• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Penelitian dilakukan di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Uji coba instrumen dilakukan pada hari selasa tanggal 21 - 22 Juli 2010 dan penelitian dilakukan pada hari kamis tanggal 24 Juli sampai 29 juli 2010. Instrumen diuji-cobakan pada mahasiswa angkatan 2007 dengan jumlah 12 mahasiswa. Instrumen penelitian diujikan pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin angkatan 2007 berjumlah 51 mahasiswa.

2. Hasil Uji Coba Instrumen a. Hasil Pengujian Validitas

Uji validitas untuk menentukan valid tidaknya suatu item adalah bila koefisien korelasi lebih besar atau sama dengan 0,3 maka butir instrument dinyatakan valid. Analisis pengujian validitas instrumen dengan menggunakan Rumus Product Moment terhadap 27 butir soal, N ujicoba sebanyak 12 mahasiswa. Dari 27 soal yang diujicobakan ternyata ada 22 soal yang valid dan 5 soal tidak valid. Soal yang digunakan dalam penelitian adalah soal yang valid. Soal yang valid yaitu soal nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6 ,7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 15, 18, 19, 20 ,22 ,23 , 24, 25, dan 26. Hasil pengujian validitas secara lengkap dan contoh perhitungannya dapat dilihat pada lampiran 3, 4dan 5.

b. Hasil Perhitungan Reliabilitas

Suatu insrumen dikatakan reliabel jika memberikan nilai Alpha Cronbach > 0,60. Analisis perhitungan reliabilitas dengan menggunakan Rumus Alpha dan menghasilkan koefisien reliabilitas (rhitung) sebesar 0.841. Dari hasil tersebut ternyata r hitung lebih besar dari 0,60 sehingga dapat dikatakan bahwa instrumen tersebut reliabel atau dapat dipercaya sebagai pengambilan data dalam penelitian. Hasil pengujian reliabilitas secara lengkap dan contoh perhitungannya dapat dilihat dalam lampiran 6.

3. Hasil Analisis

a. Hasil Analisis Deskriptif Prestasi belajar

Data tentang prestasi belajar manajemen industri berupa nilai mahasiswa angkatan 2007 Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNNES diambil dari UPT Komputer Universitas Negeri Semarang. Data prestasi belajar manajemen industri selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 1.

Kriteria nilai prestasi belajar manajemen industri dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 2. Kriteria nilai prestasi belajar manajemen industri

Interval Kriteria 81 – 100 Tinggi 71 – 80 Baik 61 – 70 Cukup 51 – 60 Kurang <50 Gagal

Berdasarkan kriteria nilai diatas maka data tentang prestasi belajar dapat dideskripsikan seperti pada tabel berikut :

Tabel 3. Deskriptif Data Variabel Prestasi Belajar

Kriteria Frekuensi Persentase

Tinggi 16 25,4 %

Baik 47 74,6 %

Cukup 0 0 %

Kurang 0 0 %

Gagal 0 0 %

Berdasarkan Tabel 3, terlihat bahwa 25,4 % mahasiswa dengan kriteria tinggi dan 74,6 % mahasiswa dengan kriteria sedang. Secara umum menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa angkatan 2007 Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNNES memiliki prestasi belajar yang baik. Deskriptif data prestasi belajar apabila disajikan dalam bentuk diagram batang adalah sebagai berikut:

Gambar 3.

b. Hasil Analisis Deskriptif Persentase Minat Berwirausaha

Gambaran tentang minat berwirausaha Mahasiswa PTM FT UNNES angkatan tahun 2007 berdasarkan hasil analisis deskriptif dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4. Gambaran tentang Minat Berwirausaha

No Interval Kriteria Frekuensi Persentase 1 74 – 88 Sangat Tinggi (ST) 21 41% 2 61 – 73 Tinggi (T) 20 39% 3 48 – 60 Sedang (S) 10 20% 4 35 – 47 Rendah (R) 0 0% 5 22 – 34 Sangat Rendah (SR) 0 0 % Jumlah 51 100%

Terlihat pada tabel 4, Sebanyak 21 mahasiswa memiliki minat berwirausaha sangat baik atau sangat tinggi dan 20 mahasiswa memiliki minat yang baik ,dan 10 memiliki minat yang cukup. Lebih jelasnya dapat dilihat dari pie chart sebagai berikut.

Gambar 4.

Berdasarkan hasil analisis deskriptif di atas menunjukkan bahwa minat berwirausaha mahasiswa tergolong tinggi. Yaitu dengan melihat persentase mahasiswa, sebanyak 41% dari sampel memiliki kategori minat yang sangat baik, 39% memiliki minat baik dan 20% memiliki minat yang cukup.

1) Kemandirian minat berwirausaha.

Pengambilan inisiatif, kepercayaan pada kemampuan diri sendiri, penanggung jawab dalam mengurus organisasi atau perusahaan, dan memiliki modal merupakan bentuk – bentuk aspek kemandirian seorang wirausahawan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kemandirian minat berwirausaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin 2007 tergolong tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan mean empirik 71,75. Lebih jelasnya dapat dilihat dari analisis deskriptif berikut.

Tabel 5. Gambaran kemandirian minat berwirausaha

No. Interval Kriteria Frekuensi Presentase 1 74 – 88 Sangat Tinggi (ST) 20 39,2% 2 61 – 73 Tinggi (T) 25 49% 3 48 – 60 Sedang (S) 6 11,8% 4 35 – 47 Rendah (R) 0 0% 5 22 – 34 Sangat Rendah (SR) 0 0% Jumlah 51 100%

Dari tabel tersebut, maka didapat gambar kemandirian minat berwirausaha sebagai berikut:

Gambar 5.

Kemandirian minat berwirausaha 2) Inovatif minat berwirausaha

Kreativitas, memburu keuntungan bisnis, dan berpandangan luas jauh ke depan merupakan bentuk – bentuk aspek inovatif seorang wirausahawan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keinovatifan berwirausaha pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin tergolong tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan mean empirik 68,88 yang termasuk dalam interval kriteria tinggi. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 6.

Tabel 6. Gambaran tentang inovatif minat berwirausaha

No. Interval Kriteria Frekuensi Presentase 1 74 – 88 Sangat Tinggi (ST) 17 33,3% 2 61 – 73 Tinggi (T) 22 43,2% 3 48 – 60 Sedang (S) 11 21,5% 4 35 – 47 Rendah (R) 1 2% 5 22 – 34 Sangat Rendah (SR) 0 0% Jumlah 51 100%

Dari tabel diatas, maka didapat gambar nilai inovatif berwirausaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin sebagai berikut:

Gambar 6. Inovatif minat berwirausaha 3) Menanggung resiko minat berwirausaha

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keberanian mahasiswa untuk menanggung resiko berwirausaha pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin tergolong tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan mean empirik 70,96 yang termasuk dalam interval kriteria tinggi. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 7.

Tabel 7. Gambaran tentang Menanggung resiko minat berwirausaha No. Interval Kriteria Frekuensi Presentase

1 74 – 88 Sangat Tinggi (ST) 22 43,1% 2 61 – 73 Tinggi (T) 17 33,3% 3 48 – 60 Sedang (S) 11 21,6% 4 35 – 47 Rendah (R) 1 2% 5 22 – 34 Sangat Rendah (SR) 0 0% Jumlah 51 100%

Dari tabel tersebut, maka didapat gambar mahasiswa untuk menanggung resiko berwirausaha pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Mesin sebagai berikut:

Gambar 7. Menanggung resiko berwirausaha

c. Uji Asumsi 1) Uji Normalitas

Uji ini dilakukan dengan menggunakan teknik Kolmogorov-Smirnov Goodness of Fit Test pada program Statistical Program for Social Science (SPSS) versi 12.0 for windows XP. Teknik ini digunakan karena data yang akan diuji berada dalam level interval .Hasil uji normalitas dari kedua variabel dapat dilihat pada tabel 8.

Tabel 8 Uji Normalitas Data

Dari tabel di atas terlihat bahwa variabel minat berwirausaha diperoleh nilai Kolgomorov–Smirnov Z sebesar 0.563 dengan tingkat signifikansi 0.909 variabel tersebut menunjukkan taraf signifikansi >0.05. Hal ini berarti bahwa sebaran data berdistribusi normal.

2) Uji Linieritas

Uji ini dilakukan dengan menggunakan teknik Compare Means pada program Statistical Program for Social Science (SPSS) versi 12.0 for windows XP. Hasil uji linieritas dari kedua variabel dapat dilihat pada tabel di bawah ini: Tabel 9. Uji Linearitas Data

Dari hasil perhitungan diperoleh nilai signifikansi linearity 0.004. Hal ini berarti bahwa data ini linear.

3) Analisis Uji hipotesis

Setelah data dinyatakan terdistribusi normal dan linear maka untuk analisis tahap akhir menggunakan teknik korelasi product moment dari Pearson dengan hasil sebagai berikut:

Tabel 10. Analisis Uji Hipotesis

Dari hasil output terlihat bahwa nilai koefisien korelasi antara keaktifan dalam organisasi kemahasiswaan dengan prestasi belajar adalah sebesar 0,453 dan nilai signifikansi 0,001. Nilai signifikansi ini jika dibandingkan dengan alpha (5%) maka dapat disimpulkan bahwa nilai koefisien korelasi adalah signifikan karena 0,001<0,05.

Langkah selanjutnya yaitu melakukan pengujian hipotesis (uji t) sebagai berikut:

t = =

= 4,526

dimana 49 adalah df (degree of freedom) n-2 = 49, dan 0,025 merupakan setengah dari nilai α (0,05) = 0,025. Karena t hitung (4,526) > t tabel (2,021) maka H₀ ditolak. Jadi ada hubungan antara prestasi manajemen industri dengan minat berwirausaha.

Dokumen terkait