HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Hasil Penelitian Berdasarkan Karakterisrik Responden
Berdasarkan karakteristik responden sebanyak 7 orang responden dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, umur, dan tingkat pendidikan
a. Jenis kelamin
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis kelamin Frekuensi Persentase
Laki-laki 6 85
Perempuan 1 14,2
Jumlah 7 100
Sumber : Data Primer (diolah), 2017
Tabel di atas menunjukkan bahwa jenis umur yang merespons tentang Implementasi kebijakan distribusi pupuk bersubsidi di Desa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang, Tabel di atas menunjukkan bahwa jenis kelamin yang merespons tentang, yang terlihat dari perbedaan persentase berjenis kelamin laki-laki (85,7) dan berjenis kelamin perempuan (14,2).
b. Umur
Karakteristik responden berdasarkan umur dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Umur
Umur Frekuensi Persentase
30 2 28,57
35 1 14,28
55 1 14,28
56 3 42,85
Jumlah 7 100
Sumber : Data Primer (diolah), 2017
Tabel di atas menunjukkan bahwa jenis umur yang merespons tentang Implementasi kebijakan distribusi pupuk bersubsidi di Desa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang, yang terlihat dari perbedaan persentase umur adalah umur 30 tahun berjumlah 2 orang dengan persentase 28,57, umur 35 tahun berjumlah 1 orang dengan persentase 14,28, umur 55 tahun berjumlah 1 orang dengan persentase 14,28, dan umur 56 tahun berjumlah 3 orang dengan persentase 42,85.
c. Tingkat Pendidikan
Karakteristik responden berdasarkan tingkat pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Pendidikan Frekuensi Persentase
SD 1 14,28
SMP 0 0
SMA 2 28,57
S1 4 57,14
Jumlah 30 100
Sumber : Data primer ( diolah ), 2017
Tabel diatas menunjukkan bahwa jenis tingkat pendidikan yang merespon Implementasi kebijakan distribusi pupuk bersubsidi di Desa Samaenre Kecamatan
Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang adalah responden yang berpendidikan SD berjumlah 1 orang dengan perentase sebesar 14,28, SMA berjumlah 2 orang dengan persentase sebesar 28,57, dan berpendidikan S1 berjumlah 4 orang dengan perentase sebesar 57,14.
Berdasarkan hasil wawancara langsung oleh AMA kepala dinas pertanian di Desa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang, tentang Implementasi kebijakan distribusi pupuk bersubsidi diDesa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang bahwa;
1. Implementasi Kebijakan Distribusi Pupuk Bersubsidi diDesa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang
“Implementasi kebijakan pada prinsipnya adalah suatu cara agar sebuah kebijakan dapat mencapai tujuannya. Implementasi kebijakan merupakan tahap yang paling penting dalam proses kebijakan”.(Hasil wawancara AMA pada tanggal 6 maret tahun 2017).
Dari hasil wawancara penulis , maka dapat disimpulkan bahwa
Implementasi kebijakan pada prinsipnya adalah cara agar sebuah kebijakan dapat mencapai tujuannya. Implementasi kebijakan merupakan tahap yang paling penting dalam proses kebijakan.
Berdasarkan hasil wawancara langsung oleh MAK karyawan dinas pertanian di Desa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang, tentang Implementasi kebijakan distribusi pupuk bersubsidi diDesa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang bahwa;
“Implementasi kebijakan berkaitan dengan berbagai kegiatan yang diarahkan untuk merealisasikan program, dimana pada posisi ini eksekutif mengatur cara untuk mengorganisir, menginterpretasikan dan menerapkan kebijakan yang telah diseleksi. Sehingga dengan mengorganisir, seorang eksekutif mampu mengatur secara efektif dan efisien sumber daya, Unit-unit dan teknik
yang dapat mendukung pelaksanaan program, serta melakukan interpretasi terhadap perencanaan yang telah dibuat, dan petunjuk yang dapat diikuti dengan mudah bagi realisasi program yang dilaksanakan”. (Hasil wawancara MAK pada tanggal 6 maret tahun 2017).
Dari hasil wawancara penulis, maka dapat disimpulkan bahwa Implementasi kebijakan berkaitan dengan berbagai kegiatan yang diarahkan untuk merealisasikan program, dimana pada posisi ini eksekutif mengatur cara untuk mengorganisir, menginterpretasikan dan menerapkan kebijakan yang telah diseleksi dari berbagai unik dan teknik yang dapat mendukung pelaksanaan program penyaluran pupuk bersubsidi.
Berdasarkan hasil wawancara langsung oleh parah petani (RM, MN, MT, dan MAR) di Desa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang, tentang Implementasi kebijakan distribusi pupuk bersubsidi diDesa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang bahwa;
“Implementasi merupakan peristiwa yang berhubungan dengan apa yang terjadi setelah suatu perundang-undangan ditetapkan dengan memberikan otoritas pada suatu kebijakan dengan membentuk output yang jelas dan dapat diukur. Dengan demikian tugas implementasi kebijakan sebagai suatu penghubung yang memungkinkan tujuan-tujuan kebijakan mencapai hasil melalui aktivitas atau kegiatan dan program pemerintah.”(Hasil wawancara RM,MN,MT, dan MAR pada tanggal 6 maret tahun 2017).
Dari hasil wawancara penulis, maka dapat disimpulkan bahwa Implementasi merupakan peristiwa yang berhubungan dengan apa yang terjadi setelah suatu perundang-undangan ditetapkan dengan memberikan otoritas pada suatu kebijakan.
a. Komunikasi
Dalam berbagai kasus, implementasi sebuah program terkadang perlu didukung dan dikoordinasikan dengan instansi lain agar tercapai keberhasilan yang diinginkan.
Berdasarkan hasil wawancara langsung oleh parah petani (RM, MN, MT, dan MAR) di Desa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang, tentang komunikasi pupuk bersubsidi diDesa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang bahwa;
“Sebuah strategi dasar yang akan menjadi panutan dan sebuah pengatur rancangan dalam proses komunikasi. Sedangkan konsep komunikasi adalah sarana mengimplementasikan hasil rancangan dari beberapa teori yang sudah diterapkan.”(Hasil wawancara RM,MN,MT, dan MAR pada tanggal 6 maret tahun 2017).
“Karena seorang Komunikator itu harus mempunyai kemampuan komunikasi yang baik supaya seorang komunikan dapat menangkap pesan secara cepat dan tepat. ”(Hasil wawancara RM,MN,MT, dan MAR pada tanggal 6 maret tahun 2017).
b. Sumber daya
Kebijakan perlu didukung oleh sumber daya, baik itu sumber daya manusia maupun sumber daya non manusia.
Berdasarkan hasil wawancara langsung oleh parah petani (RM, MN, MT, dan MAR) di Desa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang, tentang sumber daya pupuk bersubsidi diDesa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang bahwa;
“Program pupuk bersubsidi mengacu pada penggunaan pupuk yang fektif, yakni pemupukan berimbang sesuai rekomendasi spesifik lokasi atau standar teknis penggunaan pupuk yang dianjurkan. Dalam penerapan pemupukan berimbang sangat dibutuhkan modal yang cukup.”(Hasil wawancara RM,MN,MT, dan MAR pada tanggal 6 maret tahun 2017).
c. Disposisi
Berdasarkan hasil wawancara langsung oleh parah petani (RM, MN, MT, dan MAR) di Desa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang, tentang disposisi pupuk bersubsidi diDesa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang bahwa;
“Sikap penerimaan atau penolakan dari agen pelaksana akan sangat banyak mempengaruhi keberhasilan atau tidaknya kinerja implementasi kebijakan publik. Hal ini sangat mungkin terjadi oleh karena kebijakan yang dilaksanakan bukanlah hasil formulasi orang-orang yang terkait langsung terhadap kebijakan yang mengenal betul persoalan dan permasalahan yang mereka rasakan.”(Hasil wawancara RM,MN,MT, dan MAR pada tanggal 6 maret tahun 2017).
d. Birokrasi
Berdasarkan hasil wawancara langsung oleh parah petani (RM, MN, MT, dan MAR) di Desa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang, tentang birokrasi pupuk bersubsidi diDesa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang bahwa;
“Mempengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan publik adalah struktur birokrasi. Walaupun sumber daya untuk melaksanakan suatu kebijakan tersedia, atau para pelaksana kebijakan mengetahui apa yang seharusnya dilakukan, dan mempunyai keinginan untuk melaksanakan suatu kebijakan, kemungkinan kebijakan tersebut tida.”(Hasil wawancara RM,MN,MT, dan MAR pada tanggal 6 maret tahun 2017).
2. Pengaruh tepat harga (harga terjangkau)
Berdasarkan hasil wawancara langsung oleh MAK karyawan dinas pertanian di Desa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang, tentang pengaruh tepat harga pupuk bersubsidi diDesa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang bahwa;
“Pemberian subsidi harga pupuk oleh pemerintah melalui pengadaan pupuk bersubsidi diDesa Samaenre merupakan subsidi bagi subsektor ekonomi dengan pendekatan supply side akan diketahui berapa perubahan yang terjadi akibat adanya subsidi di sektor industri kimia dan pupuk, dengan asumsi sektor lain tidak ikut menaikkan atau mengurangi subsidi, dan pembiayaan terhadap input primer lain juga tidak mengalami perubahan.” (Hasil wawancara MAK pada tanggal 6 maret tahun 2017).
Dari hasil wawancara penulis, maka dapat disimpulkan bahwa Pemberian subsidi harga pupuk oleh pemerintah melalui pengadaan pupuk bersubsidi merupakan subsidi bagi subsektor ekonomi dengan pendekatan supply side akan diketahui berapa perubahan yang terjadi akibat adanya subsidi di sektor industri kimia.
Berdasarkan hasil wawancara langsung oleh parah petani (RM, MN, MT, dan MAR) di Desa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang, tentang pengaruh tepat harga (harga terjangkau) pupuk bersubsidi diDesa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang bahwa;
“Indikator tepat harga dapat dilihat dari tempat penebusan pupuk bersubsidi sesuai dengan ketentuan, pembelian bupuk Bersubsidi harus sesuai dengan pengecer resmi yang telah ditunjuk.” (Hasil wawancara RM, MN, MT, dan MAR pada tanggal 6 maret tahun 2017).
Dari hasil wawancara penulis, maka dapat disimpulkan bahwa Indikator tepat harga dapat dilihat dari tempat penebusan pupuk bersubsidi berdasarkan mekanisme penyaluran yang telah ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan hasil wawancara langsung oleh parah petani (RM, MN, MT, dan MAR) di Desa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang, tentang pengaruh tepat harga pupuk bersubsidi diDesa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang bahwa;
“Tepat harga adalah kondisi dimana harga pembelian pupuk organik oleh petani secara kontan sama dengan HET dan efektivitas distribusi subsidi pupuk organik oleh pemerintah dalam indikator tepat harga, dikategorikan sangat efektif.”(Hasil wawancara RM,MN,MT, dan MAR pada tanggal 6 maret tahun 2017).
Dari hasil wawancara penulis, maka dapat disimpulkan bahwa efektivitas distribusi subsidi pupuk organik oleh pemerintah dalam indikator tepat harga adalah kategori sangat efektif.
3. Pengaruh tepat jumlah (jumlah terjangkau)
Berdasarkan hasil wawancara langsung oleh AMK karyawan dinas pertanian di Desa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang, tentang pengaruh tepat jumlah pupuk bersubsidi diDesa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang bahwa;
“Pengaruh tepat jumlah pupuk organik yang diterima petani sesuai dengan dosis yang dianjurkan Pemerintah dan efektivitas distribusi subsidi pupuk organik oleh pemerintah dalam indikator tepat jumlah, dikategorikan sangat efektif.” (Hasil wawancara AMK pada tanggal 6 maret tahun 2017).
Dari hasil wawancara penulis, maka dapat disimpulkan bahwa Pengaruh tepat jumlah pupuk organik yang diterima petani sesuai dengan dosis yang dianjurkan Pemerintah dan efektivitas distribusi subsidi pupuk organik oleh pemerintah dalam indikator tepat jumlah, dikategorikan sangat efektif.
Berdasarkan hasil wawancara langsung oleh MAK karyawan dinas pertanian di Desa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang, tentang pengaruh tepat jumlah pupuk bersubsidi diDesa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang bahwa;
“Untuk indikator tepat jumlah dapat dilihat berdasarkan penggunaan pupuk oleh para petani dan Indikator tepat jumlah yang dimaksud adalah pemupukan
dilakukan sesuai dengan dosis atau jumlah berdasarkan analisa status hara
tanahdan kebutuhan tanaman jumlah pupuk yang tepat berdasarkan status dan kebutuhan tanaman yang dianjurkan adalah kombinasi .” (Hasil wawancara MAK pada tanggal 6 maret tahun 2017).
Dari hasil wawancara penulis, maka dapat disimpulkan bahwa indikator tepat jumlah dapat dilihat berdasarkan penggunaan pupuk oleh para petani dan Indikator tepat jumlah yang dimaksud adalah pemupukan dilakukan sesuai dengan dosis atau jumlah.
Berdasarkan hasil wawancara langsung oleh parah petani (RM, MN, MT, dan MAR) di Desa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang, tentang pengaruh tepat jumlah pupuk bersubsidi diDesa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang bahwa;
“Kebijakan subsidi pupuk belum dapat dikategorikan efektif dalam indikator tepat jumlah. Oleh karena itu, perlu adanya penyuluhan dari pemerintah kepada petani tentang penggunaan pupuk yang sesuai dengan anjuran agar hasil produksi padi mereka lebih maksimal karena apabila penggunaan tidak sesuai dengan anjuran baik di atas maupun di bawah anjuran akan mempengaruhi produksi padi.”(Hasil wawancara RM,MN,MT, dan MAR pada tanggal 6 maret tahun 2017).
Dari hasil wawancara penulis, maka dapat disimpulkan bahwa kebijakan subsidi pupuk belum dapat dikategorikan efektif dalam indikator tepat jumlah. Oleh karena itu, perlu adanya penyuluhan dari pemerintah kepada petani tentang penggunaan pupuk yang sesuai dengan anjuran.
4. Kesesuaian harga dan jumlah pupuk bersubsidi
Berdasarkan hasil wawancara langsung oleh parah petani (RM, MN, MT, dan MAR) di Desa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang,
tentang kesesuaian harga dan jumlah pupuk bersubsidi diDesa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang bahwa;
“Kesesuaian harga pupuk yang diterima petani dengan harga yang ditentukan Pemerintah berhubungan sangat nyata dengan respon petani padi terhadap subsidi pupuk melalui kios tani, selanjutnya ketepatan waktu penyaluran pupuk, luas lahan, dan lama berusahatani berhubungan nyata dengan respon petani padi terhadap subsidi pupuk melalui kios tani dan banyaknya petani yang membeli pupuk di kios tani, besarnya jumlah pupuk yang dibeli petani di kios tani serta jenis pupuk yang dibeli petani di kios tani”(Hasil wawancara RM,MN,MT, dan MAR pada tanggal 6 maret tahun 2017).
Dari hasil wawancara penulis, maka dapat disimpulkan bahwa kesesuaian harga pupuk yang diterima petani dengan harga yang ditentukan Pemerintah berhubungan sangat nyata dengan respon petani padi terhadap subsidi pupuk.
Berdasarkan hasil wawancara penulis, maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan Implementasi kebijakan distribusi pupuk bersubsidi diDesa Samaenre Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang merupakan Implementasi kebijakan pada prinsipnya adalah cara agar sebuah kebijakan dapat mencapai tujuannya. Implementasi kebijakan pada prinsipnya adalah cara agar sebuah kebijakan dapat mencapai tujuannya. Implementasi kebijakan merupakan tahap yang paling penting dalam proses kebijakan.
Implementasi kebijakan merupakan tahap yang paling penting dalam proses kebijakan dan efektivitas distribusi subsidi pupuk organik oleh pemerintah dalam indikator tepat harga dan tepat jumlah adalah kategori sangat efektif.
Pemberian subsidi harga pupuk oleh pemerintah melalui pengadaan pupuk bersubsidi merupakan subsidi bagi subsektor ekonomi dengan pendekatan supply side akan diketahui berapa perubahan yang terjadi akibat adanya subsidi di sektor industri kimia. kebijakan subsidi pupuk belum dapat dikategorikan efektif dalam
indikator tepat jumlah. Oleh karena itu, perlu adanya penyuluhan dari pemerintah kepada petani tentang penggunaan pupuk yang sesuai dengan anjuran.
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan uraian pada bab-bab sebelumnya, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Implementasi kebijakan pada prinsipnya adalah cara agar sebuah kebijakan dapat mencapai tujuannya
2. Pemberian subsidi harga pupuk oleh pemerintah melalui pengadaan pupuk bersubsidi merupakan subsidi bagi subsektor ekonomi dengan pendekatan supply side akan diketahui berapa perubahan yang terjadi akibat adanya subsidi di sektor industri kimia
3. Pengaruh tepat jumlah pupuk organik yang diterima petani sesuai dengan dosis yang dianjurkan Pemerintah dan efektivitas distribusi subsidi pupuk organik oleh pemerintah dalam indikator tepat jumlah, dikategorikan sangat efektif.
4. Kesesuaian harga pupuk yang diterima petani dengan harga yang ditentukan Pemerintah berhubungan sangat nyata dengan respon petani padi terhadap subsidi pupuk
B. Saran
1. Diharapkan pemerintah dapat melindungi petani yang pada akhirnya bisa meningkatkan produktivitas dan meningkatkan taraf ekonomi para petani. 2. Diperlukan adanya dukungan penyediaan pupuk yang memenuhi prinsip dari
segi jenis, jumlah, harga, tempat, waktu, dan mutu.