• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PEMBAHASAN DAN PENELITIAN

B. Hasil penelitian

1. Karakteristik responden

Pengujian data deskriktif penelitian bertujuan agar dapat dilihat profil dari data penelitian tersebut dan hubungan yang ada antar variabel yang digunakan dalam penelitian tersebut. Data deskriktif yang menggambarkan keadaan atau kondisi responden merupakan informasi tambahan untuk memahami hasil-hasil penelitian. Responden dalam penelitian ini memiliki karaktesitik. Karakteristik-karakteristik penelitian terdiri dari:

a. Jenis kelamin desponden

Adapun data mengenai jenis kelamin responden karyawan staf keuangan dan bagian akuntansi adalah sebagai berikut

Tabel 4.4

Karakteristik responden Jenis kelamin

No Jenis Kelamin Responden Presentase %

1 Laki-Laki 22 44,0%

2 Perempuan 28 56,0%

Total 50 100%

Sumber: Data Primer, 2020

Berdasarkan tabel 4.4 karakteristik responden jenis kelamin menunjukkan bahwa responden yang berjenis kelamin perempuan merupakan yang paling banyak yang menjadi responden dalam penelitian yaitu 28 orang atau 56,0 persen dan yang paling sedikit menjadi responden yaitu responden laki-laki yang berjumlah 22 atau 44,0 persen.

40

b. Usia responden

Adapun data mengenai usia responden karyawan staf keuangan dab bagian akuntansi adalah sebagai berikut:

Table 4.5

Karakteristik Usia Responden

No Usia Responden Persentase

1 20 – 25 13 26,0%

2 25 – 30 20 40,0%

3 30 – 35 12 24,0%

4 35 – 40 5 10,0%

Total 50 100%

Sumber: Data Primer, 2020

Berdasarkan tabel 4.5 karakteristik responden usia menunjukkan

bahwa responden yang paling banyak dalam penelitian ini adalah usia

25-30 yang berjumlah sebanyak 20 orang atau 40,0 persen dan yang

paling sedikit dalam penelitian ini adalah responden pada usia 35 – 40

yang berjumlah sebanyak 5 orang atau 10,0 persen.

c. Pendidikan terahir responden

Adapun data mengenai pendidikan terahir responden karyawan staf keuangan dan bagian akuntansi adalah sebagai berikut:

Table 4.6

Karakteristik responden pendidikan terakhir

No Pendidikan Terahir Responden Persentase

1 S1 31 62,0%

2 S2 19 38,0%

Total 50 100%

Bersadarkan tabel 4.6 karakteristik responden pendidikan terakhir menunjukkan bahwa responden S1 merupakan responden yang paling banyak dalam penelitian ini yaitu sebanyak 31 orang atau 62,0 perse dan yang paling sedikat menjadi responden adalah S2 sebanyak 19 orang atau 38,0 persen.

d. Lama bekerja responden

Adapun data mengenai lama bekerja responden karyawan staf keuangan dan bagian akuntansi adalah sebagai berikut:

Table 4.7

Karakteristik responden lama bekerja

No Lama Bekerja Responden Persentase

1 1 – 5 35 70,0%

2 5 -10 12 24,0%

3 10 – 15 3 6,0%

Total 50 100%

Sumber: Data Primer, 2020

Berdasarkan tabel 4.7 karakteristik responden lama bekerja menunjukkan responden 1–5 merupakan responden yang paling banyak dalam yang paling banyak dalam penelitian ini yang berjumlah sebesar 35 orang atau 70,0 persen, dan responden yang paling sedikit adalah responden 10– 5 sebanyak 3 orang atau 6,0 persen.

e. Deskripsi variabel

Variabel penelitian terdiri dari dua variabel yaitu variabel independen yaitu kualitas pengguna sistem informasi akuntansi (x), dan variabel dependen yaitu kualitas informasi laporan keuangan (Y). Survey ini menggunakan skala likert dengan bobot tertinggi setiap pertanyaan

42

adalah lima (5) dan bobot terendah adalah satu (1) dengan jumlah responden sebanyak 50 orang.

1) Deskripsi variabel independen yaitu kualitas pengguna sistem informasi akuntansi (x)

Tabel 4.8

Deskripsi variabel independen

Descriptive Statistics N Minimu m Maximu m Sum Mean Std. Deviation Variance X1 50 3 5 227 4.5400 0.67643 0.458 X2 50 3 5 219 4.3800 0.69664 0.485 X3 50 3 5 226 4.5200 0.67733 0.459 Sumber: Hasil olah data SPSS Versi 24

Berdasarkan tabel 4.8 data dapat di simpulkan bahwa jawaban yang paling banyak dalam penelitian ini adalah X1 yaitu jawaban dari responden maksimal 5 minimal 3 dan sum 227 dengan mean 4,5400 std deviation 0,676443 dan variance 0,458. Dan yang jawaban paling sedikit adalah X2. Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 3 dan sum 219 dengan mean 4,3800 std deviation 0,69664 dan variance 0,485.

2) variabel dependen yaitu kualitas informasi laporan keuangan (Y)

Tabel 4.9

Deskripsi vaviabel dependen

Descriptive Statistics N Mini

mum Maxi

mum Sum Mean

Std. Deviation Variance Y1 50 3 5 222 4.4400 0.70450 0.496 Y2 50 3 5 222 4.4400 0.73290 0.537 Y3 50 3 5 222 4.4400 0.64397 0.415 Y4 50 3 5 228 4.5600 0.67491 0.456 Y5 50 3 5 227 4.5400 0.67643 0.458

Y6 50 2 5 233 4.6600 0.62629 0.392 Y7 50 3 5 232 4.6400 0.63116 0.398 Y8 50 3 5 228 4.5600 0.70450 0.496 Y9 50 2 5 236 4.7200 0.60744 0.369 Sumber: Hasil olah data SPSS Versi 24

Berdasarkan tabel 4.9 data dapat di simpulkan bahwa jawaban yang paling banyak dalam penelitian ini adalah Y1 Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 2 dan sum 236 dengan mean 4,7200 std deviation 0,60744 dan variance 0,369. Dan jawaban yang paling sedikit dalam penelitian ini adalah Y3. Jawaban dari responden maksimal 5 minimal 3 dan sum 222 dengan mean 4,4400 std deviation 0,64397 dan variance 0,415.

2. Analisis keabsahan data

Sebelum melakukan analisis data untuk mengetahui hasil penelitian, maka peneliti terlebih dahulu menguji instrument penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan uji intrumen terhadap seluruh karyawan staf keuangan dan bagian akuntansi pada PT Perkebunan Nusantara XIV Makassar dengan jumlah responden sebanyak 50 karyawan. Pengujian ini di lakukan dengan tujuan untuk memperoleh tingkat validitas dan tingkat reabilitas. Berikut penjabaran hasil uji instrument.

a. Uji validitas

1) Kualitas penggunaa sistem informasi akuntansi

Uji validitas dalam penelitian ini di gunakan untuk mengukur valid atau tidaknya butir-butir soal angket untuk variable X yaitu kualitas pengguna sistem informasi akuntansi. Berdasarkan uji coba angket penelitian tentang pengguna kualitas pengguna sistem

44

informasi akuntansi yang terdiri 3 butir pertanyaan, setelah di uji cobakan pada 50 karyawan kemudian di analisis dengan menggunakan uji validitas dengan menggunakan SPSS 24. Syarat minimum untuk memenuhi valid tidaknya variabel adalah r: 0,3 jadi apabila korelasi antar butir dengan skort total kurang dari 0,3 maka instrument tersebut tidak valid.

Table 4.10 Hasil uji validitas

No Validitas Keterangan

R hitung

1

0.916

Valid

2

0.694

Valid

3

0.905

Valid

Sumber: Hasil olah data SPSS Versi 24

Berdasarkan tabel 4.10 hasil uji validitas tentang pengguna sistem informasi akuntansi menunjukkan bahwa ke 3 butir soal tersebut memiliki koefisien validitas lebih dari 0,3 maka instrument tersebut di nyatakan valid sehingga dapat digunakan sebagian alat ukur penelitian.

2) Kualitas informasi laporan keuangan

Uji validitas dalam penelitian ini di gunakan untuk mengukur valid atau tidaknya butir soal angket untuk variable X yaitu kualitas informasi laporan keuangan. Berdasarkan uji coba angket penelitian tentang pengguna kualitas informasi laporan keuangan yang terdiri 9 butir pertanyaan, setelah diuji cobakan pada 50 karyawan kemudian dianalisis dengan menggunakan uji validitas dengan menggunakan SPSS 24. Syarat minimum untuk memenuhi valid

tidaknya variabel adalah apabila r: 0,3 jadi apabila korelasi antar butir dengan skort total kurang dari 0,3 maka instrument tersebut tidak valid.

Tabel 4.11

Hasil uji validitas kualitas informasi akuntansi

No Validitas Keterangan R hitung 1.

0.736

Valid 2.

0.685

Valid 3.

0.690

Valid 4.

0.345

Valid 5.

0.344

Valid 6.

0.718

Valid 7.

0.771

Valid 8.

0.773

Valid 9.

0.740

Valid

Sumber: Hasil olah data SPSS Versi 24

Berdasarkan tabel 4.11 hasil uji validitas tentang pengguna sistem informasi akuntansi menunjukkan bahwa ke 9 butir soal tersebut memiliki koefisien validitas lebih dari 0,3 maka instrument tersebut dinyatakan valid sehingga dapat digunakan sebagian alat ukur penelitian.

b. Uji reabilitas

Pengujian uji reabilitas di lakukan untuk mengukur konsisten atau tidaknya kuesioner dalam penelitian untuk mengukur pengaruh tidaknya variabel X dan variabel Y. dasar pengambilan keputusan dalam pengujian reabilitas yaitu alpha sebesar 0.60. variabel yang di anggap

46

reabel jika nilai varibel tersebut lebih besar dari >0.60 jika nilai variabel lebi kecil maka di katakana tidak reabel karna <0,60. Berikut hasil pengujian reabilitas

Tabel 4.12 Hasil uji reabilitas

Variable Cronbach's Alpha N of Items Kualitas pengguna sistem informasi

akuntansi (X) 0,786 3

Kualitas informasi laporan keuangan

(Y) 0,822 9

Sumber: Hasil olah data SPSS Versi 24

Berdasarka tabel 4.12 hasil uji reabilitas, berdasarkan hasil pengelolaan data menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 24 menunjukkan bahwa nilai variabel X memiliki nilai sebesar 0,786 dan nilai varibel Y sebesar 0,822 sehingga di katakan reabel karna >0,60. c. Uji asumsi klasik.

1) Uji normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel terikat atau variabel bebas mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal. Adapun cara untuk mendeteksinya yaitu dengan bantuan SPSS 24.

Table 4.13 Hasil uji normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N 50 Mean 0,00 Std. Deviation 349.356.037 Absolute 0,153 Positive 0,103 Negative -0,153 Test Statistic 0,153

Asymp. Sig. (2-tailed) 0,005

Sumber: Hasil olah data SPSS Versi 24

Bersadarkan tabel 4.13 hasil uji normalitas data dengan Kolmogorov-smirnov dapat disimpulkan dengan membandingkan nilai angka asymp (2-tailed) dengan taraf signifikasi sebesar 0.05 atau 5% dengan pengambilan keputusan jika nilai signifikasi kurang dari 0,05 atau 5% maka distribusi data adalah tidak normal. Dan jika nilai signifikasi lebih besar dari 0.05 atau 5% maka distribusi data adalah normal. Berdasarkan table 4.13 dapat disimpulkan bahwa data variabel diatas menunjukkan bahwa data tersebut tidak normal karena nilai asymp (2-tailed) 0.005 lebih kecil dari 0,05

2) uji multikolinieritas

uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen) model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Multikolinieritas dapat dilihat

48

dari nilai tolerance dan VIF. Multikolinieritas terjadi jika nilai tolerance mendekati 1 sedangkan nilai VIF di sekitar angka 1 tidak melebihi 10.

Table 4.14

Hasil uji multikolinieritas

Model

collinearity statistics Tolerance VIF

(Constant)

X 1.000 1.000

Sumber: Hasil olah data SPSS Versi 24

Berdasarkan table 4.14 uji multikolinieritas menunjukkan bahwa nilai tolerance pada variabel kualitas pengguna sistem informasi akuntansi bernilai 1,000 dan niali VIF bernilai 1.000. nilai tolerance dari variabel ini lebih dari 0,10 dan nilai VIF adalah kurang dari 10 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinieritas pada variabel bebas.

3) Uji autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode (sebelumnya). Jika terjadi korelasi maka dinamakan ada maasalah autokorelasi. Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Regresi yang bebas dari autokorelasi dengan menggunakan durbin waston teks jika memenihi syarat Du<d<4-du.

Table 4.15 Hasil uji autokorelasi

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 0.425 0.181 0.164 3.530 1.983

Sumber: Hasil olah data SPSS Versi 24

Berdasarkan tabel 4.15 hasil uji autokorelasi dengan metode durbin Watson diketahui nilai DW 1.983, dibandingkan dengan nilai sifnifikan 0.05 atau 5 persen dengan jumlah sample 50, variabel independen 1 (k=1) = 1,50 sehingga didapatkan nilai du dari tabel r: 1.584, DW lebih besar dari batas du kurang da (4-du) = 4 – 1.584 = 2.416, sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi.

4) Uji heteroskedoktisitas

Tujuan dari uji heteroskedoktisitas yaitu untuk menguji apakah didalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan terhadap pengamatan yang lain.

Table 4.16

Hasil uji heteroskedoktisitas

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta (Constant) 7.798 2.334 3.341 0.002 X -0.377 0.172 -0.301 -2.19 0.033 Sumber: Hasil olah data SPSS Versi 24

Uji gleser digunakan agar bisa mengetahahui apakah pola variabel mengandung gangguan heteroskedotisitas atau tidak.

50

Berdasarkan table 4.16 dapat diketahui bahwa nilai signifikan 0,03 sehingga dikatakana bahwa terjadi heteroskediktisitas karna nilai signifikan 0,03 lebih kecil dari 0.05.

d. Analisi regresi linear sederhana

Untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana dengan tujuan untuk memprediksi seberapa besar kekuatan pengaruh variabel independen terhadap variabel depende.

Tabel 4.17

Hasi uji Analisi regresi linear sederhana

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta (Constant) 28.149 3.98 7.072 0,000 X 0.956 0.294 0.425 3.254 0.002

Sumber: Hasil olah data SPSS Versi 24

Berdasarkan table 4.17 hasil uji analisis regresi linear sederhana diketahui analisis perhitungan persamaan regresi diperoleh nilai a= 28,149 dan b=0,425 sehingga persamaan regresi linear sederhana adalah Y = 28,149 + 0.425 x

Persamaan dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Konstanta sebesar 28,149 menyatakan bahwa jika kualitas pengguna sistem informasi akuntansi nilainya adalah 0 maka kualitas informasi laporan keuangan pada PT Perkebunan Nusantara XIV Makassar tetap ada sebesar 28,149

2) Koesisien regresi x = 0,425 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 nilai kualitas pengguna sistem informasi akuntansi, maka kualitas informasi laporan keuangan pada PT Perkebunan Nusantara XIV Makassar bertambah sebesar 0,425.

e. Uji-F

Tabel 4.18 Hasil Uji F ANOVA

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. Regression 131.957 1 131.957 10.591 0.002 Residual 598.043 48 12.459 Total 730 49

Sumber: Hasil olah data SPSS Versi 24

Berdasarkan table 4.18 hasil uji F dapat disimpulkan bahwa dalam pengujian regresi linear sederhana menunjukkan F hitung sebesar 10,591 dengan tingkat signifikan 0,002 yang lebih kecil 0,05 maka model ini berarti dapat dilanjutkan.

f. Ujii t

Uji t digunakan untuk menguji apakah variabel independen bener-bener memberikan kontribusi terhadap variabel dependen. Berikut dibawah ini table uji T. Berdasarkan tabel 4.17 hasil uji t nilai perhitungan statistik uji T dari variabel independen yang dimasukkan dalam model regresi linear sederhana dapat dikatakana bahwa hasil perhitungan statistik pada table diatas, maka dapat diketahui bahwa variabel X (kualitas pengguna sistem informasi akuntansi) memiliki nilai 3,254 > nilai T table 1,676 serta tingkat nilai singnifikasi yaitu 0,002 < 0,05 deangan demikian nilai menunjukkan bahwa variabel kualitas

52

pengguna sistem informasi akuntansi (X) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel kualitas informasi laporan keuangan.

g. Koefisien determinasi R2

Tabel 4.19

Hasil uji koefisien determinasi R2

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 0.425a 0.181 0.164 3.53

Sumber: Hasil olah data SPSS Versi 24

Berdasarkan tabel 4.19 hasil uji koefisien menunjukkan nilai R2 sebesar 0,181, hal ini berarti bahwa pengaruh variabel kualitas pengguna sistem informasi akuntansi secara simultan terhadap variabel kualitas informasi laporan keuangan sebesar 18,8 persen, sedangkan pengaruh faktor lain sebesar 81,2 persen

Dokumen terkait