Hasil Penelitian
Penelitian tentang meningkatkan proses dan hasil belajar IPS materi “Benua” dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe Examples Non Examples pada siswa Kelas VI SDN Bentok Darat 2 telah diperoleh data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif merupakan pencerminan dari aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran. Data kuantitatif berupa nilai evaluasi hasil belajar.
Data Kuantitatif Siklus 1 dan Siklus 2
Data kuantitatif siklus 1 dan siklus 2 meliputi hasil pre tes dan post tes. Deskripsi hasil belajar yang diperoleh dari pre tes dan post tes pada siklus 1 dan siklus 2 seperti terlihat pada Tabel 1. Pada Tabel 1, terlihat ada peningkatan pada pre tes maupun post tes. Hubungan antara pre tes dan post tes pada siklus 1 dan siklus 2 digambarkan seperti pada Gambar 1.
Tabel 1. Ketuntasan Klasikal Pre Tes dan Post Tes Siklus 1 dan Siklus 2
Siklus Sumber Data
Skor Maksimum
Hasil Belajar Jumlah % Tuntas (Klasikal) Tuntas (orang) Tidak Tuntas (orang) 1 Pre Tes 100 9 7 16 56,25 Post Tes 100 13 3 16 81,25 2 Pre Tes 100 10 6 16 62,50 Post Tes 100 14 2 16 87,50 Keterangan:
Ketuntasan individual : Jika siswa mencapai nilai ≥ 60
Ketuntasan klasikal : Jika ≥ 70% dari seluruh siswa mencapai ketuntasan individual ≥ 60
Pada Tabel 1 ketuntasan klasikal pada post tes siklus 1 dan siklus 2 telah tercapai. Hal ini dapat digambarkan dalam bentuk grafik seperti Gambar 3. Ketuntasan klasikal telah tercapai pada siklus 1 dengan gain sebesar 25% dan pada siklus 2 gain sebesar 25%. Meskipun telah tercapai ketuntasan klasikal akan tetapi gain yang diperoleh belum optimal (30%). Jadi, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS materi “Benua” dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe Examples Non Examples pada siswa Kelas VI SDN Bentok Darat 2 dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa.
Data Kualitatif Siklus 1 dan Siklus 2
Data kualitatif siklus 1 dan siklus 2 meliputi deskripsi aktivitas guru dalam kegiatan belajar mengajar dan deskripsi aktivitas siswa dalam kegaiatan belajar mengajar. Deskripsi aktivitas guru selama pembelajaran siklus 1 dan siklus 2 seperti pada Tabel 2.
Tabel 2. Aktivitas Guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar Siklus 1 dan Siklus 2
Siklus Parameter (%)
1 2 3 4 5 6 7 8
1 20 10 10 5 25 30 0 0
2 20 10 15 5 5 5 40 0
Kualitas - + + -
Berdasarkan Tabel 2 ada 2 parameter aktivitas guru dalam pengelolaan pembelajaran yang telah berkurang yaitu parameter 5 dan 6 artinya sudah terlihat tanda-tanda guru mengurangi aktivitas dalam pengelolaan pembelajaran, meskipun ada 2 parameter yang naik yakni parameter 3 dan 8. Adapun hasil deskripsi aktivitas siswa selama proses pembelajaran pada siklus 1 dan siklus 2 seperti pada Tabel 3. Tabel 3. Aktivitas Siswa dalam Kegiatan Belajar Mengajar Siklus 1 dan 2
Nama Siswa Siklus Parameter (%) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1. Ratih 1 10 15 5 25 20 25 0 0 0 2 25 10 10 5 15 15 20 0 0 2. Zainab 1 5 5 10 25 35 20 0 0 0 2 25 5 5 10 10 45 0 0 0 3. Rosiana 1 15 15 5 25 10 30 0 0 0 2 25 25 0 0 0 0 15 35 0 4. Putri A 1 15 20 5 25 25 10 0 0 0 2 25 5 10 15 0 0 0 45 0 Keterangan Parameter:
1. Memperhatikan penjelasan guru atau siswa lain 2. Membaca LKS atau buku-buku yang relevan 3. Melakukan pengamatan atau percobaan
4. Menulis hal-hal yang relevan dengan pembelajaran 5. Berdiskusi antara siswa atau kelompok lain
6. Melakukan refleksi dan mengevaluasi proses penyelidikan 7. Bertanya kepada siswa lain atau kepada guru
8. Menyusun atau melaporkan dan menyajikan hasil penyelidikan 9. Membuat atau menulis rangkuman pelajaran
Berdasarkan deskripsi data di atas dapat dilihat adanya peningkatan aktivitas siswa dari siklus 1 ke siklus 2, ada 6 parameter di mana aktivitas siswa dalam
pembelajaran sudah menunjukkan tanda-tanda kenaikan meskipun peningkatan ini tidak merata pada semua siswa. Paramater yang mengalami peningkatan aktivitas yaitu parameter 1 (memperhatikan penjelasan guru atau siswa lain), parameter 2 (membaca LKS atau buku-buku yang relevan), parameter 3 (melakukan pengamatan atau percobaan), parameter 6 (melakukan refleksi dan mengevaluasi proses penyelidikan), parameter 7 (bertanya pada siswa lain atau kepada guru), dan parameter 8 (menyusun atau melaporkan dan menyajikan hasil penyelidikan). Berdasarkan data di atas, aktivitas siswa sudah menunjukkan tanda-tanda keaktifan yang artinya pembelajaran sudah berpusat pada siswa.
Respon Siswa terhadap Kegiatan Pembelajaran
Respon siswa terhadap proses pembelajaran seperti pada Lampiran 13, sedangkan ringkasannya sebagai berikut:
1. Ada 14 orang siswa (87,50%) menyatakan senang dengan pembelajaran yang telah dirancang oleh guru. Hal ini disebabkan pembelajaran IPS materi “Benua” dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe Examples Non Examples merupakan hal yang masih baru bagi siswa.
2. Pembelajaran semacam ini merupakan hal yang baru dan sangat membantu dalam belajar bagi 12 orang siswa (75%), karena dalam pembelajaran ini siswa dapat menyatakan pendapat untuk menjawab pertanyaan bagi 16 orang siswa (100%), dapat melakukan pengamatan untuk menjawab pertanyaan bagi 16 orang siswa (100%), dan berminat untuk mengikuti kegiatan pembelajaran selanjutnya yang dinyatakan oleh 16 orang siswa (100%).
3. LKS dan buku-buku yang digunakan dapat dipahami oleh 15 orang siswa (93,75%), karena susunan kalimat, gambar atau tabel yang digunakan dianggap baik bagi 2 orang siswa (12,50%) dan dianggap sangat baik bagi 14 orang siswa (87,50%).
Dari uraian di atas, dapat dikatakan bahwa siswa memberikan respon yang positif terhadap kegiatan pembelajaran. Namun, perlu juga diungkapkan respon beberapa siswa secara subjektif terhadap proses pembelajaran.
Pembahasan
Hasil penelitian dan pembahasan dimaksudkan untuk menjawab tujuan-tujuan penelitian. Hasil penelitian secara kuantitatif sudah mencapai ketuntasan klasikal pada siklus 1 dan siklus 2. Ketuntasan klasikal yang telah tercapai pada siklus 1 dan siklus 2 sejalan dengan penelitian-penelitian sebelumnya (Norhanuddin & Lestari, 2006). Penelitian-penelitian ini pada dasarnya merupakan pembuktian bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Hasil penelitian secara kualitatif dapat disimpulkan bahwa guru dalam pengelolaan pembelajaran sudah terlihat tanda-tanda mengurangi aktivitasnya, ini sejalan dengan penelitian sebelumnya (Slavin, 1997; Karuru, 2004). Aktivitas guru mengalami penurunan dan aktivitas siswa telah mengalami peningkatan, yaitu pada siklus 2dominasi aktivitas yang dilakukan guru berkurang, sehingga aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar meningkat. Parameter aktivitas guru yang telah mengalami penurunan yakni membimbing siswa melakukan refleksi dan mengevaluasi proses penyelidikan, dan mendorong siswa bertanya kepada siswa lain atau kepada guru. Meskipun guru tidak bisa sepenuhnya melepaskan dominasi dalam pembelajaran, hal ini disebabkan kebiasaan guru dalam mengajar yang menekankan pada penyampaian konsep dari guru kepada siswa. Sebaliknya, secara kualitatif aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar sudah menunjukkan tanda-tanda berpusat pada siswa. Tanda-tanda keberhasilan disebabkan oleh guru sudah mengupayakan pemberdayaan siswa untuk menemukan konsep-konsep sendiri, bukan guru yang menyampaikan konsep-konsep pada siswa.
Proses pembelajaran pada materi “Benua” dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe Examples Non Examples mendapat respon yang positif dari siswa Kelas VI SDN Bentok Darat 2.
Berdasarkan indikator yang dilihat dari proses dan hasil belajar siswa serta dari data kualitatif siklus 1 dan siklus 2 dapat dinyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe Examples Non Examples pada siswa Kelas VI SDN Bentok Darat 2 dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS materi “Benua”.
Penelitian ini dirancang dengan menggunakan penelitian tindakan kelas yang dianggap dapat memperbaiki kondisi pembelajaran seperti yang diutarakan peneliti-peneliti sebelumnya (Syam, 2001; Kemmis & Taggart, 1988). Jadi, peneliti-penelitian tindakan kelas merupakan ragam penelitian yang cukup efektif untuk memperbaiki hasil belajar dan proses pembelajaran.
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang meningkatkan proses dan hasil belajar IPS materi “Benua” dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe Examples Non Examples pada siswa Kelas VI SDN Bentok Darat 2, dapat disimpulkan bahwa: 1) Aktivitas guru dalam pengelolaan pembelajaran sudah menunjukkan tanda-tanda mengurangi dominasinya, sehingga pembelajaran tidak berpusat pada guru. 2) Aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar sudah menunjukkan tanda-tanda berpusat pada siswa. 3) Penggunaan pendekatan kooperatif tipe Examples Non Examples dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPS materi “Benua” pada siswa Kelas VI SDN Bentok Darat 2, hal ini dapat dilihat dari ketuntasan klasikal yang telah tercapai siklus 1 sebesar 81,25% dan siklus 2 sebesar 87,50%. 4) Proses pembelajaran pada materi “Benua” dengan menggunakan pendekatan kooperatif tipe Examples Non Examples mendapat respon yang positif dari siswa.
Berdasarkan kesimpulan yang dikemukakan di atas hendaknya pendekatan kooperatif tipe Examples Non Examples dapat menjadi salah satu pilihan dalam pembelajaran pada berbagai bidang studi khususnya IPS di Sekolah Dasar, mengingat pendekatan ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa.