• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pada penelitian ini, hasil penngisian lembar pengamatan menunjukkan terjadinya peningkatan sikap siswa selama proses pembelajaran menulis cerpen dari pratindakan hingga siklus II. Hasil pengamatan proses pada pembelajaran menulis cerpen siswa dari tahap pratindakan hingga siklus II dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1. Peningkatan Proses Pembelajaran

No. Aspek Jumlah (%)

Pratindakan Siklus I Siklus II

1 Antusias 44 54 100

2 Perhatian 44 59 85

3 Serius 51 56 90

4 Keaktifan 69 92 100

5 Respons 77 82 92

6 Komentar 49 54 67

Peningkatan Hasil

Peningkatan hasil dalam pembelajaran menulis cerpen ditunjukkan dengan meningkatnya hasil skor yang diperoleh masingmasing siswa dari tahap pratindakan hingga siklus II. Hasil skor rata -rata yang diperoleh siswa pada tahap pratindakan hingga siklus II mengalami peningkatan yang cukup baik dari setiap aspek.

Pembahasan Hasil Penelitian

Hasil pengamatan proses pembelajaran menulis cerpen pada tahap pratindakan hingga siklus II dapat dilihat pada tabel.

Berdasarkan hasil pengamatan, diketahui bahwa pada tahap

(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 18, September 2017)

100

pratindakan, perhatian siswa dalam mengikuti proses pembelajaran belum serius. Hal tersebut ditunjukkan dengan persentase antusias 44%, perhatian 44%, keseriusan 51%, dan komentar 49%. Dengan demikian, antusias, perhatian, keseriusan, dan komentar siswa selama proses pembelajaran menulis cerpen pada tahap pratindakan belum sepenuhnya berjalan dengan baik dan belum optimal.

Pada pelaksanaan tindakan siklus I, perhatian siswa menyimak penjelasan dari guru semakin baik dibandingkan tahap pratindakan.

Keseriusan dan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran sudah lebih baik dari tahap pratindakan meskipun masih ditemukan siswa berkomentar yang tidak berkaitan dengan pembelajaran menulis cerpen. Hal yang tidak kalah penting adalah terkait sikap siswa dalam mengerjakan tugas yang semakin baik. Secara umum, siswa telah menunjukkan perubahan sikap lebih baik dibandingkan pada tahap pratindakan. Hal tersebut ditunjukkan dengan antusias, perhatian, keseriusan, dan komentar siswa yang makin baik selama proses pembelajaran siklus I.

Secara umum, sikap siswa terhadap pembelajaran menulis cerpen pada siklus II sudah lebih baik dan kondusif dibandingkan dengan pelaksanaan pada pratindakan dan siklus I, antusias, perhatian, keseriusan, dan komentar siswa makin baik dan hal yang tidak kalah penting adalah siswa bertanggung jawab dengan tugas yang ada. Pada pelaksanaan siklus II antusias dan keseriusan siswa mengalami peningkatan yang signifikan mencapai 100% dan 90%.

Siswa juga lebih serius selama proses pembelajaran. Suasana kelas menjadi kondusif dengan aktifnya siswa saat bertanya dan menjawab pertanyaan dari guru. Siswa sudah mampu mengerjakan tugas dengan baik.

KESIMPULAN

Penelitian ini merupakan upaya peningkatan pembelajaran menulis cerpen siswa kelas X-5 SMA Negeri 8 Balikpapan dengan menggunakan media komik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Pembelajaran menulis cerpen menggunakan media komik dapat meningkatkan prestasi hasil belajar dan kualitas proses pembelajaran pada siswa menjadi lebih baik. Peningkatan kualitas proses pembelajaran ditunjukkan dengan

(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 18, September 2017)101 peningkatan sikap siswa yang positif selama aktivitas pembelajaran pada tahap menulis cerpen. Hal ini dibuktikan melalui hasil pengamatan yang menunjukkan antusias, perhatian, keseriusan, keaktifan, respons, dan komentar siswa yang baik selama pembelajaran menulis cerpen.

(2)Pembelajaran menulis cerpen menggunakan media komik dapat meningkatkan kualitas hasil pembelajaran siswa. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil skor rata-rata tes menulis cerpen pada tahap pratindakan hingga akhir tindakan siklus II. Peningkatan skor juga terjadi pada tiap aspek dan kriteria dalam menulis cerpen. Pada tahap pratindakan, skor rata-rata siswa adalah 52,99. Setelah diberi tindakan pada siklus I, terjadi peningkatan sebesar 20,09 poin menjadi 73,08.

Pada akhir tindakan siklus II skor rata-rata siswa menjadi 90,60 setelah mengalami peningkatan sebesar 17,52 poin.

Dengan demikian, siswa kelas tersebut mengalami peningkatan dalam pembelajaran menulis cerpen yang cukup berarti dari pratindakan hingga siklus II. Peningkatan tersebut terjadi pada kualitas proses dan kualitas hasil setelah menggunakan media komik.

SARAN

Saran yang dapat diberikan sebagai berikut: (1) Bagi siswa hendaknya dapat mempertahankan bahkan meningkatkan hasil pencapaian dalam menulis cerpen dengan menggunakan media komik.

Dan Siswa harus lebih aktif dan semangat berlatih menulis cerpen agarmenghasilkan karya yang lebih baik dan layak dipublikasikan di media masa. (2) Bagi guru, pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan media komik dapat digunakan bahkan dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa.

(3)Bagi pihak sekolah hendaknya dapat membuka kesempatan untuk dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam menulis cerpen. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menciptakan perlombaan antarsiswa, memberi pelatihan kepenulisan di luar jam belajar pada siswa yang memiliki antusias baik dalam menulis, dan mengintensifkan pengelolaan majalah dinding sekolah.

DAFTAR PUSTAKA

Akhadiah, Sabarti. 1988. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 18, September 2017)

102

Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Bonneff. Marcel. 2001. Metodologi Penelitian Kuantitatif. Jakarta:

Kencana.

Franz, Kurt dan Bernhard Meier. 1994. Membina Minat Baca Anak.

Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Marahimin, Ismail. 1994. Menulis Secara Populer. Bandung: PT. Dunia Pustaka Jaya.

Marwoto, dkk. 1987. Komposisi Praktis. Yogyakarta: Hanindita.

McCloud, Scott. 1993. Understanding Comics: The Invisible Art. New York: Happer Collins Publisher. Penerjemah S. Kinanti.

2001. Memahami Komik. Jakarta: Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia).

Nurgiyantoro, B. 2009. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra.

Yogyakarta: BPFE.

Rampan, Korrie Layu. 2009. Apresiasi Cerpen Indonesia Mutakhir.

Jakarta: Buku Pop.

Sagami, C. G. 2012. Keefektifan Media Komik Tanpa Teks dalam Pembelajaran Menulis Dongeng pada Siswa Kelas VII SMP N 1 Wates. Skripsi. Yogyakarta: FBS.

Sayuti, Suminto. A. 2000. Berkenalan dengan Prosa Fiksi. Yogyakarta:

Gama Media.

Sudiman, dkk. 2002. Media Pendidikan, Pengertian, Pengembangan, dan Kemanfaatannya. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai. 2010. Media Pengajaran. Bandung:

Sinar Baru Algesindo.

Sumardjo, Jacob. 2004. Menulis Cerpen. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Suranto, Basowi, Sukidin. 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas.

Insan Cendekia.

Tarigan, H. G. 1994. Menulis: Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.

Bandung: Angkasa.

Teeuw, A. 1983. Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: PT. Gramedia.

Thahar, Harris Effendi. 1999. Keterampilan Menulis Cerpen. Bandung:

Angkasa.

(BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 18, September 2017)103 STRATEGI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN DAPAT

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK