METODE PENELITIAN
4.4 Hasil Estimasi Dengan Menggunakan Metode OLS
Untuk melihat pengaruh variabel bebas yaitu modal kerja, jumlah tenaga kerja dan lama berusaha terhadap variabel terikat yaitu keuntungan usaha kecil di Kabupaten Deli Serdang dengan menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS) dengan bantuan program Eviews 4.1 diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 4.14. Hasil Estimasi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keuntungan Usaha Kecil di Kabupaten Deli Serdang
LOG(PRO) = -0,0577 + 0,7495 LOG(CAP) + 0,2953 LOG(LAB) + 0,1252 LOG(TIME) Std. Error (0,0622) (0,0777) (0,0742) t-stat (12,055)*** (3,802)*** (1,69)*
R2 = 0,863058
R2 = 0,849662 F-stat = 254,1942
Keterangan : *** signifikan pada =1%
* signifikan pada = 10%
Berdasarkan nilai R-squared (R2) sebesar 0,8631 yang diperoleh dari penelitian menyatakan bahwa variabel independen (variabel modal kerja, tenaga kerja dan lama berusaha) mampu menjelaskan variasi keuntungan usaha kecil di Kabupaten Deli Serdang sebesar 86,31 %. Sedangkan sisanya sebesar 13,69 % dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model estimasi ini.
Nilai F-statistik yang diperoleh, yaitu sebesar 254,1942 yang berarti lebih besar dari F0,01(3,121) = 3,94 ; ini berarti secara bersama-sama (serentak) yaitu modal kerja, tenaga kerja dan lama berusaha mempengaruhi keuntungan usaha kecil di Kabupaten Deli Serdang dengan tingkat keyakinan 99%. Variabel investasi/modal kerja sangat dominan dibandingkan dengan 2 variabel lainnya yaitu jumlah tenaga kerja dan lama berusaha mempengaruhi keuntungan usaha kecil di Kabupaten Deli Serdang dengan nilai 0,7495 dibandingkan nilai 0,2953 dan 0,1252.
Berdasarkan uji t-statistik (uji secara parsial), maka dapat diketahui bahwa variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap keuntungan usaha kecil di Kabupaten Deli Serdang adalah investasi/ modal kerja (CAP) dan jumlah tenaga kerja (LAB) pada tingkat α = 1% sedangkan variabel lama berusaha (TIME) signifikan pada tingkat α = 10%.
Pada jumlah sampel (n) = 125, variabel bebas (k) = 3 maka derajat bebas untuk nilai t-statistik (n-k-1) atau sama dengan 121. Pada variabel investasi/ modal kerja mernpunyai t-hitung sebesar 12,055 lebih besar dari t-Tabel = 0,01 sebesar
2,167 yang bermakna bahwa variabel investasi/ modal kerja berpengaruh signifikan (pada = 0,01) terhadap keuntungan usaha kecil di Kabupaten Deli Serdang.
Sementara itu t-hitung variabel tenaga kerja sebesar 3,802 lebih besar dibandingkan nilai t-Tabel pada = 0,01 sebesar 2,167 dengan demikian bahwa variabel jumlah tenaga kerja berpengaruh signifikan terhadap keuntungan usaha kecil di Kabupaten Deli Serdang.
Sementara itu t-hitung untuk variabel lama berusaha sebesar 1,686 lebih besar dibandingkan nilai t-Tabel pada = 0,10 sebesar 1,658 dengan demikian bahwa variabel lama berusaha berpengaruh signifikan terhadap keuntungan usaha kecil di Kabupaten Deli Serdang.
Hasil estimasi pada diatas menunjukan bahwa koefisien investasi/ modal kerja menunjukkan elastisitas dari investasi/ modal terhadap keuntungan usaha kecil dengan elastisitas sebesar 0,7495 bermakna bahwa investasi/ modal kerja terhadap keuntungan usaha kecil adalah tidak elastis (inelastic). Hal ini berarti respon keuntungan usaha kecil terhadap investasi/ modal kerja sangat kecil.
Sementara itu koefisien jumlah tenaga kerja yang menunjukkan elastisitas jumlah tenaga kerja terhadap keuntungan usaha kecil dengan elastisitas sebesar 0,2953 bermakna bahwa jumlah tenaga kerja terhadap keuntungan usaha kecil adalah tidak elastis (inelastic). Hal ini berarti respon keuntungan usaha kecil terhadap jumlah tenaga kerja sangat kecil.
Sedangkan untuk koefisien lama berusaha yang menunjukkan elastisitas lama berusaha terhadap keuntungan usaha kecil dengan elastisitas sebesar 0,1252
bermakna bahwa lama berusaha terhadap keuntungan usaha kecil adalah tidak elastis
(inelastic). Hal ini berarti respon keuntungan usaha kecil terhadap lama berusaha
sangat kecil.
Dengan pemberian kredit modal pada usaha kecil akan dapat meningkatkan pendapatan dan keuntungan usaha serta dapat menjalankan kegiatan usahanya secara berkesinambungan.
4.5. Pembahasan
Dalam realita kehidupan bisnis, paling tidak selalu terdapat hambatan utama bagi pebisnis pemula khususnya pada usaha kecil yang pada umumnya hambatan tersebut adalah:
1. Modal usaha
Memulai suatu usaha pada tahap ini biasanya usaha kecil pemula akan dihinggapi oleh keraguan dan ketakutan akan suatu kegagalan sebelum memulai sesuatu, khususnya aspek-aspek hitungan, resiko dan studi kelayakan hingga pengambilan keputusan untuk memulainya. Kegiatan usaha apakah yang dapat meraih keuntungan dari sejumlah modal usaha yang diinvestasikan.
Keraguan yang timbul dari usaha kecil dalam menjalankan kegiatan usaha pada umumnya dari segi permodalan, modal yang diinvestasikan untuk kegiatan usaha sebahagian besar diperoleh dari pihak ketiga seperti pinjaman bank, BUMN, BUMD, Pemerintah Daerah maupun pihak lain yang punya akses dalam pendanaan usaha kecil.
Usaha kecil yang tidak mampu memanfaatkan pinjaman modal dari pihak ketiga akan sulit berkembang hal ini disebabkan usaha kecil terbebani oleh bunga pinjaman yang pada akhirnya akan berakibat terganggunya aktivitas kegiatan usaha apalagi pengharapan untuk memperoleh keuntungan yang wajar dari usaha yang dijalankan. Pemerintah telah berupaya dalam mengembangkan usaha kecil dalam bentuk bantuan modal bergulir dengan tingkat bunga yang lunak agar usaha kecil dapat berkembang baik dari segi perluasan pasar terhadap komoditi yang diperdagangkan. Penguasaan pasar yang lebih luas akan berdampak kepada peningkatan keuntungan usaha kecil ditambah dengan diversifikasi produk yang diperdagangkan.
2. Sumber daya manusia
Kesulitan memposisikan tempat kita bersaing agar tidak mati sebelum berkembang, hal ini sering dialami oleh usaha kecil karena keterbatasan kemampuan dalam mengelola usaha. Sumber daya yang terbatas, produk-produk yang diperdagangkan tidak dapat bersaing dengan produk import yang membanjiri pasar dalam negeri baik ditinjau dari segi mutu, desain, harga dan hal-hal lain yang berkaitan dengan etiket produk agar dapat diterima oleh konsumen akhir.
Ketidakmampuan usaha kecil dalam memasuki pasar yang lebih luas terhadap produknya dan menyaingi produk import disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia dalam mengelola usaha serta tidak efisiensinya sistem yang
dijalankan, hal ini berakibat langsung kepada aktivitas usaha kecil dalam menjalankan usahanya.
Upaya pemerintah dalam memposisikan usaha kecil terhadap produk yang diperdagangkan adalah memberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk yang diperdagangkan dengan mengikutsertakan dalam event-event pameran seperti Pekan Raya Sumatera Utara, Pekan Raya Jakarta, Penang Fair, Pameran Produksi Eksport Daerah dan kegiatan-kegiatan promosi lain yang tujuannya membuka peluang pasar produk usaha kecil yang lebih luas.
3. Pengalaman usaha
Bagaimana usaha kecil tetap memelihara usahanya secara kontinyu, pada tahap ini usaha kecil harus waspada akan munculnya sifat arogan yang biasanya muncul seiring dengan keberhasilan suatu usaha. Pengalaman dan lamanya berusaha akan memberikan pelajaran yang berarti dalam menyikapi situasi pasar dan perkembangan ekonomi saat ini.
Pengalaman dan lama berusaha akan memberikan kontribusi yang berarti bagi usaha kecil dalam menjalankan kegiatan usaha jika dibandingkan kepada usaha kecil yang masih pemula. Pengambilan keputusan dalam menjalankan kegiatan usaha demi kelangsungan hidup usaha kecil terfokus pada pengalaman masa lalu, pengalaman masa lalu akan berguna sebagai tolak ukur dalam mengambil sikap ke depan dalam upaya mengembangkan usaha kecil ke arah yang lebih maju dan berkesinambungan.