• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Diskripsi Daerah Penelitian

PENDIDIKAN MELALUI KEWIRAUSAHAAN

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Diskripsi Daerah Penelitian

Letak Desa Kutaliman

Desa Kutaliman terletak di Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Ketinggian 165meter, letak desa Kutaliman sebelah utara kota Kecamatan Kedung Banteng berjarak 5 kilometer. Desa Kutaliman dengan pusat pemerintahan Kabupaten Banyumas yang ada di Purwokerta berjarak sekitar 10 kilometer arah barat laut. Sedangkan jarak dengan Provinsi Jawa Tengah yang ada di Semarang sekitar 250 kilometer, arah baratdaya.

Batas wilayah desa Kutaliman

- Sebelah utara berbatasan dengan desa Melung

- Sebelah selatan berbatasan dengan desa Karang Nangka - Sebelah Timur berbatasan dengan Sungai Banjaran

(Kecamatan Baturaden)

- Sebelah barat berbatasan dengan desa Kalikesur Luas wilayah desa Kutaliman

Luas wilayah desa Kutaliman secara keseluruhan adalah 218,445 Ha yang terdiri dari tanah sawah 76,275 Ha dan Tanah

Darat / kering 142,17 Ha. Banda Desa terdiri dari sawah : 14,21 Ha dan 2 Ha tanah kering.

Kependudukan

Jumlah penduduk desa Kutaliman adalah 4881 jiwa (1195 Kepala Keluarga) yang terdiri dari 2686 laki-laki dan 2195 perempuan dan dari sejumlah tersebut terdapat 30100 jiwa (61,668%) mendapat Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat. Sebagian besar masyarakat pekerjaan pokok adalah petani dan hanya memiliki sawah sangat sempit, dan sebagian lagi bekerja sebagai buruh srabutan dengan penghasilan kecil dan tidak pasti, sehingga rawan gangguan kesehatan dan kematian.

Agar lebih jelas dan mudah dipahami, penduduk desa Kutaliman diperinci atas dasar mata pencaharian dengan menggunakan tabel frekuensi, adalah sebagai berikut:

Tabel.1 Jenis Pekerjaan dan Jumlahnya

No Jenis Pekerjaan Jumlah

1 Pegawai negeri Sipil 17 orang

2 TNI / POLRI 1 orang

3 Karyawan Swasta 67 orang

4 Wiraswasta 6 orang 5 Pedagang 11 orang 6 Petani 1229 orang 7 Pertukangan 149 orang 8 Buruh 625 orang 9 Pensiun 1 orang Jumlah 2106 orang

Sumber : Profil Desa Kutaliman Tahun 2010

Berdasarkan tabel penduduk Kutaliman jenis pekerjaan tergolong beragam, karena relatif dekat dengan kota Purwokerto, sehingga banyak buruh serabutan mencari nafkah bekerja di purwokerto tetapi ketika sore pulang kerumah. Petani paling besar jumlahnya tetapi pemilikan lahan pertanian relatif sempit, sebab

sawah subur banyak dimiliki oleh orang dari luar wilayah, sebagai investasi jangka panjang, karena harga tanah dari tahun-ketahun terus naik sejalan dengan pertumbuhan penduduk yang demikian pesat.

Sarana prasara pendidikan tergolong minim di desa Kutaliman, yaitu hanya terdapat 2 sekolah Dasar. Disebabkan letaknya wilayah berdekatan dengan kota Baturaden dan kota Purwokerto, banyak fasilitas pendidikan, maka penduduk desa Kutaliman dapat memanfaatkan fasilitas kemudahan pendidikan dengan kota-kota sekitarnya yang relatif berdekatan. Penduduk desa Kutaliman diperinci atas dasar pendidikan sekolah dan jumlahnya dengan menggunakan tabel frekuensi, akan diperoleh data sebagai berikut:

Tabel.2 Jenis Pendidikan dan Jumlahnya

No Jenis Pendidikan Jumlah

1 Belum/tidak Tamat SD 2231 orang

2 Tamat SD 1998 orang

3 Tamat / Tidak Tamat SLTP 426 orang

4 Tamat SLTA 208 orang

5 Tamat Akademi/D3 7 orang

6 Tamat Sarjana/S1 10 orang

7 Tamat Magister/S2 keatas 1 orang

Jumlah 4881 orang

Sumber : Profil Desa Kutaliman Tahun 2010 Analisa Data

Pendidikan sekolah memberikan nilai-nilai ilmu pengetahuan, kecerdasan, kreatif, inovasi, keterbukaan dari berbagai arus informasi, sehingga menyebabkan semakin tinggi tuntutan kebutuhan hidup yang ingin dipenuhi. Berkaitan hal itu penelitian ini ingin membuktikan seberapa besar hubungan atara tingkat pendidikan sekolah terhadap persepsi mengenai mutu pelayanan Jamkesmas. Hasil analisis data disajikan dalam betuk

tabel, prosentasi dan Korelasi Product Moment dari Pearson hasilnya sebagai berikut:

Tabel.3. Hubungan Tingkat Pendidikan Terhadap Pesepsi Pelayanan Jamkesmas

TK Pendidikan Sekolah

Persepsi Masyarakat Tentang Jamkesmas

Baik Sedang Buruk Jumlah

Tinggi 9 36% 6 17,64% 29 70,73% 21 Sedang 6 24 % 21 61,77% 7 17,07% 34 Rendah 10 40 % 7 20,60% 5 12,20% 45 Jumlah 25 34 41 100

Sumber : Data Lapangan Diolah Tahun 2010

Hasil perhitungan tersebut menunjukan bahwa terdapat sejumlah 25 orang responden yang mengatakan persepsi yang baik tentang mutu pelayanan birokrasi pada kebijakan Jamkesmas pemerintah kepada masyarakat kurang mampu. Dari sejumlah itu terdapat 9 orang responden (36%) tergolong berpendidikan relatif tinggi. Disamping itu terdapat sejumalh 6 orang responden (24%) tergolong sedang pendidkan sekolah yang pernah mereka tempuih. Kemudian terdapat 10 orang responden (40%) tergolong rendah pendidikan sekolah yang pernah ditempuhnya.

Sementara itu terdapat sejumlah 34 responden tergolong sedang mengenai mutu pelayanan birokrasi pada pelaksanaan program Jamkesmas pemerintah kepada masyarakat miskin. Dari sejumlah itu, terdapat 6 orang responden (17,64%) berpendidikan sekolah tinggi. Serta terdapat 21 orang responden (61,77%) tergolong berpendidikan sekolah menengah. Terdpat 7 orang responden (20,60%) berpendidikan sekolah tergolong rendah.

Kemudian terdapat sejumlah 41 orang responden mengatakan buruk sistem pelayanan birokrasi pada pelaksanaan

program Jamkesma dari pemerintah kepada masyarakat miskin. Dari sejumlah tersebut terdapat 5 orang responden (12,20%) tergolong berpendidikan sekolah tinggi. Kemudian terdapat sejumlah 7 orang responden (17,07%) tergolong tingkat pendidikan sekolah tergolong sedang. Kemudian terdapat sejumlah 29 orang reaponden (70,73%) tergolong pendidikan sekolah rendah.

Setelah dihitung dengan perhitungan korelasi Product Moment dari Pearson hasilnya adalah korelasi negatif, yitu sebesar -0,268 dalam tabel terlihat bahwa rxy 0,01 (df98) = 256 jadi P<0,01. Berdasarkan hasil perhitungan statistik menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan sekolah masyarakat yang berhak penerima program Jamkesmas dari pemerintah maka semakin buruk persepsi mereka mengenai sistem pelayanan Jamkesmas yang dilaksanakan oleh aparat Birokrasi pemerintahan.

KESIMPULAN

Dari seluruh hasil penelitian tersebut diatas maka dapat disimpulkan lebih singkat dan jelas sebagai berikut:

1. Desa Kutaliman merupakan desa yang relatif terpencil meskipun tidak terlalu jauh dari kota Purwokerto sejauh 5 kilometer, yang banyak memangku berbagai sarana prasarana kemudahan. Sebagian besar penduduk desa Kutaliman tergolong miskin karena sebagian besar bekerja sebagai petani dan buruh tani, sehingga dari sejumlah 4881 jiwa mendapat Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat ada sejumlah 30100 jiwa (61,668%)

2 Setelah dihitung dengan perhitungan korelasi Product Moment dari Pearson hasilnya adalah korelasi negatif, yitu sebesar -0,268 dalam tabel terlihat bahwa rxy 0,01 (df98) = 256 jadi P<0,01. Berdasarkan hasil perhitungan statistik menunjukan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan sekolah masyarakat yang berhak penerima program Jamkesmas dari

pemerintah maka semakin buruk persepsi mereka mengenai sistem pelayanan Jamkesmas yang dilaksanakan oleh aparat Birokrasi pemerintahan.

DAFTAR PUSTAKA

Agus Dwiyanto Cs; 2003,Reformasi Tata Pemerintahan dan Otonomi Daerah; PenPusat Studi Kependudukan dan Kebijakan.Universitas Gadjah Mada; Yogyakarta.

Clelland David;1980; The Achieving Society; Publishing Nostrid Company. Canada

Polidano Charles and David Hulme;2000; Beyond New Public Management ; Published Edward Elgor Publishing Limited.USA.

Prof.Dr.M. Islamy Irfan. 2007.Menggapai Pelayanan Yang Bermutu. Pen. FIA Unibraw. Malang. Prov. Jawa Timur. Rogers.EM.1979;Modernization Among Peasants The Impact of

Communication; Hold Renehart and Wiston; Inc.New York.USA.

Dehhardt janet and Dehardt Robert. 2002. The Public Service Serving Not Steering. M.E. SharpeArmonk. New York London;England.

Dokumen

Undang- Undang Republik Indonesia Nomor. 36 Th 2009 Undang-undang Republik Indonesia Nomor. 20 tahun2003, Peraturan Desa Kutaliman No. 04 Tahun 2010.

Peraturan Desa Kutaliman No 1 Tahun 2010 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Kutaliman

PROFIL DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN