masyarakat Pesisir di Kelurahan Penggoli Kecamatan Wara Utara Kota Polopo
Jalaludin, 1996. Dr, Psikologi Agama, Jakarta: Rajawali Press, 1996
Mankiw, N. Gregory, Makroekonomi, 2009. Jakarta: Eirlangga, 2009
Marzuki. Metodologi Riset. 1995. Yogyakarta: BPFE-UII
Moleong, Lexy. J. 2000. Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya
Manulang, Sendjun H, 2010. Pokok-Pokok Hukum Ketenagakerjaan di Indonesia, Jakarta: Rineka Cipta, 2010
Mubaraq, Zulfi, 2010. Sosiologi Agama, Malang: UIN MALIKI PRESS
Mulyadi S, 2014. Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Prespektif Pembangunan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Musnamar, Tohari, 1992. Dasar konseptual Bimbingan dan Konseling Islam, Yogyakarta:UII Pres,
Poerwandari, E. Kristi, 1998. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Pendekatan Kualitatif Dalam Penelitian Psikologi. Jakarta : Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi LPSP3
Prayitno, 2015. Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta:PT Rineka Cipta
Rusli, Hardijan, 2008. Hukum Ketenagakerjaan, Jakarta: Ghalia Indonesia
Soehartono, Irawan, 1995. Metode Penelitian Sosial, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Sugiyono. 2007. Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Alvabeta
Sugiyono, 2010. Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: ALFABETA
Supramin, 2003. Motivasi dan Etos Kerja, Jakarta: Proyek Pembibitan Calon Tenaga Kependidikan Biro Kepegawaian Sekertariat Jendral
Suprihanto, John dan Murti Sumarni, 2014. Pengantar Bisnis Dasar-Dasar Ekonomi Perusahaan, Yogyakarta: Liberty Tasmara, 1995. Toto, Etos Kerja Pribadi Muslim, Yogyakarta:
PT.Dana Bakti Wakaf
Tasmara, K.H Toto Tasmara, 2002. Membudayakan Etos Kerja Islami, Jakarta: GEMA INSANI PRESS
Trianto, 2010. Pengantar Penelitian Pendidikan Bagi
pengembangan Profesi Pendidikan & Tenaga
Kependidikan, Jakarta: Kencana
Walgito, Bimo, 1993. Bimbingan Penyuluhan di sekolah, cet.2 Yogyakarta: Andi Offest
Zuhairini, 1993. Metode Pendidikan Agama, Surabaya, Ramadan
Jurnal:
Acep Mulya, 2008. Islam dan Etos Kerja: Relasi Antara Kualitas Keagamaan dengan Etos Produktifitas Kerja di Daerah Kawasan Industri Kabupaten Bekasi, TURANS, Juni Vol 4, NO.1
Akhmad, Syakkroza, 2008. Corporate Governance, Sejarah dan Perkembangan, Teori, Model dan Sistem Governance
Serta Aplikaasinya dan Pada Perusahaan BUMN. Jakarta: Lembaga Penerbitan FEUI
Arif, sukuryadi, Fatimaturrahmi, 2017. Pengaruh Ketersedian Sumber Belajar Di Perpustakaan Sekolah Terhadap Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu SMP Negeri 1 Praya Barat”. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol.1. No.2,
Ningrum, 2017. “Pengaruh Penggunaan Metode Berbasis Pemecahan Masalah, Problem Solving Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X Semester Genap MAN 1 Metro”. Jurnal Promosi Vol. 5. No 1,
Skripsi:
Dewi Purwati, Dakwah dan Kewirausahaan Studi Kasus Di PT. Pustaka Rizki Putra Semarang (IAIN Walisongo)
Alimudin Hasibuan, Metode Bimbingan Agama Dalam Meningkatkan Perkembangan Emosi Anak Di Panti Asuhan Putra Muhamadiyah Cabang Medan (UIN Medan Sumatra)
Fiqih Amalia, Bimbingan Keagamaan Dalam Upaya Mengatasi Perilaku Bulying Anak Di Panti Asuhan Surya Mandiri Way Halim Bandar Lampung (UIN Raden Intan Lampung) Hajrul Aswad Harahap, Efektifitas Bimbingan Rohani Dalam Meningkatkan Etos Kerja Karyawan Di Perusahaan Pabrik Sepatu CV. Kakan Prabu, Kp. Kotomas, Tigarasa, Tangerang (UIN Jakarta)
Muhammad Kurniawan, Pengaruh Motivasi Dan Etos Kerja Islam Terhadap Kinerja Karyawan Studi Kasus Pada Karyawan Di Dompet Peduli Ummat Darrut Tauhid Cabang Palembang (UIN Raden Fatah Palembang)
Website:
Amelia Js, Hasil Observasi Rumah Makan Ayam Penyet, http://ameliajulitasari. Blogspot.com/2017/04/hasil-observasi-rumah-makan-yama-penyet.html?m=1 diakses tanggal 12 Febuari 2020 pukul 22.32
INTRUMEN PENGUMPULAN DATA PENELITIAN TENTANG AKTIFITAS BIMBINGAN AGAMA DALAM MENUMBUHKAN ETOS KERJA KARYAWAN RUMAH MAKAN AYAM PENYET
SURABAYA CABANG DEPOK.
Pedoman Wawancara Untuk Manager Rumah Makan
NO Aspek Pertanyaan
1. Data Pribadi Informan
Profil data Pembimbing Agama 1. Nama 2. Alamat 3. Usia 4. Jenis kelamin 5. Pekerjaan/Jabatan 6. Riwayat Pendidikan 7. Motto Hidup 2.
Waktu dan Tempat Penyuluhan
1. Apakah ada bimbingan agama disini? Berapa kali aktifitas bimbingan agama dilakukan terhadap karyawan? Mingguan atau Bulanan? 2. Dimana tempat aktifitas bimbingan agama
dilakukan?
3. Apakah bapak juga memberikan bimbingan agama di Rumah Makan Ayam Penyet Surabaya Depok?
3. Materi Bimbingan Agama
2. Bagaimana cara bapak menyampaikan materi bimbingan agama kepada karyawan?
3. Apa materi pokok yang selalu bapak berikan kepada karyawan?
4. Materi pokok bimbingan agama apa yang bapak berikan dalam menumbuhkan etos kerja karyawan?
5. Materi penunjang bimbingan agama apa yang bapak berikan dalam menumbuhkan etos kerja karyawan?
4. Metode Bimbingan Agama
1. Apa metode yang anda berikan ketika melakukan bimbingan agama?
2. Apa metode pendekatan yang bapak lakukan ketika melakukan bimbingan agama?
3. Adakah metode khusus yang bapak berikan untuk melakukan bimbingan agama terhadap karyawan
4. Apa aktifitas bimbingan agama untuk menumbukna etos kerja karyawan? 5. Apa tujuan bapak dalam melakukan
Agama dalam Menumbuhkan
Etos Kerja
2. Apa faktor yang mempengaruhi tumbuhnya etos kerja?
3. Ukuran keberhasilan bimbingan agama menurut anda?
4. Setelah adanya bimbingan agama, apakah terlihat etos kerja karyawan tumbuh? Hasil etos kerja yang seperti apa yang dicapai?
NO Aspek Pertanyaan
1. Data Pribadi Informan
Profil data Pembimbing Agama 1. Nama 2. Alamat 3. Usia 4. Jenis kelamin 5. Pekerjaan/Jabatan 6. Riwayat Pendidikan 7. Motto Hidup 2.
Waktu dan Tempat Penyuluhan
1. Berapa kali aktifitas bimbingan agama dilakukan terhadap karyawan? Mingguan atau Bulanan?
2. Dimana tempat aktifitas bimbingan agama dilakukan?