HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Perusahaan
4.2 HASIL PENELITIAN .1 Analisis Deskriptif .1 Analisis Deskriptif
1. Deskriptif Responden
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah daftar-daftar pernyataan (Kuesioner). Jumlah pernyataan seluruhnya 16 butir pernyataan, yakni 8 butir pernyataan untuk variabel Disiplin Kerja, 8 butir pernyataan untuk variabel Produktivitas Kerja Karyawan. Sedangkan jumlah responden penelitian sebanyak 62 orang.
a. Karateristik Berdasarkan Usia Responden
Tabel 4.1 Usia Responden
Usia Frekuensi (Orang) Persentase (%)
21-30 23 37,43
31-40 21 33,29
41-50 11 18,33
>50 7 10,95
Jumlah 62 100.00
Sumber: Pengolahan Data Kuesioner Penelitian (2013)
Tabel 4.2 menunjukkan usia responden 21-30 tahun adalah sebesar 37,43%, usia 31-40 tahun sebesar 33,29, usia 41-50 tahun adalah 18,33%, dan usia >50 tahun sebesar 10,95%. Hal ini menunjukkan bahwa persentase yang paling besar adalah 37,43% pada usia 21-30 tahun. Ini dikarenakan pada usia 21-30 tahun dianggap usia yang lebih berproduktif dan dianggap mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
b. Karakteristik Berdasarkan Jenis Kelamin responden Tabel 4.2
Jenis Kelamin Responden
Sumber: Pengolahan Data Kuesioner Penelitian (2013)
Tabel 4.2 menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin pria adalah sebanyak 55,75%, sementara responden berjenis kelamin wanita sebanyak 44,25%. Ini merupakan suatu kebijakan yang telah diterapkan oleh perusahaan. Dan laki-laki maupun wanita memiliki kesempatan yang sama dalam meningkatkan produktivitas.
Jenis Kelamin Frekuensi (Orang) Persentase (%)
Laki-laki 35 55,75
Wanita 27 44,25
c. Karakteristik Berdasarkan Pendidikan Terakhir Responden Tabel 4.3
Pendidikan Terakhir Responden
Pendidikan Frekuensi Persentase (%)
SMU 12 19,35
Diploma 13 20,96
S1 55 88,70
S2 18 29,03
Jumlah 62 100
Sumber: Pengolahan Data Kuesioner Penelitian (2013)
Tabel 4.3 menunjukkan pendidikan terakhir responden SMU adalah 19,35%, Diploma adalah sebesar 20,96%, S1 adalah sebesar 88,70%, S2 adalah sebesar 29,03%. Kondisi ini menunjukkan bahwa persentase yang paling tinggi adalah S1 dibandingkan persentase SMU, diploma dan S2. Karena pendidikan S1 merupakan pendidikan yang sesuai dengan standar yang di butuhkan pihak perusahaan, sedangkan sebagian responden yang memiliki pendidikan S2 dikarenakan mereka ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
d. Karakteristik Berdasarkan Bidang/Departemen responden Tabel 4.4
Bidang/Departemen Responden
Bidang/Departemen Jumlah (orang) Persentase(%)
Teknologi 25 40,32
Akuntansi 15 24,19
SDM 6 9,68
Umum 7 11,29
Perencanaan dan Pengkajian 9 14,52
Jumlah 62 100
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa 40,32% responden berasal dari departemen Teknologi, 24,19% berasal dari departemen akuntansi, 9,68% berasal dari departemen SDM, 11,29 berasal dari departemen Umum, 14,52% berasal dari departemen perencanaan dan pengkajian.
2. Tanggapan Responden terhadap Variabel Penelitian
Hasil pengolahan data primer yang merupakan deskriptif dari penelitian berdasarkan pernyataan-pernyataan yang terdapat dalam kuesioner dapat dijelaskan pada tebel berikut:
a. Disiplin Kerja Tabel 4.5 Disiplin Kerja Butir Frekuensi SS % S % KS % TS % STS % 1 15 24,20 43 69,35 4 6,45 0 0 0 0 2 8 12,92 51 82,25 3 4,83 0 0 0 0 3 31 50,01 29 46,77 2 3,22 0 0 0 0 4 8 12,91 54 87,09 0 0 0 0 0 0 5 27 43,45 34 54,94 1 1,61 0 0 0 0 6 30 48,39 25 40,32 7 11,29 0 0 0 0
7 28 45,17 33 53,22 1 1,61 0 0 0 0
8 31 54,85 23 37,09 5 8,06 0 0 0 0
Sumber: Pengolahan Data Kuesioner Penelitian (2013)
Hasil jawaban kuesioner yang diperoleh dari 62 orang reaponden untuk variabel disiplin kerja pada Tabel 4.5 yaitu:
1. Dapat hadir sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Responden yang menjawab sangat setuju 24,20%, menjawab setuju 69,35%, menjawab kurang setuju 6,45%. Responden yang menjawab kurang setuju di karenakan mereka selalu hadir pada hari kerja akan tetapi kurang tepat waktu.
2. Kehadiran sangat penting dalam penegakan disiplin. Responden yang menjawab sangat setuju 12,92%, menjawab setuju 82,25%, dan yang menjawab kurang setuju 4,83%. Sejumlah responden yang menjawab kurang setuju karena mereka menganggap dalam penegakan disiplin bukan hanya dilihat dari kehadiran, tetapi juga dari hal lain seperti datang dan pulang kerja tepat pada waktu yang telah ditetapkan.
3. Peraturan yang ditetapkan perusahaan ditaati oleh karyawan. Responden yang menjawab sangat setuju adalah sebesar 50,01%, menjawab setuju 46,77% dan yang menjawab kurang setuju 3,22%. Responden yang menjawab kurang setuju karena mereka tidak dapat mentaati peraturan yang telah dibuat oleh perusahaan.
4. Melaksanakan pekerjaan sesuai interuksi yang diberikan atasan. Responden yang menjawab sangat setuju sebesar 12,91%, dan yang menjawab setuju sebesar 87,09%. Sebagian responden menjawab setuju dikarenakan mereka mampu melaksanakan pekerjaan yang diberikan atasan.
5. Tidak menerima tawaran pekerjaan dari perusahaan lain walaupun gaji lebih tinggi. Responden yang menjawab sangat setuju adalah 43,45%, menjawab setuju 54,94% dan yang menjawab kurang setuju 1,61%. Dan responden yang menjawab kurang setuju dikarenakan mereka ingin mendapatkan pengalaman yang baru karena sudah terlalu lama mengabdi pada perusahaan tersebut. 6. Apabila ada pekerjaan tambahan dapat dikerjakan tepat waktu. Responden
yang menjawab sangat setuju 48,39%, menjawab setuju 40,32% dan yang menjawab kurang setuju sebesar 11,29%. Responden yang menjawab kurang setuju dikarenakan pekerjaan yang terlalu banyak yang tidak sebanding dengan waktu yang diberikan.
7. Membantu rekan kerja apabila dibutuhkan. Responden yang menjawab sangat setuju sebesar 45,17%, menjawab setuju 53,22% dan yang menjawab kurang setuju 1,61%. Responden yang menjawab kurang setuju karena mereka lebih suka focus kepada pekerjaan mereka sendiri dan menganggap bahwa pekerjaan mereka sendiri sudah menghabiskan waktu kerja mereka sehingga sulit untuk meluangkan waktu dalam membantu rekan kerja.
8. Bekerja sesuai dengan waktu yang ditentukan. Responden yang menjawab sangat setuju sebesar 54,85%, yang menjawab setuju sebesar 37,09%, dan
yang menjawab kurang setuju sebesar 8,06%. Adapun responden yang menjawab kurang setuju dikarenakan mereka tidak memeliki kemampuan dan keterampilan sehingga mereka tidak dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
B. Produktivitas Kerja Karyawan
Tabel 4.6
Produktivitas Kerja Karyawan
Butir Frekuensi SS % S % KS % TS % STS % 1 32 51,62 30,61 48,38 0 0 0 0 0 0 2 33 53,23 25 40,32 4 6,45 0 0 0 0 3 31 50,01 29 46,77 2 3,22 0 0 0 0 4 11 17,75 49 79,03 2 3,22 0 0 0 0 5 28 45,17 33 53,22 1 1,61 0 0 0 0 6 27 43,55 35 56,45 0 0 0 0 0 0 7 16 25,82 44 70,96 2 3,22 0 0 0 0 8 24 38,27 32 51,61 6 9,67 0 0 0 0
Hasil jawaban kuesioner yang diperoleh dari 62 orang responden untuk variabel produktivitas kerja karyawan adalah:
1. Mampu meningkatkan prestasi kerja sesuai dengan harapan perusahaan. Responden yang menjawab sangat setuju 51,62% dan yang menjawab setuju 48,38%. Sebagian besar responden menjawab sangat setuju dikarenakan mereka yakin bahwa mereka memiliki kemampuan dalam menjalankan pekerjaan mereka masing-masing dengan baik.
2. Dalam lingkungan kerja sikap saling menghormati dapat meningkatkan semangat kerja. Responden yang menjawab sangat setuju 53,23%, yang menjawab setuju 40,32% dan menjawab kurang setuju 6,45%. Sebagian responden yang menjawab kurang setuju dikarenakan menurut mereka banyak faktor lain yang lebih penting dalam meningkatkan semangat kerja, salah satunya adalah dari segi materi.
3. Memiliki target pekerjaan yang harus dicapai dalam suatu periode. Responden yang menjawab sangat setuju 50,01%, menjawab setuju 46,77%, dan yang menjawab kurang setuju 3,22%. Adapun responden yang menjawab kurang setuju dikarenakan mereka tidak selalu mencapai target atau target yang ditentukan oleh pimpinan dianggap terlalu tinggi.
4. Selalu memanfaatkan waktu dengan baik dalam bekerja. Responden yang menjawab sangat setuju 17,75%, menjawab setuju 79,03% dan yang menjawab kurang setuju 3,22%. Responden yang menjawab kurang setuju
dikarenakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki terbatas sehingga kurang mampu memanfaatkan waktu dengan baik dalam bekerja.
5. Memberikan ide yang cemerlang dalam bekerja. Responden yang menjawab sangat setuju 45,17%, menjawab setuju 53,22%, dan yang menjawab kurang setuju 1,61%. Adapun responden yang menjawab kurang setuju dikarenakan mereka tidak memiliki pengetahuan yang luas sehingga kurang mampu dalam memunculkan ide-ide kreatif.
6. Menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Responden yang menjawab sangat setuju 43,55%, dan yang menjawab setuju 56,45%.
7. Mampu bekerja sesuai dengan target yang telah ditentukan. Responden yang menjawab sangat setuju 25,82%, yang menjawab setuju 70,96%, dan yang menjawab kurang setuju 3,22%. Adapun responden yang menjawab kurang setuju dikarenakan mereka tidak selalu mencapai target atau target yang ditentukan oleh pimpinan terlalu tinggi.
8. Mengerjakan pekerjaan tanpa selalu bertanya pada atasan. Responden yang menjawabsangat setuju 38,72%, yang menjawab setuju 51,61%, dan yang menjawab kurang setuju 9,67%. Responden yang menjawab kurang setuju dikarenakan mereka tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dengan sendirinya sehingga harus bertanya pada atasan.
4.2.2 Metode Analisis Data
Hipotesis yang dirumuskan harus diuji kebenarannya. Pengujian ini akan membuktikan Ho atau Ha yang akan diterima. Jika Ha yang diterima maka Ho ditolak artinya ada pengaruh disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan. Data yang telah dikelola akan dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan berbagai pengujian analisis yang disesuaikan dengan keperluan analisis regresi dalam bentuk sederhana.
4.2.2.1 Pengujian Normalitas Data
Tujuan dilakukannya uji normalitas adalah ingin menguji mode regresi distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi data dengan bentuk lonceng.
Sumber: Hasil Pengolahan SPSS Gambar 4.2 Uji Normalitas
Berdasarkan Gambar 4.2 di atas, grafik histogram terlihat bahwa variabel produktivitas kerja karyawan berdistribusi normal. Hal ini ditunjukkan oleh distribusi data tersebut tidak menceng ke kiri atau menceng ke kanan.