• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Kerajinan dan Industri Kecil Keramik

Keramik Teknis

TINJAUAN SENI KERAMIK INDONESIA

E. Keramikus Bali

4.2 Hasil Kerajinan dan Industri Kecil Keramik

Keramik industri yang bukan padat modal, pada mulanya berangkat dari usaha kecil kerajinan atau industri rumah tangga, seperti di Singkawang- Kalimantan Barat, di Plered - Jawa Barat, di Dinoyo - Malang-Jawa Timur, di Klampok-Jawa Tengah, di Kapal dan Pejaten - Tabanan-Bali, di Kayu agung -Palembang, di Manatuto-Timtim, di Tegowanuh-JawaTengah, di Banyumulek

Lombok-NTB, Bima-NTB, Mayong-Jepara dan lain sebagainya. Pada umumnya industri kecil dan menengah tersebut memproduksi barang-barang gerabah, stoneware dan porselin. Ada yang mengambil bentuk flora-fauna dan tradisional seperti batik-batikan, tumpal, pilin berganda, primitif, ukir-ukiran, swastika, kaligrafi, pepatran, legenda, ceritra rakyat dan pewayangan atau meniru bentuk-bentuk keramik asing seperti dari China, Jepang, Philipina, Vietnam, Belanda, Maxico dan Eropa lainnya.

a) Keramik Singkawang.

Singkawang merupakan lokasi perkeramikan terbesar di Kalimantan Barat, selain di Siantan. Di Singkawang terdapat tujuh perusahaan, namun yang aktif empat saja dan yang lainnya tenggelam karena kongkurensi dalam dunia usaha. Desa Sa Liung, Kecamatan Sedau, Singkawang sekitar 140 km sebelah utara dari Pontianak sudah lama dikenal sebagai pabrik keramik antik gaya China. Tungku yang dipergunakan adalah tungku ―Naga‖, sama

seperti yang dilakukan pada abad ke-16 di Daratan China. Menurut cerita yang berkembang, di daerah ini sudah mulai produksi pada abad ke-17 saat imigran Chinamenetap di Kalimantan yang datang dari Guangdong, Fujian, Juangsu China Selatan. Selain membawa keramik jadi juga imigran ini membawa ketrampilan mengolah bahan keramik dan mewujudkannya. Sekarang keturunan imigran ini masih

ada yang berkutat dengan tungku ―Naga‖. Desa Sakok atau Tanjung

Batu, kurang lebih 7 km sebelah timur laut Singkawang, terdapat

tungku ―Naga‖ atau Dragon Kiln yang didirikan tahun 1935 dan mengalami beberapakali perombakan dan perbaikan. Seperti halnya

di Sa Liung atau Padang Pasir, Sakok, memproduksi tiruan keramik kuno gaya China, tempayan atau martaban, mangkuk, jembangan dan guci yang bergaya Ming. Salah satu pemilik perusahaan yang bernama Ten Sen Siur, bertempat tinggal di Jalan Pasar Ikan 158 Singkawang.

Di Singkawang juga memproduksi pot, vas bunga, piring, serta bentuk tokoh yang mereka keramatkan berupa patung Kung-Tse. Hiasan naga dan bentuk awan sedikit stilistis sampai bentuk meander dengan teknik under-glaze.

Gambar: 89 2 Tempayan Tiruan China Produksi Singkawang Gambar: 90 Produk Keramik Singkawang dan Bagian Dalam “Tungku Naga”

Keramik antik gaya China produksi Singkawang yang mirip dengan aslinya banyak di ekspor ke Hongkong, Singapura dan Eropa atas permintaan jaringan perdagangan barang antik. Disamping keluar negeri, pasarannya juga di kota-kota besar dalam negeri.

b. Keramik Plered & Citeko

Plered terletak daerah Purwakarta, Jawa Barat, memang tidak asing lagi bagi penggemar keramik hias di tanah air. Salah satu perusahaan yang dipimpin Asep Abu Bakar dari PT. Asep Kwalita Keramik (AKK), mempunyai potensi besar dan telah masuk persaingan pasar Dunia. Perusahaan ini mengandalkan corak dan desain yang baru dan terus-menerus dikembangkan, dengan telah diakuinya daerah Plered sebagai pemasok bahan baku yang melimpah dengan bahan tanah Desa Citeko yang cukup baik mutunya. Di Citeko banyak berdiri pabrik genteng dan bata dengan menyerap tenaga wanita cukup banyak.

Gambar : 91

Gambar: Kerajinan Keramik Plered, Jawa Barat

Gambar: 92

Foto Suasana Kerja Para Wanita Pembuat Genteng di Citeko

Keberadaan Pusat Pelayanan Keramik Plered, yang berada di bawah Kadin (Kamar Dagang Indonesia) Jabar ini yang berfungsi melayani atau membantu para pengusaha dan perajin dalam memperoleh bahan baku dan informasi tentang keramik serta pendidikan manajemen. Tersebutlah nama pengusaha yaitu Asep

Abu Bakar yang memperoleh penghargaan ―Upakarti‖ tahun 1989

dan sering mengikuti pameran industri kecil di dalam maupun luar negeri. Promosi-promosi produk yang dilakukan Asep tidak sia-sia dan pada tahun 1985 banyak rombongan pembeli yang datang ke Plered. Setelah Pameran di Belanda atas prakarsa Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), banyak pengusaha Belanda datang ke daerah ini dan meminta pengiriman barang secara rutin.

Gambar : 93

Suasana pewrajin Keramik di Malang

PT. Asep Kwalita Keramik (AKK) merupakan usaha patungan

dengan ―Asep Art Shop‖ dengan PT. Kwalita Eksporindo (anak

perusahaan PT. Semen Cibinong). Terdapat nama Samani, seorang pekerja atau buruh keramik sejak tahun 1953. Ia kemudian merintis

Gambar: 94 Perajin Plered Dengan Produksinya

sebagai pengusaha sejak tahun 1983 sampai 1985. Samani mengikuti lomba keramik internasional di Taman Mini Indonesia Indah dan berhasil menjadi juara pertama, sehingga Ia semakin terkenal dan produksi keramiknya mengalami peningkatan drastis. Karena Samani kekurangan tenaga trampil, pada tahun 1987 mendirikan semacam kursus singkat atau sekolah keramik yang menampung pemuda putus sekolah. Anak didik Samani sebanayk 6 orang telah berhasil mendirikan usaha sendiri serta bergabung dalam

―Kelompok Usaha Keramik Samani‖ atau KUKS. Ketika mengikuti

pameran di Balai Sidang Senayan Jakarta, keramik kerajinan hasil Samani mendapatkan perhatian Wakil Presiden (ketika itu dijabat Sudarmono) dan berjanji untuk mengunjungi Plered dan tahun 1989 terpenuhi. Samani, salah seorang produsen keramik Plered itu

kemudian memperoleh penghargaan ―Upakarti‖ dari pemerintah

tahun 1990, dengan membantu masyarakat dengan sistem magang diperusahaannya. Dua orang perintis keramik Plered seperti Asep Abu Bakar dan Samani perlu dicatat perjuangannya, sehingga keramik Plered telah berubah hingga sampai sekarang ini, kerajinan tersebut pemasarannya telah meluas ke berbagai pelosok tanah air. Kerajinan Plered bentuknya cukup beragam dan banyak dipengaruhi seniman akademis dari ITB, IKJ dan para mahasiswa yang praktek kerja di daerah ini. Untuk mendukung perkeramik di Plered, pada tahun 1975 BIPIK mendirikan Unit Percontohan Keramik dan lima tahun kemudian mendirikan Unit Pelayanan Teknis, yang menyediakan bahan baku tanah liat yang telah diolah serta bahan glasir siap pakai.