• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN (d) Perluasan ekspor (EE) atau dampak

PERIKANAN DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA PERIODE 1990-2000:

III. HASIL DAN PEMBAHASAN (d) Perluasan ekspor (EE) atau dampak

perubahan output yang bersumber dari

Untuk mengetahui sumber-sumber perubahan permintaan ekspor

masing-pertumbuhan output dan perubahan masing sektor dalam perekonomian

(pergeseran)-nya selama periode analisis, maka pemaparan analisis disajikan menurut periodesasi (periode 1990-1995 dan periode 1995-2000). Besarnya angka yang dihasilkan Persamaan (6) di atas dirumuskan

dari selisih di antara kedua periode tersebut dengan menggunakan parameter struktur pada

} {

(p p0)(AX D) p0(A A0)X p0(D D0) (E E0)

B

X =i t-t t+t +t-t +t -+t

-D …...(6)

} {

Bt(pt-p0)(AtXt +Dt)

} {

Btp0(At -A0)Xt

} {

Btp0(Dt -D0)

( )

Et -E0

} {

( 0)( 0 0 0) ( 0) 0 ( 0) ( 0)

0 p p A X D p A A X p D D E E

B

X =t- ++t t-+t t-+t

-D …...(7)

+ +

+ +

+

=

DX IS TC (DD1 DD2 DD3 EE

DD4)+ …...(8)

dalam hal ini mencerminkan besarnya perubahan permintaan akhir domestik (DD), perubahan (pergeseran) yang terjadi dari yaitu berkisar sebesar 54,32% hingga masing-masing sektor yang dianalisis. 109,13%, terutama yang diperoleh dari komponen perubahan konsumsi swasta (DD1) Periode Pertama (1990-1995) yang mencapai sebesar 33,02 – 105,85%.

Dari Tabel 2 (bagian A) dan Gambar 1 Dengan demikian sektor-sektor dalam periode diketahui bahwa secara sektoral pada periode pertama ini sebagian besar merupakan sektor-pertama (1990-1995), sumber pertumbuhan sektor yang sumber pertumbuhan outputnya output yang terbesar (dominan) dari sektor- d i p e r o l e h d a r i d o m i n a s i p e r u b a h a n sektor dalam perekonomian Indonesia kecuali permintaan akhir domestik atau disebut sektor industri pengolahan dan pengawetan sebagai domestic demand driven sectors.

ikan adalah diperoleh dari kontribusi

-40%

-20%

0%

20%

40%

60%

80%

100%

120%

DD1

DD2

DD3

DD4 EE

IS TC

Sektor-1 Sektor-2 Sektor-3 Sektor-4 Sektor-5

Sektor-6 Sektor-7 Sektor-8 Sektor-9

Gambar 1. Diagram Sumber-Sumber Pertumbuhan Output dari Sektor-Sektor dalam Perekonomian Indonesia Tahun 1990-1995 (% dari Pertumbuhan Output Sektoral)

Figure 1. Sources of Output Growth Diagram from the Indonesia Economy Sectors during 1990-1995 (% from Sector Output Growth)

Keterangan/Remarks:

- Sektor-1/Sector 1 = Sektor pertanian non perikanan/Agriculture non fisheries

- Sektor-2/Sector 2 = Sektor perikanan laut dan hasil perairan laut lainnya/Marine Fisheries and it's Results - Sektor-3/Sector 3 = Sektor perikanan darat dan hasil perairan darat lainnya/Freshwater fisheries and It's result - Sektor-4/Sector 4 = Sektor pertambangan dan galian pemerintah/Mining and quarrying source from

government consume change

- Sektor-5/Sector 5 = Sektor industri pengeringan ikan dan biota perairan lainnya/Drying and salting processingindustries

- Sektor-6/Sector 6 = Sektor industri pengolahan dan pengawetan ikan dan biota perairan lainnya/

Processing and preserving industries

- Sektor-7/Sector 7 = Sektor industri pengolahan hasil pertanian non perikanan/Agriculture non-fisheries processing industries

- Sektor-8/Sector 8 = Sektor industri pengolahan lainnya/Other processingindustries - Sektor-9/Sector 9 = Sektor jasa-jasa dan lainnya/ Service and others

Tabel 2. Sumber-Sumber Pertumbuhan Output Sektor-Sektor dalam Perekonomian Indonesia, Tahun 1990-1995 (% dari Pertumbuhan Output Sektoral dan Total) Table 2. Sources of Output Growth from Indonesian Economy Sectors during 1990-1995 (% from Total and Sector Output Growth) Sumber: Diolah dari Tabel Input Output Transaksi Total menurut Harga Produsen, 1990 dan 1995 berdasarkan Harga Konstan Tahun 1993. Source: Extracted from Input Output Total Transaction Table According to Producers Price, 1990 and 1995 based on Constant Price Year 1993 Keterangan/Remarks: - Sektor-1/ Sector 1=Sektor pertanian non perikanan/Agriculture non fisheries - Sektor-2/ Sector 2=Sektor perikanan laut dan hasil perairan laut lainnya/Marine fisheries and It's results - Sektor-3/ Sector 3=Sektor perikanan darat dan hasil perairan darat lainnya/ Freshwater fisheries and It's result - Sektor-4/ Sector 4=Sektor pertambangan dan galian/ Mining and quarrying - Sektor-5/ Sector 5=Sektor industri pengeringan ikan dan biota perairan lainnya/ Drying and salting processing industries - Sektor-6/ Sector 6=Sektor industri pengolahan dan pengawetan ikan dan biota perairan lainnya/Processing and preserping industries - Sektor-7/ Sector 7=Sektor industri pengolahan hasil pertanian non perikanan/ Agriculture non-fisheries processing industries - Sektor-8/ Sector 8=Sektor industri pengolahan lainnya/ Other processing industries - Sektor-9/ Sector 9=Sektor jasa-jasa dan lainnya/ Service and others - DD=Sumber pertumbuhanakibat perubahanpermintaanakhirdomestik(=DD1+DD2+DD3+DD4)/Growthsourcefromdomesticfinal demandchange( DD1+DD2+DD3+DD4) - DD1= Sumber pertumbuhan akibat perubahan konsumsi swasta/ Growth source from corporate consume change - DD2=Sumber pertumbuhan akibat perubahan konsumsi pemerintah/ Growth source from government consume change - DD3=Sumber pertumbuhan akibat perubahan investasi/ Growth source from investment change - DD4=Sumber pertumbuhan akibat perubahan stok/ Growth source from stock change - EE =Sumber pertumbuhan akibat perubahan ekspor/ Growth Source from Export Change - IS =Sumber pertumbuhan akibat perubahan substitusi impor/Growth source from import subtitution change - TC=Sumber pertumbuhan akibat perubahan teknologi/ Growth source from technology change

.

Sumber-Sumber Pertumbuhan Output /Source of Output GrowthSektor/ SectorPertumbuhan Output/ Output GrowthDD1DD2DD3DD4DDEEISTC A. Persentase dari Pertumbuhan Output Sektoral/Sectoral Output Growth Percentage 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

100 100 100 100 100 100 100 100 100

88,36007 74,12206 85,67740 0,01085 55,23803 -4,45311 105,84931 33,01943 46,90103 0,05133 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,24338 0,64521 11,48432 0,16255 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,48590 34,72050 30,91311 3,01819 0,00000 1,31603 74,44956 -0,92298 -0,13119 2,55020 2,40090 0,01012 91,59215 74,12206 86,99343 74,46041 54,31505 -4,59431 109,12879 70,78604 89,30858 20,91153 31,39006 12,22134 23,92340 16,91116 107,92641 30,94330 26,59339 12,91781 -12,95084 5,24097 -0,03191 0,66531 31,74885 17,76878 -36,58046 2,52952 -2,17447

0,44716 -10,75308 0,81714 0,95088 -2,97506 -21,11089 -3,49162 0,09105 -0,05193 B. Persentase dari Pertumbuhan Output Total/ Total Output Growth Percentage 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

3,00672 18,62063 35,93464 5,09196 6,04639 19,83763 5,20975 4,39326 1,86002 2,17108 13,81838 30,81466 0,00056 3,62742 1,43946 2,10672 1,41201 0,85601

0,00028 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00138 0,01041 0,03020

0,00029 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,01032 0,11148 -0,00178 0,00322 0,00000 0,00378 0,03131 0,00192 -0,07106 0,00244 -0,00011 0,00000 2,17488 13,81838 30,81844 0,03186 3,62934 1,36840 2,11986 1,53379 0,88444 0,49466 5,59061 4,39702 1,21961 1,02528 18,06780 0,61656 1,14215 0,23488 0,16371 0,83778 -0,00041 0,01831 1,56618 2,77108 2,31766 0,22728 -0,00514 0,09785 -1,62614 0,25004 0,03131 -0,11288 -2,48311 0,10458 -0,00318 0,00027 Total10056,245290,042270,04227-0,0284956,3793732,788577,89644-3,74126

Dari sumber kontribusi DD tersebut, bersumber dari dominasi kontribusi akhir pertumbuhan output perikanan laut dan domestik( DD).

Selanjutnya bila dilihat dari kontribusinya perikanan darat masing-masing sebesar

t e r h a d a p p e r t u m b u h a n o u t p u t t o t a l 74,12% dan 86,99%. Sedangkan untuk

perekonomian Indonesia seperti tertera pada industri pengeringan dan penggaraman ikan di

Tabel 2 (bagian B), diketahui bahwa masing-samping diperoleh dari sumber kontribusi DD

masing sektor yang diamati memberikan sebesar 54,32%, juga bersumber kontribusi

kontribusi yang positif. Dari sembilan sektor perubahan substitusi impor (IS) yang

yang diamati terdapat tiga sektor yang tergolong besar, yaitu sebesar 31,75%.

memiliki kontribusi positif relatif besar Sementara untuk industri pengolahan dan

terhadap pertumbuhan output total. Ketiga p e n g a w e t a n i k a n m e m i l i k i s u m b e r

sektor tersebut adalah sektor-sektor yang pertumbuhan output terbesarnya dari

terkait dengan perikanan dan industri kontribusi perluasan ekspor (EE), yaitu

pengolahan hasil perikanan, yaitu perikanan sebesar 107,93%.

Dari uraian tersebut, dapat diketahui darat, industri pengolahan dan pengawetan bahwa kecuali sektor pengolahan dan ikan, dan perikanan laut masing-masing pengawetan ikan yang pertumbuhan output sebesar 35,94%, 19,84 dan 18,62%;

terbesarnya bersumber dari perluasan ekspor sedangkan enam sektor lainnya memiliki (EE), secara umum sektor-sektor yang terkait kontribusi positif relatif rendah, yaitu berkisar dengan perikanan (perikanan primer) dan sebesar 1,86% hingga 6,05%.

Selain itu, dari tabel 2 (bagian B) dan industri pengolahan hasil perikanan

Gambar 2 dapat diketahui pula bahwa pada (perikanan sekunder) merupakan

sektor-periode pertama (1990-1995) ini, perubahan sektor yang pertumbuhan output terbesarnya

-5%

0%

5%

10%

15%

20%

25%

30%

35%

DD1

DD2

DD3

DD4 EE

IS TC

Sektor-1 Sektor-2 Sektor-3 Sektor-4 Sektor-5

Sektor-6 Sektor-7 Sektor-8 Sektor-9

Gambar 2. Diagram Sumber-Sumber Pertumbuhan Output Total dari Sektor-Sektor dalam Perekonomian Indonesia Tahun 1990-1995 (% dari Pertumbuhan Output Total)

Figure 2. Sources of Total Output Growth Diagram from the Indonesian Economy Sectors during 1990-1995 (% form Total Output Growth)

permintaan akhir domestik (DD) merupakan memberikan kontribusi yang tergolong rendah s u m b e r p e r t u m b u h a n o u t p u t t o t a l terhadap EE, yaitu berkisar sebesar 0,23%

perekonomian Indonesia yang terbesar hingga 1,22%.

Sementara itu, sumber substitusi impor (dominan) dengan kontribusi sebesar 56,38%.

(IS) hanya memberikan kontribusi yang relatif Perikanan laut dan perikanan darat

rendah dibandingkan dari sumber DD maupun merupakan dua sektor yang memberikan

EE, yaitu sebesar 7,90%. Dua dari tiga sektor kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan

yang memberikan kontribusi relatif besar output total perekonomian Indonesia dari

terhadap pertumbuhan output total yang dominasi DD tersebut, yaitu masing-masing

bersumber dari perubahan subtitusi impor (IS) s e b e s a r 3 0 , 8 2 % d a n 1 3 , 8 2 % d a r i

merupakan sektor yang terkait dengan industri pertumbuhan output total. Urutan berikutnya

pengolahan hasil perikanan. Kedua sektor disusul oleh industri pengolahan dan

tersebut adalah industri pengolahan dan pengawetan ikan yaitu dengan kontribusi

pengawetan ikan (2,77%) dan industri sebesar 3,63%.

Pada periode pertama (1990-1995), pengeringan dan penggaraman ikan (1,57%).

Bila pada periode pertama ini, sumber-perluasan ekspor (EE) merupakan sumber

s u m b e r p e r t u m b u h a n o u t p u t t o t a l pertumbuhan output total perekonomian

perekonomian Indonesia dari DD, EE dan IS Indonesia yang tidak tergolong dominan,

m e m b e r i k a n k o n t r i b u s i y a n g p o s i t i f karena masih lebih rendah dibandingkan

(meningkatkan pertumbuhan output total), sumber perubahan permintaan akhir

sebaliknya untuk perubahan teknologi (TC) domestik( DD), yaitu dengan kontribusi

sebagai sumber pertumbuhan output total sebesar 32,89%. Sektor industri pengolahan

justru memberikan kontribusi yang negatif dan pengawetan ikan merupakan sektor yang

(menurunkan pertumbuhan output total).

memberikan kontribusi terbesar terhadap

Kontribusi negatif dari sumber perubahan pertumbuhan output total yang bersumber dari

teknologi(TC) ini sebesar -3,74% dari perluasan ekspor (EE), yaitu sebesar 18,07%.

p e r t u m b u h a n o u t p u t t o t a l , t e r u t a m a Dengan kata lain pada periode pertama,

disumbang oleh industri pengolahan dan sektor ini merupakan export oriented sector.

pengawetan ikan 2,48%), perikanan laut (-Urutan selanjutnya disusul oleh perikanan laut

1,63%) dan industri pengeringan dan dan perikanan darat masing-masing dengan

penggaraman ikan (-0,11%).

kontribusi sebesar 5,59% dan 4,40%;

sedangkan sektor lainnya hanya mampu Keterangan/Remarks:

- Sektor-1/Sector 1 = Sektor pertanian non perikanan/ Agriculture non fisheries

- Sektor-2/Sector 2 = Sektor perikanan laut dan hasil perairan laut lainnya/Marine fisheries and It's results

- Sektor-3/Sector 3 = Sektor perikanan darat dan hasil perairan darat lainnya/Freshwater fisheries and It's result

- Sektor-4/Sector 4 = Sektor pertambangan dan galian pemerintah/Mining and quarrying source from government consume change

- Sektor-5/Sector 5 = Sektor industri pengeringan ikan dan biota perairan lainnya/ Drying and salting processing industries

- Sektor-6/Sector 6 = Sektor industri pengolahan dan pengawetan ikan dan biota perairan lainnya/

Processing and preserving industries

- Sektor-7/Sector 7 = Sektor industri pengolahan hasil pertanian non perikanan/Agriculture non-fisheries processing industries

- Sektor-8/Sector 8 = Sektor industri pengolahan lainnya/ Other processing industries - Sektor-9/Sector 9 = Sektor jasa-jasa dan lainnya/ Service and others

Periode Kedua (1995-2000) sektoralnya, atau disebut sebagai export Dari tabel 3 (bagian A) dan gambar 3 oriented sectors. Sektor industri pengolahan dapat diketahui bahwa pada periode kedua dan pengawetan ikan merupakan sektor yang ( 1 9 9 5 - 2 0 0 0 ) , s e k t o r - s e k t o r d a l a m pertumbuhan output terbesarnya berasal dari perekonomian Indonesia sebagian besar dominasi sumber perluasan ekspor(EE), yaitu memberikan kontribusi yang terbesar sebesar 177,84%; sedangkan untuk (dominan) terhadap perluasan ekspor (EE) perikanan darat, perikanan laut dan industri sebagai sumber pertumbuhan output pengolahan dan pengawetan ikan,

masing--150%

-100%

-50%

0%

50%

100%

150%

200%

DD1

DD2

DD3

DD4 EE

IS TC

Sektor-1 Sektor-2 Sektor-3 Sektor-4 Sektor-5

Sektor-6 Sektor-7 Sektor-8 Sektor-9

Gambar 3. Diagram Sumber-Sumber Pertumbuhan Output dari Sektor-Sekto dalam Perekonomian Indonesia Tahun 1995-2000 (% dari Pertumbuhan Output Sektoral)

Figure 3. Sources of Output Growth Diagram from the Indonesian Economy Sectors during 1995-2000 (% from Sector Output Growth)

Keterangan/Remarks:

- Sektor-1/ Sector 1 = Sektor pertanian non perikanan/ Agriculture non fisheries

- Sektor-2/ Sector 2 = Sektor perikanan laut dan hasil perairan laut lainnya/Marine fisheries and It's results

- Sektor-3/ Sector 3 = Sektor perikanan darat dan hasil perairan darat lainnya/ Freshwater fisheries and It's Result

- Sektor-4/ Sector 4 = Sektor pertambangan dan galian pemerintah/ Mining and quarrying source from government consume change

- Sektor-5/ Sector 5 = Sektor industri pengeringan ikan dan biota perairan lainnya/ Drying and salting processing industries

- Sektor-6/ Sector 6 = Sektor industri pengolahan dan pengawetan ikan dan biota perairan lainnya/

Processing and preserving industries

- Sektor-7/ Sector 7 = Sektor industri pengolahan hasil pertanian non perikanan/ Agriculture non-fisheries processing industries

- Sektor-8/ Sector8 = Sektor industri pengolahan lainnya/ Other processing industries - Sektor-9/ Sector 9 = Sektor jasa-jasa dan lainnya/Service and other

Tabel 3. Sumber-Sumber Pertumbuhan Output Sektor-Sektor dalam Perekonomian Indonesia Tahun 1995-2000 (% dari Pertumbuhan Output Sektoral dan Total) Table 3.Sources of Output Growth from Indonesian Economy Sectors during 1995-2000 (% from Total and Sectoral Output Growth) Sumber: Diolah dari Tabel Input Output Transaksi Total menurut Harga Produsen, 1990 dan 1995 berdasarkan Harga Konstan Tahun 1993. Source: Extracted from Input Output Total Transaction Table According to Producers Price, 1990 and 1995 based on Constant Price in 1993 Sumber-Sumber Pertumbuhan Output / Output Growth Sources Sektor / SectorsPertumbuhan Output/Output GrowthDD1DD2DD3DD4DDEEISTC A. Persentase dari Pertumbuhan Output Sektoral/Sectoral Output Growth Percentage 1 2 3 4 5 6 7 8 9

100 100 100 100 100 100 100 100 100

-146,66400 47,88475 25,50609 9,72261 41,83712 -13,95177 179,83386 4,69130 33,07416

0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 7,68078

-0,38855 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,47356 2,81270 20,32918 -4,87306 0,00000 0,00000 8,10761 0,04994 -0,27565 4,16052 0,29682 0,07852 -151,92561 47,88475 25,50609 17,83023 41,88706 -14,22742 184,46794 7,80082 61,22564 126,96592 52,21437 74,68369 82,73033 25,37888 177,84259 -61,12639 94,52952 90,83498 129,49866 -0,25933 0,16534 -0,79351 0,65382 -5,71721 -24,23828 -3,12416 -49,19128

-4,53897 0,16021 -0,35513 0,23295 32,08024 -57,89796 0,89673 0,79383 -2,86935 B. Persentase dari Pertumbuhan Output Total/ Total Output Growth Percentage 1 2 3 4 5 6 7 8 9

-2,19866 21,47342 26,10551 19,62832 14,35373 9,97452 -3,47938 12,48584 1,65670 -4,52146 10,89768 7,97433 2,01629 -9,39461 -1,81654 -4,70817 0,62961 0,52227

0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,12129

-0,01198 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 -0,01240 0,37749 0,32201 -0,15023 0,00000 0,00000 1,68137 -0,01121 -0,03589 -0,10893 0,03984 0,00124 -4,68367 10,89768 7,97433 3,69765 -9,40582 -1,85243 -4,82949 1,04693 0,96682 3,47434 10,64456 17,52181 16,18749 20,83545 14,63513 1,63050 12,42646 1,43897 -0,97258 -0,20349 -0,05970 -0,68700 0,06754 -0,27698 -0,35476 -1,27573 -0,70795

-0,01676 0,13467 0,66907 0,43017 2,85656 -2,53120 0,07437 0,28818 -0,04113 Total 1001,599410,121290,675121,416183,8120198,79470-4,470651,86394 Keterangan/Remarks: - Sektor-1/ Sector 1=Sektor pertanian non perikanan/Agriculture non fisheries - Sektor-2/ Sector 2=Sektor perikanan laut dan hasil perairan laut lainnya/Marine fisheries and It's results - Sektor-3/ Sector 3=Sektor perikanan darat dan hasil perairan darat lainnya/ Freshwater fisheries and It's result - Sektor-4/ Sector 4=Sektor pertambangan dan galian/ Mining and quarrying - Sektor-5/ Sector 5=Sektor industri pengeringan ikan dan biota perairan lainnya/ Drying and salting processing industries - Sektor-6/ Sector 6=Sektor industri pengolahan dan pengawetan ikan dan biota perairan lainnya/Processing and preserping industries - Sektor-7/ Sector 7=Sektor industri pengolahan hasil pertanian non perikanan/ Agriculture non-fisheries processing industries - Sektor-8/ Sector 8=Sektor industri pengolahan lainnya/ Other processing industries - Sektor-9/ Sector 9=Sektor jasa-jasa dan lainnya/ Service and others - DD=Sumber pertumbuhanakibat perubahanpermintaanakhirdomestik(=DD1+DD2+DD3+DD4)/Growthsourcefromdomesticfinal demandchange( DD1+DD2+DD3+DD4) - DD1= Sumber pertumbuhan akibat perubahan konsumsi swasta/ Growth source from corporate consume change - DD2=Sumber pertumbuhan akibat perubahan konsumsi pemerintah/ Growth source from government consume change - DD3=Sumber pertumbuhan akibat perubahan investasi/ Growth source from investment change - DD4=Sumber pertumbuhan akibat perubahan stok/ Growth source from stock change - EE =Sumber pertumbuhan akibat perubahan ekspor/ Growth Source from Export Change - IS =Sumber pertumbuhan akibat perubahan substitusi impor/Growth source from import subtitution change - TC=Sumber pertumbuhan akibat perubahan teknologi/ Growth source from technology change

.

masing sebesar 74,68%, 52,21% dan 25,38% Selanjutnya bila dilihat dari kontribusinya dari pertumbuhan output sektoralnya. Di t e r h a d a p p e r t u m b u h a n o u t p u t t o t a l samping dari sumber perluasan ekspor (EE), perekonomian Indonesia seperti tertera pada sektor perikanan laut memiliki perubahan tabel 2 (bagian B), diketahui bahwa sebagian permintaan akhir domestik (DD) sebagai besar sektor-sektor (tujuh dari sembilan sumber pertumbuhan output sektoralnya, sektor) memberikan kontribusi yang positif yaitu sebesar 47,88%. Sementara, sektor t e r h a d a p p e r t u m b u h a n o u t p u t t o t a l industri pengeringan dan penggaraman ikan perekonomian Indonesia. Kontribusi positif tidak termasuk sebagai export oriented terbesar disumbang oleh perikanan darat, sectors, melainkan sebagai domestic demand yaitu sebesar 26,11% dari total (100%) driven sector karena pertumbuhan output p e r t u m b u h a n o u t p u t p e r e k o n o m i a n , sektoralnya didominasi (terbesar) dari sumber sedangkan untuk perikanan laut, industri perubahan permintaan akhir domestik (DD) pengeringan dan penggaraman ikan, industri dengan kontribusi sebesar 41,89%. Namun pengolahan dan pengawetan ikan masing-ternyata sektor ini memiliki sumber masing memberikan kontribusi yang relatif pertumbuhan output lainnya dengan kontribusi besar, yaitu masing-masing sebesar 21,47%, yang mendekati sama dengan kontribusi 14,35% dan 9,97%.

Selain itu dari Tabel 3 (bagian B) dan sumber DD, yaitu dari dari sumber perluasan

gambar 4 diketahui pula bahwa pada periode ekspor (EE) sebesar 25,37% dan sumber

kedua ini, perluasan ekspor (EE) merupakan perubahan teknologi (TC) sebesar 32,08%.

s u m b e r p e r t u m b u h a n o u t p u t t o t a l

-10%

-5%

0%

5%

10%

15%

20%

25%

DD1

DD2

DD3

DD4 EE

IS TC

Sektor-1 Sektor-2 Sektor-3 Sektor-4 Sektor-5

Sektor-6 Sektor-7 Sektor-8 Sektor-9

Gambar 4. Diagram Sumber-Sumber Pertumbuhan Output Total dari Sektor-Sektor dalam Perekonomian Indonesia Tahun 1995-2000 (% dari Pertumbuhan Output Total)

Figure 4. Sources of Total Output Growth Diagram from the Indonesian Economy Sectors during 1995-2000 (% form Total Output Growth)

perekonomian Indonesia yang dominan, yaitu positif yang relatif besar, yaitu masing-masing d e n g a n k o n t r i b u s i s e b e s a r 9 8 , 7 9 % . sebesar 10,90% dan 7,97%.

Pada periode kedua ini, perubahan Kontribusi perluasan ekspor (EE) tersebut

substitusi impor (IS) memberikan kontribusi diberikan oleh sebagian besar sektor-sektor

yang negatif (-4,47%) sebagai sumber dalam perekonomian Indonesia, yaitu berkisar

pertumbuhan output total keseluruhan sektor sebesar 10 – 21% terutama dari sektor-sektor

dalam perekonomian (perubahan IS yang terkait dengan perikanan dan industri

mengurangi pertumbuhan output total).

pengolahan hasil perikanan yang mencapai

Kontribusi yang negatif dari IS tersebut berkisar sebesar 10,64% hingga 20,84%.

S e m e n t a r a i t u , u n t u k k o n t r i b u s i terutama disumbang oleh sektor industri perubahan permintaan akhir domestki (DD) pengolahan lainnya (-1,28%), sedangkan dari sebagai sumber pertumbuhan output total sektor-sektor yang terkait perikanan dan perekonomian Indonesia, pada periode kedua industri pengolahan hasil perikanan meskipun ini justru tidak memberikan kontribusi yang turut mengalami kontribusi yang negatif dominan (jauh lebih rendah dibandingkan namun relatif rendah, yaitu berkisar sebesar -kontribusi yang diberikan dari sumber 0,06% hingga -0,20%. Bahkan untuk sektor perluasan ekspor (EE), yaitu hanya sebesar industri pengeringan dan penggaraman ikan 3 , 8 1 % . B i l a d i l i h a t b e r d a s a r k a n yang mengalami kontribusi yang positif, yaitu komponennya, dari kontribusi perubahan sebesar 0,07%.

Sementara itu pada periode kedua ini, permintaan akhir domestik (DD) tersebut

kontribusi perubahan teknologi (TC) sebagai b e r a s a l d a r i s u m b a n g a n k o m p o n e n

s u m b e r p e r t u m b u h a n o u t p u t t o t a l perubahan konsumsi swasta (DD1) dan

perekonomian Indonesia justru menunjukkan perubahan stok (DD2) masing-masing

kontribusi yang positif, yaitu sebesar 1,86%

sebesar 1,60% dan 1,42%. Rendahnya

(tidak seperti periode sebelumnya yang kontribusi dari sumbe perubahan permintaan

menunjukkan kontribusi negatif). Kontribusi akhir domesti (DD) tersebut karena terdapat

positif dari TC tersebut terutama diberikan beberapa sektor yang memberikan kontribusi

industri pengeringan dan penggaraman ikan negatif, termasuk diantaranya adalah industri

yang mencapai sebesar 2,86%, sedangkan pengeringan dan penggaraman ikan (-9,41%)

industri pengolahan dan pengawetan ikan dan industri pengolahan dan pengawetan ikan

justru memberikan kontribusi negatif terbesar, (-1,85%), sedangkan perikanan laut dan

yaitu sebesar -2,53%.

perikanan darat justru memberikan kontribusi Keterangan/Remarks:

- Sektor-1/ Sector 1 = Sektor pertanian non perikanan/ Agriculture non fisheries

- Sektor-2/ Sector 2 = Sektor perikanan laut dan hasil perairan laut lainnya/ Marine fisheries and It's results

- Sektor-3/ Sector 3 = Sektor perikanan darat dan hasil perairan darat lainnya/ Freshwater fisheries and It's result

- Sektor-4/ Sector 4 = Sektor pertambangan dan galian pemerintah/ Mining and quarrying source from government consume change

- Sektor-5/ Sector 5 = Sektor industri pengeringan ikan dan biota perairan lainnya/ Drying and salting processing industries

- Sektor-6/ Sector 6 = Sektor industri pengolahan dan pengawetan ikan dan biota perairan lainnya/

Processing and preserving industries

- Sektor-7/ Sector 7 = Sektor industri pengolahan hasil pertanian non perikanan/ Agriculture non-fisheries processing industries

- Sektor-8/ Sector8 = Sektor industri pengolahan lainnya/ Other processing industries - Sektor-9/ Sector 9 = Sektor jasa-jasa dan lainnya/Service and othe

Pergeseran dari Periode Pertama ke sedangkan kontribusi sektor sekundernya Periode Kedua semakin meningkat. Selanjutnya, mengingat Secara teoritis perubahan suatu struktur bahwa dalam kajian ini sektor-sektor ekonomi dianggap terjadi, jika setidaknya perekonomian dianalisis dalam tataran (minimal) selama periode yang berlainan nasional (perekonomian Indonesia), maka terdapat kecenderungan pergeseran sumber pergeseran sumber-sumber pertumbuhan pertumbuhan output yang dominan (terbesar) output tersebut diukur berdasarkan perubahan dalam perekonomian dari sektor-sektor primer k o n t r i b u s i n y a t e r h a d a p o u t p u t t o t a l ke sektor-sektor sekundernya (Akita, 1991; perekonomian Indonesia (bukan sektoral).

Rashid dan Elameer, 1999; Akita dan Berdasarkan hal tersebut, dari tabel 4 dan Hermawan, 2000; dan Hayashi, 2005). Hal ini gambar 5, dapat diketahui bahwa secara relatif diperkuat dengan temuan empiris dari Kuznet bila dibandingkan antara periode pertama (1957) dalam Jhingan (2000), Chenery (1960) (1990-1995) dan periode kedua (1995-2000) d a n C h e n e r y a n d S y r q u i n ( 1 9 7 9 ) ternyata kontribusi keseluruhan sektor menunjukkan bahwa terdapat kaitan yang erat terhadap pertumbuhan output total yang antara pertumbuhan ekonomi dan perubahan berasal dari perluasan ekspor (EE) mengalami struktur. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi peningkatan yang cukup besar (66,01%), yaitu dalam jangka waktu lama akan menyebabkan meningkat dari sebesar 32,79% pada periode secara proporsional kontribusi sektor primer pertama menjadi sebesar 89,79% pada t e r h a d a p o u t p u t s e m a k i n m e n u r u n , periode kedua. Dua dari tiga sektor sebagai

-0.05 0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Sektor-Sektor

Perubahan Kontribusi (%) / contribution Change

Sumber DD Sumber EE Sumber IS Sumber TC

Gambar 5. Pergeseran Sumber Pertumbuhan Output Total berdasarkan Perubahan Kontribusi Masing-Masing Sektor dari Periode Tahun 1990-1995 ke Periode Tahun 1995-2000

Figure 5. Shifting of Total Growth Source based on The Change of Each Sector Contribution from Period 1990-1995 to Period 1995-2000

Tabel 4. Perubahan Sumber-Sumber Pertumbuhan Output Total Keseluruhan Sektor dalam Perekonomian Indonesia dari Periode Tahun 1990-1995 ke Periode Tahun 1995-2000 (% dari Pertumbuhan Output Total) Table 4. The Change of Sources of Total Output Growth from All Sector in Indonesian Economy, Period 1990-1995 to Period 1995-2000 (% from Total Output Growth) Sumber-Sumber Pertumbuhan Output / Output Growth Sources Sektor / SectorsPertumbuhan Output / Output GrowthDD1DD2DD3DD4DDEEISTC 1 2 3 (2+3) 4 5 6 (5+6) 7 8 9

-5,20538 2,85280 -9,82913 -6,97633 14,53636 8,30835 -9,86312 -1,55477 -8,68913 8,09258 -0,20332

-6,69254 -2,92069 -22,84033 -25,76102 2,01573 -13,02202 -3,25600 -16,27802 -6,81388 -0,78240 -0,33374

-0,00028 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 -0,00138 -0,01041 0,09108

-0,01227 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 0,00000 -0,02272 0,26601 0,32379

-0,15345 0,00000 -0,00378 -0,00378 1,65006 -0,01313 0,03517 0,02204 -0,11137 0,03994 0,00124

-6,85854 -2,92069 -22,84412 -25,76481 3,66579 -13,03515 -3,22083 -16,25598 -6,94934 -0,48686 0,08238

2,97969 5,05395 13,12480 18,17875 14,96788 19,81016 -3,43268 16,37748 1,01394 11,28431 1,20408

-1,13629 -1,04127 -0,05929 -1,10056 -0,70531 -1,49863 -3,04806 -4,54669 -2,67241 -1,50301 -0,70281

-0,11461 1,76081 0,41903 2,17984 0,39886 2,96944 -0,04809 2,92135 -0,03021 0,29136 -0,04140 Total -54,645880,079020,554811,44468-52,5673766,00613-12,367095,60520 Sumber: Diolah dari Tabel Input Output Transaksi Total menurut Harga Produsen, 1990 dan 1995 berdasarkan Harga Konstan Tahun 1993. Source: Extracted from Input-Output Total Transaction Table according to Producers Price in 1990 and 1995 based on Constant Price in 1993 Keterangan/Remarks: - Sektor-1/ Sector 1=Sektor pertanian non perikanan/Agriculture non fisheries - Sektor-2/ Sector 2=Sektor perikanan laut dan hasil perairan laut lainnya/Marine fisheries and It's results - Sektor-3/ Sector 3=Sektor perikanan darat dan hasil perairan darat lainnya/ Freshwater fisheries and It's result - Sektor-4/ Sector 4=Sektor pertambangan dan galian/ Mining and quarrying - Sektor-5/ Sector 5=Sektor industri pengeringan ikan dan biota perairan lainnya/ Drying and salting processing industries - Sektor-6/ Sector 6=Sektor industri pengolahan dan pengawetan ikan dan biota perairan lainnya/Processing and preserping industries - Sektor-7/ Sector 7=Sektor industri pengolahan hasil pertanian non perikanan/ Agriculture non-fisheries processing industries - Sektor-8/ Sector 8=Sektor industri pengolahan lainnya/ Other processing industries - Sektor-9/ Sector 9=Sektor jasa-jasa dan lainnya/ Service and others - DD=Sumber pertumbuhanakibat perubahanpermintaanakhirdomestik(=DD1+DD2+DD3+DD4)/Growthsourcefromdomesticfinal demandchange( DD1+DD2+DD3+DD4) - DD1= Sumber pertumbuhan akibat perubahan konsumsi swasta/ Growth source from corporate consume change - DD2=Sumber pertumbuhan akibat perubahan konsumsi pemerintah/ Growth source from government consume change - DD3=Sumber pertumbuhan akibat perubahan investasi/ Growth source from investment change - DD4=Sumber pertumbuhan akibat perubahan stok/ Growth source from stock change - EE =Sumber pertumbuhan akibat perubahan ekspor/ Growth Source from Export Change - IS =Sumber pertumbuhan akibat perubahan substitusi impor/Growth source from import subtitution change - TC=Sumber pertumbuhan akibat perubahan teknologi/ Growth source from technology change

.

p e n y u m b a n g t e r b e s a r p e r u b a h a n IV. K E S I M P U L A N D A N I M P L I K A S I (peningkatan) dominasi sumber EE adalah KEBIJAKAN

dari sektor-sektor yang terkait dengan

Kesimpulan perikanan dan industri pengolahan hasil

(1) Selama periode 1990-1995 secara perikanan. Kedua sektor tersebut adalah

sektoral dari kelompok perikanan primer, industri pengeringan dan pengawetan ikan

pertumbuhan output perikanan laut dan dan perikanan darat masing-masing dengan

perikanan darat masing-masing sebesar kontribusi sebesar 19,81% dan 13,12%.

74,12% dan 86,99% dari sumber Sementara itu, bila pada periode kedua ini

perubahan permintaan akhir domestik.

sumber pertumbuhan yang berasal dari

Sementara dari kelompok perikanan p e r l u a s a n e k s p o r ( E E ) m e n g a l a m i

sekunder, pertumbuhan output industri peningkatan dibanding periode pertamanya.

pengolahan dan pengawetan ikan Pada perubahan permintaan akhir domestik

sebesar 107,93% dari sumber perluasan (DD) justru mengalami penurunan yang cukup

ekspor, sedangkan industri pengeringan besar (-52,57%), yaitu dari kontribusi sebesar

dan penggaraman ikan sebesar 54,32%

56,38% pada periode pertama turun menjadi

dari sumber perubahan permintaan akhir sebesar 3,81% pada periode kedua.

domestik dan 31,75% dari perubahan Menurunnya dominasi sumber perubahan DD

substitusi impor. Selanjutnya selama tersebut disumbang oleh sebagian besar

periode 1995-2000 secara sektoral dari sektor dalam perekonomian Indonesia.

k e l o m p o k p e r i k a n a n p r i m e r , Penyumbang terbesar terhadap penurunan

pertumbuhan output perikanan laut dominasi perubahan permintaan akhir domesti

sebesar 52,21% dari sumber perluasan (DD) tersebut adalah perikanan darat

(-ekspor dan 47,21% dari sumber 22,84%) dan kemudian diikuti industri

perubahan permintaan akhir domestik;

pengeringan dan penggaraman ikan

(-sedangkan perikanan darat sebesar 13,04%).

74,68% dari sumber perluasan ekspor.

Selanjutnya dari tabel 4 dan gambar 5,

Sementara itu, dari kelompok perikanan diketahui bahwa bila pergeseran (perubahan)

sekunder, pertumbuhan output industri sumberperluasan ekspor (EE) maupun DD di

pengeringan dan penggaraman ikan atas dilihat secara agregat untuk kelompok

sebesar 25,38% dari sumber perluasan perikanan primer dan perikanan sekunder,

ekspor dan 32,08% dari sumber maka meningkatnya dominasi kontribusi

perubahan teknologi; sedangkan industri sumberperluasan ekspor (EE) yang diberikan

pengolahan dan pengawetan ikan kelompok primer dalam pertumbuhan output

sebesar 177,84% dari sumber perluasan total perekonomian Indonesia ternyata tidak

ekspor.

j a u h b e r b e d a ( s e d i k i t l e b i h b e s a r )

(2) D a r i k o n t r i b u s i n y a t e r h a d a p dibandingkan kelompok perikanan sekunder,

pertumbuhan output total perekonomian masing-masing sebesar 18,18% dan 16,38%

pada periode 1990-1995 yang didominasi (keduanya hanya terpaut sebesar 1,8%).

sumber perubahan permintaan akhir Kondisi sebaliknya terjadi pada menurunnya

domestik, kelompok perikanan primer dominasi kontribusi DD sebagai sumber

yakni perikanan laut dan perikanan darat pertumbuhan output total, dalam hal ini

memberikan kontribusi yang terbesar penurunan di kelompok perikanan primer lebih

pada sumber tersebut masing-masing besar dibandingkan kelompok perikanan

pada sumber tersebut masing-masing besar dibandingkan kelompok perikanan

Dokumen terkait