• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berdasarkan hasil analisis regresi linier dengan menggunakan SPSS, diperoleh nilai koefisien determinasi dari model produksi budidaya pembesaran ikan nila sebesar 0,502.

Nilai ini mengandung pengertian bahwa pengaruh varibel bebas terhadap perubahan variabel terikat adalah 50,2 persen, sedangkan 49,8 persen dipengaruhi oleh variabel lain.

Jadi, pengaruh banyaknya anggota rumah tangga pembudidaya, umur pembudidaya, pendidikan pembudidaya, jenis kelamin pembudidaya, jumlah benih/bibit yang digunakan, sumber benih, angkutan untuk membawa hasil produksi, dan keanggotaan koperasi terhadap produksi budidaya pembesaran ikan nila sebesar 50.2 persen. Sedangkan 49.8 persen dipengaruhi oleh variabel lain luar model penelitian.

Model Summaryb

Mo-del

R R

Square

Adjuste

d R

Square

Std. Error of the Estimate

Change Statistics R Square

Change

F Change df1 df2 Sig. F Change 1 .708a .502 .502 .93826570

6 .502 32025.57

4 12 381743 .000

94

|

Volume 2 . Nomor 4. Juni 2017

a. Predictors: (Constant), Ln_Benih_Bibit, ln_umur, Sumber_Benih_P_Lain, Angkutan_Air, Kenaggotaan_Koperasi, JK_Pembudidaya, Tdk_Menggunakan_Angkutan, Tamat_SD, ln_banyaknya_ART, ln_Jlh_Pekerja, Tdk_Tamat_SD, Sumber_Benih_Prod_Sendiri

b. Dependent Variable: Ln_Prod_Nila

Untuk menjelaskan apakah variasi nilai variabel bebas atau variabel independent dapat menjelaskan variasi nilai variabel terikat atau dependent digunakan table ANOVA dengan melihat besarnya nilai F. Besarnya F hitung adalah 32025.574 sedangkan besar signifikansinya 0,000. Signifikansi tabel ANOVA 0,000 lebih kecil dari 0,05, dengan demikian variasi nilai variabel bebas dapat menjelaskan variasi nilai variabel terikat. Dengan kata lain variabel banyaknya anggota rumah tangga pembudidaya, umur pembudidaya, pendidikan pembudidaya, jenis kelamin pembudidaya, jumlah benih/bibit yang digunakan, sumber benih, angkutan untuk membawa hasil produksi, dan keanggotaan koperasi secara bersama-sama dapat memprediksi variabel produksi budidaya pembesaran ikan nila.

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 338321.704 12 28193.475 32025.574 .000b Residual 336064.600 381743 .880

Total 674386.305 381755

a. Dependent Variable: Ln_Prod_Nila

b Predictors: (Constant), Ln_Benih_Bibit, ln_umur, Sumber_Benih_P_Lain, Angkutan_Air, Kenaggotaan_Koperasi, JK_Pembudidaya, Tdk_Menggunakan_Angkutan, Tamat_SD, ln_banyaknya_ART, ln_Jlh_Pekerja, Tdk_Tamat_SD, Sumber_Benih_Prod_Sendiri

Pengujian hipotesis secara parsial dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas yang signifikan terhadap variabel terikat dengan mengukur derajat hubungan antara suatu variabel bebas dengan variabel terikatnya.Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, hanya nilai variabel tidak menggunakan angkutan dalam membawa hasil produksi yang memiliki nilai signifikasi > 0.05. Hal ini berarti hanya variabel tidak menggunakan angkutan dalam mengangkut hasil produksi yang tidak mempengaruhi produksi budidaya pembesaran ikan nila sedangkan variabel bebas lainnya secara parsial atau individu mempengaruhi produksi budidaya pembesaran ikan nila.

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std.

Error

Beta

1

(Constant) 1.034 .027 38.447 .000

ln_banyaknya_ART .057 .004 .018 15.428 .000

ln_umur -.082 .006 -.015 -12.928 .000

Ln_Benih_Bibit .573 .001 .643 537.401 .000

ln_Jlh_Pekerja .333 .003 .143 117.707 .000

Media Pemerhati Dan Peminat Statistika, Ekonomi, Dan Sosial

|

95

JK_Pembudidaya .094 .005 .020 17.221 .000

Tdk_Tamat_SD -.074 .005 -.019 -14.720 .000

Tamat_SD -.197 .003 -.074 -57.453 .000

Sumber_Benih_P_Lain .039 .004 .013 10.184 .000

Sumber_Benih_Prod_Sendiri .204 .006 .043 32.572 .000 Tdk_Menggunakan_Angkutan -.005 .003 -.002 -1.528 .127

Angkutan_Air .601 .019 .036 31.491 .000

Kenaggotaan_Koperasi .188 .007 .032 28.162 .000

a. Dependent Variable: Ln_Prod_Nila

Model produksi budidaya pembesaran ikan nila dari hasil analisis regresi berganda sebagai berikut:

LnY = 1.034 + 0.057 lnx1 – 0.082 lnx2 + 0.573 lnx3 -+ 0.333 lnx4 + 0.094 d1 – 0.074 d2 - 0.197 d3 + 0.039 d4 + 0.204 d5 - 0.005 d6 + 0.601 d7 + 0.188 d8

Di mana:

Y : produksi ikan nila

x1 : banyaknya ART (Anggota Rumah Tangga) x2 : umur pembudidaya

x3 : jumlah benih/bibit yang digunakan x5 : jumlah tenaga kerja

d1 : jenis kelamin pembudidaya (1: laki-laki, 0: perempuan)

d2 : pendidikan pembudidaya (1: tidak/belum tamat SD , 0: lainnya) d3 : pendidikan pembudidaya (1: tamat SD sederajat , 0: lainnya) d4 : sumber benih/induk (1: pembudidaya lain, 0: Lainnya) d5 : sumber benih/induk (1: produksi sendiri, 0: Lainnya)

d6 : sarana angkutan utama yang digunakan untuk pengangkutan produksi yang ( 1: tidak menggunakan angkutan , 0: lainnya)

d7 : sarana angkutan utama yang digunakan untuk pengangkutan produksi yang (1: angkutan air , 0: lainnya)

d8: keikutsertaan sebagai anggota koperasi (1: menjadi anggota koperasi, 0:

tidak menjadi anggota koperasi)

Persamaan regresi di atas dapat digunakan untuk memprediksi dan mengestimasi kecenderungan keputusan dalam produksi budidaya pembesaran ikan nila berdasarkan asumsi apabila salah satu variabel bebasnya dibuat tetap atau dikendalikan.

96

|

Volume 2 . Nomor 4. Juni 2017

4.2 Pembahasan

Banyaknya ART berpengaruh positif terhadap produksi budidaya pembesaran ikan nila dengan nilai koefisien masing-masing sebesar 0.057. Hal ini bermakna bahwai setiap kenaikan satu persen ART dapat meningkatkan sebesar 0.057 persen produksi budidaya pembesaran ikan nila, sedangkan variabel umur pembudidaya nilai koefisien yang diperoleh negatif. Hal ini menunjukkan bahwa dalam budidaya ikan nila, diperlukan pembudidaya yang usianya produktif sehingga jika usianya sudah tidak produktif lagi, tenaga untuk budidaya ikan nila cenderung berkurang yang mengakibatkan rendahnya produksi yang dihasilkan.

Gambar 4.1 Rata-rata produksi (kg) budidaya pembesaran ikan nila menurut kelompok umur pembudidaya , 2014

(Data diolah dari ST2013-SBI.S)

Pembudidaya jenis kelamin laki-laki dapat meningkatkan produksi budidaya pembesaran ikan nila dibanding pembudidaya perempuan. Dalam hal ini, laki-laki dinilai memiliki tenaga yang lebih kuat dibandingkan dengan perempuan dalam meningkatkan produksi ikan nila. Dalam hal tingkat pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan pembudidaya, pengaruhnya terhadap produksi ikan nila semakin besar. Hal ini terbukti dengan melihat nilai koefisien untuk pembudidaya yang tidak atau belum tamat SD memiliki pengaruh negatif yang lebih besar terhadap produksi ikan nila dibanding pembudidaya yang telah tamat SD sederajat.

Terkait benih/bibit yang digunakan, setiap peningkatan satu persen benih/bibit yang digunakan, produksi ikan nila meningkat sebesar 0.573 persen. Demikian juga halnya dengan jumlah tenaga kerja, setiap peningkatan satu persen jumlah tenaga kerja, dapat meningkatkan produksi ikan nila sebesar 0.333 persen. Selain itu, sumber benih juga mempengaruhi produksi ikan nilat. Benih yang diperoleh dari produksi sendiri dapat meningkatkan produksi ikan nila dibanding benih yang berasal dari pembudidaya lain atau balai benih dan tempat lainnya.

208,22

403,55 438,46

367,49 359,51

261,66

200,00 250,00 300,00 350,00 400,00 450,00

<20 20 - 29 30-39 40-49 50-59 >59

umur pembudidaya (tahun)

Media Pemerhati Dan Peminat Statistika, Ekonomi, Dan Sosial

|

97 Menyangkut sarana yang digunakan untuk mengangkut produksi, penggunaan angkutan air untuk mengangkut hasil produksi dapat lebih meningkatkan produksi budidaya dibandingkan tidak menggunakan angkutan atau menggunakan angkutan lainnya.

Sedangkan terkait keanggotaan pembudidaya dalam koperasi, pembudidaya yang berpartisipasi sebagai anggota koperasi dapat membantu meningkatkan produksi ikan nila dibandingkan dengan pembudidaya yang tidak ikut dalam keanggotaan koperasi.

Dokumen terkait