Penelitian ini memperoleh data sejumlah 184 responden Berikut tabel 1 menampilkan tentang gambaran umum mengenai responden penelitian:
Tabel 3.
Karakteristik-karakteristik Partisipan Penelitian
Usia % 33.6, R=18-20 (n=62)
% 66.4, R=21-23 (n=122) Jenis Kelamin % Perempuan = 75.5 (n=139)
% Laki-laki = 24.5 (n=45)
Uang Saku Perbulan % < 500.000 – 2.000.000 = 89 (n=164)
% > 2.000.000 = 11 (n=20)
Intensitas Komunikasi % ≤ 3 kali seminggu = 40.2 (n=74)
% ≥ 3 kali seminggu = 59.8 (n=110) Tempat Tinggal % Kos/Kontrakan = 50 (n=92)
% Rumah = 50 (n=92) Keterangan: R = Range, n = jumlah partisipan
Seluruh responden berasal perguruan tinggi di Yogyakarta. antara lain : Amikom, Sanata Dharma, STIE Widya Wiwaha, STIKES Madani Yogyakarta, UAD, UGM, UII,UMY, Universitas Atma Jaya, UNY dan UPN. Partisipan dalam penelitian ini yang memiliki usia 18 dan 19 berjumlah 28 dengan persentase 12.4%
responden berusia 20 dan 21 berjumlah 123 dengan persentase 66.9% dan responden yang memiliki usia 22 dan 23 berjumlah 38 dengan persentase 20.6%.
Data lainnya yang didapatkan dari hasil penelitian adalah klasifikasi responden dalam beberap karakteristik , antara lain: intensitas komunikasi, tempat tinggal dan uang saku perbulan.
2).Deskripsi Data Penelitian
Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pengolahan data penelitian. Maka dapat diketahui data deskripsi dari kedua skala yaitu kelekatan dengan ayah dan kecemasan. Gambarn tersebut dapat dilihat dari tabel berikut ini.
Tabel 4.
Deskripsi Data Penelitian Hipotetik
Variabel Min Max Mean SD Kelekatan
Ayah
19 76 47.5 9.5 Kecemasan 0 21 10.5 3.5 Keterangan : SD = Standard Deviation
Tabel 5.
Deskripsi Data Penelitian Empirik
Variabel Min Max Mean SD Kelekatan
Ayah
28 76 56 11.1 Kecemasan 0 17 5.6 3.9 Keterangan : SD = Standard Deviation
Tabel 6.
Tabel Penormaan
Rumus Kecemasan Kategorisasi Rumus Kelekatan Ayah
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa pada variabel kecemasan terdapat responden terbanyak dikategori rendah yakni sejumlah 84 responden dan paling sedikit terdapat dikategori sangat tinggi yakni 2. Variabel kelekatan ayah memiliki responden terbanyak pada kategori sangat tinggi yakni 98 responden dan paling sedikit terdapat dikategori sangat rendah yakni 0.
3). Uji Normalitas dan Uji Liniearitas
Uji Normalitas dan Uji Liniearitas dilakukan sebelum melakukan uji hipotesis. Uji normalitas dilakukan guna menguji apakah variabel penelitian terdistribusi normal atau sebaliknya. Uji normalitas dilakukan menggunakan One-Sample Kolmogorov Smirnov Test. Kriteria yang digunakan adalah jika nilai
signifikansi >0.05 maka data terdistribusi normal, namun jika signifikansi <0.05 maka data tidak terdistribusi secara normal. Penulis menemukan hasil bahwa sebaran data pada variabel kelekatan ayah menunjukan p = 0.635 (p > 0.05) dan sebaran data pada variabel kecemasan menunjukan p =0.053 (p >0.05) yang artinya sebaran data dari dua variabel tersebut dapat dikatakan normal.
Tabel 8.
Hasil Uji Normalitas
Variabel P Keterangan
Kelekatan Ayah 0.200 Normal
Kecemasan 0.000 Tidak Normal
Berdasarkan tabel di atas menunjukan data penelitian terdistribudi normal.
Uji Liniearitas dilakukan setelah uji normalitas. Uji Liniearitas dilakukan menggunakan compare means dengan program statistik SPSS for Windows versi 20.00. Uji Liniearitas dilakukan untuk mengetahui apakah kedua variabel memiliki hubungan yang linear dalam sebuah penelitian ( p < 0.05 maka kedua variabel dapat dikatakan bersifat linear, sebaliknya jika p > 0.05 maka kedua variabel dapat dikatakan bersifat tidak linear).
Tabel 9.
Berdasarkan tabel di atas, ditemukan bahwa hasil uji linearitas dari penelitian ini menunjukkan hubungan antara kelekatan ayah dan kesejahteraan subjektif yang bersifat linear, dengan F = 13.946 dan p = 0.000 (p <0.05).
4). Analisis Hipotesis
Berdasarkan hasil dari uji normalitas dan uji liniearitas yang telah dilakukan oleh penulis dapat di simpulkan bahwa kedua variabel memiliki sebaran data yang terdistribusi normal dan memiliki hubungan yang liniear. Penulis melakukan uji hipotesis dengan menggunakan Teknik analisis parametrik yaitu product momen pearson. Uji hipotesis ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan ayah dan kecemasan pada mahasiswa.
Hasil analisis data menunjukan bahwa nilai korelasi antara kedua variabel r = -0.276 dengan nilai p = 0.000 (p < 0.05). Berdasarkan skor tersebut dapat diketahui bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kelekatan ayah dan kecemasan pada mahasiswa. Hubungan negatif tersebut menunjukan bahwa semakin besar kelekatan ayah maka semakin kecil kecemasan pada mahasiswa.
Tabel 10.
Hasil Uji Korelasi Variabel Tergantung
Variabel Bebas
Koefisien Korelasi Koefisien Signifikansi (p)
Kecemasan Kelekatan Ayah -0,276 0.00
D. Pembahasan
Penelitian ini menegaskan bahwa kelekatan ayah memiliki hubungan negatif yang signifikan terhadap kecemasan mahasiswa di Yogyakarta. Hipotesis awal penulis adalah akan adanya hubungan negatif antara kelekatan ayah dan kecemasan mahasiswa di Yogyakarta. Kelekatan ayah dianggap menjadi variabel yang mempengaruhi kondisi psikologi pada mahasiswa. Penelitian yang dilakukan oleh Satriana (2019) menunjukan adanya hubungan positif antara kelekatan ayah dan self-efficacy mahasiswa. Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukan ada hubungan antara kelekatan orang tua dan kecemasan karir pada remaja, semakin tidak aman kelekatan yang dimiliki remaja dengan orang tuanya akan semakin kuat mempengaruhi kecemasan karir (Mirah & Indianti, 2018). Penelitian lain juga dilakukan oleh Kerns dan Brumariu (2014) yang menunjukan bahwa kelekatan yang tidak aman antara anak dan orang tua akan mempengaruhi kecemasan, hal tersebut berhubungan karena saat anak-anak mengalami kecemasan, mereka merasa memiliki ketersediaan atau aksesibilitas figur lekat terutama saat mengalami peristiwa sulit. Ketersediaan figur lekat akan menjadi tempat yang aman bagi anak untuk mengurangi perasaan cemas. Penelitian Novianti dan Mia (2021) juga menunjukan terdapat pengaruh dukungan keluarga terhadap kecemasan pada remaja yang mengalami bullying. Dalam artikel ilmiah yang ditulis oleh Cosentino (2017) menjelaskan bahwa pentingnya keterlibatan ayah dalam kehidupan anak. Dalam artikel tersebut mengemukakan teori dari Bowlby yaitu peran ayah tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan finansial, namun
peran penting lainnya adalah ayah dapat memberikan rasa aman pada anak-anak nya dengan menciptakan keterikatan dan eksplorasi bersama. Hal ini memberikan dampak pada anak seperti: memberi rasa aman saat anak menjalani tugas-tugas sulit, meningkatkan peluang untuk fokus dan menguasai bakat baru.
Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang berkuliah di Yogyakarta baik yang tinggal dengan orang tua maupun yang tinggal di kos atau kontrakan. Peneliti mendapatkan temuan menarik baik dalam wawancara maupun hasil analisis tambahan yang telah dilakukan. aspek-aspek dalam Inventory of parent and peer attachment (IPPA) dianggap masuk akal. Hasil wawancara dengan responden berinisial S menyatakan bahwa semakin sering berkomunikasi dirumah akan membuat nya semakin merasa dekat dengan sosok ayah. Ditinjau dari tempat tinggal, peneliti menemukan tidak adanya perbedaan yang signifikan antara responden yang tinggal di rumah bersama orang tua dan responden yang berada di kos atau kontrakan. Hal ini menunjukan bahwa komunikasi di masa sekarang tidak hanya saat berada dekat dengan ayah namun komunikasi jarak jauh juga dapat diusahakan menggunakan gawai. Hal ini didukung dengan hasil uji beda dalam hal intensitas komunikasi, peneliti menemukan terdapat perbedaan secara signifikan.
Responden yang memiliki intensitas komunikasi yang tinggi akan mendorong kelekatan antara ayah dan anak dibandingkan responden yang jarang melakukan komunikasi. Komunikasi yang terjalin antara ayah dan anak seharusnya dapat diupayakan oleh keduanya. Dalam hal komunikasi dan kelekatan, peneliti menemukan hasil temuan dari Situmorang dkk. (2016) bahwa kemampuan berkomunikasi dapat dipengaruhi oleh tingkat sosial ekonomi keluarga dan tingkat
pendidikan orang tua dapat mempengaruhi kelekatan yang terjadi antara anak dan orang tua. Hal ini menjadi salah satu kekurangan dalam penelitian ini, peneliti tidak meninjau tingkat pendidikan ayah dari masing-masing responden. Mahasiswa yang memiliki kelekatan ayah akan membentuk rasa percaya, mampu menjalin komunikasi dan tidak merasa diasingkan. Aspek-aspek kelekatan ayah yang terpenuhi dianggap mempengaruhi aspek-aspek kecemasan. Dengan adanya kepercayaan, komunikasi yang intens dan terhindar dari perasaan-perasaan yang menimbulkan cemas seperti merasa asing, merasa terbuang dan tidak berdaya.
Selanjutnya peneliti menemukan tidak terdapat perbedaan yang signifikan terkait jumlah uang saku responden dalam hal kecemasan mahasiswa.
Terdapat beberapa kelemahan dalam penelitian ini yakni jumlah responden laki-laki dan perempuan yang sedikit jauh berbeda dan penyebaran angket yang kurang merata. Kekurangan lain adalah peneliti tidak mengungkap perbedaan tingkat kecemasan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan. Terdapat enam aitem yang gugur menunjukkan bahwa skala masih kurang sesuai dengan karakteristik responden. Dalam pengolahan data, peneliti sudah menghapus responden dengan ayah kandung yang sudah meninggal namun tidak melakukan peninjauan lebih lanjut kepada responden.
Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Hasil penelitian yang menunjukan hubungan yang siginifikan dan memiliki arah hubungan negatif antara kelekatan ayah dan kecemasan pada mahasiswa. Hal ini menunjukan bahwa mahasiswa yang lebih tinggi kelekatan ayah akan memiliki kecemasan yang rendah dibandingkan mahasiswa yang memiliki
kelekatan ayah yang rendah. Sebagai mahasiswa, kecemasan pasti terjadi karena beberapa hal. Merujuk dari Ainsworth (1991) tentang internal working memory, kelekatan ayah akan membantu mahasiswa pada masa-masa sulit seperti menghadapi kecemasan. Hal ini akan membantu mahasiswa dalam mengelola kecemasan lalu mengoptimalkan tugas perkembangan seorang anak.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ada keterkaitan negatif antara kelekatan ayah dan kecemasan pada mahasiswa. Hal ini juga menunjukan bahwa semakin tinggi kelekatan ayah maka akan semakin rendah kecemasan pada mahasiswa. Begitu juga sebaliknya, semakin rendah kelekatan ayah maka akan semakin rendah kecemasan pada mahasiswa.
B. Saran
Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan negatif antara kelekatan ayah dan kecemasan. Berdasarkan hasil tersebut maka diharapkan ayah dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas komunikasi dengan sang anak yang utamanya berstatus sebagai mahasiswa, terlebih saat pandemi covid-19 ini. Upaya untuk menjaga kelekatan ayah dan anak dapat dilakukan dengan berbagi cerita, bermain ,saling mengungkapkan cinta, menanyakan kabar dan berbagi solusi saat menghadapi kesulitan.
Bagi peneliti selanjutnya, peneliti diharapkan dapat menggunakan alat ukur yang lebih mutakhir agar mendapatkan realibilitas yang lebih baik dari penelitian ini. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperbanyak jumlah responden baik laki-laki maupun perempuan dan dapat menjelaskan hubungan kecemasan apabila ditinjau dari berbagai variabel demografik. Peneliti selanjutnya diharapkan dapat memberikan informasi tambahan terkait kondisi kecemasan pada mahasiswa di masa pandemi covid-19.
24 Referensi
Agusdwitanti, H. Tambunan, M. S., & Retnaningsih. (2015). Kelekatan dan intimasi pada dewasa awal. Jurnal Psikologi, 8(1).
Ainsworth, M. S., & Bowlby, J. (1991). An ethological approach to personality development. American Psychologist, 46(4), 333–341.
https://doi.org/10.1037/0003-066x.46.4.333
American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statictical manual of mental disorder (5th ed). American Psychiatric Assosciation.
https://doi.org/10.1176/appi.books.9780890425596
Annisa, D. F., & Ifdil. (2016). Konsep kecemasan pada lanjut usia (Lansia).
Konselor, 5(2).
Armsden, C. G., & Greenberg, T. M. (1987). The inventory of parent and peer attachment: individual differences and their relationship to psychological well-being in adolescence. Journal of Youth and Adolescence, 16(5).
https://doi.org/10.1007/BF02202939/
Az-Zahrani, M. (2005). Konseling terapi. Jakarta: Gema Insani
Aziz, A. (2020, May 1).Pandemi covid-19 Survei: 64,3% dari 1.522 orang cemas
& depresi karena covid-19. Retrieved Oktober 6, 2020, from Tirto.id:
https://tirto.id/survei-643-dari-1522-orang-cemas-depresi-karena-covid-19-fgPG
Baron, A. R., & Byrne, D.(2003). Psikologi sosial.(D. Ratna (trans.)).Jakarta:
Erlangga. (Original work published 1997)
Bowlby, J. (1988). A secure Base: parent-child attachment and healthy human development. The Journal of Nervous and Mental Disease. 178, Issue 1.
https://doi.org/10.1097/00005053-199001000-00017
Brawman-Mintzer, O., & Yonkers, K.A. (2004). New trends in the treatment of anxiety disorders. CNS Spectrum, 9, 19-27.
Christianto, P. L. Kristiani, R. Franztius, N. D. Santoso, D. S. Winsen., & Ardani, A. (2020). Kecemasan mahasiswa di masa pandemic covid-19. Jurnal Selaras: Kajian Bimbingan dan Konseling Serta Psikologi Pendidikan, 3(1), 67-82.
Clark, A.D., & Beck, T.A. (2010). Cognitive therapy of anxiety disorders. New York, NY: The Guilford Press.
Clerq, D. L. (1994). Tingkah laku abnormal dari sudut pandang perkembangan.
Jakarta: PT Grasindo.
Cosentino, A. (2017, Sept 17). Viewing fathers as attachment figures. Retrieved from ct.counseling.org: https://ct.counseling.org/2017/09/viewing-fathers-attachment-f%E2%80%8A%E2%80%8A%E2%80%8Aigures/
Daradjat, Z. (1990). Kesehatan mental. Jakarta: Gunung Agung.
Eysenk, M.W. Derakhshan, N.S.R. & Calvo, M.G. (2007). Anxiety and cognitive performance: Attentional control theory. Emotion, 7, 336-353.
https://doi.org/10.1037/1528-3542.7.2336
Fitria, L., & Ifdil, I. (2020). Kecemasan remaja pada masa pandemi Covid-19.
Jurnal EDUCATIO, 6(1), 1-4.
Gail W. S. (2006). Buku saku keperawatan jiwa. (P.K Ramona & E.K Yudha (trans.)). Jakarta: EGC
Gumantan, A., & Mahfud, I. (2020). Survey of students anxiety level during the covid-19 pandemic. Jp.jok (Jurnal Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan), 4(1), 86-97. https://doi.org/10.33503/jp.jok.v4i1.1103/
Halghin, P.R., & Whitbourne, K.S. (2010). Psikologi abnormal: Perspektif klinis pada gangguan psikologis (6th ed.). Jakarta: Salemba Humanika
Hasanah, A., Lestari, S. A., Rahman, Y. A., & Danil, I, Y. (2020). Analisis aktivitas belajar daring mahasiswa pada pandemi Covid-19. Retrieved from:
http://digilib.uinsgd.ac.id/30565/
Hayat, A. (2014). Kecemasan dan metode pengendaliannya. Khazanah, 12(1).
Herdiani, S. W. (2012).Pengaruh expressive writing pada kecemasan menyelesaikan skripsi.Calyptra: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 1(1).
Holmes, J. (1993). John bowlby & attahcment theory. New York, NY: Routledge Ibrahim, M. (2015). Kelekatan remaja putri dengan ayahnya. Surakarta: Skripsi
Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Ilpaj, M. S., & Nurwati, N. (2020). Analisis pengaruh tingkat kematian Covid-19 terhadap kesehatan mental masyarakat di Indonesia. Jurnal Pekerjaan Sosial.3(1), 16-28.
Kerns, A. K., & Brumariu, E. L. (2014). Is insecure parent-child attachment a risk factor for the development of anxiety in childhood or adolescence?. Child Dev. Perspect, 8(1), 12–17. https://doi.org/10.1111/cdep.12054/
Kinanthi, M., Listiyandini, R. A., Amaliah, U., Ramadhanty, R., & Farhan, M.
(2020).Adaptasi alat ukur DASS-21 versi indonesia pada populasi mahasiswa. Conference: Seminar Nasional Psikologi Dan Call for Paper UMB Yogyakarta. Yogyakarta: February 2020.
Lazarus, R. S. (1996).Pattern of adjusment and human efectiveness. New York, NY: McGraw Hill Book Company
Levinson, D.J. (1986). A conception of adult development. American Psychologist, 1(1),pp. 3-13. https://doi.org/10.1037/0003-006X.41.1.3
Lovibond, P. F; Lovibond, S. H. (1995). The structure of negative emotional states comparison of the depression anxiety stress scales (DASS) with the beck depression and anxiety inventories, 33(3), 335-343.https://doi.org/0005-7967(94)00075-/
Maldini, P. O., & Kustansi, R. E. (2016). Hubungan kelekatan ayah dengan penyesuaian sosial remaja putri anak TKW (tenaga kerja wanita) di kecamatan Patebon Kendal. Jurnal Empati, 5(4), 700-704.
McCartney, K., & Dearing, E. (2002). Child development. New York, NY:
Farmington Hills.
Mirah, F. F. E., & Indianti, W. (2018). Pengaruh kecemasan karir terhadap commitmen to career choice dengan kelekatan orang tua sebagai moderator.
Jurnal Psikologi Insight, 2(1), 74-89.
Nevid, J. S., Rathus, S. A., & Greene, B. (2005). Pengantar psikologi abnormal.
Jakarta: Erlangga.
Novianti, E., & Noer, A. Z. Z. M. (2021). Pengaruh dukungan keluarga terhadap tingkat kecemasan pada remaja yang mengalami bullying. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 13(1). https://doi.org/10.52022/jikm.v131.173 Oei, T. P. S., Sawang, S., Goh, Y. W., & Mukhtar, F. (2013). Using the depression
anxiety stress scale 21 (DASS-21) across cultures. International Journal of
Psychology, 48(6), 1018–1029.
https://doi.org/10.1080/00207594.2012.755535/
Purnama, R. A., & Wahyuni, S. (2017). Kelekatan (Attachment) pada ibu dan ayah dengan kompetensi sosial pada remaja. Jurnal Psikologi, 13(1).
Putri, A. F. (2019). Pentingnya orang dewasa menyelesaikan tugas perkembangannya. SHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 3(2), 35-40. https://doi.org/10.23916/08430011
Salma, N. (2019). Hubungan kelekatan ayah dan kecemasan sosial pada remaja.
Yogyakarta: Skripsi Program Studi Psikologi Universitas Islam Indonesia.
Saputra, A. T. (2020). Bentuk kecemasan dan resilisensi pada mahasiswa pasca-sarjana Aceh-Yogyakarta dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman, 6 (1).
Sari, L.S. Devianti, R., & Safitri, N. (2018). Kelekatan orang tua untuk pembentukan karakter anak. Educational guidance and counseling development journal, 1(1), 17-31.
Satriana, D. I.(2019). Pengaruh kelekatan (attachment) dengan ayah terhadap self-efficacy pada mahasiswa psikologi Universitas Mercu Buana yang sedang menyelesaikan tugas akhir (skripsi). Retrieved from:
https://repository.mercubuana.ac.id/52727/
Setyawati, N.R. (2019).Kelekatan ayah dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswaYogyakarta: Skripsi Program Studi Psikologi Universitas Islam Indonesia.
Situmorang, Z. R. Hastuti, D., & Herawati, T. (2016). Pengaruh kelekatan dan komunikasi dengan orang tua terhadap karakter remaja perdesaan. Jur. Ilm.
Kel. & Kons., 9(2), 113-123.
Sundarasen, S., Chinn, K., Kamaludin, K., Nurunnabi, M., Baloch, G. M., Khoshaim, H. B., . . . Sukayt, A. (2020). Psychological impact of covid-19 and lockdown among university students in Malaysia: Implications and policy recommendations. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(17). https://doi.org/10.3390/ijerph17176206/
Syarif, N. R. H. (2017). Pengaruh kelekatan (attachment) terhadap kemandirian emosi pada mahasiswa perantauan Maluku Utara yang kuliah di Malang.
Retrieved from: http://etheses.uin-malang.ac.id/9122/1/13410195.pdf Testa, A., Giannuzzi, R., Solazzo, F., Petrongolo, L., Bernardini, L., & Daini, S.
(2013). Psychiatric emergencies (part I): Psychiatric disorders causing organic symptoms. Europan Review for Medical Pharmacological Sciences, 17, 55-64.
Vibriyanti, D. (2020).Kesehatan mental masyarakat: mengelola kecemasan ditengah pandemi Covid-19. Jurnal Kependudukan Indonesia, 69-74.
Yap, M. B. H., Pilkington, P. D., Ryan, S. M., & Jorm, A. F. (2014).Parental factors associated with depression and anxiety in young people: A systematic review and meta-analysis. Journal of Affective Disorders, 15(6), 8–23.
https://doi.org/10.1016/j.jad.2013.11.007/
LAMPIRAN
Lampiran 1 Deskripsi Responden
Jenis kelamin
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Laki-laki 45 24.5 24.5 24.5
Perempuan 139 75.5 75.5 100.0
Total 184 100.0 100.0
Usia
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 18 9 4.8 4.8 5.4
19 14 7.6 7.6 12.5
20 39 21.2 21.2 33.7
21 84 45.7 45.7 79.3
22 28 15.2 15.2 94.6
23 10 5.4 5.4 100.0
Total 184 100.0 100.0
Asal perguruan tinggi
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Amikom 1 .5 .5 .5
Sanata Dharma 2 1.1 1.1 1.6
Sekolah Tinggi Pertanahan
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid <= 500.000 49 26.6 26.6 26.6
>= 3.000.000 8 4.3 4.3 31.0
1.000.000 – 2.000.000 69 37.5 37.5 68.5
2.000.000 – 3.000.000 15 8.2 8.2 76.6
500.000 - 1.000.000 43 23.4 23.4 100.0
Total 184 100.0 100.0
Intensitas komunikasi dengan ayah
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative
Tempat tinggal
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Kost / Kontrakan 92 50.0 50.0 50.0
Tinggal dengan orangtua 92 50.0 50.0 100.0
Total 184 100.0 100.0
Ayah Kandung
Frequency Percent Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Masih Hidup 184 100.0 100.0 100.0
Lampiran 2. Hasil Output SPSS
Hasil Realibilitas Skala Kelekatan Ayah Sebelum Try out Case Processing Summary
N %
Cases Valid 184 100.0
Excludeda 0 .0
Total 184 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
KA4 65.64674 92.547 .620 .861
KA5 67.37500 98.247 .211 .871
KA6 67.08152 103.747 -.225 .881
KA7 66.29891 89.227 .687 .858
KA8 66.13043 94.945 .388 .867
KA9 66.33696 110.880 -.553 .895
KA10 66.56522 106.203 -.333 .888
KA11 65.92391 88.934 .724 .857
KA12 66.24457 89.082 .645 .859
KA13 66.03804 90.649 .656 .859
KA14 65.98913 93.475 .554 .863
KA15 67.00543 97.470 .189 .872
KA16 66.15761 88.680 .720 .857
KA17 66.63043 90.682 .554 .862
KA18 65.82065 89.951 .709 .858
KA19 66.01630 86.978 .740 .855
KA20 66.30435 88.399 .747 .856
KA21 66.16848 87.627 .820 .854
KA22 66.20109 90.304 .518 .863
KA23 66.76630 112.858 -.765 .895
KA24 65.88587 88.320 .789 .855
KA25 66.25000 91.773 .586 .861
Hasil Realibilitas Skala Kelekatan Ayah Sesudah Try Out
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 184 100.0
Excludeda 0 .0
Total 184 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha N of Items
.946 19
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item-Total Correlation
Cronbach's Alpha if Item
Deleted
KA1 53.15761 110.702 .748 .941
KA2 52.72826 112.789 .671 .943
KA3 52.76630 112.956 .651 .943
KA4 52.67935 114.929 .644 .943
KA7 53.33152 111.217 .707 .942
KA8 53.16304 117.613 .409 .947
KA11 52.95652 111.014 .737 .942
KA12 53.27717 111.098 .662 .943
KA13 53.07065 112.809 .677 .943
KA14 53.02174 115.781 .590 .944
KA16 53.19022 110.505 .746 .941
KA17 53.66304 112.509 .591 .944
KA18 52.85326 112.476 .702 .942
KA19 53.04891 109.085 .738 .942
KA20 53.33696 110.465 .756 .941
KA21 53.20109 109.222 .852 .940
KA22 53.23370 112.574 .529 .946
KA24 52.91848 110.403 .797 .941
KA25 53.28261 114.226 .597 .944
Hasil Uji Realibilitas Skala kecemasan sebelum dan sesudah try out
Case Processing Summary
N %
Cases Valid 184 100.0
Excludeda 0 .0
Total 184 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha N of Items
.770 7
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item-Total Correlation
Cronbach's Alpha if Item
Deleted
DASS2 4.86957 12.868 .315 .777
DASS4 5.24457 12.863 .447 .752
DASS7 5.07609 12.508 .460 .748
KA16 0.189 0.25 Valid
Kelekatan Ayah 0.946 0.6 Reliabel
Kecemasan 0.770 0.6 Reliabel