KNOWLEDGE MANAGEMENT UNTUK PENINGKATAN KINERJA
III. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A Hasil Penelitian
BPK PENABUR belajar dari acquisition. BPK PENABUR belajar dari pengetahuan yang sumbernya dari orang luar dan dalam. Sumber dari orang luar BPK PENABUR mencari orang yang kompeten untuk masuk memberikan pengetahuan ke dalam namun juga memberikan kesempatan orang dalam untuk membantu di luar. BPK PENABUR memberikan fasilitas agar dapat belajar melalui acquisition. BPK PENABUR mempunyai bentuk kegiatan yang bervariasi untuk dapat belajar melalui acquisition.
BPK PENABUR belajar dari penciptaan. BPK PENABUR mempunyai alasan supaya belajar dari mencipta. Karyawan mempunyai keinginan untuk melakukan hal-hal baru oleh karena itu terus melakukan inovasi yang di dasari pada kreativitas. Kretivitas muncul karena adanya persaingan dan masukan dari orang tua. Di dalam memulai mencipta sesuatu maka perlu ada yang memulai lebih dahulu. BPK PENABUR memberikan dorongan yang bervariasi supaya belajar dari mencipta. BPK PENABUR memberikan aktivitas supaya belajar dari mencipta. Aktivitas tersebut bervariasi baik mengikuti pihak luar maupun menciptakan aktivitas sendiri. Dalam rangka menghargai pada sesuatu ciptaan maka BPK PENABUR memprogamkan sosialisasi dan publikasi kepada apa saja yang telah diciptakan dalam beberapa wadah yang mungkin dilakukan di lingkungan BPK PENABUR. BPK PENABUR juga memberikan penghargaan pada sebuah ciptaan.
BPK PENABUR belajar dari penyimpan pengetahuan. Bentuk dan tempat penyimpanan pengetahuan bervariasi. Sedangkan penggunaan dapat digunakan untuk belajar, ketika ada masalah dan penentuan jabatan serta untuk pengembangan sekolah.
BPK PENABUR belajar dari analisis dan penggalian data. BPK PENABUR menyediakan data yang dianggap cocok untuk keperluan rapat untuk memutuskan sesuatu. Data di ambil dari berbagai metoda. Dari data tersebut kemudian dilakukan analisis. Hasil analisis dipergunakan untuk mengambil keputuan, merancang masa depan, melakukan perbaikan dan pembinaan.
BPK PENABUR belajar melalui pengiriman dan penyebaran pengetahuan. Cara yang dilakukan untuk pengiriman dan penyebaran pengetahuan menggunakan tulisan, meningkatkan frekwensi pertemuan, dilakukan sharing dan melakukan pelatihan dan pembinaan. Pengiriman dan penyebaran menggunakan tulisan dilakukan secara media cetak dan media elektronik; meningkatkan frekwensi pertemuan dilakukan dengan pertemuan secara langsung dan dengan bantuan elektronik, sharing dilakukan dengan berbagai macam pertemuan dimana sharing merupakan materi yang dilakukan dalam pertemuan tersebut, pelatihan dan pembinaan dilakukan dengan difasilitasinya hari khusus pembinaan untuk melakukan pelatihan dan pembinaan. Adapun materi disesuaikan dengan kebutuhan kelompok masing-masing. Pengiriman dan penyebaran pengetahuan juga dilakukan ke luar BPK PENABUR.
BPK PENABUR belajar melalui permintaan dan pengesahan pengetahuan. BPK PENABUR memprogramkan belajar melalui permintaan pengetahuan yang dilakukan melalui prosata dan disesuaikan dengan dana yang tersedia. Arahan pengembangan sekolah diperoleh dari orang dalam yaitu Korjeng. Pengembangan sekolah dilakukan oleh tim dari dalam yaitu tim guru dan karyawan. Apapun yang diprogramkan pada akhirnya berkaitan pada penambahan jumlah siswa. Semua dilakukan tetap mengarah kepada peningkatan peminat dan pada akhirnya kepada jumlah siswa. Pengesahan pengetahuan semua dikaitkan pada sistem yang sudah dibangun yaitu KKPP. Penggunaan pengetahuan untuk keperluan rapat dengan pengurus. Sehingga data yang ada hanya boleh diakses oleh orang tertentu. Data yang ada dipergunakan untuk menentukan tindak lanjut khusunya kegiatan di masa yang akan datang. Pemantauan pengetahuan dilakukan secara berkala dengan fokus kepada keberhasilan dan kegagalan program. Keberhasilan akan mendapat support dan reward sedangan kegagalan akan dilakukan peninjauan lebih lanjut. Seluruh aktivitas di dukung melalui dorongan untuk melakukan lebih baik dan menjadikan kegagalan sebagai pelajaran berharga.
B. PEMBAHASAN
Wilson, Sorge dan Witteloostuijn dalam Mark Hughes (2010,8) memberi komentar bahwa organisasi dengan tekanan sosial perlu perubahan pengelolaan. Perubahan pengelolaan diantaranya adalah pengelolaan pengetahuan. Backman dan Henderson mengatakan bahwa pengetahuan sebagai sumber utama keunggulan kompetitif dan inovasi dalam organisasi. Sedangkan Marquard (2003,8) mengatakan bahwa belajar melalui acquisition mengacu pada pengumpulan data dan informasi yang ada dari dalam dan luar organisasi melalui benchmarking, konferensi, lingkungan, internet, penggunaan konsultan, publikasi dan penelitian. Gilaninia, Rankouh, Gildeh (2013, 48) mengemukan
bahwa belajar melibatkan akuisisi pengetahuan, berbagi pengetahuan, pemanfaatan pengetahuan dan keberhasilan baru.
BPK PENABUR dalam mengembangkan organisasinya maka memerlukan berbagai sumber pengetahuan. Fullan (2007, 252) menjelaskan bahwa komponen membangun kapasitas yaitu effects new knowledge, skill and competencies, enhanced resources, dan stronger commitment. Oleh karena itu pengetahuan menjadi penting dan menjadi fokus dalam aktivitas BPK PENABUR. Melalui pengetahuan yang diperoleh BPK PENABUR dapat melakukan inovasi pendidikan. BPK PENABUR mendapat pengetahuan dari berbagai informasi dari dalam dan luar melalui berbagai cara. BPK PENABUR telah berupaya untuk mendapatkan berbagai pengetahuan dari berbagai sumber. BPK PENABUR perlu mengupayakan pengetahuan yang di dapat dipergunakan untuk menangani masalah saat ini dan menyiapkan masa depan. Pengetahuan yang diperolehpun akan sangat mendukung pemikiran apabila dapat dimiliki oleh semua individu di dalam organisasi.
Setiap karyawan BPK PENABUR berkontribusi untuk menciptakan sesuatu seperti dilakukan perusahaan yang selalu beradaptasi dengan jamannya. Kasali mengatakan bahwa manusia pada perusahan menjadi intrapreneur yaitu orang-orang kreatif yang selalu mencipta, mencari cara-cara baru dalam membuat dan memasarkan produk. Sesuai dengan pendapat Kasali, BPK PENABUR mendorong setiap individu untuk selalu mencipta sehingga mendapatkan program pendidikan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila setiap individu selalu mencipta maka BPK PENABUR mendapatkan hal-hal inovatif dan hal ini akan membawa BPK PENABUR menjadi inovator pada bidangnya.
Kasali mengatakan bahwa inti dari organisasi yang belajar adalah informasi, dimana informasi yang accessible dan selalu diperkaya melalui proses interaktif yang sehat. BPK PENABUR dengan segala aktivitasnya mempunyai banyak lokasi yang tersebar. Informasi yang diperoleh dari berbagai sumber yang tersebar pula. Oleh karena itu BPK PENABUR sangat kaya terhadap informasi yang diperoleh dari berbagai sumber. BPK PENABUR juga mempunyai mempunyai aktivitas untuk berinteraksi di dalam kelompok melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). BPK PENABUR perlu meningkatkan penyimpanan informasi sehingga dapat dengan mudah dapat diakses oleh seluruh anggota untuk mengembangkan organisasi. Marquard mengatakan bahwa penyimpanan adalah memberi kode dan melestarikan pengetahuan organisasi yang penting, supaya ada kemudahan akses bagi setiap anggota dan kemudahan di dapat pada setiap saat dan di mana saja. BPK PENABUR mempunyai fasilitas teknologi informasi yang dapat digunakan untuk penyimanan informasi. Penyimpanan informasi menggunakan fasilitas teknologi maka akan mempermudah penyimpanan dalam jumlah besar dan dapat dimanfaatkan keseluruh daerah yang tersebar di 15 kota.
Marquard berpendapat bahwa pengetahuan harus dikategorikan sesuai kebutuhan belajar, tujuan kerja, keahlian pengguna dan fungsi. Pengetahuan perlu disimpan secara terstruktur sehingga dapat ditemukan dengan cepat dan akurat. Sesuai dengan pendapat Marquard maka pengkategorian
informasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan dari BPK PENABUR. Informasi dapat disimpan dalam bentuk softcopy dengan berbagai kategori. Agar seluruh informasi dapat tertata maka perlu ada unit tertentu yang menangani informasi sehingga informasi dapat disimpan dalam kondisi terstruktur dan dapat ditemukan untuk digunakan.
BPK PENABUR dalam memutuskan sesuatu perlu berdasarkan analisa data yang ada sehingga keputusan benar-benar berdasarkan sikon yang benar terjadi. Data yang diperoleh tentunya sangat banyak, oleh karena itu perlu penyimpanan data yang dapat digunakan sewaktu-waktu. Teknologi dapat digunakan sehingga data dapat cepat didapatkan pada saat rapat atau forum yang lain dlam mengambil keputusan. Apabila BPK PENABUR tidak menggunakan teknologi maka akan membutuhkan waktu untuk menggunakan data.
BPK PENABUR menggunakan data dalam mengambil keputusan. Kondisi ini menuntut kemampuan analisis yang tinggi untuk dapat menghubungkan data yang ada. Apabila kemampuan menganalisis data lemah maka dimungkinkan sekali data yang tersedia tidak dapat dimanfaatkan secara maksmal. Oleh karrena itu pengambil keputusan perlu mempunyai kemampuan menganalisis data.
Organisasi perlu mengubah pengetahuan tacit menjadi pengetahuan eksplisit. Apabila organisasi tidak dapat melakukan maka akan kesulitan bahkan gagal dalam menciptakan pengetahuan baru. Idris dan Karimi dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa berbagi pengalaman dan perspektif di antara anggota mempunyai kontribusi untuk pengetahuan tacit diubah menjadi pengetahuan eksplisit (Khoirudin, 2011, 66). Di BPK PENABUR telah ada aktivitas berbagi pengalaman. Namun perlu dipantau lebih jauh apakah telah menjangkau pada semua lapisan. Dijelaskan lebih lanjut oleh Idris dan Karimi bahwa pengetahuan tacit diubah menjadi pengetahuan eksplisit dapat melalui memfasilitasi pembelajaran di organisasi, menghasilkan pengetahuan baru, belajar melalui putaran ganda, dan menciptakan pengetahuan yang dapat diterapkan. Sedangkan fungsi manajer adalah merancang struktur yang cocok, pelatihan yang sesuai, memotivasi orang dalam organisasi, meningkatkan komunikasi diantara anggota, memanfaatkan teknologi baru dan melakukan efisiensi di tempat kerja. BPK PENABUR perlu melatih para pemimpin untuk dapat merancang progam agar anggota dapat berbagi informasi dan pengalaman, meningkatkan pengetahuan anggota,dan mengevaluasi ide-ide yang muncul. Program yang baik maka dapat mendukung dalam pemecahn masalah, berpikir kritis dan inovasi. BPK PENABUR perlu melatih anggota agar mampu berbagi pengetahuan dan pengalaman, membuat dan mentransfer pengetahuan baru. Selain itu juga dilatih bagaimana mengidentifikasi masalah, memecahkan masalah dan mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan. Dalam hal memotivasi orang maka perlu diciptakan budaya untu mendorong anggota untuk mau berbagi dan menyediakan insentif. Agar dapat melakukan berbagi pengethuan dan pengalaman maka diperlukan komunikasi yang efektif.
BPK PENABUR menjadi organisasi yang selalu berkembang tentunya membutuhkan pengetahuan terbaru. Pengetahuan terbaru dapat diperoleh melalui penemuan-penemuan dari hasil
riset. Oleh karena itu BPK PENABUR perlu menggalakkan kegiatan riset dan pengembangan. Kegiatan riset dan pengembangan dapat menjadi suatu budaya yang dilakukan oleh seluruh level baik dari level operasional maupun level perancang. Apabila semua level dapat melakukan riset dan pengembangan maka BPK PENABUR akan mendapatkan karya inovasi yang dapat diandalkan. BPK PENABUR dalam melakukan riset dan pengembangan maka diperlukan kemampuan untuk melakukan hal tersebut. Supaya dapat memiliki kemampuan tersebut maka diperlukan pelatihan dan pembiasaan melakukan sehingga memperoleh hasil yang maksimal.
BPK PENABUR dapat memberikan reward sebagai pemicu agar melakukan riset dan pengembangan. Reward tidak selalu dalam bentuk uang namun juga dapat berbentuk penghargaan yang mampu mendorong setiap individu dapat melakukan terus riset dan pengembangan. Dorongan melakukan riset dan pengembangan diperlukan untuk setiap individu. Dalam kondisi demikian maka peran pimpinan sangat berarti sebagai motivator dan pengarah.
IV. KESIMPULAN
BPK PENABUR mempersiapkan diri unggul dalam persaingan dengan memfoskuskan diri mengelola pengetahuan. Pengelolaan pengetahuan yang dilakukan meliputi acquisition, penciptaan, penyimpanan, analisis dan penggalian data, pengiriman dan penyebaran, permintaan dan pengesahan pengetahuan. Melalui pengelolaan pengetahuan BPK PENABUR dapat meningkatkan kualitasnya.
REFERENSI
Bergeron Bryan, Therauf Robert dan J Hoctor James, Essentials of Knowledge Management, USA, Wiley, 2003 Blackman Deborah dan Henderson Steven, Does A Learning Facilitate Knowledge Acquiition and Transfer? ,
www.mngt.waikato,ac.nz
Fullan Michael, The New Meaning of Education Change, fourth edition, London, Teacher College Press, 2007 Gilaninia Shahram, Rankouh Mir Abdolhasan Askari, Gildeh Milad Abbas Poor, Overview on The Importance
of Organizational Learning and Learning Organization, Journal of Research and Development Vol 1 No 2 2013, www.omisconline.com
Hughes Mark, Managing Change, A Critical Perspective 2 nd edition, London, CIPD, 2010
Hovland Ingie, Knowledge Management and Organisational Learning : An International Development Perspective, An Annotated Bibliography, London, Overseas Development Institute, 2003
Idris Khoiruddin dan Karimi Roohangiz, Knowledge Creation and Transfer: Role of Learning Organization,
International Journal of Business Administration Vol 2 no 3 Agustus 2011
Jennex Murray , Case Studies in Knowledge Manajement, London, IDEA GROUP, 2005
King William R, “Knowledge Management and Organizational Learning”, University of Pittburgh , http://www.uky.edu/~gmswan3/575/KM_and_OL.pdf
Marquard Michael J, “Action Learning, The cornerstone for Building A Learning Organization”
Probts Gilbert, Raub Steffen dan Romhardt Kai, Managing Knowledge Building Blocks for Success, England, John Wiley & Sons, 2000
Rhenald Kasali, Change,Jakarta, Gramedia, 2006
Stapleton James J, Executie‟s Guide to Knowledge Management, Puncak Keunggulan Kompetitif, Jakarta, Erlangga, 2004, terjemahan Executie‟s Guide to Knowledge Management, The Last Competitive Advenatage, penerjemah Emil Salim.
Setiarso Bambang, Harjanto Nazir, Triyono dan Subagyo Hendro, Penerapan Knowledge Management pada Organisasi, Yogyakarta, Graha Ilmu, 2009