Chart Title
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Penelitian .1 Analisis Deskriptif .1 Analisis Deskriptif
Analisis deskriptif memberikan gambaran dari fenomena atau karakteristik dari data. Tujuannya adalah untuk memudahkan dalam membaca data serta memahami maksudnya. Hasil olahan data dalam bentuk deskriptif statistik akan menampilkan karakteristik sampel yang digunakan di dalam penelitian ini meliputi jumlah sampel (N), rata-rata sampel (mean), nilai minimum dan maksimum, serta standar deviasi untuk masing-masing variabel penelitian. Deskripsi dalam penelitian ini terdiri dari empat variabel, yaitu Nilai Perusahaan (Tobin’s Q), Kepemilikan Manajerial (KM), Kepemilikan Institusional (KI), Kepemilikan Publik (KP), Kebijakan Hutang (DER), dan Corporate Social Responsibility (CSRI) yang disajikan dalam Tabel 4.1:
Tabel 4.1
Hasil Statistik Deskriptif
Tobin’s Q KM KI KP DER CSRI
Mean 1.167920 16.75800 55.36832 27.82352 0.509120 0.152410 Median 0.840000 12.80000 58.02000 27.27000 0.720000 0.141026 Maximum 6.210000 75.36000 88.90000 66.01000 4.010000 0.346154 Minimum 0.200000 1.190000 20.00000 2.500000 -31.78000 0.012821 Std. Dev. 0.993650 15.54327 17.22923 13.64170 3.252869 0.084262 Skewness 2.506280 2.115038 -0.543528 0.173472 -8.032517 0.490021 Kurtosis 9.889493 7.792927 2.545844 2.362630 79.28931 2.563441 Sumber: Lampiran 3
74 Berdasarkan Tabel 4.1 menunjukkan bahwa jumlah data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 25 sampel data yang diambil dari Bursa Efek Indonesia yang diakses melalui situs www.idx.co.id. Berikut adalah analisis deskriptif yang diperoleh dari Tabel 4.1:
1. Nilai Perusahaan (Tobin’s Q) memiliki nilai rata-rata sebesar 1.167920, nilai minimum sebesar 0,200000 diperoleh Lionmesh Prima Tbk. pada tahun 2015, hal ini dikarenakan perusahaan ini memiliki nilai pasar dan jumlah hutang yang sangat kecil dibandingkan dengan jumlah asetnya. Nilai maksimum sebesar 6.210000 diperoleh Sumaindo Lestari Jaya, Tbk. tahun 2016, hal ini disebabkan perusahaan ini memiliki total kewajiban yang sangat besar sedangkan total asetnya cukup jauh berbeda dengan total kewajibannya. Hal ini menyebabkan nilai perusahaan ini tinggi. Standar deviasi dari nilai perusahaan adalah sebesar 0.993650.
2. Kepemilikan Manajerial memiliki nilai rata-rata sebesar 16.75800, nilai minimum sebesar 1.190000, yang dimiliki oleh Trias Sentosa Tbk. pada tahun 2014. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan Trias Sentosa Tbk. memiliki proporsi kepemilikan saham manajerial terkecil dibandingkan perusahaan lainnya. Dengan kata lain, perusahaan ini memiliki kepemilikan manajerial yang paling sedikit jumlahnya selama periode penelitian. Nilai maksimum sebesar 75.36000, yang dimiliki oleh Ertex Djaja Tbk. pada tahun 2016.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perusahaan ini memiliki persentase kepemilikan manajerial terbesar dari keseluruhan sample dan selama periode penelitian. Standar deviasi dari Kepemilikan Manajerial adalah sebesar 15.54327.
75 3. Kepemilikan Institusional memiliki nilai rata-rata sebesar 55.36832, nilai minimum sebesar 20.00000, yang dimiliki oleh perusahaan Eratex Djaja Tbk.
pada tahun 2016. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan Eratex Djaja Tbk.
memiliki proporsi kepemilikan saham institusional terkecil dibandingkan perusahaan lainnya. Nilai maksimum sebesar 88.90000 diperoleh Sunson Textile Manufacture Tbk. pada tahun 2012. dapat disimpulkan bahwa perusahaan ini memiliki persentase kepemilikan institusional terbesar dari keseluruhan sample dan selama periode penelitian Standar deviasi Kepemilikan Institusional adalah sebesar 17.22923.
4. Kepemilikan Publik memiliki nilai rata-rata sebesar 27.82352, nilai minimum sebesar 2.500000 yang diperoleh Indo Kordsa Tbk. pada tahun 2016. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan Eratex Djaja Tbk. memiliki proporsi kepemilikan saham publik terkecil dibandingkan perusahaan lainnya Nilai maksimum sebesar 66.01000 yang diperoleh Kertas Basuki Rahmat Tbk. pada tahun 2013. Dapat disimpulkan bahwa perusahaan ini memiliki persentase kepemilikan publik terbesar dari keseluruhan sample dan selama periode penelitian. Standar deviasi dari Kepemilikan Publik adalah sebesar 13.64170.
5. DER memiliki nilai rata-rata sebesar 0.509120, nilai minimum sebesar -31.78000 diperoleh Sumalindo Lestari Jaya Tbk. pada tahun 2016. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan Sumalindo Lestari Jaya Tbk. mengalami defisit pada modalnya dan jumlah hutang yang sangat besar sehingga rasio hutang terhadap ekuitas bernilai negative yang besar. Dapat disimpulkan perusahaan mengalami kerugian yang menyebabkan perusahaan kesulitan memenuhi kewajibannya. Nilai
76 tahun 2014. Dari hasil statistic tersebut, dapat diketahui bahwa pada tahun 2014, Alumindo Light Metal Industry Tbk. adalah perusahaan terbaik dalam kemampuan membayar kewajibannya menggunakan modal, dalam arti perusahaan memiliki kebijakan hutang yang diukur baik. Standar deviasi dari DER adalah sebesar 3.252869.
6. Corporate Social Reponsibility (CSRI) memiliki nilai rata-rata sebesar 0.152410, nilai minimum sebesar 0.012821 diperoleh Prasidah Aneka Niaga Tbk. pada tahun 2012, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan ini melakukan tanggung jawab dan mengungkapkan tanggung jawab paling sedikit diantara perusahaan lainnya. Nilai maksimum sebesar 0.346154 diperoleh Pyridam Farma Tbk. tahun 2014, hal ini menunjukkan bahwa perusahaan ini melakukan dan mengungkapkan tanggung jawab sosial paling banyak dibandingkan perusahaan lainnya. Hal ini menyebabkan Corporate Social Reponsibility tinggi. Standar deviasi dari n Corporate Social Reponsibility adalah sebesar 0.084262.
4.2.2 Analisis Regresi Data Panel 1. Pemilihan Model Data Penel
a. Uji Chow (Common Effect Model atau Fixed Effect Model)
Dalam menentukan model estimasi antara Common Effect Model (CEM) dan Fixed Effect Model (FEM) dapat dilakukan dengan Uji Chow. Hipotesis yang diuji sebagai berikut:
1) H0: Model CEM lebih baik dibandingkan model FEM.
2) H1: Model FEM lebih baik dibandingkan model CEM.
Aturan dalam pengambilan keputusan terhadap hipotesis adalah jika
77 probabilitas < nilai signifikan (0.05) maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Pada Tabel 4.2 berikut dapat dilihat hasil berdasarkan uji Chow dengan menggunakan Eviews:
Tabel 4.2 Hasil Uji Chow
Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled
Test cross-section fixed effects
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 24.733070 (24,95) 0.0000
Sumber: Lampiran 4
Berdasarkan hasil dari uji Chow pada Tabel 4.2, diketahui nilai probabilitas adalah 0,0000. Karena nilai probabilitas < 0,05, maka H0 ditolak dan H1
diterima, dengan kata lain maka model estimasi yang digunakan adalah FEM.
b. Uji Hausman (Random Effect Model atau Fixed Effect Model)
Dalam menentukan model estimasi antara Random Effect Model (REM) dan Fixed Effect Model (FEM) dapat dilakukan dengan Uji Hausman. Hipotesis yang diuji sebagai berikut:
1) H0: Model REM lebih baik dibandingkan model FEM.
2) H1: Model FEM lebih baik dibandingkan model REM.
Aturan dalam pengambilan keputusan terhadap hipotesis adalah jika probabilitas < nilai signifikan (0.05) maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Pada Tabel 4.3 berikut dapat dilihat hasil berdasarkan uji Hausman dengan menggunakan Eviews 9:
78 Tabel 4.3
Hasil Uji Hausman
Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled
Test cross-section random effects
Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.
Cross-section random 13.443851 5 0.0196
Sumber: Lampiran 5
Berdasarkan hasil dari uji Hausman pada Tabel 4.3, diketahui nilai probabilitas adalah 0,0196. Karena nilai probabilitas < 0,05, maka H0
ditolak dan H1 diterima atau dengan kata lain model estimasi yang digunakan adalah FEM atau Fixed Effect Model.
c. Uji Lagrange Multiplier (Common Effect Model atau Random Effect Model) Dalam menentukan model estimasi antara Common Effect Model (CEM) dan Random Effect Model (REM) dapat dilakukan dengan Uji Lagrange Multiplier. Namun karena pada uji Chow dan uji Hausman telah diperoleh hasil bahwa Fixed Effect Model merupakan model yang terbaik, maka tidak perlu dilakukan uji Lagrange Multiplier.