• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil dan Pembahasan Mengenai Indikator Strategi Dinas

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil dan Pembahasan Mengenai Indikator Strategi Dinas

Kota Pekanbaru

Pengelolaan atau yang sering disebut manajemen merupakan suatu proses, yang diartikan sebagai usaha yang sistematis untuk menjalankan suatu pekerjaan untuk mencapai tujuan. Proses ini merupakan serangkaian tindakan yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan tertentu dengan cara menggunakan manusia dan sumber-sumber lain.

Demikian pula pada strategi pengelolaan parkir yang dilakukan UPTD Parkir di Kota Pekanbaru dalam meningkatkan retribusi daerah, harus ada upaya intensifikasi dalam pengelolaan agar dalam pelaksanaannya senantiasa merujuk pada upaya pencapaian tujuannya. Dalam pengelolaan parkir di Kota Pekanbaru masih menemui beberapa kendala dalam pelaksanaannya. Adapun hasil penelitian dan pembahasan mengenai Strategi Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Dalam Mengelola Parkir di Jalan Imam Munandar Kota Pekanbaru yang dideskripsikan sebagai berikut :

1. Perencanaan

Perencanaan didefinisikan sebagai suatu proses menetapkan tujuan dan memutuskan bagaimana hal tersebut dapat dicapai. Rencana meliputi sumber- sumber yang dibutuhkan, tugas yang diselesaikan, tindakan yang diambil dan jadwal yang diikuti kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah untuk mencapai tujuan. Sehubungan dengan Strategi Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Dalam Mengelola Parkir di Jalan Imam Munandar Kota Pekanbaru. Di lihat dari indikator perencanaan, dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel V.4 : Distribusi Penilaian Responden Staf Bidang UPT Parkit Tentang Indikator Perencanaan pada penelitian Strategi Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Dalam Mengelola Parkir di Jalan Imam Munandar

Sumber: Data Olahan Hasil Penelitian Dilapangan, 2021

Dari tabel V.4 diatas dapat diketahui untuk indikator perencanaan pada item pertanyaan mengenai pencapaian tujuan organisasi dalam mengelola parkir diperoleh tanggapan responden dari pihak staf UPT Parkir yang menjawab baik sebanyak 11 orang dengan presentase 73,33%, sedangkan yang menjawab cukup baik 4 orang dengan presentase 26,67%, dan yang menjawab kurang bak 0 orang dengan presentase 0%.

Pada item pertanyaan ke 2 mengetahui perumusan program diperoleh tanggapan responden yang menjawab baik sebanyak 12 orang dengan presentase 80,00%, sedangkan yang menjawab cukup baik sebanyak 3 orang dengan presentase 20,00%, dan yang menjawab kurang baik sebanyak 0 dengan presentase 0 %.

Sedangkan pada item pertanyaan ke 3 mengenai proses pencapaian diperoleh tanggapan responden yang menjawab baik sebanyak 10 orang dengan presentase 66,67%. Sedangkan yang menjawab cukup baik sebanyak 5 orang dengan presentase 33,33%, dan yang menjawab kurang baik sebanyak 0 dengan presentase 0%.

Maka secara keseluruhan untuk indikator perencanaa dari 3 pertanyaan yang di ajukan dapat disimpulkan bahwa responden staf UPT Parkir dalam hal ini berpendapat baik dengan rata-rata 11 orang dengan presentase 73,33%.

Selanjutnya yang cukup baik rata-rata sebanyak 4 orang dengan persentase 26,67%. Dan yang berpendapat kurang baik sebanyak 0 orang atau sebesar 0%.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Strategi Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Dalam Mengelola Parkir di Jalan Imam Munandar Kota Pekanbaru di lihat dari indikator perencanaan pada kategori baik.

Tabel V.5 : Distribusi Penilaian Responden Juru Parkir Tentang Indikator Perencanaan pada penelitian Strategi Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Dalam Mengelola Parkir di Jalan Imam Munandar Kota

Sumber: Data Olahan Hasil Penelitian Dilapangan, 2021

Dari tabel V.5 diatas dapat diketahui untuk indikator perencanaan pada item pertanyaan mengenai pencapaian tujuan organisasi dalam mengelola parkir diperoleh tanggapan responden dari pihak juru Parkir yang menjawab baik sebanyak 11 orang dengan presentase 55,00%, sedangkan yang menjawab cukup baik 9 orang dengan presentase 45,00%, dan yang menjawab kurang bak 0 orang dengan presentase 0%.

Pada item pertanyaan ke 2 mengetahui perumusan program diperoleh tanggapan responden yang menjawab baik sebanyak 7 orang dengan presentase 35,00%, sedangkan yang menjawab cukup baik sebanyak 10 orang dengan presentase 50,00%, dan yang menjawab kurang baik sebanyak 3 orang dengan presentase 15,00 %.

Sedangkan pada item pertanyaan ke 3 mengenai proses pencapaian diperoleh tanggapan responden yang menjawab baik sebanyak 6 orang dengan presentase 30,00%. Sedangkan yang menjawab cukup baik sebanyak 12 orang dengan presentase 60,00%, dan yang menjawab kurang baik sebanyak 2 orang dengan presentase 10,00%.

Maka secara keseluruhan untuk indikator perencanaa dari 3 pertanyaan yang di ajukan dapat disimpulkan bahwa responden dari pihak juru parkir dalam hal ini berpendapat baik dengan rata-rata 8 orang dengan presentase 40,00%.

Selanjutnya yang cukup baik rata-rata sebanyak 10 orang dengan persentase 50,00%. Dan yang berpendapat kurang baik sebanyak 2 orang atau sebesar 10,00%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada kategori cukup baik.

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Bapak Khairunas selaku kepala UPT Perpakiran Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru menyatakan bahwa :

“Perencanaan dalam pengelolaan parkir di Kota Pekanbaru terlebih dahulu dilakukan oleh atasan untuk merencanakan kegiatan yang akan dikerjakan dengan melakukan pembagian kerja karna tujuan organisasi dapat tercapai tentunya perlu perencanaan yang matang agar target yang kita tetapkan dapat tercapai”. (Wawancara dengan kepala UPT Perpakiran tanggal 14 Desember 2020)

Selain itu kepala UPT Perpakiran juga menyatakan bahwa :

“penyusunan program kegiatan dengan cara menyiapkan dan menetapkan lokasi parkir, mengadakan/memproses kontrak kerja/perizinan perparkiran terhadap kordinator parkir dan juru parkir, menyusun rencana pengawasan terhadap pengelolaan perparkiran dilapangan oleh koordinator parkir dan juru parkir” (Wawancara dengan kepala UPT Perpakiran tanggal 14 Desember 2020)

Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan dilapangan terlihat bahwa perencanaan yang dibuat oleh Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru dalam mengelola parkir belum berjalan dengan maksimal hal ini terbukti dengan belum tercapainya target retribusi tahunan untuk parkir di Kota Pekanbaru.

2. Pengorganisasian

Pengorganisasian merupakan kegiatan dari pengelolaan, dilaksanakan untuk mengatur seluruh sumber daya yang dimiliki termasuk unsur manusia sehingga tujuan dapat tercapai. Sehubungan dengan Strategi Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Dalam Mengelola Parkir di Jalan Imam Munandar Kota Pekanbaru. Di lihat dari indikator perencanaan, dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel V.6 : Distribusi Penilaian Responden Staf UPT Parkir Tentang Indikator Pengorganisasian pada penelitian Strategi Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Dalam Mengelola Parkir di Jalan Imam Munandar Kota

Sumber: Data Olahan Hasil Penelitian Dilapangan, 2021

Dari tabel V.6 diatas dapat diketahui untuk indikator pengorganisasian pada item pertanyaan mengenai struktur organisasi dalam pengelolaan parkir diperoleh tanggapan responden dari pihak staf UPT parkir yang menjawab baik sebanyak 10 orang dengan presentase 66,67%, sedangkan yang menjawab cukup baik 5 orang dengan presentase 33,33%, dan yang menjawab kurang baik 0 orang dengan presentase 0%.

Pada item pertanyaan ke 2 mengenai pengaturan organisasi diperoleh tanggapan responden yang menjawab baik sebanyak 5 orang dengan presentase 33,33%, sedangkan yang menjawab cukup baik sebanyak 10 orang dengan presentase 66,67%, dan yang menjawab kurang baik sebanyak 0 dengan presentase 0%.

Sedangkan pada item pertanyaan ke 3 mengenai hubungan dalam

dengan presentase 40,00%. Sedangkan yang menjawab cukup baik sebanyak 8 orang dengan presentase 53,33%, dan yang menjawab kurang baik sebanyak 1 dengan presentase 6,67%.

Maka secara keseluruhan untuk indikator pengorganisasian dari 3 pertanyaan yang di ajukan dapat disimpulkan bahwa responden dari pihak Staf UPT Parkir yang berpendapat baik dengan rata-rata 7 orang dengan presentase 46,67%. Selanjutnya yang cukup baik rata-rata sebanyak 8 orang dengan persentase 53,33%. Dan yang berpendapat kurang baik memiliki rata-rata sebanyak 0 orang atau sebesar 0%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berada pada kategori cukup baik.

Tabel V.7 : Distribusi Penilaian Responden Juru Parkir Tentang Indikator Pengorganisasian pada penelitian Strategi Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Dalam Mengelola Parkir di Jalan Imam Munandar Kota

Sumber: Data Olahan Hasil Penelitian Dilapangan, 2021

Dari tabel V.7 diatas dapat diketahui untuk indikator pengorganisasian pada item pertanyaan mengenai struktur organisasi dalam pengelolaan parkir diperoleh tanggapan responden dari pihak juru parkir yang menjawab baik sebanyak 9 orang dengan presentase 45,00%, sedangkan yang menjawab cukup

baik 9 orang dengan presentase 45,00%, dan yang menjawab kurang baik 2 orang dengan presentase 10,00%.

Pada item pertanyaan ke 2 mengenai pengaturan organisasi diperoleh tanggapan responden yang menjawab baik sebanyak 8 orang dengan presentase 40,00%, sedangkan yang menjawab cukup baik sebanyak 10 orang dengan presentase 50,00%, dan yang menjawab kurang baik sebanyak 2 orang dengan presentase 10,00%.

Sedangkan pada item pertanyaan ke 3 mengenai hubungan dalam organisasi diperoleh tanggapan responden yang menjawab baik sebanyak 7 orang dengan presentase 35,00%. Sedangkan yang menjawab cukup baik sebanyak 10 orang dengan presentase 50,00%, dan yang menjawab kurang baik sebanyak 3 orang dengan presentase 15,00%.

Maka secara keseluruhan untuk indikator pengorganisasian dari 3 pertanyaan yang di ajukan dapat disimpulkan bahwa responden dari pihak juru parkir yang berpendapat baik dengan rata-rata 8 orang dengan presentase 46,67%.

Selanjutnya yang cukup baik rata-rata sebanyak 10 orang dengan persentase 50,00%. Dan yang berpendapat kurang baik memiliki rata-rata sebanyak 2 orang atau sebesar 10,00%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berada pada kategori cukup baik.

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Bapak Khairunas selaku kepala UPT Perpakiran Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru menyatakan bahwa :

“Fungsi pengorganisasian dalam pengelolaan perparkiran oleh UPT Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru melalui pembagian tugas personil/ pegawai UPT Perpakiran Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru telah disusun secara jelas serta tertulis sesuai dengan

Peraturan Daerah ataupun Peraturan Kepala Dinas Perhubungan. Insya Allah semua pegawai yang ada di Kantor PD Parkir Makassar Raya telah ditempatkan sesuai dengan kemampuannya masingmasing the right man and the pleace dan kedepan jabatan-jabatan akan saya seleksi agar dapat sesuai dengan kemampuannya”. (Wawancara dengan kepala UPT Perpakiran tanggal 14 Desember 2020)

Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan dilapangan terlihat bahwa pengorganisasian yang dibuat oleh Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru dalam mengelola parkir belum berjalan dengan maksimal karena belum jelasnya sistem rekrutment (hal ini berdasarkan hasil wawancara ditemukan belum ada aturan bagaimana juru parkir dipekerjakan atau direkrut), namun mereka mendapatkan SK sebagai bukti tugas mereka jelas.meskipun ada koordinator, tentu ini sangat disayangkan. Selanjutnya adalah tupoksi dalam manajemen penataan parkir di Kota Pekanbaru. Tupoksi sudah ada,namun belum sampai kepada hirarki yang ada di bawahnya. Bahkan tupoksi terkait juru parkir belum ada, yang ada hanya tupoksi seksi perparkiran sehingga menyebabkan juru parkir berbuat semaunya. Untuk itu perlu penjabaran tupoksi sampai kepada hirarki yang palingbawah,agar lebih jelas tugas dan wewenangnya.

3. Pengarahan

Perencanaan dan pengorganisasian yang baik, kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja organisasi yang bertanggung jawab. Dalam hal ini inti dari pengarahan yaitu menggerakkan semua anggota untuk bekerja sama agar mencapai tujuan organisasi tersebut. Pengarahan dalam penelitian ini meliputi komunikasi dan hubungan timbal balik.

Dalam sebuah organisasi terdapat pelaksanaan setelah suatu perencanaan dan pembentukan organisasi. Penggerakan atau biasa disebut pengarahan yaitu

mengarahkan semua personal agar mau bekerja sama dan bekerja efektif dalam mencapai suatu tujuan organisasi. Dengan demikian penggerakan yang terjadi dalam organisasi tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Sehubungan dengan Strategi Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Dalam Mengelola Parkir di Jalan Imam Munandar Kota Pekanbaru. Di lihat dari indikator pengarahan, dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel V.8 : Distribusi Penilaian Responden Staf UPT Parkir Tentang Indikator Pengarahan pada penelitian Strategi Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Dalam Mengelola Parkir di Jalan Imam Munandar Kota

Sumber: Data Olahan Hasil Penelitian Dilapangan, 2021

Dari tabel V.8 diatas dapat diketahui untuk indikator penggerakan pada item pertanyaan mengenai komunikasi diperoleh tanggapan responden yang menjawab baik sebanyak 6 orang dengan presentase 40,00%, sedangkan yang menjawab cukup baik 8 orang dengan presentase 53,33%, dan yang menjawab kurang baik 1 orang dengan presentase 6,67%.

Sedangkan item pertanyaan ke 2 mengenai hubungan timbal balik diperoleh tanggapan responden yang menjawab baik sebanyak 4 orang dengan

dengan presentase 73,33%, dan yang menjawab kurang baik sebanyak 0 orang dengan presentase 0%.

Maka secara keseluruhan untuk indikator penggerakan dari 2 pertanyaan yang di ajukan dapat disimpulkan bahwa responden dari pihak Staf UPT Parkir yang berpendapat baik dengan rata-rata 5 orang dengan presentase 33,33%.

Selanjutnya yang cukup baik rata-rata sebanyak 10 orang dengan persentase 66,67%. Dan yang berpendapat kurang baik memiliki rata-rata sebanyak 1 orang atau sebesar 6,67%. Dengan demikian dapat disimpulkan berada pada kategori kurang baik.

Tabel V.9 : Distribusi Penilaian Responden Juru Parkir Parkir Tentang Indikator Pengarahan pada penelitian Strategi Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Dalam Mengelola Parkir di Jalan Imam Munandar Kota

Sumber: Data Olahan Hasil Penelitian Dilapangan, 2021

Dari tabel V.9 diatas dapat diketahui untuk indikator penggerakan pada item pertanyaan mengenai komunikasi diperoleh tanggapan responden dari juru parkir yang menjawab baik sebanyak 4 orang dengan presentase 20,00%, sedangkan yang menjawab cukup baik 14 orang dengan presentase 70,00%, dan yang menjawab kurang baik 2 orang dengan presentase 10,2%.

Sedangkan item pertanyaan ke 2 mengenai hubungan timbal balik diperoleh tanggapan responden yang menjawab baik sebanyak 4 orang dengan presentase 20,00%, sedangkan yang menjawab cukup baik 14 orang dengan presentase 70,00%, dan yang menjawab kurang baik 2 orang dengan presentase 10,2%.

Maka secara keseluruhan untuk indikator penggerakan dari 2 pertanyaan yang di ajukan dapat disimpulkan bahwa responden dari Juru Parkir yang berpendapat baik dengan rata-rata 4 orang dengan presentase 20,00%. Selanjutnya yang cukup baik rata-rata sebanyak 14 orang dengan persentase 70,00%. Dan yang berpendapat kurang baik memiliki rata-rata sebanyak 2 orang atau sebesar 10,00%. Dengan demikian dapat disimpulkan berada pada kategori kurang baik.

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Bapak Khairunas selaku kepala UPT Perpakiran Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru menyatakan bahwa :

“Komunikasi dalam pelaksanaan Pengelolaan Parkir di Kota Pekanbaru sangat penting agar tidak terjadinya salah penyampaian informasi.

Dengan adanya proses komunikasi yang efektif antara UPT beserta pihak terkait maka akan membantu dalam pencapaian tujuan serta Hubungan timbal balik dalam pengelolaan parkir di Kota Pekanbaru UPT memberikan laporan kegiatan kepada dinas terkait kemudian antara UPT dan pihak-pihak yang lain saling berkoordinasi satu sama lain

(Wawancara dengan kepala UPT Perpakiran tanggal 14 Desember 2020)

Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan dilapangan terlihat bahwa manajemen penataan parkir di Kota Pekanbaru penggerakan atau pengarahan (actuating) belum dilaksanakan dengan maksimal, hal ini dikarenakan aspek terkait yaitu koordinasi antara pihak terkait masih kurang serius dilakukan.

Penggerakan atau pegarahan tidak jauh berbeda dengan pengorganisasian, jika

pengorganisasian mengatur kelompok, orang dan alat, namun jika penggerakan dan pengarahan lebih kepada motif kerja kepada bawahan, atau bagaimana atasan menjalin hubungan kerja yang baik dengan bawahannya hal ini dapat dilakukan salah satunya dengan koordinasi. Koordinasi dalam manajemen penataan parkir di Kota Pekanbaru yaitu diantaranya: koordinasi kepala dinas dengan kepala UPT, koordinasi kepala UPT dengan Koordinator wilayah parkir, Koordinasi koordinator wilayah parkir dengan juru parkir, Koordinasi juru parkir dengan pengelola parkir informal. Koordinasi kepala dinas dengan kepala UPT hanya sekedar pemberian tugas dan wewenang dan tanggungjawab, sedangkan koordinasi Kepala UPT dengan Koordinator parkir juga hanya terkait penyerahan setoran, tugas, wewenang dan tanggung jawab, Koordinasi koordinator wilayah parkir dengan juru parkir hanya terkait penagihan setoran dari juru parkir, dan yang terakhir adalah koordinasi antara juru parkir dan pengelola parkir informal juga sama terkait penyetoran.

Dalam hirarki seharusnya tidak ada yang dinamakan pengelola parkir informal atau penguasa lahan, karena semuanya harusnya dikelola oleh pemerintah daerah sehingga seharusnya tidak ada yang dinamakan penguasa lahan atau preman. Hal-hal di atas adalah alasan mengenai belum maksimalnya penggerakan atau pengarahan atau actuating dilakukan.

4. Pengawasan

Pengawasan merupakansemua aktivitas yang dilaksanakan oleh pihak manajer atau pemimpin dalam upayanya memastikan bahwa hasil aktual sesuai dengan hasil yang direncanakan. Pengawasan dimaksudkan disini yaitu

proses pemantauan yang dilakukan oleh pegawai Dinas Perhubungan.

Pengawasan dalam pelaksanaan pengelolaan parkir merupakan hal yang sangat penting.Tak dapat dipungkiri bahwa pengawasan memegang peranan penting sebagai upaya dalam meminimalisir ketimpangan-ketimpangan dalam pengelolaan parkir agar optimal pemungutan retribusinya. Pengawasan merupakan proses pemantauan yang dilakukan sebagai langkah untuk mengetahui apakah kegiatan pelaksanaan di lapangan sudah sesuai dengan ketentuan. Dengan pengawasan yang baik maka ketimpangan-ketimpangan yang dapat mengurangi keberhasilan pengelolaan parkir bisa diminimalisir.

Sehubungan dengan Strategi Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Dalam Mengelola Parkir di Jalan Imam Munandar Kota Pekanbaru. Di lihat dari indikator pengawasan, dapat di lihat pada tabel di bawah ini:

Tabel V.10: Distribusi Penilaian Responden Staf UPT Parkir Tentang Indikator Pengawasan pada penelitian Strategi Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Dalam Mengelola Parkir di Jalan Imam Munandar Kota

Sumber: Data Olahan Hasil Penelitian Dilapangan, 2021

Dari tabel V.10 diatas dapat diketahui untuk indikator pengawasan pada item pertanyaan mengenai pemberian sanksi diperoleh tanggapan responden dari Staf UPT Parkir yang menjawab baik sebanyak 2 orang dengan presentase 13,33%, sedangkan yang menjawab cukup baik 12 orang dengan presentase 80,00%, dan yang menjawab kurang baik 1 orang dengan presentase 6,67%.

Pada item pertanyaan ke 2 mengenai bentuk pengawasan diperoleh tanggapan responden yang menjawab baik sebanyak 4 orang dengan presentase 26,67%, sedangkan yang menjawab cukup baik sebanyak 9 orang dengan presentase 60,00%, dan yang menjawab kurang baik sebanyak 2 orang dengan presentase 13,33%.

Sedangkan pada item pertanyaan ke 3 mengenai hasil dari pengawasan diperoleh tanggapan responden yang menjawab baik sebanyak 2 orang dengan presentase 13,33%. Sedangkan yang menjawab cukup baik sebanyak 12 orang dengan presentase 80,00%, dan yang menjawab kurang baik sebanyak 1 dengan presentase 6,67%.

Maka secara keseluruhan untuk indikator pengawasan dari 3 pertanyaan yang di ajukan dapat disimpulkan bahwa responden dari Staf UPT Parkir yang berpendapat baik dengan rata-rata 3 orang dengan presentase 20,00%. Selanjutnya yang cukup baik rata-rata sebanyak 11 orang dengan persentase 73,33%. Dan yang berpendapat kurang baik memiliki rata-rata sebanyak 1 orang atau sebesar 6,67%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa indikator pengawasan berada pada kategori kurang baik.

Tabel V.11: Distribusi Penilaian Responden Juru Parkir Tentang Indikator Pengawasan pada penelitian Strategi Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru Dalam Mengelola Parkir di Jalan Imam Munandar Kota

Sumber: Data Olahan Hasil Penelitian Dilapangan, 2021

Dari tabel V.11 diatas dapat diketahui untuk indikator pengawasan pada item pertanyaan mengenai pemberian sanksi diperoleh tanggapan responden dari Juru Parkir yang menjawab baik sebanyak 3 orang dengan presentase 15,00%, sedangkan yang menjawab cukup baik 14 orang dengan presentase 70,00%, dan yang menjawab kurang baik 3 orang dengan presentase 15,00%.

Pada item pertanyaan ke 2 mengenai bentuk pengawasan diperoleh tanggapan responden yang menjawab baik sebanyak 2 orang dengan presentase 10,00%, sedangkan yang menjawab cukup baik sebanyak 10 orang dengan presentase 50,00%, dan yang menjawab kurang baik sebanyak 8 orang dengan presentase 40,00%.

Sedangkan pada item pertanyaan ke 3 mengenai hasil dari pengawasan diperoleh tanggapan responden yang menjawab baik sebanyak 4 orang dengan presentase 20,00%. Sedangkan yang menjawab cukup baik sebanyak 10 orang

dengan presentase 50,00%, dan yang menjawab kurang baik sebanyak 6 dengan presentase 30,00%.

Maka secara keseluruhan untuk indikator pengawasan dari 3 pertanyaan yang di ajukan dapat disimpulkan bahwa responden dari Juru Parkir yang berpendapat baik dengan rata-rata 3 orang dengan presentase 15,00%. Selanjutnya yang cukup baik rata-rata sebanyak 11 orang dengan persentase 55,00%. Dan yang berpendapat kurang baik memiliki rata-rata sebanyak 6 orang atau sebesar 30,00%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa indikator pengawasan berada pada kategori kurang baik.

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Bapak Khairunas selaku kepala UPT Perpakiran Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru menyatakan bahwa :

“Pengawasan pengelolaan perpakiran, UPT perparkiran melakukan pelaksanaan pengawasan perparkiran di Kecamatan Bukit Raya dengan dilakukan razia pada jangka waktu tertentu melalui tim gabungan yang dibentuk secara langsung kelapangan. Adapun objek pengawasannya meliputi petugas-petugas parkir dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya”

Selanjutnya mengenai sanksi yang dari pihak yang melanggar, kepala UPT Perpakiran juga menjelaskan :

“Upaya pembinaanterhadap penyimpangan yang terjadi untuk memperbaiki penyimpangan yang terjadi, baik yang dilakukan oleh koordinator maupun juru parkir adalah berupa sanksi. Sanksi ini diberikan langsung oleh Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru dengan tujuan agar tidak ada lagi kesalahan yang sama dilakukan. Dimana sanksi yang diberikan apabila Koordinator parkir ini melakukan kesalahan dan akan dikenakan berupa teguran dan pemberhentian. Apabila tidak menyanggupi kenaikan target yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Pekanbaru, tidak bisa mengatasi semua permasalahan dilapangan yang menjadi tanggung jawab koordinator parkir, tidak melaksanakan dan mematuhi semua ketentuan dalam kontrak kerja sama, Sanksi bagi petugas/ juru parkir yang melanggar adalah berupa teguran partama,diberikan secara langsung dilapangan,melakukan pencatatan

apabila kembali terjadi, danselanjutnyadiberhentikan secara sepihak”

(Wawancara dengan kepala UPT Perpakiran tanggal 14 Desember 2020) Temuan penelitian menggambarkan memang valuasi kinerja dilakukan oleh pihak Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru.Pengawasan dilakukan dengan cara berkelilingnya koordinator ke tempat-tempat parkir. Namun terkait sanksi dalam manajemen penataan parkir di Kota Pekanbaru ternyata tidak adanya sanksi yang tegas. Selian itu dalam manajemen penataan parkir di Kota Pekanbaru belum ada alternif solusi yang mampu mengatasi masalah yang ada. Sedangkan masalah lain seperti, keluhan pengguna parkir, pengupahan, rekrutment, dan penguasa lahan belum ada solusi yang mengatasi masalah tersebut.

Setelah dihitung hasil dari tanggapan responden yang berdasarkan

Setelah dihitung hasil dari tanggapan responden yang berdasarkan

Dokumen terkait