• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V IMPLEMENTASI KARYA

5.1 Hasil Karya

Selama proses kerja praktek dengan kurun waktu satu bulan, memperoleh hasil sebagai berikut:

1. Konsep Film Animasi POPO KUNTI

Konsep film animasi yang didapat adalah film animasi bergenre horor komedi dengan dikemas secara sketsa dan serial.

“POPO KUNTI”

Perkenalan Tokoh : Tokoh utama

a. POPO : pocong dengan konyol, bego, tp baik hati. Popo memiliki nama asli Udin

b. KUNTI : kuntilanak cantik, trendi, dia suka sama popo Tokoh pendamping

c. BAPAK POPO : bapak popo ketua RT didesa suka ngacir. d. MAK POPO : tukang gosip, cerewet, tukang nonton sinetron.

e. MPOK KUNTI : adalah kakak kandung dari KUNTI, cerewet, gaul, genit. f. UWO : genderuwo gendut suka makan, lemot, tukang tidur.

g. UYIL : temennya uwo kemana-mana sma uwo, temen popo sma kunti

h. DALBO : kakak – kakak gaul yang sok keren, resek, pacar dari mpok kunti.

i. SUSI : suster ngesot tukang galau.

Setelah ditemukan konsep dan karakter-karakter yang akan digunakan, kemudian akan dibuat desain karakter yang sesuai dengan konsep yang didapat.

2. Desain Karakter

Gambar 5.1 Desain Karakter Kunti Sumber : Hasil Olahan Penulis

Desain karakter “Kunti” merupakan salah satu karakter utama di film animasi “POPO KUNTI” bergaya kartun manga, karena mampu memberikan kesan imut dan

30

Gambar 5.2 Desain Karakter Popo Sumber : Hasil Olahan Penulis

Karakter uatama setelah Kunti, bernama Popo yang merupakan hantu pocong dengan paras polos sehingga mengesankan karakter yang konyol.

Pada desain karakter ini merupakan langkah setelah menentukan konsep film animasi. Membuat beberapa desain karakter utama yang akan menjadi tokoh pemeran dalam film animasi POPO KUNTI.

3. Desain Karakter Pendamping

Gambar 5.3 Desain Karakter Pendamping Sumber : Hasil Olahan Penulis

Setelah desain karakter utama dibuat, kemudian membuat desain karakter pendamping sebagai tokoh tokoh lain dalam mengaplikasikan konsep film animasi PopoKunti yang dibuat.

32

4. Contoh Sketsa Cerita

#GAME KONSOL

Suatu hari, KUNTI memainkan permainan konsol karpet dansa. KUNTI dengan lihai berdansa diatas karpet permainan itu, kemudian POPO dan teman – temannya datang ke rumah KUNTI untuk bermain bersama. Pada saat itu mereka bergantian memainkan permainan konsol karpet dansa, tapi ketika giliran POPO untuk memainkan permainan tersebut mereka menertawakan POPO sebelum POPO hendak memainkannya. POPO tau bahwa di ditertawakan kareka POPO adalah hantu pocong yang kakinya terikat, POPO memberikan kejutan dengan melepas kain kavannya (pocong) dan kemudian mulai meari dengan lincah hingga membuat teman – temannya terperanga kaget.

Tabel 5.1 Alur cerita Film Animasi POPO KUNTI Sumber : Hasil Olahan Penulis

Setelah menentukan desain karakter yang dipakai kemudian membuat alur cerita dalam film animasi serial “PopoKunti”. Dalam cerita ini lebih ditonjolkan sisi

komedi karena film “PopoKunti” merupakan film animasi yang bergenre horor

5. Skenario Film Animasi PopoKunti

# Sepi

Popo : Mak, Udin Maen dulu yaa…

Mak Popo : Iyaaa, jangan pagi-pagi pulangnyaa ! Popo : Iyaa, mak

Setelah pamitan popo keluar rumah dan berlari kelapangan Popo : Ke lapangan ahh, maen bola

Setelah sesampainya di lapangan, dan ternyataa…

Popo : yaaa kok sepia (dengan sedih dia melihan lapangan yang sepi) Popo : huaa…huaaa (nangis)

Dari jauh terlihat uwo dan uyil yang abis beli es Uyil : woo, itu kan Popo, kok dia nangis

Uwo : iyaa yill…sruupppp (minum es)

Uyil : pooooo…..pooooo…

Popo : Alhamdulillah, hoeee kirain kalian gg dating Uyil : katanya maen bola

Popo : Ayokk, uda gak sabar nih, hehehe Uyil : Bolanya mana ???

Popo : Huaaaa…(depresi)

Tabel 5.2 Skenario Film Animasi POPO KUNTI Sumber : Hasil Olahan Penulis

Dari Skenario cerita kemudian dibuat storyboard sehingga mempermudah animator dalam mengaplikasikannya kedalam bentuk film animasi.

34

6. Preview Storyboard

Tabel 5.3 Storyboard film animasi “POPO KUNTI” Sumber : Hasil Olahan Penulis

POPO KUNTI #Kaget

Waktu tengah malam popo keluar rumah

untuk beli jajan…..

Popo : Beli bakso ahh kelapangan

Tiba-tiba di semaksemak ada suara aneh dan semaknya goyang-goyang..

Popo : apaan tuh….(sambil berseandung)

Ada yang keluar dari dalam semaksemak

Popo : apaan tuh …(sambil keringat

dingin dan gemeteran ketakutan)

Kunti : huaaaaa….huaaaaaa (nangis

uangnya hilang)

Dalam Storyboard ini menggambarkan adegan Popo yang kaget melihat Kunti dan mengira Kunti adalah setan padahal sendirinya adalah setan, dari storyboard tersebut terlihat bagaimana kekocakan film animasi “POPO KUNTI”.

36

BAB VI

PENUTUP

6.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari pembuatan konsep film animasi dan desain karakter yang sesuai adalah sebagai berikut :

1. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pihak perusahaan pembuatan konsep film animasi harus menarik dan memiliki konsep serta karakter yang kuat sehingga mampu membuat penonton film tertarik.

2. Desain karakter harus sesuai dengan konsep sehingga mampu menggambarkan cerita yang dibawakan.

3. Pembuatan konsep film animasi dilakukan sebagai upaya menambah refrensi dalam dunia kreatif khususnya dibidang animasi.

4. Menggunakan warna-warna yang sesuai dengan konsep yaitu warna-warna dingin dan gelap sehingga berkesan mistis.

5. Pembuatan konsep film animasi sesuai dengan kreatif brief yang dilakukan dengan pihak PT. Digital Global Maxinema.

6.2 Saran

Berdasarkan penjelasan perancangan diatas maka dapat diberikan saran untuk pengembangan sistem ini yakni sebagai berikut :

1. Pembuatan konsep film animasi sangat perlu dilakukan guna mendongkrak kualitas dunia kreatif Indonesia khususnya animasi.

2. Dengan konsep yang kuat serta desain karakter yang sesuai sehingga mampu menarik perhatian dari penonton.

3. Lebih disempurnakan lagi dalam penulisan laporan dan penetapan beberapa point dalam penentuan konsep agar sesuai dengan karakter perusahaan serta komunikatif.

38

DAFTAR PUSTAKA

Sumber Buku :

Kusrianto, Adi. 2007. Pengantar Desain Komunikasi Visual. Yogyakarta: Andi Echolas, John M dan Hassan Shadily. 1976. AN English-Indonesian Dictionary (Kamus Inggris-Indonesia). Jakarta: PT Gramedia

Moleong, Lexy. J. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja ROSDAKARYA.

Arsad Arfial, Drs. 1984. Nirmana Dwimatra (Desain Dasar Dwimatra)

Sumber Website :

http://id.wikipedia.org/wiki/Perkembangan_Film. (dikutib pada tanggal 2 Oktober 2014)

http://id.wikipedia.org/wiki/Film. (dikutib pada tanggal 5 Oktober 2014) http://id.wikipedia.org/wiki/Animasi. (dikutib pada tanggal 2 Oktober 2014)

http://id.shvoong.com/humanities/film-and-theater-studies/2280709-pengertian-film- animasi-dan-sejarahnya/. (dikutib pada tanggal 9 Oktober 2014)

http://www.referensimakalah.com/2013/01/pengertian-film-animasi.html. (dikutib pada tanggal 16 Oktober 2014)

http://www.dgmanimation.com/. (diakses pada tanggal 18 November 2014)

http://www.dgmanimation.com/company-info/. (dikutib pada tanggal 20 November 2014)

Dokumen terkait