Penelitian tindakan kelas (PTK) yang berjudul “Peningkatan Minat dan Kemampuan Menulis Menggunakan Media Gambar Seri Siswa Kelas IV SD Negeri Kledokan Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012” dilaksanakan selama dua minggu yaitu dimulai tanggal 16 sampai 25 Februari 2012. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Setiap pertemuan, dibagi menjadi empat tahap yaitu tahap perencanaan tindakan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. 1. Proses Penelitian Tindakan Kelas
a. Siklus I
Siklus I dilaksanakan dengan dua kali pertemuan yaitu pada tanggal 16 Februari dan 18 Februari 2011 dengan materi menulis narasi dengan menggunakan media gambar seri dengan tema “Kesehatan”. Dalam siklus I pertemuan pertama siswa dibagi ke dalam kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4 siswa. Selanjutnya, pada pertemuan kedua siswa melakukan evaluasi dengan memperbaiki tulisan narasi dan melengkapinya.
1) Perencanaan
Dalam perencanaan siklus I, hal yang dilakukan peneliti adalah menyusun rubrik pengamatan minat, panduan wawancara kepada guru dan siswa. Setelah itu, peneliti menganalisis masalah yang
dialami oleh siswa dalam menulis sebagai persiapan untuk menyusun perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran tersebut meliputi: silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS), bahan ajar, dan soal. Perangkat pembelajaran dan rubrik pengamatan minat yang sudah disusun kemudian divalidasi.
a) Silabus
Untuk menyusun silabus peneliti berpedoman pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan tahun 2006 untuk kelas IV, mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang berkaitan dengan menulis tulisan. Selanjutnya peneliti memilih Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan menyusun Indikator yang sesuai dengan menulis tulisan, merencanakan pengalaman belajar yang akan dilaksanakan, memilih jenis penilaian yang sesuai, dan sumber belajar serta media yang akan digunakan. b) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat mencakup: standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, bahan ajar, media pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran, evaluasi, dan format penilaian.
c) Lembar Kerja Siswa (LKS)
LKS yang dibuat berisi petunjuk kerja yang harus dilakukan oleh siswa yang disesuaikan dengan langkah-langkah pembelajaran yang disusun pada RPP.
d) Rubrik pengamatan minat
Rubrik pengamatan minat disusun berdasarkan indikator-indikator minat yang dibuat bersama-sama dengan peneliti lain yang dibimbingan dosen pembimbing dengan berpedoman pada buku acuan. Rubrik pengamatan minat dibuat untuk mengetahui minat siswa dalam menulis narasi dengan menggunakan media gambar seri.
Selain menyiapkan perangkat pembelajaran, peneliti juga menyiapkan perlengkapan pembelajaran diantaranya: media gambar seri yang di acak kemudian dimasukkan ke dalam amplop, kertas manila, spidol, dan nomor siswa yang nantinya akan dipasang di punggung siswa, guna untuk memudahkan pengamat dalam melakukan pengamatan. Perlengkapan pembelajaran tersebut akan digunakan pada siklus I pertemuan I dan II.
2) Pelaksanaan a) Pertemuan I
Kegiatan pembelajaran pertemuan pertama dilaksanakan pada taggal 16 Februari 2012 pada pukul 09.05 – 10.50.
Sebelum memulai pembelajaran, peneliti mengecek media yang digunakan yaitu kertas manila, spidol, dan gambar seri yang dimasukkan ke dalam amplop. Peneliti bersama tiga pengamat lain masuk ke dalam kelas untuk mengamati minat siswa, dan ketercapaian ranah afektif dan psikomotor dalam proses pembelajaran. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan peneliti dibagi menjadi tiga tahap sebagai berikut. (1) Kegiatan awal
Pada kegiatan awal, siswa memberi salam kepada guru, selanjutnya ketua kelas memimpin doa. Setelah itu, guru mengecek kesiapan siswa untuk belajar dan melakukan presensi. Sebelum masuk ke materi guru mengkondisikan siswa untuk mengetahui materi yang akan diajarkan dengan memberikan apersepsi melalui pertanyaan yang berkaitan dengan film yang pernah dilihat oleh para siswa. Misalnya, “ Apakah kalian suka menonton film?”,” Film apa yang kalian lihat?”, “Siapa yang mau bercerita kepada teman-teman kalian, garis besar dari film yang kalian lihat!”. Beberapa siswa menceritakan poin-poin dari film yang pernah mereka lihat. Pada saat itu siswa sangat antusias untuk bercerita, yang tidak disuruh guru untuk bercerita, bercerita sendiri dengan teman sebangku karena hal itu, keadaan kelas menjadi ramai. Karena kondisi kelas ramai guru diam sejenak dan siswa juga ikut
diam. Setelah kondisi kelas tenang guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilakukan.
(2) Kegiatan inti
Pada kegiatan inti, guru bertanya jawab dengan siswa tentang hal yang berkaitan dengan cerita yang sudah diceritakan oleh salah satu siswa. hal tersebut diantaranya judul, pemain/tokoh cerita, dan jalanya cerita. Guru memberikan tugas kepada siswa untuk menulis menggunakan media gambar seri. Guru memberi petunjuk kepada siswa untuk bekerja dalam delapan kelompok, setiap kelompok terdiri dari empat anggota. Anggota kelompok sudah guru tentukan sebelumnya agar siswa tidak memilih-milih anggotanya. Selanjutnya, guru membacakan peraturan-peraturan yang harus ditaati pada saat proses pembelajaran berlangsung. Guru memberikan petunjuk kepada siswa untuk mengubah format tempat duduk menjadi setengah lingkaran agar siswa lebih mudah dalam berdiskusi. Pada saat mengubah letak meja dan kursi kondisi kelas sangat ramai, sehingga beberapa petunjuk yang disampaikan oleh guru tidak dihiraukan oleh siswa. Setelah siswa selesai mengubah letak meja dan kursi baru siswa bisa tenang.
Setelah keadaan siswa tenang guru membagikan LKS beserta amplop yang berisi media gambar seri, kertas manila
dan spidol. Hal tersebut membuat siswa penasaran dan menimbulkan banyak pertanyaan dari siswa. Dalam keadaan seperti itu, guru mengkondisikan kelas terlebih dahulu sebelum membagi media dengan berkata “ Yang belum bisa tenang, tidak akan saya beri media” ,“Pertanyaannya disimpan dulu, nanti kalau sudah ibu bagikan kalian boleh langsung membuka amplop ini!”. Selanjutnya guru membagikan media. Pada setiap amplop tertuliskan nama anggota kelompok dan nomor punggung siswa.
Guru menjelaskan petunjuk dalam LKS. Guru mengambil gambar dan menjelaskan sedikit tentang gambar seri kemudian siswa mulai menulis narasi.
Selesai menulis narasi, setiap kelompok memaparkan hasil kerjanya di depan kelas, kelompok lain memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam penulisan dan susunan kalimat.
Guru dan siswa melakukan tanya jawab, kemudian guru menjelaskan bahwa yang baru saja ditulis siswa merupakan jenis tulisan narasi. Guru menjelaskan sedikit materi tentang menulis narasi.
(3) Kegiatan akhir
Guru melakukan tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menulis narasi. Guru dan siswa membuat kesimpulan, selanjutnya melakukan refleksi secara
lisan dan tertulis tentang perasaannya setelah menulis narasi dengan menggunakan media gambar seri. Sebelum menutup pelajaran guru menyampaikan materi yang akan dipelajari selanjutnya. Guru mengucapkan salam penutup.
b) Pertemuan 2
Siklus 1 pertemuan kedua dilaksanakan pada taggal 18 Februari 2012 pada pukul 09.50-10.50. Sebelum memulai pelajaran, format kelas sudah diubah menjadi berderet dua meja dijadikan satu agar memudahkan siswa dalam duduk berkelompok. Setelah itu, peneliti masuk ke dalam kelas untuk mengamati ketercapaian ranah afektif dan psikomotor dalam proses pembelajaran ini.
(1) Kegiatan awal
Sebelum memulai pelajaran, guru mengecek kesiapan siswa untuk belajar. Selanjutnya, guru membuka dengan salam. Sebelumnya siswa sudah duduk bersama dengan kelompok. Guru bertanya kepada siswa tentang kegiatan yang pernah dilakukan pada pertemuan pertama. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada hari itu. (2) Kegiatan inti
Pada kegiatan inti guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang unsur-unsur yang ada dalam tulisan narasi. Guru membahas kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam
menulis pada pertemuan pertama. Selanjutnya, guru memberikan beberapa saran kepada siswa agar dalam menulis siswa bisa memperhatikan unsur-unsur yang ada dalam menulis narasi seperti judul, ejaan, dan organisasi tulisan. Setelah itu, guru membagikan LKS dan lembar jawab untuk siswa. Sebelum mengerjakan soal, guru menjelaskan petunjuk dalam LKS yaitu siswa memperbaiki dan melengkapi tulisan. Selesai menulis siswa mengumpulkan tugas di depan kelas.
c) Kegiatan akhir
Guru dan siswa bersama-sama melakukan tanya jawab. Guru dan siswa membuat kesimpulan selanjutnya, melakukan refleksi secara lisan dan tertulis tentang kesulitan yang dialami siswa dan hal yang didapat oleh siswa setelah menulis narasi dengan media gambar seri. Sebelum mengakhiri pelajaran, guru beri tidak lanjut untuk meringkas materi tentang menulis narasi. Guru mengucapkan salam penutup.
3) Observasi
Observasi pada pertemuan pertama dilaksanakan dengan bantuan tiga pengamat lain pada saat pembelajaran berlangsung untuk keperluan pengamatan minat. Selain dilakukan oleh pengamat, guru juga melakukan observasi pada saat kegiatan KBM berlangsung.
Untuk memudahkan pengamat dalam melakukan pengamatan, setiap siswa diberi nomor punggung karena pengamat belum terlalu kenal dengan siswa. Para pengamat masing-masing mendapatkan lembar pengamatan, kemudian mengisinya sesuai dengan keadaan di kelas. Jika siswa melakukan kegiatan sesuai dengan kriteria tersebut maka pengamat memberi tanda cek (√) pada lembar observasi. Pada pertemuan pertama ini, siswa masih tegang dan merasa heran dengan kedatangan para pengamat yang terlalu banyak. Siswa selalu ingin berbicara dengan para pengamat jadi hal yang disampaikan oleh guru kurang didengarkan oleh siswa. Selain siswa, guru juga masih merasa canggung karena kedatangan para pengamat.
Pada pertemuan kedua yang melakukan pengamatan hanya peneliti, hal tersebut dilakukan agar siswa dan guru tidak terganggu dengan kedatangan para pengamat.
4) Refleksi
Refleksi yang dilakukan peneliti pada siklus 1 setiap pertemuan adalah sebagai berikut :
a) Pertemuan 1
Pembelajaran pada pertemuan I ini berlangsung sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang sudah disusun. Kegiatan yang dilakukan siswa membantu siswa dalam memahami materi. Materi yang disampaikan jelas dan media
yang digunakan menarik siswa. Media yang dimasukkan ke dalam amplop membuat siswa penasaran sehingga hal tersebut membuat siswa merasa ingin segera tahu. Hal berikutnya adalah siswa senang bekerja dalam kelompok. Bekerja dalam kelompok dapat melatih siswa untuk saling menghargai dan saling membantu. Selain itu, ide dari masing-masing anggota digambungkan sehingga hasil tulisan semakin lengkap.
Pada pertemuan pertama ini, ada beberapa hal yang kurang yaitu kegiatan KMB melebihi waktu yang ditentukan, untuk memudahkan siswa dalam berdiskusi kelompok guru mengubah format kelas menjadi setengah lingkaran. Hal itu menghabiskan banyak waktu karena siswa bingung dengan penataan meja dan kursi yang terlalu banyak sedangkan kondisi kelas sempit. Guru memberikan petunjuk untuk penataan meja dan kursi kepada siswa tetapi kondisi kelas sudah ramai sehingga, sebagian siswa tidak mendengarkan petunjuk tersebut. Karena hal tersebut, waktu yang digunakan siswa untuk menulis narasi juga melebihi batas waktu yang sudah ditentukan.
Gambar seri yang dibagikan kepada siswa kurang banyak seharusnya jumlah gambar bisa lebih banyak sekitar 4-5 gambar. Karena masing-masing kelompok mendapatkan gambar seri perhatian siswa selalu terpaku pada kelompok
sehingga jika ada guru memberikan petunjuk atau penjelasan ada kelompok yang tidak memperhatikan. Sehingga hal yang sudah dijelaskan sebelumnya bisa ditanyakan lagi. Hal tersebut, membuat guru capek karena harus mengulang penjelasan tersebut dari awal sampai akhir.
Untuk pengamatan minat para observer kesulitan karena nomor punggung yang ditempel dipunggung siswa tertutup rambut dan terhalang siswa lain sehingga, pengamat harus berdiri dalam melakukan pengamatan.
b) Pertemuan 2
Hambatan yang terjadi pada pertemuan dua ini penataan meja dan kursi yang kurang sesuai, kursi ditata berderet. Hal tersebut membuat siswa kesulitan untuk melihat tulisan dalam kertas manila yang selalu diletak ditengah, siswa yang duduk di pojok tidak nyaman karena sering duduk berdiri. Hal ini membuat beberapa siswa dalam kelompok kehilangan mood, dan lebih memilih mengalah dan menulis setelah teman yang duduk di tengah selesai menulis. Sebagian dari siswa tetap menulis dengan kondisi tersebut di atas, karena mereka ingin cepat menyelesaikan tulisanya agar selesai tepat waktu. Hal tersebut, berpengaruh pada hasil tulisan siswa yaitu tulisan siswa menjadi rancu, siswa kurang memperhatikan ejaan dan
tanda baca, tulisan tidak rapi dan banyak coretan karena salah tulis.
Setelah melakukan refleksi bersama-sama dengan guru dan pengamat lainya, peneliti merencanakan perbaikan berdasarkan hambatan-hambatan yang dialami pada tiap pertemuan, hasil ulangan atau tes dan observasi untuk dilakukan pada siklus ke II.
b. Siklus II
Siklus II dilaksanakan dengan dua kali pertemuan yaitu pada tanggal 23 Februari dan 25 Februari 2011 dengan materi menulis narasi dengan menggunakan media gambar seri dengan tema “Aktivitas sehari-hari”. Dalam siklus II, pertemuan pertama siswa dibagi ke dalam kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 4 siswa. Selanjutnya, pada pertemuan kedua siswa melakukan evaluasi dengan memperbaiki tulisan narasi dan melengkapi tulisan narasi.
1) Perencanaan
Pada perencanaan tindakan siklus II ini, peneliti merencanakan tindakan perbaikan sesuai refleksi yang dilakukan pada setiap pertemuan siklus I. Peneliti memperbaiki kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan siswa dan guru pada rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah disusun sebelumnya kemudian dikonsultasikan dengan guru kelas agar dalam proses pembelajarannya siswa dan guru tidak mengalami kesulitan dan
meminimalisir hambatan-hambatan yang mungkin akan terjadi seperti pada pelaksanaan siklus I. Selain Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), peneliti juga memperbaiki Lembar Kerja Siswa (LKS). Pada siklus II ini peneliti hanya melakukan pengamatan dengan bantuan satu pengamat.
a) Silabus
Silabus sudah disusun pada awal sebelum melaksanakan penelitian. Sebelum pelaksanaan siklus II peneliti melakukan beberapa perbaikan pada silabus , guna agar dalam pelaksanaan pembelajaran berjalan lebih baik.
b) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran tersebut mencakup: standar kompetensi, kompetensi dasar, idikator, tujuan pembelajaran, bahan ajar, media pembelajaran, metode pembelajaran, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran, evaluasi, dan format penilaian yang sudah diperbaiki.
c) Lembar Kerja Siswa (LKS)
LKS yang dibuat berisi petunjuk kerja yang harus dilakukan oleh siswa yang disesuaikan dengan langkah-langkah pembelajaran yang disusun pada RPP.
Rubrik pengamatan minat sama pada siklus I. 2) Pelaksanaan
a) Pertemuan I
Kegiatan pembelajaran pertemuan pertama dilaksanakan pada tanggal 23 Februari 2012 pada pukul 09.05 – 10.50. Sebelum memulai pembelajaran, peneliti mengecek media yang digunakan. Pada Siklus II ini peneliti menggunakan media gambar seri yang lebih panjang, dan ditempelkan di papan tulis. Peneliti bersama pengamat masuk ke dalam kelas untuk mengamati minat siswa dan ketercapaian ranah afektif dan psikomotor dalam proses pembelajaran. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan peneliti dibagi menjadi tiga tahap sebagai berikut.
(1) Kegiatan awal
Pada kegiatan awal, siswa memberi salam kepada guru, selanjutnya, ketua kelas memimpin doa. Guru mengecek kesiapan siswa untuk belajar dan melakukan presensi. Sebelum masuk ke materi, guru menyampaikan tujuan pembelajaran. (2) Kegiatan Inti
Pada kegiatan inti guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang kegiatan yang dilakukan siswa sebelum berangkat ke sekolah dari bangun tidur sampai pergi ke sekolah. Beberapa siswa bercerita tentang kegiatan yang
dilakukan sebelum berangkat ke sekolah di depan kelas. Guru menggali lagi pengetahuan siswa tentang unsur-unsur menulis yang telah dipelajari sebelumnya. Guru memberikan tugas kepada siswa dan memberikan petunjuk kerja untuk siswa. Siswa masuk ke kelompok yang sudah dibentuk sebelumnya. Setiap kelompok mendapatkan LKS. Siswa mendengarkan petunjuk dalam LKS yang akan dijelaskan oleh guru. Selanjutnya, Guru menempelkan gambar seri di papan tulis secara acak. Siswa dalam kelompok menulis narasi dengan tema “Aktivitas sehari-hari” yang terdiri dari 1-2 paragraf berdasarkan gambar seri di kertas manila yang disediakan oleh guru. Setiap kelompok memaparkan hasil menulis narasi di depan kelas, kelompok lain memperbaiki tulisan narasi yang kurang tepat dalam penulisan dan penggunaan tanda baca. Guru menekankan lagi tentang materi menulis narasi dengan melakukan tanya jawab dengan siswa.
(3) Kegiatan Akhir
Guru dan siswa bersama-sama melakukan tanya jawab. Guru dan siswa membuat kesimpulan, selanjutnya melakukan refleksi secara lisan dan tertulis tentang kesulitan yang dialami siswa dan hal yang didapat oleh siswa setelah menulis dengan media gambar seri. Sebelum mengakhiri pelajaran guru
memberi tidak lanjut untuk berlatih menulis narasi dengan tema yang lain, salam penutup.
b) Pertemuan II
Siklus II pertemuan kedua dilaksanakan pada taggal 25 Februari 2012 pada pukul 09.50-10.50. Sebelum memulai pelajaran format meja dibuat sedikit melengkung. Setelah itu, peneliti masuk ke dalam kelas untuk mengamati ketercapaian minat siswa.
(1) Kegiatan awal
Untuk memulai pelajaran guru mengecek kesiapan siswa untuk belajar selanjutnya, guru membuka dengan salam. Sebelumnya, siswa sudah duduk bersama dengan kelompok duduk sedikit melingkar. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan pada hari itu.
(2) Kegiatan inti
Pada kegiatan inti guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang unsur-unsur yang ada dalam tulisan narasi. Guru membahas kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa dalam menulis pada pertemuan pertama. Selanjutnya, guru memberikan beberapa saran kepada siswa agar dalam menulis narasi, siswa bisa memperhatikan unsur-unsur yang ada dalam menulis narasi seperti judul, ejaan, dan organisasi tulisan. Setelah itu, guru membagikan LKS dan lembar jawab untuk
siswa. Sebelum mengerjakan soal, guru menjelaskan petunjuk dalam LKS yaitu siswa memperbaiki dan melengkapi tulisan narasi. Selesai menulis, siswa mengumpulkan tugas di depan kelas.
d) Kegiatan akhir
Guru dan siswa bersama-sama melakukan tanya jawab. Guru dan siswa membuat kesimpulan selanjutnya, melakukan refleksi secara lisan dan tertulis tentang kesulitan yang dialami siswa dan hal yang didapat oleh siswa setelah menulis narasi dengan media gambar seri. Sebelum mengakhiri pelajaran, guru memberi tidak lanjut untuk meringkas materi tentang menulis narasi. Guru mengucapkan salam penutup.
3) Observasi
Observasi pada pertemuan pertama siklus II dilaksanakan oleh peneliti dan satu pengamat saat pembelajaran berlangsung. Selain pengamat, guru juga melakukan observasi kinerja siswa saat KBM untuk keperluan pengamatan minat, aspek afektif dan psikomotor. Pada sikklus II pertemuan I ini semua siswa hadir tepat waktu. Pada ada pertemuan ini, siswa terlihat lebih antuasias dan lebih bersemangat, karena mereka ingin bersaing dengan kelompok lain agar tulisan narasi yang mereka buat tidak memiliki banyak kesalahan.
Untuk memudahkan pengamat dalam melakukan pengamatan, setiap siswa diberi nomor punggung. Pada siklus pertama pengamat mengalami kesulitan dalam pengamatan karena nomor tertutup oleh rambut maka guru menyuruh siswa perempuan mengkuncir rambutnya, siswa yang duduknya menghadap kanan/ kiri nomor ditempel di tangan bagian atas. Pengamat membawa lembar pengamatan dan kemudian mengisinya sesuai dengan keadaan di kelas. Jika siswa melakukan kegiatan sesuai dengan kriteria tersebut maka pengamat memberi tanda cek (√) pada lembar observasi.
Pada pertemuan pertama siklus II ini siswa merasa tidak terganggu dengan kedatangan pengamat. Siswa bersikap seperti biasanya dan KBM berjalan lancar seperti yang diharapkan. Waktu yang digunakan tidak melebihi batas waktu yang ditentukan. Karena setiap kelompok selesai serentak dalam mengerjakan tugasnya, mereka ingin cepat-cepat memaparkan hasil kerjanya di depan kelas. Karena hal itu, maka pada saat memaparkan hasil kerja kelompoknya siswa sangat bersemangat.
Pertemuan II siklus II ada satu siswa yang tidak hadir dikarenakan sakit. Pengamatan dilakukan oleh peneliti. Pada pertemuan ini guru memberikan petunjuk kerja dan membagikan LKS dan lembar jawab pada setiap siswa, kemudian membagikan
hasil kerja kelompoknya. Siswa mulai menulis secara mandiri. Siswa menyelesaikan tugas tepat waktu.
4) Refleksi
Refleksi yang dilakukan peneliti pada siklus 1I setiap pertemuan adalah sebagai berikut :
a) Pertemuan 1
Sebelum dimulai pelajaran peneliti sudah mengubah format kelas menjadi setengah lingkaran dan meja dibuat berkelompok hal tersebuut dilakukan sebagai bentuk perbaikan pada siklus I. Siswa langsung duduk bersama kelompok sehingga waktu yang digunakan tidak habis untuk pindah tempat. Pada siklus II pertemuan I waktu yang digunakan tidak melebihi batas waktu yang ditentukan. Gambar seri yang digunakan ditempel dipapan tulis, sehingga perhatian siswa terpaku pada satu gambar. Hal tersebut memudahkan guru untuk memberi penjelasan dan petunjuk. Gambar seri yang digunakan terdiri dari 4 gambar, hal itu berpengaruh pada hasil tulisan. Hasil tulisan lebih baik, dan tidak terlalu banyak kesulitan yang dialami siswa.
Pada pertemuan I siklus II ini kelompok yang duduknya dipojok sering maju ke depan kelas karena tidak bisa melihat gambar yang ditempel dipapan tulis. Hal tersebut dikarenakan,
gambar terhalang oleh kelompok lain yang duduk di depan. Selain hal itu gambar seri yang ditempelkan di depan kelas kurang besar.
b) Pertemuan 2
Pada pertemuan II siklus II ini kegiatan berlangsung sesuai dengan perencanaan. Dalam pelaksanaan evaluasi kondisi awal kelas tidak ramai karena siswa ingin berlomba-lomba menyelesaikan tulisannya terlebih dahulu. Format meja dan tempat duduk diatur berbentuk setengah lingkaran agar memudahkan siswa dalam menulis. Pada akhir-akhir batas waktu yang ditentukan pelajaran kondisi kelas ramai, hal tersebut dikarenakan siswa yang lebih dulu menyelesaikan tulisanya selalu menyemangati teman yang belum selesai dengan tepukkan dan kata-kata. Siswa lain yang belum selesai terburu-buru dalam menulis narasi, hal tersebut berdampak pada