• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan

Penelitian pendahuluan dilakukan dengan cara mencari informasi pada beberapa orang mahasiswa mengenai faktor-faktor yang diperhatikan dari sebuah warnet. Informasi yang terkumpul kemudian diseleksi untuk menjadi atribut-atribut yang digunakan untuk merancang suatu konsep warnet (Lampiran 1). Langkah selanjutnya setelah atribut-atribut didapatkan adalah merancang konsep warnet dengan menggunakan perangkat lunak SMRT. Pada langkah ini digunakan metode

complete enumeration yang tersedia pada perangkat lunak SMRT untuk merancang konsep produk. Dengan metode ini didapat jumlah task sebanyak 5, produk per task

sebanyak 4 dan versi sebanyak 4.

Langkah selanjutnya adalah menyusun kuesioner. Kuesioner ini terdiri atas pertanyaan tentang profil responden, karakteristik penggunaan warnet dan pertanyaan khusus untuk percobaan konjoin (Lampiran 2) beserta kartu bantu untuk pertanyaan percobaan konjoin (Lampiran 3).

Profil Responden

Profil responden berdasarkan tingkat didomonasi oleh responden tingkat 4 sebanyak 85% dan sisanya diisi oleh responden tingkat 3 sebanyak 15%. Berdasarkan jenis kelamin, jumlah responden laki-laki dengan perempuan relatif berimbang yaitu laki-laki sebanyak 51% dan perempuan sebanyak 49%. Berdasarkan waktu terakhir kali ke warnet, sebagian besar responden (69%) menjawab terakhir kali ke warnet berkisar 4 minggu yang lalu.

Berdasarkan fakultas, responden paling banyak dari fakultas MIPA yaitu sebanyak 21.5%. Dari status tempat tinggal sebagian besar responden menempati tempat kost (70%), asrama IPB (1%), dengan orang tua (25%) dan selain kategori diatas (4%). Responden yang bertempat tinggal di tempat kost sebagian besar berlokasi di bateng (24.1%).

Dari segi pemakaian warnet, dalam jangka waktu sebulan sebagian besar responden memakai warnet < 7 hari (66%) dengan pengeluaran rata-rata per bulan untuk warnet paling banyak berkisar antara Rp. 10.000 – Rp. 25.000. Untuk lama pemakaian per hari sebagian besar responden memakai selama 2 jam per hari. Sebagian besar responden menjawab tujuan utama memakai warnet adalah untuk keperluan akademik (59%) (Lampiran 4).

Analisis Data

Hasil analisis dengan metode Count

memberi informasi level atribut yang paling sering terpilih dan secara tidak langsung memberi informasi bahwa level yang paling sering terpilih adalah level yang disukai oleh responden. Disukai dalam hal ini relatif terhadap level dari atribut yang sama. Misalnya dari atribut tarif, proporsi terpilihnya tarif Rp. 2,000 lebih tinggi daripada proporsi terpilihnya tarif Rp. 2,500, berarti tarif Rp.2,000 lebih disukai dibandingkan tarif Rp. 2,500 (Tabel 1).

Tabel 1. Analisis dengan metode Count

Level Jumlah Muncul Jumlah Terpilih Skor T2000 400 140 0,350 T2500 400 124 0,310 T3000 400 77 0,193 T3500 400 59 0,148 Bara 320 122 0,381 Bateng 320 84 0,263 Balio 320 48 0,150 Balebak 320 44 0,138 Dalam kampus 320 102 0,319 AC 880 249 0,283 Sekat 860 237 0,276 Toilet 820 201 0,245 Musholla 900 241 0,268 Headphone 920 227 0,247 Webcam 920 271 0,295 Printer 900 216 0,240 Antivirus 900 251 0,279 Musicplayer 920 234 0,254 Games 920 233 0,253 Diskon member 560 146 0,261 Diskon malam 520 123 0,237 Minuman gratis 520 131 0,252

di lingkungan kampus IPB Darmaga dengan metode purpossive sampling.

Metode

Tahapan yang terlibat di dalam penelitan ini meliputi:

a) Penelitian pendahuluan.

b) Menetapkan atribut-atribut penting penyusun konsep produk yang akan dievaluasi.

c) Merancang kombinasi atribut yang akan membentuk konsep produk.

d) Merancang kuesioner. e) Melakukan pengumpulan data. f) Analisis data.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Perancangan

Penelitian pendahuluan dilakukan dengan cara mencari informasi pada beberapa orang mahasiswa mengenai faktor-faktor yang diperhatikan dari sebuah warnet. Informasi yang terkumpul kemudian diseleksi untuk menjadi atribut-atribut yang digunakan untuk merancang suatu konsep warnet (Lampiran 1). Langkah selanjutnya setelah atribut-atribut didapatkan adalah merancang konsep warnet dengan menggunakan perangkat lunak SMRT. Pada langkah ini digunakan metode

complete enumeration yang tersedia pada perangkat lunak SMRT untuk merancang konsep produk. Dengan metode ini didapat jumlah task sebanyak 5, produk per task

sebanyak 4 dan versi sebanyak 4.

Langkah selanjutnya adalah menyusun kuesioner. Kuesioner ini terdiri atas pertanyaan tentang profil responden, karakteristik penggunaan warnet dan pertanyaan khusus untuk percobaan konjoin (Lampiran 2) beserta kartu bantu untuk pertanyaan percobaan konjoin (Lampiran 3).

Profil Responden

Profil responden berdasarkan tingkat didomonasi oleh responden tingkat 4 sebanyak 85% dan sisanya diisi oleh responden tingkat 3 sebanyak 15%. Berdasarkan jenis kelamin, jumlah responden laki-laki dengan perempuan relatif berimbang yaitu laki-laki sebanyak 51% dan perempuan sebanyak 49%. Berdasarkan waktu terakhir kali ke warnet, sebagian besar responden (69%) menjawab terakhir kali ke warnet berkisar 4 minggu yang lalu.

Berdasarkan fakultas, responden paling banyak dari fakultas MIPA yaitu sebanyak 21.5%. Dari status tempat tinggal sebagian besar responden menempati tempat kost (70%), asrama IPB (1%), dengan orang tua (25%) dan selain kategori diatas (4%). Responden yang bertempat tinggal di tempat kost sebagian besar berlokasi di bateng (24.1%).

Dari segi pemakaian warnet, dalam jangka waktu sebulan sebagian besar responden memakai warnet < 7 hari (66%) dengan pengeluaran rata-rata per bulan untuk warnet paling banyak berkisar antara Rp. 10.000 – Rp. 25.000. Untuk lama pemakaian per hari sebagian besar responden memakai selama 2 jam per hari. Sebagian besar responden menjawab tujuan utama memakai warnet adalah untuk keperluan akademik (59%) (Lampiran 4).

Analisis Data

Hasil analisis dengan metode Count

memberi informasi level atribut yang paling sering terpilih dan secara tidak langsung memberi informasi bahwa level yang paling sering terpilih adalah level yang disukai oleh responden. Disukai dalam hal ini relatif terhadap level dari atribut yang sama. Misalnya dari atribut tarif, proporsi terpilihnya tarif Rp. 2,000 lebih tinggi daripada proporsi terpilihnya tarif Rp. 2,500, berarti tarif Rp.2,000 lebih disukai dibandingkan tarif Rp. 2,500 (Tabel 1).

Tabel 1. Analisis dengan metode Count

Level Jumlah Muncul Jumlah Terpilih Skor T2000 400 140 0,350 T2500 400 124 0,310 T3000 400 77 0,193 T3500 400 59 0,148 Bara 320 122 0,381 Bateng 320 84 0,263 Balio 320 48 0,150 Balebak 320 44 0,138 Dalam kampus 320 102 0,319 AC 880 249 0,283 Sekat 860 237 0,276 Toilet 820 201 0,245 Musholla 900 241 0,268 Headphone 920 227 0,247 Webcam 920 271 0,295 Printer 900 216 0,240 Antivirus 900 251 0,279 Musicplayer 920 234 0,254 Games 920 233 0,253 Diskon member 560 146 0,261 Diskon malam 520 123 0,237 Minuman gratis 520 131 0,252

Hasil analisis dengan regresi logistik menghasilkan model dengan kemampuan untuk memprediksi terpilihnya konsep warnet oleh responden sebesar 71.2%, yang berarti model ini dapat menjelaskan sekitar 71.2% dari kejadian terpilihnya suatu konsep warnet (Tabel 2).

Pendugaan parameter dengan

menggunakan model lengkap menghasilkan nilai statistik uji G pada model sebesar 281.462 dengan nilai-p < 0.01 yang berarti paling sedikit ada satu i yang tidak sama dengan nol. Pada model lengkap ini, dengan menggunakan uji Wald, diperoleh kesimpulan bahwa level tarif Rp. 3,000, lokasi di Bateng,

headphone, printer, music player, games, diskon untuk member dan diskon untuk pemakaian di atas jam 10 malam tidak nyata pada taraf uji 10% (Tabel 3).

Tabel 2. Klasifikasi Kecocokan Model Lengkap Prediksi Respon Observasi 0 1 % benar 0 416 174 70.5 Respon 1 175 432 71.2 Keseluruhan % 70.8 keterangan :

1 = konsep warnet dipilih 0 = konsep warnet tidak dipilih

Tabel 3. Pendugaan Parameter Model Lengkap

Level Wald df Sig T2000 0.931 56.752 1 0.000 T2500 0.671 27.536 1 0.000 T3000 0.100 0.564 1 0.452 Bara 0.245 2.914 1 0.088 Bateng -0.082 0.321 1 0.571 Balio -0.908 30.539 1 0.000 Balebak -0.739 22.643 1 0.000 AC 0.506 18.959 1 0.000 Sekat 0.242 4.982 1 0.026 Toilet 0.192 2.903 1 0.088 Musholla 0.292 8.048 1 0.005 Headphone 0.120 1.267 1 0.260 Webcam 0.359 12.663 1 0.000 Printer 0.141 1.793 1 0.181 Antivirus 0.226 4.336 1 0.037 Musicplayer 0.121 1.083 1 0.298 Games 0.123 1.002 1 0.317 Diskon member 0.092 0.701 1 0.402 Diskon malam -0.014 0.015 1 0.903

Selanjutnya dilakukan pemilihan parameter terbaik dengan menggunakan metode enter yang terdapat pada program SPSS 13.

Level dari atribut yang tidak nyata pada taraf uji 10% dikeluarkan lalu level-level yang

tersisa diregresikan kembali dengan peubah respon. Langkah ini dilakukan sampai didapat level-level yang berpengaruh nyata terhadap peubah respon.

Pendugaan parameter dengan

menggunakan model reduksi menghasilkan nilai statistik uji G pada model sebesar 268.950 dengan nilai-p < 0.01 yang berarti paling sedikit ada satu i yang tidak sama dengan nol. Kemampuan prediksi model reduksi terhadap terpilihnya suatu konsep warnet masih cukup baik yaitu sebesar 68.9%. Dapat diartikan bahwa model terakhir ini dapat menjelaskan sekitar 68.9% dari kejadian terpilihnya suatu konsep warnet (Tabel 4). Proses terakhir dari pendugaan parameter menghasilkan level dari atribut yang berpengaruh nyata pada taraf 10% (Tabel 5). Tabel 4. Klasifikasi Kecocokan Model

Reduksi Prediksi Respon Observasi 0 1 % benar 0 419 171 71.0 Respon 1 189 418 68.9 Keseluruhan % 69.9 keterangan :

1 = konsep warnet dipilih 0 = konsep warnet tidak dipilih

Tabel 5. Pendugaan Parameter Model Reduksi

Level Wald Df Sig T2000 0.831 69.180 1 0.000 T2500 0.615 38.868 1 0.000 Bara 0.272 6.512 1 0.011 Balio -0.821 41.588 1 0.000 Balebak -0.684 27.745 1 0.000 AC 0.464 23.313 1 0.000 Sekat 0.193 3.963 1 0.047 Musholla 0.308 10.936 1 0.001 Webcam 0.342 13.352 1 0.000 Antivirus 0.194 4.210 1 0.040

Hasil analisis, dengan metode Count

maupun dengan regresi logistik, di atas digunakan untuk menentukan konsep warnet yang paling disukai oleh responden. Total nilai kegunaan masing-masing konsep warnet didapatkan dengan menjumlahkan koefisien dari level-level yang muncul pada konsep-konsep warnet. Konsep warnet yang memiliki total nilai kegunaan paling besar yang dihasilkan oleh metode Count maupun regresi logistik adalah konsep warnet ke-2 pada versi ke-4 dan task ke-4 (Lampiran 5). Karakteristik konsep warnet tersebut adalah tarif Rp. 2,000, berlokasi di Bara, memiliki semua fasilitas

(AC, sekat antar komputer, toilet dan musholla), memiliki perangkat keras tambahan headphone dan webcam, memiliki semua perangkat lunak tambahan (antivirus,

musicplayer dan games) dan menyediakan air putih gratis.

Interpretasi Nilai Wi dan Rasio Odds

Atribut yang dianggap paling penting oleh responden adalah atribut lokasi dengan nilai kepentingan relatif sebesar 69.22%. Lokasi yang paling disukai adalah Bara karena memiliki rasio odds paling besar diantara pilihan lokasi yang ada yaitu sebesar 1.312. Nilai tersebut berarti warnet yang berlokasi di Bara akan memiliki kemungkinan dipilih lebih besar dibandingkan lokasi yang lain. Hal ini didukung dengan fakta bahwa Bara merupakan pusat keramaian di lingkungan kampus Darmaga dan terletak paling dekat dengan kampus sehingga menyebabkan Bara memiliki akses yang mudah untuk dijangkau setelah beraktifitas di kampus dan akses yang mudah ke tempat-tempat perbelanjaan, makanan, fotocopy, dll.

Tabel 6. Nilai Wi dan Rasio Odds

Atribut Level Wi Rasio Odds T2000 2.295 Tarif T2500 13.67% 1.849 Bara 1.312 Balio 0.440 Lokasi Balebak 69.22% 0.505 AC 1.590 Sekat 1.213 Fasilitas Musholla 17.11% 1.360 Kelengkapan Komputer Webcam 0% 1.408 Kelengkapan Program Antivirus 0% 1.214

Atribut fasilitas memiliki nilai kepentingan relatif sebesar 17.11%. Fasilitas AC memiliki rasio odds terbesar yaitu 1.590 yang berarti responden lebih mengutamakan adanya AC dibandingkan fasilitas yang lain dalam memilih suatu warnet.

Atribut tarif memiliki nilai kepentingan relatif sebesar 13.67%. Rasio odds terbesar dimiliki oleh level tarif Rp. 2,000 yaitu 2.295 yang berarti kemungkinan responden memilih warnet yang menetapkan tarif Rp. 2,000 lebih besar dibandingkan warnet yang menetapkan tarif Rp. 2,500 yang memiliki rasio odds sebesar 1.849. Dengan kata lain responden lebih memilih harga yang paling murah.

Atribut kelengkapan komputer dan kelengkapan program memiliki nilai

kepentingan relatif sebesar 0%. Hal ini berarti atribut-atribut ini dianggap tidak begitu penting oleh responden relatif terhadap atribut-atribut yang lain.

SIMPULAN

Konsep warnet yang paling disukai oleh responden adalah konsep warnet dengan total nilai kegunaan paling besar. Hasil analisis memberikan informasi bahwa dari semua konsep warnet yang terbentuk didapat konsep warnet yang memiliki total nilai kegunaan paling besar yaitu konsep dengan tarif Rp. 2,000, berlokasi di Bara, memiliki semua fasilitas (AC, sekat antar komputer, toilet dan musholla), memiliki perangkat keras tambahan headphone dan webcam, memiliki semua perangkat lunak tambahan (antivirus,

musicplayer dan games) dan menyediakan minuman gratis berupa air putih.

Penerapan metode CBC mudah diterapkan dengan bantuan software yang ada.

Software digunakan untuk perancangan konsep produk dan analisis data.

DAFTAR PUSTAKA

Angraini, Y. 2006. Penentuan Rancangan

Optimum pada Choice Based Conjoint. Tesis. Sekolah Pascasarjana, IPB. Bogor. Anonim. 2002. Choice Based Conjoint (CBC)

Technical Paper.

www.sawtoothsoftware.com. [13 April 2003].

Cochran, W.G. 1977. Sampling Techniques.

Third Edition. New York: Wiley.

Hosmer, D.W. Jr. and Lemeshow, S. 1989.

Applied Logistic Regression. New York: John Wiley & Sons.

Malhotra, N.K. 2004. Marketing Research an Applied Orientation. United States of America: Pearson Education International. Orme, B. 2004. Conjoint Analysis : Thirty-Something and Counting. www.sawtoothsoftware.com.

[8 September 2004].

Suharjo, B. 2007. Analisis Konjoin Untuk

Pengembangan Produk.

www.stttelkom.ac.id. [29 September 2007].

(AC, sekat antar komputer, toilet dan musholla), memiliki perangkat keras tambahan headphone dan webcam, memiliki semua perangkat lunak tambahan (antivirus,

musicplayer dan games) dan menyediakan air putih gratis.

Interpretasi Nilai Wi dan Rasio Odds

Atribut yang dianggap paling penting oleh responden adalah atribut lokasi dengan nilai kepentingan relatif sebesar 69.22%. Lokasi yang paling disukai adalah Bara karena memiliki rasio odds paling besar diantara pilihan lokasi yang ada yaitu sebesar 1.312. Nilai tersebut berarti warnet yang berlokasi di Bara akan memiliki kemungkinan dipilih lebih besar dibandingkan lokasi yang lain. Hal ini didukung dengan fakta bahwa Bara merupakan pusat keramaian di lingkungan kampus Darmaga dan terletak paling dekat dengan kampus sehingga menyebabkan Bara memiliki akses yang mudah untuk dijangkau setelah beraktifitas di kampus dan akses yang mudah ke tempat-tempat perbelanjaan, makanan, fotocopy, dll.

Tabel 6. Nilai Wi dan Rasio Odds

Atribut Level Wi Rasio Odds T2000 2.295 Tarif T2500 13.67% 1.849 Bara 1.312 Balio 0.440 Lokasi Balebak 69.22% 0.505 AC 1.590 Sekat 1.213 Fasilitas Musholla 17.11% 1.360 Kelengkapan Komputer Webcam 0% 1.408 Kelengkapan Program Antivirus 0% 1.214

Atribut fasilitas memiliki nilai kepentingan relatif sebesar 17.11%. Fasilitas AC memiliki rasio odds terbesar yaitu 1.590 yang berarti responden lebih mengutamakan adanya AC dibandingkan fasilitas yang lain dalam memilih suatu warnet.

Atribut tarif memiliki nilai kepentingan relatif sebesar 13.67%. Rasio odds terbesar dimiliki oleh level tarif Rp. 2,000 yaitu 2.295 yang berarti kemungkinan responden memilih warnet yang menetapkan tarif Rp. 2,000 lebih besar dibandingkan warnet yang menetapkan tarif Rp. 2,500 yang memiliki rasio odds sebesar 1.849. Dengan kata lain responden lebih memilih harga yang paling murah.

Atribut kelengkapan komputer dan kelengkapan program memiliki nilai

kepentingan relatif sebesar 0%. Hal ini berarti atribut-atribut ini dianggap tidak begitu penting oleh responden relatif terhadap atribut-atribut yang lain.

SIMPULAN

Konsep warnet yang paling disukai oleh responden adalah konsep warnet dengan total nilai kegunaan paling besar. Hasil analisis memberikan informasi bahwa dari semua konsep warnet yang terbentuk didapat konsep warnet yang memiliki total nilai kegunaan paling besar yaitu konsep dengan tarif Rp. 2,000, berlokasi di Bara, memiliki semua fasilitas (AC, sekat antar komputer, toilet dan musholla), memiliki perangkat keras tambahan headphone dan webcam, memiliki semua perangkat lunak tambahan (antivirus,

musicplayer dan games) dan menyediakan minuman gratis berupa air putih.

Penerapan metode CBC mudah diterapkan dengan bantuan software yang ada.

Software digunakan untuk perancangan konsep produk dan analisis data.

DAFTAR PUSTAKA

Angraini, Y. 2006. Penentuan Rancangan

Optimum pada Choice Based Conjoint. Tesis. Sekolah Pascasarjana, IPB. Bogor. Anonim. 2002. Choice Based Conjoint (CBC)

Technical Paper.

www.sawtoothsoftware.com. [13 April 2003].

Cochran, W.G. 1977. Sampling Techniques.

Third Edition. New York: Wiley.

Hosmer, D.W. Jr. and Lemeshow, S. 1989.

Applied Logistic Regression. New York: John Wiley & Sons.

Malhotra, N.K. 2004. Marketing Research an Applied Orientation. United States of America: Pearson Education International. Orme, B. 2004. Conjoint Analysis : Thirty-Something and Counting. www.sawtoothsoftware.com.

[8 September 2004].

Suharjo, B. 2007. Analisis Konjoin Untuk

Pengembangan Produk.

www.stttelkom.ac.id. [29 September 2007].

(AC, sekat antar komputer, toilet dan musholla), memiliki perangkat keras tambahan headphone dan webcam, memiliki semua perangkat lunak tambahan (antivirus,

musicplayer dan games) dan menyediakan air putih gratis.

Interpretasi Nilai Wi dan Rasio Odds

Atribut yang dianggap paling penting oleh responden adalah atribut lokasi dengan nilai kepentingan relatif sebesar 69.22%. Lokasi yang paling disukai adalah Bara karena memiliki rasio odds paling besar diantara pilihan lokasi yang ada yaitu sebesar 1.312. Nilai tersebut berarti warnet yang berlokasi di Bara akan memiliki kemungkinan dipilih lebih besar dibandingkan lokasi yang lain. Hal ini didukung dengan fakta bahwa Bara merupakan pusat keramaian di lingkungan kampus Darmaga dan terletak paling dekat dengan kampus sehingga menyebabkan Bara memiliki akses yang mudah untuk dijangkau setelah beraktifitas di kampus dan akses yang mudah ke tempat-tempat perbelanjaan, makanan, fotocopy, dll.

Tabel 6. Nilai Wi dan Rasio Odds

Atribut Level Wi Rasio Odds T2000 2.295 Tarif T2500 13.67% 1.849 Bara 1.312 Balio 0.440 Lokasi Balebak 69.22% 0.505 AC 1.590 Sekat 1.213 Fasilitas Musholla 17.11% 1.360 Kelengkapan Komputer Webcam 0% 1.408 Kelengkapan Program Antivirus 0% 1.214

Atribut fasilitas memiliki nilai kepentingan relatif sebesar 17.11%. Fasilitas AC memiliki rasio odds terbesar yaitu 1.590 yang berarti responden lebih mengutamakan adanya AC dibandingkan fasilitas yang lain dalam memilih suatu warnet.

Atribut tarif memiliki nilai kepentingan relatif sebesar 13.67%. Rasio odds terbesar dimiliki oleh level tarif Rp. 2,000 yaitu 2.295 yang berarti kemungkinan responden memilih warnet yang menetapkan tarif Rp. 2,000 lebih besar dibandingkan warnet yang menetapkan tarif Rp. 2,500 yang memiliki rasio odds sebesar 1.849. Dengan kata lain responden lebih memilih harga yang paling murah.

Atribut kelengkapan komputer dan kelengkapan program memiliki nilai

kepentingan relatif sebesar 0%. Hal ini berarti atribut-atribut ini dianggap tidak begitu penting oleh responden relatif terhadap atribut-atribut yang lain.

SIMPULAN

Konsep warnet yang paling disukai oleh responden adalah konsep warnet dengan total nilai kegunaan paling besar. Hasil analisis memberikan informasi bahwa dari semua konsep warnet yang terbentuk didapat konsep warnet yang memiliki total nilai kegunaan paling besar yaitu konsep dengan tarif Rp. 2,000, berlokasi di Bara, memiliki semua fasilitas (AC, sekat antar komputer, toilet dan musholla), memiliki perangkat keras tambahan headphone dan webcam, memiliki semua perangkat lunak tambahan (antivirus,

musicplayer dan games) dan menyediakan minuman gratis berupa air putih.

Penerapan metode CBC mudah diterapkan dengan bantuan software yang ada.

Software digunakan untuk perancangan konsep produk dan analisis data.

DAFTAR PUSTAKA

Angraini, Y. 2006. Penentuan Rancangan

Optimum pada Choice Based Conjoint. Tesis. Sekolah Pascasarjana, IPB. Bogor. Anonim. 2002. Choice Based Conjoint (CBC)

Technical Paper.

www.sawtoothsoftware.com. [13 April 2003].

Cochran, W.G. 1977. Sampling Techniques.

Third Edition. New York: Wiley.

Hosmer, D.W. Jr. and Lemeshow, S. 1989.

Applied Logistic Regression. New York: John Wiley & Sons.

Malhotra, N.K. 2004. Marketing Research an Applied Orientation. United States of America: Pearson Education International. Orme, B. 2004. Conjoint Analysis : Thirty-Something and Counting. www.sawtoothsoftware.com.

[8 September 2004].

Suharjo, B. 2007. Analisis Konjoin Untuk

Pengembangan Produk.

www.stttelkom.ac.id. [29 September 2007].

Lampiran 1. Atribut Penyusun Konsep Produk

Atribut Level

Tarif per jam 2000, 2500, 3000, 3500

Letak Bara, Bateng, Balio, Balebak, Di dalam area kampus

Fasilitas AC, Sekat, Toilet, Musholla, AC-Sekat, AC-Toilet, AC-Musholla, Sekat-Toilet, Sekat-Musholla, Toilet-Musholla, AC-Sekat-Toilet, AC-Sekat-Musholla, AC-Toilet-Musholla, Sekat-Toilet-Musholla, Semua

Kelengkapan Komputer Headphone, Webcam, Printer, Webcam, Headphone-Printer, Webcam-Headphone-Printer, Semua

Kelengkapan Program Antivirus, Musicplayer, Games, Musicplayer, Antivirus-Games, Musicplayer-Antivirus-Games, Semua

Promo Diskon 20 % untuk member, Diskon 20 % diatas jam 22.00, Minuman gratis

Lampiran 2. Kuesioner

No. Kuesioner / Versi : ………/…………

Nama Pewawancara : ……….

Nama Responden : ……….

Tanggal Wawancara : ……….

Petunjuk : Lingkari pada poin yang terpilih Screening S1. Tingkat : 01. 3 02. 4 S2. Terakhir kali ke warnet : 01. < 1 minggu yang lalu 02. 1 – 4 minggu yang lalu 03. 1 – 2 bulan yang lalu 04. > 2 bulan yang lalu ( non-user ) Profile and Usage P1. Jenis Kelamin : 01. Laki-laki 02. Perempuan P2. Fakultas : P3. Status tempat tinggal : 01. Kost 02. Asrama IPB 03. Tinggal dengan orang tua 04. Lainnya :……….( sebutkan ) P4. Letak kost atau asrama (diisi bila pada point P3 dijawab kost atau asrama) : 01. Balebak 02. Balio 03. Bateng 04. Bara 05. Perwira 06. Cibanteng 07. Lainnya :... ( sebutkan )

P5. Pengeluaran rata-rata per bulan untuk warnet tahun 2007: 01. < Rp. 10.000

02. Rp. 10.000-Rp. 25.000

03. Rp. 25.001-Rp. 50.000 04. Rp. 50.001-Rp. 100.000

05. > Rp. 100.000

P6. Pemakaian warnet dalam sebulan : 01. < 7 hari ( …jam per hari ) 02. 7 – 13 hari ( …jam per hari )

03. 14 - 19 hari ( …jam per hari ) 04. > 20 hari ( …jam per hari ) P7. Tujuan utama pemakaian warnet :

01. Berkaitan dengan tugas akademik 02. Non akademik

03. Lainnya...( sebutkan )

Conjoint Analysis (Show Card)

P8. Diantara beberapa konsep Warnet pada kartu ini, manakah konsep warnet yang paling anda sukai ?

Task Pilihan Task Pilihan

1 4

2 5

3

Terima kasih anda telah bersedia meluangkan waktu untuk berpartisipasi dalam survey ini. Kuesioner ini digunakan untuk penelitian mahasiswa S1 Departemen Statistika. Saya sangat menghargai kejujuran anda dalam menjawab kuesioner ini.

Lampiran 3. Kartu Bantu Konjoin Versi 1_Task 1

Tarif sebesar Rp.2000 per jam Berlokasi di Dalam area kampus

Tersedia Fasilitas AC, Sekat dan Musholla

Perangkat Tambahan berupa Webcam dan Printer

Program Tambahan berupa Anti virus dan Music player

Keuntungan berupa Air putih gratis

Tarif sebesar Rp.2500 per jam Berlokasi di Balebak

Tersedia Fasilitas Sekat dan Toilet

Perangkat Tambahan berupa Headphone dan Webcam

Program Tambahan berupa Music player dan Games

Keuntungan berupa Diskon 20 % jika anda menjadi member

Tarif sebesar Rp.3000 per jam Berlokasi di Balio

Tersedia Fasilitas AC, Toilet dan Musholla

Perangkat Tambahan berupa Printer

Program Tambahan berupa Antivirus

Keuntungan berupa Diskon 20 % jika menggunakan layanan warnet diatas jam 10 malam

Tarif sebesar Rp.3500 per jam Berlokasi di Bara

Tersedia Fasilitas AC

Perangkat Tambahan berupa Webcam

Program Tambahan berupa Games

Keuntungan berupa Air putih gratis

Versi 1_Task 2

Tarif sebesar Rp.2000 per jam Berlokasi di Dalam area kampus

Tersedia Fasilitas AC, Sekat dan Musholla

Perangkat Tambahan berupa Webcam dan Printer

Program Tambahan berupa Anti virus dan Music player

Keuntungan berupa Air putih gratis

Tarif sebesar Rp.2500 per jam Berlokasi di Balebak

Tersedia Fasilitas Sekat dan Toilet

Perangkat Tambahan berupa Headphone dan Webcam

Program Tambahan berupa Music player dan Games

Keuntungan berupa Diskon 20 % jika anda menjadi member

Tarif sebesar Rp.3000 per jam Berlokasi di Balio

Tersedia Fasilitas AC, Toilet dan Musholla

Perangkat Tambahan berupa Printer

Program Tambahan berupa Antivirus

Keuntungan berupa Diskon 20 % jika menggunakan layanan warnet diatas jam 10 malam

Tarif sebesar Rp.3500 per jam Berlokasi di Bara

Tersedia Fasilitas AC

Perangkat Tambahan berupa Webcam

Program Tambahan berupa Games

Keuntungan berupa Air putih gratis

Versi 1_Task 3

Tarif sebesar Rp.3500 per jam Berlokasi di Dalam area kampus

Tersedia Fasilitas Sekat dan Musholla

Perangkat Tambahan berupa Headphone dan Printer

Program Tambahan berupa Anti virus dan Music player

Keuntungan berupa Diskon 20 % jika menggunakan layanan warnet diatas jam 10 malam

Tarif sebesar Rp.2000 per jam Berlokasi di Balebak

Tersedia Fasilitas Toilet

Perangkat Tambahan berupa Headphone

Program Tambahan berupa Music player

Dokumen terkait