• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Pemeriksaan Makroskopik dan Mikroskopik

4.2.1 Hasil Pemeriksaan Makroskopik

Hasil pemeriksaan makroskopik kulit buah jeruk kesturi segar dicirikan dengan kulit buah berwarna hijau, bagian dalam berwarna putih, kulit tipis, berupa potongan-potongan kecil kulit buah; panjang kira-kira 3-4 cm, lebar 1-1,5 cm dan berbau khas. Kulit buah jeruk lemon segar dicirikan dengan kulit buah berwarna kuning, bagian dalam berwarna putih, berupa potongan-potongan kecil kulit buah; panjang kira-kira 5-6 cm, lebar 2,5-3 cm dan berbau khas. Kulit buah jeruk purut segar dicirikan dengan kulit buah berwarna hijau, bagian dalam berwarna putih, berupa potongan-potongan kecil kulit buah; panjang kira-kira 5-7 cm, lebar 1,5-2 cm dan berbau khas. Kulit buah jeruk bali segar dicirikan dengan kulit buah berwarna hijau, bagian dalam berwarna putih, berupa potongan-potongan kecil

kulit buah; panjang kira-kira 5-7 cm, lebar 1,5-2,5 cm dan berbau khas. Gambar kulit buah jeruk segar dapat dilihat pada Lampiran 2, halaman 52, 54, 56, 58. 4.2.2 Hasil Pemeriksaan Mikroskopik

Hasil pemeriksaan mikroskopik kulit buah jeruk kesturi. Pada penampang melintang kulit segar tampak kutikula, bagian sel epidermis, dibawah epidermis terdapat flavedo, rongga skizolisigen, kelenjar minyak, albedo, dan berkas pembuluh.

Hasil pemeriksaan mikroskopik kulit buah jeruk lemon. Pada penampang melintang kulit segar tampak sisik kelenjar, kutikula, bagian sel epidermis, dibawah epidermis terdapat flavedo, rongga skizolisigen, kelenjar minyak, albedo, dan berkas pembuluh.

Hasil pemeriksaan mikroskopik kulit buah jeruk purut. Pada penampang melintang kulit segar tampak kutikula, bagian sel epidermis, dibawah epidermis terdapat, flavedo, rongga skizolisigen, kelenjar minyak, albedo, dan berkas pembuluh.

Hasil pemeriksaan mikroskopik kulit buah jeruk bali. Pada penampang melintang kulit segar tampak bagian sel epidermis, dibawah epidermis terdapat flavedo, rongga skizolisigen, kelenjar minyak, albedo, dan berkas pembuluh. Hasil pemeriksaan mikroskopik penampang melintang kulit buah jeruk segar dapat dilihat pada Lampiran 3, halaman 60, 62, 64, 66.

4.3 Hasil Karakteristik Simplisia 4.3.1 Hasil Pemeriksaan Makroskopik

Hasil pemeriksaan makroskopik simplisia kulit buah jeruk kesturi kering dicirikan dengan kulit buah berwarna hijau kecoklatan, bagian dalam berwarna coklat, menggulung ke dalam, berupa potongan-potongan kecil kulit buah yang telah dikeringkan; panjang kira-kira 2-2,5 cm, lebar 1-1,5 cm dan berbau khas. Serbuk simplisia kulit buah jeruk kesturi dicirikan dengan serbuk berwarna hijau kecoklatan dan berbau khas.

Hasil pemeriksaan makroskopik simplisia kulit buah jeruk lemon kering dicirikan dengan kulit buah berwarna kuning kecoklatan, bagian dalam berwarna putih kecoklatan, berupa potongan-potongan kecil kulit buah yang telah dikeringkan; panjang kira-kira 3,5-4,5 cm, lebar 1-2 cm dan berbau khas. Serbuk simplisia kulit buah jeruk lemon dicirikan dengan serbuk berwarna kuning kecoklatan dan berbau khas.

Hasil pemeriksaan makroskopik simplisia kulit buah jeruk purut kering dicirikan dengan kulit buah berwarna hijau kecoklatan, bagian dalam berwarna putih kecoklatan, menggulung ke dalam, berupa potongan-potongan kecil kulit buah yang telah dikeringkan; panjang kira-kira 4-5 cm, lebar 1-1,5 cm dan berbau khas. Serbuk simplisia kulit buah jeruk purut dicirikan dengan serbuk berwarna hijau kecoklatan dan berbau khas.

Hasil pemeriksaan makroskopik simplisia kulit buah jeruk bali kering dicirikan dengan kulit buah berwarna hijau kecoklatan, bagian dalam berwarna putih kecoklatan, berupa potongan-potongan kecil kulit buah yang telah dikeringkan; panjang kira-kira 4-5 cm, lebar 1-2 cm dan berbau khas. Serbuk

simplisia kulit buah jeruk bali dicirikan dengan serbuk berwarna kuning kecoklatan dan berbau khas. Gambar simplisia dan serbuk simplisia kulit jeruk dapat dilihat pada Lampiran 2, halaman 53, 55, 57, 59.

4.3.2 Hasil Pemeriksaan Mikroskopik

Hasil pemeriksaan mikroskopik serbuk simplisia kulit buah jeruk kesturi warna hijau kecoklatan, terdapat epidermis, stomata tipe anomositik, fragmen rongga skizolisigen, kristal kalsium oksalat bentuk prisma dan berkas pembuluh dengan penebalan spiral. Hasil pemeriksaan mikroskopik serbuk simplisia kulit buah jeruk lemon warna kuning kecoklatan, terdapat epidermis, stomata tipe anomositik, fragmen rongga skizolisigen, kristal kalsium oksalat bentuk prisma dan berkas pembuluh dengan penebalan spiral. Hasil pemeriksaan mikroskopik serbuk simplisia kulit buah jeruk purut warna hijau kecoklatan, terdapat epidermis, stomata tipe anomositik, fragmen rongga skizolisigen, kristal kalsium oksalat bentuk prisma dan berkas pembuluh dengan penebalan spiral. Hasil pemeriksaan mikroskopik serbuk simplisia kulit buah jeruk bali warna kuning kecoklatan, terdapat epidermis, stomata tipe anomositik, fragmen rongga skizolisigen, kristal kalsium oksalat bentuk prisma dan berkas pembuluh dengan penebalan spiral. Hasil pemeriksaan mikroskopik serbuk simplisia dapat dilihat pada Lampiran 3, halaman 61, 63, 65, 67.

4.3.3 Hasil Pemeriksaan Karakterisasi Simplisia

Hasil pemeriksaan kadar air, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol, kadar abu total dan kadar abu yang tidak larut asam dapat dilihat pada Tabel 4.1 dan 4.2 berikut:

Tabel 4.1 Hasil pemeriksaan karakteristik simplisia kulit buah jeruk purut

No. Penetapan Hasil (%) Persyaratan

Karakterisasi Simplisia Menurut

MMI Jilid VI Kulit Buah Jeruk

Purut

1 Penetapan kadar air 5,99 <10%

2 Penetapan kadar sari yang larut dalam etanol

21,52 >5%

3 Penetapan kadar sari yang larut dalam air

22,33 >22%

4 Penetapan kadar abu total 7,75 <8%

5 Penetapan kadar abu yang tidak larut dalam asam

0,56 <1%

Tabel 4.2 Hasil pemeriksaan karakteristik simplisia kulit buah jeruk kesturi, lemon, dan bali

No. Penetapan Hasil (%)

Kulit Buah Jeruk Kesturi Kulit Buah Jeruk Lemon Kulit Buah Jeruk Bali

1 Penetapan kadar air 7,99 7,96 8,99

2 Penetapan kadar sari yang larut dalam etanol

10,68 17,44 16,25

3 Penetapan kadar sari yang larut dalam air

27,15 21,17 17,52

4 Penetapan kadar abu total 7,81 4,57 4,27

5 Penetapan kadar abu yang tidak larut dalam asam

0,90 0,38 0,26

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa simplisia kulit buah jeruk purut memenuhi persyaratan karakterisasi simplisia yang tertera pada Materia Medika Indonesia Jilid VI. Karakterisasi simplisia untuk simplisia kulit buah jeruk kesturi, lemon, dan bali belum tertera pada Materia Medika Indonesia

namun sebagian besar hasil yang diperoleh mendekati persyaratan karakterisasi simplisia kulit buah jeruk purut.

Penetapan kadar air dilakukan berhubungan dengan mutu simplisia agar tidak mudah ditumbuhi mikroorganisme. Kadar air simplisia kulit buah jeruk kesturi, purut, lemon, dan bali berturut-turut yaitu 7,99; 5,99; 7,96; 8,99 memenuhi persyaratan Materia Medika Indonesia yaitu tidak lebih dari 10% (Depkes RI,1995).

Penetapan kadar sari dilakukan terhadap sari larut air dan sari larut etanol. Penetapan kadar sari menyatakan jumlah zat yang tersari dalam air atau etanol (Depkes RI,1995).

Penetapan kadar abu dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa anorganik dalam simplisia misalnya Mg, Ca, Na dan K. Kadar abu tidak larut asam untuk mengetahui kadar senyawa anorganik yang tidak larut dalam asam misalnya silika (WHO, 1998).

Dokumen terkait