• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1 Hasil Pelaksanaan Diklat dan Workshop

Untuk mengikuti pelaksaan diklat dan workshop, guru-guru mengumpulkan salah satu RPP biasanya mereka buat untuk kegiatan pembelajaran. RPP yang dikumpulkan mereka dievaluasi menggunakan lembar evaluasi RPP yang biasanya digunakan sebagai penilaian RPP diklat guru-guru dalam jabatan saat pelaksanaan PLPG. Lembar evaluasi tersebut terdiri dari 8 komponen yang menyangkut: kejelasan perumusan tujuan pembelajaran, pemilihan materi pembelajaran, pengorganisasian materi pembelajaran, pemilihan sumber/media pembelajaran, kejelasan skenario pembelajaran, kesesuaian teknik dengan tujuan pembelajaran, dan kelengkapan instrumen evaluasi. Skor maksimum dari lembar penilaian ini adalah 40,00. Dari 23 RPP yang dikupulkan, diperoleh rata-rata skor penilaian RPP sebesar 29,15.

Setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan yang kemudian dilanjutkan dengan workshop penyusunan perangkat pembelajaran, para guru kemudian memproduksi minimal satu RPP yang sekaligus digunakan sebagai perangkat pembelajaran riilnya di sekolah masing-masing. RPP yang mereka hasilkan dievaluasi kembali menggunakan lembar evaluasi RPP yang

Tenaga

Pendidik Diklat/

Workshop

Tenaga Pendidik dengan tambahan pengetahuan dan keterampilan teoretik memadai

Bimbingan/Pendamping an Teknis berbasis kaji tindak-pembelajaran Tenaga Pendidik dengan

pengetahuan dan

keterampilan teoretik dan praktis yang memadai

Bagan 02. Alur pikir pelaksanaan model Bimbingan Teknis Terpadu Berbasis Kaji Tindak-Pembelajaran

23 digunakan sebelumnya. Rata-rata skor untuk penilaian RPP ini adalah 35,28. Jadi dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa keterampilan penyusunan RPP guru-guru dapat ditingkatkan melalui pelaksanaan diklat atau workshop.

Menggunakan data rata-rata skor di atas diperoleh gain skor nya adalah ̅ = , ,

, , = ,

, = 0,51.

Jika dibandingkan dengan kriteria penggolongan tingkat efektivitas pelaksanaan kegiatan diklat dan workshop bagi guru-guru, disimpulkan bahwa workshop peningkatan kompetensi professional guru berkategori meningkat signifikan.

Sedangkan data yang diperoleh melalui angket yang diberikan kepada guru-guru, kepala sekolah dan pengawas peserta diklat didapatkan bahwa dari 40 peserta, peserta diklat yang memberi skor sekurang-kurangnya 4 adalah: sebanyak 40 orang untuk pertanyaan “Apakah materi diklat ini bermanfaat bagi Bapak/Ibu?”; sebanyak 38 orang untuk pertanyaan “Apakah Bapak/Ibu merasakan mendapatkan pengetahuan lebih dari pada sebelumnya mengenai pembelajaran?”, dan 38 orang untuk pertanyaan “Apakah kegiatan ini bermanfaat bagi Bapak/Ibu?”. Jadi, lebih dari 75 persen peserta diklat memberikan respons setuju untuk ketiga pertanyaan di atas.

Selain kebermanfaatan dalam hal pengembangan perangkat pembelajaran seperti RPP di atas, kebermanfaatan workshop juga tampak dalam hal penyegaran semangat kerja guru-guru. Dari komentar beberapa guru pada saat akhir kegiatan pelaksanaan workshop, diperoleh bahwa mereka menginginkan kegiatan sejenis yang dirasakan paling tidak dapat menyegarkan pengetahuan serta keterampilannya dalam menyelenggarakan proses pembelajaran. Hal ini didukung oleh tanggapan, jawaban atau respons yang diberikan guru-guru melalui angket yang diberikan kepada mereka. Guru-guru yang mengikuti pelaksanaan diklat dan workshop ini, rata-rata menyatakan bahwa kemampuan dan kepercayaan mereka menjadi lebih tinggi dalam menyelenggarakan proses pembelajaran di kelas setelah mengikuti workshop. Hal ini

24 karena mereka mendapatkan alasan-alasan yang logis untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran, disamping sejumlah keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan.

Sebagai kelanjutan kegiatan workshop adalah pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan menggunakan konsep kaji tindak pembelajaran (lesson study). Pengkajian pembelajaran dilakukan setelah beberapa guru model melakukan pembelajaran berdasarkan konsep kaji tindak pembelajaran. Bimbingan teknis dilakukan kepada guru-guru yang akan menjadi guru model dalam pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk memantapkan persiapan guru-guru model dalam melakukan proses pembelajaran. Bimbingan teknis ada yang berlangsung secara tidak langsung melalui komunikasi bermedia telphon atau email, dan ada juga yang berlangsung melalui diskusi langsung. Pendampingan kepada para pengawas dan kepala sekolah juga dilakukan untuk memantapkan pelaksanaan pengkajian proses pembelajaran oleh guru model.

Penyelenggaraan pembelajaran berpola kaji-tindak pembelajaran ada yang dilakukan dengan pendamping guru pengawas atau kepala sekolah, dan ada juga yang sekaligus didampingi dosen-dosen pendamping dari Undiksha. Pelaksanaan open lesson dilakukan dalam untuk enam pembelajaran: tiga pembelajaran di SMAN 1 Melaya dan tiga lainnya dilaksanakan di SMA 2 Negara. Yang ditampilkan sebagai guru model untuk di SMAN 1 Negara adalah guru-guru untuk mata pelajaran Matematika, Sejarah, dan Bahasa Inggris. Sedang kan yang dijadikan guru model untuk pelaksanaan open lesson di SMAN 2 Negara adalah untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, dan untuk mata pelajaran Geografi. Tabel berikut menggambarkan kegiatan open lesson study di SMAN 1 Melaya (siklus I)

25 Tabel 05 Detail Pelaksanaan Open Lesson Study Siklus I di SMAN 1 Melaya

No. Guru Model Mata Pelajaran

Materi Pembelajaran Tempat Pelaksanaan

1. I Nengah Juliawan, S.Pd Matematika Pengertian fungsi SMA 1 Melaya 2. Drs. I Made

Sumantrayasa, M.Pd

Bahasa Indonesia

Menjadi warga negara yang baik

SMA 1 Melaya

3. Drs. I Nengah Subawa Sejarah Perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajah

SMA 1 Melaya

Pelaksanaan berikutnya, yaitu pelaksanaan untuk siklus II, dilakukan di SMAN 2 Negara. Rincian pelaksanaan open lesson study siklus II disajikan secara detail pada Tabel 04 berikut.

Tabel 06 Detail Pelaksanaan Open Lesson Study Siklus II di SMAN 2 Negara

No. Guru Model Mata Pelajaran Materi

Pembelajaran

Tempat Pelaksanaan

1. Ni Made Sri Rusmini, SS., M.Pd

Bhs. Ingris Askinhg and giving opinion

SMAN 2

Negara 2. Drs. I Ketut Suantra Geografi Sungai menurut

letak

SMAN 2

Negara 3. I Gede Eri Sastrawan, S.Pd Matematika Matriks SMAN 2

Negara

Evaluasi Kefektivan Pelaksanaan Proses Pembelajaran

Dalam melaksanakan proses pembelajaran, efektivitas pembelajarannya diobservasi menggunakan lembar observasi pembelajaran. Dari 6 guru yang melaksanakan pembelajaran berbasiskan pada kaji tindak-pembelajaran diperoleh bahwa semua guru memperoleh skor pembelajaran lebih dari atau sama dengan 75,32. Sebagaimana disajikan pada konversi kualiatas pembelajaran, skor 75,32 ada pada kategori baik. Itu berarti sebanyak 100% guru

26 model dalam open lesson study telah menampilkan perfomansi pembelajan yang setidak-tidaknya ada pada kategori baik.

Dokumen terkait