• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

C. Analisis dan Pembahasan 1. Hasil Uji Kualitas Data 1.Hasil Uji Kualitas Data

5. Hasil Uji Hipotesis

a. Hasil Uji Parsial (t-test)

Uji statistik t (uji parsial) digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh secara signifikan antara masing-masing variabel

independen (budaya, sosial, pribadi, dan psikologis) secara individual terhadap variabel dependen (minat nasabah non muslim) yang diuji pada tingkat signifikansi 0,05. Jika probabilitas signifikan > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak, sedangkan jika probabilitas signifikan < 0,05, Ha diterima dan Ho ditolak, berarti bahwa suatu variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.

Tabel.4.36 Hasil Uji t (Parsial)

Sumber: Data Primer (diolah) SPSS 20, 2016

Berdasarkan pada tabel.4.36 di atas untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-masing variabel independen secara parsial (individual) terhadap variabel dependen adalah sebagai berikut: 1) Menguji Signifikansi Variabel Budaya (X1)

Terlihat bahwa t hitung koefisien budaya adalah 2,257. Sedang t tabel bisa dihitung pada tabel t-test, dengan α= 0,05,

karena digunakan hipotesis dua arah, ketika mencari t tabel, nilai

α dibagi 2 menjadi 0,025 dan df = 45 (didapat dari rumus n-k-1, dimana n adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel independen). Di dapat t tabel adalah 2,014.

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta (Constant) 4,009 2,087 1,921 ,061 Budaya ,253 ,112 ,425 2,257 ,029 Sosial -,248 ,133 -,341 -1,862 ,069 Pribadi ,016 ,137 ,023 ,118 ,907 Psikologis ,597 ,174 ,526 3,439 ,001

Variabel budaya memiliki nilai p-value 0,029 < 0,05 artinya signifikan, sedangkan t hitung > t tabel (2,257 > 2,014) maka Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa koefisien budaya secara parsial berpengaruh terhadap minat nasabah non muslim.

2) Menguji Signifikansi Variabel Sosial (X2)

Terlihat bahwa t hitung koefisien sosial adalah -1,862. Sedang t tabel bisa dihitung pada tabel t-test, dengan α= 0,05,

karena digunakan hipotesis dua arah, ketika mencari t tabel, nilai

α dibagi 2 menjadi 0,025 dan df = 45 (didapat dari rumus n-k-1, dimana n adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel independen). Di dapat t tabel adalah 2,014.

Variabel sosial memiliki nilai p-value 0,069 > 0,05 artinya tidak signifikan, sedangkan t hitung < t tabel (-1,862 < 2,014) maka Ha ditolak dan Ho diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa koefisien sosial secara parsial tidak berpengaruh terhadap minat nasabah non muslim.

3) Menguji Signifikansi Variabel Pribadi (X3)

Terlihat bahwa t hitung koefisien pribadi adalah 0,118. Sedang t tabel bisa dihitung pada tabel t-test, dengan α= 0,05,

karena digunakan hipotesis dua arah, ketika mencari t tabel, nilai

dimana n adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel independen). Di dapat t tabel adalah 2,014.

Variabel pribadi memiliki nilai p-value 0,097 > 0,05 artinya tidak signifikan, sedangkan t hitung < t tabel (0,118 < 2,014) maka Ha ditolak dan Ho diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa koefisien pribadi secara parsial tidak berpengaruh terhadap minat nasabah non muslim.

4) Menguji Signifikansi Variabel Psikologis (X4)

Terlihat bahwa t hitung koefisien budaya adalah 3,349. Sedang t tabel bisa dihitung pada tabel t-test, dengan α= 0,05,

karena digunakan hipotesis dua arah, ketika mencari t tabel, nilai

α dibagi 2 menjadi 0,025 dan df = 45 (didapat dari rumus n-k-1, dimana n adalah jumlah data dan k adalah jumlah variabel independen). Di dapat t tabel adalah 2,014.

Variabel psikologis memiliki nilai p-value 0,001 < 0,05 artinya signifikan, sedangkan t hitung < t tabel (3,349 > 2,014) maka Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa koefisien psikologis secara parsial berpengaruh terhadap minat nasabah non muslim.

b. Hasil Uji Simultan (F-test)

Tabel.4.37 Hasil Uji F (Simultan) ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

Regression 135,952 4 33,988 7,964 ,000b

Residual 192,048 45 4,268

Total 328,000 49

a. Dependent Variable: Minat

b. Predictors: (Constant), Psikologis, Sosial, Budaya, Pribadi

Sumber: Data Primer (diolah) SPSS 20, 2016

Pada tabel.4.37 analisis varian (Anova) ditampilkan hasil uji F yang dapat dipergunakan untuk memprediksi kontribusi aspek-aspek variabel independen (budaya, sosial, pribadi, dan psikologis) terhadap variabel dependen (minat nasabah non muslim). Dari penghitungan didapat nilai F-hitung pada model 1 didapat sebesar 7,964. Dengan tingkat signifikansi sebesar 5% dan df1 = 4 dan df2 = 45, didapat nilai F tabel = 2,579. Karena nilai F hitung (7,964) > nilai F tabel (2,579) maka dapat disimpulkan bahwa empat variabel independen yaitu budaya, sosial, pribadi, dan psikologis dengan signifikan memberikan kontribusi yang besar terhadap variabel minat nasabah non muslim. Sehingga model regresi yang didapatkan layak digunakan untuk memprediksi. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat pengaruh secara bersama-sama atau simultan antara variabel independen (budaya, sosial, pribadi, dan psikologis) terhadap variabel dependen (minat nasabah non muslim).

c. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)

Tabel.4.38 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)

Model R R Square Adjusted R

Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 ,644a ,414 ,362 2,066 1,710

a. Predictors: (Constant), Psikologis, Sosial, Budaya, Pribadi

b. Dependent Variable: Minat

Sumber: Data Primer (diolah) SPSS 20, 2016

Uji koefisien determinasi (R²) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independen menjelaskan variabel dependennya yang dilihat melalui Adjusted R square. Untuk mengetahui determinasi variabel yang diteliti dapat dilihat dari tabel 4.38 diatas.

Dari tabel koefisien determinasi (R²), menunjukkan besarnya

Adjusted R square adalah 0,362. Hasil ini menunjukkan bahwa 36,2% variabel minat nasabah non muslim dalam menggunakan jasa perbankan syariah dapat dijelaskan oleh variasi dari keempat variabel independen (budaya, sosial, pribadi, dan psikologis). Sedangkan selisihnya 63,8% (100% - 36,2%) dijelaskan oleh variabel dan faktor-faktor lain yang tidak diteliti, yaitu faktor fasilitas, promosi, produk, dan lokasi.

6. Interpretasi

a. Variabel Budaya (X1) terhadap Minat Nasabah Non Muslim

Variabel budaya (X1) memiliki nilai p-value 0,029 < 0,05 artinya berpengaruh signifikan terhadap minat nasabah non muslim.

Hal tersebut sesuai pada statistika jika probabilitas nilai t atau signifikansi < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Sejalan dengan teori (Kotler, 2009:214) perilaku pembelian konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis. Yang mempunyai pengaruh paling luas dan paling dalam adalah faktor budaya. Jadi dapat disimpulkan bahwa faktor budaya dapat berpengaruh terhadap minat nasabah non muslim.

b. Variabel Sosial (X2) terhadap Minat Nasabah Non Muslim

Variabel Sosial (X2) memiliki nilai p-value 0,069 > 0,05 artinya tidak berpengaruh signifikan terhadap minat nasabah non muslim. Hal tersebut sesuai pada statistika jika probabilitas nilai t atau signifikansi > 0,05, maka dapat dikatakan bahwa tidak terdapat pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Menurut teori (Sumarwan, 2011:321) faktor sosial dapat mempengaruhi perilaku konsumen jika kelompok acuan dapat mempengaruhi pilihan produk atau merek dari seorang konsumen karena kelompok acuan tersebut sangat dipercaya sarannya karena ia memiliki pengetahuan dan informasi yang lebih baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa kelompok acuan dalam hal ini kerabat, orang tua, organisasi dari nasabah non muslim tidak memiliki pengetahuan dan informasi mengenai jasa perbankan syariah sehingga faktor sosial tidak dapat berpengaruh terhadap minat nasabah non muslim.

c. Variabel Pribadi (X3) terhadap Minat Nasabah Non Muslim

Variabel Pribadi (X3) memiliki nilai p-value 0,097 > 0,05 artinya tidak berpengaruh signifikan terhadap minat nasabah non muslim. Hal tersebut sesuai pada statistika jika probabilitas nilai t atau signifikansi > 0,05, maka dapat dikatakan bahwa tidak terdapat pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Menurut teori (Kotler, 2009:222) faktor pribadi dapat mempengaruhi perilaku konsumen jika memenuhi kebutuhan sesuai dengan usia, pekerjaan, dan kepercayaan dari diri sendiri. Jadi dapat disimpulkan bahwa bank syariah tidak dapat memenuhi kebutuhan yang sesuai dengan usia dan pekerjaan nasabah non muslim serta kurangnya kepercayaan nasabah non muslim terhadap bank syariah sehingga faktor pribadi tidak dapat berpengaruh terhadap minat nasabah non muslim.

d. Variabel Psikologis (X4) terhadap Minat Nasabah Non Muslim

Variabel Psikologis (X4) memiliki nilai p-value 0,001 < 0,05 artinya berpengaruh signifikan terhadap minat nasabah non muslim. Hal tersebut sesuai pada statistika jika probabilitas nilai t atau signifikansi < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Sejalan dengan teori (Kotler, 2009:226) bahwa faktor psikologis dapat mempengaruhi perilaku konsumen jika dapat memberikan motivasi, persepsi, pembelajaran, dan keyakinan terhadap konsumen. Jadi dapat

disimpulkan bahwa bank syariah dapat memberikan motivasi, persepsi, pembelajaran, dan keyakinan kepada nasabah non muslim sehingga faktor psikologis dapat berpengaruh terhadap minat nasabah non muslim.

e. Variabel Budaya (X1), Sosial (X2), Pribadi (X3), dan Psikologis (X4) terhadap Minat Nasabah Non Muslim.

Variabel Budaya (X1), Sosial (X2), Pribadi (X3), dan Psikologis (X4) memiliki nilai F hitung (7,964) > nilai F tabel (2,579) yang artinya secara simultan memiliki pengaruh terhadap minat nasabah non muslim. Hal tersebut sesuai pada statistika jika p-value (pada kolom Sig.) lebih kecil dari level of significant yang ditentukan, atau F hitung (pada kolom F) lebih besar daripada F tabel maka secara simultan memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. Sejalan dengan teori (Kotler, 2009:214) bahwa faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis dapat mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor budaya, sosial, pribadi, dan psikologis dapat berpengaruh terhadap minat nasabah non muslim.

BAB V