• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1Gambaran Perusahaan

PT. Coffindo awalnya adalah perusahaan yang bergerak dibidang eksportir biji hijau kopi, namun karena ingin memperluas kegiatan usahanya maka pada tahun 2014 PT. Coffindo juga bergerak dibidang industri retail kopi, PT. Coffindo memiliki 8 cabang di Indonesia dan 2 cabang di luar negeri. Perluasan usaha yang dilakukan PT. Coffindo menyebabkan PT. Coffindo harus berusaha dengan keras untuk melakukan promosi dan penawaran- penawaran kepada setiap pasar kopi yang ada, maka dari itu dokumen-dokumen yang dsiapkan juga semakin banyak, untuk menciptakan dokumen-dokumen ini maka dibutuhkan suatu alat yaitu mesin photo copy multifungsi, selama tahun 2013 sampai dengan 2014 PT. Coffindo hanya memiliki 1 mesin Photo Copy yang di sewa dari pihak lessor yaitu PT. Astra Graphia, kontrak tersebut sudah berjalan selama 2 tahun, dengan alternative operasional lease. Keputusan sebelumnya diambil dikarenakan ada beberapa hal yang ditinjau yaitu, didalam operasional lease, pihak penyewa tidak menangung biaya perbulan yang meliputi pergantian tinta, maintance, pergantian sparepart, dan biaya kerusakan. Sehingga atas dasar pertimbangan ini perusahaan memilih jenis lease ini dalam penggadaan mesin photo copy. Adapun dasar perhitungan biaya sewa yang selama ini adalah:

1. Biaya sewa mesin photo copy sebesar Rp. 2.000.000 perbulan.

40 2. Adanya Kuota yang ditetapkan, untuk hasil cetakan

hitam putih dengan kuota 2000 lembar, apabila melebihi kuota ini maka pihak penyewa dikenakan biaya sebesar Rp. 150 perlembar cetakan hitam putih. Sedangkan untuk kuota percetakan untuk warna, kuota sebesar 200 lembar, apabila melebihi dari lembar kuota ini, maka pihak penyewa dikenakan biaya sebesar Rp.2500 perlembar cetakan warna.

Setelah kontrak berjalan selama 2 tahun, terhitung dari awal 2013- 2014 maka pihak manajemen ingin meninjau ulang tentang hal ini, dan juga ingin menambah unit dari mesin tersebut, dikarenakan seringnya terjadi kegiatan pekerjaan diakibatkan mengantri untuk melakukan Photo copy maupun kegiatan pengeprinan, tetapi sebelum menambah mesin photo copy dalam setiap ruangan, maka pihak manajemen ingin mengetahui apakah kegiatan penyewaan mesin photo copy sebelumnya sudah merupakan alternative yang tepat dalam penghematan pengeluaran perusahaan, setelah dilihat ternyata biaya sewa untuk mesin photo copy selama 2 tahun ini melebihi harga beli mesin itu sendiri, maka dari itu untuk penambahan mesin photo copy disetiap ruangan perlu melakukan analisis terlebih dahulu, dari keadaan ini penulis ingin mengusulkan untuk manajemen memilih alterative antara Finance lease dan kredit bank. Bukan dengan pilihan lease operasional kembali.

41 4.2 Penentuan Besarnya Kebutuhan Dana

Pada tahun 2015 perusahaan merencanakan akan membeli 2 mesin photo copy merk Xerox Docucenter IVC2265 seharga @ Rp. 140.000.000-, sehingga total biaya yang dibutuhkan adalah Rp. 280.000.000 apabila nantinya sumber pendanaan melalui leasing yang dipilih oleh PT. Coffindo maka jenis transaksi yang dipilih adalah Finance Lease, yaitu melalui perjanjian leasing dengan PT. Astragraphia. Sedangkan bila melalui kredit bank, PT. Coffindo akan melakukan kredit bank dengan Bank BNI dengan mengambil fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK).

4.3 Analisis Sumber Pendanaan Leasing Dan Kredit Bank. 4.3.1Pendanaan Dengan Leasing

Pengadaan mesin photo copy yang telah ada sebelumnya menggunakan operating lease dengan besar biaya selama 2 tahun adalah sebesar Rp. 140.861.204-, sementara harga perolehan mesin ini adalah Rp. 140.000.000-, dari jumlah tersebut perusahaan sudah kehilangan kesempatan untuk bisa menambah aset tetapnya, karena biaya sewa melebihi harga perolehan mesin tersebut. Tetapi, ada faktor lain yang bisa dinilai dari keputusan tersebut, karena operating lease membebaskan biaya maintance dan kerusakan kepada leesee. Sementara itu untuk penambahan 2 mesin baru ditahun 2015, akan dilakukan opsi finance lease dengan syarat sebagai berikut:

1. Pembelian aktiva dengan nilai kontrak 2 unit mesin @140.000.000 = Rp.280.000.000 ,dengan Nilai sisa akhir masa kontrak sebesar

42 100.000.000.dimana pada akhir kontrak lessee dapat membeli mesin dengan nilai buku tersebut.

2. Bunga pada leasing sebesar 12% pertahun, dimana tingkat bunga ini telah di tetapkan oleh PT. Astra Graphia.

3. Jangka waktu leasing adalah selama 2 tahun atau 24 bulan dan selama periode tersebut kontrak tidak dapat dibatalkan.

4. Apabila kontrak selesai, maka pihak penyewa memiliki hak pilih untuk membeli atau memperpanjang kontrak.

5. Angsuran merupakan sejumlah uang yang harus dibayarkan perusahaan kepada pihak leasing yang mencakup pengembalian pokok dan bunga yang dibebankan selama masa kredit.

Menghitung aliran kas keluar bersih dalam alternative leasing maka perlu menghitung Present value. Adapun present value untuk leasing ini adalah sebagai berikut: Tingkat diskonto perbulan:

Biaya bunga pertahun 12% atau sama dengan 1 % perbulan NPV (Pembayaran Leasing ) = Harga beli – PV (Nilai Sisa PV (Pembayaran Leasing Bulanan)

= 280.000.000 –[ 100.000.000/((1*1%)^24)] = 201.243.387,26

43 Tabel 4.1 Present Value Leasing 2 Unit Mesin (2015)

PV (Pembayaran

Leasing) Harga Beli PV (Nilai Sisa) 201.243.387,26 280,000,000 78.756.612,74

Dengan PV leasing sebesar 207.243.387,26 berapa pembayaran leasing setiap bulan? Mengingat pembayaran leasing dilakukan setiap bulan maka rumus annuitas dapat diterapkan. Rumus anuitas adalah sebagai berikut:

CF adalah jumlah pembayaran leasing setiap bulan, disini diasumsikan bahwa pembayaran leasing dilakukan pada hari pertama transaksi leasing dilakukan, dengan demikian n = 24-1 = 23

201.243.387,26 = CF + CF/1% x (1/((1+1%)^23)) CF = 201.243.387,26/ [ 1 + 1/1% x (1-(1/((1+1%)^23)) CF (Pembayaran Leasing perbulan) = 9.379.431

Jadi untuk menghitung arus kas keluar untuk keseluruhan pembayaran leasing dengan opsi perusahaan membeli mesin photocopy pada masa akhir kontrak maka dapat dilihat dari table berikut:

Tabel 4.2 Tabel Aliran Kas Keluar Untuk Opsi Pembelian 2 Mesin (2015)

NO Keterangan Biaya Angsuran Perbulan Total Pembayaran Selama 2 Tahun 1 Cicilan / Bulan 9,379,431.00 225,106,344.00 2

Nilai Sisa di akhir

Kontrak

100,000,000 Total Biaya 325,106,344

44 4.3.2Pendanaan Dengan Kredit Bank

Dalam pembiayaan melalui bank ada beberapa ketentuan yang biasa berlaku, yaitu:

1. Perjanjian kredit yang dilakukan sebesar Rp. 280.000.000,- ditambah dengan biaya provisi 1 % biaya administrasi sebesar 10% dan biaya asuransi 2.5% dari pinjaman.

2. Bunga pada kredit bank sebesar 13% per tahun, dimana tingkat bunga ini telah ditetapkan oleh Bank BNI.

3. Jangka waktu kredit adalah selama 2 tahun atau 24 bulan dan selama periode tersebut perjanjian kredit tidak dapat dibatalkan. 4. Angsuran merupakan sejumlah uang yang harus dibayarkan

perusahaan kepada pihak bank yang mencakup pengembalian pokok dan bunga yang dibebankan selama masa kredit.

Berikut table yang menggambarkan arus kas keluar kredit bank:

1. Tabel mengambarkan biaya yang perusahaan keluarkan jika perusahaan melakukan kredit bank untuk pembelian mesin photo copy sebelumnya sejumlah 1 unit pada periode 2013 - 2014.

Tabel 4.3 Arus Kas Keluar Untuk Pendanaan Melalui Kredit Bank 1 Mesin

NO Keterangan Biaya Jumlah Biaya

1 Pokok Pinjaman 140,000,000.00 2 Bunga 13% 19,740,523.90 3 Biaya Provisi 1% 1,400,000.00 4 Biaya Admin 10% 14,000,000.00 5 Biaya Asuransi 1% 1,400,000.00 Total Biaya 176,540,523.90

45 Tabel 4.4 Detail Pembayaran Angsuran Rencana 2015

2. Tabel mengambarkan biaya yang perusahaan keluarkan jika perusahaan melakukan kredit bank untuk pembelian mesin photo copy yang akan datang sejumlah 2 unit pada tahun 2015.

46 Tabel 4.5 Arus Kas Keluar Untuk Pendanaan Melalui Kredit Bank Untuk 2

Mesin Untuk Tahun 2015

NO Keterangan Biaya Jumlah Biaya

1 Pokok Pinjaman 280,000,000.00 2 Bunga 13% 39,481,047.79 3 Biaya Provisi 1% 2,800,000.00 4 Biaya Admin 10% 28,000,000.00 5 Biaya Asuransi 1% 2,800,000.00 Total Biaya 353,081,047.79 4.3.3Perbedaan Biaya Antara Lease Dan Kredit Bank

1. Perbedaan antara operasional lease untuk mesin photo copy sebelumnya dengan kredit bank.

Berikut table yang menggambarkan perbedaan arus kas keluar antara leasing dan kredit bank:

Tabel 4.6 Perbedaan Arus kas keluar Antara Leasing dan Kredit Bank untuk Mesin Photo Copy Sebelumnya Periode 2013 - 2014

Dari table diatas dapat dilihat bahwa aliran kas keluar leasing lebih kecil dibandingkan aliran kas keluar kredit bank, selisih sebesar Rp.93.279.319,90

2. Perbedaan antara financial lease untuk mesin photo copy yang akan dibeli dengan kredit bank.

47 Tabel 4.7 Selisih Arus Kas Keluar Antara Leasing Dan Kredit Bank Untuk

Tahun 2015

Kas Keluar Leasing Kas Keluar bank Selisih 325,106,344.00 353,081,047.79 27,974,703.79

Dari table diatas terlihat bahwa arus kas keluar bank lebih besar dibandingkan dengan arus kas keluar leasing, yaitu selisih Rp. 27.974.703,79.

48 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait