• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN 6.1 Analisis dan Pembahasan dengan Menggunakan Balanced Scorecard

6.2. Hasil Keseluruhan Analisis Balanced Scorecard

Secara umum pada perspektif keuangan menunjukkan hasil yang sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari indikator ROI yang mengalami peningkatan. Peningkatan indikator ROI dari tahun 2006 sampai 2008 tersebut telah melebihi keukuran kelayakan usaha. Tapi dengan terjadinya penurunan pada tahun 2009 sampai mencapai 9.53%, hal ini berarti bahwa kinerja keuangan pada indikator ROI Rumah Sakit PMI tahun 2009 terjadi penurunan dan kurang layak.

Indikator Rasio Efisiensi juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2006 sebesar 5.36%, tahun 2007 menjadi 8.67% mengalami peningkatan sebesar 3.31%. Selanjutnya pada tahun 2008 kembali terjadi penurunan menjadi 5.75%, berarti mengalami penurunan sebesar 2.92%. Kemudian pada tahun 2009 meningkat lagi menjadi 13.24% mengalami peningkatan sebesar 7.49%. Tentunya ini sangat positif untuk perkembangan Rumah Sakit PMI kedepan, karena telah melebihi ukuran kelayakan usaha, serta harus dipertahankan dan bahkan lebih ditingkatkan lagi.

Current Ratio tahun 2006 ke tahun 2007 mengalami penurunan sebesar 145.59%, dan

dari tahun 2007 ke 2008 kembali mengalami peningkatan sebesar 167.54%, kemudian tahun 2008 ke 2009 kembali terjadi penurunan menjadi 136.59%. Untuk itu diharapkan Rumah Sakit PMI Aceh Utara dapat memperbaiki dan sekaligus dapat meningkatkan aktiva lancarnya karena bertujuan untuk menjaga keuangan rumah sakit supaya terus meningkat dan selalu berada dalam kondisi stabil.

Dilihat dari tahun 2006 sampai 2009 Profit Margin on Sales terus terjadi peningkatan,

disebabkan adanya kenaikan pemasukan dari pasien rawat inap dan meningkatnya laba usaha setiap tahun. Hal ini menunjukkan bahwa operasional Rumah Sakit PMI semakin efisien atau semakin baik.

Pada tahun 2006 angka ROE adalah 12.23%. Tahun 2007 menjadi 40.87%, Kemudian pada tahun 2008 sebesar 56.57% juga terjadi peningkatan. Namun pada tahun 2009 terjadi lagi penurunan menjadi 47.04%. Hal ini berarti bahwa semakin besar ROE menunjukkan bahwa rumah sakit semakin baik dalam mensejahterakan para pemegang saham yang bisa dihasilkan dari setiap lembar saham. Namun pada tahun 2009 ROE harus diperbaiki dan ditingkatkan kembali.

Kinerja yang diperlihatkan pada perspektif pasien secara umum sudah sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari jawaban atau tanggapan rata-rata pasien merasa puas adalah 64.95%, ini masuk pada ketegori tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa secara umum rumah sakit PMI Aceh Utara sudah memperhatikan kepuasan pasien, walaupun belum begitu maksimal.

Dalam hal Retensi pasien dari tahun 2006 sampai 2008 mengalami penurunan kecuali pada tahun 2009 terjadi peningkatan. Secara keseluruhan, kemampuan Rumah Sakit PMI Aceh Utara untuk mempertahankan hubungan yang baik dengan pasien dapat dikatakan sudah berhasil. Sedangkan pada tahun 2009 Rumah Sakit PMI belum dapat mempertahankan hubungan baiknya dengan pasien. hal ini akan berdampak pada tingkat kurangnya loyalitas pasien terhadap Rumah Sakit PMI dimasa-masa yang akan datang.

Akuisisi pasien pada tahun 2006 sampai 2008 terus mengalami peningkatan melainkan hanya menurun pada tahun 2009. Secara keseluruhan, kemampuan Rumah Sakit PMI Aceh Utara untuk meningkatkan atau menarik pasien baru dapat dikatakan sudah berhasil. Sedangkan pada tahun 2009 Rumah Sakit PMI belum dapat mempertahankan hubungan baiknya dalam hal menarik pasien baru. hal ini akan berdampak pada tingkat kurangnya jumlah pasien baru yang akan berobat ke Rumah Sakit PMI Aceh Utara dimasa mendatang.

Hasil kinerja pada perspektif proses bisnis internal yang diukur dengan lima indikator yaitu BTO, NDR, GDR, BOR dan TOI adalah: Nilai BTO tahun 2006 sampai 2008 terus mengalami peningkatan sampai melewati nilai idealnya (40 – 50 kali) yaitu 66.87 kali, 67.55% dan 70.58%. Artinya tingkat perputaran tempat tidur yang terisi terus meningkat, atau jumlah pasien yang dapat tertangani oleh Rumah Sakit semakin banyak. Sedangkan pada tahun 2009 terjadi penurunan yaitu 46.78 kali, menunjukkan pasien yang berobat ke Rumah Sakit PMI Aceh Utara berkurang, sehingga perputaran tempat tidur yang terisipun menjadi berkurang.

Sedangkan nilai GDR pada tahun 2006 sampai 2009 juga terjadi peningkatan yaitu 1.16%, 1.38%, 1.45% dan 1.46%. Berarti bahwa kinerja yang ditunjukkan Rumah Sakit PMI Aceh Utara baik dalam hal perawatan, pencegahan, kecepatan serta keamanan terhadap pasien kurang memuaskan karena jumlah pasien yang meninggal belum dapat diminimalisir.

Kemudian nilai NDR mulai tahun 2006 sampai 2008 terus mengalami peningkatan yaitu 0.36%, 0.41%, 0.48% , walaupun pada tahun 2009 terjadi penurunan yaitu 0.47%. Berarti kinerja yang ditunjukkan bahwa jumlah pasien rawat inap yang telah dirawat lebih dari 48 jam kurang memuaskan, hal ini dapat dilihat karena terjadinya peningkatan NDR setiap tahun. Kematian pasien belum juga dapat diminimalisir.

Selanjutnya nilai BOR pada tahun 2006 sampai 2008 terus terjadi peningkatan dan berada di dalam nilai ideal (60% – 85%) yaitu 61.23%, 61.81%, dan 61.82%. Berarti bahwa pemanfaatan tempat tidur di Rumah Sakit sudah memuaskan, melainkan pada tahun 2009 mengalami penurunan sampai mencapai 40.86% berada dibawah nilai ideal. Berarti kinerja yang ditunjukkan Rumah Sakit dalam hal pemanfaatan tempat tidur pada tahun 2009 sangat menurun dan tidak memuaskan. Atau terjadinya penurunan pasien yang berobat ke Rumah Sakit PMI Aceh Utara.

Kemudian nilai BOR per ruangan pada tahun 2006 sampai dengan tahun 2008 dapat dilihat, bahwa nilai ruang OKA terus terjadi peningkatan, tapi berada di bawah nilai ideal (60% – 85%) yaitu 26.03%, 27.94% dan 89.04% tapi nilai ruang OKA tahun 2008 melewati nilai ideal. Sedangkan pada tahun 2009 turun menjadi 46.85% artinya pemakaian tempat tidur berkurang atau pasien yang berobat ke Rumah Sakit PMI pada ruang OKA terjadi penurunan.

Lebih lanjut nilai ruang ICU pada tahun 2006 dan 2007 dapat dilihat, bahwa nilai ruang ICU terjadi peningkatan sebesar 108.90% dan 134.25%, dan berada di atas nilai ideal. Artinya pemakaian tempat tidur dan minat pasien yang berobat ke ruang ICU Rumah Sakit PMI sangat tinggi. Sedangkan pada tahun 2008 dan tahun 2009 terjadi penurunan sebesar 59.04% dan 35.07%. Berarti pemakaian tempat tidur berkurang karena minat pasien yang berobat pada ruang ICU berkurang.

Kemudian nilai Ruang Super VIP pada tahun 2006 dan 2007 sangat memuaskan karena berada dalam batasan nilai ideal yaitu 78.36% dan 78.36%. Artinya pemanfaatan atau pemakaian tempat tempat tidur sudah baik. Sedangkan pada tahun 2008 dan tahun 2009 terjadi penurunan hingga mencapai dibawah nilai ideal yaitu 58.17% dan 39.36%. Berarti pemakaian tempat tidur pada ruang ini rendah dan minat pasien berkurang.

Setelah itu nilai Ruang VIP pada tahun 2006 dan 2007 terus meningkat dan sangat memuaskan karena berada dalam batasan nilai ideal yaitu 77.21% dan 83.53%. Sedangkan pada tahun 2008 dan tahun 2009 terjadi penurunan menjadi 80.66% dan 66.85%. Tapi masih tetap berada dalam batasan nilai ideal. Kinerja yang ditunjukkan pemanfaatan tempat tidur ruangan VIP di Rumah Sakit PMI Aceh Utara menurun.

Selanjutnya nilai Ruang Kelas I pada tahun 2006 sampai tahun 2009 terus terjadi penurunan yaitu 220.14%, 206.16%, 139.04 dan 93.56%. Tapi semuanya berada diatas nilai

ideal. Berarti kinerja yang ditunjukkan pada ruangan kelas I pemanfaatan tempat tidur di Rumah Sakit PMI Aceh Utara tidak efektif atau tidak memuaskan dan minat pasien untuk berobat ke Rumah sakit PMI semakin berkurang.

Seterusnya nilai Ruang Kelas II pada tahun 2006 dan 2007 tidak terjadi perubahan yaitu sebesar 38.36% dan 38.36% berada dibawah nilai ideal. Pada tahun 2008 dan 2009 terus mengalami penurunan sampai mencapai 34.95% dan 26.54% yang juga berada dibawah nilai ideal. Berarti kinerja yang ditunjukkan pada ruangan kelas II pemanfaatan tempat tidur di Rumah Sakit PMI Aceh Utara juga tidak efektif atau tidak memuaskan, minat pasien pun sangat berkurang.

Kemudian nilai Ruang Kelas III pada tahun 2006 adalah 30.34% dan tahun 2007 terjadi penurunan yaitu 25.23% dan kedua-duanya berada di bawah nilai ideal. Sedangkan pada tahun 2008 mengalami peningkatan mencapai 82.74% berada dalam batasan nilai ideal. Sementara kitu pada tahun 2009 kembali terjadi penurunan sebesar 43.99% dan berada dibawah nilai ideal. Berarti bahwa kinerja yang ditunjukkan pada ruangan kelas III pemanfaatan tempat tidur di Rumah Sakit PMI Aceh Utara secara keseluruhan juga tidak efektif atau tidak memuaskan melainkan hanya pada tahun 2008 yang sangat memuaskan.

Pada Ruang VK/Kebidanan nilai yang ada hanya pada tahun 2008 sebesar 21.64 masih dibawah nilai ideal, tentunya hal ini tidak memuaskan dan sangat rendahnya minat pasien yang berobat. Kemudian nilai pada Ruang Anak pada tahun 2006 adalah 89.93% dan tahun 2007 terjadi peningkatan yaitu 106.23% dan kedua-duanya berada di atas nilai ideal. Artinya pemanfaatan tempat tidur dan minat pasien yang berobat pada ruang ini sangat tinggi.Sedangkan pada tahun 2008 mengalami penurunan mencapai 48.70% berada di bawah nilai ideal. Sementara kitu pada tahun 2009 kembali terjadi penurunan sebesar 21.37% dan juga berada dibawah nilai

ideal. Berarti bahwa kinerja yang ditunjukkan pada ruangan Anak pemanfaatan tempat tidur di Rumah Sakit PMI Aceh Utara semakin rendah.

Nilai TOI mulai dari tahun 2006 sampai 2008 sudah sesuai dengan nilai idealnya yaitu 1 sampai dengan 3 hari. Berarti bahwa tempat tidur yang tidak ditempati sudah sesuai dan berada dalam nilai idealnya. Namun pada tahun 2009 terjadi peningkatan sampai mencapai 4.6 atau 5 hari. Hal ini berarti terlalu lama tempat tidur tidak ditempati, yang berarti terjadinya penurunan pasien yang berobat ke Rumah sakit PMI Aceh Utara.

Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran yang diukur dengan menggunakan 3 indikator yaitu produktifitas karyawan, retensi karyawan dan kepuasan karyawan secara umum telah menunjukkan hasil yang baik, hal ini juga dapat berdampak pada peningkatan kualitas karyawan yang ujungnya bermuara pada kepuasan pelanggan dalam melayani pelanggan. Ini dapat dilihat dari tingkat produktifitas karyawan yang terus mengalami peningkatan. Akan tetapi dalam hal Retensi karyawan khususnya pada tahun 2008 dan 2009 mengalami peningkatan, berarti bahwa kemampuan rumah sakit untuk mempertahankan hubungan yang baik dengan karyawan dapat dikatakan belum berhasil hal ini akan berdampak pada tingkat loyalitas dan tingkat produktifitas karyawan. Namun ini juga merupakan kebijakan Rumah Sakit PMI dalam hal pengurangan supaya lebih efektif dan efisien. Sedangkanhasil survei terhadap karyawan adalah 60.5% mereka merasa sangat puas terhadap kebijakan Manajemen rumah sakit PMI Aceh Utara.

Selanjutnya untuk memperjelas pemahaman mengenai hasil keseluruhan analisis

Balanced Scorecard dapat dilihat sebagaimana terdapat pada Tabel 84. dan juga pada Gambar

75. yaitu tabulasi perbandingan hasil perhitungan Balanced Scorecard, serta perbandingan hasil

Tabel 84. Tabulasi Perbandingan Hasil Perhitungan Balanced Scorecard

Jenis Variabel Hasil selama 2006 sampai tahun 2009 Tahun Keterangan

2006 2007 2008 2009

Perspektif Keuangan 2006, 2007, 2008 Baik. 2009

kurang baik

ROI Peningkatan ROI tahun 2007

adalah 28.64%,2008= 5.7%, 2009 turun = 9.53%

12.23% 40.87% 56.57% 47.04% Peningkatan ROI berarti

Pengembalian tingkat investasi meningkat, hal ini berarti pengelolaan keuangan atas investasi investor dapat dikategorikan baik atau efisien. Tapi tahun 2009 ROI turun, artinya pengelolaan keuangan kurang baik.

Rasio Efisiensi Peningkatan RE Tahun 2007

= 3.31. Penurunan RE tahun 2008 = 2.92%. Peningkatan RE tahun 2009 = 7.49%

5.36% 8.67% 5.75% 13.24% Penggunaan Aktiva lancar sudah

efisien. Dan biaya operasi dapat diturunkan.

Current Ratio Penurunan CR tahun 2007 =

145.29%.Peningkatan CR tahun 2008 = 167.54%. Penurunan CR tahun 2009 = 136.59%

148.29% 2.70% 170.24% 33.65% Tahun 2006 aktiva lancar mampu

membayar Hutang lancar sebesar Rp.1.4829. tahun 2007 sebesar Rp. 0.270. Tahun 2008 sebesar Rp 1.7024. Tahun 2009 sebesar Rp. 0.3365.

Profit Margin on Sales Peningkatan PMoS tahun

2007 = 16%. Peningkatan tahun 2008 = 3%. Peningkatan tahun 2009 = 9%

9% 25% 28% 37% Profit Margin on Sales setiap tahun

terjadi peningkatan. Artinya operasional Rumah Sakit PMI semakin efisien atau semakin baik.

ROE Peningkatan ROE tahun 2007

adalah 28.64%,2008= 5.7%, 2009 turun = 9.53%

12.23% 40.87% 56.57% 47.04% Semakin besar ROE menunjukkan

bahwa rumah sakit semakin baik dalam mensejahterakan para pemegang saham yang bisa dihasilkan dari setiap lembar saham.

Perspektif Pasien 2006, 2007, 2008 Baik. 2009

Kurang baik

2008 = 9.19%. Peningkatan RP tahun 2009 = 1.37%

Namun perlu dipertahankan dan diperbaiki kembali karena terjadi lagi peningkatan RP pada tahun 2009.

Akuisisi Pasien Peningkatan AP tahun 2007 =

1.18%. Peningkatan AP tahun 2008 = 9.2%. Penurunan AP tahun 2009 = 1.38%

49.62% 50.80% 60% 58.62% Sudah berhasil meningkatkan atau

menarik pasien baru untuk berobat ke Rumah Sakit PMI. Hal ini perlu dipertahankan dan diperbaiki kembali, karena terjadi lagi penurunan AP di tahun 2009.

Kepuasan Pasien Kepuasan Pasien bernilai

64.95%.

Puas Kepuasan pasien menunjukkan

pasien merasa puas terhadap pelayanan Rumah Sakit. Hal ini berarti Rumah sakit sudah mampu melayani pelanggan secara maksimal

Perspektif Proses Bisnis Internal

2006, 2007, 2008 Baik. 2009 Kurang baik. GDR, NDR 2006 sampai 2009 Kurang baik.

BTO Peningkatan BTO tahun 2007

= 0.68 kali. Peningkatan BTO tahun 2008 = 3.03 kali. Penurunan BTO tahun 2009 = 23.8 kali.

66.87 kali 67.55 kali 70.58 kali 46.78 kali Peningkatan BTO ini

mengakibatkan Semakin banyak Pasien berobat ke rumah sakit. Hal ini berarti tingkat keparcayaan pasien terhadap pelayanan rumah sakit meningkat. Pada tahun 2009 terjadi penurunan yang sangat drastis, Artinya minat pasien yang berobat berkurang. GDR Peningkatan GDR tahun 2007 = 0.22%. Peningkatan GDR tahun 2008 = 0.07%. Peningkatan GDR tahun 2009 = 0.01%

1.16% 1.38% 1.45% 1.46% Pelayanan pencegahan dan

kecepatan kurang memadai. Hal ini berarti bahwa rumah sakit PMI Aceh Utara perlu meningkatkan kinerja kualitas pelayanan dalam hal penanganan dini. NDR Peningkatan NDR tahun 2007 = 0.05%. Peningkatan NDR tahun 2008 = 0.07%. Penurunan NDR tahun 2009 = 0.01%

0.36% 0.41% 0.48% 0.47% Perawatan intensif dan keamanan

kurang memadai. Hal ini berarti kualitas perawatan intensif masih rendah, walaupun ada sedikit penurunan NDR pada tahun 2009. Lanjutan tabel 83

= 0.58%. Peningkatan BOR tahun 2008 = 0.01%. Penurunan tahun 2009 = 20.96%

Semakin banyak Pasien berobat ke rumah sakit. Hal ini berarti pemakaian atau pemanfaatan tempat tidur sudah efektif dan tingkat keparcayaan pasien terhadap pelayanan rumah sakit meningkat. Akan tetapi pada tahun 2009 terjadi penurunan yang sangat tajam dan jauh berada dibawah nilai ideal, ini harus mendapat perhatian dan perbaikan yang serius dari pihak rumah sakit supaya tidak kehilangan kepercayaan pasien di masa yang akan datang.

BOR per ruangan - Ruang OKA

-Ruang ICU

-Ruang Super VIP

-Ruang VIP 2007 naik = 1.91%. 2008 naik = 61.1%. 2009 turun = 42.19%. 2007 naik = 25.35%. 2008 turun = 72.21%. tahun 2009 turun = 23.97%. 2007 = tetap. 2008 turun = 20.19%. 2009 turun = 18.81%. 2007 naik = 6.32%. 2008 turun = 2.87%. 2009 turun = 13.81%. 26.03% 108.90% 78.36% 77.21% 27.94% 134.25% 78.36% 83.53% 89.04% 59.04% 58.17% 80.66% 46.85% 35.07% 39.36% 66.85%

Pemakaian TT ruang OKA kurang baik, masih dibawah nilai ideal. sedangkan tahun 2008 diatas nilai ideal. Tahun 2009 turun lagi. Berarti tingkat kepercayaan pasien pada ruang OKA tahun 2009 menurun.

Pemakaian TT ruang ICU tahun 2006 dan 2007 sangat tinggi.Tapi pada tahun 2008 dan 2009 menurun. Berarti tingkat kepercayaan pasien pada ruang ICU semakin menurun.

Pemakaian TT ruang Super VIP tahun 2006 dan 2007 sudah baik, tetapi pada tahun 2008 dan 2009 menurun. Berarti Tingkat kepercayaan pasien pada ruang Super VIP semakin menurun.

Pemakaian TT ruang VIP sudah baik, walaupun terjadi penurunan pada tahun 2008 dan 2009, tetapi masih dalam batasan nilai ideal. Lanjutan tabel 84

Lanjutan tabel 84

-Ruang Kelas I

-Ruang Kelas II

-Ruang Kelas III

-Ruang VK -Ruang Anak 2007 turun = 13.98%. 2008 turun = 67.12%. 2009 turun = 45.48%. 2007 = tetap. 2008 turun = 3.43%. 2009 turun = 8.41%. 2007 turun = 5.11%. 2008 naik = 57.51%. 2009 turun = 38.75%. Tahun 2007 naik = 16.3%. 2008 turun = 48.70%. 2009 turun = 27.33%. 220.14% 38.36% 30.34% 89.93% 206.16% 38.36% 25.23% 106.23% 139.04% 34.95% 82.74% 21.64% 48.70% 93.56% 26.54% 43.99% 21.37%

Tapi tingkat kepercayaan pasien pada ruang Super VIP menurun. Pemakaian TT ruang Kelas I dari tahun 2006 sampai 2009 terus menurun tapi sangat tinggi dan tidak efektif. Hal ini menujukkan kepercayaan pasien berobat ke rumah sakit ruang kelas I sangat tinggi namun terus berkurang. Pemakaian TT ruang Kelas II terus menurun serta berada dibawah batasan nilai ideal dan tidak efektif. Hal ini menujukkan kepercayaan pasien berobat ke rumah sakit ruang kelas II semakin berkurang.

Pemakaian TT ruang Kelas III tidak efektif kecuali pada tahun 2008.Kemudian terjadi lagi penurunan pada tahun 2009. Hal ini menujukkan kepercayaan pasien berobat ke rumah sakit ruang kelas III menurun.

Berada di bawah nilai ideal. Selain tahun 2008 tidak ada pasien yang masuk. Hal ini menujukkan kepercayaan pasien berobat ke ruang VK sangat kurang.

Pemanfaatan tempat tidur dan kepercayaan pasien berobat ke ruang Anak tahun 2006 dan 2007 sangat tinggi. Tapi tahun 2008 dan 2009 berkurang sampai di bawah nilai ideal.

TOI Peningkatan TOI yang terjadi 2.1 atau 2 hari 2 hari 1.9 atau 2 hari 4.6 atau 5 Hari Rata-rata tempat tidur yang tidak

hanya pada tahun 2009 = 2.7 atau 3 hari

ditempati sudah sesuai. Tetapi pada tahun 2009 terjadi peningkatan TOI sampai mencapai 5 hari. Hal ini menujukkan kepercayaan pasien berobat ke rumah sakit berkurang. Perspektif

Pertumbuhan dan Pembelajaran

Baik

Retensi Karyawan Penurunan RP tahun 2007 =

0.51%. Peningkatan tahun 2008 = 11.4%. Peningkatan tahun 2009 = 3.86%

25.25% 24.74% 36.14% 40% Secara keseluruhan terjadi

peningkatan. Hal ini bukan berarti Rumah Sakit PMI Aceh Utara Belum mampu mempertahankan hubungan baik antar karyawan, akan tetapi merupakan kebijaksanaan pihak rumah sakit untuk mengurangi karyawannya yang bekerja pada 2 tempat atau lebih, sehingga mereka diwajibkan untuk memilih tetap bekerja di Rumah Sakit PMI atau di tempat lain. Dengan tujuan supaya lebih efektif dan efisien dalam pengelolaan Rumah Sakit PMI Aceh Utara kedepan dengan persaingan yang semakin ketat.

Produktivitas Karyawan

Peningkatan PK tahun 2007 = Rp5.813.808,01/karyawan/tah un. Peningkatan tahun 2008 = 3.824.508,45/karyawan/tahun. Peningkatan tahun 2009 = Rp 4.451.797,23/karyawan/tahun

Rp 3.224.399,42 Rp 9.038.207,43 Rp12.862.715,88 Rp 17.314.513,11 Karyawan Rumah Sakit PMI Aceh

Utara Memiliki semangat dan etos kerja yang tinggi dan berkualitas.

Kepuasan Karyawan Kepuasan Karyawan bernilai

60.5%.

Sangat Puas Karyawan merasa sangat puas

dengan kebijakan manjemen yang berlaku

Kesimpulan Balanced Scorecard

Secara keseluruhan penilaian kinerja Rumah Sakit PMI Aceh Utara tahun 2006 sampai 2009 menggunakan analisis Balanced Scorecard pada

perspektif keuangan, Perspektif Pasien, perspektif Proses Internal Bisnis hanya BTO, BOR dan TOI serta Produktivitas Karyawan dari tahun 2006 sampai 2008 menunjukkan hasil yang baik, kecuali GDR, NDR dan BOR per ruangan serta retensi karyawan dari tahun 2006 sampai 2009 masih menunjukkan hasil yang kurang baik. Sedangkan pada tahun 2009 untuk semua perspektif menunjukkan hasil yang kurang baik kecuali

produktivitas karyawan, kepuasan karyawan dan pasien, Rasio Efisiensi dan Profit Margin on Sales. Oleh karena itu perlu dilakukan pembenahan

Lanjutan tabel 84

Berdasarkan hasil perhitungan indeks Balanced Scorecard yang disajikan pada Gambar

76. di atas, dapat dilihat bahwa nilai ROI tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 2.34 (3.34 – 1 = 2.34). Pada tahun 2008 juga terjadi peningkatan sebesar 1.28 (4.62 - 3.34 = 1.28), dan tahun 2009 kembali mengalami penurunan sebesar 0.77 (4.62 – 3.85 = 0.77). Hal ini berarti pada tahun 2007 dan 2008 tingkat pengembalian atas investasi yang dilakukan lebih baik dibandingkan dengan tahun 2009. Sedangkan menurunnya nilai ROI pada tahun 2009 disebabkan bertambahnya biaya penyusutan dan pengeluaran atau besarnya modal yang di investasikan.

Nilai Rasio Efisiensi pada tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 0.62 (1.62 – 1 =

0.62). Sedangkan tahun 2008 terjadi penurunan sebesar 0.55 (1.62 – 1.07 = 0.55), tahun 2009 kembali mengalami peningkatan sebesar 1.4 (2.47 – 1.07 = 1.4). Hal ini berarti bahwa rasio efesiensi Rumah Sakit mengalami peningkatan karena efisien penggunaan aktiva lancar atau dapat menurunkan biaya operasi. Tetapi pada tahun 2008 terjadi penurunan yang disebabkan tidak efisiennya penggunaan aktiva lancar atau lebih besarnya biaya operasi.

Nilai Current Ratio tahun 2007 mengalami penurunan sebesar 0.98 (1 – 0.02 = 0.98).

Kemudian tahun 2008 mengalami peningkatan sebesar 1.13 (1.15 – 0.02 = 1.13). Selanjutnya tahun 2009 kembali mengalami penurunan sebesar 0.92 (1.15 – 0.23 = 0.92). Hal ini berarti pada tahun 2007 kemampuan rumah sakit dalam membayar hutang lancar dengan aktiva lancar yang tersedia mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2006, karena berkurangnya aktiva lancar yang disebabkan oleh berkurangnya biaya persediaan dan piutang perorangan serta adanya penyisihan tagihan pasien, dan tingginya hutang lancar tahun 2007 yang disebabkan oleh adanya hutang obat dan bahan habis pakai, hutang jasa konsulen dan hutang air minum. Begitu juga tahun 2009, rendahnya aktiva lancar yang disebabkan oleh berkurangnya kas di Bank dan kas ditangan

serta berkurangnya tagihan pasien, dan tingginya hutang lancar tahun 2009 yang disebabkan oleh bertambahnya hutang air minum dibandingkan dengan tahun 2008.

Nilai Profit Margin on Sales pada tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 1.78 (2.78

– 1 = 1.78). Tahun 2008 juga meningkat sebesar 0.33 (3.11 – 2.78 = 0.33). Kemudian tahun 2009 meningkat lagi menjadi 1 (4.11 – 3.11 = 1). Hal ini menunjukkan operasional rumah sakit pada tahun 2006 sampai 2009 semakin baik karena meningkatnya laba usaha dan biaya operasional rumah sakit dapat ditekan.

Nilai ROE tahun 2007 mengalami peningkatan sebesar 2.34 (3.34 – 1 = 2.34). Pada tahun 2008 juga terjadi peningkatan sebesar 1.28 (4.62 - 3.34 = 1.28), dan tahun 2009 kembali mengalami penurunan sebesar 0.77 (4.62 – 3.85 = 0.77). Hal ini berarti tingkat pengembalian investasi modal bagi pemegang saham pada tahun 2007 dan 2008 sudah baik dibandingkan dengan tahun 2009 disebabkan bertambahnya biaya penyusutan dan pengeluaran atau besarnya modal yang di investasikan.

Nilai Retensi Pasien pada tahun 2007 mengalami penurunan sebesar 0.02 (1 – 0.98 = 0.02). Tahun 2008 juga terjadi penurunan sebesar 0.19 (0.98 – 0.79 = 0.19). Sedangkan pada tahun 2009 kembali mengalami peningkatan sebesar 0.03 (0.82 – 0.79 = 0.03). Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2007 dan 2008 Rumah Sakit PMI telah dapat mempertahankan hubungan yang baik dengan pasien lamanya walaupun belum begitu maksimal. Sedangkan pada tahun 2009 Rumah Sakit PMI mengalami penurunan pasien yang disebabkan beralihnya pasien ke rumah sakit-rumah sakit lain yang bangunan, tempat tidur, peralatannya lebih baru dibandingkan dengan Rumah Sakit PMI, sedangkan biayanya masih kompetitif.

Nilai Akuisisi Pasien pada tahun 2007 meningkat sebesar 0.02 (1.02 – 1 = 0.02). Kemudian tahun 2008 juga terjadi peningkatan sebesar 0.19 (1.21 – 1.02 = 0.19). Namun pada

tahun 2009 mengalami penurunan sebesar 0.03 (1.21 – 1.18 = 0.03). Hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2007 dan 2008 Rumah Sakit PMI telah dapat membina hubungan yang baik dengan pasien baru, sebagaimana dibuktikan bahwa jumlah pasien baru yang berobat ke Rumah Sakit PMI semakin meningkat. Sedangkan pada tahun 2009 pasien baru yang berobat ke Rumah Sakit PMI terjadi penurunan. Hal ini disebabkan semakin tingginya persaingan dengan rumah sakit lain yang ada di daerah Lhokseumawe dan sekitarnya serta kebijakan-kebijakan dari Rumah Sakit PMI dan pemerintah mulai tahun 2008 sampai sekarang ini, tidak mengizinkan karyawan untuk

bekerja di dua tempat atau lebih sehingga karyawan sering berganti-ganti dengan Skill yang

berbeda, efeknya ada dokter maupun dokter spesialis yang tidak lagi mengirimkan pasiennya ke Rumah Sakit PMI Aceh Utara.

Nilai Kepuasan Pasien yang menunjukkan bahwa pasien merasa puas dengan pelayanan