• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBAR 4.1 STRUKTUR ORGANISASI

B. Hasil Penelitian

a. Dokumen yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan fasilitas pelayanan rawat inap pada RSUD K.H. Hayyung Kab. Kepulauan Selayar.

Dalam setiap perusahaan baik itu perusahaan medis maupun non medis tentu sangat memerlukan dokumen-dokumen yang berisikan hal-hal yang penting mengenai perusahaan. Sebagaimana yang dikatakan oleh kepala ruangan keperawatan malinjo ibu misnawati, A.md.keb :

dokumen yang digunakan pada RSUD K.H. Hayyung Kab. Kepulauan Selayar dalam prosedur sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan fasilitas adalah sebagai berikut :

1. Buku ampra 2. Formulir ampra

b. Prosedur pelaksanaan sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan fasilitas

Penelitian kali ini akan membahas tentang bagaimana prosedur pelaksanaan sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan di Rumah Sakit Umum K.H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar, untuk terlaksananya pengelolaan ketersediaan fasilitas yang baik juga dibutuhkan prosedur dan pengelolaan ketersediaan fasilitas. Sebagaimana yang dikatakan oleh kepala ruangan keperawatan malinjo ibu Hikmah, S.ST :

“adapun prosedur sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan fasilitas rawat inap pada Rumah Sakit K.H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar yaitu dimulai dari masukkan daftar kebutuhan fasilitas kebagian perencanaan, kemudian ditembuskan kebagian penunjang medik dan non medik, alat yang sudah tiba ke gudang farmasi yunit mengampra sesuai kebutuhan kebagian farmasi.

Dirumah Sakit Umum K.H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar untuk obat , BHP dan alat kesehatan pemesanan barangnya dilakukan melalui sistem e- purchasing dan adapun dalam bentuk lelang tergantung nilai iurannya, juga penunjukan langsung pakai nota pesanan misalny makan.

48

Gambar 4.2 Flowchart Pegelolaan Fasilitas Pelayanan Rawat Inap :

symbol- symbol flowchart dan penjelasan :

a. terminator symbol yaitu simbol untuk permulaan (star) akhir (stop) dari suatu kegiatan.

b. Symbol desicion yaitu simbo pemilih proses berdasarkan kondisi yang ada.

c. Processing symbol yaitu simbol yang menunjjukan pengelolaan yang tidak di lakukan oleh computer.

d. Symbol dokumen yaitu simbol yang menyatakan input berasal dari dokumen dalam bentuk kertas atau output dicetak ke ketas.

e. Flow direction symbol yang digunakan untuk menghubungkan antara simbol yang satu dengan simbol yang lain.

Berdasarkan flowcer di atas dapat dijelaskan sabagai berikut : 1. Proses ini diawali dari bagian gudang yang megecek ketersediaan

fasiltas, apabila fasilitas/ barang ada maka proses akan langsung menuju kepesediaan barang dan apabila barang tidak ada maka akan terjadi proses permintaan barang kebagian karyawan.

2. Setelah itu karyawan akan membuat surat pesanan barang dan menentukan supplier. Setelah memuat surat pesanan, surat pesanan akan dibeikan kepada supplier.

3. Supplier akan menegecek pesanan barang, apabila pesanan tidak ada maka proses akan kembali kepada supplier, dan apabila barang ada maka akan menuju keproses transaksi pembelian barang.

50

4. Setelah transaksi berhasil maka supplier akan membuat nota pembelian/ faktur untuk diserakan kebagian administrasi/

karyawan.

5. Setelah itu karyawan akan mengecek barang, apabila barang rusak maka akan kembali keproses pesanan barang pada supplier, dan apabila barang baik maka akan menuju keproses transaksi pembelian.

6. Setelah itu bagian admin akan menyimpan data pembelian dan membuat laporan untuk diserahkan kepada pemilik.

c. Permasalahan/ kendala yang terjadi pada Rumah Sakit Umum K.H.

Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar

Perusahaan medis maupun non medis tentulah memiliki permasalahan baik itu permasalahan kecil maupun permasalahan besar yang dihadapinya sama halnya dengan RSUD K.H Hayyung Kab. Kepulauan Selayar yang memiliki beberapa permasalahan dalam menjalankan prosedur pelaksanaan sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan fasilitas pelayanan rawat inap, dimana di RSUD K.H Hayyung Kab. Kepulauan Selayar masih ada yang menggunakan pencatatan manual dan ada juga yang menggunkan online yang memiliki masing-masing permasalahan atau kendala. Adapun beberapa permasalahan yang terjadi di RSUD Kab. Kepulauan Selayar sebagaimana yang dikatakan oleh kepala ruangan keperawatan jeruk ibu Elvi, S. Kep. Ns :

1. Pencatatan pengelolaan ketersediaan fasilitas yang dilakukan secara manual merupakan proses pencatatan dengan menggunakan dokumen, jurnal dan buku besar. Adapun kendalanya yaitu kadang terjadi kehilangan, bukunya menumpuk dan biasa terjadi salah tulis yang

mengakibatkan kesalahan pencatatan.

2. Pencatatan pengelolaan ketersediaan fasilitas yang dilakukan secara online kendalanya yaitu di jaringan yang tidak bagus.

C. PEMBAHASAN

Sistem informasi merupakan sebuah sistem yang perlu dimiliki oleh setiap perusahaan karena dengan adanya sistem informasi akuntansi dapat lebih memudahkan dalam mengimput dan juga data yang disimpan aman dibandingkan dengan menggunakan berkas fisik, dengan diterapkannya sebuah sistem informasi pada perusahaan juga dapat menjadi tolak ukur suatu perusahaan bahwa perusahaan tersebut sudah berkembang karena telah menerapkan sistem pencatatan berbasis computer.

Rumah sakit juga merupakan suatu perusahaan jasa yang juga memiliki ketersediaan, salah satunya adalah ketersediaan fasilitas yang memiliki arti yang sangat penting karena ketersediaan fasilitas juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan suatu rumah sakit.

Adapun prosedur sistem informasi akuntansi pengelolaan ketersediaan fasilitas rawat inap pada RSUD K.H Hayyung Kab. Kepulauan Selayar yaitu dimulai dari masukkan daftar kebutuhan fasilitas kebagian perencanaan, kemudian diteruskan kebagian penunjang medik dan non medik, alat yang sudah tiba ke gudang farmasi yunit mengampra sesuai kebutuhan kebagian farmasi. Setiap perusahaan dalam menyelenggarakan kegiatannya memerlukan persediaan (infestory). Dalam proses pemenuhan hak kesehatan, Negara harus menjamin bahwa fasilitas, publik tersedia dan mencukupi dan hal kuantitas. Ketersediaan yang dimaksud adalah adanya tenaga kesehatan profesional dalam jumlah yang memadai, jumlah fasilitas kesehatan yang cukup dan berfungsi baik, ketersedian, obat-obatan esensial

52

dan intervensi kesehatan yang edequat. Dimana pada RSUD K.H. Hayyung Kab. Kepulauan Selayar sudah melakukan pelayanan dengan tepat yaitu tidak terjadi kekeliruan dalam pelayanan dengan kata lain petugas memberikan pelayanan yang sesuai dengan prosedur yang telah diterapkan sehingga tidak ada yang dirugikan atas pelayanan yang di dapatkannya.

prosedur pelaksanaan sistem informasi akuntansi ketersediaan yang dijalankan di RSUD K.H Hayyung sudah cukup baik karena bagian pelayanan fasilitas sudah menjalankan sesuai dengan prosedur yang diterapkan oleh intansi.

Rumah sakit haruslah selalu memiliki ketersediaan fasilitas karena dengan adanya sistem informasi ketersediaan maka dapat menghasilkan data ketersediaan yang cepat dan akurat. Di RSUD K.H Hayyung Kab.

Kepulaun Selayar itu sendiri sudah menerapkan sistem informasi ketersediaan tetapi masih terkendala oleh beberapa faktor yaitu faktor jaringan yang kurang memadai.

Sistem informasi ini perlu diterapkan agar dapat mempermudah dalam mengetahui jumlah ketersediaan fasilitas yang ada. Di RSUD K.H. Hayyung Kab. Kepulauan Selayar juga sudah menerapkan sistem tersebut, akan tetapi biasanya masih terkendala di jaringan yang kurang memadai sehingga pencatatannya ada sebagian yang menggunakan pencatatan manual. di RSUD K.H.Hayyung Kab. Kepulauan Selayar kenapa masalah tersebut bisa terjadi karena lokasi RSUD K.H Hayyung Kab. Kepulauan Selayar jauh dari pusat kota.

Berdasarkan hal tersebut mengenai permasalahan yang terdapat di RSUD K.H. Hayyung Kab. Kepulauan Selayar, seharusnya pihak Rumah

Sakit menambah salah satu pengksesan jaringan sehingga pihak Rumah Sakit tidak terbengkalai dengan akses jaringan internet.

54 BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait