• Tidak ada hasil yang ditemukan

KELAS VII SMP NEGERI 1 BILAH BARAT

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Tes Kreativitas berpikir

Tingkat kemampuam kreativitas berpikir secara individual yang memuat aspek fluency, fleksibility, dan originality diberikan pada tabel 4 berikut,

Tabel 4 Skor Tes Kreativitas berpikir Siswa (SKKB 1) Siklus 1 No Interval Nilai Jlh Siswa (orang) Persentasi (%) Kategori Penilaian 1 85– 100 8 25,00 Sangat Baik 2 70– 84 9 28.125 Baik 3 55– 69 3 9.375 Cukup 4 40–54 5 15.625 Kurang 5 0 – 40 7 21.875 Sangat Kurang Total 32 100

Dengan memperhatikan hasil tes kreativitas berpikir pada siklus I ternyata tingkat kreativitas berpikir siswa kebanyakan berada pada kategori penilaian minimal “cukup” yaitu sebanyak 20 siswa atau 62,5%. Tingkat kreativitas berpikir siswa belum memenuhi kriteria yang telah ditentukan yaitu minimal terdapat 80% siswa telah mencapai kategori minimal cukup melainkan hanya 62,5%. Oleh karena itu pembelajaran model pencapaian konsep akan dilanjutkan pada siklus II.

Hasil Observasi Aktivitas Siswa

Hasil pengamatan observer terhadap aktivitas siswa dalam pembelajaran setiap pertemuan selama 3 (tiga) kali tatap muka dinyatakan dengan persen yang disajikan padaTabel 5 berikut.

Tabel 5 Kadar Aktivitas Siswa Siklus I

Dari tabel 4.3. kadar aktivitas siswa siklus I di atas dapat dijelaskan tiap-tiap kategori pengamatan bahwa: kadar aktivitas siswa untuk kategori pengamatan “Mendengarkan/ memperhatikan penjelasan guru/ teman” merupakan aktivitas pasif siswa sebesar 28,47% melebihi batas toleransi 20%  PWI  30%. Keadaan ini terjadi disebabkan guru berperan aktif memberikan penjelasan, siswa belum terbiasa belajar dengan model pencapaian konsep. Untuk aktivitas siswa kategori “ Membaca (buku siswa, LKS, sumber lain)” sebesar 21.88% juga melebihi batas toleransi yang ditetapkan, yaitu 10%  PWI  20%. Hal ini di sebabkan kebiasaan siswa belajar individual, disamping itu selama pembelajaran perhatian siswa tidak terfokus pada masalah sehingga membutuhkan waktu yang lebih banyak membaca buku siswa.

Kadar aktivitas siswa untuk kategori pengamatan “Menulis yang relevan dengan KBM (mengidentifikasi ciri-ciri/ karakteristik bangun datar segi empat, definisi, menyelesaikan masalah, presentasi, membuat catatan, membuat rangkuman” sebesar 26,39% tidak memenuhi batas toleransi yang ditetapkan yaitu 35%  PWI  45%. Hal

disebabkan siswa belum terbiasa mengidentifikasi karakteristik-karakteristik objek yang dihadapi sehingga karakteristik yang ditemukan sebatas apa adanya dan tidak mendetail, siswa tidak terbiasa mendefiniskan sesuatu, siswa kurang mampu dan kurang berani mempresentasikan pendapatnya, dengan demikian waktu yang digunakan relatif sedikit.

Aktivitas “Berdiskusi/ bertanya antar siswa/ teman” sebesar 14.58% juga tidak memenuhi batas toleransi yang ditetapkan yaitu 15%  PWI  25%. Hal disebabkan siswa kurang terbiasa bekerja sama dengan temannya, siswa kurang berani mengeluarkan pendapat, siswa masih dibayang rasa takut salah atas pendapat yang dikemukakan. Untuk aktivitas siswa pada kategori pengamatan “ Bertanya antara siswa dan guru” sebesar 1.04% juga tidak memenuhi batas toleransi yang ditetapkan yaitu 10%  PWI  20%. Hal disebabkan siswa tidak berani bertanya kepada guru.

Aktivitas “mengajukan pertanyaan/ ide” merupakan aktivitas aktif siswa. Kadar aktivitas siswa untuk kategori ini berada pada batas toleransi 0%  PWI  10%, dengan persentase waktu ideal sebesar 3,30%. Aktivitas “mengajukan pertanyaan/ide” terlihat siswa sesekali memeberikan ide terhadap masalah dan memberikan tangapan terhadap pertanyaan teman dan guru. Sedangkan pada aktivitas aktif siswa kategori “mempresentasikan dan memperagakan hasil kerja” berada dibawah batas toleransi 15%  PWI  25%, dengan persentase waktu ideal sebesar 1,91%, aktivitas ini merupakan aktivitas aktif siswa. Aktivitas “mempresentasikan hasil kerja” terlihat wakil kelompok yang sudah ditunjuk mempresentasikan

dan memperagakan hasil yang sudah diperoleh kelompoknya, menuliskan di papan tulis dan mejelaskan kepada kelompok lain sehingga waktu yang dibutuhkan tidak cukup, sementara waktu terpakai pada kegiatan lain.

Kadar aktivitas aktif siswa untuk kategori “ Perilaku yang tidak sesuai dengan proses pembelajaran” sebesar 7.64% melebihi batas toleransi 5%  PWI  5%. Hal ini mengindikasikan aktivitas siswa yang tidak berkaitan dengan proses pembelajaran terlalu besar. Aktivitas ini berupa mempermainkan alat peraga tetapi bukan mengidentifikasi, mengkutak-katik pulpen, menganggu siswa dikelompok lain dan bercerita serta membuat lelucon yang membuat siswa lain tertawa. Peneliti menganalisa aktivitas siswa yang tidak sesuai dengan proses pembelajaran ini juga disebabkan terlalu banyak anggota dalam satu kelompok yaitu 6-7 orang.

Deskripsi Hasil Penelitian Tindakan Kelas Siklus II

Hasil Tes Kreativitas berpikir

Dari soal yang diujikan pada siswa, rata-rata kemampuan siswa ditinjau dari ketiga aspek kreativitas berpikir diberikan pada tabel 6 berikut:

Tabel 6 Rata-rata kemampuan siswa ditinjau dari ketiga aspek kreativitas

berpikir NO Skor Ideal ASPEK Rataan % Kategori 1 2 3 Fluency 3 2,8 2,9 2,9 2,9 95,8 Sangat baik Flexibility 3 2,7 2,2 1,6 2,1 71,2 baik Originality 3 2,6 2,1 1,5 2,1 69,4 cukup

Berdasarkan grafik pada gambar 4.46 diatas diketahui bahwa dari 3 soal yang diujikan pada siswa, rata-rata tingkat kreativitas berpikir siswa untuk aspek fluency sebesar 95,83 tergolong

pada kategori sangat baik; untuk aspek flexibility sebesar 71,18 tergolong pada kategori baik; dan untuk aspek originality sebesar 69,44 tergolong pada kategori cukup. Tingkat kemampuan siswa yang paling tinggi pada aspek fluency (95,83%) tergolong pada kategori sangat baik dan yang paling rendah pada aspek originality (69,44%) tergolong pada kategori cukup.

Persentase tingkat kemampuam kreativitas berpikir secara individual yang memuat aspek fluency, fleksibility, dan originality berdasarkan kategori kemampuan kreativitas berpikir diberikan pada tabel 4.10 berikut. Tabel 4.10 Skor Kemampuan Kreativitas Berpikir Siswa (SKKB) Siklus II No Interval Nilai Jlh Siswa (orang) Persentasi (%) Kategori Penilaian 1 85–100 16 50,0 Sangat Baik 2 70– 84 11 34.375 Baik 3 55– 69 2 6.25 Cukup 4 40– 54 3 9.375 Kurang 5 0– 40 0 0 Sangat Kurang Total 32 100

Mengacu pada table 4.10 di atas, kemampuan kreativitas berpikir siswa siklus II diperoleh bahwa, jumlah siswa yang memiliki nilai dengan kategori sangat baik sebanyak 16 orang atau sebesar 50,0%, yang memiliki nilai baik sebanyak 11 orang atau sebesar 34,375%, yang memiliki nilai dengan kategori cukup sebanyak 2 orang atau 6,25%, yang memiliki nilai dengan kategori kurang sebanyak 3 orang atau 9,375%, dan tidak terdapat siswa yang memiliki nilai dengan kategori sangat kurang. Dari gambaran tersebut diperoleh bahwa yang memiliki nilai krativtas berpikir pada kategori minimal “cukup” sebanyak 29 orang. Secara klasikal tingkat kemampuan pemecahan

masalah pada siklus II diperoleh sebesar 90,625%. Dengan melihat hasil tersebut maka penelitian ini berhenti pada siklus II.

Pembahasan Hasil Penelitian

Rumusan masalah yang akan dijawab dalam penelitian ini ada 4, yaitu: (1). Bagaimana peningkatan pemahaman konsep matematika siswa SMP Negeri 1 Bilah Barat setelah penerapan pembelajaran model pencapaian konsep ? (2) Bagaimana peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa SMP Negeri 1 Bilah Barat setelah penerapan pembelajaran model pencapaian konsep ?, (3) Bagaimana aktivitas siswa selama proses pembelajaran yang menerapkan model pembelajaran pencapaian konsep berlangsung?, (4) Bagaimana proses penyelesaian masalah yang menunjukkan pencapaian konsep dan kreativitas berpikir?. Deskripsi dan interpretasi data hasil penelitian terhadap keempat pertanyaan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

Peningkatan Kreativitas berpikir Berdasarkan hasil tes kreativitas berpikir siswa dilihat dari siklus I dan siklus II diketahui bahwa kreativitas berpikir mengalami peningkatan. Peningkatan ini diakibatkan siswa dilibatkan dalam proses pencapaian konsep sehingga siswa memahami sebuah konsep dengan baik. Pemahaman konsep yang baik memberikan efek munculnya ide-ide baru bagi siswa selama proses tersebut. Berdasarkan analis terhadap hasil tes kreativitas berpikir, dari tiga aspek kreativitas berpikir (fluency, flexibility, dan originality) ternyata aspek yang paling meningkat adalah “flexibility atau kelancaran” dan peningkatan yang paling rendah adalah aspek “originality atau kebaruan”. Hal ini menunjukkan bahwa siswa untuk menciptakan suatu

cara atau gagasan atau ide yang baru adalah sulit. Oleh karena itu perlu kiranya latihan dan bimbingan dari guru dan keterlibatan siswa dalam penemuan sebuah konsep. Sementara itu, terdapat suatu kecenderungan bahwa peningkatan aspek fluency memberikan efek positif terhadap peningkatan aspek originality. Namun kecenderungan ini masih perlu dikaji ulang memalui sebuah kegiatan penelitian.

Aktivitas Aktif Siswa

Bila ditinjau dari aktivitas siswa, terdapat peningkatan kadar aktivitas aktif siswa dimana pada siklus I terdapat 6 kategori pengamatan aktivitas aktif siswa yang belum berada pada batas toleransi yang ditentukan, selanjutnya pada siklus II semua kategori pengamatan aktivitas aktif siswa sudah berada pada batas toleransi yang ditentukan. Hal ini terlihat dari semakin bertambanya siswa yang memberikan pendapat dalam diskusi kelas, siswa yang akan melakukan presentasi dengan cepat maju ke depan, dan aktivitas siswa yang tidak sesuai dengan kegiatan pembelajaran berkurang.

Dokumen terkait